BAB I PENDAHULUAN

I. Latar Belakang Keahlian mengenai analisis suatu senyawa obat sangat dibutuhkan terutama bagi seorang farmasis. Untuk menunjang keahlian tersebut maka pada makalah ini kami, kelompok resume sulfonamida, membahas berbagai prosedur yang dapat dilakukan untuk menganalisis suatu senyawa, dalam hal ini senyawa sulfonamid. Sulfonamida adalah senyawa kemoterapeutik yang pertama digunakan secara sistemik untuk pengobatan dan pencegahan penyakit infeksi pada manusia. Sulfonamida merupakan salah satu antimikroba tertua yang masih digunakan. Preparat sulfonamida yang paling banyak digunakan adalah Sulfametoksazol yang dikombinasikan dengan trimetoprim yang lebih dikenal dengan nama Kotrimoksazol. Mekanisme kerja sulfametoksazol adalah dengan menghambat sintesis asam folat, sedangkan trimetoprim menghambat reduksiasam dihydrofolat menjadi tetrahydrofolat sehingga menghambat enzim padaalur sintesis asam folat. Kombinasi yang bersifat sinergis ini menyebabkan pemakaian yang luas pada terapi infeksi communityacquired seperti sinusitis,otitis media akut, infeksi saluran kencing sehingga Sulfonamida merupakan kelompok obat penting pada penanganan infeksi saluran kemih (ISK). Sulfonamida berupa kristal putih yang umumnya sukar larut dalam air, tetapi garam Na (Natrium) nya mudah larut. Analisis senyawa sulfonamid mencakup reaksi-reaksi kimia umum pada sulfonamid serta beberapa reaksi-reaksi spesifik pada beberapa golongan sulfonamid.

II. Tujuan Penulisan Makalah ini disusun dalam rangka memenuhi tugas kelompok pada mata kuliah Analisis Sediaan Farmasi. Selain itu makalah ini dimaksudkan pula untuk menambah wawasan tim penulis pada khususnya dan seluruh mahasiswa farmasi pada umumnya mengenai analisis pada senyawa-senyawa sulfa.

III. Metode Penulisan Dalam penyusunan makalah ini, kami dari kelompok resume mencari informasi melalui studi literatur, browsing internet, kemudian mendiskusikannya pada saat presentasi kelompok 4.

1 |RESUME SULFONAMIDA

IV. Sistematika Penulisan BAB I PENDAHULUAN A Latar Belakang B Tujuan Penulisan C Metode Penulisan D Sistematika Penulisan BAB II PEMBAHASAN A Sulfonamida B Kelarutan dan Reaksi Umum Sulfonamida C Sulfonamida Short Acting D Sulfonamida Medium Acting E Sulfonamida Long Acting F Sulfonamida Penggunaan Lokal G Sulfonamida untuk Usus BABIII PENUTUP A Kesimpulan B Saran

2 |RESUME SULFONAMIDA

BAB II ISI

I. Pendahuluan Sulfonamida Sulfonamida adalah kemoterapeutik yang pertama digunakan secara sistemik untuk pengobatan dan pencegahan penyakit infeksi pada manusia. Sulfonamida merupakan kelompok obat penting pada penanganan infeksi saluran kemih (ISK). Demi pengertian yang baik, pertama ± tama akan dibicarakan sepintas lalu beberapa aspek dari aspek dari ISK. Infeksi saluran kemih (ISK) hampir selalu diakibatkan oleh bakteri aerob dari flora usus. Penyebab infeksi bagian bawah atau cystitis ( radang kandung) adalah pertama kuman gram negative seperti e. coli, klebsiella, enterobacter sp, M morganii, P. mirabilis, P.vulgaris, H. Influenza, salmonella serta gram-positif seperti S. Pneumoniae,Pneumocystis carinii., serta parasit seperti Nocardia sp. Pada umumnya, seseorang dianggap menderita ISK bila terdapat lebih dari 100.000 kuman dalam 1 ml urine. Sulfonamida berupa kristal putih yang umumnya sukar larut dalam air, tetapi garam natriumnya mudah larut. Rumus dasarnya adalah sulfanilamide. Berbagai variasi radikal R pada gugus amida (-SO2 NHR) dan substitusi gugs amino (NH2) menyebabkan perubahan sifat fisik, kimia dan daya antibaktreri sulfonamida

Gambar 1. Rumus Bangun Sulfonamida

Pemakaian 1. Kemoterapeutikum : Sulfadiazin, Sulfathiazol 2. Antidiabetikum : Nadisa, Restinon, dan lain-lain 3. Desinfektan saluran air kencing : Thidiour 4. Diuretikum : Diamox
3 |RESUME SULFONAMIDA

