Anda di halaman 1dari 16

OPC

Tutorial OPC (Bagian-1): Pendahuluan


Sekilas tentang OPC

OPC menstandarisasi komunikasi data kontrol proses OPC menstandarisasi teknologi, bukan sebuah produk OPC menyediakan interoperabilitas dan skalabilitas sesungguhnya OPC bisa mengurangi waktu dan ongkos implementasi

Tujuan dari OPC adalah menyediakan sebuah infrastruktur standar untuk pertukaran data kontrol proses. Misalnya, pabrik biasanya memiliki berbagai macam sumber data seperti PLC, DCS, basisdata, meteran, RTU dan lain sebagainya. Data-data ini tersedia melalui berbagai macam koneksi yang berbeda-beda, misalnya, serial, ethernet, atau bahkan melalui pemancar radio. Sedangkan aplikasi kontrol prosesnya bisa menggunakan berbagai macam sistem operasi yang berbeda, seperti windows, UNIX, DOS, atau VMS.

Dulu, penjual (vendor) akan mengambil data-data ini untuk aplikasi mereka menggunakan antarmuka peralatan mereka sendiri. Data akan tersimpan dalam format kepemilikan (proprietary), artinya Anda hanya bisa mengakses data-data menggunakan perangkat lunak atau alat dari penjual yang sama yang telah disedikan. Setiap kali terjadi perubahan atau pengembangan, Anda perlu (dipaksa) mendatangi penjualnya (lagi).

Yang jelasn, OPC menstandarisasi suatu teknologi, bukan suatu produk. Dengan menggunakan standar OPC, data dapat dikirimkan dari berbagai macam sumber data ke aplikasi apapun yang memenuhi standar OPC. Aplikasi-aplikasi ini termasuk HMI atau Human Machine Interface, trender, spreadsheet, pengarsip data, aplikasi ERP (Enterprise Resource Planning) dan lain sebagainya. OPC merupakan sebuah standar komunikasi yang menyediakan interoperabilitas dan skalabilitas sesungguhnya. Hal ini membolehkan Anda memvisualisasikan, menganalisis, melaporkan, atau melakukan apa saja yang Anda inginkan, melalui aplikasi dari pabrik mana saja menggunakan satu atau lebih spesifikasi OPC. Dengan memilih teknologi standar OPC, Anda mengaktifkan interoperabilitas sesungguhnya, mengurangi ongkos implementasi, dan membuat sistem terskala penuh untuk masa depan.

Definisi OPC
OPC adalah sebuah standar industri untuk antarkonektivitas sistem. Yayasan OPC (OPC Foundation) mengatur semua spesifikasi OPC. OPC merupakan kependekan dari OLE for Process Control. OPC menggunakan teknologi COM dan DCOM-nya Microsoft untuk membolehkan suatu aplikasi menukar-nukar data dengan satu atau lebih komputer melalui

arsitektur TCP/IP. OPC mendefinisikan sekumpulan antarmuka umum. Dengan demikian, aplikasi akan mengambil data dengan format yang sama, tidak peduli asal datanya, apakah dari PLC, DCS, penganalisa, perangkat lunak aplikasi, meteran, atau lainnya. Jadi, OPC adalah solusi komunikasi yang tinggal diambil, dipasang dan dijalankan.

Tutorial OPC (Bagian-2): Konektivitas OPC vs. Kepemilikan (Proprietary)


Studi Kasus sebuah pabrik petrokimia

Pabrik petrokimia membutuhkan pemantauan peralatan. Tiga aplikasi yang berbeda dibutuhkan untuk analisis data. TIga alat menghasilkan data (masing-masing sebagai sumber data).

