Anda di halaman 1dari 76

DIKLAT TEKNIS SUBSTANTIF DASAR

KEPABEANAN DAN CUKAI

Disusun Oleh:

Tim Penyusunan Modul Pusdiklat Bea dan Cukai KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN PUSDIKLAT BEA DAN CUKAI 2011

DIKLAT TEKNIS SUBSTANTIF DASAR

KEPABEANAN DAN CUKAI

Disusun Oleh:

Tim Penyusunan Modul Pusdiklat Bea dan Cukai KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN PUSDIKLAT BEA DAN CUKAI 2011

Perdagangan Internasional, Pelayaran, dan Kepelabuhanan

DTSD DTSD Kepabeanan dan Cukai

Perdagangan Internasional, Pelayaran, dan Kepelabuhanan

DAFTAR ISI
Halaman KATA PENGANTAR .......................................................................................... DAFTAR ISI ........................................................................................................ PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL.. PETA KONSEP MODUL .. MODUL TEKNIK PERDAGANGAN INTERNASIONAL A. Pendahuluan . 1 Deskripsi Singkat ...................................................... 2 Prasyarat Kompetensi ...................................................... 3 Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasasr ....................................... 4 Relevansi Modul .......... .... B. KEGIATAN BELAJAR ........................................................................... 1 Kegiatan Belajar (KB) 1 ....................................................... Alasan dan Teori Perdagangan Internasional Indikator .. 1.1 Uraian dan contoh ............................................................................ A. Tugas dan Fungsi DJBC .............. B. Tugas dan Fungsi Eselon II pada Kantor Pusat DJBC.............. 1.2 Latihan 1 .......... 3 3 3 7 10 i ii iv v

1 1 1 2 2 3 3

1.3 Rangkuman ...... 10 1.4 Tes Formatif 1 ..... 10

1.5 Umpan Balik dan Tindak Lanjut .......................... 15 2 Kegiatan Belajar (KB) 2 ....................................................... 16 Mekanisme Transaksi Perdagangan Internasional Indikator .. 16

2.1 Uraian dan contoh ............................................................................ 16 A. Mekanisme Kontrak Perdagangan Internasional ....... 16

B. Terminologi Penyerahan Barang ..................... 19 C. Mekanisme Pembayaran ........................................................... 24 D. Dokumen-dokumen dalam perdagangan internasional ............ 29 2.2 Latihan 2 .......... 34

DTSD DTSD Kepabeanan dan Cukai

ii

Perdagangan Internasional, Pelayaran, dan Kepelabuhanan


2.3 Rangkuman ..... 2.4 Tes Formatif 2 .... 2.5 Umpan Balik dan Tindak Lanjut ......................... 34 35 39

3 Kegiatan Belajar (KB) 3 ........................................................ 40 Pelayaran dan Kepelabuhanan Indikator .. 40

3.1 Uraian dan contoh ............................................................................ 40 A. Pelayaran dan Penerbangan ............................. ........ 40 B. Kepelabuhanan .. 46

3.2 Latihan 3 ................ 51 3.3 Rangkuman .. 52 3.4 Tes Formatif 3 .. 52 3.5 Umpan Balik dan Tindak Lanjut .......................... 56 PENUTUP 57 TES SUMATIF ................................................................ 58 KUNCI JAWABAN ( TES FORMATIF DAN TES SUMATIF ) 64 DAFTAR ISTILAH ............................................................................................... 65 DAFTAR PUSTAKA 69

DTSD DTSD Kepabeanan dan Cukai

iii

Perdagangan Internasional, Pelayaran, dan Kepelabuhanan

PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL


Modul ini disusun untuk Diklat Teknis Substantif Dasar (DTSD)

Kepabeanan dan Cukai yang akan disampaikan dalam enam jam pelatihan (8 JP). Dalam upaya memperoleh hasil belajar yang optimal pada mata diklat Organisasi dan Tata Kerja DJBC, kami sarankan agar Anda membaca terlebih dahulu peta konsep yang terlampir pada modul ini. Pemahaman pada peta konsep yang telah tersedia akan membimbing Anda untuk mempelajari materimateri pada modul ini sehingga dapat memudahkan Anda mencapai standar kompetensi yang telah ditetapkan. Perlu Anda ketahui bahwa mengingat begitu banyaknya rincian tugas dan fungsi pada struktur organisasi DJBC tingkat Pusat maupun pada Kanwil, KPU, dan KPP BC, sementara waktu pembelajaran yang demikian singkat (6 JP), maka tidak seluruh tugas, fungsi dan struktur organisasi tersebut dapat ditampilkan dalam modul ini. Anda dapat mengetahui secara lebih terperinci pada hal-hal yang belum dibahas dengan merujuk pada daftar pustaka terlampir. Untuk mengetahui sejauhmana penguasaan Anda pada modul ini, pada tiap-tiap selesai kegiatan belajar telah tersedia tes formatif dan pada akhir modul ini telah tersedia tes sumatif sebagai sarana untuk mengukur hasil belajar Anda secara mandiri. Demi mencapai tujuan hasil pembelajaran yang optimal pada peserta diklat, para Widyaiswara dengan tangan terbuka siap untuk membantu Anda baik di kelas maupun di luar kelas untuk memahami materi-materi yang tersaji dalam modul ini.

DTSD DTSD Kepabeanan dan Cukai

iv

Perdagangan Internasional, Pelayaran, dan Kepelabuhanan

PETA KONSEP

ORGANISASI DAN TATA KERJA DJBC

Tugas dan Fungsi Kanwil dan KPU

Tugas dan Fungsi DJBC dan Eselon II Kantor Pusat

Tugas dan Fungsi KPPBC, Pangsarop, dan BPIB

DTSD DTSD Kepabeanan dan Cukai

Perdagangan Internasional, Pelayaran, dan Kepelabuhanan

A. PENDAHULUAN

1. DESKRIPSI SINGKAT Modul teknik perdagangan internasional ini

disusun secara khusus untuk digunakan oleh para peserta Diklat Teknis Substantif Dasar (DTSD) Kepabeanan dan Cukai. Berdasarkan kurikulum diklat disebutkan bahwa mata pelajaran teknik perdagangan internasional merupakan salah satu mata pelajaran pokok dengan alokasi waktu sebanyak 10 jam pelajaran. Kami berusaha agar setiap materi yang disampaikan dalam modul teknik perdagangan internasional ini memenuhi unsur kelengkapan, sehingga diharapkan modul ini dapat mencukupi kebutuhan knowledge peserta mengenai teknik perdagangan internasional. Untuk lebih memudahkan pemahaman, metode penulisan yang kami gunakan adalah metode deskripsi dengan menggunakan ilustrasi-ilustrasi sederhana baik berupa contoh, gambar, tabel maupun skema. Pada kegiatan belajar ke-1, pokok bahasan yang akan kita pelajari seputar alasan perdagangan internasional, sedangkan pada kegiatan belajar ke-2 kita akan belajar tentang mekanisme transaksi perdagangan internasional.

Selanjutnya pada kegiatan belajar ke-3, secara khusus akan kita bahas mengenai pelayaran dan terminal kepelabuhanan.

2.

Prasyarat Kompetensi Sebelum mempelajari modul ini peserta diklat harus telah memiliki

kompetensi awal dan persyaratan, sebagai berikut : 1) Pangkat minimal Pengatur Muda Tk.I (Gol. II/b). 2) Usia maksimal 50 tahun. 3) Berkepribadian tanggap, tegas, dan cekatan. 4) Memiliki motivasi yang kuat untuk mengikuti Diklat. 5) Sehat jasmani dan rohani.

DTSD dan DTSD Kepabeanan da n Cukai

Perdagangan Internasional, Pelayaran, dan Kepelabuhanan


3. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar

Standar Kompetensi : Setelah mempelajari teknik materi modul ini peserta diharapkan mampu dan

menjelaskan kepelabuhanan.

perdagangan

internasional,

pelayaran

Kompetensi Dasar : Kompetensi dasar yang diharapkan dapat dimiliki oleh peserta setelah mempelajari modul ini, adalah sebagai berikut : 1) Peserta mampu menjelaskan alasan dan teori perdagangan internasional, 2) Peserta mampu menjelaskan teknik perdagangan internasional, 3) Peserta mampu menjelaskan pelayaran dan penerbangan, 4) Peserta mampu menjelaskan kepelabuhanan.

4.

Relevansi Modul

Relevansi modul terhadap tugas pekerjaan yang akan dijalankan peserta diklat adalah bahwasanya materi modul ini diharapkan dapat memberikan pemahaman dan wawasan yang tepat mengenai transaksi perdagangan internasional kepada para pegawai DJBC sehingga dapat membantu tugas-tugas mereka di bidang pengawasan dan pelayanan kepabeanan. Materi Modul ini telah disesuaikan dengan perkembangan instrumen pengaturan perdagangan internasional yang terkini sehingga akan memberikan informasi yang up to date pelayaran dan kepelabuhanan. mengenai transaksi perdagangan internasional,

DTSD dan DTSD Kepabeanan da n Cukai

Perdagangan Internasional, Pelayaran, dan Kepelabuhanan

B. KEGIATAN BELAJAR

1. Kegiatan Belajar (KB) 1

ALASAN DAN TEORI PERDAGANGAN INTERNASIONAL


Indikator keberhasilan :

1. Mampu menjelaskan alasan perdagangan internasional. 2. Mampu menjelaskan teori perdagangan internasional.

1.1. Uraian dan contoh.

Belajar tentang perdagangan internasional merupakan hal yang menarik dan selalu up to date untuk pegawai DJBC. Tentu saja sebelum kita belajar teknis perdagangan internasional, terlebih dahulu kita pelajari alasan-alasan beserta teori-teori yang mendasari terjadinya perdagangan internasional.

A.

Alasan Perdagangan Internasional


Adanya perdagangan antar bangsa-bangsa di dunia merupakan suatu

keniscayaan yang tidak dapat dielakkan. Hal ini telah terjadi sejak dahulu kala di berbagai belahan dunia. Suatu negara (kerajaan) yang kelebihan bahan pangan menjualnya ke negara (kerajaan) yang membutuhkan. Negara yang kekurangan bahan pakaian membelinya dari negara yang mampu memproduksi secara massal. Secara ringkas terdapat beberapa alasan terjadinya perdagangan

internasional, yaitu: keterbatasan sumber daya, adanya pegeseran selera dari

DTSD dan DTSD Kepabeanan da n Cukai

Perdagangan Internasional, Pelayaran, dan Kepelabuhanan


masyarakat pada negara tertentu, adanya kemajuan teknologi, serta perbedaan keunggulan antara negara yang satu dengan negara yang lain.

1) Keterbatasan Sumber Daya

Sejarah peradaban manusia menunjukkan bahwa kebutuhan dan keinginan manusia tidak terbatas, namun di sisi yang lain sumber daya yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan tersebut cenderung terbatas. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa tidak ada satupun negara di dunia ini yang mampu mencukupi kebutuhan negaranya tanpa perlu bertransaksi dagang dengan negara yang lain. Contoh keterbatasan sumber daya yang mendorong terjadinya

perdagangan internasional adalah China. Untuk menghidupi penduduknya yang lebih dari satu milyar serta untuk memasok energi untuk industri yang semakin berkembang, China membutuhkan ketersediaan Migas yang tidak sedikit. Mengingat China bukanlah negara dimana secara geografis memiliki cadangan migas yang memadai maka jalan satu-satunya adalah dengan membeli migas tersebut dari negara lain. Jauh sebelum era modern dalam perdagangan internasional saat ini terjadi, banyak negara-negara Eropa yang melakukan perjalanan jauh ke berbagai benua untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakatnya. Kita juga telah mengetahui sebelum era penjajahan di nusantara dilakukan bangsa-bangsa Eropa, mereka pada awalnya berdagang rempah-rempah yang harganya sangat mahal karena terbatasnya produksi di Eropa. Pada fase berikutnya keterbatasan sumber daya ini berkembang menjadi perdagangan untuk mendapatkan kejayaan bangsa. Fakta menunjukkan bahwa perdagangan internasional telah menjadi tulang punggung bagi negara untuk meraih kemakmuran, kesejahteraan dan kekuatan. Hal ini sudah banyak terbukti dalam sejarah perkembangan dunia. Besar dan jayanya negara-negara di dunia tidak terlepas dari keberhasilan dan aktivitas negara-negara tersebut di dalam perdagangan internasional. Coba Anda cari beberapa contoh negara yang memiliki keterbatasan sumber daya sehingga harus mengimpor barang tertentu dari negara lain!

DTSD dan DTSD Kepabeanan da n Cukai

Perdagangan Internasional, Pelayaran, dan Kepelabuhanan


Diskusikan dengan rekan-rekan Anda untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap!

2) Pergeseran Selera

Dunia yang semakin berkembang menuju globalisasi membuat antar warga negara di dunia ini mudah berbagi budaya dan kebiasaan yang berlaku dengan segala produk yang mereka pergunakan. Pertukaran budaya tentu saja dapat menghasilkan pergeseran selera, kemudian pergeseran selera masyarakat menghasilkan keinginan (want) dan kebutuhan (need). Selanjutnya setiap kebutuhan akan mendorong permintaan dan munculnya orang-orang kreatif untuk memenuhi permintaan tersebut. Bukti pergeseran selera mendorong terjadinya perdagangan antar negara sangatlah banyak. Coba kita perhatikan, di pusat-pusat perbelanjaan dan di berbagai gerai makanan dan pakaian di negeri kita. Belum lama suatu model pakaian dipamerkan diluar negeri, pakaian-pakaian tersebut tidak seberapa lama telah tersedia di toko-toko pakaian ternama di dalam negeri. Begitupun dengan makanan cepat saji yang menjadi trend gaya hidup perkotaan, mulai McDonald, PizzaHut, sampai dengan Kentucky Fried Chicken. Makanan-makanan tersebut saat ini telah merubah selera makan masyarakat perkotaan di Indonesia yang semula akrab dengan makanan lokal semisal getuk, pempek mapun kerak telor. Contoh lain adalah demam Black Barry beberapa saat yang lalu, hingga antrian panjang di gerai-gerai handphone terjadi dimana-mana untuk

mendapatkan gaya hidup berponsel ala Presiden Amerika Serikat, Barrac Obama. Semua hal yang tersebut di atas mulai pakaian, makanan, hingga hand phone didatangkan ke Indonesia dari luar negeri karena adanya perubahan selera. Tidak sedikit para pengguna barang-barang tersebut lebih didorong karena faktor gengsi dan status sosial. Perlu dicatat bahwa semua barangbarang tersebut masih diimpor dari luar negeri. Dengan demikian terbukti bahwa pergeseran selera merupakan faktor pentiing terjadinya perdagangan luar negeri.

DTSD dan DTSD Kepabeanan da n Cukai

Perdagangan Internasional, Pelayaran, dan Kepelabuhanan


3) Kemajuan Teknologi

Perdagangan internasional terjadi juga disebabkan adanya kemajuan teknologi diantara negara-negara di dunia. Inggris dan Amerika Serikat pada awal abad 20 unggul dalam penguasaan teknologi utamanya industri tekstil dan transportasi. Hal ini berlangsung sampai berakhirnya Perang Dunia II. Amerika Serikat sebagai pemenang perang cenderung memindahkan teknologi tekstil ke negara-negara yang kalah perang seperti Jepang. Sementara itu Amerika Serikat lebih konsentrasi pada industri otomotif karena lebih menguntungkan. Periode ini berlangsung sampai tahun 1970-an. Selanjutnya Amerika Serikat yang mempunyai banyak temuan-temuan (inovasi-inovasi) di bidang teknologi informasi mengembangkan bisnis di bidang komputer dan teknologi informasi, sementara bisnis otomotif dikembangkan oleh Jepang dan disusul oleh Korea Selatan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa negara maju mengekspor barang-barang teknologi tinggi ke negara yang kurang maju dan mengimpor barang-barang teknologi rendah dari negara-negara kurang maju. Juga dapat dikatakan bahwa negara kurang maju mengekpor barang-barang teknologi rendah dan impor barang-barang teknologi sedang dan tinggi dari negara-negara maju dan lebih maju.