Umumnya tidak larut dalam air. Kelarutan dan Reaksi Umum Sulfonamida Cara Kelarutan 1. Sulfa dengan gugusan ±SO2 NHR akan terhidrolisis bila dimasak dengan asam kuat HCl atau HNO3.Sifat ± sifat y Bersifat amfoter. irgafen. Sulfasetamid c. Sulfa ± sulfa yang mempunyai gugus amin aromatik tidak bebas akan mudah larut dalam HCl encer. 5. kecuali Sulfasuksidin. Garam ± garam natriumnya b. Ftalazol dan Elkosin 4. sulfapyridin. Sulfa ± sulfa dengan gugusan aromatik sekunder sukar larut dalam HCl. soluseptazin b. karena itu sukar dpindahkan dengan cara pengocokan yang digunakan dalam analisa organik y Mudah larut dalam aseton. Irgamid. Tidak larut Sulfadiazin. Larut baik dalam aseton. irgamid. Igafen. kloroform. Diasamkan dengan asam cuka 3 % a. Tidak larut dalam alkohol 96 % 4 |RESUME SULFONAMIDA . petroleum eter. Elkosin biasanya larut dalam air panas dan dingin. misalnya septazin. Sulfonamida = larut sebagian air 2. 2. tapi adakalanya akan larut dalam air anas. Larut Sulfanilamid. sulfasetamid. kecuali Sulfasuksidin. sulfatiazol. sulfametazin. soluseptazin. Larut dalam air a. Sulfathiazol Na 4. Ftalazol dan Elkosin Kelarutan 1. Larut dalam alkohol 96% Sulfasetamid. 3. Tidak larut dalam eter. Irgamid dan Irgafen tidak larut dalam HCl encer. 3. akan tetapi larut dalam NaOH 6. sulfamorazin. sulfasuksidin larut dalam HCl. II.

S : positif 2.Sulfadiazin Na. Larut dalam NaOH 10% dan HCl 1% Sulfaciazin. Sulfasetamid. larut dalam air panas sulfanalamid. dan reaksi indohenol Positif untuk amin-amin bebas 3. Tidak larut dalam HCl 1% Irgafen. Tidak larut dalam NaOH 10 % Irgafen. 5. sulfamezatin 8. lapisan yang jernih adalah NH4 OH 2. reaksi korek api. marfenil 7. Reaksi elementer terhadap C. dan Sulfathiazol Na. Sulfaguanidin 9. Radilon. lapisan atas adalah butanol. Radilon. Septazin. Tidak larut dalam air. Sulfapyridin Na. Butanol : pyridin = 8 : 1 3.HCl . elkosin. terjadi dua lapisan. Larut dalam asam cuka 7% Sulfanalamid. Soluseptazin 6. 5 |RESUME SULFONAMIDA endapan . Reaksi terhadap gugus sulfon : Zat + H2 O2 30% + 1 tetes FeCl3 + HNO3 dan BaCl2 atau Barium Nitrat BaSO4 putih y Reaksi furfural : terhadap gugus amin bebas: 1 tetes pereaksi ( furfural 2% dalam asam asetat glasial ) + zat p memberi warna merah tua segerah berubah menjadi ungu. N. sulfamerazin. sulfasetamid. Sulfaguanidin Larutan Pengelusi 1. sulfa piridin. Butanol : HCl (1 :5) = 10 : 1 Yang dilihat adalah nilai RF nya yang dihitung daru ratio antara naiknya lapisan dengan naiknya pelarut pengelusi. Reaksi terhadap gugus-gugus amin : reaksi diazotasi. Sulfamerazin Na. Sulfametazin Na. Butanol : NH4 OH : air = 4 : 1 :5 Ketiganya dikocok dengan alat corong pisah. Reaksi Umum 1. reaksi dengan p-DAB.

Gratisin : kekeruhan jingga kuning Negatif : sulfasuksidin. Asam sulfanilat : Kuning 7. diatas kaca arloji atau objek : 1 tetes H2SO4 + beberapa kristal vanilin. 10 ml HCl. Gratisin Kuning : Elkosin Kuning tua : Thazalol. Sulfamerazin. kecuali sulfasuksidin. endapan jingga kemudian merah darah. Reaksi Vanilin : Huckhal dan Turftiti Terhadap derivat metil piridin . septazin 8. Sulfanalamid Jingga : Sulfaguanidin 9. Sulfamezathin Na : merah tua Irgamid : hijau tua ± hitam dengan tepi merah 6.1 g betanaftol dalam 2 ml NaOH. tambahkan aquades hingga 100 ml Cara melakukan reaksi: Zat padat pada plat tetes + 2 tetes pereaksi p kuning jingga Kuning sitrun : Sulfametazin. thalazol. tambahkan zat uji. Rekasi Diazotasi : untuk amin aromatik primer Zat + 2 tetes HCl 2 N + 1 ml air + NaOH/NaNO2 dan teteskan larutan 0. Septazin 5. Reaksi Erlich dengan p-DAB-HCl : reaksi yang umum dengan amin aromatik Pereaksi : 1 gram pDAB.Semua sulfa memberikan hasil positif. Rekasi Korek api Zat + HCl encer lalu kedalamnya dicelupkan korek api. pthalazol. Bila penggunaan beta-naftol diganti dengan alfa naftol. Reaksi dengan CuSO4 Larutan CuSO4 dalam air yang encer Reaksi ini diberikan oleh sulfa yang heterosiklik dalam NaOH dengan CuSO4 endapan dan warna Cara melakukan reaksi: 6 |RESUME SULFONAMIDA . maka timbul warna jingga sampai jingga kuning. Sulfadiazin. panaskan diatas nyala api kecil p kuning atau hijau muda Kecuali : Sulfamerazin Na : merah tua. maka endapan akan berwarna merah ungu.

