Anda di halaman 1dari 100

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH INDONESIA

d/a : Pusat Jantung Nasional Harapan Kita Jl. Letjen S. Parman. Kav. 87. Jakarta 11420. Indonesia Phone : (62) (21) 5684093 Ext. 1244; Fax : (62) (21) 5684220 E-mail : kolegium_perki@yahoo.com

Jakarta, 30 Januari 2012 No : 008/KolegiumPERKI/I/2012 Lamp : Perihal : Undangan Kepada Yth : Dr. Doddy Firmanda, SpA(K) Di tempat

Dengan hormat, Sehubungan dengan akan diadakannya pelaksanaan Akreditasi Pusat-pusat Pendidikan Ilmu Pemyakit Jantung dan Pembuluh Darah, bersama ini kami mengundang Sejawat untuk menjadi Pembicara pada Training Accessor yang akan diadakan pada : Hari/Tanggal : Minggu/ 5 Februari 2012 Pukul : 09.00 16.00 Tempat : Wisma Bidakara Harapan Kita d/a RS. Harapan Kita Jl. Letjen S. Parman Kav 87 Jakarta 11420 Mengingat pentingnya acara ini, kami mohon Sejawat dapat memenuhi undangan kami ini. Demikian kami sampaikan, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Kolegium Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah

Prof. Dr. Harmani Kalim, MPH, SpJP(K) Ketua

Prof. DR. Dr. Idris Idham, SpJP(K) Sekretaris

Pelatihan Asesor untuk Akreditasi Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah (IPDSJPD)
Dody Firmanda Ketua Komisi Akreditasi Kolegium Ilmu Kesehatan Anak Indonesia Pendahuluan Sampai saat ini untuk akreditasi program studi kedokteran BAN PT baru menyusun draf (Oktober 2011) yakni standar akreditasi program studi kedokteran mencakup standar tentang komitmen program studi sarjana terhadap kapasitas institusional (institutional capacity) dan komitmen terhadap efektivitas program pendidikan (educational effectiveness), yang dikemas dalam tujuh standar akreditasi, yaitu: Standar 1. Visi, misi, tujuan dan sasaran, serta strategi pencapaian Standar 2. Tata pamong, kepemimpinan, sistem pengelolaan, dan penjaminan mutu Standar 3. Mahasiswa dan lulusan Standar 4. Sumber daya manusia Standar 5. Kurikulum, pembelajaran, dan suasana akademik Standar 6. Pembiayaan, sarana dan prasarana, serta sistem informasi Standar 7. Penelitian dan pelayanan/pengabdian kepada masyarakat, dan kerjasama Standar program pendidikan kedokteran dari BAN PT di atas tersebut diintegrasikan dengan standar pendidikan profesi dokter Indonesia dari Konsil Kedokteran Indonesia yang terdiri dari 9 standar pendidikan profesi yang mengacu pada Global Standard for Medical Education dari World Federation of Medical Education (WFME), yaitu: Standar 1. Visi, misi, dan tujuan Standar 2. Program pendidikan Standar 3. Penilaian hasil belajar Standar 4. Mahasiswa Standar 5. Staf akademik Standar 6. Sumber daya pendidikan Standar 7. Evaluasi program pendidikan Standar 8. Penyelenggaraan program dan administrasi pendidikan Standar 9. Pembaruan berkesinambungan
1 Disampaikan pada Acara Pelatihan Asesor Kolegium Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah di Wisma Bidakara RSPJN Jantung Harapan Kita, Jakarta 5 Februari 2012

Asesmen kinerja program studi didasarkan pada pemenuhan tuntutan standar akreditasi. Dokumen akreditasi program studi yang dapat diproses harus telah memenuhi persyaratan awal (eligibilitas) yang ditandai dengan adanya izin yang sah dan berlaku dalam penyelenggaraan program studi dari pejabat yang berwenang; memiliki anggaran dasar dan anggaran rumah tangga/statuta dan dokumen-dokumen rencana strategis atau rencana induk pengembangan yang menunjukkan dengan jelas visi, misi, tujuan dan sasaran program studi; nilai-nilai dasar yang dianut dan berbagai aspek mengenai organisasi dan pengelolaan program studi, proses pengambilan keputusan penyelenggaraan program, dan sistem jaminan mutu. Sedangkan untuk program pendidikan dokter spesialis BAN PT belum mempunyai standar penilaian, namun pada rapat terakhir 25 Oktober 2011 lalu telah disepakati:
1. Pemetaan instrumen kolegium dengan acuan borang instrumen akreditasi kedokteran, untuk selanjutnya akan dilakukan pertemuan dengan stakeholders untuk merumuskan kesepakatan mengenai akreditasi yang selama ini dilakukan oleh kolegium 2. Menyusun instrumen (yang spesifik) pada masing-masing kolegium

Pada tanggal 10 Mei 2011 Kolegium Ilmu Kesehatan Anak Indonesia telah menyerahkan 4 (empat) naskah kepada Dirjen Dikti Kemendiknas, BAN PT, Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) dan MKKI. Keempat naskah tersebut adalah terdiri dari: 1. Naskah Akademik Akreditasi Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Anak (IPDSA) 2. Borang Instrumen Akreditasi IPDSA 3. Panduan Pelaksanaan Akreditasi IPDSA 4. Laporan Pelaksanaan Akreditasi IPDSA Maka Kolegium Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah (KIPJPD) sebagaimana kolegium profesi lain harus menyerahkan keempat naskah di atas secepatnya kepada Dirjen Dikti Kemendiknas, BAN PT, Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) dan MKKI sebelum bulan Mei 2012 ini. Mengingat Kolegium Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah belum mempunyai Borang Instrumen Penilaian Akreditasi (maupun untuk Penilaian Diri/Self-Assessment) Institusi Pendidikan
2

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dan Lembar Penilaiannya serta Panduan Pelaksanaan (visitasi/on site) Penilaian Akreditasi Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah (IPDSJPD) maka pada kesempatan ini penulis menganjurkan terlebih dahulu membuat materi di atas sebagai bahan pelatihan asesor. Adapun bahan dan materi penyusunan untuk Borang Instrumen Penilaian Akreditasi (maupun untuk Penilaian Diri/Self-Assessment) Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah diambil dari: 1. Standar Nasional Pendidikan Profesi Dokter Spesialis Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah versi tahun 2007 dari Kolegium Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah 2. Proposal Program Studi Pendidikan Profesi Dokter Spesialis/Konsultan (K) Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah 3. Buku Panduan Pendidikan Dokter Spesialis (Sp. 1) Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dari Program Studi Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia tahun 2006. 4. Revisi Buku Kurikulum Program Studi Pendidikan Magister Kedokteran Dokter Spesialis (Sp.1) Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia tahun 2007. 5. Training Log Book 2009 for Cardiology and Vascular Medicine Registrars, Faculty of Medicine University of Indonesia. Maka pada pelatihan asesor ini akan dibahas mengenai: 1. Borang Instrumen Penilaian Akreditasi (maupun untuk Penilaian Diri/SelfAssessment) Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dan Lembar Penilaiannya (halaman 7 sampai dengan halaman 49). 2. Panduan Asesor saat Pelaksanaan (visitasi/on site) Penilaian Akreditasi Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah (halaman 50 sampai dengan halaman 99)

Instrumen Akreditasi dan Penilaian Diri (Self-Assesment) Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah terdiri dari 9 standar utama yakni: 1. Visi, Misi, Tujuan dan Objektif Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah. 2. Program Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah. 3. Penilaian Peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah. 4. Peserta Didik di Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah. 5. Staf Pengajar di Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah. 6. Sarana Pendidikan di Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah. 7. Program Evaluasi di Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah. 8. Tatakelola dan administrasi di Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah. 9. Program Peningkatan Mutu di Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah. Dalam setiap standar tersebut mencakup parameter kriteria dan indikator serta nilai dari setiap indikator tersebut. Akreditasi merupakan langkah kedua dari 3 langkah dalam program quality assurance. Ringkasan beberapa batasan/istilah dalam Akreditasi IPDSJPD:

1. Definisi Akreditasi Akreditasi adalah suatu proses penilaian dalam rangka pengakuan telah memenuhi standar yang telah ditentukan. Akreditasi merupakan langkah kedua dari 3 langkah dalam program quality assurance. Program quality assurance terdiri dari: i. Standarisasi meliputi kriteria yang terukur (measurable) dan indikator satuan waktu (time-frame). ii. Akreditasi dilakukan setelah yang akan dinilai melaksanakan penilaian diri (self-assessment) maksimal 2 (dua) kali terlebih dahulu. iii. Kegiatan mutu berkesinambungan (contiuous quality improvement) dengan mempergunakan kaidah mutu (Plan-Do-Check-Action) dalam rangka mempertahankan dan atau meningkatkan mutu.
4

2. Ruang Lingkup Akreditasi Ruang lingkup Akreditasi harus jelas dan eksplisit dalam rangka pendidikan meliputi kriteria struktur, proses, output, outcome dan impact bila memungkinkan. 3.Tujuan Akreditasi i. ii. iii. Untuk pembinaan dan pengembangan institusi tersebut mendapat pengakuan telah memenuhi standar yang telah ditentukan. Untuk dapat melaksanakan benchmarking antar institusi. Untuk memberikan jaminan kepada pihak yang berkepentingan (peserta didik, tenaga didik, pemilik institusi dan penyandang dana)

4. Konsep Akreditasi Memenuhi persyaratan standar nasional yang telah ditentukan dan standar international yang dikehendaki dengan nilai norma norma dalam profesi dan masyarakat serta sesuai dengan peraturan dan perundangan yang berlaku. 5. Struktur Akreditasi Terdiri dari instrumen penilaian diri (self assessment) dan akreditasi itu sendiri. 6. Model Akreditasi Pendekatan secara bottom-up approach untuk penilaian diri (selfassessment) dan secara top-down approach untuk akreditasi serta kombinasi keduanya untuk pembinaan/pengembangn dan peningkatan mutu. 7. Implementasi Akreditasi Penilaian dilakukan oleh surveyor/asesor yang berlisensi untuk melaksanakan akreditasi.
5

Lisensi tersebut berjenjang dari pratama, madya dan utama serta dikeluarkan oleh Kolegium Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah. Kriteria penjenjangan lisensi surveyor/asesor tersebut ditentukan dan diatur secara terpisah oleh Kolegium Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah. 8. Monitoring Akreditasi Dilaksanakan oleh Kolegium Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah. 9. Evaluasi Akreditasi Evaluasi promotif dilaksanakan oleh Pengurus Harian Kolegium Ilmu Penyakit Jantubg dan Pembuluh Darah Indonesia untuk tindak lanjut upaya perbaikan/peningkatan mutu. Sertifikat Akreditasi diberikan oleh Kolegium Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah untuk batasan waktu tertentu bila telah memenuhi atau mencapai standar yang telah ditentukan.

Instrumen Penilaian Diri (Self-Assessment) dan Akreditasi Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah (IPDSJPD) Nama Institusi Alamat Lengkap dan Kode Pos Telepon/Fax E-mail Website Nama Dekan FK Nama Direktur RS Nama Ketua Departemen: Nama Ketua Program Studi S1 ....................................................................................................... ....................................................................................................... ....................................................................................................... ....................................................................................................... ....................................................................................................... ....................................................................................................... ....................................................................................................... ....................................................................................................... .......................................................................................................

....................................................................................................... .......................................................................................................

Nama Ketua Program Studi Sp.1 Nama Ketua Program Studi Sp.2 Nama Sekretaris Program Studi S1 Nama Sekretaris Program Studi Sp.1 Nama Sekretaris Program Studi Sp.2

....................................................................................................... ....................................................................................................... ....................................................................................................... ....................................................................................................... .......................................................................................................

Standar 1: Visi, Misi dan Tujuan (Objektif) Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah (IPDSJPD). S1 P1 Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah (IPDSJPD) tersebut mempunyai visi, misi dan tujuan (objektif) serta target pendidikan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah. Nilai: Kriteria: 1 IPDSJPD tersebut tidak/belum mempunyai visi, misi dan tujuan (objektif) serta target pendidikan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah secara tertulis. IPDSJPD tersebut mempunyai visi, misi dan tujuan (objektif) serta target pendidikan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah secara tertulis, akan tetapi belum/tidak disahkan oleh pimpinan institusi (Dekan Fakultas Kedokteran dan Direktur Rumah Sakit). IPDSJPD tersebut mempunyai visi, misi dan tujuan (objektif) serta target pendidikan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah secara tertulis dan telah disahkan oleh pimpinan institusi (Dekan Fakultas Kedokteran dan Direktur Rumah Sakit). IPDSJPD tersebut mempunyai visi, misi dan tujuan (objektif) serta target pendidikan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah secara tertulis dan telah disahkan oleh pimpinan institusi (Dekan Fakultas Kedokteran dan Direktur Rumah Sakit) serta seluruh staf pengajar dan peserta didik mengetahui dan memahami akan visi, misi dan tujuan (objektif) serta target tersebut. IPDSJPD tersebut telah melakukan evaluasi/revisi akan visi, misi dan tujuan (objektif) serta target pendidikan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, dan ada rencana tindak lanjut secara tertulis 9

Standar 2: Program Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah (IPDSJPD) S2 P1 Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah (IPDSJPD) tersebut mempunyai Program Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah yang mengacu kepada Program Pendidikan Dokter Spesialis Fakultas Kedokteran setempat dan Standar Pendidikan Profesi Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dari Kolegium Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah yang telah disahkan oleh Konsil Kedokteran Indonesia. Nilai: 1 Kriteria: IPDSJPD tersebut tidak mempunyai Program Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah secara tertulis. IPDSJPD tersebut mempunyai Program Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah secara tertulis, akan tetapi belum/tidak mengacu kepada Program Pendidikan Dokter Spesialis Fakultas Kedokteran setempat dan Standar Pendidikan Profesi Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah. IPDSJPD tersebut mempunyai Program Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah secara tertulis mengacu kepada Program Pendidikan Dokter Spesialis Fakultas Kedokteran setempat dan Standar Pendidikan Profesi Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah akan tetapi belum/tidak disahkan oleh pimpinan institusi (Dekan Fakultas Kedokteran dan Direktur Rumah Sakit). IPDSJPD tersebut mempunyai Program Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah mengacu kepada Program Pendidikan Dokter Spesialis Fakultas Kedokteran setempat dan Standar Pendidikan Profesi Dokter Spesialis Jantung dan 10

Pembuluh Darah serta telah disahkan oleh pimpinan institusi (Dekan Fakultas Kedokteran dan Direktur Rumah Sakit). 5 IPDSJPD tersebut telah melakukan evaluasi/revisi akan Program tersebut, dan ada rencana tindak lanjut.