4) Perbedaan Keunggulan Yang Dimiliki Suatu Negara

Alasan berikutnya yang mendasari terjadinya perdagangan internasional adalah karena adanya perbedaan keunggulan antar negara. Pembahasan tentang keunggulan ini selanjutnya dapat Anda pelajari dalam sub bab berikutnya yaitu tentang teori perdagangan internasional yang meliputi teori keunggulan mutlak, teori keunggulan komparatif, dan teori keunggulan kompetitif.

DTSD dan DTSD Kepabeanan da n Cukai

Perdagangan Internasional, Pelayaran, dan Kepelabuhanan


B. Teori Perdagangan Internasional
1) Teori Keunggulan Mutlak.

Teori Keunggulan mutlak dicetuskan oleh Adam Smith. Adam Smith percaya bahwa perdagangan antar negara terjadi karena negara A mempunyai keunggulan mutlak dibandingkan negara B. Keunggulan mutlak negara A ditunjukkan pada biaya buruh (labour cost) yang lebih rendah dibandingkan dengan negara B. Dan dengan catatan bahwa terdapat mobilitas tenaga buruh dari suatu negara ke negara lainnya dan negara tidak ikut turut campur dalam perdagangan internasional. Kritik terhadap theory Adam Smith ialah biaya buruh sebagai satusatunya sebab terjadinya perdagangan internasional adalah tidak tepat. Menurut Adam Smith, keunggulan mutlak berarti kemampuan suatu bangsa untuk memproduksi suatu barang dengan jumlah input yang sama lebih banyak dari pada negara lain (suatu bangsa dapat membeli dari bangsa lain maupun menjual hasil yang berlebih). Di bawah ini terdapat ilustrasi Teori Keunggulan Absolut dalam persaingan sempurna dengan ketentuan biaya transportasi dianggap tidak ada, dimana suatu negara mengkhususkan diri dalam memproduksi barang-barang yang dapat diproduksi dengan lebih efisien (dgn jumlah input sama dalam kurun waktu sama, menghasilkan lebih banyak).

DTSD dan DTSD Kepabeanan da n Cukai

Perdagangan Internasional, Pelayaran, dan Kepelabuhanan


Dari contoh diatas, terlihat saat sebelum adanya spesialisasi, Indonesia yang memiliki keunggulan mutlak pada tekstil dan Nigeria yang unggul mutlak pada kedelai. Dengan adanya keunggulan mutlak tersebut maka terjadi spesialisasi Indonesia pada tekstil dan Nigeria pada kedelai. Selanjutnya hasil produk-produk tersebut akan diperdagangkan sehingga tercapai keuntungan yang optimal.

2) Teori Keunggulan Komparatif

Teori Keunggulan komparatif diberikan oleh David Ricardo, David Ricardo menyatakan bahwa perdagangan internasioanl terjadi karena adanya

keunggulan komparatif suatu negara A dibandingkan dengan negara B. Suatu negara yang memiliki kelemahan absolut dalam memproduksi dua barang dibanding negara lain namun memiliki suatu keunggulan komparatif atau relatif dalam memproduksi barang dimana kelemahan absolutnya berkurang, masih dapat berdagang dengan negara lain. Walaupun suatu bangsa memegang keunggulan absolute dalam produksi dua barang, kedua negara masih dapat berdagang, dengan catatan yang kurang efisien melakukan spesialisasi. Di bawah ini terdapat ilustrasi Teori Keunggulan Komparatif dalam persaingan sempurna dengan ketentuan biaya transportasi dianggap tidak ada. Tabel 2 : Tingkat produksi sebelum spesialisasi

Indonesia tekstil (bal) kedelai (ton) 30 40

Nigeria 60 50

total 90 90

Dari tabel tersebut ditas dapat kita lihat bahwa Nigeria memiliki absolut advantage pada textil dan kedelai, namun Indonesia masih mempunyai relative advantage dalam memproduksi kedelai.

DTSD dan DTSD Kepabeanan da n Cukai

Perdagangan Internasional, Pelayaran, dan Kepelabuhanan


Tabel 3 : Tingkat produksi setelah spesialisasi

Indonesia tekstil (bal) kedelai (ton) 0 80

Nigeria 120 0

total 120 80

Jika masing-masing setuju dengan tingkat penukaran 1 bal tekstil ditukar dengan 1 ton kedelai, masing-masing akan mendapat keuntungan dari pertukaran dan spesialisasi. Nigeria akan mendapatkan 80 tekstil dan 40 kedelai, sedangkan Indonesia mendapatkan 40 tekstil dan 40 kedelai. Nigeria tetap ada kelebihan tekstil, sedangkan Indonesia mendapat tekstil lebih serta kedelai dalam jumlah sama. Maka bila Nigeria menginginkan 20 bal surplus tekstil untuk 20 ton kedelai diperdagangkan dengan negara lain, sehingga menjadi tekstil menjadi 60 dan kedelai 60.

3) Teori Keunggulan Kompetitif

Teori ini disampaikan oleh Michael Porter. Michael Porter menyatakan bahwa suatu negara yang mengandalkan keunggulan komparatif bagi

kepentingan ekonominya tidak memadai untuk meningkatkan kemakmuran bangsanya. Fakta menunjukkan bahwa Jepang, Singapura, Taiwan, Hongkong, Korea Selatan walaupun tidak mempunyai sumber daya alam yang melimpah tetapi lebih baik dibandingkan Indonesia. Hal itu terjadi karena sumber daya manusianya lebih unggul. Dengan demikian sumber keunggulan daya saing (competitive advantage) terletak pada sumber daya manusia yang menguasai teknologi dibidang rekayasa teknik maupun business.

DTSD dan DTSD Kepabeanan da n Cukai

Perdagangan Internasional, Pelayaran, dan Kepelabuhanan


1.2. Latihan 1

1. Sebutkan beberapa contoh negara yang memiliki keterbatasan sumber daya hingga harus mengimpor suatu barang dari negara yang lain! 2. Apa yang Saudara ketahui perihal pergeseran selera dalam

perdagangan, jelaskan! 3. Setiap negara mempunyai keunggulan dengan banyak teori perbedaan keunggulan mendukungnya, coba jelaskan Teori Keunggulan Mutlak (Absolute Advantage) oleh Adam Smith! 4. Jelaskan Teori Keunggulan Komparatif (Comparative Advantage) oleh David Ricardo! 5. Perdagangan internasional juga terjadi karena ada pergeseran teknologi, coba jelaskan dan berikan contohnya!

1.3. Rangkuman

1. Perdagangan

internasional telah

dilaksanakan

sepanjang

sejarah

peradaban manusia. Alasan-alasan terjadinya perdagangan internasional adalah karena keterbatasan sumber daya, adanya pergeseran selera, adanya kemajuan teknologi, dan adanya perbedaan keunggulan antar negara. 2. Keunggulan-keunggulan berbeda yang dimiliki tiap-tiap negara-negara yang ada di dunia menjadi faktor penting dalam perdagangan

internasional. Selanjutnya muncul teori-teori perbedaan keunggulan yang mendukung perdagangan internasional, yaitu : Teori Keunggulan Mutlak (Absolute Advantage) oleh Adam Smith, Teori Keunggulan Komparatif (Comparative Advantage) oleh David Ricardo, dan Teori Keunggulan Kompetitif (Competitive Advantage) oleh Michael Porter.

DTSD dan DTSD Kepabeanan da n Cukai

10

Perdagangan Internasional, Pelayaran, dan Kepelabuhanan


1.4. Formatif Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat! 1. Salah satu alasan terjadinya perdagangan internasional adalah : a. keterbatasan sumber daya. b. adanya tekanan internasional c. mempertahankan eksistensi bangsa d. membangun hubungan internasional 2. Perdagangan antar negara terjadi karena negara A mempunyai keunggulan mutlak dibandingkan negara B, teori tersebut dinyatakan oleh: a. David Ricardo b. Adam Smith c. Michael Porter d. Harry Porter 3. Teori Keunggulan Kompetitif adalah : a. Negara A lebih unggul dari pada negara B dikarenakan negara A mempunyai sumber daya manusia yang handal b. Negara A lebih unggul daripada negara B dikarenakan lebih kaya dengan pendapatan perkapita lebih tinggi c. Negara A lebih unggul daripada negara B dikarenakan negara B kalah bersaing di dunia intenasional d. Negara A tidak lebih baik daripada negara B karena baik sumber daya manusia maupun sumberdaya alamnya tidak mempengaruhi perdagangan internasional 4. Pergeseran teknologi dari negara yang lebih maju ke negara kurang maju adalah sebuah proses dalam perdagangan internasional, oleh sebab itu akan terjadi hal seperti dibawah ini, kecuali : a. Negara maju mengekspor barang-barang teknologi tinggi ke negara kurang maju. b. Negara maju mengekspor barang-barang dengan teknologi

sederhana dan impor barang-barang dengan teknologi rendah dari negara-negara kurang maju. c. Negara kurang maju mengekpor barang-barang teknologi sedang dan impor barang-barang teknologi tinggi dari negara maju.

DTSD dan DTSD Kepabeanan da n Cukai

11

Perdagangan Internasional, Pelayaran, dan Kepelabuhanan


d. Negara maju dan negara kurang maju saling bersaing dengan menggunakan teknologi tinggi untuk mendapatkan keuntungan dalam perdagangan internasional. 5. Yang tidak termasuk alasan terjadinya perdagangan internasional adalah : a. kemajuan teknologi. b. keunggulan kompetitif. c. keunggulan komparatif. d. berkembangnya ilmu pengetahuan. 6. Teori Keunggulan Kompetitif (Competitive Advantage) dalam

perdagangan internasional dirumuskan oleh : a. Michael Porter b. Adam Smith c. David Ricardo d. Jhon M Keynes 7. Meskipun ada suatu negara yang memegang keunggulan mutlak dalam produksi dua barang, antar negara masih dapat berdagang melakukan spesialisasi. Prinsip ini termasuk konsep perdagangan internasional dengan menggunakan dasar keunggulan : a. absolut b. relatif c. komparatif d. kompetitif 8. Fenomena black barry yang laku keras di pasaran dalam negeri merupakan contoh alasan terjadinya perdagangan internasional berupa : a. kemajuan teknologi. b. keterbatasan sumber daya c. pergeseran selera d. keunggulan komparatif. 9. Data menunjukkan mobil-mobil produk Jepang paling laku di pasaran dibandingkan produk negara-negara lain. Hal ini disebabkan kendaraan tersebut relatif memiliki mesin yang kuat, nyaman, dan harganya cukup

DTSD dan DTSD Kepabeanan da n Cukai

12

Perdagangan Internasional, Pelayaran, dan Kepelabuhanan


murah. Berdasarkan uraian tersebut alasan yang paling tepat terjadinya perdagangan mobil Jepang adalah : a. kemajuan teknologi. b. keunggulan kompetitif c. pergeseran selera d. keunggulan komparatif. 10. Bilamana menurut analisis biaya, Indonesia lebih efisien mengimpor gula dan mengekspor tekstil, maka berdasarkan pernyataan tersebut alasan yang paling tepat terjadinya perdagangan internasional adalah : a. kemajuan teknologi. b. keunggulan kompetitif c. pergeseran selera d. keunggulan komparatif. 11. Bilamana Amerika Serikat mengalihkan produksi otomotifnya ke negara dan berkonsentrasi ke Teknologi Informasi merupakan wujud dari alasan perdagangan internasional berupa : a. kemajuan teknologi. b. keunggulan kompetitif c. pergeseran selera d. keunggulan komparatif. 12. Keterbatasan sumber daya merupakan salah satu alasan terjadinya perdagangan internasional. Berikut ini merupakan manfaat dari terpenuhinya keterbatasan ini kecuali : a. b. c. d. mendukung kekuatan bangsa. memperkuat hubungan internasional tercapainya kesejahteraan bangsa tercapainya kemakmuran bangsa

13. Manakah pernyataan berikut ini yang tepat untuk teori perdagangan internasional berdasarkan keunggulan kompetitif : a. sumber keunggulan daya saing terletak pada sumber daya manusia yang menguasai teknologi dibidang rekayasa teknik b. sumber keunggulan daya saing terletak pada keunggulan di bidang keuangan

DTSD dan DTSD Kepabeanan da n Cukai

13

Perdagangan Internasional, Pelayaran, dan Kepelabuhanan


c. sumber keunggulan daya saing terletak pada keunggulan di bidang penyediaan bahan baku d. sumber keunggulan daya saing terletak pada keunggulan di bidang sarana dan prasarana 14. Manakah pernyataan berikut ini yang tepat untuk teori perdagangan internasional berdasarkan keunggulan mutlak : a. sumber keunggulan daya saing terletak pada sumber daya manusia yang menguasai teknologi dibidang rekayasa teknik b. sumber keunggulan daya saing terletak pada keunggulan di bidang keuangan c. sumber keunggulan daya saing terletak pada keunggulan di bidang penyediaan bahan baku d. sumber keunggulan daya saing terletak pada keunggulan di bidang sarana dan prasarana 15. Manakah pernyataan berikut ini yang tepat untuk teori perdagangan internasional berdasarkan keunggulan komparatif : a. dengan spesialisasi dua negara masih dapat berdagang meskipun ada yang memegang keunggulan absolute dalam produksi dua barang. b. sumber keunggulan daya saing terletak pada keunggulan di bidang keuangan c. sumber keunggulan daya saing terletak pada keunggulan di bidang penyediaan bahan baku d. sumber keunggulan daya saing terletak pada keunggulan di bidang sarana dan prasarana

DTSD dan DTSD Kepabeanan da n Cukai

14

Perdagangan Internasional, Pelayaran, dan Kepelabuhanan


1.5 Umpan Balik dan Tindak Lanjut

Coba cocokkan hasil jawaban Anda dengan kunci jawaban yang telah disediakan. Hitunglah jawaban Anda yang benar, kemudian gunakan rumus untuk mengetahui tingkat pemahaman Anda terhadap materi pada kegiatan belajar ini. Perhatikan dan cocokan hasil jawaban Anda dengan kualifikasi hasil belajar yang telah terinci sebagaimana rumus dibawah ini. TP = Jumlah Jawaban Yang Benar X 100% Jumlah keseluruhan Soal Apabila tingkat pemahaman (TP) Anda dalam memahami materi yang sudah dipelajari mencapai:

91 % 81 % 71 % 61 % 0%

s.d s.d. s.d. s.d. s.d.

100 % 90,00 % 80,99 % 70,99 % 60 %

: : : : :

Sangat Baik Baik Cukup Kurang Sangat Kurang

Bila hasil perhitungan Anda telah mencapai 81 % atau lebih, maka Anda telah menguasai materi kegiatan belajar 1 ini dengan baik. Untuk selanjutnya Anda dapat melanjutkan kegiatan belajar berikutnya.

DTSD dan DTSD Kepabeanan da n Cukai

15

Perdagangan Internasional, Pelayaran, dan Kepelabuhanan


2. Kegiatan Belajar (KB) 2

MEKANISME TRANSAKSI PERDAGANGAN INTERNASIONAL


Indikator keberhasilan : 1. Mampu menjelaskan mekanisme kontrak perdagangan. 2. Mampu menjelaskan terminologi penyerahan barang. 3. Mampu menjelaskan mekanisme pembayaran.

2.1. Uraian dan contoh

A.

Mekanisme Kontrak Perdagangan Internasional


Sales contract adalah kesepakatan yang

dibuat oleh dua pihak atau lebih untuk melakukan transaksi perdagangan yang dilandasi oleh

prinsip-prinsip hukum yang disepakati bersama. Kontrak perdagangan internasional pada hakekatnya merupakan perjanjian yang dibuat oleh pihak penjual (seller) dan pihak pembeli (buyer). Dua pihak itulah yang menjadi pelaku utama dalam perjanjian sales contract dan secara tegas namanya tercantum dalam sales contract. Dalam praktek yang sesungguhnya, perjanjian perdagangan tersebut tidak hanya melibatkan kedua pihak tersebut, namun banyak pihak-pihak lain yang terkait dalam transaksi perdagangan internasional tersebut. Dalam skema berikut diperlihatkan pihak-pihak yang terkait dengan proses transaksi perdagangan internasional, baik yang terkait secara langsung dengan kontrak perdagangan (sales contract) maupun pihak yang berkepentingan terhadap mekanisme perdagangan secara keseluruhan.

DTSD dan DTSD Kepabeanan da n Cukai

16

Perdagangan Internasional, Pelayaran, dan Kepelabuhanan


Gambar 2.1. Alur Proses Transaksi Perdagangan Internasional

1)

Eksportir Dalam kontrak perdagangan internasional eksportir bertindak sebagai penjual (Seller) yang memiliki barang-barang untuk dijual kepada importir. Eksportir sering kali hanya bertindak sebagai perantara penjualan atau sebagai kepanjangan tangan dari produsen barang sesunguhnya.

2)

Importir Dalam kontrak perdagangan internasional, importir bertindak sebagai pembeli (buyer) yang akan membayar sejumlah nilai tertentu kepada penjual. Importir memiliki resiko dan tanggung jawab yang besar terhadap barang yang dipesan, baik resiko kerugian, kerusakan, keterlambatan, termasuk resiko penipuan dan manipulasi. Tanggung jawab importir tidak hanya menyangkut barang yang dipesannya sendiri tetapi juga termasuk barang-barang yang diimpor atas dasar perjanjian indent dengan pihak indentor di dalam negeri. Untuk itu, importir harus berhati-hati dalam membuka kontrak perdagangan, memilih partner dagang di luar negeri serta menilai indentor.

DTSD dan DTSD Kepabeanan da n Cukai

17

Perdagangan Internasional, Pelayaran, dan Kepelabuhanan


3) Indentor Dalam kondisi-kondisi tertentu, ada peminat yang bukan berstatus

importir yang melakukan pemesanan kepada importir terhadap suatu produk dari luar negeri. Pihak yang melakukan pemesanan kepada importir tersebut lazim disebut sebagai pihak indentor. 4) Pendukung Untuk menciptakan transaksi perdagangan internasional tidak cukup hanya melibatkan eksportir dan importir saja. Peran pihak-pihak pendukung sangat menentukan kesuksesan suatu transaksi perdagangan internasional. Yang termasuk dalam kelompok pendukung, antara lain adalah: Bank-bank devisa, yaitu kelompok pendukung perdagangan

internasional yang berkaitan dengan pemberian jasa pembayaran, perkreditan, jaminan dan transaksi keuangan lainnya. Badan usaha transportasi, yaitu pihak yang berkepentingan terhadap pengangkutan barang-barang dalam rangka transaksi perdagangan internasional. Maskapai pelayaran, yaitu agen-agen kapal (pengangkut) yang mewakili kepentingan pemilik angkutan. Saat ini sebagian besar transaksi perdagangan internasinal diangkut melalui jalur laut Perusahaan asuransi, yaitu pihak-pihak yang menjamin resiko atas pengangkutan barang dari pihak penjual hingga diterima oleh pihak pembeli. Surveyor, yaitu pihak ketiga yang bersifat netral dan obyektif yang

dapat memberikan kesaksian atas mutu, jenis, kuantitas, keaslian, kondisi, harga dan lain sebagainya. Sertifikat yang dikeluarkan oleh Surveyor akan menguatkan posisi eksportir dan juga akan menambah nilai jual dari barang-barang yang diperdagangkan. Otoritas kepabeanan, yaitu institusi pemerintah yang bertugas menjaga kepentingan masayarkat suatu negara serta berkepentingan terhadap pemungutan pajak-pajak dalam rangka perdagangan ekspor-impor.

DTSD dan DTSD Kepabeanan da n Cukai

18

Perdagangan Internasional, Pelayaran, dan Kepelabuhanan


Penyusunan Sales Contract

Secara sederhana, rangkaian proses negoisasi antara penjual dan pembeli yang dilaksanakan melalui proses korespondensi diilustrasikan dalam Gambar 2.2 sebagai berikut: Gambar 1.2 Alur Proses Terjadinya Sales Contract

Sales contract yang disepakati oleh penjual dan pembeli umumnya berisi nama dan alamat eksportir dan importir, deskripsi dan spesifikasi barang, mekanisme dan instruksi pembayaran, mekanisme pengapalan dan penyerahan barang, penutupan asuransi, dan beberapa persyaratan lain sebagai ketentuan tambahan.

B.

Terminologi Penyerahan Barang


Salah satu produk International Chamber of Commerce (ICC) yang

digunakan sebagai acuan

mengenai syarat penyerahan

barang dalam

penyusunan kontrak perdagangan adalah incoterms. Saat ini edisi terakhir incoterms sudah mencapai versi tahun 2000 (incoterms 2000). Hal-hal yang

DTSD dan DTSD Kepabeanan da n Cukai

19

Perdagangan Internasional, Pelayaran, dan Kepelabuhanan


diatur dalam incoterms antara lain mengenai syarat penyerahan barang dari penjual kepada pembeli, pembagian resiko antara penjual dan pembeli, dan tanggung jawab dalam perolehan izin ekspor-impor. Sebelum kita membahas lebih jauh mengenai syarat-syarat incoterms, satu hal yang perlu dipahami bahwa ruang lingkup incoterms terbatas pada hal-hal yang berkaitan dengan hak dan kewajiban penjual dan pembeli terhadap sales contract dan hanya barang-barang yang bersifat nyata (tangible). Dengan demikian syarat penyerahan barang terhadap barang-barang yang sifatnya tidak berwujud (intangible) seperti software komputer, merk dagang, hak kekayaan intelektual, dan sebagainya, tidak termasuk dalam cakupan incoterms. Untuk memudahkan pengertian, struktur incoterms 2000 sekarang ini dibagi menjadi empat kategori, dengan jumlah terms sebanyak 13 macam, yaitu : Kelompok Terms E Lokasi eksportir (EXW) Kelompok Terms F - Angkutan utama belum dibayar (FCA, FAS, FOB) Kelompok Terms C - Angkutan utama telah dibayar (CFR, CIF, CPT, CIP) Kelompok Terms D - Sampai tujuan (DAF, DES, DEQ, DDU, DDP) Pada bagian berikut, akan kami sampaikan penjelasan mengenai pengertian masing-masing syarat penyerahan barang sesuai yang diatur di dalam ketentuan incoterms 2000 (ICC, 2000). 1) Kelompok E, Ex Works Pengertian terms exworks adalah penyerahan yang dilaksanakan di suatu tempat milik eksportir atau di negara asal barang (pabrik, gudang, dan lain-lain). Kewajiban dan resiko yang timbul setelah penyerahan tersebut, misal: stuffing ke sarana pengangkut, pengangkutan ke

pelabuhan, pengurusan formalitas ekspor, biaya tambang, dan sebagainya sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembeli. 2) Kelompok F, angkutan utama belum dibayar CFCA-Free Carrier Free carrier berarti bahwa penjual menyerahkan barang kepada pengangkut dalam keadaan sudah mendapat ijin ekspor, ditempat yang ditunjuk oleh pembeli. Pemilihan kondisi penyerahan FCA mempunyai dampak bahwa : kewajiban penjual dianggap selesai apabila barang selesai dibongkar di terminal yang ditunjuk pembeli;

DTSD dan DTSD Kepabeanan da n Cukai

20

Perdagangan Internasional, Pelayaran, dan Kepelabuhanan


apabila tempat penyerahan ditempat penjual, maka kewajiban penjual dianggap selesai apabila barang telah dimuat ke atas kendaraan yang disediakan oleh pembeli; atau penyerahan dianggap selesai apabila barang telah ditempatkan ke dalam kewenangan pembeli dalam keadaan belum dibongkar. FAS-Free Alongside Ship. Free alongside Ship berarti penjual wajib menanggung biaya dan resiko sampai dengan penyerahan barang di samping kapal di pelabuhan pengapalan, dalam keadaan sudah mendapat ijin ekspor. Dengan

demikian titik kritis peralihan resiko terjadi di pelabuhan pengapalan ketika barang telah diserahterimakan. Terms ini hanya dapat dipakai untuk angkutan laut dan sungai saja. FOB Free on Board Free on Board berarti penjual wajib menanggung biaya dan resiko sampai dengan barang melewati batas pagar kapal (on board) di pelabuhan pengapalan, dalam keadaan sudah mendapat ijin ekspor. Dengan

demikian resiko telah beralih dari penjual kepada pembeli pada saat barang melewati pagar kapal (when the goods passed the ships rail). Syarat penyerahan FOB hanya dipakai untuk pengangkutan laut dan sungai saja. 3) Kelompok C Angkutan Utama dibayar. Kelompok term C secara umum memberikan pengertian bahwa biayabiaya angkutan utama telah diselesaikan pembayarannya oleh pihak eksportir. Dalam terms ini terdapat 2 titik kritis yang harus dipahami. Pertama, titik yang menunjukkan sampai dimana penjual wajib

menanggung semua biaya pengangkutan. Titik kritis berikutnya adalah titik dimana resiko beralih dari penjual kepada pembeli. Ciri khas yang dapat ditemui pada dokumen bill of lading atas transaksi yang menggunakan kelompok terms C adalah klausul pembayaran yang menyebutkan freight prepaid. CFR Cost and Freight Cost and Freght berarti bahwa penjual menyerahkan barang setelah barang melewati batas pagar kapal di pelabuhan pengapalan dalam keadaan sudah mendapat ijin ekspor, tetapi biaya pengangkutan sampai ke pelabuhan tujuan tetap menjadi kewajiban penjual. Titik pertanggungan

DTSD dan DTSD Kepabeanan da n Cukai

21

Perdagangan Internasional, Pelayaran, dan Kepelabuhanan


biaya oleh eksportir adalah sampai dengan pembayaran ongkos angkut. Titik kritis resiko beralih dari penjual kepada pembeli sejak barang melewati batas pagar kapal (on board) di pelabuhan pemuatan. Syarat ini hanya dipakai untuk jenis pengangkut yang melalui laut dan sungai. CIF Cost Insurance and freight Pada terms CIF, kewajiban penjual sama dengan term CFR ditambah dengan kewajiban membayar asuransi pengangkutan. Term ini hanya dipakai untuk angkutan laut dan sungai saja. CPT-Carriage Paid to Pengertian terms ini adalah ketika pengangkutan atas barang ekspor menggunakan lebih dari satu alat transportasi (multi moda). Untuk itu penjual akan menanggung seluruh biaya pengangkutan dan menentukan sendiri pengangkut yang akan membawa barang-barang hingga sampai di suatu tempat tujuan di negara importir. CIP-Carriage and Insurance paid to Pada terms ini, kewajiban penjual pada dasarnya sama dengan terms CPT hanya saja ditambah dengan kewajiban menutup asuransi pengangkutan. Dengan demikian penjual akan menanggung biaya pengangkutan termasuk menutup asuransi sampai dengan tempat tujuan di negara importir. 4) Kelompok D, Pengangkutan Sampai di Tujuan Kelompok terms ini mengandung pengertian bahwa kewajiban

menanggung biaya yang timbul dan titik kritis perpindahan resiko adalah sampai dengan suatu tempat di negara importir. Resiko dan beban biaya yang harus ditanggung penjual dalam terms ini adalah yang paling besar. DAF-Delivered at Frontier Delivered at Frontier berarti bahwa perpindahan resiko dari penjual kepada pembeli dilakukan di suatu tempat yang termasuk wilayah perbatasan, namun belum termasuk daerah pabean negara pembeli, dalam kondisi belum dibongkar. Istilah frontierdipakai untuk menunjuk suatu wilayah perbatasan, oleh karenanya dalam kontrak harus disebutkan secara tegas tempat tersebut.

DTSD dan DTSD Kepabeanan da n Cukai

22

Perdagangan Internasional, Pelayaran, dan Kepelabuhanan


DES - Delivered ex Ship Delivered ex Ship berarti bahwa penjual menyerahkan barang bila telah ditempatkan ke dalam kewenangan pembeli, diatas kapal , sudah diurus formalitas ekspor, namun belum diurus formalitas impornya. Penjual menanggung semua biaya dan resiko sampai saat penyerahan sebelum dibongkar. Term ini dapat dipakai untuk alat angkut laut, atau multi moda, sepanjang penyerahannya di atas kapal di pelabuhan tujuan. DEQ - Delivered ex Quay. Delivered ex Quay berarti bahwa penjual menyerahkan barang apabila telah ditempatkan kewenangan pembeli, diatas dermaga, telah diurus formalitas ekspor, namun belum diurus formalitas impornya. Penjual menanggung semua biaya dan resiko sampai dengan saat penyerahan di atas dermaga. Term ini dipakai untuk angkutan melalui laut atau multi moda sepanjang penyerahan barang di atas dermaga. DDU - Delivered Duty Unpaid Delivered Duty Unpaid berarti bahwa penjual menyerahkan barang kepada pembeli, di suatu tempat yang ditunjuk pembeli dalam wilayah kewenangan pembeli. Kondisi penyerahannya adalah belum diurus formalitas kepabeanannya, barang belum dibongkar dan alat angkut baru datang di tempat tujuan tersebut. Penjual menanggung semua biaya dan resiko sampai dengan saat penyerahan. Terms ini dapat dipakai untuk segala jenis angkutan. DDP - Delivered Duty Paid Syarat penyerahan barang untuk term ini berarti bahwa penjual harus menyerahkan barang kepada pembeli di suatu tempat yang ditunjuk pembeli dan berada di wilayah kewenangan pembeli dengan kondisi seluruh formalitas kepabeanan telah diselesaikan (door to door service).

DTSD dan DTSD Kepabeanan da n Cukai

23

Perdagangan Internasional, Pelayaran, dan Kepelabuhanan


C.
1)

Mekanisme Pembayaran
Metode Pembayaran Non Letter of Credit Dalam pelaksanaan mekanisme pembayaran transaksi perdagangan internasional, secara umum dibedakan menjadi 2 metode, yaitu dengan metode non letter of credit dan metode letter of credit. Masing-masing metode pembayaran tersebut memiliki ragam dan variasi masing-masing. Pada bagian awal kegiatan belajar 3, akan kami uraikan beberapa metode pembayaran non letter of credit yang paling umum digunakan oleh para pelaku perdagangan internasional.

Advance Payment (Pembayaran Dimuka) Dalam metode pembayaran advance payment, pembeli terlebih dahulu melakukan pembayaran baik sebagian atau seluruhnya, sebelum barang yang dipesan dikapalkan oleh penjual. Pembayaran dapat dilakukan bersama-sama dengan surat pesanan (purchasing order) atau menunggu kepastian bahwa barang telah dikapalkan oleh eksportir. Kondisi pembayaran dengan cara ini dilakukan ketika posisi tawar penjual lebih besar dibandingkan posisi pembeli, atau dengan kata lain pembeli sangat membutuhkan barang yang dipesan. Kondisi lainnya adalah ketika eksportir belum mengenal importir dengan baik atau bonafiditas importir diragukan oleh eksportir. Pada umumnya metode pembayaran dengan cara advance payment dilakukan untuk jumlah transaksi perdagangan yang nilainya tidak terlalu besar. Menurut Reksoprajitno (1983) cara pembayaran dengan metode ini memiliki beberapa kelemahan, antara lain: Posisi importir sangat lemah dan akan menanggung biaya kapital untuk modal yang ditanam dalam bentuk barang yang dipesan CImportir harus menanggung beberapa resiko, yaitu resiko tidak sesuainya barang yang dipesan, resiko keterlambatan diterimanya barang, dan yang lebih parah adalah resiko kerugian akibat eksportir yang tidak jujur.