dan KMnO4 5 ml Cara melakukan reaksi: Zat padat diletakkan diatas plat tetes lalu + 1 tts perekasi lalu diaduk dengan batang penguluk. Globuoid. Albuoid : Hijau (hijau tua) Sulfaddiazin : Merah rosa Elkosin : Coklat Sulfaguanidin : kuning Cantrisin : Merah coklat Sulfamerazin : Merah rosa Irgafen : Hijau 11. aquadest 100 ml.Zat dalam tabung reaksi + 2 ml air dipanaskan sampai mendidih + NaOH 2 tetes. Reaksi dengan KBrO3 Tablet harus diisolasi dahulu Caranya melakukan reaksi: 7 |RESUME SULFONAMIDA Sulfametazin : merah rosa Lucosil : Coklat merah Sulfanalamid : biru Sulfapyridin : coklat Sulfasuksidin : kuning lemah Sulfa thiazol : kuning jingga Thalazol : tak berwarna Sulfaquanidin : ungu. Peraksi Roux pereaksi : Na Nitroprusida 10 ml. Sulfanalamid 10. Amati perubahan warna yang terjadi. Eucacil. Albuoid : Coklat hijau ± hijau Sulfapyridin : ungu Elkosin : ungu coklat-ungu Sulfasuksidin : hijau kuning Sulfadiazin : ungu-hijau biru sulfathiazol : hijau kining 12. Sulfatiazol Putih : Irgafen. setelah dingin + 1 tetes HCl encer sampai netral atau asam lemah p lihat warna yang terjadi Hijau : Elkosin.coklat Sulfatiooreum: merah biru Sulfamezatinus : ungu ± hijau tua Irgafen : hijau kuning Lucosil : hijau kuning hiaju Thazalol : (-0) . Dilihat perubahan warna yang terjadi. Sulfasuksidin. Reaksi Indophenol Khusus untuk gugus amin aromatik dengan tempat para yang kosong Cara melakukan reaksi Panaskan zat 100 mg dalam tabung reaksi + 2 cc air sampai mendidih lalu segera + 2 tetes NaOH dan 2 ml kaporit + 1 tetes fenol liquafectum segera. Sulfapyridin Ungu : Sulfadiazin. NaOH 2 ml.

Pirolisa Semua sulfida bila dipanaskan diatas titik leburnya akan terurai dan timbul warna dari residu. Sulfanilat : ungu coklat Sulfanalamid :ungu.  Perubahan warna Sulfadiazin : jingga Sulfaguanidin : ungu Sulfanalamid : ungu Sulfatiazol : coklat merah  Membebaskan H2S Elkosin Na ± Sulfamezatin Septazin Na ± Sulfamerazin Soluseptazain Na²Sulfathiazol Sulfamerazain Na ±Sulfadiazin Ultraseptyl Sulfamezatin Sulfatiazol Na-Irgamid Perhatian : yang melepaskan H2S adalah garamnya !  melepaskan NH3 Lucosil Sulfapyridin  melepaskan gas SO2 Sulfaguanidin Sulfanalmid Sulfathiazol 8|RESUME SULFONAMIDA .merah lama lama keruh Gratisin : coklat Sulfasuksidin : ungu coklat Marfanil : keruh putih kuning Thiadicur : kuning coklat Nadisan : coklat-ungu ±coklat Ftalazol : tidak berwarna Sulfadiazin : kuning jingga coklat merah 13. Amati perubahan yang terjadi As.Dalam tabung reaksi kecil 10 mg zat + 1 cc H2 SO4 + 1 tetes KBrO3 jenuh.

Reaksi Kristal .Cara rowen 9|RESUME SULFONAMIDA . 15.14.Mayer . Sulfamerazin.AuBr3 .Aseton ± air .P-DAB-HCl .Alkohol ± air .Asam pikrolon .Dragendorf . Sulfamezatin.PtCl .Cu kompleks .Eder . Sublimasi Untuk beberapa sulfa yakni : Sulfadiazin.Asam pikrat 1 % dalam air . Thalazol.Bouchardat . Elkosin.Asam dliitur .Asam sikikowolframat .Fe kompleks .

Sulfamimum Nama Dagang: Astreptine.6 (20°).AVC. Reaksi Reaksi Warna 10 | R E S U M E S U L F O N A M I D A . Larutan ditetesklan di kaca objek. tambahkan air secukupnya. praktis tidak larut dalam kloroform dan eter. Prontylin Nama Kimia: Streptozid-4-Aminobenzensulfonamid BM C6H8 N2 O2S=172.2 Rumus Bangun Gambar 2. Titik didih sekitar 165°. Rumus Bangun Sulfonamid Pemerian Pemerian: Serbuk kristal putih. Cara aseton-air Dalam tabung reaksi zat dilarutkan dengan aseton lalu disaring filtratnya.Azol. Sulfonamida Short Acting 1. III. Sulfonamid Rumus Struktur Sinonim: Sulfamid. Streptocid. Pada pemanasan serbuk kering dapat berubah menjadi ungu-biru dan kadang memproduksi anilin dan amonia. Koefisien Partisi: Log P(oktanol/air). lihat Kristal yang terjadi.6. larut dalam HCl dan larutan hidroksida alkali Konstanta disosiasi: pKa10. í0. Kelarutan: 1:170 dalam air. 1:37 dalam etanol dan 1:5 dalam aseton.Prontosil album.

