Anda di halaman 1dari 3

Trauma kimia pada mata merupakan salah satu keadaan kedaruratan karena dapat menyebabkan cedera pada mata,

baik ringan, berat bahkan hingga kehilangan penglihatan.

Mata kita sebetulnya sudah mempunyai sistem pelindung yang baik antara lain rongga mata, kelopak, dan jaringan lemak serta reflek memejam atau mengedip. Namun walau bagaimanapun, mata masih sering mendapat trauma dari dunia luar termasuk trauma terkena bahan-bahan kimia baik gas, cair ataupun padat. Trauma bahan kimia dapat terjadi karena kecelakaan yang terjadi dalam laboratorium, industri, pekerjaan yang memakai bahan kimia, pekerjaan pertanian, dan peperangan memakai bahan kimia di abad modern atau bahkan di rumah dalam kehidupan sehari-hari. Trauma kimia pada mata dapat disebabkan oleh zat yang bersifat asam dan basa. Bahan kimia dikatakan bersifat asam bila mempunyai pH < 7 dan dikatakan bersifat basa bila mempunyai pH > 7. Contoh bahan kimia bersifat asam : asam sulfat, air aki, asam klorida, zat pemutih, asam asetat, asam nitrat, asam kromat, asam hidroflorida, dan lain sebagainya. Contoh bahan kimia bersifat basa : amoniak, freon/bahan pendingin lemari es, sabun, shampo, kapur gamping, semen, tiner, lem, kaustik soda, cairan pembersih dalam rumah tangga, detergen. Trauma kimia antara asam dan basa memiliki mekanisme mencederai mata secara berbeda. Trauma basa biasanya lebih berat daripada trauma asam, karena bahan-bahan basa memiliki sifat penyabunan yaitu secara cepat dapat penetrasi ke sel membran dan masuk ke bilik mata depan, bahkan sampai bagian belakang mata yaitu retina. Sementara trauma asam akan menimbulkan koagulasi (penggumpalan) protein permukaan, di mana merupakan suatu sawar perlindungan agar asam tidak penetrasi lebih dalam. Tingkat keparahan trauma kimia pada mata tergantung dari jenis, volume, konsentrasi, durasi pajanan, dan derajat penetrasi dari zat kimia. Gejala pada mata dapat segera dirasakan setelah terkena bahan

kimia, beberapa menit setelahnya atau beberapa jam kemudian. Gejala yang dirasakan antara lain mata terasa sakit atau perih seperti terbakar, mata dapat merah, berair, penglihatan kabur mendadak atau perlahan, Berikut adalah tips bila terkena bahan kimia pada mata: - Segera menjauh dari sumber bahan kimia - Bilas mata dengan air bersih minimal 30 menit - Cuci tangan sehingga tidak ada bahan kimia - Jangan mengucek mata - Pergi ke Unit gawat Darurat, ingat untuk membawa sampel bahan kimianya

Prinsip penatalaksanaan pada trauma kimia pada mata adalah irigasi..!! Jadi, mata dibilas secepatnya dan selama mungkin (minimal 30 menit) dengan cairan garam fisiologis atau cairan bersih lainnya. Hal ini dimaksudkan untuk meyakinkan mata benar-benar bersih dari bahan kimia tersebut. Irigasi dilakukan sampai pH menjadi normal. Selain itu dapat juga dilakukan netralisasi zat kimia tergantung dari zat penyebabnya, untuk mengetahui telah terjadi netralisasi dilakukan pemeriksaan dengan kertas lakmus. Kemudian pasien juga diberikan obat-obat yang sesuai, yaitu berupa antibiotik sistemik dan topikal yang bertujuan untuk mencegah infeksi sekunder, dan multivitamin bertujuan untuk mempercepat proses reepitelisasi, dan membantu penyembuhan penyakit. Penatalaksanaan pada trauma mata bergantung pada berat ringannya trauma ataupun jenis trauma itu sendiri. Ada empat tujuan utama dalam mengatasi kasus trauma mata yaitu memperbaiki penglihatan,

mencegah terjadinya infeksi, mempertahankan struktur dan anatomi mata, mencegah sekuele jangka panjang.