Untuk memahami OPC, marilah kita lihat studi kasus berikut ini. Dalam kasus ini, sebuah pabrik petrokimia ingin melakukan pemantauan sistem proses mereka menggunakan tiga aplikasi: sebuah HMI untuk visualisasi, sebuah Process Historian untuk penyimpanan data, dan sebuah aplikasi pemantauan kondisi mesin (the Machine Condition Monitor). Data berasal dari tiga macam sumber data yang berbeda: sebuah PLC, sebuah sistem pemantau getaran (vibration monitoring system), dan sebuah mesin penghitung (calculation engine). Perhatikan gambarnya

Dalam hal ini pabrik tersebut menentukan tiga persyaratan: 1. Meminimalkan beban peralatan dengan meminimalkan permintaan data. 2. Implementasi infrastuktur komunikasi yang cepat dan mudah. 3. Meminimalkan ongkos implementasi dan akuisisi data.

Solusi Kepemilikan (Proprietary)

Solusi kepemilikan membutuhkan banyak custom driver. Dengan beragamnya driver peralatan mengakibatkan banyaknya permintaan data. Waktu implementasi yang lama dan ongkos bisa membengkak.

Solusi pertama adalah menggunakan metode konektivitas kepemilikan. Masing-masing aplikasi akan berkomunikasi dengan masing-masing sumber data melalui antarmukanya atau driver-nya masing-masing. HMI membutuhkan tiga driver untuk berkomunikasi dengan masing-masing sumber data. Satu untuk berkomunikasi dengan PLC melalui protokol TSAA, kedua untuk mendapatkan data dari pemantau getaran menggunakan Modbus dan yang ketiga untuk memproleh perhitungan prakonfigurasi dari mesin penghitung menggunakan DDE (Dynamic Data Exchange). Demikian juga dengan Process Historian memerlukan tiga driver dan pemantau kondisi mesin. Totalnya, dibutuhkan sembilan driver! Perhatikan gambar

Dalam kasus ini, bisa Anda bayangkan, masing-masing sumber data harus menyediakan data yang sama tiga kali: masing-masing untuk tiap aplikasi dan driver yang terkait. Tentu saja hal ini akan menyebabkan beban yang sangat berat data pada sumber data, karena jumlah permintaan data yang sedemikian banyaknya.

Setelah dilakukan estimasi ternyata dibutuhkan 10 hari untuk menyelesaikan instalasi dan comissioning secara lengkap, dengan ongkos lebih dari $50.000 untuk perangkat lunak dan tenaga kerja yang terkait.

Solusi menggunakan OPC


Solusi OPC meminimalkan device driver. Penggerak OPC saat ini sudah banyak tersedia. OPC mengurangi beban alat secara signifikan. Waktu implementasi dan semua ongkos dapat dikurangi secara drastis

Baiklah, sekarang kita perhatikan bagaimana solusi menggunakan OPC mampu menggunakan sumber data dan perangkat aplikasi yang sama. Dalam hal ini, digunakan sebuah server OPC untuk PLC, sebuah server OPC untuk sistem pemantau getaran, dan satu server OPC untuk mesin penghitung. Karena HMI, Process Historian, dan pemantau kondisi mesin sudah mendukung OPC, yang kita butuhkan hanyalah tiga antarmuka (driver), sepertiga dari jumlah total sebelumnya. Karena OPC merupakan standard komunikasi yang terkenal, driver-driver-nya sudah banyak tersedia langsung, tidak diperlukan pengembangan perangkat lunak secara khusus.

Perhatikan gambar, hanya terdapat sebuah koneksi antara masing-masing server OPC dengan sumber data yang terkait. Saat server OPC menerima tiga permintaan data untuk sumber yang sama, maka server OPC cukup memberikan perintah tunggal ke sumber data yang bersangkutan. Hal ini secara drastis menurunkan beban permintaan data pada masing-masing sumber data, dibandingkan dengan solusi kepemilikan, dan secara signifikan meningkatkan unjuk-kerja dari protokol serial yang lambat seperti Modbus. Perhatikan gambar.

Solusi OPC hanya membutuhkan 2 hari untuk instalasi dan commissioning, dan biayanya kurang dari $10.000 untuk perangkat lunak dan layanan yang terkait. Akhirnya, solusi OPC membantuk pabrik memenuhi semua kebutuhan. Mengurangi beban data pada tiap alat, meminimalkan waktu implementasi dan mengurangi ongkos perangkat lunak akuisisi mereka.

Tutorial OPC (Bagian-3): Yayasan dan Spesifikasi OPC


Yayasan OPC (OPC Foundation)

Merupakan organisasi non-profit. Beranggotakan ratusan perusahaan. Sesi interoperabilitas menjamin komunikasi antar produk OPC Produk yang OPC Compliant harus lolos uji OPC

Yayasan OPC atau OPC Foundation merupakan sebuah organisasi internasional non-profit yang terdiri dari ratusan perusahaan di seluruh dunia. Bertanggung jawab dalam menetapkan dan mengurus spesifikasi OPC serta berusaha memelihara interoperabilitas-nya.

Sesi Interoperabilitas OPC dilakukan secara periodik di seluruh dunia. Selama sesi ini, para penjual (vendors), yang juga bisa berarti kompetitor, mengirimkan pakar-pakar teknis meraka untuk menghubungkan produk-produk OPC mereka dengan lainnya. Jika mereka menemui permasalahan konektivitas, para penjual akan berkumpul untuk mencari solusinya. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk memastikan penjual Anda juga ikut berpartisipasi dalam sesi interoperabilitas OPC yang dilakukan. Selain itu, Yayasan OPC juga mengembangkan sebuah perangkat uji Pemenuhan OPC (OPC compliance). Mereka yang lolos uji dapat mendaftarkan hasilnya ke Yayasa OPC dan boleh menampilkan Logo OPC Compliance pada produk-produk mereka yang terkait.

Logo OPC compliance merupakan indikator bahwa suatu Server OPC mematuhi spesifikasi OPC tertentu. Namun, logo OPC compliance tidak berarti semua server OPC adalah sama. Kenyataannya, server OPC dapat bervariasi dalam hal kecepatan, reliabilitas, kapabilitas dan interoperabilitas-nya, yang juga membedakan harganya. Silahkan Anda cek produk pada penjual Anda, termasuk garansi yang mereka tawarkan.

Spesifikasi OPC
OPC merupakan standar industri yang dipublikasikan untuk pertukaran data kontrol proses dan tersedia untuk siapa saja yang tertarik mengembangan produk OPC-nya masing-masing. Ada banyak spesifikasi OPC, berikut beberapa hal yang sering Anda jumpai:

OPC Data Access, atau OPC DA, menyediakan akses ke data proses secara real-time. Menggunakan OPC DA, seseorang dapat meminta data nilai terakhir, misalnya, kecepatan aliran, tekanan, level, suhu, densitas, dan lain-lain, secara real-time. OPC Historical Data Access, atau OPC HDA, digunakan untuk mendapatkan dan menganalisis data proses tersimpan (historical process data), yang bisanya tersimpan di dalam sebuah Process Data Archiver, basisdata, atau RTU. OPC Alarms and Events, atau OPC A&E, digunakan untuk pertukaran alarm dan kejadian-kejadian (events) proses. Pegawai operasional dapat menggunakan OPC A&E untuk memberitahukan kepada mereka alarm-alarm dan untuk mendapatkan serangkaian kejadian-kejadian. OPC Data eXchange, atau OPC DX, mendefinisikan bagaimana server OPC melakukan pertukaran data dengan server OPC lainnya. OPC Extensible Markup Language, atau lebih dikenal dengan OPC XML, mengenkapsulasi data kontrol proses sehingga tersedia untuk seluruh sistem operasi. Selain itu, masih ada spesifikasi lain seperti OPC Batch dan OPC Security.

Yayasan OPC terus secara kontinu memperbaharui spesifikasi-spesifikasi OPC, seperti OPC DA 2.0 menjadi OPC DA 3.0. Selain itu, juga mengerjakan spesifikasi yang baru seperti OPC untuk Complex data dan OPC untuk Sistem ERP. So, di masa mendatang OPC akan berevolusi untuk memenuhi berbagai macam kebutuhan.

Penting untuk memilih spesifikasi OPC yang tepat untuk aplikasi Anda. Misalnya, OPC DA dan OPC HDA merupakan spesifikasi yang terpisah, dan digunakan untuk kepentingan yang berbeda. Lebih lanjut, masing-masing spesifikasi OPC memiliki nomor rilis yang berbeda-beda, seperti OPC DA rilis 1, 2 dan 3. Silahkan cek pada penjual Anda untuk mengetahui spesifikasi dan rilis yang mereka dukung.

Tutorial OPC (Bagian-4): Akses Data Realtime (OPC DA)


Pendahuluan OPC DA (Data Access)

OPC DA merupakan standarisasi akses data secara real-time. Komunikasi antar peralatan dan aplikasi selalu konsisten. OPC DA tersedia untuk setiap sistem kontrol proses yang utama OPC DA mengamankan skalabilitas.

OPC Data Access, atau cukup OPC DA, menyediakan sebuah cara standar untuk mengakses data-data secara real-time dari perangkat keras dan lunak kontrol proses. Menggunakan OPC DA, komunikasi antar semua peralatan dan aplikasi akan konsisten. Server OPC DA untuk PLC, DCS, atau peralatan lainnya menyediakan data dalam format yang benarbenar sama! Begitu juga, HMI, Process Historian dan aplikasi lainnya bisa menerima data OPC dalam format yang sama. Hal ini membolehkan perangkat keras dan perangkat lunak kontrol proses Anda menukar-nukar data secara bebas, menyediakan interoperabilitas yang luas di dalam perusahaan. OPC merupakan metode konektivitas yang handal. Dengan demikian, saat ini server OPC sudah tersedia untuk setiap peralatan dan perangkat lunak aplikasi utama. Dengan kata lain, setiap aplikasi kontrol proses, saat ini, sudah mendukung OPC dalam bentuk sebuah koneksi klien OPC.

Perusahaan-perusahaan besar telah banyak mengadopsi OPC DA sebagai standar komunikasi transfer da secara real-time untuk mengamankan skalabilitas sistem mereka. Pemilihan OPC DA sebagai standar komunikasi pada perusahaan Anda membolehkan Anda untuk dengan mudah mengembangkan sistem sesuai dengan keperluan di masa-masa mendatang. OPC DA diawali dengan rilis OPC DA 1.o, kemudian tidak lama disusul dengan OPC DA 1.0a. Spesifikasi terakhir (saat artikel ini ditulis) adalam rilis OPC DA 2.0, dengan klarifikasi minor yang muncul secara periodik, seperti OPC DA 2.01, 2.0, 2.03, dan seterusnya. Para penjual diharapkan produk perangkat lunak mereka selalu up-to-date dengan rilis terakhir, silahkan cek dengan penjual Anda, rilis atau versi berapa yang mereka dukung.

Detil OPC DA

Hanya digunakan untuk membaca dan menulis data secara REAL-TIME. Menyediakan akses ke item nilai-tunggal yang dinamai titik (atau point). Masing-masing titik mengandung sebuah nilai, sebuah kualitas dan sebuah cap tanggal (timestamp). Hanya menggunakan nilai terakhir, tidak ada nilai sebelumnya.

OPC DA digunakan khusus untuk membaca dan menulis data secara real-time. Untuk mengakses nilai-nilai sebelumnya, atau nilai-nilai historik, Anda perlu menggunakan OPC HDA (Historical Data Access). Baiklah, mari kita lihat sebuah meter arus (flow meter) yang digunakan untuk mengukur laju sebuah pompa. Dalam contoh ini, meter arus terhubung dengan sebuah PLC, yang kemudian harus mengirimkan data ke aplikasi klien HMI.