6±dimetil±4±pirimidinil)benzensulfonamid BM C12H14N4 O2S=278.3 Reaksi 11 | R E S U M E S U L F O N A M I D A . Sulfadimetilpirimidin yang biasa digunakan yaitu sulfasomidin dan terkadang digunakan sulfadimidin. Konstanta Disosiasi: pKa 7. sukar larut dalam etanol dan aseton. Rumus Bangun Sulfasomidin (Elkosin) Pemerian Pemerian: kristal atau hablur putih atau krem-putih yang lambat laun menjadi gelap jika terpapar cahaya.Sulfasomidin. Elkosin(e). Nama Kimia: 4-Amino-N-(2.Sulfaisodimidin. Elkosil. Tembaga Sulfat (Metode 1)²biru. Domain. Nama Dagang: Aristamid. Titik Lebur: 243°C Kelarutan: larut dalam air.Koniferil Alkohol²oranye. kloroform dan eter. Elkosin. Koefisien Partisi: Log P (oktanol/air) í0. Sulfasomidin (Elkosin) Rumus Struktur Sinonim:Sulfa±isodimerazin. Koppanyi±Zwikker Test²biru-ungu. Merkuri Nitrat²hitam 2.3 Rumus Bangun Gambar 3.Sulfasomidin. larut dan asam mineral encer dan larutan hidroksi alkali.5 (27°).

e. Reaksi korek api atau p-DAB-HCl : reaksi yang umum dengan amin aromatik Zat + HCl encer lalu kedalamnya dicelupkan korek api. Reaksi Erlich Reaksi Erlich dengan p-DAB-HCl : reaksi yang umum dengan amin aromatik Pereaksi : p-DAB-HCl : 1 gram dalam 10 ml + air ad 100 ml zat + pereaksi 1-2 tetes diatas plat tetes : warna yang timbul adalah kuning jingga Kuning : Elkosin d. Saring ke dalam botol berwarna coklat. Reaksi Warna y y y y y Koniferil alkohol²oranye Tembaga (Metode 1)²hijau Koppanyi±Zwikker Test²biru-violet (transient) Merkuri nitrat²hitam Asam Nitrat²kuning b. Elkosin : Coklat f. Amati perubahan warna yang terjadi.a. Cara melakukan reaksi Zat padat diletakkan di atas plat tetes + 1 tetes pereaksi kemudian aduk dengan batang pengaduk c. maka timbul warna jingga sampai jingga kuning. Reaksi Vanilin Reaksi Vanilin : Huckhal dan Turftiti ungu coklat hitam ± hitam kotor 12 | R E S U M E S U L F O N A M I D A . Reaksi Roux Pereaksi Na-Nitroprusid dilarutkan dalam air lalu tambahkan NaOH kemudian tambahkan KmnO4. Indofenol Khusus untuk gugus amin aromatik dengan tempat para yang kosong Panaskan zat 100 mg dalam tabung reaksi + 2 cc air sampai mendidih lalu segera + 2 tts NaoH dan 2 ml kaporit + 1 tetes fenol liquafectum segera. terjadi endapan. Asam sulfanilat : Kuning Pereaksi : p-DAB-HCl : 1 gram dalam 10 ml + air ad 100 ml zat + pereaksi 1-2 tetes diatas plat tetes : warna yang timbul adalah kuning jingga.

Terhadap derivat metil piridin.4±thiadiazol±2±yl)benzenesulfonamide BM C9H10 N4 O2S2=270.3 Rumus Bangun Gambar 4. Reaksi Kristal y y y y y Sublimasi Mayer Etanol-air Dragendorf Aceton-air 3. Rumus Bangun Sulfamethizol 13 | R E S U M E S U L F O N A M I D A . Urolucosil.3. Rufol. Nama Dagang : Famet. Lucosil. setelah dingin + 1 tetes CuSO4 + 1 tetes HCl encer hingga netral atau asam lemah hijau (terang). Salimol. Sulfapyelon. Renisul. Thidicur. Reaksi dengan CuSO4 Zat dalam tabung reaksi + 2 ml air dipanaskan sampai mendidih + NaOH 2 tetes. Sulfamethizol Rumus Struktur Sinonim: Sulfametilthiadiazol. diatas kaca arloji atau objek : 1 tetes +H2SO4 + beberapa kristal vanilin. campurkan + zat panaskan diatas nyala api kecil : kuning atau hijau muda g. Thiosulfil. Nama Kimia: 4-Amino-N-(5±metil±1. Urolex. Methazol. h. Luco-Oph.