11

S2 P2

Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah (IPDSJPD) tersebut mempunyai Panduan Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah yang mengacu kepada Kurikulum Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah serta Standar Pendidikan Profesi Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dari Kolegium Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah yang telah disahkan oleh Konsil Kedokteran Indonesia. Nilai: 1 Kriteria: IPDSJPD tersebut tidak mempunyai Panduan Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah. IPDSJPD tersebut mempunyai Panduan Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, akan tetapi belum/tidak mengacu kepada Kurikulum Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah yang dikeluarkan oleh Kolegium Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah. IPDSJPD tersebut mempunyai Panduan Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dan mengacu kepada Kurikulum Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah yang dikeluarkan oleh Kolegium, akan tetapi belum/tidak disahkan oleh pimpinan institusi (Dekan Fakultas Kedokteran dan Direktur Rumah Sakit). IPDSJPD tersebut mempunyai Panduan Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah yang telah disahkan oleh pimpinan institusi (Dekan Fakultas Kedokteran dan Direktur Rumah Sakit), serta seluruh staf pengajar dan peserta didik mengetahui dan memahami Panduan tersebut. IPDSJPD tersebut telah melakukan evaluasi/revisi akan Panduan Pendidikan Dokter Spesialis Anak, dan ada rencana tindak lanjut secara tertulis. 12

S2 P3

Panduan Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah tersebut menerangkan tentang objektif setiap jenjang tingkat pendidikan di institusi tersebut dan sesuai Standar Pendidikan Profesi Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dari Kolegium Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah yang telah disahkan oleh Konsil Kedokteran Indonesia. Nilai: 1 Kriteria: Panduan Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah tersebut tidak menerangkan tentang objektif setiap jenjang tingkat pendidikan di institusi tersebut. Panduan Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah tersebut menerangkan tentang objektif pendidikan akan tetapi tidak/belum lengkap untuk setiap jenjang tingkat pendidikan di institusi tersebut. Panduan Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah tersebut menerangkan tentang objektif dan telah lengkap untuk setiap jenjang tingkat pendidikan di institusi tersebut akan tetapi belum disahkan oleh pimpinan intitusi tersebut (Dekan Fakultas Kedokteran dan Direkur Rumah Sakit). Panduan Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah tersebut menerangkan tentang objektif dan telah lengkap untuk setiap jenjang tingkat pendidikan di institusi tersebut dan disahkan oleh pimpinan intitusi tersebut (Dekan Fakultas Kedokteran dan Direkur Rumah Sakit) serta seluruh staf pengajar dan peserta didik mengetahui dan memahami objektif setiap jenjang tingkat pendidikan di institusi tersebut.

13

IPDSJPD tersebut telah melakukan evaluasi/revisi akan objektif setiap jenjang tingkat pendidikan, dan ada rencana tindak lanjut secara tertulis.

14

S2 P4

Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah (IPDSJPD) tersebut mempunyai Log Book untuk peserta didik yang mengacu kepada Panduan Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di institusi tersebut dan Kurikulum Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah yang dikeluarkan oleh Kolegium Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah Indonesia. Nilai: 1 Kriteria: IPDSJPD tersebut tidak mempunyai Log Book untuk peserta didik. IPDSJPD tersebut mempunyai Log Book untuk peserta didik, akan tetapi belum/tidak mengacu kepada Panduan Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di institusi tersebut dan Kurikulum Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah yang dikeluarkan oleh Kolegium. IPDSJPD tersebut mempunyai Log Book untuk peserta didik mengacu kepada Panduan Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dan Kurikulum Pendidikan Dokter Spesialis jantung dan Pembuluh Darah yang dikeluarkan oleh Kolegium, akan tetapi belum/tidak disahkan oleh pimpinan institusi (Dekan Fakultas Kedokteran dan Direktur Rumah Sakit). IPDSJPD tersebut mempunyai Log Book untuk peserta didik telah disahkan oleh pimpinan institusi (Dekan Fakultas Kedokteran dan Direktur Rumah Sakit) serta seluruh staf pengajar dan peserta didik mengetahui dan memahami penggunaan Log Book tersebut. IPDSJPD tersebut telah melakukan evaluasi/revisi akan Log Book untuk peserta didik, dan ada rencana tindak lanjut secara tertulis.

15

S2 P5

Log Book tersebut diimplementasikan secara kontinyu dan konsisten.


Nilai: 1 Kriteria:

Log Book di IPDSJPD tersebut belum/tidak diimplementasikan secara kontinyu dan konsisten.

Log Book di IPDSJPD tersebut telah diimplementasikan akan tetapi belum/tidak kontinyu dan konsisten (baru sebagian yang telah diimplementasikan). Log Book di IPDSJPD tersebut telah diimplementasikan sepenuhnya secara kontinyu dan konsisten. Log Book di IPDSJPD tersebut telah diimplementasikan sepenuhnya secara kontinyu dan konsisten serta setiap aktifitas peserta didik dibubuhi tanda tangan supervisor terkait.
IPDSA tersebut telah melakukan evaluasi/revisi akan proses implementasi Log Book, dan ada rencana tindak lanjut secara tertulis.

16

S2 P6

Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah (IPDSJPD) tersebut memberikan Sertifikat Kompetensi kepada peserta didik untuk setiap jenjang pendidikan. Nilai: 1 Kriteria: IPDSJPD tersebut belum/tidak memberikan Sertifikat Kompetensi kepada peserta didik untuk setiap jenjang pendidikan. IPDSJPD tersebut telah memberikan Sertifikat Kompetensi kepada sebagian (belum seluruh) peserta didik untuk setiap jenjang pendidikan. IPDSJPD tersebut telah memberikan Sertifikat Kompetensi kepada seluruh peserta didik untuk setiap jenjang pendidikan. IPDSJPD tersebut telah memberikan Sertifikat Kompetensi kepada seluruh peserta didik untuk setiap jenjang pendidikan dan mendokumentasikannya dengan lengkap. IPDSJPD tersebut telah melakukan evaluasi/revisi akan Sertifikat Kompetensi kepada peserta didik untuk setiap jenjang pendidikan. dan ada rencana tindak lanjut secara tertulis.

17

Standar 3: Penilaian Peserta Didik Program Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah S3 P1 Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah (IPDSJPD) tersebut melaksanakan penilaian terhadap peserta didik sesuai dengan Standar Pendidikan Profesi Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dari Kolegium Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah yang telah disahkan oleh Konsil Kedokteran Indonesia (KKI). Nilai: Kriteria: IPDSJPD tersebut melaksanakan penilaian belum/tidak sesuai dengan Standar Pendidikan Profesi Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dari Kolegium. IPDSJPD tersebut telah melaksanakan penilaian kepada sebagian (belum seluruh) peserta didik sesuai dengan Standar Pendidikan Profesi Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah. IPDSJPD tersebut telah melaksanakan penilaian kepada seluruh peserta didik sesuai dengan Standar Pendidikan Profesi Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah. IPDSJPD tersebut telah melaksanakan penilaian kepada seluruh peserta didik sesuai dengan Standar Pendidikan Profesi Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah serta mendokumentasikannya dengan lengkap. IPDSJPD tersebut telah melakukan evaluasi/revisi akan pelaksanaan penilain tersebut sesuai dengan Standar Pendidikan Profesi Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah kepada peserta didik untuk setiap jenjang pendidikan. dan ada rencana tindak lanjut secara tertulis. 18

S3 P2

Log Book Peserta Didik di IPDSJPD tersebut mencerminkan aktifitas penilaian yang akan dinilai dari peserta didik di institusi tersebut dan mengacu kepada Panduan Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di institusi tersebut dan Standar Pendidikan Profesi Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dari Kolegium Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah Indonesia.
Nilai: 1 Kriteria: Log Book di IPDSJPD tersebut belum/tidak mencerminkan aktifitas penilaian yang akan dinilai dari peserta didik di institusi tersebut.

Log Book di IPDSJPD tersebut telah mencerminkan aktifitas penilaian yang akan dinilai dari peserta didik, akan tetapi belum/tidak mengacu kepada Panduan Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di institusi tersebut dan Standar Pendidikan Profesi Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dari Kolegium. Log Book di IPDSJPD tersebut telah mencerminkan aktifitas penilaian yang akan dinilai dari peserta didik dan mengacu kepada Panduan Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dan Kurikulum dari Kolegium, akan tetapi belum/tidak disahkan oleh pimpinan institusi (Dekan Fakultas Kedokteran dan Direktur Rumah Sakit). Log Book di IPDSJPD tersebut telah mencerminkan aktifitas penilaian yang akan dinilai dari peserta didik dan mengacu kepada Panduan Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dan Kurikulum dari Kolegium, dan telah disahkan oleh pimpinan institusi (Dekan Fakultas Kedokteran dan Direktur Rumah Sakit) serta seluruh staf pengajar dan peserta didik peserta didik mengetahui dan memahami aktifitas penilaian.
19

IPDSJPD tersebut telah melakukan evaluasi/revisi akan Log Book sebagai cerminan aktifitas penilaian yang akan dinilai dari untuk peserta didik, dan ada rencana tindak lanjut secara tertulis.

20

S3 P3

Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah (IPDSJPD) tersebut mempergunakan metoda Mini-CEX dalam penilaian peserta didik. Nilai: 1 Kriteria: IPDSJPD tersebut belum/tidak mempergunakan metoda Mini-CEX dalam penilaian peserta didik. IPDSJPD tersebut telah mempergunakan metoda Mini-CEX dalam penilaian peserta didik akan tetapi kurang dari dua kali dalam setahun. IPDSJPD tersebut telah mempergunakan metoda Mini-CEX dalam penilaian peserta didik dua sampai empat kali dalam setahun. IPDSJPD tersebut telah mempergunakan metoda Mini-CEX dalam penilaian peserta didik lebih dari empat kali dalam setahun. IPDSJPD tersebut telah melakukan evaluasi/revisi akan metoda penilaian Mini-CEX, dan ada rencana tindak lanjut secara tertulis.

21

S3 P4

Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Anak (IPDSJPD) tersebut mempergunakan metoda ujian OSCE dalam penilaian peserta didik. Nilai: 1 Kriteria: IPDSJPD tersebut belum/tidak mempergunakan metoda OSCE dalam penilaian peserta didik. IPDSJPD tersebut telah mempergunakan metoda OSCE dalam penilaian peserta didik akan tetapi kurang dari dua kali dalam setahun. IPDSJPD tersebut telah mempergunakan metoda OSCE dalam penilaian peserta didik dua sampai empat kali dalam setahun. IPDSJPD tersebut telah mempergunakan metoda OSCE dalam penilaian peserta didik lebih dari empat kali dalam setahun. IPDSJPD tersebut telah melakukan evaluasi/revisi akan metoda penilaian OSCE, dan ada rencana tindak lanjut secara tertulis.

22

S3 P5

Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah (IPDSJPD) tersebut mempergunakan metoda Mini-PAT dalam penilaian peserta didik. Nilai: 1 Kriteria: IPDSJPD tersebut belum/tidak mempergunakan metoda Mini-PAT dalam penilaian peserta didik. IPDSJPD tersebut telah mempergunakan metoda Mini-PAT dalam penilaian peserta didik akan tetapi kurang dari dua kali dalam setahun. IPDSJPD tersebut telah mempergunakan metoda Mini-PAT dalam penilaian peserta didik dua sampai empat kali dalam setahun. IPDSJPD tersebut telah mempergunakan metoda Mini-PAT dalam penilaian peserta didik lebih dari empat kali dalam setahun. IPDSJPD tersebut telah melakukan evaluasi/revisi akan metoda penilaian Mini-PAT, dan ada rencana tindak lanjut secara tertulis.

23

S3 P6

Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah (IPDSJPD) tersebut mempergunakan metoda DOPS dalam penilaian peserta didik. Nilai: 1 Kriteria: IPDSJPD tersebut belum/tidak mempergunakan metoda DOPS dalam penilaian peserta didik. IPDSJPD tersebut telah mempergunakan metoda DOPS dalam penilaian peserta didik akan tetapi kurang dari dua kali dalam setahun. IPDSJPD tersebut telah mempergunakan metoda DOPS dalam penilaian peserta didik dua sampai empat kali dalam setahun. IPDSJPD tersebut telah mempergunakan metoda DOPS dalam penilaian peserta didik lebih dari empat kali dalam setahun. IPDSJPD tersebut telah melakukan evaluasi/revisi akan metoda penilaian DOPS, dan ada rencana tindak lanjut secara tertulis.

24

S3 P7

Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah (IPDSJPD) tersebut mempergunakan metoda Case-based Discussion (CbD) dalam penilaian peserta didik. Nilai: 1 Kriteria: IPDSJPD tersebut belum/tidak mempergunakan metoda Cb-D dalam penilaian peserta didik. IPDSJPD tersebut telah mempergunakan metoda Portfolio dalam penilaian peserta didik akan tetapi kurang dari dua kali dalam setahun. IPDSJPD tersebut telah mempergunakan metoda CbD dalam penilaian peserta didik dua sampai empat kali dalam setahun. IPDSJPD tersebut telah mempergunakan metoda CbD dalam penilaian peserta didik lebih dari empat kali dalam setahun. IPDSJPD tersebut telah melakukan evaluasi/revisi akan metoda penilaian Cb-D, dan ada rencana tindak lanjut secara tertulis.

25

S3 P8

Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah (IPDSJPD) tersebut mempergunakan metoda Portfolio dalam penilaian peserta didik. Nilai: 1 Kriteria: IPDSJPD tersebut belum/tidak mempergunakan metoda Portfolio dalam penilaian peserta didik. IPDSJPD tersebut telah mempergunakan metoda Portfolio dalam penilaian peserta didik akan tetapi kurang dari dua kali dalam setahun. IPDSJPD tersebut telah mempergunakan metoda Portfolio dalam penilaian peserta didik dua sampai empat kali dalam setahun. IPDSJPD tersebut telah mempergunakan metoda Portfolio dalam penilaian peserta didik lebih dari empat kali dalam setahun. IPDSJPD tersebut telah melakukan evaluasi/revisi akan metoda penilaian Portfolio, dan ada rencana tindak lanjut secara tertulis.

26

Standar 4. Peserta Didik di Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah (IPDSJPD) S4 P1
Panduan Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah (IPDSJPD) tersebut menerangkan tentang mekanisme proses rekrutmen dan kriteria penerimaan serta pemberhentian peserta didik mengacu kepada kebijakan Fakultas Kedokteran setempat dan Standar Pendidikan Profesi Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah yang telah disahkan konsil Kedokteran Indonesia (KKI).

Nilai: 1

Kriteria:
Panduan Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di IPDSJPD tersebut tidak menerangkan tentang mekanisme proses rekrutmen dan kriteria penerimaan serta pemberhentian peserta didik. Panduan di IPDSJPD tersebut menerangkan tentang mekanisme proses rekrutmen dan kriteria penerimaan serta pemberhentian peserta didik, akan tetapi belum/tidak mengacu kepada kebijakan FK setempat dan Kurikulum serta Standar Pendidikan Profesi Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah. Panduan di IPDSJPD tersebut menerangkan tentang mekanisme proses rekrutmen dan kriteria penerimaan serta pemberhentian peserta didik sesuai dengan Kurikulum dari Kolegium, akan tetapi belum/tidak disahkan oleh pimpinan institusi (Dekan Fakultas Kedokteran dan Direktur Rumah Sakit). Panduan di IPDSJPD tersebut menerangkan tentang mekanisme proses rekrutmen dan kriteria penerimaan serta pemberhentian peserta didik sesuai dengan Kurikulum dari Kolegium dan telah disahkan oleh pimpinan institusi (Dekan Fakultas Kedokteran dan Direktur Rumah Sakit). IPDSJPD tersebut telah melakukan evaluasi/revisi akan mekanisme proses rekrutmen dan kriteria penerimaan serta pemberhentian peserta didik, dan ada rencana tindak lanjut secara tertulis.

27

S4 P2

Panduan Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di IPDSJPD tersebut menerangkan tentang hak, tugas dan kewajiban peserta didik untuk setiap jenjang tingkat tingkat pendidikan di institusi tersebut. Nilai: Kriteria: Panduan Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah tersebut tidak menerangkan tentang hak, tugas dan kewajiban peserta didik untuk setiap jenjang tingkat tingkat pendidikan di institusi tersebut. Panduan tersebut menerangkan tentang hak, tugas dan kewajiban peserta didik untuk setiap jenjang tingkat tingkat pendidikan di IPDSJPD tersebut. akan tetapi tidak/belum lengkap untuk setiap jenjang tingkat pendidikan. Panduan tersebut menerangkan tentang hak, tugas dan kewajiban peserta didik untuk setiap jenjang tingkat tingkat pendidikan dan telah lengkap untuk setiap jenjang tingkat pendidikan akan tetapi belum disahkan oleh pimpinan intitusi tersebut (Dekan Fakultas Kedokteran dan Direkur Rumah Sakit). Panduan tersebut menerangkan tentang hak, tugas dan kewajiban peserta didik untuk setiap jenjang tingkat tingkat pendidikan di IPDSJPD tersebut. telah lengkap dan disahkan oleh pimpinan intitusi tersebut (Dekan Fakultas Kedokteran dan Direkur Rumah Sakit). IPDSJPD tersebut telah melakukan evaluasi/revisi akan hak, tugas dan kewajiban peserta didik untuk setiap jenjang tingkat tingkat pendidikan, dan ada rencana tindak lanjut secara tertulis.