DTSD dan DTSD Kepabeanan da n Cukai

24

Perdagangan Internasional, Pelayaran, dan Kepelabuhanan


Dalam praktek perdagangan umumnya, metode advance payment dapat saja menggunakan instrumen-instrumen pembayaran yang

dikeluarkan pihak bank. Beberapa diantaranya dapat disebutkan sebagai berikut (Reksoprajitno, 1983): Wesel atas unjuk (sight draft), yaitu sejenis surat perintah yang dibuat oleh bank domestik yang ditujukan kepada bank koresponden di negara penjual untuk

membayar sejumlah uang tertentu sebagaimana yang disebutkan dalam wesel tersebut. International Money Order, prinsip-prinsip pembayaran yang diterapkan hampir mirip dengan sight draft namun letak perbedaannya ada pada kewajiban untuk memiliki saldo account pada bank korespondensi. Pada banker sight draft, maka bank yang akan menarik surat wesel harus memiliki saldo account pada bank yang bertindak sebagai drawer. Pada money

order, keharusan memiliki saldo pada bank korespondensi tidak diperlukan. Traveler check, yaitu instrumen pembayaran sejenis wesel yang diterbitkan oleh suatu bank yang memerintahkan pihak bank tersebut untuk

memberikan pembayaran kepada sesorang yang menunjukan checks tersebut. Personal Checks, yaitu check yang dikeluarkan oleh individu-individu yang memiliki saldo account di salah satu bank international. Uang Logam atau Uang Kertas, cara pembayaran perdagangan dengan menggunakan metode pembayaran tunai secara langsung ini sangat jarang terjadi.

Umumnya yang menggunakan pembayaran dengan mata uang hanyalah wisatawan-wisatawan internasional . Telegraphic Transfer (T/T), prinsip-prinsip pembayarannya hampir mirip dengan wesel namun letak perbedaannya hanya pada media penyampaian berita yang digunakanakan. Untuk T/T, media penyampaian berita yang digunakan

DTSD dan DTSD Kepabeanan da n Cukai

25

Perdagangan Internasional, Pelayaran, dan Kepelabuhanan


oleh bank adalah media telex atau kawat sedangkan media penyampaian wesel umumnya menggunakan jasa kiriman pos. Tentunya eksportir lebih menyukai cara pembayaran menggunakan T/T dibanding wesel karena jangka waktu penerimaan berita

pembayaran akan jauh lebih cepat.

Open Account (pembayaran di belakang) Metode pembayaran ini kurang lebih merupakan kebalikan dari metode advance payment, artinya bahwa penjual mengapalkan terlebih dahulu barang yang dipesan oleh pembeli sebelum pembayaran baik sebagian atau keseluruhan diterima oleh penjual. Dalam konteks lain, metode open account dapat diartikan lain bahwa penjual dan pembeli bersepakat mengenai penyelesaian proses pembayaran atas transaksi perdagangan internasional akan dilaksankan oleh pembeli pada tanggal yang ditetapkan melalui jasa bank. Dalam posisi ini, maka tingkat resiko yang paling besar harus ditanggung oleh penjual dan tidak ada jaminan yang pasti apakah pembeli akan menepati janjinya.

Consigment (Konsinyasi) Sama halnya dengan praktek konsinyasi dalam pengertian umum, maka pengertian consignment dalam metode pembayaran perdagangan

internasional mengandung pengertian bahwa barang yang diperdagangkan masih berstatus milik eksportir dan sifatnya hanya dititipkan kepada importir untuk dipasarkan di negara importir. Pembayaran sesungguhnya terhadap barang yang dikirim eksportir akan dilaksankan setelah barang yang bersangkutan laku terjual.

Collection Pengertian collection dalam pembayaran perdagangan internasional adalah metode pembayaran dengan cara menitipkan dokumen komersial atau dokumen keuangan kepada pihak bank yang selanjutnya akan melakukan penagihan kepada importir di luar negeri. Ada 2 jenis metode collection yang digunakan dalam praktek perdagangan, yaitu :

DTSD dan DTSD Kepabeanan da n Cukai

26

Perdagangan Internasional, Pelayaran, dan Kepelabuhanan


1) Documentary collection, untuk cara ini eksportir akan menyerahkan dokumen komersial (commercial invoice dan bill of lading) dan dokumen keuangan (bill of exchange/draft, promissory notes,

cheques, atau instrumen sejenis) segera setelah barang dikirim atau dikapalkan. 2) Clean collection, untuk cara ini eksportir hanya akan menyerahkan dokumen keuangan tanpa disertai dokumen komersial.

2)

Metode Pembayaran dengan Letter of Credit Metode pembayaran dengan Letter of Credit (L/C) merupakan metode yang paling sering digunakan oleh pelaku perdagangan internasional terutama dalam hal eksportir dan importir tidak saling mengenal sehingga kepentingan masing-masing dapat terjamin.. Dalam transaksi perdagangan internasional, importir membutuhkan kepastian dan jaminan mengenai kualitas dan kuantitas barang yang akan diterima, sedangkan eksportir membutuhkan kepastian dan jaminan bahwa pembayaran akan diterima sesuai dengan kesepakatan kontrak

perdagangan. Dasar pemikiran inilah yang melatarbelakangi penyusunan L/C oleh para praktisi perdagangan yaitu dalam rangka memberikan kepastian dan jaminan atas transaksi perdagangan yang dilakukan. Pengertian L/C menurut Ginting (2007) adalah janji membayar dari bank penerbit (issuing bank) kepada eksportir (beneficiary) sebesar nilai yang tercantum dalam dokumen L/C sepanjang eksportir memenuhi persyaratan L/C. Persyaratan yang dimaksud adalah pemenuhan dokumen-dokumen yang dinyatakan dalam L/C baik secara fisik maupun isi dokumen. Pihakpihak yang terlibat dalam pelaksanaan L/C adalah eksportir, importir, bank penerbit, dan bank koresponden, namun harus dipahami bahwa klausul kontrak L/C adalah kontrak antara bank penerbit (issuing bank) dengan eksportir (beneficiary).

Mekanisme Letter of Credit Gambar 2.2 berikut memberikan gambaran umum proses penerbitan kontrak L/C dan kedudukannya dalam sales contract.

DTSD dan DTSD Kepabeanan da n Cukai

27

Perdagangan Internasional, Pelayaran, dan Kepelabuhanan

Gambar 2.2 Mekanisme Leter of Credit

Pihak-Pihak Yang Terlibat dalam Kontrak L/C Pihak-pihak yang secara langsung memiliki peran dan tanggung jawab dalam suatu transaksi L/C baik yang secara tegas ditunjuk dalam kontrak L/C maupun yang tidak disebutkan dalam L/C, adalah sebagai berikut (Hutabarat, 1994): 1) Applicant, yaitu pihak yang membuka kontrak L/C kepada bank penerbit. Dalam kontrak perdagangan applicant bertindak sebagai pembeli atau importir. 2) Beneficiary, yaitu pihak yang akan menerima keuntungan atau pembayaran atas pembukaan kontrak L/C. Kedudukan beneficiary dalam sales contract adalah sebagai penjual atau eksportir. 3) Issuing bank, adalah bank di negara importir yang menerbitkan L/C atas permohonan applicant. 4) Advising bank, yaitu bank di negara eksportir yang meneruskan atau memberitahukan dan juga menegaskan kebenaran pembukaan L/C kepada beneficiary. Selain proses advisi, bank ini dapat juga bertindak sebagai paying bank, sepanjang mendapat penunjukan dari issuing bank.

DTSD dan DTSD Kepabeanan da n Cukai

28

Perdagangan Internasional, Pelayaran, dan Kepelabuhanan


5) Confirming bank, yaitu bank yang menegaskan dan memberikan jaminan pembayaran atas suatu kontrak L/C. Apabila importir atau issuing bank tidak dapat melakukan pembayaran, maka confirming banklah yang akan menanggung pembayaran. 6) Paying bank, yaitu bank yang namanya disebutkan secara tegas dalam kontrak L/C sebagai bank yang akan melakukan pembayaran. 7) Negotiating bank, yaitu bank yang menyetujui untuk membeli wesel (draft) dari beneficiary dengan segera. Biasanya bank tersebut tidak disebutkan dalam kontrak L/C, namun khusus untuk L/C yang memiliki klausul negotiable, maka negosiasi atas dokumen yang dipersyaratkan dalam L/C dapat dilakukan kepada bank lain di luar advising atau paying bank. Selanjutnya, bank tersebutlah yang akan menarik pembayaran (reimburse) dari issuing bank. 8) Reimbursing bank, yaitu bank yang menagih kembali (reimburse) kepada issuing bank atas pembayaran yang dilakukannya kepada beneficiary . Kondisi ini terjadi apabila antar bank penerbit dan bank pembayar tidak memiliki akses rekening, sehingga atas pembayaran L/C dilakukan oleh bank ketiga. Bank ketiga inilah yang selanjutnya melakukan proses reimburse.

D.

Dokumen-dokumen dalam perdagangan internasional

1) Invoice Dokumen komersial perdagangan yang utama adalah invoice yang berfungsi sebagai perwujudan transaksi jual beli antar eksportir dan importir. Berdasarkan invoice dapat diketahui berapa harga yang harus dibayar oleh importir dan apa jenis barang serta berapa jumlah barang yang harus diserahkan oleh eksportir. Secara umum sesuai kegunaannya invoice dibedakan menjadi 3 jenis. Bentuk fisik dari ketiga jenis invoice ini dapat anda lihat pada bagian lampiran di halaman belakang Modul ini.

Proforma invoice Sesuai dengan namanya proforma invoice adalah suatu bentuk invoice yang sifatnya belum final, hanya berupa penawaran dari penjual kepada

DTSD dan DTSD Kepabeanan da n Cukai

29

Perdagangan Internasional, Pelayaran, dan Kepelabuhanan


pembeli yang potensial. Tujuan dikeluarkannya proforma invoice adalah sebagai tawaran (offer) dari penjual kepada pembeli untuk menempatkan order yang pasti. Apabila pembeli setuju dengan syarat-syarat jual-beli yang diajukan dalam proforma invoice maka akan dikeluarkan sales contract yang pasti disertai dengan commercial invoice yang bersifat final.

Commercial invoice Commercial invoice adalah suatu nota perincian mengenai data-data barang yang ditransaksikan dan juga memuat informasi mengenai harga yang harus dibayar oleh pihak pembeli.

Consular Invoice Invoice jenis seperti ini adalah invoive yang secara khusus diterbitkan oleh instansi resmi kedutaan atau konsuler suatu negara. Dalam beberapa negara, invoice tetap diterbitkan oleh eksportir namun harus ditandasahkan oleh konsuler perdagangan di negara eksportir. Tujuan utama penerbitan consular invoice adalah untuk memeriksa harga jual dibandingkan dengan harga pasar yang sedang berlaku dan untuk memastikan bahwa tidak terjadi dumping terhadap barang yang ditransaksikan. Ketentuan untuk menerbitkan consulir invoice adalah kebijakan yang diambil oleh beberapa pemerintah di negara importir, sebagaimana pernah diterapkan oleh pemerintah Indonesia sebelum berlakunya (Hutabarat, 1994). Inpres No.4 Tahun 1985

2) Daftar Pengepakan (Packing List) Salah satu dokumen kelengkapan yang paling sering dipersyaratkan baik oleh pihak pembeli maupun oleh institusi kepabeanan di setiap negara adalah packing list barang. Dokumen ini berisi keterangan mengenai uraian dari barang-barang yang dikemas, dibungkus, diikat dan sebagainya yang tujuannya adalah mempermudah pengecekan atau pemeriksaan. Dengan diterbitkannya packing list maka akan mempermudah dan mempercepat proses pemeriksaan fisik barang oleh pejabat kepabeanan, oleh karena masing-masing kemasan telah diuraikan secara lengkap jumlah dan jenis barang yang ada di dalamnya.

DTSD dan DTSD Kepabeanan da n Cukai

30

Perdagangan Internasional, Pelayaran, dan Kepelabuhanan


3) Polis Asuransi (Insurance Policy) Polis asuransi adalah suatu bentuk bukti tertulis atas pembayaran premi untuk menutup pertanggungan resiko terhadap sejumlah barang yang diangkut dengan kapal dan secara tegas dinyatakan dalam kontrak pertanggungan resiko. Polis asuransi diterbitkan oleh Perusahaan asuransi kepada pihak yang mengajukan asuransi (tertanggung) walaupun dalam kontrak asuransi dapat pula ditunjuk pihak yang akan menerima manfaat atas klaim asuransi yang diajukan. Berdasarkan penggunaannya, polis asuransi ini dapat dipakai untuk menutup pertanggungan satu kali pengapalan (close policy), atau dapat pula diterbitkan polis asuransi yang sifatnya terbuka untuk beberapa kali pengapalan (open policy). Istilah open disini adalah tanggal jatuh tempo pertanggungan yang dibuat secara terbuka sehingga dapat menutup pertanggungan terhadap pengapalan barang secara berulang-ulang. Setiap ada kegiatan pengapalan, maka pihak tertanggung akan mengontak perusahaan asuransi dalam rangka pembayaran premi.

Sertifikat Asuransi (Insurance certificate) Sertifikat asuransi adalah surat keterangan yang dikeluarkan oleh perusahaan asuransi yang isinya adalah pernyataan bahwa terhadap pengapalan barang telah dilakukan penutupan asuransinya secara open policy. Jadi untuk kontrak asuransi yang sifatnya terbuka atau dapat dipakai berulang kali (open policy) maka atas setiap pengapalan dikeluarkan sertifikat asuransi, sedangkan polis asuransi tetap berada di tangan tertanggung karena diperlukan untuk pengapalan-pengapalan berikutnya.

4) Surat Keterangan Asal (certificate of origin) Sertifikat ini dikeluarkan oleh surveyor tertentu yang isinya adalah pernyataan dan sekaligus dokumen pembuktian bahwa asal barang benarbenar dari negara/lokasi yang dinyatakan dalam sertifikat. Tujuan utama penerbitan surat keterangan asal (SKA) ini adalah dalam rangka memenuhi persyaratan pemberlakuan tarif preferensi di suatu negara berdasarkan kesepakatan bilateral, multilateral ataupu unilateral (SKA-preferensi)

DTSD dan DTSD Kepabeanan da n Cukai

31

Perdagangan Internasional, Pelayaran, dan Kepelabuhanan


ataupun oleh karena adanya ketentuan-ketentuan tertentu di suatu negara (SKA-non preferensi). Untuk konteks Indonesia, maka dokumen surat keterangan asal merupakan dokumen standar yang wajib dipenuhi oleh importir maupun eksportir dalam rangka memenuhi ketentuan regulasi yang berlaku dalam rangka preferensi tarif maupun non preferensi. Sebagai contoh untuk memperoleh preferensi atas skema tarif tertentu, maka harus dipenuhi : SKA Form A adalah surat keterangan asal dalam rangka memperoleh preferensi atau fasilitas pembebasan sebagian atau seluruh bea masuk terhadap skema tarif Generalized System of Preferences di negara-negara tertentu (al: Canada, Japan, Selandia Baru, dll) SKA Form D adalah surat keterangan asal dalam rangka membuktikan suatu produk berasal dari negara-negara ASEAN untuk pemberlakuan skema tarif CEPT-AFTA SKA Form E adalah surat keterangan asal dalam rangka memperoleh preferensi atau fasilitas pembebasan sebagian atau seluruh bea masuk skema tarif ASEAN-China FTA Untuk pemenuhan SKA-non preferensi biasanya diwajibkan oleh negara-negara tertentu yang telah memiliki aturan-atauran standar dalam perdagangan internasional dalam rangka pengawasan serta persyaratan wajib dalam memasuki wilayah negara tertentu.

5) Sertifikat pemeriksaan (certificate of inspection) Sertifikat pemeriksaan adalah dokumen tentang pemeriksaan fisik terhadap kondisi dan keadaan barang yang akan diekspor yang dilakukan oleh surveyor independen atau badan-badan resmi yang ditunjuk dan disahkan oleh pemerintah suatu negara. Sertifikat ini sangat penting dan selalu dipersyaratkann oleh importir atau pembeli di luar negeri dalam rangka menjamin kuantitas dan kualitas barang yang diperdagangkan. Kontrak L/C biasanya juga mempersyaratkan adanya sertificat pemeriksaan (certificate of inspection).

DTSD dan DTSD Kepabeanan da n Cukai

32

Perdagangan Internasional, Pelayaran, dan Kepelabuhanan


6) Sertifikat Mutu (certificate of quality) Penerbitan dokumen ini juga menjadi salah satu dokumen yang biasanya dipersyaratkan dalam kontrak L/C. Pada umumnya sertifikat mutu diterbitkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Industri atau Badanbadan sejenis yang ditunjuk oleh pemerintah. Hal-hal yang dinyatakan

dalam sertifikat adalah hasil analisa dan hasil test atas produk di unit-unit penelitian dan/atau laboratorium. Ketentuan sertifikasi mutu produk ekspor Indonesia diatur oleh Departemen Perdagangan khusus untuk produk-produk tertentu, yang dapat dibedakan dalam dua bentuk, yaitu sertifikat kesesuian mutu dan sertifikat produk. Sertifikat kesesuaian mutu wajib dipenuhi untuk produk ekspor

berupa : karet, karet konvensional, gaplek, minyak sereh, minyak nilam, minyak kenanga, minyak akar wangi, lada putih, lada hitam, pala, fuli, casia indonesia, kopi, teh hitam, minyak kayu putih, minyak daun cengkeh, minyak pala, minyak fuli, minyak cendana, vanili, kayu lapis, biji kakao, biji pinang bukan untuk obat.

7) Sertifikat mutu pembuatan barang (Manufacturers Quality Certificate) Sertifikat mutu pembuatan barang diterbitkan oleh pabrik yang memproduksi barang yang berisi mengenai kualitas barang, kondisi barang dan pemenuhan standar barang yang ditetapkan. tambahan dan hanya diterbitkan apabila Dokumen ini bersifat kontrak L/C

persyaratan

meajibkannya.

8) Sertifikat Analisis (Certificate of Analysis) Dokumen ini diterbitkan khusus untuk produk-produk ekspor berupa bahan-bahan kimia atau obat-obatan. Pernyataan yang dicantumkan dalam sertifikat analisis adalah mengenai kandungan bahan dan proporsi bahan yang terdapat dalam kemasan produk.

9) Weight List / Weight Note/Weight certificate Dokumen weight certificate diterbitkan oleh badan yang disahkan oleh pemerintah yang memang memiliki tugas dan tanggung jawab dalam memeriksa ukuran/berat barang secara pasti. Apabila yang menerbitkan

DTSD dan DTSD Kepabeanan da n Cukai

33

Perdagangan Internasional, Pelayaran, dan Kepelabuhanan


dokumen ini adalah eksportir sendiri maka dokumen yang dikeluarkan adalah weight list atau weight note. Tujuan utama diterbitkannya dokumen ini adalah untuk mengetahui berat barang yang sesungguhnya agar iimportir dapat mempersiapkan alat-alat pengangkut yang diperlukan pada saat pembongkaran dan pengangkutan ke tempat importir.

10) Daftar Ukuran (Measurement List) Dokumen ini berisi keterangan mengenai ukuran panjang, tebal, diameter maupun volume dari barang yang diekspor. Tujuan penerbitan daftar ukuran ini adalah untuk menghitung ongkos angkut atau untuk keperluan persiapan pengangkutan barang ke tempat importir.

2.2. Latihan 2 Setelah mempelajari kegiatan belajar 2, kerjakan latihan-latihan berikut : 1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan sales contract ! 2. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Letter of Credit ! 3. Sebutkan fungsi Bill of Lading ! 4. Jelaskan pengertian cara pembayaran dalam perdagangan internasional dengan menggunakan open account ! 5. Jelaskan perbedaan syarat penyerahan barang antara Fob dan CIF !

2.3. Rangkuman

1. Proses

terjadinya

perdagangan

internasional

diawali

dengan

disepakatinya transaksi jual beli yang dikenal dengan sales contract. Struktur sales contract yang umumnya mencantumkan data-data berupa: nama dan alamat eksportir dan importir, deskripsi dan spesifikasi barang, mekanisme dan instruksi pembayaran, mekanisme pengapalan dan penyerahan barang, penutupan asuransi, dan beberapa persyaratan lain sebagai ketentuan tambahan. 2. Syarat penyerahan barang sesuai yang diatur dalam incoterms 2000 meliputi ex works, FCA-Free carrier, FAS-Free Alongside Ship, FOB-Free on Board, CFR-Cost and Freight, CIF-Cost Insurance and Freight, CPTSumber: Ronosentono, 2006

DTSD dan DTSD Kepabeanan da n Cukai

34

Perdagangan Internasional, Pelayaran, dan Kepelabuhanan


Carriage Paid to, dan CIP-Carriage and Insurance paid to, DAF-Delivery at Frontier, DES-Delivery ex Ship, DEQ-Delivered ex Quay, DDU-Delivery Duty Unpaid, dan DDP-Delivery Duty paid. 3. Mekanisme pembayaran yang berlaku secara internasional terbagi dua, yaitu menggunakan media non letter of credit dan menggunakan letter of credit. Cara non letter of credit dapat berupa advance payment, open account, consigment, dan collection. Letter of credit digunakan untuk memberikan kepastian dan jaminan atas transaksi perdagangan yang dilakukan dimana antara importir dan eksportir tidak saling mengenal.

2.4. Tes Formatif

1. Saat penyerahan barang dari eksportir kepada importir sebelum barang dimuat diatas kapal ketika masih berada di dermaga pelabuhan adalah : a. CFR (Cost and Freight) b. CIF (Cost, Insurance and Freight) c. FOB (Free on Board) d. FAS (Free Along Side Ship) 2. Terms penyerahan dimana sarana angkutan utama telah telah dibayar disebut dengan : a. FOB (Free on Board) b. FAS (Free Along Side Ship) c. FCA (Free Carrier ) d. CFR (Cost and Freight) 3. Kesepakatan yang dibuat oleh dua pihak atau lebih untuk melakukan

transaksi perdagangan yang dilandasi oleh prinsip-prinsip hukum yang disepakati bersama disebut dengan : a. sales contract b. proforma invoice c. agreement d. letter of credit 4. Metode pembayaran dimana penjual mengapalkan terlebih dahulu

barang yang dipesan oleh pembeli sebelum pembayaran baik sebagian atau keseluruhan diterima oleh penjual disebut dengan :

DTSD dan DTSD Kepabeanan da n Cukai

35

Perdagangan Internasional, Pelayaran, dan Kepelabuhanan


a. open account b. advance payment c. letter of credit d. collection 5. Dokumen tentang pemeriksaan fisik terhadap kondisi dan keadaan barang yang akan diekspor yang dilakukan oleh surveyor independen atau badan-badan resmi yang ditunjuk oleh pemerintah disebut dengan : a. certificate of origin b. certificate of analysis c. certificate of quality d. certificate of inspection 6. Bank di negara importir yang menerbitkan L/C atas permohonan applicant (importir) disebut dengan : a. Advising bank b. Confirming bank c. Issuing bank d. correspondence bank 7. Berikut ini adalah unsur-unsur minimal yang harus tercantum dalam sales contract, kecuali : a. Deskripsi dan spesifikasi barang b. Instruksi pengapalan c. Cara pengepakan d. Penutupan asuransi 8. Bila dalam kesepakatan syarat penyerahan barang dilakukan di showroom milik pembeli dan segala urusan perpajakan ditanggung eksportir disebut dengan : a. DES (Delivery ex Ship) b. DEQ (Delivered ex Quay) c. DDU (Delivery Duty Unpaid) d. DDP (Delivery Duty paid DES) 9. Dokumen yang berisi keterangan mengenai uraian dari barang-barang yang dikemas, dibungkus, diikat dan sebagainya yang tujuannya untuk mempermudah pengecekan atau pemeriksaan disebut dengan :

DTSD dan DTSD Kepabeanan da n Cukai

36

Perdagangan Internasional, Pelayaran, dan Kepelabuhanan


a. proforma invoice b. packing list c. invoice d. bill of lading 10. Terminologi penyerahan barang yang dilaksanakan di suatu tempat milik eksportir atau di negara asal barang disebut dengan : a. Ex-work b. FAS (Free Along Side Ship) c. FCA (Free Carrier ) d. Fob (Free on Board ) 11. Surat keterangan asal dalam rangka memperoleh preferensi atau fasilitas pembebasan sebagian atau seluruh bea masuk skema tarif ASEAN-China FTA disebut : a. form A b. form B c. form D d. form E 12. Nota perincian mengenai data barang yang ditransaksikan dan memuat informasi mengenai harga yang harus dibayar oleh pembeli disebut : a. Proforma invoice b. Consulair invoice c. Commercial invoice d. Packing List 13. Janji membayar dari bank penerbit (issuing bank) kepada eksportir (beneficiary) sebesar nilai yang tercantum dalam dokumen : a. advance payment b. open account c. letter of credit d. collection 14. Surat keterangan asal dalam untuk produk yang berasal dari negaranegara ASEAN dalam rangka pemberlakuan skema tarif CEPT-AFTA disebut : a. form A b. form B

DTSD dan DTSD Kepabeanan da n Cukai

37

Perdagangan Internasional, Pelayaran, dan Kepelabuhanan


c. form D d. form E 15. Bukti tertulis atas pembayaran premi untuk menutup pertanggungan resiko terhadap sejumlah barang yang diangkut dengan kapal disebut dengan : a. polis asuransi b. bill of lading c. sertifikat asuransi d. asuransi

DTSD dan DTSD Kepabeanan da n Cukai

38

Perdagangan Internasional, Pelayaran, dan Kepelabuhanan


2.5 Umpan Balik dan Tindak Lanjut

Untuk mengukur pemahaman anda terhadap kegiatan belajar 1, disarankan agar anda mencocokkan jawaban tes formatif yang anda buat dengan kunci jawaban yang kami sediakan. Hitung persentase tingkat pemahaman (TP) anda, dengan menggunakan rumus sebagai berikut :

TP =

Jumlah Jawaban Yang Benar x 100% Jumlah Keseluruha n Soal

Apabila anda hanya dapat menjawab pertanyaan tersebut kurang atau sama dengan 80 %, maka sebaiknya anda mengulang kembali materi kegiatan belajar 1 ini. Selanjutnya, apabila jawaban anda telah memenuhi standar kualifikasi yang diminta (lebih dari 80%) maka anda dapat melanjutkan pada kegiatan belajar 2. Skala pengukuran tingkat pemahaman belajar sesuai dengan tabel berikut :

Tingkat Pemahaman 90 < TP 100% 80 < TP 70 < TP 60 TP TP < 60 90% 80% 70%

Skala Nilai Amat Baik Baik Cukup Kurang Kurang Sekali

DTSD dan DTSD Kepabeanan da n Cukai

39

Perdagangan Internasional, Pelayaran, dan Kepelabuhanan


3. Kegiatan Belajar (KB) 3

PELAYARAN DAN KEPELABUHANAN


Indikator keberhasilan : 1. Mampu menjelaskan mekanisme pelayaran dan penerbangan. 2. Mampu menjelaskan dokumen-dokumen pengangkutan. 3. Mampu menjelaskan unsur-unsur pelaksana kepelabuhanan.

3.1. Uraian dan contoh.

A.

Pelayaran dan Penerbangan


Mekanisme transaksi pengangkutan barang dalam internasional memiliki

perdagangan

banyak alternatif media pengangkutannya. Dalam praktek perdagangan internasional, terdapat

beberapa alternatif yang dapat dimanfaatkan oleh eksportir atau penjual barang untuk mengirim barang-barang yang telah disepakati dalam transaksi perdagangan internasional.

1) Jasa Angkutan Laut

Kegiatan operasional pengangkutan laut dijalankan oleh perusahaan pelayaran samudera (ocean shipping company) yang bertindak sebagai carrier dalam kontrak pengangkutan laut. Media pengangkutan yang paling sering digunakan dalam mekanisme transaksi perdagangan internasional adalah media pengangkutan laut (shipping). Berdasarkan data statistik tahun 2005, diperkirakan sekitar 71% transaksi perdagangan internasional menggunakan sarana pengangkutan laut. Bila

DTSD dan DTSD Kepabeanan da n Cukai

40

Perdagangan Internasional, Pelayaran, dan Kepelabuhanan


dilihat berdasarkan data volume/berat barang, maka kurang lebih 96% volume barang dalam transaksi perdagangan internasional menggunakan sarana pengangkutan laut (Bank Ekspor Impor Indonesia, 2005). Kelebihan utama dari jasa angkutan laut dibanding dengan jasa angkutan lainnya dalam pengangkutan internasional terletak pada biaya yang relatif murah dengan volume barang yang lebih besar. Berdasarkan pola transportasi yang diterapkan dalam jasa angkutan laut, terdapat beberapa alternatif sebagai berikut : Liner, yaitu pola pengangkutan dengan trayek tertentu dan telah ditentukan waktunya secara reguler. Keberangkatan dan kedatangan kapal telah terjadwal dengan baik. Tramper, adalah pola pengangkutan laut yang tidak memiliki trayek dan jadwal waktu yang jelas (independence services). Sifat jasa

pengangkutan mengikuti keinginan pihak yang mengoperasikan kapal namun disesuaikan dengan pihak yang mengontrak space muatan kapal. Charter, adalah pola pengangkutan laut dengan cara menyewa secara penuh hak pengoperasian kapal. Perjanjian sewa-menyewa antara pemilik kapal dengan pihak yang mencarternya disebut sebagai charter party.

Kontrak Pengangkutan Kontrak pengangkutan (contract of carriage atau contract of affreightment) adalah perikatan antara pengirim (shipper) dengan pihak pengangkut (carrier) untuk mengangkut barang dari suatu tempat di negara eksportir hingga sampai di suatu tempat di negara importir. Sebagai bukti adanya perjanjian pengangkutan dan sekaligus adanya bukti penyerahan barang dari shipper kepada carrier maka akan dibuatkan dokumen bill of lading. Secara umum pihak-pihak yang terlibat dan disebutkan secara tegas dalam kontrak pengangkutan adalah sebagai berikut : Carrier. Yaitu pihak yang memberikan jasa pengangkutan barang atau dengan pengertian lain adalah pihak yang mengendalikan/mengoperasikan sarana pengangkut untuk tujuan pengangkutan barang. Jasa

DTSD dan DTSD Kepabeanan da n Cukai

41

Perdagangan Internasional, Pelayaran, dan Kepelabuhanan


pengangkutan barang tersebut dapat berupa jasa publik (common carrier) dengan pengertian bahwa carrier dapat menerima muatan dari siapa saja atau jasa pengangkutan yang bersifat khusus (private carrier) artinya bahwa sarana pengangkut secara penuh telah disewa oleh shipper, khusus untuk mengangkut barang-barang milik shipper saja. Shipper. Kedudukan shipper dalam kontrak pengangkutan adalah sebagai pihak yang mengontrak carrier untuk mengangkut barang dari suatu tempat di negaranya hingga sampai di tempat tujuan. Berkaitan dengan kontrak perdagangan (sales contract) maka posisi shipper adalah sebagai penjual (eksportir) sehingga kewajibannya adalah mengirimkan barang yang diperjualbelikan kepada pembeli (importir). Consignee. Adalah pihak yang ditunjuk oleh shipper untuk menerima barang yang diangkut di pelabuhan tujuan. Mekanisme penunjukan consignee dalam kontrak pengangkutan dapat berupa penunjukan langsung, artinya bahwa nama dan alamat perusahaan yang berhak menerima barang telah dicantumkan di dalam B/L. Kemudian cara kedua adalah dengan menyebutkan consignee dengan klausul to order artinya bahwa shipper akan memberikan instruksi pengapalan (shipping instruction) yang akan di-endorse kepada pihak mana barang tersebut nantinya harus diserahkan oleh carrier. Notify Party Adalah pihak yang ditunjuk shippers dalam B/L sebagai pihak yang harus diberitahukan oleh carrier setelah barang tiba di pelabuhan tujuan, lazimnya atas permintaan importir. Notify party bukan bertindak sebagai penerima barang namun memiliki keterkaitan dengan pihak importir. Kondisi ini biasanya diberlakukan terhadap B/L yang bersifat negotiable, artinya bahwa importir mengalihkan kepemilikan barang kepada pihak lain, dan untuk hal tersebut importir hanya akan bertindak sebagai notify party dalam kontrak pengangkutan.

DTSD dan DTSD Kepabeanan da n Cukai

42

Perdagangan Internasional, Pelayaran, dan Kepelabuhanan


Shipping Instruction Setelah shipper mendapat kepastian mengenai terms of payment yang telah disepakati dalam sales contract maka shipper berkewajiban untuk melakukan pengiriman barang. Untuk itu shipper akan menghubungi perusahaan jasa angkutan (carrier) untuk dibukakan kontrak pengangkutan barang. Pihak carrier hanya berkepentingan dalam hal pengaturan jadwal keberangkatan sarana pengangkut dan besarnya ongkos angkut yang akan dikenakan. Oleh karenanya agar kontrak pengangkutan dapat segera disusun maka shipper akan mengeluarkan instruksi dan sekaligus informasi mengenai pengiriman barang. Dokumen inilah yang disebut sebagai shipping instruction (SI).

Bill of Lading Bill of lading (B/L) adalah dokumen pengangkutan barang yang dikirim melalui sarana pengangkutan laut. Istilah lengkap untuk B/L adalah Marine Bill of Lading atau Ocean Bill of Lading, yang diterbitkan oleh maskapai pelayaran (carrier) atau agen kapal sebagai bukti telah diterimanya barang untuk dikirimkan kepada penerima di luar negeri. Dalam bahasa Indonesia istilah B/L dikenal dengan nama konosemen.

Fungsi Bill of Lading : Sebagai bukti penerimaan barang (documents of receipt); pengertiannya adalah B/L merupakan bukti sah bahwa barang-barang yang akan dikapalkan telah diterima oleh carrier dari pengirim barang yang selanjutnya akan dikrim dan diserahterimakan kepada penerima di luar negeri. Sebagai bukti adanya kontrak pengangkutan dan penyerahan barang (carriage contract). B/L merupakan dokumen perikatan antara pihak pengirim barang (shipper) dengan pengangkut (carrier). Sebagai bukti kepemilikan barang (document of title); pemegang dokumen asli B/L atau pihak yang ditunjuk sebagai consignee merupakan pihak yang secara sah memiliki hak untuk penguasaan barang.

DTSD dan DTSD Kepabeanan da n Cukai

43

Perdagangan Internasional, Pelayaran, dan Kepelabuhanan


Jumlah set lengkap Bill of Lading Jumlah set lengkap bill of lading yang diterbitkan oleh maskapai pelayaran biasanya sebanyak tiga lembar asli yang ditandatangani dan diberikan cap negotiable copies oleh carrier. Ketiga lembar asli inilah yang disebut sebagai full set dan berlaku klausul one for all and all for one, pengertiannya adalah bahwa apabila salah satu lembar asli telah

dipergunakan untuk mengklaim barang/ telah ditukar dengan delivery order, maka 2 lembar asli lainnya tidak berfungsi lagi. Ketiga lembar asli tersebut peruntukannya adalah 1 (satu) lembar untuk shipper dan 2 (dua) lembar lainnya untuk consignee.

Stowage Plan Stowage plan merupakan suatu diagram yang menggambarkan

penempatan cargo atau kontainer di ruang muatan (palka-palka kapal) agar di pelabuhan tujuan kegiatan bongkar muat barang dapat berjalan dengan baik. Stowage plan dibuat berdasarkan denah yang telah tersedia untuk masingmasing kapal, sesuai dengan karakteristik ruang muatan setiap kapal selain itu berguna untuk memperlihatkan kedudukan posisi muatan, jenis muatan, yang berada pada masing-masing pelabuhan muat dan pelabuhan tujuan.

2) Jasa Angkutan Udara

Jasa angkutan udara walaupun porsinya tidak sebesar jasa angkutan laut, namun kehadirannya sangat dibutuhkan para pelaku perdagangan. Kelebihan utama jasa angkutan udara dibanding jasa angkutan lainnya adalah dalam hal efisiensi waktu. Sebagian besar pengguna jasa angkutan cargo udara adalah user yang berkepentingan terhadap kecepatan waktu sampainya barang ke tangan pembeli. Meskipun untuk pencapaian tersebut dibutuhkan biaya yang jauh lebih besar dibanding jasa angkutan lainnya. Jenis barang yang dikirim pada umumnya adalah barang-barang yang bersifat perishable (tidak tahan lama), bernilai tinggi (expensive goods), atau barang-barang yang peka waktu (koran, majalah, dan sebagainya). Dalam kontrak pengangkutan udara, pola transportasi yang digunakan dapat bersifat reguler maupun charter. Pola reguler digunakan terhadap maskapai

DTSD dan DTSD Kepabeanan da n Cukai

44

Perdagangan Internasional, Pelayaran, dan Kepelabuhanan


penerbangan yang telah memiliki rute tertentu dan jadwal penerbangan yang reguler. Pola charter digunakan apabila sifat kontrak adalah secara menyeluruh (borongan).

Air Way Bill (AWB) Atas kontrak pengangkutan melalui sarana transportasi udara, shipper akan menerima dokumen pengangkutan berupa airway bill. Berbeda dengan fungsi B/L, fungsi airway bill bukanlah sebagai dokumen kepemilikan (document of tittle). Oleh karena itu setiap penerbitan airway bill selalu diberikan klausul non-negotiable, yang artinya bahwa dokumen tersebut tidak dapat diperjualbelikan. Dokumen airway bill umumnya diterbitkan dalam rangkap 3 yang diperuntukan bagi pengirim (consignor), maskapai penerbangan dan

penerima (consignee). Lembar airway bill yang harus ditandatangani oleh consignor adalah lembar untuk maskapai penerbangan dan lembar untuk consignee. Untuk lembar bagi consignee, maka cara pengirimannya adalah on board atau diikutsertakan bersama-sama dengan barangnya. Dalam jasa angkutan udara terdapat suatu asosiasi pengangkutan udara yang dikenal sebagai International Air Transport Association (IATA), yang anggotanya adalah maskapai-maskapai penerbangan. Asosiasi ini bertujuan untuk membantu menciptakan persaingan yang sehat dan untuk mencapai keseragaman dalam penetapan harga. Disamping hal tersebut, para anggota IATA diberikan kelonggaran untuk saling mengkonsultasikan harga/freight angkutan cargo udara.

3) Jasa Angkutan Darat

Jasa angkutan perdagangan lintas negara yang melalui jalur darat hanya dimiliki oleh negara-negara yang berbatasan darat dengan negara-negara lainnya. Contoh wilayah yang memiliki batas darat dan sering melakukan pertukaran perdagangan lewat jalur darat adalah negara-negara di wilayah Asia Tengah dan Eropa. Sarana transportasi yang tersedia dan umum dipakai dalam angkutan darat adalah jasa kereta api (railway company) dan jasa perusahaan truk (trucking company). Atas penyerahan muatan cargo kepada

DTSD dan DTSD Kepabeanan da n Cukai

45

Perdagangan Internasional, Pelayaran, dan Kepelabuhanan


perusahaan angkutan kereta api, maka dokumen yang diterbitkan adalah consignment note (surat angkutan kereta api). Railway Consignment Note Pengangkutan barang melaui sarana kereta api lazim dilakukan di negara-negara yang telah memiliki akses langsung railway (contoh : di

Eropa). Atas penyerahan barang untuk diangkut melalui kereta api, eksportir akan menerima surat angkutan kereta api yang lazim disebut sebagai consignment note. Struktur dokumen ini minimal harus menyebutkan nama stasiun pemberangkatan, tujuan, nama pengirim barang, nama penerima barang dan deskripsi singkat barang yang diangkut serta harus dicap oleh perusahaan pengangkutan kereta api yang bersangkutan.

4) Jasa Angkutan Multimoda

Definisi angkutan Multimoda berdasarkan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2008 adalah angkutan barang dengan menggunakan paling sedikit dua moda angkutan yang berbeda atas dasar satu kontrak pengangkutan, yang menggunakan dokumen angkutan multimoda dari satu tempat

diterimanya barang oleh operator angkutan multimoda ke suatu tempat yang ditentukan untuk penyerahan barang tersebut. Secara sederhana dapat dijelaskan bahwa kontrak angkutan multimoda menyangkut pengangkutan barang ekspor atau impor dari suatu tempat ke tempat lain di dalam negeri, kemudian akan dilanjutkan dengan pemindahan (transhipment) dengan sarana pengangkut laut ke luar negeri.

B.

Kepelabuhanan

Pengertian dan Jenis Pelabuhan

Berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM. 26 Tahun 1998 tentang Penyelengaraan Laut, maka yang dimaksud dengan Pelabuhan adalah tempat yang terdiri dari daratan dan perairan di sekitarnya dengan batas-batas tertentu sebagai tempat kegiatan pemerintahan dan kegiatan ekonomi yang dipergunakan sebagai tempat kapal bersandar, berlabuh, naik turun penumpang

DTSD dan DTSD Kepabeanan da n Cukai

46

Perdagangan Internasional, Pelayaran, dan Kepelabuhanan


dan/atau bongkar muat barang yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan pelayaran dan kegiatan penunjang pelabuhan serta sebagai tempat pemindahan intra dan antar moda transportasi. Pelabuhan menjadi tempat dimana kapal laut berlabuh, tempat menaikkan/ menurunkan penumpang serta memuat/membongkar barang, baik yang akan berangkat/dikirim secara antar pulau atau ke luar negeri ataupun baru tiba/diterima secara antar pulau atau dari luar negeri. Pelabuhan juga merupakan tempat asal/tujuan barang dimana perdagangan dari/ke suatu tempat didalam suatu negara atau dari/ke suatu tempat antar negara yang telah melakukan transaksi perdagangan secara Internasional. Bila dilihat dari jenisnya, maka jenis pelabuhan sangat beragam, tergantung dari mana kita memandangnya. Bila dilihat dari sudut jenis moda transportasi utama yang dilayaninya, maka pelabuhan tersebut terdiri atas :

1) Pelabuhan Laut (Sea Port)

adalah pelabuhan umum yang melayani kegiatan angkutan laut di dalam perairan pelabuhan, berupa kapal laut maupun kapal layar (baik milik Pemerintah maupun Swasta) Pelabuhan bila dilihat dari jenisnya terdiri dari : a) Pelabuhan Umum, yaitu pelabuhan yang digunakan untuk melayani kepentingan umum (misalnya Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta). b) Pelabuhan Khusus, yaitu pelabuhan yang digunakan untuk melayani kepentingan sendiri guna menunjang kegiatan tertentu (misalnya pelabuhan khusus Caltex di Dumai/pelabuhan minyak). Jenis Pelabuhan berdasarkan Kegiatan Perdagangan Luar Negeri dibedakan menjadi : a) Pelabuhan Impor, yaitu pelabuhan yang khusus untuk melayani pembongkaran barangbarang yang berasal dari luar negeri/impor. b) Pelabuhan Ekspor,

DTSD dan DTSD Kepabeanan da n Cukai

47

Perdagangan Internasional, Pelayaran, dan Kepelabuhanan


yaitu pelabuhan yang khusus untuk melayani pemuatan barang-barang yang akan dikirim ke luar negeri/ekspor. Berkaitan dengan kewenangan Bea dan Cukai di Pelabuhan, maka pelabuhan laut terdiri dari : a) Customs Port yaitu pelabuhan yang berada dibawah pengawasan Bea dan Cukai atau bila dilihat dari sudut Kepabeanan dikenal sebagai Kawasan Pabean. b) Free Port yaitu pelabuhan yang berada dibawah pengawasan Bea dan Cukai, namun Bea dan Cukai tidak melakukan pemungutan Bea Masuk dan Pungutan Negara lainnya. Fungsi Pelabuhan adalah sebagai : a) Tempat Pertemuan Pelabuhan merupakan tempat pertemuan dari dua moda transportasi utama, yaitu : angkutan darat (kereta api/truk) dan angkutan laut (kapal laut/kapal layar), dengan tujuan untuk mengangkut orang ataupun barang yang dimuat diatas alat pengangkut yang bersangkutan untuk kemudian dimuat atau dibongkar ke alat angkutan laut lainnya atau sebaliknya. b) Gapura atau pintu gerbang Disamping sebagai tempat pertemuan, bila dilihat dari sudut pelayaran internasioanl dan perdagangan internasional, maka pelabuhan juga merupakan gapura/pintu gerbang suatu negara, karena orang yang melakukan perjalanan ke luar negeri atau barang yang diperdagangkan secara internasional akan melalui pelabuhan laut tersebut. Setelah anda belajar jenis-jenis pelabuhan, penting juga diketahui beberapa Instansi Pemerintah yang terkait dengan kegiatan di pelabuhan laut. Instansiinstansi dimaksud adalah sebagai berikut : a) Administrator Pelabuhan (Adpel), merupakan instansi yang

menyelenggarakan fasilitas pelayanan keselamatan pelayaran di dalam daerah pelabuhan dengan tujuan untuk memperlancar lalu lintas angkutan laut dan bongkar/muat orang, barang maupun hewan di dalam wilayah kepelabuhanan, serta mengkoordinir kegiatan Instansi terkait yang ada di wilayah pelabuhan.

DTSD dan DTSD Kepabeanan da n Cukai

48

Perdagangan Internasional, Pelayaran, dan Kepelabuhanan


b) Syahbandar, adalah instansi penegak hukum yang melaksanakan port clearance (pemeriksaan surat-surat kapal/surat layak laut dan

memberikan panduan keluar masuk pelabuhan), agar kapal dapat keluar c) masuk pelabuhan secara tertib dan terawasi, sehingga

keselamatan pelayaran dapat terjamin. Bea dan Cukai, merupakan instansi penegak hukum dibidang Kepabeanan dan Cukai, dengan jalan melaksanakan pengawasan dan pemungutan bea masuk dan pungutan negara lainnya serta

memberikan pelayanan terhadap kegiatan impor dan ekspor dan melakukan koordinasi dengan instansi terkait lainnya. d) Imigrasi, adalah instansi penegak hukum ke-Imigrasi-an terutama yang berkaitan dengan keluar masuknya orang (termasuk ABK) dari dan ke luar negeri (pribumi/asing) melalui wilayah pelabuhan bersangkutan. e) Dinas Karantina, adalah instansi penegak hukum dibidang Kesehatan (baik manusia, binatang maupun tumbuh-tumbuhan) yang masuk dan keluar Indonesia melalui wilayah pelabuhan bersangkutan dan hasil pemeriksaan yang dilakukannya, diterbitkan Health Certificate dan Health Clearance. f) Keamanan dan Ketertiban (KP3/KPLP), merupakan instansi penegak hukum yang berada dibawah naungan Kepolisian (KP3) dan

Departemen Perhubungan (KPLP) yang tugasnya menjaga keamanan dan ketertiban di dalam wilayah pelabuhan tersebut. g) PT. Pelabuhan Indonesia (Pelindo), adalah badan usaha milik negara yang memiliki hak kepemilikan dan penguasaan lahan di pelabuhan.

Secara internasional instansi-instansi pemerintah tersebut diatas yang dikenal memiliki kewenangan khusus dalam pengawasan dan pelayanan terhadap keluar masuknya orang dan barang dari dan keluar negeri, dikenal sebagai CIQ, yaitu Customs (Bea dan Cukai), Immigration (Imigrasi) dan Quarantine (Karantina), dimana sesuai dengan kewenangannya masingmasing dapat memberikan clearance atau tidak terhadap lalu lintas orang dan barang sesuai dengan kewenangan masing-masing. Perusahaan-perusahaan yang terkait dengan kegiatan Kepelabuhanan meliputi :

DTSD dan DTSD Kepabeanan da n Cukai

49

Perdagangan Internasional, Pelayaran, dan Kepelabuhanan


a) Perusahaan Pelayaran yaitu usaha pelayaran berupa penyelenggaraan angkutan orang dan barang dengan mempergunakan kapal, usaha keagenan kapal dan usaha penunjang kegiatan pelayaran lainnya. b) Perusahaan Bongkar Muat (PBM) yaitu Perusahaan yang beroperasi di pelabuhan di Indonesia sesuai Surat Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 88/AL 305/Phb-85 dan KM 13 tahun 1989. Kegiatan Perusahaan Bongkar muat meliputi membongkar dan memuat barang dari kapal, pergudangan, dan penumpukan. Selain itu perusahaan Bongkar Muat juga mengadakan peralatan-peralatan dan pengangkutan barang dan serta gudang. c) Freight Forwarder yaitu Perusahaan Jasa Pengurusan muatan dan umumnya dilakukan dari pintu ke pintu, termasuk semua kegiatan yang diperlukan bagi terlaksananya pengiriman dan penerimaan barang melalui transportasi darat, laut, dan udara. d) EMKL (Ekspedisi Muatan Kapal Laut) yaitu Perusahaan Jasa untuk pengurusan dokumen dan muatan yang akan diangkut/atau diterima oleh pengirim/penerima barang dari pelanggannya (ruang lingkup kegiatannya hanya di dalam negeri saja). e) PPJK (Perusahaan Pengurusan Jasa Kepabeanan) yaitu Perusahaan Jasa untuk pengurusan dokumen (Kepabeanan) dan muatan (Agen Pelayaran/Pergudangan) yang akan dimuat atau diterima oleh

pengirim/penerima barang dari pelanggannya, f) Perusahaan Surveyor yaitu perusahaan yang bertugas memeriksa kapal atau muatannya untuk kemudian menyatakan pendapatnya dari hasil yang diperiksanya,

2) Pelabuhan Udara (Air Port)

Pelabuhan udara adalah pelabuhan umum yang melayani kegiatan angkutan udara di wilayah bandar udara (baik milik Pemerintah maupun Swasta). Pada umumnya suatu pelabuhan udara atau umumnya disebut sebagai Bandar Udara/Bandara, dibagi atas dua area yaitu : Land Side Area dan Air Side Area.

DTSD dan DTSD Kepabeanan da n Cukai

50

Perdagangan Internasional, Pelayaran, dan Kepelabuhanan


Land Side Area, meliputi : tempat parkir kendaraan umum, area trolley/ porter service, area information desk, ruang khusus VIP dan CIP, telepon umum, per-bankan, per-asuransian, agen pariwisata dan restoran serta tempat beribadat. untuk penumpang transit/transfer disediakan ruang tunggu untuk penerbangan lanjut dan untuk ruang tunggu keberangkatan

internasional serta tersedia Toko Bebas Bea (Duty Free Shop).

Air Side Area, meliputi Area pelayanan kesehatan (emergency), Departure and Arrival waiting room (ruang tunggu keberangkatan dan kedatangan), Baggage delivery dengan cara ban berjalan (baggage conveyor), Customs Area (pelayanan Bea dan Cukai), Immigration Area (pelayanan keimigrasian), Quarantine Area (pelayanan Karantina/KKP).

3) Pelabuhan Darat (Dry Port)

Pelabuhan darat adalah suatu kawasan di daerah pedalaman yang berfungsi sebagai pelabuhan laut yang khusus untuk angkutan dengan menggunakan petikemas. Pelabuhan darat walaupun lokasinya terletak di daerah pedalaman namun statusnya merupakan kepanjangan dari pelabuhan laut, sehingga fungsinya sama dengan pelabuhan laut dimana segala sesuatu yang ada di pelabuhan tersedia pula di pelabuhan darat.

3.2. Latihan 3

Setelah mempelajari kegiatan belajar 3, untuk memperkuat pemahaman Anda kerjakan latihan-latihan berikut :

1. Jelaskan apa yang dengan kontrak pengangkutan ! 2. Sebutkan perbedaan shipper dan consignee dalam praktek pelayaran ! 3. Sebutkan fungsi-fungsi Bill of Lading ! 4. Jelaskan apa yang dimaksud dengan angkutan multi moda ! 5. Jelaskan apa yang dimaksud dengan dry port !

DTSD dan DTSD Kepabeanan da n Cukai

51

Perdagangan Internasional, Pelayaran, dan Kepelabuhanan


3.3. Rangkuman

1. Pengangkutan barang impor/ekspor dari suatu negara ke negara yang lain dapat melalui angkutan laut, angkutan udara, angkutan darat dan angkutan multi moda. bill (AWB), untuk Dokumen pengangkutan melalui laut dikenal darat dengan media kereta api dengan bill of lading (BL), untuk angkutan udara disebut dengan air way angkutan

menggunakan dokumen consignment note, sedangkan angkutan multi moda menggunakan dokumen pengangkutan multi moda. 2. Pelabuhan berfungsi untuk tempat kapal bersandar, berlabuh, naik turun penumpang dan/atau bongkar muat barang serta sebagai tempat pemindahan intra dan antar moda transportasi. 3. Instansi Pemerintah yang ada di pelabuhan adalah Administrator Pelabuhan (Adpel), Syahbandar, Bea dan Cukai, Imigrasi, Dinas Karantina, Keamanan dan Ketertiban (KP3/KPLP), dan Pelindo. Beberapa pelaku usaha di pelabuhan meliputi Perusahaan Pelayaran, Perusahaan Bongkar Muat (PBM), Freight Forwarder, EMKL (Ekspedisi Muatan Kapal Laut), PPJK (Perusahaan Pengurusan Jasa

Kepabeanan), Perusahaan Surveyor.

3.4. Tes Formatif

1) Pola transportasi dalam jasa angkutan laut dapat meliputi beberapa alternatif sebagai berikut kecuali : a. Charter b. Tramper c. Liner d. Order 2) Perusahaan Jasa Pengurusan muatan dari pintu ke pintu, termasuk semua kegiatan yang diperlukan bagi terlaksananya pengiriman dan penerimaan barang melalui transportasi darat, laut, dan udara disebut : a. Perusahaan Bongkar Muat (PBM) b. Ekspedisi Muatan Kapal Laut (EMKL) c. Freight Forwarder

DTSD dan DTSD Kepabeanan da n Cukai

52

Perdagangan Internasional, Pelayaran, dan Kepelabuhanan


d. Perusahaan Pelayaran 3) Pelabuhan yang berada dibawah pengawasan Bea dan Cukai, namun tidak dilakukan pemungutan Bea Masuk dan Pungutan Negara lainnya disebut : a. dry port b. free port c. customs port d. sea port 4. Instansi penegak hukum yang melaksanakan port clearance

(pemeriksaan surat-surat kapal/surat layak laut dan memberikan panduan keluar masuk pelabuhan), agar kapal dapat keluar masuk pelabuhan secara tertib dan terawasi, sehingga keselamatan pelayaran dapat terjamin adalah : a. Syahbandar b. Administratur Pelabuhan (Adpel) c. PT. Pelabuhan Indonesia (Pelindo) d. KPLP 5. Pelabuhan yang digunakan untuk melayani kepentingan sendiri guna menunjang kegiatan tertentu disebut : a. Pelabuhan Khusus b. Pelabuhan Umum c. Pelabuhan Laut d. Pelabuhan Darat 6. Consignment note adalah bukti penyerahan barang untuk diangkut dengan sarana pengangkut berupa : a. Angkutan Darat b. Kereta Api c. Sarana Pengangkut Laut d. Sarana Pengangkut Udara 7. Angkutan Multimoda adalah angkutan barang atas dasar satu kontrak pengangkutan dengan menggunakan : a. satu moda angkutan b. dua moda angkutan yang berbeda c. paling sedikit dua moda angkutan yang berbeda

DTSD dan DTSD Kepabeanan da n Cukai

53

Perdagangan Internasional, Pelayaran, dan Kepelabuhanan


d. tiga moda angkutan yang berbeda 8. Pihak yang mengontrak carrier untuk mengangkut barang dari suatu tempat di negaranya hingga sampai di tempat tujuan disebut : a. Consignee b. Carrier c. Notify Party d. Shipper 9. Pihak yang ditunjuk oleh pengirim barang untuk menerima barang yang diangkut ke pelabuhan tujuan disebut : a. Carrier b. Consignor c. Shipper d. Consignee 10. Perusahaan yang bertugas memeriksa kapal atau muatannya untuk kemudian menyatakan pendapatnya dari hasil yang diperiksanya adalah : a. Pelindo b. Perusahaan Pelayaran c. Perusahaan Surveyor d. Perusahaan Bongkar Muat 11. Kontrak pengangkutan barang melalui sarana pengangkut udara disebut dengan : a. angkutan multi moda b. airway bill c. bill of lading d. consignment note 12. Kontrak pengangkutan barang melalui sarana pengangkut laut disebut dengan : a. bill of lading b. consignment note c. angkutan multi moda d. airway bill 13. Yang tidak termasuk fungsi Bill of Lading adalah : a. Sebagai bukti kebenaran barang

DTSD dan DTSD Kepabeanan da n Cukai

54

Perdagangan Internasional, Pelayaran, dan Kepelabuhanan


b. Sebagai bukti penerimaan barang c. Sebagai bukti penyerahan barang d. Sebagai bukti kepemilikan barang 14. Pihak yang ditunjuk shippers dalam B/L sebagai pihak yang harus diberitahukan oleh carrier setelah barang tiba di pelabuhan tujuan namun bukan bertindak sebagai penerima barang disebut : a. Consignee b. Notify Party c. Carrier e. Shipper 15. Yang tidak termasuk fungsi pelabuhan dalam konteks perdagangan internasional adalah : a. tempat pertemuan angkutan darat dan laut b. sebagai gapura negara dalam perdagangan c. sebagai tempat berdagang d. sebagai pintu masuk perdagangan

DTSD dan DTSD Kepabeanan da n Cukai

55

Perdagangan Internasional, Pelayaran, dan Kepelabuhanan


3.5. Umpan Balik dan Tindak Lanjut

Untuk mengukur pemahaman anda terhadap kegiatan belajar 1, disarankan agar anda mencocokkan jawaban tes formatif yang anda buat dengan kunci jawaban yang kami sediakan. Hitung persentase tingkat pemahaman (TP) anda, dengan menggunakan rumus sebagai berikut :

TP =

Jumlah Jawaban Yang Benar x 100% Jumlah Keseluruhan Soal

Apabila anda hanya dapat menjawab pertanyaan tersebut kurang atau sama dengan 80 %, maka sebaiknya anda mengulang kembali materi kegiatan belajar 1 ini. Selanjutnya, apabila jawaban anda telah memenuhi standar kualifikasi yang diminta (lebih dari 80%) maka anda dapat melanjutkan pada kegiatan belajar 2. Skala pengukuran tingkat pemahaman belajar sesuai dengan tabel berikut :

Tingkat Pemahaman 90 < TP 100% 80 < TP 70 < TP 60 TP TP < 60 90% 80% 70%

Skala Nilai Amat Baik Baik Cukup Kurang Kurang Sekali

DTSD dan DTSD Kepabeanan da n Cukai

56

Perdagangan Internasional, Pelayaran, dan Kepelabuhanan

PENUTUP

Teknik perdagangan internasional adalah suatu bidang kegiatan yang erat kaitannya dengan tugas-tugas Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Sebagai bagian dari institusi DJBC hendaknya anda memiliki pemahaman yang tepat mengenai konsep teoritik dan mekanisme transaksi perdagangan internasional. Tujuannya adalah agar Anda dapat mengerti dan melakukan tindakan yang tepat dalam setiap pengambilan keputusan. Ingatlah bahwa ruang lingkup tugas kepabeanan pastinya akan selalu bersentuhan dengan dokumendokumen perdagangan internasional. Akhirnya semoga modul ini bermanfaat khususnya bagi peserta Diklat Teknis Substantif Dasar dan umumnya bagi pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang mempelajari modul ini. Apabila anda masih membutuhkan penjelasan terhadap materi pelajaran dalam modul ini, silahkan

mengkonsultasikannya kepada fasilitator atau Waidyaiswara yang membawakan materi pelajaran transaksi perdagangan internasional ini.

DTSD dan DTSD Kepabeanan da n Cukai

57

Perdagangan Internasional, Pelayaran, dan Kepelabuhanan

TES SUMATIF

Sebagai tolak ukur pemahaman anda terhadap modul ini, silahkan anda kerjakan soal-soal latihan berikut. Tingkat Pemahaman (TP) dapat anda hitung sendiri menggunakan rumus yang telah kami sampaikan pada bagian sebelumnya.

1. Salah satu alasan terjadinya perdagangan internasional adalah : a. keterbatasan sumber daya. b. adanya tekanan internasional c. mempertahankan eksistensi bangsa d. membangun hubungan internasional 2. Teori Keunggulan Kompetitif adalah : a. Negara A lebih unggul dari pada negara B dikarenakan negara A mempunyai sumber daya manusia yang handal b. Negara A lebih unggul daripada negara B dikarenakan lebih kaya dengan pendapatan perkapita lebih tinggi c. Negara A lebih unggul daripada negara B dikarenakan negara B kalah bersaing di dunia intenasional d. Negara A tidak lebih baik daripada negara B karena baik sumber daya manusia maupun sumberdaya alamnya tidak mempengaruhi perdagangan internasional 3. Yang tidak termasuk alasan terjadinya perdagangan internasional adalah : a. kemajuan teknologi. b. keunggulan kompetitif. c. keunggulan komparatif. d. keunggulan budaya. 4. Meskipun ada suatu negara yang memegang keunggulan mutlak dalam produksi dua barang, antar negara masih dapat berdagang melakukan spesialisasi. Prinsip ini termasuk konsep perdagangan internasional dengan menggunakan dasar keunggulan : a. absolut b. relatif

DTSD dan DTSD Kepabeanan da n Cukai

58

Perdagangan Internasional, Pelayaran, dan Kepelabuhanan


c. komparatif d. kompetitif 5. Perdagangan antar negara terjadi karena negara A mempunyai keunggulan mutlak dibandingkan negara B, teori tersebut dinyatakan oleh: a. David Ricardo b. Adam Smith c. Michael Porter d. Harry Porter 6. Bilamana Amerika Serikat mengalihkan produksi otomotifnya ke negara yang lain dan berkonsentrasi ke Teknologi Informasi merupakan wujud dari alasan perdagangan internasional berupa : a. kemajuan teknologi. b. keunggulan kompetitif c. pergeseran selera d. keunggulan komparatif. 7. Manakah pernyataan berikut ini yang tepat untuk teori perdagangan internasional berdasarkan keunggulan kompetitif : a. sumber keunggulan daya saing terletak pada sumber daya manusia yang menguasai teknologi dibidang rekayasa teknik b. sumber keunggulan daya saing terletak pada keunggulan di bidang keuangan c. sumber keunggulan daya saing terletak pada keunggulan di bidang penyediaan bahan baku d. sumber keunggulan daya saing terletak pada keunggulan di bidang sarana dan prasarana 8. Manakah pernyataan berikut ini yang tepat untuk teori perdagangan internasional berdasarkan keunggulan komparatif : a. sumber keunggulan daya saing terletak pada keunggulan di bidang keuangan b. sumber keunggulan daya saing terletak pada keunggulan di bidang penyediaan bahan baku c. dengan spesialisasi dua negara masih dapat berdagang meskipun ada yang memegang keunggulan absolute dalam produksi dua barang