14 | R E S U M E S U L F O N A M I D A hijau lemah-hijau coklat . Tembaga (Metode 1)²hijau c. Reaksi Warna a. 1: 10 hingga 1:13 dari aseton. Titik lebur 208° C. dan 1:2800 kloroform.5. Kelarutan: larut 1:2000 air. 0. Merkuri nitrat²hitam e. larut dalam larutan alkali hidroksida dan larut dalam asam mineral.5 (25°). (oktanol/air). 1:1370 eter. 1:40 metanol. Koniferil alkohol²oranye b. terjadi endapan. Cara melakukan reaksi Zat padat diletakkan di atas plat tetes + 1 tetes pereaksi kemudian aduk dengan batang pengaduk c.Pemerian Pemerian: Kristal tak berwarna atau putih hingga krem-serbuk kristal putih. Amati perubahan warna yang terjadi. Indofenol Khusus untuk gugus amin aromatik dengan tempat para yang kosong Panaskan zat 100 mg dalam tabung reaksi + 2 cc air sampai mendidih lalu segera + 2 tts NaoH dan 2 ml kaporit + 1 tetes fenol liquafectum segera. 1:30 etanol. Reaksi Roux Pereaksi Na-Nitroprusid dilarutkan dalam air lalu tambahkan NaOH kemudian tambahkan KmnO4. Reaksi a.1. Konstanta Disosiasi: pKa5. ±1.5). p-DAB-HCl Pereaksi : p-DAB-HCl : 1 gram dalam 10 ml + air ad 100 ml zat + pereaksi 1-2 tetes diatas plat tetes : warna yang timbul adalah kuning jingga d. Asam Nitrat²kuning b. Koppanyi±Zwikker Test²merah-violet (transient) d. Koefisien Partisi: Log P(oktanol/pH 7. Saring ke dalam botol berwarna coklat.

berwarna kekuningan. basa. Reaksi Kristal a. berupa bubuk volumineus. TL = 250 o -256o b. Dragendorf hijau-hitam 4. Aseton-air c. Pirolisa : coklat + gas SO2 h. NaOH. Rumus bangun Sulfadiazin a. larut baik dalam asam mineral. endapan jingga kemudian merah darah. alkohol dan aseton.Thidicur : hijau muda-kuning e. Reaksi Diazotasi Zat + 2 tts HCl 2 N dan air : + NaOH dan teteskan larutan 0. pDAB-HCl b. Thiadicur : kuning coklat f. Reaksi KbrO3 Tablet harus diisolasi dahulu Caranya:Dalam tabung reaksi kecil 10 mg zat + 1 cc H2SO4 + 1 tetes KBr jenuh. Amati perubahan yang terjadi. g.basa 15 | R E S U M E S U L F O N A M I D A . Zat + NaOH + air + CuSO4 i. Sedikit larut dalam air. Kalau yang dipakai alfa naftol : merah ungu. Sulfadiazin Gambar 5.1 g beta-naftol dalam 2 ml NaOH.

Dengan pereaksi indophenol : merah rosa g. Berupa bubuk tak berwarna dan kuning muda. Dengan pereaksi p-DAB-HCl : Kuning jingga d. Reaksi Kristal Asam pikrat. T. Sublimat : 159 ± 160 0 C 16 | R E S U M E S U L F O N A M I D A . bila diencerkan + 25 cc HAc biang. Rumus bangun Sulfamerazin a. Dengan pereaksi ROUX : ungu ± ungu biru ± biru. bouchardat. Dengan pirolisa : merah coklat. Dengan pereaksi Roux : ungu ± biru hijau e. Dengan reaksi Raybin : Zat : resorsinolo 5 % dalam alkohol 96 % + 1 cc H2SO4 p dipanasi : merah carmin.L 234 o b. dragendorf dan aseton. berfluor.hijau h.air y Sulfamerazin Gambar 6. Dengan Vanilin : merah stabil g. kuning hijau i. hijau ± hijau bagus dalam 15 menit d. hampir tidak berasa. Dengan Indophenol : rosa f. Dengan CuSO4 : coklat ± abu ± abu e. netralknan dengan amoniak : biru . Dengan CuSO4 : ungu dan ada kristal f.c. Dengan pereaksi p-DAB-HCl : merah jingga c.

dragendorf. bouchardat. bouchardat. hijau tua kotor c. tak berasa. Sedikit larut dalam air. Dengan KBrO3 encer : kuning saja g. Dengan KBrO3 : ungu lemah-coklat kuning f. Struktur dari sulfaguanidin 17 | R E S U M E S U L F O N A M I D A . TL = 238 ± 240 o C a. asam pikrat. Dengan Indophenol : merah g. dan Fe-kompleks y Sulfamethyl Thiazol Berupa kristal putih. TL = 193 ± 198 0 C a. p-DAB-Cl. aseton ± air. Larut dalam alkali dan alkaloid c. Dengan reaksi Kristal Sulblimasi. Dengan reaksi kristal Aseton ± air. aseton ± air. Dengan p-DAB-HCl : kuning jingga d. Dengan pyrolisa : coklat keluar H2S i. Fe-kompleks. dragendorf. Dengan KBrO3 pekat : kuning coklat f. Dengan peraksi ROUX : ungu merah ungu coklat. Reaksi Kristal Sublimas. Memberi reaksi Raybin : (+) i.h. kuning muda. tak larut dalam eter dan alkohol b. Dengan CuSO4 : jingga coklat h. dan sublimasi y Sulfamezatin Berupa bubuk putih. j. y Sulfaguanidin Gambar 7. Dengan vanillin : merah jingga e. Dengan pereaksi p-DAB-HCl : jingga d. bouchardat. Dengan KBrO3 : ungu lalu mengendap e. Dalam air larut : 150 mg/100 cc b.