28

Standar 5. Staf Pengajar di Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah S5 P1 Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah (IPDSJPD) tersebut mempunyai dokumentasi kualifikasi dan lisensi profesi setiap staf pengajar sesuai dengan peraturan dan perundangan yang berlaku. Yang dimaksud dengan kualifikasi adalah Ijazah Spesialis 1 dan atau 2, S2 dan S3 yang dikeluarkan dan telah dilakukan sertifikasi oleh pihak berwenang dan diakui oleh pemerintah. Sedangkan yang dimaksud dengan lisensi profesi adalah Surat Tanda Registrasi (STR), Surat Izin Praktek (SIP) dan Surat Keputusan sebagai tenaga pengajar di institusi/rumah sakit tersebut yang dikeluarkan oleh pihak berwenang dan diakui oleh pemerintah serta masih berlaku. 1 2 Nilai:
Tidak ada dokumentasi kualifikasi dan lisensi profesi setiap staf pengajar sesuai dengan peraturan dan perundangan yang berlaku. Ada dokumentasi kualifikasi setiap staf pengajar akan tetapi belum/tidak lengkap dokumentasi lisensi profesi setiap staf pengajar sesuai dengan peraturan dan perundangan yang berlaku. Ada dokumentasi kualifikasi dan lisensi profesi setiap staf pengajar sesuai dengan peraturan dan perundangan yang berlaku akan tetapi belum/tidak disahkan oleh pimpinan institusi (Dekan Fakultas Kedokteran dan Direktur Rumah Sakit). Ada dokumentasi dan kualifikasi lisensi profesi setiap staf pengajar sesuai dengan peraturan dan perundangan yang berlaku dan telah disahkan oleh pimpinan institusi (Dekan Fakultas Kedokteran dan Direktur Rumah Sakit). IPDSJPD tersebut telah melakukan evaluasi/revisi akan dokumentasi dan kualifikasi lisensi profesi setiap staf pengajar, dan ada rencana tindak lanjut secara tertulis.

Kriteria:

29

S5 P2

Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah (IPDSJPD) tersebut mempunyai uraian tugas secara tertulis setiap staf pengajar. Nilai: 1 2 Kriteria: Tidak ada uraian tugas secara tertulis setiap staf pengajar. Ada uraian tugas secara tertulis setiap staf pengajar, akan tetapi belum/tidak disahkan oleh pimpinan institusi (Dekan Fakultas Kedokteran dan Direktur Rumah Sakit). Ada uraian tugas secara tertulis setiap staf pengajar dan telah disahkan oleh pimpinan institusi (Dekan Fakultas Kedokteran dan Direktur Rumah Sakit). Ada uraian tugas secara tertulis setiap staf pengajar dan telah disahkan oleh pimpinan institusi (Dekan Fakultas Kedokteran/Direktur Rumah Sakit) serta seluruh staf pengajar dan peserta didik mengetahui dan memahami uraian tugas tersebut. IPDSJPD tersebut telah melakukan evaluasi/revisi akan uraian tugas setiap staf pengajar, dan ada rencana tindak lanjut secara tertulis.

30

Standar 6. Sarana Pendidikan di Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah S6 P1 Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah (IPDSJPD) tersebut mempunyai sarana perpustakaan dengan berbagai bentuk kompilasi (buku, jurnal, VCD, CD dsb). Nilai: 1 Kriteria: IPDSJPD tersebut belum/tidak perpustakaan. mempunyai sarana

IPDSJPD tersebut mempunyai sarana perpustakaan, akan tetapi belum/tidak ada dokumentasi database daftar buku, jurnal, VCD/CD secara sistematik. IPDSJPD tersebut mempunyai sarana perpustakaan dan telah terdokumentasi dengan baik dan sistematik, akan tetapi belum/tidak ada prosedur tertulis tentang mekanisme penggunaan sarana tersebut baik untuk peminjaman dan pengembaliannya. IPDSJPD tersebut mempunyai sarana perpustakaan dan telah terdokumentasi dengan baik dan sistematik serta ada prosedur tertulis tentang mekanisme penggunaan sarana tersebut baik untuk peminjaman dan pengembaliannya. IPDSJPD tersebut telah melakukan evaluasi/revisi akan sarana perpustakaan, mekanisme penggunaan sarana dan sistematik dokumentasi, serta ada rencana tindak lanjut secara tertulis.

31

S6 P2

Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah (IPDSJPD) tersebut mempunyai sarana teknologi informasi dan audio-visual. Nilai: 1 Kriteria: IPDSJPD tersebut belum/tidak mempunyai sarana teknologi informasi dan audio-visual. IPDSJPD tersebut mempunyai sarana teknologi informasi dan audio-visual, akan tetapi belum/tidak ada dokumentasi database sarana tersebut. IPDSJPD tersebut mempunyai sarana teknologi informasi dan audio-visual dan telah terdokumentasi dengan baik dan sistematik, akan tetapi belum/tidak ada prosedur tertulis tentang mekanisme penggunaan sarana tersebut. IPDSJPD tersebut mempunyai sarana teknologi informasi dan audio-visual, telah terdokumentasi dengan baik dan sistematik serta ada prosedur tertulis tentang mekanisme penggunaan sarana tersebut. IPDSJPD tersebut telah melakukan evaluasi/revisi akan sarana teknologi informasi dan audio-visual, mekanisme penggunaan sarana dan sistematik dokumentasi, serta ada rencana tindak lanjut secara tertulis.

32

S6 P3

Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah (IPDSJPD) tersebut mempunyai sarana tempat pertemuan ilmiah untuk seluruh staf dan peserta didik di institusi tersebut. Nilai: 1 Kriteria: IPDSJPD tersebut belum/tidak mempunyai sarana pertemuan ilmiah untuk seluruh staf dan peserta didik di institusi tersebut. IPDSJPD tersebut mempunyai sarana pertemuan ilmiah untuk seluruh staf dan peserta didik di institusi tersebut, akan tetapi belum/tidak ada prosedur tertulis tentang mekanisme penggunaan dan jadwal pemakaiannya. IPDSJPD tersebut mempunyai sarana pertemuan ilmiah untuk seluruh staf dan peserta didik di institusi tersebut serta ada prosedur tertulis tentang mekanisme penggunaan dan jadwal pemakaiannya. IPDSJPD tersebut telah melakukan evaluasi/revisi akan sarana pertemuan ilmiah untuk seluruh staf dan peserta didik, mekanisme penggunaan sarana dan sistematik dokumentasi, serta ada rencana tindak lanjut secara tertulis. IPDSJPD tersebut mempunyai rencana induk (master plan) tentang pengembangan sarana pertemuan ilmiah untuk seluruh staf dan peserta didik dan disetujui oleh pimpinan institusi (Dekan Fakultas Kedokteran/Direktur Rumah Sakit) serta tertuang dalam rencana anggaran biaya (RAB) institusi.

33

S6 P4

Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah (IPDSJPD) tersebut mempunyai sarana tempat diskusi kelompok setiap unit (Divisi/Sub Bagian) dalam institusi tersebut. Nilai: 1 Kriteria: IPDSJPD tersebut belum/tidak mempunyai sarana tempat diskusi kelompok setiap unit (Divisi/Sub Bagian) dalam institusi tersebut. IPDSJPD tersebut mempunyai sarana tempat diskusi kelompok setiap unit (Divisi/Sub Bagian) dalam institusi tersebut. IPDSJPD tersebut mempunyai sarana tempat diskusi kelompok setiap unit (Divisi/Sub Bagian) dalam institusi tersebut. IPDSJPD tersebut telah melakukan evaluasi/revisi akan sarana tempat diskusi kelompok setiap unit (Divisi/Sub Bagian) dan ada rencana tindak lanjut secara tertulis. IPDSJPD tersebut mempunyai rencana induk (master plan) tentang pengembangan sarana tempat diskusi kelompok setiap unit (Divisi/Sub Bagian) dan disetujui oleh pimpinan institusi (Dekan Fakultas Kedokteran dan Direktur Rumah Sakit) serta tertuang dalam rencana anggaran biaya (RAB) institusi.

34

S6 P5

Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah (IPDSJPD) tersebut mempunyai sarana peralatan penunjang diagnostik dan terapeutik yang dibutuhkan untuk mencapai objektif Kurikulum Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah. Nilai: Kriteria: IPDSJPD tersebut belum/tidak mempunyai sarana peralatan penunjang diagnostik dan terapeutik yang dibutuhkan untuk mencapai objektif Kurikulum Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah. IPDSJPD tersebut mempunyai sarana peralatan penunjang diagnostik dan terapeutik yang dibutuhkan, akan tetapi belum/tidak lengkap untuk mencapai objektif Kurikulum Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah. IPDSJPD tersebut mempunyai sarana peralatan penunjang diagnostik dan terapeutik lengkap yang dibutuhkan untuk mencapai objektif Kurikulum Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah. IPDSJPD tersebut telah melakukan evaluasi/revisi akan sarana peralatan penunjang diagnostik dan terapeutik lengkap yang dibutuhkan untuk mencapai objektif Kurikulum Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah serta ada rencana tindak lanjut secara tertulis. IPDSJPD tersebut mempunyai rencana induk (master plan) tentang pengembangan sarana peralatan penunjang diagnostik dan terapeutik lengkap yang dibutuhkan untuk mencapai objektif Kurikulum Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah serta disetujui oleh pimpinan institusi (Dekan Fakultas Kedokteran dan Direktur Rumah Sakit) serta tertuang dalam rencana anggaran biaya (RAB) institusi. 35

S6 P6

Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah (IPDSJPD) tersebut mempunyai sarana media komunikasi antar staf pengajar dan peserta didik. Nilai: 1 Kriteria: IPDSJPD tersebut belum/tidak mempunyai sarana media komunikasi antar staf pengajar dan peserta didik. IPDSJPD tersebut mempunyai sarana media komunikasi antar staf pengajar dan peserta didik, akan tetapi belum/tidak lengkap antar staf pengajar dan peserta didik untuk mencapai objektif Kurikulum Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah. IPDSJPD tersebut mempunyai sarana media komunikasi antar staf pengajar dan peserta didik lengkap untuk mencapai objektif Kurikulum Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah. IPDSJPD tersebut telah melakukan evaluasi/revisi akan sarana media komunikasi antar staf pengajar dan peserta didik lengkap untuk mencapai objektif Kurikulum Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dan ada rencana tindak lanjut secara tertulis. IPDSJPD tersebut mempunyai rencana induk (master plan) tentang pengembangan arana media komunikasi antar staf pengajar dan peserta didik lengkap untuk mencapai objektif Kurikulum Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dan disetujui oleh pimpinan institusi (Dekan Fakultas Kedokteran dan Direktur Rumah Sakit) serta tertuang dalam rencana anggaran biaya (RAB) institusi. 36

S6 P7

Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah (IPDSJPD) tersebut mempunyai sarana dan tempat pengaduan peserta didik baik untuk hal akademis maupun non akademis. Nilai: 1 Kriteria: IPDSJPD tersebut belum/tidak mempunyai kebijakan tentang sarana dan tempat pengaduan peserta didik baik untuk hal akademis maupun non akademis. IPDSJPD tersebut mempunyai kebijakan tentang sarana dan tempat pengaduan peserta didik baik untuk hal akademis maupun non akademis secara tertulis, akan tetapi belum/tidak mempunyai sarana dan tempat pengaduan di institusi tersebut. IPDSJPD tersebut mempunyai kebijakan tentang sarana dan tempat pengaduan peserta didik baik untuk hal akademis maupun non akademis secara tertulis dan telah ada sarana dan tempat pengaduan peserta didik di institusi tersebut. IPDSJPD tersebut telah melakukan evaluasi/revisi akan kebijakan tentang sarana dan tempat pengaduan peserta didik dan ada rencana tindak lanjut. IPDSJPD tersebut telah memasukkan tentang sarana dan tempat pengaduan peserta didik dalam rencana induk (master plan) pengembangan IPDSJPD.

37

S6 P8

Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah (IPDSJPD) tersebut mempunyai staf pengajar sebagai pembimbing konselor bagi peserta didik yang mempunyai masalah. Nilai: 1 Kriteria: IPDSJPD tersebut belum/tidak mempunyai staf pengajar sebagai pembimbing konselor bagi peserta didik yang mempunyai masalah. IPDSJPD tersebut ada staf pengajar sebagai pembimbing konselor bagi peserta didik yang mempunyai masalah, akan tetapi belum/tidak ada jadwal konseling . IPDSJPD tersebut ada staf pengajar sebagai pembimbing konselor bagi peserta didik yang mempunyai masalah dan ada jadwal konseling, akan tetapi belum/tidak ada Panduan Konseling peserta didik bermasalah. IPDSJPD tersebut ada staf pengajar sebagai pembimbing konselor bagi peserta didik yang mempunyai masalah dan ada jadwal konseling, serta telah mempuyai Panduan Konseling peserta didik bermasalah. IPDSJPD tersebut telah melakukan evaluasi/revisi akan Panduan Konseling peserta didik bermasalah dan ada rencana tindak lanjut.

38

Standar 7. Program Evaluasi di Institusi Pendidikan Doter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah S7 P1 Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah (IPDSJPD) tersebut mempunyai Program Evaluasi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah. Program Evaluasi tersebut mencakup:

1. Organisasi pendidikan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah 2. Materi pendidikan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah 3. Metoda dan instrumen dalam pelaksanaan pendidikan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah 4. Sarana pendidikan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah 5. Hasil pendidikan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah 6. Kinerja (performance) staf pengajar yang terlibat dalam pendidikan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah

1 2

Nilai:

Kriteria:
IPDSJPD tersebut tidak mempunyai Program Evaluasi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah. IPDSJPD tersebut mempunyai Program Evaluasi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah secara tertulis, akan tetapi belum/tidak disahkan oleh pimpinan institusi (Dekan Fakultas Kedokteran dan Direktur Rumah Sakit). IPDSJPD tersebut mempunyai Program Evaluasi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah secara tertulis dan telah disahkan oleh pimpinan institusi (Dekan Fakultas Kedokteran dan Direktur Rumah Sakit). IPDSJPD tersebut mempunyai Program Evaluasi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah secara tertulis dan telah disahkan oleh pimpinan institusi (Dekan Fakultas Kedokteran dan Direktur Rumah Sakit) serta seluruh staf pengajar dan peserta didik mengetahui dan memahami Program Evaluasi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah tersebut. IPDSJPD tersebut telah melakukan evaluasi/revisi akan Program Evaluasi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, serta ada rencana tindak lanjut secara tertulis.

39

S7 P2

Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah (IPDSJPD) tersebut mempunyai jadwal rencana Program Evaluasi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah. Jadwal rencana Program Evaluasi tersebut mencakup untuk: 1. Organisasi pendidikan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah 2. Materi pendidikan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah 3. Metoda dan instrumen dalam pelaksanaan pendidikan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah 4. Sarana pendidikan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah 5. Hasil pendidikan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah 6. Kinerja (performance) staf pengajar yang terlibat dalam pendidikan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Nilai: 1 Kriteria: IPDSJPD tersebut tidak mempunyai jadwal rencana Program Evaluasi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan pembuluh darah. IPDSJPD tersebut mempunyai jadwal rencana Program Evaluasi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah secara tertulis. IPDSJPD tersebut melaksanakan 60% rencana jadwal Program Evaluasi Pendidikan tersebut. IPDSJPD tersebut melaksanakan 80% rencana jadwal Program Evaluasi Pendidikan tersebut. IPDSJPD tersebut telah melakukan evaluasi/revisi akan rencana jadwal Program Evaluasi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, dan ada rencana tindak lanjut secara tertulis.

40

S7 P3

Pencapaian pelaksanaan Program Evaluasi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah (IPDSJPD) tersebut mencakup bidang: 1. Organisasi pendidikan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah 2. Materi pendidikan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah 3. Metoda dan instrumen dalam pelaksanaan pendidikan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah 4. Sarana pendidikan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah 5. Hasil pendidikan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah 6. Kinerja (performance) staf pengajar yang terlibat dalam pendidikan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Nilai: Kriteria: Pencapaian pelaksanaan di atas tersebut kurang dari 2 bidang. Pencapaian pelaksanaan tersebut 2-3 bidang. Pencapaian pelaksanaan tersebut 4-5 bidang. di atas

pada

IPDSJPD

pada

IPDSJPD

di

atas

pada

IPDSJPD

Pelaksanaan di PDSJPD tersebut mencakup seluruh bidang. Pelaksanaan Program Evaluasi Pendidikan tersebut di IPDSJPD tersebut mencakup seluruh bidang dan IPDSJPD tersebut telah melakukan evaluasi/revisi akan hasil pencapain tersebut, serta ada rencana tindak lanjut secara tertulis.

41

Standar 8. Tatakelola dan administrasi di Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah S8 P1 Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah (IPDSJPD) tersebut mempunyai struktur organisasi yang telah disahkan oleh pimpinan institusi Dekan Fakultas Kedokteran dan Direktur Rumah Sakit. Nilai: 1 Kriteria: IPDSJPD tersebut tidak organisasi secara tertulis mempunyai struktur

IPDSJPD tersebut mempunyai struktur organisasi secara tertulis, akan tetapi belum/tidak disahkan oleh pimpinan institusi (Dekan Fakultas Kedokteran dan Direktur Rumah Sakit). IPDSJPD tersebut mempunyai struktur organisasi secara tertulis dan telah disahkan oleh pimpinan institusi (Dekan Fakultas Kedokteran dan Direktur Rumah Sakit). IPDSJPD tersebut mempunyai struktur organisasi secara tertulis dan telah disahkan oleh pimpinan institusi (Dekan Fakultas Kedokteran dan Direktur Rumah Sakit) serta seluruh staf pengajar dan peserta didik mengetahui dan memahami struktur organisasi tersebut. IPDSJPD tersebut telah melakukan evaluasi/revisi akan struktur organisasi, dan ada rencana tindak lanjut secara tertulis

42

S8 P2

Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah (IPDSJPD) tersebut mempunyai penjelasan secara tertulis akan fungsi, tugas, wewenang, kewajiban dan tanggung jawab setiap unit (Divisi/Sub Bagian). Nilai: Kriteria: Tidak ada penjelasan secara secara tertulis akan fungsi, tugas, wewenang dan tanggung jawab setiap unit dalam IPDSJPD tersebut. Ada penjelasan secara secara tertulis akan fungsi, tugas, wewenang, kewajiban dan tanggung jawab setiap unit dalam IPDSJPD tersebut, akan tetapi belum/tidak disahkan oleh pimpinan institusi (Dekan Fakultas Kedokteran dan Direktur Rumah Sakit). Ada penjelasan secara secara tertulis akan fungsi, tugas, wewenang, kewajiban dan tanggung jawab setiap unit dalam IPDSJPD tersebut dan telah disahkan oleh pimpinan institusi (Dekan Fakultas Kedokteran dan Direktur Rumah Sakit). Ada penjelasan secara secara tertulis akan fungsi, tugas, wewenang, kewajiban dan tanggung jawab setiap unit dalam IPDSJPD tersebut, telah disahkan oleh pimpinan institusi (Dekan Fakultas Kedokteran dan Direktur Rumah Sakit) serta seluruh staf pengajar dan peserta didik mengetahui dan memahami penjelasan akan fungsi, tugas, wewenang, kewajiban dan tanggung jawab setiap unit tersebut. IPDSJPD tersebut telah melakukan evaluasi/revisi akan fungsi, tugas, wewenang, kewajiban dan tanggung jawab setiap unit, dan ada rencana tindak lanjut secara tertulis

43

S8 P3

Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah (IPDSJPD) tersebut mempunyai kebijakan tentang mekanisme pengambilan keputusan secara tertulis dan disahkan oleh pimpinan (Dekan Fakultas Kedokteran dan Direktur Rumah Sakit). Nilai: 1 Kriteria: IPDSJPD tersebut belum/tidak mempunyai kebijakan tentang mekanisme pengambilan keputusan secara tertulis. IPDSJPD tersebut mempunyai kebijakan tentang mekanisme pengambilan keputusan secara tertulis, akan tetapi belum/tidak mempunyai Panduan Pengambilan Keputusan. IPDSJPD tersebut mempunyai kebijakan tentang mekanisme pengambilan keputusan secara tertulis dan Panduan Pengambilan Keputusan, akan tetapi belum/ tidak disahkan oleh pimpinan institusi (Dekan Fakultas Kedokteran dan Direktur Rumah Sakit). IPDSJPD tersebut mempunyai kebijakan tentang mekanisme pengambilan keputusan secara tertulis dan Panduan Pengambilan Keputusan, serta telah disahkan oleh pimpinan institusi (Dekan Fakultas Kedokteran dan Direktur Rumah Sakit) telah diketahui dan difahami oleh seluruh staf pengajar di institusi tersebut. IPDSJPD tersebut telah melakukan evaluasi/revisi akan Panduan Pengambilan Keputusan dan ada rencana tindak lanjut.

44

S8 P4

Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah (IPDSJPD) tersebut memberikan umpan balik (feedback) mengenai perkembangan pencapaian peserta didik kepada peserta didik, atasan peserta didik, pengirim maupun penyandang dana peserta didik tersebut secara tertulis dan rutin. Nilai: 1 Kriteria: IPDSJPD tersebut belum/tidak mempunyai kebijakan tentang umpan balik (feedback) mengenai perkembangan pencapaian peserta didik kepada peserta didik, atasan peserta didik, pengirim maupun penyandang dana peserta didik tersebut secara tertulis dan rutin. IPDSJPD tersebut mempunyai kebijakan tentang umpan balik (feedback) mengenai perkembangan pencapaian peserta didik kepada peserta didik, atasan peserta didik, pengirim maupun penyandang dana peserta didik tersebut secara tertulis dan rutin, akan tetapi. belum/tidak mempunyai format umpan balik (feedback). IPDSJPD tersebut mempunyai kebijakan tentang umpan balik (feedback) dan formatnya tersebut secara tertulis, akan tetapi belum/tidak dilaksanakan secara teratur. IPDSJPD tersebut mempunyai kebijakan tentang umpan balik (feedback), formatnya secara tertulis dan telah dilaksanakan secara teratur. IPDSJPD tersebut telah melakukan evaluasi/revisi akan mekanisme umpan balik (feed back) tersebut dan ada rencana tindak lanjutnya.

45

Standar 9. Program Peningkatan Mutu (Quality Improvement) S9 P1 Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah (IPDSJPD) tersebut melaksanakan pertemuan rutin tingkat unit dan institusi yang terjadwal mengenai perkembangan pencapaian peserta didik dan sarana serta proses pendidikan yang dilaksanakan di institusi tersebut. Nilai: 1 Kriteria: IPDSJPD tersebut belum/tidak mempunyai kebijakan tentang pertemuan rutin tingkat unit dan institusi mengenai perkembangan pencapaian peserta didik dan sarana serta proses pendidikan yang dilaksanakan di institusi tersebut. IPDSJPD tersebut mempunyai kebijakan tentang pertemuan rutin tingkat unit dan institusi mengenai perkembangan pencapaian peserta didik dan sarana serta proses pendidikan yang dilaksanakan di institusi tersebut, akan tetapi belum/tidak ada jadwal yang teratur. IPDSJPD tersebut mempunyai kebijakan dan ada jadwal yang teratur tentang pertemuan rutin tersebut, akan tetapi belum/tidak dilaksanakan. IPDSJPD tersebut mempunyai kebijakan dan ada jadwal serta dilaksanakan teratur tentang pertemuan rutin tersebut. IPDSJPD tersebut telah melaksanakan evaluasi/revisi mengenai kebijakan pertemuan rutin tersebut, serta ada rencana tindak lanjut.

46

S9 P2

Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah (IPDSJPD) tersebut mempunyai program upaya perbaikan dan peningkatan mutu Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di tingkat unit (Divisi/Sub Bagian) maupun institusi. Nilai: 1 Kriteria: IPDSJPD tersebut belum/tidak mempunyai kebijakan tentang upaya perbaikan dan peningkatan mutu Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di tingkat unit (Divisi/Sub Bagian) maupun institusi. IPDSJPD tersebut mempunyai kebijakan tentang upaya perbaikan dan peningkatan mutu Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di tingkat unit (Divisi/Sub Bagian) maupun institusi akan tetapi belum/tidak Rencana Program Kerja Peningkatan Mutu. IPDSJPD tersebut mempunyai kebijakan dan Rencana Program Kerja Peningkatan Mutu tentang upaya perbaikan dan peningkatan mutu Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di tingkat unit (Divisi/Sub Bagian) maupun institusi, akan tetapi belum/tidak dilaksanakan. IPDSJPD tersebut mempunyai kebijakan, Rencana Program Kerja Peningkatan Mutu dan telah melaksanakan program upaya perbaikan dan peningkatan mutu Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di tingkat unit (Divisi/Sub Bagian) maupun institusi, akan tetapi belum/tidak melaksanakan evaluasi/audit. IPDSJPD tersebut telah melaksanakan evaluasi/audit/revisi secara teratur dan ada tindak lanjutnya. 47

Instrumen Self-Assesment /Akreditasi Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Terdiri dari: 1. Standar = 9 2. Kriteria = 36 3. Indikator = 180 Parameter Kriteria 1 6 8 2 2 8 3 4 2 36 kriteria Indikator 5 30 40 10 10 40 15 20 10 180 indikator

Standar No. 1. VMOT 2. Program 3. Penilaian 4. PPDSJPD 5. Staf 6. Sarana 7. Program Evalusi 8. Tatakelola 9. Peningkatan Mutu 9 Standar

Persentase Nilai = Jumlah Nilai Indikator X 100 % 180

48

LEMBAR PENILAIAN ASESOR AKREDITASI IPDSJPD Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah (IPDSJPD) Fakultas Kedokteran : ..............................................................................................................

Tanggal Penilaian : dari .....................................................s/d .................................................... Pilih salah satu nilai dari setiap kriteria dan beri tanda dalam kotak yang sesuai.
NILAI Standar/Kriteria S1 S1 P1 S2 S2 P1 S2 P2 S2 P3 S2 P4 S2 P5 S2 P6 S3 S3 P1 S3 P2 S3 P3 S3 P4 S3 P5 S3 P6 S3 P7 S3 P8 S4 S4 P1 S4 P2 S5 S5 P1 S5 P2 S6 S6 P1 S6 P2 S6 P3 S6 P4 S6 P5 S6 P6 S6 P7 S6 P8 S7 S7 P1 S7 P2 S7 P3 S8 S8 P1 S8 P2 S8 P3 S8 P4 S9 S9 P1 S9 P2 1 2 3 4 5 JUMLAH .................

.................

.................

................. .................

.................

................. . ................

JUMLAH NILAI PERSENTASE NILAI = (JUMLAH NILAI /180) X 100% TINGKAT SKOR

................. ................. ................. .................

Nama Asesor:

49

(..)

PANDUAN PELAKSANAAN PENILAIAN AKREDITASI INSTITUSI PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH1

Dody Firmanda Ketua Komisi Akreditasi Kolegium Ilmu Kesehatan Anak Indonesia 2012
1

Disampaikan pada Acara Pelatihan Asesor Kolegium Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah dalam rangka Akreditasi Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, Wisma Bidakara RSPJN Harapan Kita 5 Februari 2012.

50

Kode Etik Asesor


1. Bersikap ramah, santun dan terbuka 2. Bersikap jujur dan tidak memihak 3. Sadar akan kedudukannya, hak dan kewajibannya sebagai wakil Komite Akreditasi Kolegium Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah 4. Menampilkan diri sebagai penasehat dan pembimbing 5. Memegang teguh rahasia yang berkaitan dengan tugasnya 6. Menjaga kondisi Penyakit dan menghilangkan kebiasaan tidak sehat 7. Patuh terhadap ketentuan setempat di IPDSJPD 8. Menjaga penampilan di IPDSJPD dalam hal berpakaian 9. Menguasai dan mengikuti perkembangan IPTEK, dalam bidang keahliannya terutama dalam bidang pendidikan, pelayanan Penyakit, peningkatan mutu, praktek klinis, manajemen institusi pendidikan dan instrumen akreditasi 10. Bekerja sesuai pedoman dan kode etik yang ditetapkan oleh Kolegium 11. Tidak menggunakan Kolegium untuk kepentingan pribadi atau melakukan promosi diri dengan tujuan memperoleh imbalan

51

TUGAS DAN KEWAJIBAN TIM ASESOR 1. Membaca, mengerti dan memahami isi semua laporan survei akreditasi Institusi Pendidikan (IP) khususnya pedoman khusus 2. Membaca hasil self-assessment yang dilakukan oleh pimpinan Institusi Pendidikan dan membuat catatan seperlunya 3. Membaca hasil laporan pra survei / bimbingan, bila IP tersebut telah dibimbing / dilakukan pra survei oleh Kolegium 4. Membawa surat tugas dari Kolegium 5. Melaporkan kedatangan pada pimpinan Institusi Pendidikan (Dekan, Direktur RS dan Kadep Kardiologi) 6. Melakukan tugas pekerjaan sesuai ketentuan yang dimuat dalam: a. Buku Kerja untuk Asesor Akreditasi IPDSJPD b. Laporan Survei Akreditasi IPDSJPD 7. Membuat rencana kerja meliputi 2-3 hari kerja yang memuat hal-hal dibawah ini : a. Dokumentasi, jenis dokumen yang diperlukan dan dimana diperoleh b. Wawancara, dimana dan waktu diadakan wawancara c. Observasi, dimana dan waktu dilakukan observasi d. Pengambilan sample, dimana, waktu dan berapa besar sample yang diambil e. Ijin, dijabarkan ijin yang diperlukan dan untuk keperluan apa 8. Mampu memberi penjelasan tentang semua hal yang berkaitan dengan pelaksanaan Akreditasi IPDSJPD

52

CARA KERJA TIM ASESOR


1. Adakan pertemuan dengan pimpinan Institusi Pendidikan(Dekan, Direktur RS dan KADEP) untuk menjelaskan tujuan kedatangan Tim Survei, Rencana Kerja, dan menyerahkan Surat Tugas 2. Tugas pekerjaan Tim Asesor mengumpulkan dan mencatat data serta informasi yang dilakukan melalui wawancara, pengumpulan dokumen resmi/otentik, observasi dan pengambilan sample 3. Wawancara diadakan dengan orang yang kompeten dalam bidang tugasnya dan diberi wewenang untuk memberi keterangan. Dalam kolom CATATAN pada Buku Kerja Untuk Asesor dapat diisi nama, waktu dan jabatan dari orang yang memberi keterangan. 4. Dokumen, data dan informasi yang dikumpulkan harus merupakan sesuatu yang resmi/otentik dan ada pada saat Tim Asesor berada di Institusi Pendidikan saat itu.
Dalam CATATAN pada buku Kerja Untuk Asesor dapat diisi rincian dari dokumen yang dikumpulkan, dari mana dan waktu dikumpulkan

5. Observasi harus dilakukan dengan mengindahkan norma kesopanan dan tidak mengganggu kegiatan pendidikan yang sedang berlangsung.
Pada kolom CATATAN pada Buku Kerja Untuk Asesor dapat diisi dengan waktu dilakukan observasi dimana dan dilakukan oleh siapa

6. Pengambilan sample harus dibatasi sekecil mungkin hanya secukupnya untuk keperluan survei.
Pada kolom CATATAN pada Buku Kerja Untuk Asesor dapat diisi keterangan tentang pengambilan sample ini

53

7. Tim Asesori menggunakan dokumen : a. Buku Kerja Penilaian Untuk Asesor untuk mengisi nilai (skor) yang diberikan oleh Tim Asesor dengan cara mencocokan antara standar pendikan yang ditetapkan dengan fakta yang ditemukan. b. Laporan Survei Akreditasi Institusi Pendidikan yang meliputi : 1. Profil Institusi Pendidikan yang disurvei 2. Rekapitulasi skor dari Sembilan (9) Standar 3. Kesimpulan dan rekomendasi yang dibuat dan diusulkan oleh Tim Asesor 8. Pada hari terakhir visitasi: Tim Asesor harus melakukan exit conference dan melaporkan pekerjaannya pada pimpinan Institusi Pendidikan serta memberikan saran-saran perbaikan, tanpa melaporkan nilai (skor) yang diberikan 9. Tim Asesor harus mampu memberi penjelasan tentang segala sesuatu dari pelaksanaan program akreditasi Institusi Pendidikan di Indonesia 10. Paling lambat 1 (satu) minggu setelah survei dilakukan, asesor harus sudah menyampaikan laporan survei ke Sekretariat Kolegium dengan ketentuan sebagai berikut : a. Laporan harus diketik dan dijilid b. Laporan meliputi buku kerja untuk asesor dan laporan survei akreditasi Institusi Pendidikan

54

BUKU KERJA ASESOR


Nama Asesor Nomor dan Tanggal Surat Tugas IPDSJPD yang dinilai Waktu Pelaksanaan Hari Pertama Hari Kedua Hari Ketiga .. .. .. Tanggal:jams/d jam. Tanggal:jams/d jam. Tanggal:jams/d jam. Ya .. .. .. .. .. .. Tidak . . . . . . . . .. Catatan . .

