Anda di halaman 1dari 5

Foto toraks Foto toraks standar adalah dengan posisi postero-anterior (PA).

Foto diambil dengan dada subjek mengenai film dan sinar rontgen disorotkan ke arah anterior dari belakang. Struktur yang nampak pada foto toraks di antaranya adalah: y Batas-batas jantung : Pada kardiomegali, foto PA menunjukan rasio kardiotoraks lebih besar dari 50%. Rasio ini dihitung dnegan membagi lebar jantung dengan lebar rongga toraks pada titik terlebar. y y Paru-paru Diagfragma: Sudut yang dibuat antara diafragma dengan dinding dada disebut angulus costofrenicus. Angulus ini menghilang bila terkumpul cairan efusi pleura y Struktur mediastinal1

Gambar 1. Foto Toraks Normal

Efusi Pleura Efusi pleura adalah penumpukan cairan di dalam rongga antar pleura viseralis dan parietalis. Efusi pleura dapat bersifat transudat atupun eksudat. Tanda dan gejala utama pasien efusi plura adalah dispneu (sesak nafas).

Penampakan Radiologis Secara radiologis, diagnose efusi pleura dapat ditegakkan dengan pemeriksaan foto toraks, ultrasonografi(USG), computed tomography scan (CT-Scan) dan magnetic resonance imaging (MRI). Foto toraks adalah sarana radiologis yang paling praktis dan terpercaya untuk memperlihatkan cairan efusi, dan paling baik dilakukan dengan posisi tegak dan lateral dekubitus.2 Pada pemeriksaan foto toraks rutin tegak, cairan pleura tampak berupa perselubungan homogen menutupi struktur paru bawah yang biasanya radioopak dengan

permukaan atas cekung, berjalan dari lateral atas ke arah medial bawah. Karena cairan mengisi ruang hemithoraks sehingga jaringan paru akan terdorong ke arah sentral / hilus, dan kadang kadang mendorong mediastinum ke arah kontralateral. Jumlah cairan minimal yang dapat terlihat pada foto thoraks tegak adalah 250 300 ml. Pemeriksaan radiografi paling sensitif mengidentifikasi cairan pleura yaitu dengan posisi lateral dekubitus, yang mampu mendeteksi cairan pleura kurang dari 5 ml dengan arah sinar horisontal di mana cairan akan berkumpul di sisi samping bawah. Apabila pengambilan X-foto toraks pasien dilakukan dalam keadaan berbaring (AP), maka penilaian efusi dapat dilihat dari adanya gambaran apical cup sign. Gambaran radiologis tidak dapat membedakan jenis cairan mungkin dengan tambahan keterangan klinis atau kelainan lain yang ikut serta terlihat sehingga dapat diperkirakan jenis cairan tersebut. Selain itu pemeriksaan lain yang dapat dilakukan yaitu CT Scan dan USG paru.3 Cairan pleura pada posisi tegak, mengalami gravitasi pada bagian paling bawah toraks yang memberikan gambaran sinar X sebagai berikut: y y y y Lesi opak homogen, umumnya dengan densitas yang sama dengan bayangan jantung Hilangnya garis diafragma Tidak terlihatnya gambaran paru atau bronkus Batas atas cekung dengan level tertinggi pada aksila.

Seiring bertambahnya cairan, terjadi pengurangan volume paru dan terjadi retraksi ke arah hilus. Pada awalnya cairan bekrumpul di bagian posterior, kemudian menuju ruang

kostofrenikus di bagian lateral. Ketika cairan terdeteksi pada film dada PA standar, yang ditandai oleh penumpukan kostofrenikus, efusi pleura telah mencapai volume 200-300 ml. Jika efusi bertambah luas, akan terjadi pergeseran dari mediatinum ke arah yang berlawanan.4

Efusi subpulmonal Disebabkan oleh pengumpulan cairan di antara diafragma dan bagian inferior paru. Batas atas bayangan cairan berjalan pararel dengan diafragma dan pada film dada PA akan menyerupai gambaran difragma tinggi.5

Efusi yang terlokulasi Efusi pleura yang atipikal salah satunya dalah efusi lokulasi. Pada efusi lokalisasi cairan bisa berada di setiap bagian dari ruang pleura: timbunan cairan di dalam fisura interlobaris dapat terlihat seperti suatu massa.5 Hal ini dapat terjadi pada penyakit parenkim paru yang mengganggu aktivitas recoil.

Gambar 4. Efusi Lokulasi Karena berbagai kondisi, foto kadang terpaksa dilakukan posisi foto supine seperti pada penderita dengan kondids kritis atau kesadaran menurun, pasien tidak dapat dimobilisasi, bayi dan anak-anak dengan penyakit yang dapat menyebabkan efusi pleura. Gambaran efusi pleura pada foto posisi supine berbeda dengan gambaran pada posisi tegak dan lateral dekubitus yang sudah lazim diketahui sehingga diperlukan kecermatan untuk mencegah salah diagnos.6

Hal yang dijumpai pada foto efusi pleura dengan posisi supine adalah ditemukannya tandatanda radiologik berupa:7 1. peningkatan densitas hemitoraks yang terkena, 2. meniscus sign

3. hilangnya bayanganatau batas hemidiafragma 4. berkurangnya ketajaman gambaran vaskuler di daerah basal paru 5. apical capping 6. penebalan fisura minor.

Negatif atau Positif Palsu Penebalan pleura dan atau fibrotoraks dan lemak subpleura dapat menyerupai efusi pleura minimal. Efusi subpulmonal kadang sulit dibedakan dengan elevasi hemidiafragma. Efusi pleura minimal sulit untuk dideteksi secara radiografi.8

Daftar Pustaka
1. Moffat D, Faiz O. At a Glance Anatomi. New york: Blackwell Science. 2002 2. Patel RP. Lecture Notes: Radiologi. Second ed. New york: Blackwell Science. 2005. 3. Fraser RG,Pare PD. The pleura, In:Diagnosis of Diseases of the Chest. 4th ed.

Philadelphia: W.B.Saunders Co.1999;151-68


4. Petunjuk Membaca Foto Untuk Dokter Umum. Jakarta: EGC. 1995 5. Rasad S. Radiologi Diagnostik, Jakarta: Balai Penerbit FKUI. 2005 6. Reed JC.Efusi pleura, dalam: Radiologi Toraks Foto polos dan Diagnosis banding,

edisi ke-2. Jakarta: EGC.1994;30-40


7.

Woodring JH. Recognition of pleural effusion on supine radiographs.1984 ;59-64

8. Labebede O. Effusion Pleural Imaging. [online]. Diunduh pada tanggal 25 Januari

2012 dari http://emedicine.medscape.com/article/355524-overview#a19