1 % spritus : merah ungu ditarik dengan CHCl3 : hijau kuning Reaksi-reaksi identifikasi Yang termasuk sulfonamida itu sendiri cukup banyak. zat + 3 tts HCl + 1 ml air + 2 tts NaNO2 0. hijau-hijau e. Dibagi pula atas sulfonamida untuk short acting. Dengan pereaksi p-DAB-HCl : jingga d. Berikut adalah reaksi-reaksi identifikasi yang dapat dilakukan untuk mengidentifikasi : a. biru atau cokelat. KBrO3 : ungu ± coklat tua i. Maka dari itu dibutuhkan reaksi identifikasi yang merupakan reaksi warna yang dapat mengidentifikasi sulfonamida apakah itu. Netral : negative f. Berupa bubuk putih tak berasa dengan TL = 185 0 C b. sedikit larut dalam aseton dan alkohol dan larut dalam asam mineral c.1 g koniferil alkohol yang dipanaskan sampai melebur. dan juga berdasarkan pemakaiannya. 18 | R E S U M E S U L F O N A M I D A . tak larut dalam NaOH. Dengan Roux : kuning. kuning coklat (basa) g. ada amin aromatik primer b. Dengan CuSO4 : Alkalis : biru tua. Larut dalam air (13 mg/100 cc).a. Tembaga Sulfat Metode : Larutkan sampel dalam 0. dan dilarutkan dalam 3 mL etanol dan di ad kan dengan metanol hingga 10 mL Metode : Teteskan larutan sampel pada kertas saring. tambahkan 1 tetes reagen dan diberi uap HCl Indikasi : Jingga. Koniferil Alkohol (reaksi untuk amin aromatik primer) Reagen : 0. Pyrolisa : NH3 dan ungu h. Penambahan NaOH dipanaskan NH3 keluar j.1 M NaOH dan tambahkan 1% (b/v) larutan tembaga sulfat sampai larutan berubah sempurna Indikasi : Timbul warna hijau. medium acting. Dengan indofenol . long acting.

Merkuri Nitrat (untuk golongan yang mirip barbiturat) Reagen : Serbuk natrium bikarbonat ditambahkan ke larutan merkuri nitrat agar jenuh sampai menghasilkan gas dan endapan berwarna kuning yang berubah menjadi warna cokelat muda. diaduk.Terlihat warna pink atau merah violet mengindikasikan adanya sulfonamida dan senyawa lain dengan gugus sulfamil . oksifensatin > sakarin. sulfinpirazon. Metode : Sampel dilarutkan dalam etanol. d. ditambahkan 1 tetes reagen kemudian tambahkan 10 mikroL larutan pirolidin. fenitoin > beneperidol. Indikasi : Warna abu-abu gelap atau hitam mengindikasikan cincin imida atau sulfonamida dengan cincin tambahan.c. Tes Koppanyi-Zwikker Reagen Metode : Larutan 1% (b/v) kobalt nitrat dalam etanol : Sampel dilarutkan dalam 1 mL etanol. pimozid > glutetimida. Sulfonamida Medium Acting a. Intensitas reaksi imida berikut menurun dengan urutan: barbiturat. IV. kemudian ditambahkan 1 tetes reagen yang keruh.Terlihat warna ungu mengindikasikan adanya imida . sikloserin. Struktur dari sulfadiazin Pemerian 19 | R E S U M E S U L F O N A M I D A . kocok sebelum digunakan. bemegrid. Reagen harus segar. Indikasi : .Terlihat tidak ada perubahan warna mengindikasikan senyawa nitrogen yang tersubstitusi. kocok dan amati selama 2 menit. Sulfadiazin Gambar 8.

Struktur dari sulfamethoksazol Pemerian Bentuk Warna : Kristal : putih-kekuningan Titik lebur : 167oC Kelarutan : Sangat terlarut dalam air. dan eter . putih kekuningan. atau pink hampir putih. Identifikasi i. sangat larut dalam etanol. Identifikasi i. Hitam b. larut 1:50 dalam etanol. 1:3 dalam aseton. bouchardat. Akan menjadi gelap jika terpapar cahaya Bentuk : Kristal atau hablur Titik lebur : 225oC Kelarutan : Praktis tidak larut dalam air.Warna : Putih. Reaksi Kristal Asam pikrat. Reaksi warna Koniferil alkohol Jingga Test Koppanyi-zwikker violet-pink Test dengan CuSO4 Violet ±coklat Merkuri nitrat ii. kloroform. Sulfamethoksazol Gambar 9. Reaksi warna 20 | R E S U M E S U L F O N A M I D A . dan aseton air. dragendorf.