Check List Tugas dan Kewajiban: 1. Memahami Kode Etik Asesor 2. Membaca Materi Pelatihan Asesor 3. Membaca Hasil SelfAssessment IPDSJPD tersebut 4. Membaca Hasil pra visitasi 5. Membawa Surat Tugas 6. Melaporkan kedatangan kepada Pinpinan Institusi (Dekan, Direktur dan Kepala IPDSJPD) 7. Membuat Rencana Kerja Tim a. Dokumentasi b. Wawancara c. Observasi d. Pengambilan sampel e. Ijin yang diperlukan 8. Memberikan penjelasan tentang tujuan, manfaat dan tindak lanjut dari akreditasi IPDSJPD

.. ..

55

RENCANA KERJA HARI PERTAMA


Asesor 1: . (A) Asesor 3: .. (C) Asesorr 2: (B) Perihal Standar/Kriteria S1 S2 S1 P1 S2 P1 S2 P2 S2 P3 S2 P4 S2 P5 S2 P6 S3 S3 P1 S3 P2 S3 P3 S3 P4 S3 P5 S3 P6 S3 P7 S3 P8 S4 S5 S6 S4 P1 S4 P2 S5 P1 S5 P2 S6 P1 S6 P2 S6 P3 S6 P4 S6 P5 S6 P6 S6 P7 S6 P8 S7 S7 P1 S7 P2 S7 P3 S8 S8 P1 S8 P2 S8 P3 S8 P4 S9 S9 P1 S9 P2 Dokumentasi A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C Wawancara A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C Observasi A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C Pengambilan Sampel A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C ................. ................ ................. . ................. ................. ................. ................. ................. ................. Perijinan Catatan

56

RENCANA KERJA HARI KEDUA


Asesor 1: . (A) Asesor 3: .. (C) Asesor 2: (B) Perihal Standar/Kriteria S1 S2 S1 P1 S2 P1 S2 P2 S2 P3 S2 P4 S2 P5 S2 P6 S3 S3 P1 S3 P2 S3 P3 S3 P4 S3 P5 S3 P6 S3 P7 S3 P8 S4 S5 S6 S4 P1 S4 P2 S5 P1 S5 P2 S6 P1 S6 P2 S6 P3 S6 P4 S6 P5 S6 P6 S6 P7 S6 P8 S7 S7 P1 S7 P2 S7 P3 S8 S8 P1 S8 P2 S8 P3 S8 P4 S9 S9 P1 S9 P2 Dokumentasi A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C Wawancara A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C Observasi A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C Pengambilan Sampel A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C ................. ................ ................. . ................. ................. ................. ................. ................. ................. Perijinan Catatan

57

RENCANA KERJA HARI KETIGA


Asesor 1: . (A) Asesor 3: .. (C) Asesor 2: (B) Perihal Standar/Kriteria S1 S2 S1 P1 S2 P1 S2 P2 S2 P3 S2 P4 S2 P5 S2 P6 S3 S3 P1 S3 P2 S3 P3 S3 P4 S3 P5 S3 P6 S3 P7 S3 P8 S4 S5 S6 S4 P1 S4 P2 S5 P1 S5 P2 S6 P1 S6 P2 S6 P3 S6 P4 S6 P5 S6 P6 S6 P7 S6 P8 S7 S7 P1 S7 P2 S7 P3 S8 S8 P1 S8 P2 S8 P3 S8 P4 S9 S9 P1 S9 P2 Dokumentasi A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C Wawancara A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C Observasi A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C Pengambilan Sampel A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C A/B/C ................. ................ ................. . ................. ................. ................. ................. ................. ................. Perijinan Catatan

58

LAPORAN VISITASI AKREDITASI


IPDSJPD Asesor 1. .. 2. .. 3. .. s/d. Fakultas Kedokteran Nama Dekan Rumah Sakit .. Nama Direktur Utama Jumlah Staf Pendidik IPDSJPD Jumlah Peserta Didik (PPDS) Jumlah Divisi/SubBagian Jumlah Tempat Tidur BOR (Tahun: ) % LOS (Tahun: ) hari TOI (Tahun: ) Nama KPS Sp1 Nama SPS Sp1 Nilai Kumulatif: Asesor1 Asesor 2 Asesor 3 . .., ..20 Asesor 1 Asesor 2 Asesor 3

Tanggal Visitasi 1. Profil IPDSJPD

2. Rekapitulasi

3. Catatan

4. Saran/ Rekomendasi

59 . .

CATATAN TAMBAHAN LAPORAN ASESOR INPUT: PROSES: OUPUT: Asesor 60

PANDUAN PENILAIAN ASESOR:


Instrumen Akreditasi Standar 1 Visi, Misi, Objektif dan Target Standar 1: Visi, Misi dan Tujuan (Objektif) Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah. S1 P1 Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah (IPDSJPD) tersebut mempunyai visi, misi dan tujuan (objektif) serta target pendidikan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah.

Operasional: Asesor melihat dan memeriksa akan validitas berkas mengenai visi, misi dan tujuan (objektif) serta target pendidikan dokter spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di IPDSJPD tersebut. Bila perlu Asesor meminta IPDSJPD tersebut memperlihatkan Rencana Strategis (Renstra) dari Fakultas Kedokteran dan Rumah Sakit tersebut. Penilaian Asesor: 1. Bila berkas tersebut telah telah disahkan oleh pimpinan institusi (Dekan Fakultas Kedokteran dan Direktur Rumah Sakit) maka IPDSJPD tersebut mendapat nilai 3. Selanjutnya Asesor secara acak menanyakan kepada 3 staf pendidik dan 3 peserta didik akan pemahaman mereka tentang visi, misi dan tujuan (objektif) serta target pendidikan di IPDSJPD tersebut bila jawaban mereka sesuai, maka IPDSJPD tersebut mendapat nilai 4. Kemudian Asesor mengecek kegiatan evaluasi/revisi akan parameter tersebut dengan bukti: i. Daftar hadir ii. Notulen kegiatan dan hasilnya iii. Rencana tindak lanjut tertulis dari IPDSJPD tersebut bila semuanya terpenuhi, maka IPDSJPD tersebut mendapat nilai 5.

2.

3.

61

Instrumen Akreditasi Standar 2: Program Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Parameter 1: S2 P1 Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah (IPDSJPD) tersebut mempunyai Program Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah yang mengacu kepada Program Pendidikan Dokter Spesialis Fakultas Kedokteran setempat dan Standar Pendidikan Profesi Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dari Kolegium yang telah disahkan oleh Konsil Kedokteran Indonesia.

Operasional: Asesor melihat dan memeriksa akan kesesuaian Program Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah IPDSJPD tersebut dengan Standar Pendidikan Profesi Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah. Bila perlu Asesor meminta IPDSJPD tersebut memperlihatkan Program Pendidikan Dokter Spesialis Fakultas Kedokteran setempat. Penilaian Asesor:
1. Bila Program Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah IPDSJPD telah mengacu kepada Standar Pendidikan Profesi Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dan telah disahkan oleh pimpinan institusi (Dekan Fakultas Kedokteran dan Direktur Rumah Sakit) maka IPDSJPD tersebut mendapat nilai 4. Selanjutnya Asesor mengecek kegiatan evaluasi/revisi akan parameter tersebut berupa bukti:

2.

i. Daftar hadir ii. Notulen kegiatan dan hasilnya iii. Rencana tindak lanjut tertulis dari IPDSJPD tersebut bila semuanya terpenuhi, maka IPDSJPD tersebut mendapat nilai 5.

62

Parameter 2: S2 P2 Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah (IPDSJPD) tersebut mempunyai Panduan Pendidikan Dokter Spesialis yang mengacu kepada Kurikulum Pendidikan Dokter Spesialis serta Standar Pendidikan Profesi Dokter Spesialis dari Kolegium yang telah disahkan oleh Konsil Kedokteran Indonesia.

Operasional: Asesor melihat dan memeriksa akan kesesuaian Panduan Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah IPDSJPD tersebut dengan Kurikulum Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dan Standar Pendidikan Profesi Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah. Bila perlu Asesor meminta IPDSJPD tersebut memperlihatkan Kurikulum dan Panduan Pendidikan Dokter Spesialis Fakultas Kedokteran setempat. Penilaian Asesor: 1. Bila Panduan Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah IPDSJPD tersebut telah telah disahkan oleh pimpinan institusi (Dekan Fakultas Kedokteran dan Direktur Rumah Sakit) - asesor secara acak menanyakan kepada 3 staf pendidik dan 3 peserta didik akan pemahaman mereka tentang Panduan Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah IPDSJPD bila jawaban mereka sesuai, maka IPDSJPD tersebut mendapat nilai 4. Kemudian Asesor mengecek kegiatan evaluasi/revisi akan parameter tersebut dengan bukti: i. Daftar hadir ii. Notulen kegiatan dan hasilnya iii. Rencana tindak lanjut tertulis dari IPDSJPD tersebut bila semuanya terpenuhi, maka IPDSJPD tersebut mendapat nilai 5.

2.

63

Parameter 3: S2 P3 Panduan Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah tersebut menerangkan tentang objektif setiap jenjang tingkat pendidikan di institusi tersebut dan sesuai Standar Pendidikan Profesi Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dari Kolegium yang telah disahkan oleh Konsil Kedokteran Indonesia.

Operasional: Asesor melihat dan memeriksa akan kesesuaian objektif setiap jenjang tingkat pendidikan di institusi tersebut dengan Standar Pendidikan Profesi Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, Bila perlu asesor meminta IPDSJPD tersebut memperlihatkan Kurikulum dan Panduan Pendidikan Dokter Spesialis Fakultas Kedokteran setempat. Penilaian Asesor: 1. Bila objektif lengkap untuk setiap jenjang tingkat pendidikan di institusi tersebut dan telah telah disahkan oleh pimpinan institusi (Dekan Fakultas Kedokteran dan Direktur Rumah Sakit) - Asesor secara acak menanyakan kepada 3 staf pendidik dan 3 peserta didik akan pemahaman mereka tentang objektif dari setiap jenjang Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah bila jawaban mereka sesuai, maka IPDSJPD tersebut mendapat nilai 4. 2. Kemudian Asesor mengecek kegiatan evaluasi/revisi akan parameter tersebut brerupa bukti: i. Daftar hadir ii. Notulen kegiatan dan hasilnya iii. Rencana tindak lanjut tertulis dari IPDSJPD tersebut bila semuanya terpenuhi, maka IPDSJPD tersebut mendapat nilai 5.

64

Parameter 4: S2 P4 Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah

(IPDSJPD) tersebut mempunyai Log Book untuk peserta didik yang mengacu kepada Panduan Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di institusi tersebut dan Kurikulum Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah yang dikeluarkan oleh Kolegium.

Operasional: Asesor melihat dan memeriksa akan kesesuaian isi Log Book dengan Panduan Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah IPDSJPD tersebut dengan Kurikulum Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah. Penilaian Asesor: Bila Log Book telah sesuai dengan Panduan Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah IPDSJPD tersebut dan Kurikulum Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah serta telah telah disahkan oleh pimpinan institusi (Dekan Fakultas Kedokteran dan Direktur Rumah Sakit) - Asesor secara acak menanyakan kepada 3 staf pendidik dan 3 PESERTA DIDIK akan pemahaman mereka tentang objektif dari setiap jenjang Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah bila jawaban mereka sesuai, maka IPDSJPD tersebut mendapat nilai 4. 2. Kemudian Asesor mengecek kegiatan evaluasi/revisi akan parameter tersebut dengan bukti: i. Daftar hadir ii. Notulen kegiatan dan hasilnya iii. Rencana tindak lanjut tertulis dari IPDSJPD tersebut bila semuanya terpenuhi, maka IPDSJPD tersebut mendapat nilai 5. 1.

65

Parameter 5: S2 P5

Log Book tersebut diimplementasikan secara kontinyu dan konsisten.

Operasional: Asesor melihat dan memeriksa akan validitas pengisian Log Book dan pembubuhan tanda tangan supervisor terkait. Bila perlu asesor meminta IPDSJPD tersebut memperlihatkan lembaran contoh paraf/tanda tangan seluruh supervisor di IPDSJPD tersebut.

Penilaian Asesor:
1. 2. Bila Log Book di IPDSJPD tersebut telah diimplementasikan sepenuhnya secara kontinyu dan konsisten, maka IPDSJPD tersebut mendapat nilai 3. Selanjutnya Asesor mengecek secara acak 30 Log Book dari berbagai jenjang pendidikan - bila didapatkan telah diimplementasikan sepenuhnya secara kontinyu dan konsisten serta setiap aktifitas peserta didik dibubuhi tanda tangan supervisor terkait, maka IPDSJPD tersebut mendapat nilai 4. Kemudian Asesor mengecek kegiatan evaluasi/revisi akan parameter tersebut berupa bukti:

3.

i. Daftar hadir ii. Notulen kegiatan dan hasilnya iii. Rencana tindak lanjut tertulis dari IPDSJPD tersebut bila semuanya terpenuhi, maka IPDSJPD tersebut mendapat nilai 5.

66

Parameter 6: S2 P6 Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah (IPDSJPD) tersebut memberikan Sertifikat Kompetensi kepada peserta didik untuk setiap jenjang pendidikan.

Operasional: Asesor melihat dan memeriksa format Sertifikat Kompetensi untuk setiap jenjang pendidikan serta mengecek komponen Sertifikat Kompetensi tersebut sesuai dengan Panduan Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah yang mengacu kepada Kurikulum Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dan Standar Pendidikan Profesi Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah. Penilaian Asesor:
1. Bila IPDSJPD tersebut telah memberikan Sertifikat Kompetensi kepada seluruh peserta didik untuk setiap jenjang pendidikan maka IPDSJPD tersebut mendapat nilai 3. Selanjutnya Asesor mengecek pengdokumentasian arsip pemberian Sertifikat Kompetensi tersebut serta kelengkapannya, maka IPDSJPD tersebut mendapat nilai 4. Kemudian Asesor mengecek kegiatan evaluasi/revisi akan parameter tersebut dengan bukti:

2.

3.

i. Daftar hadir ii. Notulen kegiatan dan hasilnya iii. Rencana tindak lanjut tertulis dari IPDSJPD tersebut bila semuanya terpenuhi, maka IPDSJPD tersebut mendapat nilai 5.

67

Instrumen Akreditasi Standar 3: Penilaian Peserta Didik Program Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Parameter 1: S3 P1 Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah (IPDSJPD) tersebut melaksanakan penilaian terhadap peserta didik sesuai dengan Standar Pendidikan Profesi Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dari Kolegium Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah Indonesia yang telah disahkan oleh Konsil Kedokteran Indonesia (KKI).

Operasional: Asesor melihat dan memeriksa jadwal pelaksanaan penilaian peserta didik untuk setiap jenjang pendidikan serta kesesuaiannya dengan Standar Pendidikan Profesi Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah. Penilaian Asesor:
1. Bila IPDSJPD tersebut telah melaksanakan penilaian kepada seluruh peserta didik sesuai dengan Standar Pendidikan Profesi Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah - maka IPDSJPD tersebut mendapat nilai 3. Selanjutnya asesor mengecek pengdokumentasian arsip penilaian tersebut serta kelengkapannya, maka IPDSJPD tersebut mendapat nilai 4. Kemudian asesor mengecek kegiatan evaluasi/revisi akan parameter tersebut berupa bukti:

2. 3.

i. Daftar hadir ii. Notulen kegiatan dan hasilnya iii. Rencana tindak lanjut tertulis dari IPDSJPD tersebut bila semuanya terpenuhi, maka IPDSJPD tersebut mendapat nilai 5.

68

Parameter 2: S3 P2

Log Book Peserta Didik di IPDSJPD tersebut mencerminkan aktifitas


penilaian yang akan dinilai dari peserta didik di institusi tersebut dan mengacu kepada Panduan Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di institusi tersebut dan Standar Pendidikan Profesi Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dari Kolegium.

Operasional: Asesor melihat dan memeriksa jadwal pelaksanaan penilaian peserta didik untuk setiap jenjang pendidikan serta kesesuaiannya dengan Standar Pendidikan Profesi Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah. Penilaian Asesor:
1. Bila Log Book di IPDSJPD tersebut telah mencerminkan aktifitas penilaian yang akan dinilai dari peserta didik dan mengacu kepada Panduan Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dan Kurikulum dari Kolegium, akan tetapi belum/tidak disahkan oleh pimpinan institusi (Dekan Fakultas Kedokteran dan Direktur Rumah Sakit) - maka IPDSJPD tersebut mendapat nilai 3. Selanjutnya asesor mengecek pengesahan dari pimpinan institusi (Dekan Fakultas Kedokteran dan Direktur Rumah Sakit), dan secara acak menanyakan kepada 3 staf pendidik dan 3 peserta didik akan pemahaman penilaian aktivitas bila memenuhi hal di atas maka IPDSJPD tersebut mendapat nilai 4. Kemudian asesor mengecek kegiatan evaluasi/revisi akan parameter tersebut berupa bukti:

2.

4.

i. Daftar hadir ii. Notulen kegiatan dan hasilnya iii. Rencana tindak lanjut tertulis dari IPDSJPD tersebut bila semuanya terpenuhi, maka IPDSJPD tersebut mendapat nilai 5.

69

Parameter 3: S3 P3 Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah (IPDSJPD) tersebut mempergunakan metoda Mini-CEX dalam penilaian peserta didik.

Operasional: Asesor melihat format Mini-CEX yang digunakan di IPDSJPD tersebut. Bila perlu asesor meminta IPDSJPD tersebut memperlihatkan bukti materi pelatihan Mini-CEX yang telah didapat dari Kolegium dilihat kesesuaiannya dengan Mini-CEX yang digunakan di IPDSJPD tersebut.

Penilaian Asesor:
1. 2. Bila IPDSJPD tersebut telah IPDSJPD tersebut telah mempergunakan metoda Mini-CEX dalam penilaian peserta didik, maka IPDSJPD tersebut mendapat nilai 3. Kemudian Asesor mengecek kegiatan evaluasi/revisi akan metoda penilaian MiniCEX tersebut dengan bukti:

i. Daftar hadir ii. Notulen kegiatan dan hasilnya iii. Rencana tindak lanjut tertulis dari IPDSJPD tersebut bila semuanya terpenuhi, maka IPDSJPD tersebut mendapat nilai 5.

70

Parameter 4: S3 P4 Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah (IPDSJPD) tersebut mempergunakan metoda OSCE peserta didik. dalam penilaian

Operasional: Asesor melihat format OSCE yang digunakan di IPDSJPD tersebut. Bila perlu asesor meminta IPDSJPD tersebut memperlihatkan bukti materi pelatihan OSCE yang telah didapat dari Kolegium dilihat kesesuaiannya dengan OSCE yang digunakan di IPDSJPD tersebut.

Penilaian Asesor:
1. 2. Bila IPDSJPD tersebut telah IPDSJPD tersebut telah mempergunakan metoda OSCE dalam penilaian peserta didik, maka IPDSJPD tersebut mendapat nilai 3. Kemudian asesor mengecek kegiatan evaluasi/revisi akan metoda penilaian OSCE tersebut berupa bukti:

i. Daftar hadir ii. Notulen kegiatan dan hasilnya iii. Rencana tindak lanjut tertulis dari IPDSJPD tersebut bila semuanya terpenuhi, maka IPDSJPD tersebut mendapat nilai 5.

71

Parameter 5: S3 P5 Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah (IPDSJPD) tersebut peserta didik. mempergunakan metoda Mini-PAT dalam penilaian

Operasional: Asesor melihat format Mini-PAT yang digunakan di IPDSJPD tersebut. Bila perlu asesor meminta IPDSJPD tersebut memperlihatkan bukti materi pelatihan Mini-PAT yang telah didapat dari Kolegium dilihat kesesuaiannya dengan Mini-PAT yang digunakan di IPDSJPD tersebut.

Penilaian Asesor:
1. 2. Bila IPDSJPD tersebut telah IPDSJPD tersebut telah mempergunakan metoda Mini-PAT dalam penilaian peserta didik, maka IPDSJPD tersebut mendapat nilai 3. Kemudian Asesor mengecek kegiatan evaluasi/revisi akan metoda penilaian MiniPAT tersebut dengan bukti :

i. Daftar hadir ii. Notulen kegiatan dan hasilnya iii. Rencana tindak lanjut tertulis dari IPDSJPD tersebut bila semuanya terpenuhi, maka IPDSJPD tersebut mendapat nilai 5.

72

Parameter 6: S3 P6 Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah (IPDSJPD) tersebut peserta didik. mempergunakan metoda DOPS dalam penilaian

Operasional: Asesor melihat format DOPS yang digunakan di IPDSJPD tersebut. Bila perlu Asesor meminta IPDSJPD tersebut memperlihatkan bukti materi pelatihan DOPS yang telah didapat dari Kolegium dilihat kesesuaiannya dengan DOPS yang digunakan di IPDSJPD tersebut.

Penilaian Asesor:
1. 2. Bila IPDSJPD tersebut telah IPDSJPD tersebut telah mempergunakan metoda DOPS dalam penilaian peserta didik, maka IPDSJPD tersebut mendapat nilai 3. Kemudian asesor mengecek kegiatan evaluasi/revisi akan metoda penilaian DOPS tersebut berupa bukti :

i. Daftar hadir ii. Notulen kegiatan dan hasilnya iii. Rencana tindak lanjut tertulis dari IPDSJPD tersebut bila semuanya terpenuhi, maka IPDSJPD tersebut mendapat nilai 5.

73

Parameter 7: S3 P7 Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah (IPDSJPD) tersebut mempergunakan metoda Case-based Discussion (CbD) dalam penilaian peserta didik.

Operasional: Asesor melihat format Case-based Discussion (CbD) yang digunakan di IPDSJPD tersebut. Bila perlu asesor meminta IPDSJPD tersebut memperlihatkan bukti materi pelatihan Case-based Discussion (CbD) yang telah didapat dari Kolegium dilihat kesesuaiannya dengan Case-based Discussion (CbD) yang digunakan di IPDSJPD tersebut.

Penilaian Asesor:
1. Bila IPDSJPD tersebut telah IPDSJPD tersebut telah mempergunakan metoda Case-based Discussion (CbD) dalam penilaian peserta didik, maka IPDSJPD tersebut mendapat nilai 3. Kemudian Asesor mengecek kegiatan evaluasi/revisi akan metoda penilaian CbD tersebut denagn bukti:

2.

i. Daftar hadir ii. Notulen kegiatan dan hasilnya iii. Rencana tindak lanjut tertulis dari IPDSJPD tersebut bila semuanya terpenuhi, maka IPDSJPD tersebut mendapat nilai 5.

74

Parameter 8:

S3 P8

Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah (IPDSJPD) tersebut peserta didik. mempergunakan metoda Portfolio dalam penilaian

Operasional: Asesor melihat format Portfolio yang digunakan di IPDSJPD tersebut. Bila perlu asesor meminta IPDSJPD tersebut memperlihatkan bukti materi pelatihan Portfolio yang telah didapat dari Kolegium dilihat kesesuaiannya dengan Portfolio yang digunakan di IPDSJPD tersebut.

Penilaian Asesor:
1. 2. Bila IPDSJPD tersebut telah mempergunakan metoda Portfolio dalam penilaian peserta didik, maka IPDSJPD tersebut mendapat nilai 3. Kemudian asesor mengecek kegiatan evaluasi/revisi akan metoda penilaian Portfolio tersebut berupa bukti :

i. Daftar hadir ii. Notulen kegiatan dan hasilnya iii. Rencana tindak lanjut tertulis dari IPDSJPD tersebut bila semuanya terpenuhi, maka IPDSJPD tersebut mendapat nilai 5.

75

Instrumen Akreditasi Standar 4: Peserta Didik di Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Parameter 1: S4 P1 Panduan Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah (IPDSJPD) tersebut menerangkan tentang mekanisme proses rekrutmen dan kriteria penerimaan serta pemberhentian peserta didik mengacu kepada kebijakan Fakultas Kedokteran setempat dan Standar Pendidikan Profesi Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah yang telah disahkan Konsil Kedokteran Indonesia (KKI).

Operasional: Asesor melihat dan memeriksa akan kesesuaian objektif setiap jenjang tingkat pendidikan di institusi tersebut dengan Standar Pendidikan Profesi Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, Bila perlu asesor meminta IPDSJPD tersebut memperlihatkan mekanisme proses rekrutmen dan kriteria penerimaan serta pemberhentian peserta didik mengacu kepada kebijakan Fakultas Kedokteran setempat dan Standar Pendidikan Profesi Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah. Penilaian Asesor:
1.

2.

i. Daftar hadir ii. Notulen kegiatan dan hasilnya iii. Rencana tindak lanjut tertulis dari IPDSJPD tersebut bila semuanya terpenuhi, maka IPDSJPD tersebut mendapat nilai 5.

Bila Panduan Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di IPDSJPD tersebut telah menerangkan tentang mekanisme proses rekrutmen dan kriteria penerimaan serta pemberhentian peserta didik sesuai dengan Kurikulum dari Kolegium dan telah disahkan oleh pimpinan institusi (Dekan Fakultas Kedokteran dan Direktur Rumah Sakit), maka IPDSJPD tersebut mendapat nilai 4. Kemudian asesor mengecek kegiatan evaluasi/revisi akan mekanisme proses rekrutmen dan kriteria penerimaan serta pemberhentian peserta didik tersebut dengan bukti :

76

Parameter 2: S4 P2 Panduan Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di IPDSJPD tersebut menerangkan tentang hak, tugas dan kewajiban peserta didik untuk setiap jenjang tingkat pendidikan di institusi tersebut.

Operasional:

Asesor melihat dan memeriksa akan penjelasan tentang tentang hak, tugas dan kewajiban peserta didik untuk setiap jenjang tingkat pendidikan di institusi tersebut.

Bila perlu asesor meminta IPDSJPD tersebut memperlihatkan dokumen terkait tentang hak, tugas dan kewajiban peserta didik dari Fakultas Kedokteran setempat. Penilaian Asesor:
1. Bila Panduan Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di IPDSJPD tersebut telah menerangkan tentang hak, tugas dan kewajiban peserta didik telah lengkap untuk setiap jenjang pendidikan dan telah disahkan oleh pimpinan institusi (Dekan Fakultas Kedokteran dan Direktur Rumah Sakit) maka IPDSJPD tersebut mendapat nilai 4. Kemudian Asesor mengecek kegiatan evaluasi/revisi akan hak, tugas dan kewajiban peserta didik berupa bukti:

2.

i. Daftar hadir ii. Notulen kegiatan dan hasilnya iii. Rencana tindak lanjut tertulis dari IPDSJPD tersebut bila semuanya terpenuhi, maka IPDSJPD tersebut mendapat nilai 5.

77

Instrumen Akreditasi Standar 5: Staf Pengajar di Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Parameter 1: S5 P1 Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah (IPDSJPD) tersebut mempunyai dokumentasi kualifikasi dan lisensi profesi setiap staf pengajar sesuai dengan peraturan dan perundangan yang berlaku. Yang dimaksud dengan kualifikasi adalah Ijazah Spesialis 1 dan atau 2, S2 dan S3 yang dikeluarkan dan telah dilakukan sertifikasi oleh pihak berwenang dan diakui oleh pemerintah. Sedangkan yang dimaksud dengan lisensi profesi adalah Surat Tanda Registrasi (STR), Surat Izin Praktek (SIP) dan Surat Keputusan sebagai tenaga pengajar di institusi/rumah sakit tersebut yang dikeluarkan oleh pihak berwenang dan diakui oleh pemerintah serta masih berlaku.

Operasional:
Asesor melihat dan memeriksa dokumentasi kualifikasi dan lisensi profesi seluruh staf pengajar sesuai dengan peraturan dan perundangan yang berlaku

Bila perlu Asesor meminta IPDSJPD tersebut memperlihatkan dokumen kebijakan dari pimpinan institusi (Dekan Fakultas dan Direktur Rumah Sakit) tentang kualifikasi dan lisensi profesi seluruh staf pengajar.

Penilaian Asesor:
1. Bila IPDSJPD tersebut telah melaksanakan dokumentasi akan kualifikasi dan lisensi seluruh staf pengajar sesuai dengan peraturan dan perundangan yang berlaku telah disahkan oleh pimpinan institusi (Dekan Fakultas Kedokteran dan Direktur Rumah Sakit) maka IPDSJPD tersebut mendapat nilai 4. Kemudian Asesor mengecek kegiatan evaluasi/revisi akan kegiatan dokumentasi diatas berupa bukti : i. Daftar hadir ii. Notulen kegiatan dan hasilnya iii. Rencana tindak lanjut tertulis dari IPDSJPD tersebut bila semuanya terpenuhi, maka IPDSJPD tersebut mendapat nilai 5.

2.

78

Parameter 2: S5 P2 Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah (IPDSJPD) tersebut mempunyai uraian tugas secara tertulis setiap staf pengajar.

Operasional: Asesor melihat dan memeriksa akan validitas berkas mengenai uraian tugas seluruh staf pengajar di IPDSJPD tersebut. Bila perlu Asesor meminta IPDSJPD tersebut memperlihatkan: 1. Surat Keputusan pengangkatan sebagai staf pengajar dari Fakultas Kedokteran terkait. 2. Surat Penempatan di Departemen/SMF Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah dari Direktur Rumah Sakit tersebut. 3. Surat Kewenangan Klinis (Clinical Previlege) dari Komite Medik Rumah Sakit tersbut 4, Struktur Organisasi Departemen/SMF Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah (IPDSJPD) tersebut Penilaian Asesor: 1. Bila IPDSJPD telah mempunyai uraian tugas secara tertulis setiap staf pengajar dan telah disahkan oleh pimpinan institusi (Dekan Fakultas Kedokteran dan Direktur Rumah Sakit) - maka IPDSJPD tersebut mendapat nilai 3. 2. Selanjutnya asesor secara acak menanyakan kepada 3 staf pengajar dan 3 PESERTA DIDIK akan pemahaman mereka urainan tugas staf pengajar tersebut secara umum maupun rinci - bila jawaban mereka sesuai dengan ang tertulis , maka IPDSJPD tersebut mendapat nilai 4. 3. Kemudian asesor mengecek kegiatan evaluasi/revisi akan parameter uraian tugas tersebut dengan bukti: i. Daftar hadir ii. Notulen kegiatan dan hasilnya iii. Rencana tindak lanjut tertulis dari IPDSJPD tersebut bila semuanya terpenuhi, maka IPDSJPD tersebut mendapat nilai 5.

79

Instrumen Akreditasi Standar 6: Sarana Pendidikan di Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Parameter 1: S6 P1 Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah (IPDSJPD) tersebut mempunyai sarana perpustakaan dengan berbagai bentuk kompilasi (buku, jurnal, VCD, CD dsb).

Operasional: Asesor melihat dan memeriksa akan tersedianya sarana perpustakaan di IPDSJPD tersebut.
Bila perlu asesor meminta IPDSJPD tersebut memperlihatkan: 1. Surat Bukti invoice pemesanan buku, jurnal, Cd, CD dan sebagainya. 2. Surat Bukti Pembayaran pembelian dan berlangganan buku, jurnal, VCD, CD dan sebagainya. 3. Buku Stok inventaris

Penilaian Asesor:
1. Bila IPDSJPD telah mempunyai sarana perpustakaan dan telah terdokumentasi dengan baik dan sistematik, akan tetapi belum/tidak ada prosedur tertulis tentang mekanisme penggunaan sarana tersebut baik untuk peminjaman dan pengembaliannya - maka IPDSJPD tersebut mendapat nilai 3. 2. Selanjutnya asesor mengecek apakah IPDSJPD tersebut mempunyai sarana perpustakaan dan telah terdokumentasi dengan baik dan sistematik serta ada prosedur tertulis tentang mekanisme penggunaan sarana tersebut baik untuk peminjaman dan pengembaliannya - maka IPDSJPD tersebut mendapat nilai 4. 3. Kemudian Asesor mengecek kegiatan evaluasi/revisi akan parameter sarana perpustakaan, mekanisme penggunaan sarana dan sistematik dokumentasi tersebut dengan bukti: i. Daftar hadir ii. Notulen kegiatan dan hasilnya iii. Rencana tindak lanjut tertulis dari IPDSJPD tersebut bila semuanya terpenuhi, maka IPDSJPD tersebut mendapat nilai 5.

80

Parameter 2: S6 P2 Institusi visual. Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah

(IPDSJPD) tersebut mempunyai sarana teknologi informasi dan audio-

Operasional: Asesor melihat dan memeriksa akan tersedianya sarana teknologi informasi dan audio-visual di IPDSJPD tersebut. Bila perlu asesor meminta IPDSJPD tersebut memperlihatkan: 1. Surat Bukti invoice pengadaan sarana teknologi informasi dan audio-visual 2. Surat Bukti Pembayaran pembelian dan berlangganan sarana teknologi informasi dan audio-visual 3. Buku Stok inventaris Penilaian Asesor:
1. Bila IPDSJPD telah mempunyai sarana teknologi informasi dan audio-visual telah terdokumentasi dengan baik dan sistematik, akan tetapi belum/tidak ada prosedur tertulis tentang mekanisme penggunaan sarana tersebut baik untuk peminjaman, pemakaian dan pengembaliannya - maka IPDSJPD tersebut mendapat nilai 3. Selanjutnya Asesor mengecek apakah IPDSJPD tersebut mempunyai sarana tersebut telah terdokumentasi dengan baik dan sistematik serta ada prosedur tertulis tentang mekanisme penggunaan sarana tersebut baik untuk peminjaman, pemakaian dan pengembaliannya - maka IPDSJPD tersebut mendapat nilai 4. Kemudian Asesor mengecek kegiatan evaluasi/revisi akan parameter sarana perpustakaan, mekanisme penggunaan sarana teknologi informasi dan audio-visual dan sistematik dokumentasi tersebut, dengan bukti:

2.

3.

i. Daftar hadir ii. Notulen kegiatan dan hasilnya iii. Rencana tindak lanjut tertulis dari IPDSJPD tersebut bila semuanya terpenuhi, maka IPDSJPD tersebut mendapat nilai 5.

81

Parameter 3: S6 P3 Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah

(IPDSJPD) tersebut mempunyai sarana tempat pertemuan ilmiah untuk seluruh staf dan peserta didik di institusi tersebut.

Operasional: Asesor melihat dan memeriksa akan tersedianya sarana tempat pertemuan ilmiah untuk seluruh staf dan peserta didik di IPDSJPD tersebut. Bila perlu asesor meminta IPDSJPD tersebut memperlihatkan: 1. Rencana Induk (Masterplan) IPDSJPD dari Fakultas Kedokteran dan Rumah Sakit. 2. Rencana Anggaran Biaya (RAB) IPDSJPD dari Fakultas Kedokteran dan Rumah Sakit. 3. Buku Stok inventaris sarana tempat pertemuan ilmiah di IPDSJPD Penilaian Asesor:
1. Bila IPDSJPD tersebut mempunyai sarana pertemuan ilmiah untuk seluruh staf dan peserta didik di institusi tersebut serta ada prosedur tertulis tentang mekanisme penggunaan dan jadwal pemakaiannya - maka IPDSJPD tersebut mendapat nilai 3. Kemudian asesor mengecek kegiatan evaluasi/revisi akan parameter sarana pertemuan ilmiah untuk seluruh staf dan peserta didik, mekanisme penggunaan sarana dan sistematik dokumentasi tersebut, dengan bukti:

2.

3.

i. Daftar hadir ii. Notulen kegiatan dan hasilnya iii. Rencana tindak lanjut tertulis dari IPDSJPD tersebut bila semuanya terpenuhi, maka IPDSJPD tersebut mendapat nilai 4.

Bila IPDSJPD tersebut mempunyai rencana induk (master plan) tentang pengembangan sarana pertemuan ilmiah untuk seluruh staf dan peserta didik dan disetujui oleh pimpinan institusi (Dekan Fakultas Kedokteran/Direktur Rumah Sakit) serta tertuang dalam rencana anggaran biaya (RAB) institusi - maka IPDSJPD tersebut mendapat nilai 5.

82

Parameter 4: S6 P4 Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah

(IPDSJPD) tersebut mempunyai sarana tempat diskusi kelompok setiap unit (Divisi/Sub Bagian) dalam institusi tersebut.

Operasional: Asesor melihat dan memeriksa akan tersedianya sarana tempat diskusi kelompok setiap unit (Divisi/Sub Bagian) di IPDSJPD tersebut. Bila perlu Asesor meminta IPDSJPD tersebut memperlihatkan: 1. Rencana Induk (Masterplan) IPDSJPD dari Fakultas Kedokteran dan Rumah Sakit. 2. Rencana Anggaran Biaya (RAB) IPDSJPD dari Fakultas Kedokteran dan Rumah Sakit. 3. Buku Stok inventaris sarana tempat diskusi kelompok di setiap unit dalam IPDSJPD tersebut. Penilaian Asesor:
1. Bila IPDSJPD tersebut mempunyai sarana tempat diskusi kelompok setiap unit (Divisi/Sub Bagian) dalam IPDSJPD tersebut serta ada prosedur tertulis tentang mekanisme penggunaan dan jadwal pemakaiannya - maka IPDSJPD tersebut mendapat nilai 3. Kemudian Asesor mengecek kegiatan evaluasi/revisi akan parameter sarana tempat diskusi kelompok setiap unit (Divisi/Sub Bagian) di IPDSJPD dengan bukti :

2.

i. Daftar hadir ii. Notulen kegiatan dan hasilnya iii. Rencana tindak lanjut tertulis dari IPDSJPD tersebut bila semuanya terpenuhi, maka IPDSJPD tersebut mendapat nilai 4.
3.

Bila IPDSJPD tersebut mempunyai rencana induk (master plan) tentang pengembangan sarana tempat diskusi kelompok setiap unit (Divisi/Sub Bagian) di IPDSJPD tersebut dan disetujui oleh pimpinan institusi (Dekan Fakultas Kedokteran dan Direktur Rumah Sakit) serta tertuang dalam rencana anggaran biaya (RAB) institusi - maka IPDSJPD tersebut mendapat nilai 5.

83

Parameter 5: S6 P5 Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah (IPDSJPD) tersebut mempunyai sarana peralatan penunjang diagnostik dan terapeutik yang dibutuhkan untuk mencapai objektif Kurikulum Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah.

Operasional: Asesor melihat dan memeriksa akan tersedianya sarana peralatan penunjang diagnostik dan terapeutik yang dibutuhkan untuk mencapai objektif Kurikulum Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di IPDSJPD tersebut. Bila perlu Asesor meminta IPDSJPD tersebut memperlihatkan: 1. 2. 3. 4. 5. Surat Bukti invoice pengadaan peralatan penunjang diagnostik dan terapeutik yang dibutuhkan Surat Bukti Pembayaran pembelian peralatan penunjang diagnostik dan terapeutik yang dibutuhkan Rencana Induk (Masterplan) IPDSJPD dari Fakultas Kedokteran dan Rumah Sakit. Rencana Anggaran Biaya (RAB) IPDSJPD dari Fakultas Kedokteran dan Rumah Sakit. Buku Stok inventaris peralatan penunjang diagnostik dan terapeutik

Penilaian Asesor:
1. Bila IPDSJPD tersebut mempunyai sarana peralatan penunjang diagnostik dan terapeutik lengkap yang dibutuhkan untuk mencapai objektif Kurikulum Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah - maka IPDSJPD tersebut mendapat nilai 3. Kemudian asesor mengecek kegiatan evaluasi/revisi akan parameter sarana peralatan penunjang diagnostik dan terapeutik lengkap yang dibutuhkan di IPDSJPD dengan bukti :

2.

i. Daftar hadir ii. Notulen kegiatan dan hasilnya iii. Rencana tindak lanjut tertulis dari IPDSJPD tersebut bila semuanya terpenuhi, maka IPDSJPD tersebut mendapat nilai 4.
3.

Bila IPDSJPD tersebut mempunyai rencana induk (master plan) tentang pengembangan sarana peralatan penunjang diagnostik dan terapeutik lengkap yang dibutuhkan dan disetujui oleh pimpinan institusi (Dekan Fakultas Kedokteran dan

84

Direktur Rumah Sakit) serta tertuang dalam rencana anggaran biaya (RAB) institusi - maka IPDSJPD tersebut mendapat nilai 5.

85

Parameter 6: S6 P6 Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah

(IPDSJPD) tersebut mempunyai sarana media komunikasi antar staf pengajar dan peserta didik.

Operasional: Asesor melihat dan memeriksa akan tersedianya sarana media komunikasi yang dibutuhkan antar staf pengajar dan peserta didik untuk mencapai objektif Kurikulum Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di IPDSJPD tersebut. Bila perlu Asesor meminta IPDSJPD tersebut memperlihatkan: 1. 2. 3. 4. 5. Surat Bukti invoice pengadaan peralatan sarana komunikasi yang dibutuhkan Surat Bukti Pembayaran pembelian peralatan sarana komunikasi Rencana Induk (Masterplan) IPDSJPD dari Fakultas Kedokteran dan Rumah Sakit. Rencana Anggaran Biaya (RAB) IPDSJPD dari Fakultas Kedokteran dan Rumah Sakit. Buku Stok inventaris peralatan komunikasi

Penilaian Asesor:
1. Bila IPDSJPD tersebut mempunyai media komunikasi lengkap untuk mencapai objektif Kurikulum Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah maka IPDSJPD tersebut mendapat nilai 3. Kemudian Asesor mengecek kegiatan evaluasi/revisi akan parameter media komunikasi di IPDSJPD dengan bukti :

2.

3.

i. Daftar hadir ii. Notulen kegiatan dan hasilnya iii. Rencana tindak lanjut tertulis dari IPDSJPD tersebut bila semuanya terpenuhi, maka IPDSJPD tersebut mendapat nilai 4.

Bila IPDSJPD tersebut mempunyai rencana induk (master plan) tentang pengembangan media komunikasi dan disetujui oleh pimpinan institusi (Dekan Fakultas Kedokteran dan Direktur Rumah Sakit) serta tertuang dalam rencana anggaran biaya (RAB) institusi - maka IPDSJPD tersebut mendapat nilai 5.

86

Parameter 7: S6 P7 Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah

(IPDSJPD) tersebut mempunyai sarana dan tempat pengaduan peserta didik baik untuk hal akademis maupun non akademis.

Operasional: Asesor melihat dan memeriksa akan tersedianya sarana dan tempat pengaduan peserta didik baik untuk hal akademis maupun non akademis di IPDSJPD tersebut. Penilaian Asesor:
1. Bila IPDSJPD tersebut mempunyai kebijakan tentang sarana dan tempat pengaduan peserta didik baik untuk hal akademis maupun non akademis secara tertulis dan telah ada sarana dan tempat pengaduan peserta didik di institusi tersebut - maka IPDSJPD tersebut mendapat nilai 3.

2.

Kemudian Asesor mengecek kegiatan evaluasi/revisi akan parameter tersebut di IPDSJPD dengan bukti :

i. Daftar hadir ii. Notulen kegiatan dan hasilnya iii. Rencana tindak lanjut tertulis dari IPDSJPD tersebut bila semuanya terpenuhi, maka IPDSJPD tersebut mendapat nilai 4.
3. Bila IPDSJPD tersebut telah memasukkan tentang sarana dan tempat pengaduan peserta didik dalam rencana induk (master plan) pengembangan IPDSJPD - maka IPDSJPD tersebut mendapat nilai 5.

87

Parameter 8: S6 P8 Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah

(IPDSJPD) tersebut mempunyai staf pengajar sebagai pembimbing konselor bagi peserta didik yang mempunyai masalah.

Operasional: Asesor melihat dan memeriksa akan tersedianya staf pengajar sebagai pembimbing konselor bagi peserta didik yang mempunyai masalah di IPDSJPD tersebut. Bila perlu Asesor meminta IPDSJPD tersebut memperlihatkan: 1. Kebijakan mengenai Pembimbing Konselor bagi peserta didik yang mempunyai masalah di IPDSJPD tersebut. 2. Panduan Konseling Peserta Didik bermasalah di IPDSJPD tersebut.

Penilaian Asesor:
1. Bila IPDSJPD tersebut mempunyai staf pengajar sebagai pembimbing konselor bagi peserta didik yang mempunyai masalah dan ada jadwal konseling, akan tetapi belum/tidak ada Panduan Konseling peserta didik bermasalah - maka IPDSJPD tersebut mendapat nilai 3. Kemudian Asesor mengecek Buku Panduan Konseling bila IPDSJPD tersebut mempunyai pembimbing konselor dan jadwal konseling, serta telah mempuyai Panduan Konseling peserta didik bermasalah; maka IPDSJPD tersebut mendapat nilai 4. Selanjutnya Asesor mengecek kegiatan evaluasi/revisi akan parameter tersebut di IPDSJPD dengan bukti :

2.

3.

i. Daftar hadir ii. Notulen kegiatan dan hasilnya iii. Rencana tindak lanjut tertulis dari IPDSJPD tersebut bila semuanya terpenuhi, maka IPDSJPD tersebut mendapat nilai 5.