OPC DA menyediakan akses ke item nilai-tunggal, yang dinamakan titik (point). Misalnya, sebuah pengontrol arus bisa memiliki lebih dari satu titik, termasuk sebuah titik set atau se point (FIC101.SP), sebuah nilai proses (FIC101.PV) dan lain sebagainya. OPC DA memperlakukan titik-titik tersebut secara terpisah. Masing-masing titik memiliki tiga atribut: satu untuk nilai, satu untuk kualitas dan satu untuk cap tanggal (timestamp). OPC DA akan mengirimkan nilai suatu titik, seberapa baik suatu pembacaan, dan kapan pembacaan dilakukan, tidak peduli titik tersebut berasal dari PLC, DCS, atau aplikasi perangkat lunak. Misalnya, suatu pembacaan arus menghasilkan nilai 12.85 cubic feet per minute, sebuah kualitas good dan sebuah cap tanggal October 7, 2003 9:15 and 17.358 seconds. Pertanyaan umum yang diajukan sebuah klien OPC dan dijawab oleh sebuah server OPC adalah berapa flow saat ini untuk FIC101?, seberapa baik pembacaan-nya, dan kapan pembacaan dilakukan?.

Cap tanggal (timestamp) OPC DA


Server OPC menyediakan sebuah nilai, kualitas dan cap tanggal. Jika cap tanggal peralatan tidak tersedia (misalnya, Modbus), maka server OPC akan menyediakannya.

Jika peralatan memiliki cap tanggal, server OPC akan meneruskannya.

Intinya server OPC DA menyediakan tiga atribut untuk setiap titik: nilai, kualitas dan cap tanggal. OPC mengharuskan bahwa sebuah cap tanggal harus tersedia untuk setiap titik, tetapi tidak menentukan darimana cap tanggal tersebut berasal. Dengan demikian, dari manakah cap tanggal tersebut berasal? Kadangkala sebuah cap tanggal tidak tersedia untuk suatu peralatan. Misalnya, Modbus tidak menyediakan cap tanggal dari PLC. Dalam situasi ini, server OPC akan menyediakan cap tanggalnya. Tetapi beberapa peralatan sudah menyediakan cap tanggal untuk tiap titik. Sehingga server OPC akan menerima hasil pembacaan sekaligus menerima cap tanggal dari PLC dan meneruskannya. Sebuah server OPC dapat dirancang untuk mengabaikan cap tanggal, walaupun memang sudah tersedia. Karena OPC tidak menenentukan dari mana cap tanggal itu berasal, kadang kala server OPC akan mengabaikan cap tanggal peralatan karena hal ini akan mengurangi usaha dalam pengembangan. Selalu tanyakan ke panjual Anda, dari manakah cap tanggal-nya berasal.

Ringkasan OPC DA
OPC DA menyediakan akses standar untuk data-data real-time, sehingga seklaigus menyediakan konektivitas terbuka. Sistem OPC mendapatkan keuntungan dari interoperabilitas dan skalabilitas sebenarnya yang digunakan untuk pemantauan dan pengontrolan terawasi. OPC membolehkan aplikasi untuk menukar, termasuk baca dan tulis, nilai-nilai terakhir, bukan nilainilai sebelumnya. Jika Anda membutuhkan akses ke nilai-nilai historik, maka Anda harus menggunakan OPC Historical Data Access (OPC HDA).

Tutorial OPC (Bagian-5): Akses Data historik (OPC HDA)


Tentang OPC HDA

OPC Historical Data Access (HDA) merupakan standar pertukaran data arsip. Data historik digunakan untuk analisis: trending, prediksi kerusakan, penyelidikan akar masalah, penilaian unjuk kerja, dan lain-lain. Komunikasi antar semua aplikasi dan arsip data (Process Historians, RTU-RTU, basisdata, dan lain-lain) lebih konsisten.