Reaksi kristal hitam kuning. jika dipanaskan menjadi coklat : Serbuk kristal . jika dipanaskan menjadi bubuk . Sublimasi. 21 | R E S U M E S U L F O N A M I D A . Reaksi Kristal hitam Fe Kompleks. dan asam pikrat. c. Struktur kimia dari sulfafenazole Pemerian Warna Bentuk : Putih . Reaksi warna Koniferil alkohol Tembaga sulfat jingga biru biru-violet Tes Koppanyi-zwikker Merkuri nitrat Asam nitrat ii. aseton-air.Koniferil alkohol Tembaga sulfat jingga hijau biru-violet Tes Koppanyi-Zwikker Merkuri nitrat ii. dipanaskan lebih jauh menjadi asap kekuningan Titik lebur : 179-183oC Identifikasi i. Sulfafenazole Gambar 11.

bouchardat. sublimasi. dragendorf. aseton-air. dan asam pikrat.Fe kompleks. Reaksi warna Koniferil alkohol Jingga Cuprum sulfat (metode 1) Test Koppanyi-Zwikker Merkuri nitrat ii. dengan dekomposisi Kelarutan : Larut 1 : 16250 dalam air . aseton-air. 1:550 dalam etanol. d. Sulfamerazin Pemerian Warna Bentuk : Putih atau putih kekuningan : Serbuk kristal Titik leleh : 234oC ± 238oC. Hitam Hijau lalu menjadi Coklat Pink 22 | R E S U M E S U L F O N A M I D A . Fe kompleks. Reaksi kristal Sublimasi. asam pikrat. dan larut 1:60 dalam aseton Identifikasi i.

R. atau pink hampir putih. Sulfonamida Long Acting 23 | R E S U M E S U L F O N A M I D A . dragendorf. dragendorf. Tabel ringkasan dari sulfonamida medium acting V. putih kekuningan. bouchardat. Kristal Asam Pikrat. bouchardat. sublimasi. asam pikrat hitam -Tes Koppanyi-Zwikker biru-violet . sublimasi.Golongan Sulfadiazin Struktur kimia Pemerian Kristal atau hablur putih. jingga -Tembaga sulfat hijau Fe complex.Merkuri nitrat Sulfafenazole Serbuk kristal putih . asam pikrat -Tes Koppanyi-zwikker biru-violet -Merkuri nitrat -Asam nitrat hitam kuning Sulfamerazin Serbuk putih atau putih kekuningan -Koniferil alkohol Jingga -Cuprum sulfat Hijau Sublimasi. asam pikrat. aseton air -Merkuri nitrat Sulfamethoksazol Kristal putih sampai -Koniferil alkohol putih-kekuningan. aseton-air.Koniferil alkohol jingga -Tembaga sulfat biru Fe complex. identifikasi -Koniferil alkohol Jingga -Cuprum sulfat Violet-Coklat -Test KoppanyiZwikker Violet-Pink Hitam R. lalu menjadi Coklat -Test KoppanyiZwikker Pink Hitam -Merkuri nitrat Fe kompleks Tabel 1. aseton-air. lambat laun menjadi gelap jika terpapar cahaya. aseton-air.

sukar larut dalam metanol dan etanol Titik leleh Kelarutan Identifikasi 24 | R E S U M E S U L F O N A M I D A . Struktur dari sulfamethoksipidazin Pemerian Warna Bentuk Bau & rasa : Putih sampai kekuningan : Serbuk kristal : Tidak berbau & tidak berasa : 180-183oC : sukar larut dalam air dan etanol.a. Sulfadoksin Gambar 14. Struktur gambar dari Sulfadoksin Pemerian Warna Bentuk : Putih : Serbuk kristal : 190-194oC : Sangat sukar larut dalam air. Sulfamethoksipiridazin Gambar 13. Reaksi Warna Reaksi dengan CuSO4 Coklat kehijauan Reaksi dengan AgNO3 Hitam Reaksi dengan HNO3 Kuning b. larut dalam 1 : 25 bagian aseton Titik lebur Kelarutan Identifikasi i.

i. Sulfadimethoxine 25 | R E S U M E S U L F O N A M I D A . Struktur kimia dari sulfodoksin Pemerian Warna Bentuk : Putih sampai kekuningan : Serbuk kristal : 175o-178oC : Tidak larut dalam air. sukar larut dalam etanol dan kloroform Titik lebur Kelarutan Identifikasi i. Sulfodoksin Gambar 15. Reaksi Warna Reaksi dengan CuSO4 berwarna hijau Reaksi dengan AgNO3 berwarna hitam Reaksi dengan HNO3 berwarna kuning d. Reaksi warna Reaksi dengan CuSO4 berwana hijau Reaksi dengan p-DAB-HCl Jingga merah Reaksi dengan AgNO3 Reaksi dengan HNO3 berwarna hitam berwarna kuning c.