88

Instrumen Akreditasi Standar 7: Program Evaluasi di Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Parameter 1: S7 P1

Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah (IPDSJPD) tersebut mempunyai Program Evaluasi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah. Program Evaluasi tersebut mencakup: 1. Organisasi pendidikan dokter spesialis 2. Materi pendidikan dokter spesialis 3. Metoda dan instrumen dalam pelaksanaan pendidikan 4. Sarana pendidikan dokter spesialis 5. Hasil pendidikan dokter spesialis 6. Kinerja (performance) staf pengajar yang terlibat dalam pendidikan dokter spesialis

Operasional: Asesor melihat dan memeriksa akan Program Evaluasi Pendidikan di IPDSJPD tersebut. Asesor meminta IPDSJPD tersebut memperlihatkan seluruh dokumen, instrumen dan format evaluasi yang ada dari ke enam bidang di atas.

Penilaian Asesor:
1. Bila IPDSJPD tersebut mempunyai Program Evaluasi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah secara tertulis dan telah disahkan oleh pimpinan institusi (Dekan Fakultas Kedokteran dan Direktur Rumah Sakit) maka IPDSJPD tersebut mendapat nilai 3.

89

2.

Bila Program Evaluasi Pendidikan di IPDSJPD tersebut telah disahkan oleh pimpinan institusi (Dekan Fakultas Kedokteran/ Direktur Rumah Sakit) Asesor secara acak menanyakan kepada 3 staf pengajar dan 3 peserta didik akan pemahaman mereka tentang program tersebut bila jawaban mereka sesuai, maka IPDSJPD tersebut mendapat nilai 4.
Selanjutnya asesor mengecek kegiatan evaluasi/revisi akan parameter tersebut di IPDSJPD dengan bukti:

3.

i. Daftar hadir ii. Notulen kegiatan dan hasilnya iii. Rencana tindak lanjut tertulis dari IPDSJPD tersebut bila semuanya terpenuhi, maka IPDSJPD tersebut mendapat nilai 5.

90

Parameter 2: S7 P2

Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah (IPDSJPD) tersebut mempunyai jadwal rencana Program Evaluasi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah mencakup bidang: 1. Organisasi pendidikan dokter spesialis 2. Materi pendidikan dokter spesialis 3. Metoda dan instrumen dalam pelaksanaan pendidikan dokter spesialis 4. Sarana pendidikan dokter spesialis 5. Hasil pendidikan dokter spesialis 6. Kinerja (performance) staf pengajar yang terlibat dalam pendidikan dokter spesialis

Operasional: Asesor melihat dan memeriksa akan Implementasi Program Evaluasi Pendidikan di IPDSJPD tersebut. Asesor meminta IPDSJPD tersebut memperlihatkan seluruh bukti dokumen, instrumen dan format evaluasi yang telah diimplementasikan dari ke enam bidang di atas. Penilaian Asesor:
1. Bila IPDSJPD tersebut melaksanakan 60% rencana jadwal Program Evaluasi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah maka IPDSJPD tersebut mendapat nilai 3. Bila IPDSJPD tersebut melaksanakan 80% rencana jadwal Program Evaluasi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah maka IPDSJPD tersebut mendapat nilai 3. Selanjutnya Asesor mengecek kegiatan evaluasi/revisi akan parameter rencana kerja tersebut di IPDSJPD dengan bukti:

2.

3.

i. Daftar hadir ii. Notulen kegiatan dan hasilnya iii. Rencana tindak lanjut tertulis dari IPDSJPD tersebut bila semuanya terpenuhi, maka IPDSJPD tersebut mendapat nilai 5.

91

Parameter 3: S7 P3

Pencapaian Pelaksanaan Program Evaluasi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di IPDSJPD mencakup bidang: 1. Organisasi pendidikan dokter spesialis 2. Materi pendidikan dokter spesialis 3. Metoda dan instrumen dalam pelaksanaan pendidikan dokter spesialis 4. Sarana pendidikan dokter spesialis 5. Hasil pendidikan dokter spesialis 6. Kinerja (performance) staf pengajar yang terlibat dalam pendidikan dokter spesialis

Operasional: Asesor melihat dan memeriksa akan Pencapaian Program Evaluasi Pendidikan di IPDSJPD tersebut. Asesor meminta IPDSJPD tersebut memperlihatkan seluruh bukti pencapaian berupa dokumen, instrumen dan format evaluasi yang telah diimplementasikan dari ke enam bidang di atas. Penilaian Asesor:
1. Bila IPDSJPD tersebut pelaksanaan pencapaiannya sudah mencakup 4-5 bidang dari enam bidang dalam Program Evaluasi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah maka IPDSJPD tersebut mendapat nilai 3. Bila IPDSJPD tersebut melaksanakan seluruh keenam bidang dalam Program Evaluasi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah maka IPDSJPD tersebut mendapat nilai 4. Selanjutnya Asesor mengecek kegiatan evaluasi/revisi akan parameter tersebut di IPDSJPD dengan bukti :

2.

3.

i. Daftar hadir ii. Notulen kegiatan dan hasilnya iii. Rencana tindak lanjut tertulis dari IPDSJPD tersebut bila semuanya terpenuhi, maka IPDSJPD tersebut mendapat nilai 5.

92

Instrumen Akreditasi Standar 8: Tatakelola dan administrasi di Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah

Parameter 1: S8 P1 Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah (IPDSJPD) tersebut mempunyai struktur organisasi yang telah disahkan oleh pimpinan institusi Dekan Fakultas Kedokteran dan Direktur Rumah Sakit.

Operasional: Asesor melihat dan memeriksa akan struktur organisasi di IPDSJPD tersebut. Asesor meminta IPDSJPD tersebut memperlihatkan seluruh dokumen mengenai struktur organisasi.

Penilaian Asesor:
1. Bila IPDSJPD tersebut telah mempunyai struktur organisasi secara tertulis dan telah disahkan oleh pimpinan institusi (Dekan Fakultas Kedokteran dan Direktur Rumah Sakit) maka IPDSJPD tersebut mendapat nilai 3.

2.

Kemudian Asesor secara acak menanyakan kepada 3 staf pengajar dan 3 peserta didik akan pemahaman mereka tentang struktur organisasi IPDSJPD tersebut bila jawaban mereka sesuai, maka IPDSJPD tersebut mendapat nilai 4. Selanjutnya Asesor mengecek kegiatan evaluasi/revisi akan parameter struktur organisasi di IPDSJPD dengan bukti:

3.

i. Daftar hadir ii. Notulen kegiatan dan hasilnya iii. Rencana tindak lanjut tertulis dari IPDSJPD tersebut bila semuanya terpenuhi, maka IPDSJPD tersebut mendapat nilai 5.

93

Parameter 2: S8 P2 Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah (IPDSJPD) tersebut mempunyai penjelasan secara tertulis akan fungsi, tugas, wewenang, kewajiban dan tanggung jawab setiap unit (Divisi/Sub Bagian).

Operasional: Asesor melihat dan memeriksa dokumen penjabaran dari struktur organisasi dalam IPDSJPD tersebut yang meliputi fungsi, tugas, wewenang, kewajiban dan tanggung jawab setiap unit (Divisi/Sub Bagian). Asesor meminta IPDSJPD tersebut memperlihatkan seluruh dokumen yang menerangkan akan fungsi, tugas, wewenang, kewajiban dan tanggung jawab dari setiap unit (Divisi/Sub Bagian). Penilaian Asesor:
1. Bila IPDSJPD tersebut telah mempunyai dokumen yang menjelaskan akan fungsi, tugas, wewenang, kewajiban dan tanggung jawab setiap unit dalam IPDSJPD tersebut dan telah disahkan oleh pimpinan institusi (Dekan Fakultas Kedokteran dan Direktur Rumah Sakit) maka IPDSJPD tersebut mendapat nilai 3.

2.

Kemudian Asesor secara acak menanyakan kepada 3 staf pengajar dan 3 peserta didik akan pemahaman mereka tentang fungsi, tugas, wewenang, kewajiban dan tanggung jawab setiap unit dalam organisasi IPDSJPD tersebut bila jawaban mereka sesuai, maka IPDSJPD tersebut mendapat nilai 4.

3.

Selanjutnya Asesor mengecek kegiatan evaluasi/revisi akan parameter tersebutdi IPDSJPD dengan bukti :

i. Daftar hadir ii. Notulen kegiatan dan hasilnya iii. Rencana tindak lanjut tertulis dari IPDSJPD tersebut bila semuanya terpenuhi, maka IPDSJPD tersebut mendapat nilai 5. 94

Parameter 3: S8 P3

Institusi (IPDSJPD)

Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah tersebut mempunyai kebijakan tentang mekanisme

pengambilan keputusan secara tertulis dan disahkan oleh pimpinan (Dekan Fakultas Kedokteran dan Direktur Rumah Sakit).

Operasional: Asesor melihat dan memeriksa dokumen Kebijakan Mekanisme Pengambilan Keputusan dan Panduan Pengambilan Keputusan di IPDSJPD. Asesor meminta IPDSJPD tersebut memperlihatkan seluruh dokumen yang menerangkan akan Kebijakan dan Panduan Mekanisme Pengambilan Kepurusan di tingkat IPDSJPD. Penilaian Asesor:
1. Bila IPDSJPD tersebut IPDSJPD tersebut mempunyai kebijakan tentang mekanisme pengambilan keputusan secara tertulis dan Panduan Pengambilan Keputusan, akan tetapi belum/ tidak disahkan oleh pimpinan institusi (Dekan Fakultas Kedokteran dan Direktur Rumah Sakit) maka IPDSJPD tersebut mendapat nilai 3. 2. Bila telah disahkan oleh pimpinan institusi - asesor secara acak menanyakan kepada 10 staf pengajar akan pemahaman mekanisme pengambilan keputusan tersebut bila jawaban mereka sesuai, maka IPDSJPD tersebut mendapat nilai 4. 3. Selanjutnya Asesor mengecek kegiatan evaluasi/revisi akan parameter tersebut di IPDSJPD dengan bukti :

i. Daftar hadir ii. Notulen kegiatan dan hasilnya iii. Rencana tindak lanjut tertulis dari IPDSJPD tersebut bila semuanya terpenuhi, maka IPDSJPD tersebut mendapat nilai 5.

95

Parameter 4: S8 P4 Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah kepada peserta didik, atasan

(IPDSJPD) tersebut memberikan umpan balik (feedback) mengenai perkembangan pencapaian peserta didik secara tertulis dan rutin. peserta didik, pengirim maupun penyandang dana peserta didik tersebut

Operasional: Asesor melihat dan memeriksa dokumen umpan balik (feedback) mengenai perkembangan pencapaian peserta didik kepada peserta didik, atasan peserta didik, pengirim maupun penyandang dana peserta didik. Asesor meminta IPDSJPD tersebut memperlihatkan seluruh dokumen yang menerangkan akan Kebijakan Umpan Balik, Bukti Pengiriman dan Dokumentasi Pengiriman Umpan Balik. Penilaian Asesor:
1. Bila IPDSJPD tersebut mempunyai kebijakan tentang umpan balik ( feedback) dan formatnya tersebut secara tertulis, akan tetapi belum/tidak dilaksanakan secara teratur maka IPDSJPD tersebut mendapat nilai 3. 2. Bila IPDSJPD telah melakukan secara rutin maka IPDSJPD tersebut mendapat nilai 4. 3. Selanjutnya Asesor mengecek kegiatan evaluasi/revisi akan parameter tersebut di IPDSJPD dengan bukti :

i. Daftar hadir ii. Notulen kegiatan dan hasilnya iii. Rencana tindak lanjut tertulis dari IPDSJPD tersebut bila semuanya terpenuhi, maka IPDSJPD tersebut mendapat nilai 5.

96

Instrumen Akreditasi Standar 9: Program Peningkatan Mutu (Quality Improvement) di Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah

Parameter 1: S9 P1 Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah (IPDSJPD)

tersebut melaksanakan pertemuan rutin tingkat unit dan institusi yang terjadwal mengenai perkembangan pencapaian peserta didik dan sarana serta proses pendidikan yang dilaksanakan di institusi tersebut.

Operasional: Asesor melihat dan memeriksa dokumen jadwal pertemuan rutin mengenai perkembangan pencapaian peserta didik dan sarana serta proses pendidikan yang dilaksanakan di IPDSJPD tersebut. Asesor meminta IPDSJPD tersebut memperlihatkan seluruh dokumen yang menerangkan akan Kebijakan Pertemuan Rutin, Jadwal Pertemuan, Topik/Judul ruang lingkup pertemuan, daftar hadir dan notulensi pertemuan rutin tersebut. Penilaian Asesor: 1. Bila IPDSJPD tersebut mempunyai kebijakan dan ada jadwal yang teratur tentang pertemuan rutin tersebut, akan tetapi belum/tidak dilaksanakan maka IPDSJPD tersebut mendapat nilai 3. 2. Bila IPDSJPD tersebut mempunyai kebijakan dan ada jadwal serta dilaksanakan teratur tentang pertemuan rutin tersebut maka IPDSJPD tersebut mendapat nilai 4. 3. Selanjutnya Asesor mengecek kegiatan evaluasi/revisi akan parameter Pertemuan Rutin tersebut di tingkat IPDSJPD dengan bukti : i. Daftar hadir ii. Notulen kegiatan dan hasilnya iii. Rencana tindak lanjut tertulis dari IPDSJPD tersebut bila semuanya terpenuhi, maka IPDSJPD tersebut mendapat nilai 5. 97

Parameter 2: S9 P2 Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah

(IPDSJPD) tersebut mempunyai program upaya perbaikan dan peningkatan mutu Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di tingkat unit (Divisi/Sub Bagian) maupun institusi.

Operasional: Asesor melihat dan memeriksa dokumen program upaya perbaikan dan peningkatan mutu Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di tingkat unit (Divisi/Sub Bagian) maupun tingkat institusi IPDSJPD. Asesor meminta IPDSJPD tersebut memperlihatkan seluruh dokumen yang menerangkan akan Kebijakan Peningkatan Mutu Pendidikan, Rencana Program Peningkatan Mutu Pendidikan, Bukti Pelaksanaan Program Peningkatan Mutu Pendidikan dan Evaluasinya serta Audit Kinerja dari Program tersebut. Penilaian Asesor: 1. Bila IPDSJPD tersebut mempunyai kebijakan dan Rencana Program Kerja Peningkatan Mutu tentang upaya perbaikan dan peningkatan mutu Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di tingkat unit (Divisi/Sub Bagian) maupun institusi, akan tetapi belum/tidak dilaksanakan maka IPDSJPD tersebut mendapat nilai 3. 2. Bila IPDSJPD tersebut mempunyai kebijakan, Rencana Program Kerja Peningkatan Mutu dan telah melaksanakan program upaya perbaikan dan peningkatan mutu Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di tingkat unit (Divisi/Sub Bagian) maupun institusi, akan tetapi belum/tidak melaksanakan evaluasi/audit maka IPDSJPD tersebut mendapat nilai 4. 3. Selanjutnya asesor mengecek IPDSJPD tersebut telah melaksanakan
evaluasi/audit/revisi secara teratur dan ada tindak lanjutnya di tingkat IPDSJPD dengan bukti :

i. Daftar hadir ii. Notulen kegiatan dan hasilnya iii. Rencana tindak lanjut tertulis dari IPDSJPD tersebut bila semuanya terpenuhi, maka IPDSJPD tersebut mendapat nilai 5.

98

Penutup
Setelah pelaksanaan penilaian visitasi akreditasi pada seluruh Institusi Pusat Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah - Kolegium menyerahkan 4 (empat) naskah kepada Dirjen Dikti Kemendiknas, BAN PT, Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) dan MKKI. Keempat naskah tersebut adalah terdiri dari: 1. Naskah Akademik Akreditasi Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah (IPDSJPD) 2. Borang Instrumen Akreditasi IPDSJPD 3. Panduan Pelaksanaan Akreditasi IPDSJPD 4. Laporan Pelaksanaan Akreditasi IPDSJPD

Terima kasih, semoga bermanfaat Jakarta, 5 Februari 2012 Dody Firmanda Ketua Komisi Akreditasi Kolegium Ilmu Kesehatan Anak Indonesia

99