DTSD dan DTSD Kepabeanan da n Cukai

59

Perdagangan Internasional, Pelayaran, dan Kepelabuhanan


d. sumber keunggulan daya saing terletak pada keunggulan di bidang sarana dan prasarana 9. Saat penyerahan barang dari eksportir kepada importir sebelum barang dimuat diatas kapal atau ketika masih berada di dermaga pelabuhan adalah : a. CFR (Cost and Freight) b. CIF (Cost, Insurance and Freight) c. FOB (Free on Board) d. FAS (Free Along Side Ship) 10. Kesepakatan yang dibuat oleh dua pihak atau lebih untuk melakukan

transaksi perdagangan yang dilandasi oleh prinsip-prinsip hukum yang disepakati bersama disebut dengan : a. sales contract b. proforma invoice c. agreement d. letter of credit 11. Metode pembayaran dimana penjual mengapalkan terlebih dahulu barang yang dipesan oleh pembeli sebelum pembayaran baik sebagian atau keseluruhan diterima oleh penjual disebut dengan : a. open account b. advance payment c. letter of credit d. collection 12. Bank di negara importir yang menerbitkan L/C atas permohonan applicant (importir) disebut dengan : a. Advising bank b. Confirming bank c. Issuing bank d. correspondence bank 13. Bila dalam kesepakatan syarat penyerahan barang dilakukan di showroom milik pembeli dan segala urusan perpajakan ditanggung eksportir disebut dengan : a. DES (Delivery ex Ship) b. DEQ (Delivered ex Quay) c. DDU (Delivery Duty Unpaid)

DTSD dan DTSD Kepabeanan da n Cukai

60

Perdagangan Internasional, Pelayaran, dan Kepelabuhanan


d. DDP (Delivery Duty paid DES) 14. Surat keterangan asal dalam rangka memperoleh preferensi atau fasilitas pembebasan sebagian atau seluruh bea masuk skema tarif ASEAN-China FTA disebut : a. form A b. form B c. form D d. form E 15. Nota perincian mengenai data-data barang yang ditransaksikan dan juga memuat informasi mengenai harga yang harus dibayar oleh pihak pembeli disebut : a. b. c. d. Proforma invoice Consulair invoice Commercial invoice Packing List

16. Surat keterangan asal dalam untuk produk yang berasal dari negara-negara ASEAN dalam rangka pemberlakuan skema tarif CEPT-AFTA disebut : a. form A b. form B c. form D d. form E 17. Bukti tertulis atas pembayaran premi untuk menutup pertanggungan resiko terhadap sejumlah barang yang diangkut dengan kapal disebut dengan : a. polis asuransi b. bill of lading c. sertifikat asuransi d. asuransi 18. Pola transportasi dalam jasa angkutan laut dapat meliputi beberapa alternatif sebagai berikut kecuali : a. Charter b. Tramper c. Liner d. Order

DTSD dan DTSD Kepabeanan da n Cukai

61

Perdagangan Internasional, Pelayaran, dan Kepelabuhanan


19. Pelabuhan yang berada dibawah pengawasan Bea dan Cukai, namun tidak dilakukan pemungutan Bea Masuk dan Pungutan Negara lainnya disebut : a. dry port b. free port c. customs port d. sea port 20. Instansi penegak hukum yang melaksanakan pemeriksaan surat-surat kapal / surat layak laut dan memberikan panduan keluar masuk pelabuhan, sehingga keselamatan pelayaran dapat terjamin adalah : a. Syahbandar b. Administratur Pelabuhan (Adpel) c. PT. Pelabuhan Indonesia (Pelindo) d. KPLP 21. Consignment note adalah bukti penyerahan barang untuk diangkut dengan sarana pengangkut berupa : a. Angkutan Darat b. Kereta Api c. Sarana Pengangkut Laut d. Sarana Pengangkut Udara 22. Angkutan Multimoda adalah angkutan barang atas dasar satu kontrak pengangkutan dengan menggunakan : a. satu moda angkutan b. dua moda angkutan yang berbeda c. paling sedikit dua moda angkutan yang berbeda d. tiga moda angkutan yang berbeda 23. Pihak yang mengontrak carrier untuk mengangkut barang dari suatu tempat di negaranya hingga sampai di tempat tujuan disebut : a. Consignee b. Carrier c. Notify Party d. Shipper

DTSD dan DTSD Kepabeanan da n Cukai

62

Perdagangan Internasional, Pelayaran, dan Kepelabuhanan


24. Kontrak pengangkutan barang melalui sarana pengangkut laut disebut dengan : a. bill of lading b. consignment note c. angkutan multi moda d. airway bill 25. Yang tidak termasuk fungsi Bill of Lading adalah : a. Sebagai bukti kebenaran barang b. Sebagai bukti penerimaan barang c. Sebagai bukti penyerahan barang d. Sebagai bukti kepemilikan barang

DTSD dan DTSD Kepabeanan da n Cukai

63

Perdagangan Internasional, Pelayaran, dan Kepelabuhanan

KUNCI JAWABAN

1.

Tes Formatif Kegiatan Belajar 1 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 10) 11) 12) 13) 14) 15) b b a a d a c c b d a b a c a Kegiatan Belajar 2 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 10) 11) 12) 13) 14) 15) d d a b d c b d b a d c c d a Kegiatan Belajar 3 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 10) 11) 12) 13) 14) 15) d c b a a b c d d c b a a b c

2.

Tes Sumatif

1) 2) 3) 4) 5) 6)

b a d b b a

7) 8) 9) 10) 11) 12)

a c d a b c

13) 14) 15) 16) 17) 18)

d d c c a d

19) 20) 21) 22) 23) 24) 25)

b a b c d a a

DTSD dan DTSD Kepabeanan da n Cukai

64

Perdagangan Internasional, Pelayaran, dan Kepelabuhanan

DAFTAR ISTILAH
Advising Bank: yaitu bank di negara eksportir yang meneruskan atau memberitahukan dan juga menegaskan kebenaran pembukaan L/C kepada beneficiary. Selain proses advisi, bank ini dapat juga bertindak sebagai paying bank, sepanjang mendapat penunjukan dari issuing bank. Advance payment: metode pembayaran dimana pembeli terlebih dahulu melakukan pembayaran baik sebagian atau seluruhnya, sebelum barang yang dipesan dikapalkan oleh penjual. Applicant, yaitu pihak yang membuka kontrak L/C kepada bank penerbit. Dalam kontrak perdagangan applicant bertindak sebagai pembeli atau importir. Beneficiary, yaitu pihak yang akan menerima keuntungan atau pembayaran atas pembukaan kontrak L/C. Kedudukan beneficiary dalam sales contract adalah sebagai penjual atau eksportir. Carrier as ship owner: perusahaan pengangkutan yang mengoperasikan kapal miliknya sendiri Carrier as charterer of ship: perusahaan pengangkutan yang menyewa kapal dan mengoperasikan kapal sewaan Carriage Paid To (CPT): term penyerahan perdagangan khusus untuk pengangkutan multimoda. Penjual berkewajiban menanggung seluruh biaya pengangkutan dan menentukan sendiri pengangkut yang akan membawa barang-barang hingga sampai di suatu tempat tujuan di negara importir. Carriage Insurance Paid To (CIP): Pada terms penyerahan perdagangan ini, kewajiban penjual pada dasarnya sama dengan terms CPT hanya saja ditambah dengan kewajiban menutup asuransi pengangkutan. Charter party: perjanjian sewa-menyewa antara pemilik kapal dengan pihak yang mencarternya Collection: metode pembayaran dengan cara menitipkan dokumen komersial (commercial documents) atau dokumen keuangan (financial documents) kepada pihak bank yang selanjutnya akan melakukan penagihan kepada importir di luar negeri Common Carrier: Jasa pengangkutan publik

DTSD dan DTSD Kepabeanan da n Cukai

65

Perdagangan Internasional, Pelayaran, dan Kepelabuhanan


Consignment: metode pembayaran secara konsinyasi Consignee: pihak yang ditunjuk oleh shipper untuk menerima barang yang diangkut di pelabuhan tujuan Cost and Freght (CFR): term penyerahan perdagangan dimana penjual menyerahkan barang setelah barang melewati batas pagar kapal di pelabuhan pengapalan dalam keadaan sudah mendapat ijin ekspor, tetapi biaya pengangkutan sampai ke pelabuhan tujuan tetap menjadi kewajiban penjual Cost insurance and freight (CIF): term penyerahan perdagangan dimana penjual menyerahkan barang setelah barang melewati batas pagar kapal di pelabuhan pengapalan dalam keadaan sudah mendapat ijin ekspor, biaya pengangkutan dan asuransi pengangkutan sampai ke pelabuhan tujuan tetap menjadi kewajiban penjual Demurrage: biaya yang harus ditanggung oleh penyewa kapal/pemilik cargo yang disebabkan adanya kelebihan waktu yang diperlukan kapal dalam melakukan aktifitas bongkar-muat di pelabuhan, dari waktu yang telah disepakati (laytime) dan keterlambatan tersebut disebabkan bukan karena kesalahan pengangkut Delivered at Frontier (DAF): term penyerahan perdagangan dimana

perpindahan resiko dari penjual kepada pembeli dilakukan di suatu tempat yang termasuk wilayah perbatasan, namun belum termasuk daerah pabean negara pembeli, dalam kondisi belum dibongkar Delivered Duty Paid (DDP): term penyerahan perdagangan dimana penjual harus menyerahkan barang kepada pembeli di suatu tempat yang ditunjuk pembeli dan berada di wilayah kewenangan pembeli dengan kondisi seluruh formalitas kepabeanan telah diselesaikan (door to door service). Delivered Duty Unpaid (DDU): term penyerahan perdagangan dimana penjual menyerahkan barang kepada pembeli, di suatu tempat yang ditunjuk pembeli dalam wilayah kewenangan pembeli Delivered ex Ship (DES): term penyerahan perdagangan dimana penjual menyerahkan barang apabila telah ditempatkan ke dalam kewenangan pembeli, diatas kapal , sudah diurus formalitas ekspor, namun belum diurus formalitas impornya.

DTSD dan DTSD Kepabeanan da n Cukai

66

Perdagangan Internasional, Pelayaran, dan Kepelabuhanan


Delivered ex Quay (DEQ): term penyerahan perdagangan dimana penjual menyerahkan barang apabila telah ditempatkan kewenangan pembeli, diatas dermaga, telah diurus formalitas ekspor,namun belum diurus formalitas impornya Exworks: terms penyerahan perdagangan yang dilaksanakan di suatu tempat milik eksportir atau di negara asal barang (pabrik, gudang, dan lain-lain). Free alongside Ship (FAS): term penyerahan perdagangan dimana penjual wajib menanggung biaya dan resiko sampai dengan penyerahan barang di samping kapal di pelabuhan pengapalan, dalam keadaan sudah mendapat ijin ekspor Free Carrier (FCA): term penyerahan perdagangan dimana penjual

menyerahkan barang kepada pengangkut dalam keadaan sudah mendapat ijin ekspor, ditempat yang ditunjuk oleh pembeli. Free on Board (FOB): term penyerahan perdagangan dimana penjual wajib menanggung biaya dan resiko sampai dengan barang melewati batas pagar kapal di pelabuhan pengapalan, dalam keadaan sudah mendapat ijin ekspor. Freight: adalah biaya yang dikenakan oleh maskapai pengangkutan atas jasa pengangkutan barang dari negara eksportir hingga sampai dengan selamat di negara tujuan importir Incoterms 2000: International Commercial Terms versi Tahun 2000, suatu instrumen pengaturan dalam hal syarat-syarat penyerahan perdagangan Issuing Bank: adalah bank di negara importir yang menerbitkan L/C atas permohonan applicant. Letter of Credit: janji membayar dari bank penerbit (issuing bank) kepada eksportir (beneficiary) sebesar nilai yang tercantum dalam dokumen L/C sepanjang eksportir memenuhi persyaratan L/C. Liner: pola pengangkutan dengan trayek tertentu dan telah ditentukan waktunya secara reguler. Negotiating bank, yaitu bank yang menyetujui untuk membeli wesel (draft) dari beneficiary dengan segera Non documentary L/C: istilah lainnya adalah Clean L/C atau Standby L/C. Pada dasarnya merupakan instrumen penjaminan, yaitu jaminan pembayaran

(guaranty of payment) yang dikeluarkan oleh bank penerbit kepada

DTSD dan DTSD Kepabeanan da n Cukai

67

Perdagangan Internasional, Pelayaran, dan Kepelabuhanan


beneficiary atas suatu kejadian wanprestasi dalam kontrak dasar yang

terpisah dari kontrak standby L/C. Notify party: pihak yang ditunjuk shippers dalam B/L sebagai pihak yang harus diberitahukan oleh carrier setelah barang tiba di pelabuhan tujuan, lazimnya atas permintaan importir Open account: metode pembayaran dimana penjual mengapalkan terlebih dahulu barang yang dipesan oleh pembeli sebelum pembayaran (baik sebagian atau keseluruhan) diterima oleh penjual. Proforma invoice: Invoice yang sifatnya adalah sementara, yang digunakan untuk mendapatkan kesepakatan terakhir dari pihak pembeli Sales of contract: kontrak perjanjian jual-beli antara pembeli dan penjual antar negara Shipper: pihak yang mengontrak carrier untuk mengangkut barang dari suatu tempat di negaranya hingga sampai di tempat tujuan Shipping instruction: merupakan dokumen perintah kerja kepada pihak pengangkut untuk mengangkut barang ekspor milik eksportir hingga sampai di tempat tujuan importir Stowage plan : merupakan suatu diagram yang menggambarkan penempatan cargo atau kontainer di ruang muatan (palka-palka kapal) agar di pelabuhan tujuan kegiatan bongkar muat barang dapat berjalan dengan baik Terms of trade: syarat penyerahan perdagangan Terms of payment: syarat pembayaran Tramper: adalah pola pengangkutan laut yang tidak memiliki trayek dan jadwal waktu yang jelas (independence services).

DTSD dan DTSD Kepabeanan da n Cukai

68

Perdagangan Internasional, Pelayaran, dan Kepelabuhanan

DAFTAR PUSTAKA
Ginting, Ramlan. 2007. Transaksi Bisnis dan Perbankan Internasional. Jakarta: Salemba Empat. Hutabarat, Roselyne. 1994. Transaksi Ekspor Impor. Edisi ke-6. Jakarta: Erlangga International Chamber of Commerce. 2000. International Commercial Terms, Publication Nomor 560. Diakses dari

http://swengelsk.com/Logistic/Incoterms .htm pada tanggal 8 Juni 2009 jam 21:45 MS, Amir. 2005. Ekspor Impor: Teori dan Penerapannya. Edisi ke-9. Jakarta: PPM. Moerjono, Agoes. 1993. Melangkah Menuju Ekspor: Buku 1. Edisi ke-1. Jakarta: LPPM Peraturan Pemerintah Nomor 1 tahun 1982 tentang Pelaksanaan Ekspor, Impor dan
Lalu Lintas Devisa.

Ronosentono, H.M. Noch Idris. 2006. Pengetahuan Dasar Tatalaksana Freight Forwarding. Jakarta: CV Infomedika Surono dan M. Jafar. 2009. Modul Transaksi Perdagangan Internasional untuk DTSS Post Clearance Audit. Jakarta: Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Pusdiklat Bea dan Cukai. Tjahjarijadi, Haryono. 2008. Singkat Jelas Tentang Transaksi Luar Negeri. Jakarta: Elex Media Komputindo. International sales contract http://www.jus.uio.no/lm/un.contracts.international.sale.of.goods.convention .1980/portrait.pdf Undang-undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelaya

DTSD dan DTSD Kepabeanan da n Cukai

69