OPC HDA, atau Historical Data Access digunakan untuk pertukaran data-data proses yang tersimpan. Untuk mengakses informasi secara real-time Anda harus menggunakan OPC DA. Pabrik-pabrik di seluruh dunia telah membeli dan mengimplementasikan sistem penyimpan-data dalam jumlah yang sangat besar. Sistem ini membolehkan penggunaan piranti analisis data. Menggunakan data-data yang tersimpan (archived data), sekarang Anda bisa melakukan trending, prediksi kerusakan, penyelidikan akar masalah, penilaian unjuk-kerja, dan berbagai analisis lainnya, yang terkait dengan data-data yang tersimpan dari berbagai macam sumber. Menggunakan OPC HDA, pertukaran data historik antar aplikasi dan arsip data menjadi konsisten. Dengan kata lain, aplikasi klien OPC HDA yang mengimplementasikan trend, laporan, atau spreadsheet, dapat mengambil data-data proses tersimpan dari Process Historians, RTU-RTU, atau basisdata dengan cara yang sama. OPC HDA membolehkan interoperabilitas enterprise-wide, karena semua aplikasi yang menggantungkan pada data-data historik akhirnya menggantungkan pada sebuah standar industri yang didukung semua vendor-vendor terkenal. Server OPC HDA saat ini sudah dapat Anda peroleh di pasaran untuk Process Historian. Dengan menggunakan OPC HDA sebagai standar komunikasi membolehkan Anda mengakses semua data-data yang tersimpan dan sekaligus merupakan interoperabilitas sesungguhnya.

Detil OPC HDA


Sembarang aplikasi klien OPC HDA dapat mengakses data-data tersimpan melalui OPC HDA. Process Historian menjawab permintaan berkaitan dengan analisis. OPC HDA memisahkan Process Historian dari aplikasi analisis sisi-klien.

Baiklah, misalnya sebuah meteran-arus mengukur laju aliran sebuah pompa. Dalam kasus ini, meteran arus terhubungkan dengan PLC, yang pada gilirannya menyediakan data ke sebuah Process Historian. Ingat kembali, Process Historian digunakan untuk menyimpan data-data realtime, sekali data tersimpan, bisa Anda baca kembali melalui OPC HDA. Dengan kata lain, data dapat diakses oleh sembarang aplikasi klien HDA seperti data trender, spreadsheet, dan (bahkan) aplikasi pelaporan, dengan satu cara yang konsisten menggunakan OPC HDA. Pertanyaan tipikal yang digunakan dalam aplikasi klien HDA dan dijawab oleh Process Historian antara lain: 1. Berapa nilai FIC101.PV minggu kemarin, atau 2. Berapa nilai laju rerata harian selama bulan kemarin, atau bahkan 3. Berapa nilai laju total tiap-tiap bulan?

OPC HDA memisahkan Process Historian dari perangkat analisis. Bayangkan sembarang aplikasi bisa terhubungkan ke sembarang arsip-data. Hal ini membolehkan pengguna merubah arsip data dan aplikasi secara independen.

OPC HDA vs. Data Relasional


Standar Penggunaan

OPC HDA - data proses ODBC/SWL - data relasional/bisnis HDA dan ODBC/SQL saling melengkapi

OPC HDA merupakan standar yang tersebar luas untuk mengakses data-data proses historik. Standar lain yang juga populer adalah SQL (Structured Query Language), dan ODBC (Open Database Connectivity). Jika OPC HDA digunakan untuk data-data proses, SQL dan ODBC digunakan untuk data-data bisnis dan relasional. Penting untuk dicatat bahwa tujuan dari OPC HDA adalah akses data-data proses historik, bukan untuk data-data bisnis. Dengan demikian OPC HDA dan ODBC atau SQL bukan standar yang saling berkompetisi, tapi saling melengkapi. OPC HDA merupakan sebuah standar terbuka mendekopel data-data tersimpan seperti Process Historian dari aplikasi klien HDA. Dengan demikian, data-data historik dapat dipertukarkan secara bebas antar penyimpan data dan aplikasi analisis. Selain itu, data-data tersimpan dan aplikasi dapat ditambahkan dan dihilangkan secara bebas atau independen, sehingga sistem Anda akan benar-benar memiliki interoperabilitas sejak awal.