Reaksi Warna Reaksi roux Hijau zamrud 26 | R E S U M E S U L F O N A M I D A . alkohol (1:60) Titik leleh Kelarutan Identifikasi i. Sulfasetamid Gambar 17. larut dalam bagian etanol Identifikasi i.Gambar 16. Reaksi warna Reaksi dengan CuSO4 Reaksi dengan AgNO3 Reaksi dengan HNO3 : Hijau : Hitam : Kuning VI. Struktur dari sulfasetamid Pemerian Warna Bentuk Bau Rasa : Putih. Struktur kimia dari sulfadimethoxine Pemerian Warna Bentuk : putih sampai kekuningan : Serbuk kristal Titik leleh : 201o-204o C Kelarutan : Sangat sukar larut dalam air. kuning muda : Bubuk kristal : Tak berbau : Asam : 177-184oC : Air (1:200). Sulfonamida Penggunaan lokal a.

Suksinilsulfathiazol Gambar 18. Reaksi kristal Sublimasi. Fe kompleks Warna hijau kuning : Putih kekuningan : Bubuk : tak berbau : Agak pahit : 185-195oC : Sedikit larut dalam eter dan alkohol. aseton-air. larut dalam air (1:4800) b. endapan coklat Reaksi roux ii. Reaksi warna Reaksi dengan CuSO4 Hijau Reaksi dengan KBrO3 Warna ungu.Reaksi p-DAB-HCl hijau tua segera menjadi kuning jingga Reaksi dengan KBrO3 Reaksi Indophenol Kuning jingga ± coklat tua Hijau tua segera Negatif Reaksi dengan CuSO4 ii. asam pikrat. Struktur kimia dari suksinilsulfathiazol Pemerian Warna Serbuk Bau Rasa Titik leleh Kelarutan Identifikasi i. Reaksi Kristal Sublimasi. VII. Sulfonamida untuk usus a. Phtalilsulfatiazol 27 | R E S U M E S U L F O N A M I D A . dan aseton air.

asam pikrolon. kuning : Bubuk : Tidak berbau : Pahit Titik leleh : 260-270oC Kelarutan : Sedikit larut dalam alkohol dan eter. Reaksi Kristal Aseton-air. Struktur kimia dari Phtalilsulfatiazol Pemerian Warna Bentuk Bau Rasa : Putih. dan Fe komplek Hijau kuning kotor Tidak berwarna Hasil negatif Reaksi indophenol BAB III PENUTUP 28 | R E S U M E S U L F O N A M I D A . sublimasi. Reaksi Warna Reaksi roux Reaksi KBrO3 ii. tidak larut dalam air Identifikasi i.Gambar 19. asam pikrat. dragendorf.

asam cuka 3%. asam cuka 7%. III. Dalam penyusunan makalah ini kami tidak menemui kesulitan dalam mencari berbagai macam reaksi yang berkaitan dengan senyawa sulfonamid yang diperlukan untuk proses identifikasi. Sulfonamid dapat diidentifikasi secara umum dengan reaksi roux. Kesimpulan Sulfonamid dapat diidentifikasi dengan beberapa cara. Ada beberapa tambahan reaksi lain yang dapat digunakan untuk indetifikasi sulfonamid dengan berbagai karakteristik lainnya. penjelasan mengenai proses reaksi yang terjadi di dalamnya tidak kami temukan. Secara fisik senyawa ini berupa kristal putih yang umumnya sukar larut dalam air.1. Senyawa sulfonamid dapat diidentfikasi dengan memanfaatkan sifat kelarutannya dalam berbagai pelarut seperti air. Namun. DAFTAR PUSTAKA 29 | R E S U M E S U L F O N A M I D A . Untuk permulaan. Saran Dalam identifikasi suatu senyawa. Kami menyarankan agar ilmu pengetahuan mengenai identifikasi suatu senyawa diperdalam untuk lebih memahami proses yang terjadi di dalamnya. tetapi garam natriumnya mudah larut. NaOH 10%. dibutuhkan pengetahuan mengenai senyawa yang akan diidentifikasi. Rumus dasarnya adalah sulfanilamide.2. dan p-DAB HCl. alkohol 96%. air panas. Beberapa senyawa sulfonamid ada yang dapat larut dan tidak larut dalam pelarut-pelarut tersebut.III. identifikasi dapat dilakukan dengan cara kelarutan dan reaksi umum. dan HCl 1%.

1979. Institut Teknologi Bandung. The Complete Drug ReferenceThirty-sixth edition. Sean C. Card System dan Reaksi Warna. Bandung: IE Kesdejahteraan HMF. Jakarta: Bagian Farmakologi. Clarke's Analysis of Drugs and Poisons third edition. Farmakologi dan Terapi. London: Pharmaceutical Press. Galichet. Universitas Indonesia. 2005. 30 | R E S U M E S U L F O N A M I D A . Anthony. Laurent Y. Martindale. London: Pharmaceutical Press._____________. Clarke's Analysis of Drugs and Poisons. 2009. 1995. Ganiswara. 2004. Fakultas Kedokteran . ed. Sweetman. C Moffat. London: Pharmaceutical Press.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful