Anda di halaman 1dari 97

ANALISIS SCIENTIFIC MANAGEMENT TERHADAP INDUSTRI GARMEN

Tugas 1 Kelompok 02 :
Amanda Rizki Maharani (13410006) Ardian Dominggo (13410007) Fantoni Dwi Putra (13410017) Rinda Turesya (13410028) Dwina Oktoviona (13410034) Muhamad Ramzi Hanifyanto (13410039)

Mata kuliah Pengantar Teknik Industri (TI2101)


Dosen : Senator Nur Bahagia Asisten : Serlina Sari

BAB I Pendahuluan
1.1 Data Perusahaan
Nama perusahaan Alamat Nomor kontak Jenis produk Merk produk Waktu operasional Jumlah pegawai Kapasitas Produksi Sejarah : C.V Selaras : Jalan Sarimadu no 171 RT 05/RW 07 Sarijadi Bandung : (022) 2006296 : pakaian jadi wanita :: 08.00-17.00 : 60 : 1000 potong baju selama tiga minggu : Berdiri pada tahun 2003

1.2 Objek Kajian


Penulis memilih industri garmen ini karena industri tersebut tergolong industri kecil-menengah yang sudah maju dibuktikan dengan kapasitas produksi yang sudah cukup besar dan proses produksi yang sudah rapi. Di samping itu, industri ini memilki proses produksi yang kontinu sehingga dapat diamati prosesnya pada setiap waktu operasional.

1.3 Permasalahan
Di industri ini permasalahan utama adalah masalah ketepatan waktu dalam produksi dan pemenuhan spesifikasi yang diberikan pihak pemesan. Dalam hal ketepatan waktu, industri ini sering tidak mencapai target waktu yang ditentukan oleh pemesan sehingga menimbulkan kekecewaan pemesan barang produksi. Sementara dari segi pemenuhan spesifikasi, industri ini masih kurang professional dalam pengerjaan bagian-bagian produk. Hal ini menyebabkan industri ini lamban dalam pengembangannya.

1.4 Tujuan dan Manfaat


1.4.1 Tujuan Tujuan penulis mengadakan penelitian di industri ini adalah untuk mengetahui seberapa efektif dan efisien sistem produksi pada industri ini kemudian mencari solusi atas permasalahan yang dihadapi industri tersebut. 1.4.2 Manfaat 1.4.2.1 Bagi Penulis
Manfaat yang didapat penulis dalam melaksanakan penelitian ini adalah menambah pengetahuan tentang seberapa kompleks proses produksi industri garmen. Kemudian manfaat lain yang didapat yaitu terasahnya kemampuan penulis di

bidang analisa sistem produksi perusahaan dan kemampuan berpikir cara penyelesaian masalah yang dihadapi suatu industri.

1.4.2.2 Bagi perusahaan


Manfaat yang bisa didapat oleh perusahaan ini yaitu mendapat evaluasi mengenai sistem produksi perusahaan. Dengan begitu, perusahaan ini dapat memperbaiki sistem produksi sehingga produktivitas perusahaan tersebut dapat meningkat

BAB II Landasan Teori

2.1 Kerangka dan Konsep Dasar


2.1.1 Teori Dasar
a. Definisi Peta Kerja Peta kerja merupakan salah satu alat yang sistematis dan jelas untuk berkomunikasi secara luas. Jika didefinisikan, maka peta kerja adalah suatu alat yang menggambarkan kegiatan kerja secara sistematis dan jelas (biasanya kerja produksi). Melalu peta-peta kerja ini juga kita bisa mendapatkan informasi-informasi yang diperlukan untuk memperbaiki suatu metoda kerja. Dalam suatu peta kerja tercantum berbagai macam informasi yang dapat digunakan untuk memperbaiki suatu metode kerja. Informasi-informasi yang ada diantaranya yaitu: jumlah benda kerja yang harus dibuat, waktu operasi mesin, kapasitas mesin, bahan-bahan khusus yang harus disediakan, alat-alat khusus yang harus disediakan, dan sebagainya. b. Lambang yang digunakan Menurut sejarah, peta kerja yang ada sekarang ini dikembangkan oleh Gilberth. Pada waktu itu, peta kerja memuat 40 simbol yang berbeda. Namun, lambang-lambang yang digunakan disederhanakan menjadi 5 macam lambang, menggunakan standar lambang dari American Society of Mechanical Engineering (ASME). 5 Lambang tersebut akan dijelaskan di bawah ini. 1. Operasi ( ) Operasi adalah kegiatan yang paling banyak terjadi dalam suatu proses produksi. Suatu kegiatan operasi terjadi apabila benda mengalami perubahan sifat, baik fisik maupun kimiawi. Mengambil informasi maupun memberikan informasi pada suatu keadaan juga termasuk operasi. Contoh dari operasi : - Pekerjaan memotong kain dengan mesin pemotong kain - Pekerjaan memasang kancing pada baju - Pekerjaan menggabungkan bagian-bagian dari meja 2. Pemeriksaan ( ) Pemeriksaan adalah kegiatan di mana benda kerja atau peralatan mengalami pemeriksaan baik untuk segi kualitas maupun kuantitas. Lambang di atas digunakan ketika kita melakukan emeriksaan terhadap suatu objek atau 3

membandingkan benda tertentu dengan suatu standar. Suatu pemeriksaan sama sekali tidak merubah sifat benda. Contoh dari pemeriksaan : - Mengukur dimensi dari benda - Mengecek kualitas dari jahitan suatu baju - Memeriksa apakah meja terpasang dengan baik. 3. Transportasi ( ) Kegiatan trasportasi adalah kegiatan di mana benda kerja, pekerja, atau perlengkapan mengalami perpindahan tempat yang bukan merupakan bagian dari suatu operasi. Perpindahan benda yang terjadi karena kegiatan operasi (contoh: keramik dipanaskan di atas ban berjalan) bukanlah termasuk kegiatan transportasi. Contoh dari transportasi: - Baju yang sudah jadi dipindahkan menuju tempat penge-pack-an - Jaket dipindahkan menuju mesin sablon untuk operasi berikutnya 4. Menunggu ( ) Kegiatan menunggu terjadi apabila benda kerja, pekerja, ataupun perlengkapan tidak mengalami kegiatan apa-apa selain menunggu, dan biasanya hanyalah sebentar. Contoh dari kegiatan menunggu: - Baju menunggu untuk di-packing - Menunggu elevator untuk pindah ke lantai atas 5. Penyimpanan ( ) Proses penyimpanan adalah proses di mana benda kerja disimpan untuk jangka waktu yang cukuup lama. Jika benda kerja tersebut akan diambil kembali, biasanya memerlukan suatu prosedur perizinan tertentu. Lambang yang digunakan di atas menunjukkan bahwa benda mengalami penyimpanan yang cukup permanen, yaitu ditahan atau dilindungi terhadap pengeluaran tanpa izin tertentu. Inilah yang membedakan penyimpanan dan proses menunggu, yaitu prosedur perizinan dan lamanya waktu. Contoh dari penyimpanan: - Baju yang sudah jadi disimpan di gudang - Dokumen-dokumen yang penting disimpan di brankas - Bahan baku disimpan di gudang bahan c. Macam-macam Peta Kerja Pada dasarnya, peta kerja bisa dibagi menjadi dua jenis, yaitu (1) peta kerja yang digunakan untuk menganalisis kegiatan kerja keseluruhan, dan (2) peta kerja yang digunakan untuk menganalisis kegiatan kerja setempat. 4

Peta kerja disebut sebagai peta kerja keseluruhan apabila melibatkan sebagian besar atau semua sistem kerja yang diperlukan untuk membuat produk yang bersangkutan. Sementara peta kerja disebut sebagai peta kerja setempat apabila hal itu menyangkut hanya satu sistem kerja saja (biasanya melibatkan orang dan fasilitas dalam jumlah terbatas). Hubungan antara kedua peta kerja di atas akan terlihat ketika dalam suatu kegiatan produksi diperlukan beberapa sistem kerja yang satu sama lain berhubungan. Yang termasuk kelompok peta kerja kegiatan kerja keseluruhan adalah: Peta proses operasi Peta aliran proses Peta proses kelompok kerja Diagram alir

Yang termasuk kelompok peta kerja kegiatan kerja setempat adalah: - Peta pekerja dan mesin - Peta tangan kanan tangan kiri d. Peta Proses Operasi (Operation Proses Chart) Di atas sudah dijelaskan bahwa untuk meneliti suatu sistem kerja secara terperinci, kita harus mengetahui seluruh proses yang terjadi sekarang secara keseluruhan. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan Peta Proses Operasi atau yang lebih popular disebut dengan Operation Proses Chart (OPC). Suatu OPC menggambarkan langkah operasi dan pemeriksaan yang dialami oleh bahan dalam urutannya dari awal sampai menjadi produk jadi utuh maupun sebagai bagian setengah jadi, hingga pada akhirnya masuk ke penyimpanan. Untuk membuat OPC diperlukan beberapa analisis, diantaranya adalah waktu yang dihabiskan, material yang digunakan, dan tempat atau alat atau mesin yang dipakai. Kegunaan dari OPC : - Mengetahui kebutuhan akan mesin dan penganggarannya - Memperkirakan kebutuhan akan bahan baku, dan bisa juga memperhitungkan efisiensi bahan baku di tiap operasi dan pemeriksaan. - Dapat dipakai untuk menentukan tata letak pabrik - Dapat dipakai untuk meramalkan dan merencanakan perbaikan cara kerja yang sedang dipakai - Sarana pelatihan kerja - Dan lain-lain

e. Tools yang Digunakan Konsep pengendalian kualitas terdiri dari tujuh konsep yang biasa disebut 7 tools. Tools tersebut antara lain check sheet, histogram, pareto chart, scatter diagram, control chart, stratification diagram dan fish bone. 1. Check sheet Check sheet adalah lembaran yang digunakan untuk menghitung dimana kesalahan dalam suatu proses sering terjadi. Cara penghitungannya adalah dengan

menambahkan turus pada lembar check sheet di setiap kesalahan yang terjadi. 2. Scatter diagram Scatter diagram adalah grafik perbandingan antara suatu variabel dengan variabel yang lain. 3. Pareto chart Pareto chart adalah serangkaian bar yang tinggi mencerminkan frekuensi atau dampak dari masalah. Bar disusun dalam urutan tinggi dari kiri ke kanan.

Ini berarti kategori diwakili oleh bar tinggi di sebelah kiri relatif lebih signifikan daripada mereka di sebelah kanan. Grafik mendapatkan namanya dari Prinsip pareto, yang mendalilkan bahwa 80 persen masalah berasal dari 20 persen dari masalah. 4. Histogram Histogram adalah grafik bar vertikal yang menggambarkan distribusi dari satu set data. Jika kita tidak yakin apa yang harus dilakukan dengan set besar pengukuran yang disajikan dalamtabel, kita dapat menggunakan Histogram untuk mengatur dan menampilkan data dalam format yang lebih mudah. 5. Control chart Sebuah control chart adalah alat statistik yang digunakan untuk membedakan antara variasi dalaam proses dihasilkan dari penyebab umum dan variasi akibat sebab khusus. Ini menyajikan tampilan grafis dari stabilitas proses atau ketidakstabilan dari waktu ke waktu. Salah satu tujuan dari menggunakan control chart adalah untuk mencapai dan memelihara stabilitas proses. stabilitas proses didefinisikan sebagai keadaan di mana suatu proses telah ditampilkan tertentu tingkat konsistensi di masa lalu dan diperkirakan akan terus melakukannya di masa depan.

6. Stratification diagram Stratification diagram adalah diagram yang menunjukan langkah-langkah dalam suatu proses. 7. Fish bone Metode Fishbone ditemukan oleh Dr. Kaoru Ishikawa, yang akhirnya digunakan oleh banyak orang untuk menemukan akar masalah berdasarkan gejala yang ada. Seperti namanya, Fishbone terdiri dari akar permasalahan yang ditempatkan sebagai kepala ikan dalam diagram utamanya. Pengategorian masalah dalam studi kasus ini terdiri dari man, transportation, machine, method, dan environment. Pada badan utama diagram ini, pengategorian masalah ditempatkan pada duri utama ikan yang nantinya akan bercabang dan bercabang lagi hingga muncul gejala dari akar masalah yang ada. Dengan ditemukannya akar masalah inilah, kemudian kita bisa menentukan solusi dari masalah tersebut.

2.1.2 Tools Yang Digunakan


Tools yang digunakan dalam pengerjaan tugas ini adalah OPC dan fishbone. OPC digunakan karena merupakan salah satu alat yang sistematis dan jelas untuk berkomunikasi secara luas. Melalui OPC, kita bisa mendapatkan informasi informasi yang diperlukan untuk memperbaiki suatu metoda kerja. Lewat OPC, kita bisa melihat semua langkah atau kejadian yang dialami oleh suatu benda kerja dari mulai masuk ke pabrik (berbentuk bahan baku); kemudian 7

menggambarkan semua langkah yang dialaminya, seperti transportasi, operasi mesin, pemeriksaan dan perakitan, sampai akhirnya menjadi produk jadi, baik produk lengkap atau merupakan bagian dari suatu produk lengkap. Oleh karena itu OPC sangat efektif digunakan dalam menganalisis proses produksi di pabrik garmen ini. Sementara fishbone digunakan karena sangat efektif untuk mencari akar permasalahan pada pabrik ini. Dengan menggunakan fishbone, satu persatu masalah di telusuri dari segala sisi aspek hingga root cause nya ditemukan. Setelah itu fishbone dapat dianalisis untuk menemukan solusi dari permasalahan pabrik.

2.2 Langkah Pengerjaan Laporan dan Flow Chart


2.2.1 Langkah Pengerjaan Laporan
1. Pada tanggal 21 September 2011 penulis mengikuti responsi untuk mendapat arahan mengenai tugas 1 tentang Scientific Management. 2. Penulis mulai mendiskusikan perusahaan yang akan dijadikan tempat penelitian. 3. Perusahaan pertama yang dipilih adalah Ina Cookies, sebuah industri kecil yang memproduksi berbagai macam kue kering. 4. Kemudian, penulis melakukan asistensi pada tanggal 23 September 2011. Ternyata perusahaan yang kami pilih tidak sesuai dengan kriteria karena proses produksinya tidak berjalan terusmenerus, melainkan hanya pada saat tertentu saja. Oleh karena itu, asisten menyarankan agar penulis mencari alternatif perusahaan lain. Kemudian penulis menemukan perusahaan baru, yaitu C.V. Selaras, sebuah industri garmen yang memproduksi pakaian-pakaian wanita. Akhirnya perusahaan ini diterima untuk menjadi objek penelitian penulis. 5. Pada tanggal 24 September 2011 penulis mengunjungi perusahaan ini dan mulai meng-input data perusahaan, mulai dari nama perusahaan, nama produk, hingga ke waktu produksi. Kemudian penulis mulai mengamati proses-proses produksi yang berlangsung dan mencatat waktu pengerjaannya. 6. Dari hasil pengamatan tersebut, penulis dapat mengidentifikasi masalah yang terjadi di perusahaan tersebut. Dari masalah utama yang ditemukan, kami selanjutnya menerapkan metode 5 why untuk mendapatkan root cause dari masalah tersebut. 7. Penulis mulai mencari alternatif solusi dari masalah-masalah yang terdapat di perusahaan tersebut agar proses produksi berlangsung efektif dan efisien, sehingga diperoleh hasil produksi yang optimal. 8. Kemudian penulis menyusun laporan berdasarkan data yang diperoleh dari hasil penelitian. Laporan ini disusun sesuai petunjuk struktur laporan yang diberikan pada saat responsi yang memuat 5 bab dengan rincian sebagai berikut. Bab 1 : y Data perusahaan y Objek kajian y Permasalahan y Tujuan dan manfaat 8

Bab 2 : y y Bab 3 : y y Bab 4 : y y y Bab 5 : y Kesimpulan y Saran 9. Pada tanggal 29 September, laporan dikumpulkan dalam bentuk softcopy dan hardcopy kepada asisten. Pembahasaan solusi Perbandingan kerja existing dan usulan Feasibilitas implementasi Kondisi existing Usulan dan solusi Kerangka dan konsep dasar Tools yang digunakan

2.2.2 Flow Chart

10

BAB III Solusi dan Perbaikan

3.1 Kondisi Existing


3.1.1 Operation Proses Chart

11

3.1.2 Fish Bone

12

3.1.3 Contoh sampel


Jahit Depan Pegawai pelaku : Ibu Tini

No. percobaan waktu proses 1 510.7 2 527 3 507.6 4 513 5 508.9 6 543 7 507 8 507.4 9 513 10 505 rata-rata (waktu siklus) 514.26 Tabel waktu siklus

Keadaan
Lengan atas, lengan bawah, pergelangan tangan, dan jari Tanpa pedal, atau satu pedal dengan sumbu di bawah kaki Keadaan tangan saling bantu atau bergantian Koordinasi Mata dengan Tangan : cukup dekat Peralatan : perlu penanganan dengan hati-hati

Penyesuaian 0.05 0.00

Jumlah Tabel Penyesuaian

0.00 0.02 0.03 0.10

13

Keadaan
Tenaga yang Dikeluarkan : dapat diabaikan Sikap kerja : duduk Gerakan kerja : normal

Pandangan dengan fokus tetap


Keadaan temperature tempat kerja : normal Keadaan atmosfir : baik Keadaan lingkungan : bersih, sehat, cerah dengan kebisingan rendah

Kelonggaran 0.04 0.01 0.00 0.15 0.00 0.00 0.00

Kebutuhan pribadi Jumlah Tabel Kelonggaran

0.05 0.25

Perhitungan Waktu normal = waktu siklus x (1 + faktor penyesuaian) =514.26 x (1 + 0.10) =565.686 detik

Waktu baku

= waktu normal x (1 + kelonggaran) =565.686 x (1 + 0.25) =707.1075 detik

3.2 Usulan dan Solusi


Dari dua alat yang digunakan dalam analisis kami didapat root causes dan waktu in-efisien. Hasil analisis kami root causes yang didapat bisa diselesaikan dengan 1. Belum ada kualifikasi yang tetap dan tepat Usulan dan solusi : membuat sistem kualifikasi yang tepat dan tetap 2. Kesadaran manajerial rendah Usulan dan solusi : membandingkan kondisi existing dan usulan serta menunjukkannya kepada bagian manajerial 3. Kesadaran pentingnya penerapan waktu baku masih rendah

14

Usulan dan solusi : membandingkan kondisi existing dan usulan serta menunjukkannya kepada bagian produksi 4. Umur mesin tua : mengganti mesin dengan mesin baru yang memilki kualitas yang minimal sama dengan mesin sebelumnya 5. Kurangnya dana : meminjam dana dari bank Sementara hasil analisis dari OPC kami selesaikan dengan 1. 2. 3. 4. Penggabungan proses jahit dan stik Penggabungan proses obras dan jahit bantu dalam Penggabungan proses obras dan stik Penjelasan tentang usulan dan solusi di atas akan dibahas di bab selanjutnya

15

BAB IV Analisis

4.1 Pembahasan tentang solusi yang ditawarkan


4.1.1 Solusi hasil analisis fishbone
Melalui beberapa tools yang telah dibuat oleh penulis, ternyata penulis menemukan beberapa root cause dari masalah yang dialami oleh perusahaan. Menurut penulis, masalah utama dari perusahaan yang diamati adalah banyaknya hasil produksi yang tidak sempurna. Dari masalah utama yang ada, penulis mengemukakan bahwa masalah itu disebabkan oleh beberapa hal, yaitu: 1. Belum ada sistem kualifikasi pekerja yang tetap dan tetap. Untuk menanggulangi masalah ini, penulis mengusulkan agar pihak perusahaan mulai membuat sistem kualifikasi yang tetap. Untuk masalah ketepatan sistem kualifikasi yang ada, pihak perusahaan bisa saja mengamati sistem kualifikasi yang dilakukan oleh perusahaan yang bergerak dalam bidang yang sama dan sudah lebih maju dibandingkan perusahaan yang bersangkutan. Setelah mengamati sistem yang ada, perusahaan bisa mencoba mengimitasi sistem yang ada di perusahaan tersebut dan kemudian mengubah sistem sesuai dengan kebutuhan jika sudah mengetahui kualifikasi yang dibutuhkan. 2. Kesadaran managerial dari perusahaan belum ada. Penulis melihat bahwa pihak perusahaan belum berusaha mengatur sepenuhnya apa saja yang harus dilakukan oleh pekerja, serta masih ada kesalahan-kesalahan dalam pemberian perintah, yang menyebabkan adanya kesalahan-kesalahan minim pada akhir produksi. 3. Kesadaran penerapan penggunaan waktu baku dalam proses produksi masih rendah. Penulis masih menemukan bahwa pemilik perusahaan ternyata tidak menganggap kalau waktu baku tiap proses perlu diketahui. Karena waktu baku tidak diketahui, maka pemilik perusahaan menentukan deadline order hanya dengan kira-kira dan pengalaman dari order sebelumnya. Karena penentuan waktu yang selalu memakai intuisi inilah maka waktu order hampir tidak pernah pas dan pada akhirnya selalu saja tidak pernah tepat waktu. Karena mengejar deadline, akhirnya pekerja banyak melakukan kesalahan dalam proses produksi, sehingga hasil akhir produksi menjadi banyak yang tidak sempurna. Untuk mengatasi hal ini, penulis akan menyajikan perbandingan produksi menggunakan waktu baku, sehingga pemilik perusahaan dapat mengkaji hasil perbandingannya dan menentukan apakah penggunaan waktu baku mempengaruhi efektivitas produksi. 4. Umur mesin sudah tua. Satu-satunya cara untuk menyelesaikan permasalahan ini adalah dengan mengganti mesin yang sudah ada dengan yang baru. Ketika penggantian mesin dilakukan, maka kesalahan-kesalahan teknik pun dapat dikurangi, sehingga masalah hasil produksi yang tidak sempurna dapat diatasi. 16

5. Dana yang dimiliki perusahaan belum banyak. Melalui penelitian di perusahaan, penulis menemukan bahwa ternyata dana juga menjadi salah satu akar permasalahan yang dialami oleh perusahaan yang diteliti. Untuk menyelesaikan masalah ini, penulis menawarkan agar perusahaan mencari pinjaman dana melalui bank. Dana yang dipakai dapat digunakan untuk melakukan perbaikan sistem kerja yang ada, seperti memperbaharui alat yang ada dan mempekerjakan pekerja yang memiliki skill sesuai dengan apa yang dibutuhkan perusahaan.

4.1.2

Solusi hasil analisis OPC


Perlu ada penggabungan proses jahit dan stik pada proses jahit bagian depan, yaitu pada jahit bagian depan digabung dengan stik depan, jahit bagian belakang digabung dengan stik belakang, dan jahit bagian pinggir digabung dengan stik pinggir. Hal ini disebabkan karena dua proses jahit dan stik tersebut pada dasarnya mirip hanya saja proses stik memerlukan ketelitian lebih tinggi dalam pengerjaannya. Namun dengan penggabungan proses tersebut akan mereduksi jumlah pekerja, yang tadinya dua pekerja, bisa menjadi satu pekerja untuk dua proses. Dengan begitu, pekerja yang tereduksi dapat dialokasikan ke proses produksi yang memakan waktu lebih lama, seperti di bagian pemasangan plaket dan bagian jahit scolder. Dengan pengalokasian pekerja ini, maka proses produksi dapat memakan waktu lebih cepat, sistem produksinya pun dapat berjalan dengan efektif dan efisien. Selain itu, waktu yang dihemat dapat digunakan untuk proses produksi tambahan dan atau untuk inspeksi yang dapat meminimalisasi terjadinya cacat produk. Proses obras dan jahit juga dapat digabungkan dengan alasan yang sama seperti penggabungan proses jahit dan proses stik. Efek yang dihasilkan pun sama.

4.2 Perbandingan kinerja existing dan usulan


4.2.1 Dilihat dari segi analisis fishbone

No.

Perubahan yang mungkin terjadi setelah penerapan solusi Prosedur penerimaan pegawai lebih jelas dari segi tata cara pendaftaran, tata cara seleksi, dan penjelasan upah pekerja. Tata cara tersebut dibuat baku Pembuatan prosedur sehingga tidak ada perbedaan kualitas Belum ada prosedur kualifikasi yang tetap dan pegawai yang diterima. Proses kualifikasi yang tetap dan tepat serta menerapkannya penyeleksian pun menjadi tepat karena tepat sesuai dengan keahlian yang dibutuhkan di industri tersebut. Dengan sesuainya keahlian yang dibutuhkan, proses produksi akan berjalan lebih efektif dan Kondisi existing Kondisi usulan 17

efisien yang berarti mengurangi produk yang tidak sempurna.

Kesadaran rendah

membandingkan kondisi existing dan usulan serta manajerial menunjukkannya kepada bagian manajerial

Kesadaran pentingnya penerapan waktu baku masih rendah

membandingkan kondisi existing dan usulan serta menunjukkannya kepada bagian produksi

Umur mesin tua

mengganti mesin dengan mesin baru yang memilki kualitas yang minimal sama dengan mesin sebelumnya

Kesadaran bagian manajerial akan meningkat tentang pentingnya aturan baku. Dengan begitu bagian manajerial diharapkan membuat aturan baku yang memuat aturan tentang kedisplinan khususnya kedisiplinan pekerja. Kedisiplinan pekerja akan meningkatkan tanggung jawab atas produk yang mereka buat sehingga produk yang dihasilkan akan lebih sempurna (sesuai spesifikasi) Kesadaran bagian produksi akan pentingnya waktu baku meningkat sehingga mereka akan menghitung waktu baku, mencatatnya, dan melakukan analisis. Waktu baku dapat digunakan untuk mengestimasi banyaknya produk yang akan dihasilkan lebih jelas sehingga target produksi dalam kurun waktu tertentu bisa diestimasi yang akan berdampak pada keefektifan pembuatan produk. Dengan diterapkan prosedur tersebut, tidak akan ada pembuatan produk yang tergesa-gesa sehingga produk yang dihasilkan akan lebih sempurna (sesuai spesifikasi) Proses produksi lebih cepat berlangsung karena mesin yang baru tidak butuh waktu rehat akibat kerusakan kecil yang sering terjadi di mesin tua. Kerusakan kecil di mesin tua dapat menyebabkan tertundanya waktu produksi dan adanya cacat produksi Dengan pergantian tersebut kecacatan produk akan terminimalisasi Perekrutan SDM berkualitas akan lebih mudah karena upah yang dijanjikan akan menjadi lebih besar sehingga banyak SDM berkualitas yang bersedia untuk melamar pekerjaan di industri tersebut, hasilnya tenaga ahli yang bekerja di industri tersebut lebih 18

Kurangnya dana

meminjam dana dari bank

banyak. Tenaga ahli memilki pemahaman lebih tinggi dibandingkan dengan pekerja biasa. Oleh karena itu, keberadaan tenaga ahli akan meminimalisasi produk cacat yang dihasilkan. Peminjaman dana ini pun memilki andil dalam penggantian dan perbaikan mesin seperti yang tertera di poin 4.

4.2.2
No

Dilihat dari segi analisis OPC


Kondisi existing Jumlah proses yang dilakukan per jam (existing) Jumlah proses Penghematan yang waktu yang dilakukan per didapat jam (usulan) O-4 digabung dgn O-5 Obras : 5 kali 0.154 jam Waktu baku : 0.20 jam Jahit bantu Pegawai dialihkan ke dalam : 5 kali proses O-17 Jahit scolder : Waktu baku : 0.154 jam 6 Kondisi usulan

O-4 (obras) Obras : 14 kali Waktu baku = Jahit bantu dalam : 7 0.07 jam Jahit scolder : 3 O-5 (jahit bantu dalam) Waktu baku = 0.13 jam O-17 (jahit scolder) Waktu baku = 0.308 jam O-7 (jahit Jahit depan : 5 depan) Stik depan : 20 Waktu baku = Gabung jahit : 2 0.196 jam 2 O-8 (stik depan) Waktu baku = 0.05 jam O-28 (gabung jahit) Waktu baku = 0.53 jam O-9 (jahit belakang) Jahit belakang : 9 Stik belakang : 33

O-7 digabung dgn O-8 Waktu baku : 0.246 jam Pegawai dialihkan ke proses O-28 Waktu baku : 0.265 jam

Jahit depan : 0.265 jam 12 Stik depan : 12 Gabung jahit : 4

O-9 digabung dgn O-10 Waktu baku : 0.146 jam

Jahit belakang 0.15 jam :7 19

Waktu baku = Gabung jahit : 3 0.116 jam O-10 (stik belakang) Waktu baku = 0.03 jam O-27 (gabung jahit) Waktu baku = 0.30 jam O-11 (jahit Jahit pinggir : 5 pinggir) Stik pinggir : 20 Waktu baku = Kerut kantong : 3 0.19 jam O-12 (stik pinggir) Waktu baku = 0.05 jam O-19 (kerut kantong) Waktu baku = 0.33 jam O-13 (obras) Obras : 14 Waktu baku = Stik : 50 0.07 jam Stik scolder : 5 O-14 (stik) Waktu baku = 0.02 jam O-16 (stik scolder) Waktu baku = 0.2 jam

Pegawai dialihkan ke Stik belakang : proses O-27 7 Waktu baku : 0.15 jam Gabung jahit : 6

O-11 digabung dgn O-12 Waktu baku : 0.24 jam Pegawai dialihkan ke proses O-19 Waktu baku : 0.165 jam

Jahit pinggir : 0.165 jam 4 Stik pinggir : 4 Kerut kantong :6

O-13 digabung dgn O-14 Waktu baku : 0.09 jam Pegawai dialihkan ke proses O-14 Waktu baku : 0.1 jam

Obras : 11 0.1 jam Stik : 11 Stik scolder : 10

Total penghematan waktu

0.834 jam

20

Ada perbedaan total waktu proses sebsar 0.834 jam

21

4.3 Feasibilitas implementasi


4.3.1 Solusi dari segi fishbone
Usulan pertama (Belum ada prosedur kualifikasi yang tetap dan tepat) memungkinkan untuk dilakukan karena melihat dari kebutuhan yang ada sebenarnya perusahaan sudah tahu bagaimana kualifikasi pegawai yang dibutuhkan namun mungkin masih belum dibuat dalam bentuk peraturan perekrutan pegawai yang tetap. Selain itu dengan kualifikasi ini nantinya perekrutan pegawai bisa menyaring individu yang sesuai dengan yang dibutuhkan perusahaan. Pembuatan kualifikasi ini juga sebenarnya tidak membutuhkan usaha yang besar selain menentukan kriteria-kriteria pegawai yang diinginkan perusahaan. Usulan kedua (Kesadaran manajerial rendah) memungkinkan untuk diterapkan karena hal ini hanya perlu dilakukan dengan pembakuan peraturan perusahaan dan diadakan sistem reward and punishment sehingga para pegawainya patuh terhadap aturan-aturan yang ada. Usulan ketiga (Kesadaran pentingnya penerapan waktu baku masih rendah) memungkinkan untuk diterapkan dengan merekrut pegawai yang mengerti dengan penerapan waktu baku yang bertugas mengawasi proses produksi yang ada. Para pegawai yang lain juga diberikan pengertian akan sistem waktu baku sehingga mengerti apa yang harus dilakukannya dalam proses produksi. Usulan keempat (umur mesin tua) kurang memungkinkan karena masalah yang ada pada mesin sekarang sebenarnya belum terlalu signifikan sehingga tidak diperlukan penggantian mesin. Selain itu penggantian mesin juga membutuhkan dana yang cukup besar yang belum tentu dimiliki perusahaan ini. Usulan kelima (kekurangan dana) memungkinkan karena meminjam dana dari bank cukup mudah dilakukan karena melihat usaha perusahaan ini sudah tergolong usaha menengah yang cukup berhasil di dunia usaha.

4.3.2

Solusi dari segi OPC


Usulan dari segi OPC berupa penggabungan proses mungkin dilakukan karena dengan penggabungan tersebut pegawai dapat direduksi. Pegawai yang direduksi dapat menyebabkan biaya produksi berkurang. Selanjutnya, mengalokasikan pegawai tersebut ke bagian produksi lain, bagian proses tersebut akan lebih cepat dilakukan dan produk yang dihasilkanakan lebih banyak dan lebih sempurna.

22

BAB V Kesimpulan dan Saran

5.1 Kesimpulan
Kesimpulan yang penulis dapat yaitu bahwa proses kerja yang ada pada C.V Selaras belum berjalan dengan efektif dan efisien. Hal ini terlihat dengan adanya pekerjaan yang sangat mirip namun pekerjaan tersebut dilakukan secara terpisah. Pemisahan pekerjaan tersebut justru membuat sumber daya yang digunakan menjadi boros. Selain itu kurangnya kedisiplinan pekerja juga membuat proses kerja yang ada menjadi tidak efektif. Berdasarkan keadaan yang kami sebutkan di atas kami memberikan solusi agar C.V Selaras membuat suatu peraturan yang baku sehingga kedisiplinan para pekerjanya bisa ditingkatkan. Selain itu diperlukan juga sistem perekrutan yang jelas dengan adanya klasifikasi-klasifikasi pekerja yang dibutuhkan oleh perusahaan.

5.2 Saran
Kami menyarankan supaya C.V Selaras lebih mengefektifkan dan mengefisienkan proses kerja yang ada pada perusahaanya. Salah satu caranya bisa dicoba dengan melakukan usulan dan solusi yang kami tawarkan pada penelitian ini. Namun tentunya hal tersebut bergantung kembali kepada pihak C.V Selaras itu sendiri. Saran penulis untuk penulis sendiri yaitu untuk lebih menguasai materi-materi dasar dari apa yang akan diteliti untuk tugas-tugas selanjutnya. Dengan penguasaan materi dasar yang lebih maka penelitian yang dilakukan bisa dilakukan dengan lebih baik nantinya. Saran untuk penelitian berikutnya agar peneliti lebih banyak dalam pengambilan data dan menggunakan lebih banyak lagi tools untuk memudahkan identifikasi akar permasalahan

23

LAMPIRAN

24

Proses Cutting Kain


1. Membentang Kain
Pelaku : Bapak Dedi

Pengamatan Waktu(detik) 1 899 Tabel Waktu Siklus Membentangkan Kain y Pengamatan hanya dapat dilakukan 1 kali karena proses yg cukup lama dan keterbatasan waktu.

Keadaan Lengan atas, lengan bawah, dst Tanpa pedal, atau satu pedal dengan sumbu di bawah kaki Keadaan tangan saling bantu atau bergantian Koordinasi Mata dengan Tangan : cukup dekat

Penyesuaian 0.05 0.00 0.00 0.02 0.07

Jumlah Tabel Penyesuaian Membentangkan Kain

Keadaan Tenaga yang Dikeluarkan : dapat diabaikan Sikap kerja : Berdiri diatas 2 kaki Gerakan kerja : normal Pandangan yang terputus-putus Keadaan temperature tempat kerja : normal Keadaan atmosfir : baik Keadaan lingkungan : Terasa adanya getaran lantai

Kelonggaran 0.03 0.015 0.00 0.04 0.00 0.00 0.07

Kelonggoran untuk kebutuhan pribadi 0.025 Jumlah 0.18 Tabel Kelonggaran Membentangkan Kain

Perhitungan Waktu normal = Waktu siklus x (1+ penyesuaian) = 899 x (1+0.07) = 961.93 detik

25

Waktu baku = Waktu normal x (1+ kelonggoran) = 961.93 x (1+0.18) = 1135.0774 detik

2. Membuat Pola
Pelaku : Bapak Dedi

Pengamatan 1

Waktu(detik) 1508

Tabel Waktu Siklus Membuat Pola y Pengamatan hanya dapat dilakukan 1 kali karena proses yg cukup lama dan keterbatasan waktu.

Keadaan Lengan atas, lengan bawah, dst Tanpa pedal, atau satu pedal dengan sumbu di bawah kaki Keadaan tangan saling bantu atau bergantian Koordinasi Mata dengan Tangan : cukup dekat Peralatan : Dengan sedikit kontrol Jumlah Tabel Penyesuaian Membuat Pola

Penyesuaian 0.05 0.00 0.00 0.02 0.01 0.08

Keadaan Tenaga yang Dikeluarkan : dapat diabaikan Sikap kerja : Berdiri diatas 2 kaki Gerakan kerja : normal Pandangan yang terputus-putus Keadaan temperature tempat kerja : normal Keadaan atmosfir : baik Keadaan lingkungan : Terasa ada getaran lantai

Kelonggaran 0.03 0.015 0.00 0.04 0.00 0.00 0.07

Kelonggoran untuk kebutuhan pribadi Jumlah Tabel Kelonggaran Membuat Pola

0.025 0.018

Perhitungan Waktu normal = Waktu siklus x (1+ penyesuaian) = 1508 x (1+0.08) = 1628.64 detik 26

Waktu baku = Waktu normal x (1+ kelonggoran) = 1628.64 x (1+0.18) = 1921.7952 detik

3. Memotong Kain
Pelaku : Bapak Dedi

Pengamatan 1

Waktu(detik) 1895

Tabel Waktu Siklus Memotong Kain y Pengamatan hanya dapat dilakukan 1 kali karena proses yg cukup lama dan keterbatasan waktu.

Keadaan Lengan atas, lengan bawah, dst Tanpa pedal, atau satu pedal dengan sumbu di bawah kaki Keadaan tangan saling bantu atau bergantian Koordinasi Mata dengan Tangan : cukup dekat Peralatan : Dengan sedikit kontrol Jumlah Tabel Penyesuaian Memotong Kain

Penyesuaian 0.05 0.00 0.00 0.02 0.01 0.08

Keadaan Tenaga yang Dikeluarkan : dapat diabaikan Sikap kerja : Berdiri diatas 2 kaki Gerakan kerja : normal Pandangan yang terputus-putus Keadaan temperature tempat kerja : normal Keadaan atmosfir : baik Keadaan lingkungan : Terasa ada getaran lantai

Kelonggaran 0.03 0.015 0.00 0.04 0.00 0.00 0.07

Kelonggoran untuk kebutuhan pribadi 0.025 Jumlah 0.018 Tabel Kelonggaran Memotong Kain

Waktu normal = Waktu siklus (1+ penyesuaian) = 1895 (1+0.08) = 2046.6 27

Waktu baku = Waktu normal (1+ kelonggoran) = 2046.6(1+0.18) = 2414.988

Proses Jahit
1. Obras Pinggir
Pelaku : Bapak

Pengamatan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Rata-rata (waktu siklus):

Waktu(detik) 277 133 257 180 138 180 240 244 198 240 208

Bagian Badan
Apong

Tabel Waktu Siklus Obras Pinggir

Keadaan Penyesuaian Lengan bawah, pergelangan tangan dan jari 0.02 Tanpa pedal, atau satu pedal dengan sumbu di 0.00 bawah kaki Keadaan tangan saling bantu atau bergantian 0.00 Koordinasi Mata dengan Tangan : cukup dekat 0.02 Peralatan : perlu penanganan dengan hati-hati 0.03 Jumlah 0.07 Tabel Penyesuaian Obras Pinggir

Keadaan Tenaga yang Dikeluarkan : dapat diabaikan Sikap kerja : duduk Gerakan kerja : normal Pandangan hampir terus menerus

Kelonggaran 0.03 0.01 0.00 0.065 28

Keadaan temperature tempat kerja : normal Keadaan atmosfir : baik Keadaan lingkungan : bersih, sehat, cerah dengan kebisingan rendah Kelonggoran untuk kebutuhan pribadi Jumlah Tabel Kelonggaran Obras Pinggir

0.00 0.00 0.00

0.025 0.13

Perhitungan Waktu normal = Waktu siklus x(1+ penyesuaian) = 208 x (1+0.07) = 222.56 detik Waktu baku = Waktu normal x (1+ kelonggoran) = 222.56 x (1+0.13) = 251.4928 detik

29

2. Jahit Bantu
Pegawai pelaku :

No. Percobaan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Rata-rata (waktu siklus):

Waktu proses (detik) 405 327 360 409 455 432 321 345 329 456 384

Badan Belakang
Ibu Dede

Tabel Waktu Siklus Jahit Bantu Badan Belakang

Keadaan Penyesuaian Lengan bawah, pergelangan tangan dan jari 0.02 Tanpa pedal, atau satu pedal dengan sumbu di 0.00 bawah kaki Keadaan tangan saling bantu atau bergantian 0.00 Koordinasi Mata dengan Tangan : cukup dekat 0.02 Peralatan : perlu penanganan dengan hati-hati 0.03 Jumlah 0.07 Tabel Penyesuaian Jahit Bantu Badan Belakang

30

Keadaan Tenaga yang Dikeluarkan : dapat diabaikan Sikap kerja : duduk Gerakan kerja : normal Pandangan hampir terus menerus Keadaan temperature tempat kerja : normal Keadaan atmosfir : baik Keadaan lingkungan : bersih, sehat, cerah dengan kebisingan rendah

Kelonggaran 0.03 0.01 0.00 0.065 0.00 0.00 0.00

Kebutuhan pribadi 0.05 Jumlah 0.155 Tabel Kelonggaran Jahit Bantu Badan Belakang

Perhitungan Waktu normal = waktu siklus x (1+ penyesuaian) = 384 x (1+0.07) = 410.88 detik Waktu baku = waktu normal x (1+ kelonggaran) = 410.88 x (1+0.155) = 474.5664 detik

31

3. Mem-ploy
Pegawai pelaku: Ibu Dede

No. percobaan waktu proses (detik) 1 513 2 528 3 530 4 497 5 527.4 6 498 7 511 8 501 9 503.2 10 536.4 rata-rata (waktu siklus): 524.5 Tabel Waktu Siklus Mem-ploy

Keadaan Lengan atas, lengan bawah, pergelangan tangan, dan jari

Penyesuaian 0.05

32

Tanpa pedal, atau satu pedal dengan sumbu di bawah kaki Keadaan tangan saling bantu atau bergantian Koordinasi Mata dengan Tangan : cukup dekat Peralatan : perlu penanganan dengan hati-hati Jumlah Tabel Penyesuaian Mem-ploy

0.00

0.00 0.02 0.03 0.10

Keadaan Tenaga yang Dikeluarkan : dapat diabaikan Sikap kerja : duduk Gerakan kerja : normal Pandangan dengan fokus tetap Keadaan temperature tempat kerja : normal Keadaan atmosfir : baik Keadaan lingkungan : bersih, sehat, cerah dengan kebisingan rendah

Kelonggaran 0.03 0.01 0.00 0.15 0.00 0.00 0.00

Kebutuhan pribadi Jumlah Tabel Kelonggaran Mem-ploy Perhitungan Waktu normal = waktu siklus x (1 + faktor penyesuaian) =524.5 x (1 + 0.10) =576.95 detik

0.05 0.24

Waktu baku

= waktu normal x (1 + kelonggaran) =576.95 x (1 + 0.24) = 715.418 detik

33

4. Jahit Badan Depan


Pegawai pelaku : Ibu Tini

No. percobaan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

waktu proses (detik) 510.7 527 507.6 513 508.9 543 507 507.4 513 505 34

rata-rata (waktu siklus) 514.26 Tabel Waktu Siklus Jahit Badan Depan

Keadaan Lengan atas, lengan bawah, pergelangan tangan, dan jari Tanpa pedal, atau satu pedal dengan sumbu di bawah kaki Keadaan tangan saling bantu atau bergantian Koordinasi Mata dengan Tangan : cukup dekat Peralatan : perlu penanganan dengan hati-hati Jumlah Tabel Penyesuaian Jahit Badan Depan

Penyesuaian 0.05 0.00

0.00 0.02 0.03 0.10

Keadaan Tenaga yang Dikeluarkan : dapat diabaikan Sikap kerja : duduk Gerakan kerja : normal Pandangan dengan fokus tetap Keadaan temperature tempat kerja : normal Keadaan atmosfir : baik Keadaan lingkungan : bersih, sehat, cerah dengan kebisingan rendah Kebutuhan pribadi Jumlah Tabel Kelonggaran Jahit Badan Depan

Kelonggaran 0.04 0.01 0.00 0.15 0.00 0.00 0.00 0.05 0.25

Perhitungan Waktu normal = waktu siklus x (1 + faktor penyesuaian) =514.26 x (1 + 0.10) =565.686 detik

Waktu baku

= waktu normal x (1 + kelonggaran) =565.686 x (1 + 0.25)

35

=707.1075 detik

5. Menge-stik Bagian Depan


Pegawai pelaku: Ibu Tini

No. Percobaan 1 2 3

waktu proses (detik) 125 127 130

36

4 124 5 119 6 125.6 7 131.3 8 121 9 123 10 115.5 rata-rata (waktu siklus): 124.14 Tabel Waktu Siklus Menge-stik Bagian depan

Keadaan
Lengan bawah, pergelangan tangan dan jari

Penyesuaian 0.02 0.00

Tanpa pedal, atau satu pedal dengan sumbu di bawah kaki Keadaan tangan saling bantu atau bergantian Koordinasi Mata dengan Tangan : cukup dekat Peralatan : perlu penanganan dengan hati-hati Jumlah Tabel Penyesuaian Menge-stik Bagian depan

0.00 0.02 0.03 0.07

Keadaan Tenaga yang Dikeluarkan : dapat diabaikan Sikap kerja : duduk Gerakan kerja : normal Pandangan dengan fokus tetap Keadaan temperature tempat kerja : normal Keadaan atmosfir : baik Keadaan lingkungan : bersih, sehat, cerah dengan kebisingan rendah

Kelonggaran 0.03 0.01 0.00 0.15 0.00 0.00 0.00

Kebutuhan pribadi 0.05 Jumlah 0.24 Tabel Kelonggaran Menge-stik Bagian depan Perhitungan Waktu normal = waktu siklus x (1 + faktor penyesuaian) =124.14 x (1 + 0.07) 37

=132.8298 detik Waktu baku = waktu normal x (1 + kelonggaran) =132.8298 x (1 + 0.24) =164.708952 detik

6. Jahit Bagian Belakang


Pegawai pelaku: Ibu Siti 38

waktu proses (detik) No. percobaan 1 295.4 2 298 3 305 4 307 5 289.6 6 311 7 297.3 8 301 9 320 10 308.2 rata-rata (waktu siklus) 303.25 Tabel Waktu Siklus Jahit Bagian Belakang

Keadaan Lengan atas, lengan bawah, pergelangan tangan, dan jari Tanpa pedal, atau satu pedal dengan sumbu di bawah kaki Keadaan tangan saling bantu atau bergantian Koordinasi Mata dengan Tangan : cukup dekat Peralatan : perlu penanganan dengan hati-hati Jumlah Tabel Penyesuaian Jahit Bagian Belakang

Penyesuaian 0.05 0.00

0.00 0.02 0.03 0.10

Keadaan Kelonggaran Tenaga yang Dikeluarkan : dapat diabaikan 0.04 Sikap kerja : duduk 0.01 Gerakan kerja : normal 0.00 Pandangan dengan fokus tetap 0.15 Keadaan temperature tempat kerja : normal 0.00 Keadaan atmosfir : baik 0.00 Keadaan lingkungan : bersih, sehat, cerah dengan 0.00 kebisingan rendah Kebutuhan pribadi 0.05 Jumlah 0.25 Tabel Kelonggaran Jahit Bagian Belakang 39

Perhitungan Waktu normal = waktu siklus x (1 + faktor penyesuaian) =303.25 x (1 + 0.10) =333.575 detik Waktu baku = waktu normal x (1 + kelonggaran) =333.575 x (1 + 0.25) = 416.96875 detik

40

7. Menge-stik Bagian Belakang


Pegawai pelaku: Ibu Titin

No. percobaan waktu proses (detik) 1 95 2 97 3 96 4 94.5 5 91.2 6 90.5 7 93 8 95 9 96.1 10 99.1 rata-rata (waktu siklus) 94.74 Tabel Waktu Siklus Menge-stik Bagian Belakang

Keadaan
Lengan bawah, pergelangan tangan dan jari

Penyesuaian 0.02 0.00

Tanpa pedal, atau satu pedal dengan sumbu di bawah kaki Keadaan tangan saling bantu atau bergantian Koordinasi Mata dengan Tangan : cukup dekat Peralatan : perlu penanganan dengan hati-hati Jumlah Tabel Penyesuaian Menge-stik Bagian Belakang

0.00 0.02 0.03 0.07

Keadaan Tenaga yang Dikeluarkan : dapat diabaikan Sikap kerja : duduk Gerakan kerja : normal Pandangan dengan fokus tetap Keadaan temperature tempat kerja : normal Keadaan atmosfir : baik

Kelonggaran 0.03 0.01 0.00 0.15 0.00 0.00 41

Keadaan lingkungan : bersih, sehat, cerah dengan kebisingan rendah Kebutuhan pribadi Jumlah

0.00 0.05 0.24

Tabel Kelonggaran Menge-stik Bagian Belakang

Perhitungan Waktu normal = waktu siklus x (1 + faktor penyesuaian) =94.74 x (1 + 0.07) =101.3718 detik Waktu baku = waktu normal x (1 + kelonggaran) =101.3718 x (1 + 0.24) = 125.701032 detik

42

8. Jahit Pinggir
Pegawai pelaku: Ibu Tini

No. percobaan waktu proses (detik) 1 515.1 2 515.8 3 514.1 4 513 5 513.9 6 513.8 7 514 8 514.6 9 513.3 10 515.3 rata-rata (waktu siklus): 514.29 Tabel Waktu Siklus Jahit Pinggir

Keadaan Lengan bawah, pergelangan tangan dan jari Tanpa pedal, atau satu pedal dengan sumbu di bawah kaki

Penyesuaian 0.02 0.00

43

Keadaan tangan saling bantu atau bergantian Koordinasi Mata dengan Tangan : cukup dekat Peralatan : perlu penanganan dengan hati-hati Jumlah Tabel Penyesuaian Jahit Pinggir

0.00 0.02 0.03 0.07

Keadaan Tenaga yang Dikeluarkan : dapat diabaikan Sikap kerja : duduk Gerakan kerja : normal Pandangan dengan fokus tetap Keadaan temperature tempat kerja : normal Keadaan atmosfir : baik Keadaan lingkungan : bersih, sehat, cerah dengan kebisingan rendah

Kelonggaran 0.03 0.01 0.00 0.15 0.00 0.00 0.00

Kebutuhan pribadi Jumlah Table Kelonggaran Jahit Pinggir Perhitungan Waktu normal = waktu siklus x (1 + faktor penyesuaian) = 514.29 (1 + 0.07) = 550.2903 detik Waktu baku = waktu normal x (1 + kelonggaran) = 550.2903 x (1 + 0.24) = 682.359972 detik

0.05 0.24

44

Proses Jahit Bagian Lengan


1. Obras Tangan
Pelaku : Ibu Ema

Pengamatan Waktu (detik) 1 189 2 189 3 257 4 267 5 212 6 212 7 225 8 180 9 189 10 193 Rata-rata (waktu siklus): 210 Tabel Waktu Siklus Obras Tangan 45

Keadaan Lengan bawah, pergelangan tangan dan jari Tanpa pedal, atau satu pedal dengan sumbu di bawah kaki Keadaan tangan saling bantu atau bergantian Koordinasi Mata dengan Tangan : cukup dekat Peralatan : perlu penanganan dengan hati-hati Jumlah Tabel Penyesuaian Obras Tangan

Penyesuaian 0.02 0.00 0.00 0.02 0.03 0.07

Keadaan Tenaga yang Dikeluarkan : dapat diabaikan Sikap kerja : duduk Gerakan kerja : normal Pandangan hampir terus menerus Keadaan temperature tempat kerja : normal Keadaan atmosfir : baik Keadaan lingkungan : bersih, sehat, cerah dengan kebisingan rendah Kelonggoran untuk kebutuhan pribadi Jumlah Tabel Kelonggaran Obras Tangan

Kelonggaran 0.03 0.01 0.00 0.065 0.00 0.00 0.00

0.025 0.13

Perhitungan Waktu normal = Waktu siklus x (1+ penyesuaian) = 210 x (1+0.07) = 224.7 detik Waktu baku = Waktu normal x (1+ kelonggoran) = 224.7 x (1+0.13) = 253.911 detik

46

2. Menge-Stik tangan
Pegawai pelaku : Ibu Sopi

No. Percobaan 1 2 3 4 5 6 7 8

waktu proses (detik) 61.6 60.2 60.4 59.7 59.5 60.2 59.8 59.6 47

9 58.8 10 60.2 rata-rata (waktu siklus) 60 Table Waktu Siklus Menge-stik Tangan

Keadaan Penyesuaian Lengan bawah, pergelangan tangan dan jari 0.02 Tanpa pedal, atau satu pedal dengan sumbu di 0.00 bawah kaki Keadaan tangan saling bantu atau bergantian 0.00 Koordinasi Mata dengan Tangan : cukup dekat 0.02 Peralatan : perlu penanganan dengan hati-hati 0.03 Jumlah 0.07 Tabel Penyesuaian Menge-stik Tangan

Keadaan Tenaga yang Dikeluarkan : dapat diabaikan Sikap kerja : duduk Gerakan kerja : normal Pandangan hampir terus menerus Keadaan temperature tempat kerja : normal Keadaan atmosfir : baik Keadaan lingkungan : bersih, sehat, cerah dengan kebisingan rendah Kebutuhan pribadi Jumlah Tabel Kelonggaran Menge-stik Tangan

Kelonggaran 0.02 0.01 0.00 0.065 0.00 0.00 0.00

0.05 0.145

Perhitungan Waktu normal = waktu siklus x (1+ penyesuaian) = 60 x (1+0.07) = 64.2 detik Waktu baku = waktu normal x (1+ kelonggaran) = 64.2 x (1+0.145) = 73.509 detik 48

No. Percobaan 1 2 3 4

Waktu proses (detik) 244.5 240.82 245.6 242.3

3. Pembuatan Scolder
Pegawai pelaku : Dedeh

49

5 6 7 8 9 10 Rata-rata (waktu siklus)

242.85 246.77 245.13 245.12 243.41 242.2 243.87

Tabel Waktu Siklus Pembuatan Scolder

Keadaan Penyesuaian Lengan bawah, pergelangan tangan dan jari 0.02 Tanpa pedal, atau satu pedal dengan sumbu di 0.00 bawah kaki Keadaan tangan saling bantu atau bergantian 0.00 Koordinasi Mata dengan Tangan : cukup dekat 0.02 Peralatan : perlu penanganan dengan hati-hati 0.03 Jumlah 0.07 Tabel Penyesuaian Pembuatan Scolder

Keadaan Tenaga yang Dikeluarkan : dapat diabaikan Sikap kerja : duduk Gerakan kerja : normal Pandangan hampir terus menerus Keadaan temperature tempat kerja : normal Keadaan atmosfir : baik Keadaan lingkungan : bersih, sehat, cerah dengan kebisingan rendah Kebutuhan pribadi Jumlah Tabel Kelonggaran Pembuatan Scolder

Kelonggaran 0.03 0.01 0.00 0.065 0.00 0.00 0.00

0.05 0.155

Perhitungan 50

Waktu normal = waktu siklus x (1+ penyesuaian) = 243.87 x (1+0.07) = 260.9409 detik Waktu baku = waktu normal x (1+ kelonggaran) = 260.9409 x (1+0.105) = 301.3867 detik

51

4. Menge-stik Scolder Pegawai Pelaku : Ibu Lilis

No. Waktu Proses Percobaan (detik) 1 564 2 597 3 606 4 583 5 589 6 614 7 478 8 567 9 612 10 610 Rata-rata(Waktu siklus) 582 Tabel Waktu Siklus Menge-stik Scolder

Keadaan Penyesuaian Lengan bawah, pergelangan tangan dan jari 0.02 Tanpa pedal, atau satu pedal dengan sumbu di 0.00 bawah kaki Keadaan tangan saling bantu atau bergantian 0.00 Koordinasi Mata dengan Tangan : cukup dekat 0.02 Peralatan : perlu penanganan dengan hati-hati 0.03 Jumlah 0.07 Tabel Penyesuaian Menge-stik Scolder

Keadaan Tenaga yang Dikeluarkan : dapat diabaikan Sikap kerja : duduk Gerakan kerja : normal Pandangan hampir terus menerus Keadaan temperature tempat kerja : normal Keadaan atmosfir : baik Keadaan lingkungan : bersih, sehat, cerah dengan kebisingan rendah Kebutuhan pribadi Jumlah

Kelonggaran 0.03 0.01 0.00 0.065 0.00 0.00 0.00

0.05 0.155 52

Tabel Kelonggaran Menge-stik Scolder

Perhitungan Waktu normal = Waktu siklus x ( 1 + Faktor Penyesuaian ) = 582 x ( 1 + 0.07) = 622.74 detik Waktu baku = Waktu normal x ( 1 + Kelonggaran ) = 622.74 x ( 1 + 0.155 ) = 719.26 detik

53

5. Pasang Scolder dan Manset


Pegawai Pelaku : Ibu Titin

No. Waktu Proses Percobaan (detik) 1 921 2 935 3 928 4 897 5 748 6 931 7 916 8 857 9 924 10 927 Rata-rata(Waktu siklus): 898.4 Tabel Waktu Siklus Pasang Scolder dan Manset

Keadaan Penyesuaian Lengan bawah, pergelangan tangan dan jari 0.02 Tanpa pedal, atau satu pedal dengan sumbu di 0.00 bawah kaki Keadaan tangan saling bantu atau bergantian 0.00 Koordinasi Mata dengan Tangan : cukup dekat 0.02 Peralatan : perlu penanganan dengan hati-hati 0.03 Jumlah 0.07 Tabel Penyesuaian Pasang Scolder dan Manset

Keadaan Tenaga yang Dikeluarkan : dapat diabaikan Sikap kerja : duduk

Kelonggaran 0.03 0.01 54

Gerakan kerja : normal Pandangan hampir terus menerus Keadaan temperature tempat kerja : normal Keadaan atmosfir : baik Keadaan lingkungan : bersih, sehat, cerah dengan kebisingan rendah

0.00 0.065 0.00 0.00 0.00

Kebutuhan pribadi 0.05 Jumlah 0.155 Tabel Kelonggaran Pasang Scolder dan Manset

Perhitungan Waktu normal = Waktu siklus x ( 1 + Faktor Penyesuaian ) = 898.4 x ( 1 + 0.07) = 961.288 detik Waktu baku = Waktu normal x ( 1 + Kelonggaran ) = 961.288 x ( 1 + 0.155 ) = 1110.288 detik

55

6. Jahit Rumah Tali


Pegawai pelaku : Umi

waktu proses No. Percobaan (detik) 1 242 2 240.6 3 240.3 4 239.6 5 240.1 6 239.2 7 239.1 8 239 9 239.3 10 240.8 rata-rata (waktu siklus) 240 Tabel Waktu Siklus Jahit Rumah Tali

Keadaan Lengan atas, lengan bawah, pergelangan tangan, dan jari Tanpa pedal, atau satu pedal dengan sumbu di bawah kaki Keadaan tangan saling bantu atau bergantian Koordinasi Mata dengan Tangan : cukup dekat Peralatan : perlu penanganan dengan hati-hati Jumlah

Penyesuaian 0.05 0.00

0.00 0.02 0.03 0.10 56

Tabel Penyesuaian Jahit Rumah Tali

Keadaan Tenaga yang Dikeluarkan : dapat diabaikan Sikap kerja : duduk Gerakan kerja : normal Pandangan dengan fokus tetap Keadaan temperature tempat kerja : normal Keadaan atmosfir : baik Keadaan lingkungan : bersih, sehat, cerah dengan kebisingan rendah

Kelonggaran 0.05 0.01 0.00 0.15 0.00 0.00 0.00

Kebutuhan pribadi Jumlah Tabel Kelonggaran Jahit Rumah Tali Perhitungan Waktu normal = waktu siklus x (1 + faktor penyesuaian) = 240 x (1 + 0.10) = 264 detik Waktu baku = waktu normal x (1 + kelonggaran) = 264 x (1 + 0.26) = 332.64 detik

0.05 0.26

57

Proses Jahit Bagian Kantong

1. Mengerut Kantong
Pegawai Pelaku : Yanti No. Percobaan Waktu Proses (detik) 1 900.1 2 899.2 3 900.9 4 900.1 5 899.3 6 900.1 7 899.6 8 900.4 9 899.7 10 900.6 Rata-rata (waktu siklus) 900 Tabel Waktu Siklus Mengerut Kantong

58

Keadaan
Lengan bawah, pergelangan tangan dan jari Tanpa pedal, atau satu pedal dengan sumbu di bawah kaki Keadaan tangan saling bantu atau bergantian Koordinasi Mata dengan Tangan : cukup dekat Peralatan : perlu penanganan dengan hati-hati

Penyesuaian 0.02 0.00

Jumlah Tabel Penyesuaian Mengerut Kantong Keadaan


Tenaga yang Dikeluarkan : dapat diabaikan Sikap kerja : duduk Gerakan kerja : normal Pandangan dengan fokus tetap Keadaan temperature tempat kerja : normal Keadaan atmosfir : baik Keadaan lingkungan : bersih, sehat, cerah dengan kebisingan rendah

0.00 0.02 0.03 0.07

Kelonggaran 0.03 0.01 0.00 0.15 0.00 0.00 0.00

Kebutuhan pribadi Jumlah Tabel Kelonggaran Mengerut Kantong Perhitungan Waktu normal = waktu siklus x (1 + faktor penyesuaian) = 900 x (1 + 0.07) = 963 detik

0.05 0.24

Waktu baku

= waktu normal(1 + kelonggaran) = 963(1 + 0.24) = 1194.12 detik

59

2. Meng-clem Saku
Pegawai Pelaku : Ibu Yusni No. Percobaan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Waktu Proses (detik) 256.2 256 256.8 257 258.8 256.9 256.5 256.7 257.2 259.3 60

Rata-rata (waktu siklus) 257.14 Tabel Waktu Siklus Meng-clem Saku

Keadaan
Lengan bawah, pergelangan tangan dan jari Tanpa pedal, atau satu pedal dengan sumbu di bawah kaki Keadaan tangan saling bantu atau bergantian Koordinasi Mata dengan Tangan : cukup dekat Peralatan : perlu penanganan dengan hati-hati

Penyesuaian 0.02 0.00

Jumlah Tabel Penyesuaian Meng-clem Saku

0.00 0.02 0.03 0.07

Keadaan
Tenaga yang Dikeluarkan : dapat diabaikan Sikap kerja : duduk Gerakan kerja : normal Pandangan dengan fokus tetap Keadaan temperature tempat kerja : normal Keadaan atmosfir : baik Keadaan lingkungan : bersih, sehat, cerah dengan kebisingan rendah

Kelonggaran 0.03 0.01 0.00 0.15 0.00 0.00 0.00

Kebutuhan pribadi Jumlah Tabel Kelonggaran Meng-clem Saku Perhitungan Waktu normal = waktu siklus x (1 + faktor penyesuaian) = 257.14 x (1 + 0.07) = 275.1398 detik

0.05 0.24

Waktu baku

= waktu normal(1 + kelonggaran) = 275.1398(1 + 0.24) = 341.173352 detik 61

No. Percobaan 1 2 3 4 5 6

Waktu Proses (detik) 182 134 138 163 109 153

3. Men-stik Kantong
Pegawai Pelaku : Ibu Odas

62

7 8 9 10 Rata-rata (Waktu Siklus)

189 211 171 144 159.4

Tabel Waktu Siklus Men-stik Kantong

Keadaan
Lengan bawah, pergelangan tangan dan jari Tanpa pedal, atau satu pedal dengan sumbu di bawah kaki Keadaan tangan saling bantu atau bergantian Koordinasi Mata dengan Tangan : cukup dekat Peralatan : perlu penanganan dengan hati-hati

Penyesuaian 0.02 0.00 0.00 0.02 0.03 0.07

Jumlah Tabel Penyesuaian Men-stik Kantong

Keadaan
Tenaga yang Dikeluarkan : dapat diabaikan Sikap kerja : duduk Gerakan kerja : normal Pandangan hampir terus menerus Keadaan temperature tempat kerja : normal Keadaan atmosfir : baik Keadaan lingkungan : bersih, sehat, cerah dengan kebisingan rendah

Kelonggaran 0.03 0.01 0.00 0.065 0.00 0.00 0.00 0.05 0.155

Kebutuhan pribadi Jumlah Tabel Kelonggaran Men-stik Kantong

63

Perhitungan Waktu normal = Waktu siklus x ( 1 + Faktor Penyesuaian ) = 159.4 x ( 1 + 0.07) = 170.558 detik Waktu baku = Waktu normal x ( 1 + Kelonggaran ) = 170.558 x ( 1 + 0.155 ) = 196.994 detik

64

Proses Jahit Bagian Kerah

1. Menambah Kain Keras dan Disetrika


Pegawai Pelaku : Ibu Dini No. Percobaan 1 Waktu Proses (detik) 145

2 142 3 143 4 135 5 132 6 134 7 141 8 136 9 146 10 146 Rata-Rata (waktu siklus) 140 Tabel Waktu Siklus Menambah Kain Keras dan Disetrika Keadaan Penyesuaian Lengan atas, lengan bawah, dst 0.05 Tanpa pedal, atau satu pedal dengan sumbu di 0.00 bawah kaki Keadaan tangan saling bantu atau bergantian 0.00 Koordinasi Mata dengan Tangan : cukup dekat 0.02 Peralatan : Perlu penanganan dengan hati-hati 0.03 Berat beban : 0.9 kg 0.05 Jumlah 0.15 Tabel Penyesuaian Menambah Kain Keras dan Disetrika

Keadaan Tenaga yang Dikeluarkan : sangat ringan Sikap kerja : Duduk Gerakan kerja : normal Pandangan yang hampir terus-menerus Keadaan temperature tempat kerja : normal Keadaan atmosfir : baik

Kelonggaran 0.07 0.01 0.00 0.04 0.00 0.00 65

Keadaan lingkungan : bersih, sehat, cerah dengan kebisingan rendah

0.00

Kelonggoran untuk kebutuhan pribadi 0.05 Jumlah 0.17 Tabel Kelonggaran Menambah Kain Keras dan Disetrika Perhitungan Waktu normal = Waktu siklus (1+ penyesuaian) = 140 (1+0.15) = 161 detik Waktu baku = Waktu normal (1+ kelonggaran) = 161 (1+0.17) = 188.37 detik

66

2. Penge-press-an
Pegawai Pelaku : Ibu Eva Waktu Proses (detik) No. Percobaan 1 15 2 14 3 15 4 16 5 14 6 15 7 15 8 14 9 16 10 16 Rata-Rata (waktu siklus) 15 Tabel Waktu Siklus Penge-press-an

Keadaan
Lengan bawah, pergelangan tangan dan jari

Penyesuaian 0.02 0.00 0.00 0.02 0.03 0.07

Tanpa pedal, atau satu pedal dengan sumbu di bawah kaki Keadaan tangan saling bantu atau bergantian Koordinasi Mata dengan Tangan : cukup dekat Peralatan : Perlu penanganan dengan hati-hati Jumlah Tabel Penyesuaian Penge-press-an

67

Keadaan Tenaga yang Dikeluarkan : sangat ringan Sikap kerja : Duduk Gerakan kerja : normal Pandangan yang hampir terus-menerus Keadaan temperature tempat kerja : normal Keadaan atmosfir : baik
Keadaan lingkungan : bersih, sehat, cerah dengan kebisingan rendah

Kelonggaran 0.02 0.00 0.00 0.04 0.00 0.00 0.00

kebutuhan pribadi Jumlah Tabel Kelonggaran Penge-press-an Perhitungan Waktu normal = Waktu siklus (1+ penyesuaian) = 15 (1+0.7) = 25.5 detik Waktu baku = Waktu normal (1+ kelonggaran) = 25.5(1+0.085) = 27.6675 detik

0.025 0.085

68

3. Menjahit dan Memotong Kerah


Pegawai pelaku : Ibu Dedeh Waktu Proses (detik) 210.8 212.4 211.9 210.2 212 213.1 211.7 212.4 212.1 211

No. Percobaan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Rata-Rata (waktu 211.76 siklus) Tabel Waktu Siklus Menjahit dan Memotong Kerah

Keadaan
Lengan bawah, pergelangan tangan dan jari Tanpa pedal, atau satu pedal dengan sumbu di bawah kaki Keadaan tangan saling bantu atau bergantian Koordinasi Mata dengan Tangan : cukup dekat

Penyesuaian 0.02 0.00

0.00 0.02 69

Peralatan : perlu penanganan dengan hati-hati

0.03 Jumlah 0.07 Tabel Penyesuaian Menjahit dan Memotong Kerah

Keadaan
Tenaga yang Dikeluarkan : dapat diabaikan Sikap kerja : duduk Gerakan kerja : normal Pandangan dengan fokus tetap Keadaan temperature tempat kerja : normal Keadaan atmosfir : baik Keadaan lingkungan : bersih, sehat, cerah dengan kebisingan rendah

Kelonggaran 0.03 0.01 0.00 0.15 0.00 0.00 0.00

Kebutuhan pribadi 0.05 Jumlah 0.24 Tabel Kelonggaran Menjahit dan Memotong Kerah Perhitungan Waktu normal = waktu siklus x (1 + faktor penyesuaian) = 211.76 x (1 + 0.07) = 226.5832 detik

Waktu baku

= waktu normal x (1 + kelonggaran) = 226.5832 x (1 + 0.24) = 280.963168 detik

70

4. Vitterban
Pegawai Pelaku: Ibu Titin Waktu Proses No. percobaan (detik) 1 351 2 367 3 369 4 364 5 361.4 6 370 7 350.8 8 359.5 9 371 10 384.3 Rata-Rata (waktu 364.8 siklus) Tabel Waktu Siklus Vitterban

71

Keadaan
Lengan bawah, pergelangan tangan dan jari Tanpa pedal, atau satu pedal dengan sumbu di bawah kaki Keadaan tangan saling bantu atau bergantian Koordinasi Mata dengan Tangan : cukup dekat Peralatan : perlu penanganan dengan hati-hati

Penyesuaian 0.02 0.00

Jumlah Tabel Penyesuaian Vitterban

0.00 0.02 0.03 0.07

Keadaan
Tenaga yang Dikeluarkan : dapat diabaikan Sikap kerja : duduk Gerakan kerja : normal Pandangan dengan fokus tetap Keadaan temperature tempat kerja : normal Keadaan atmosfir : baik Keadaan lingkungan : bersih, sehat, cerah dengan kebisingan rendah

Kelonggaran 0.03 0.01 0.00 0.15 0.00 0.00 0.00

Kebutuhan pribadi Jumlah Tabel Kelonggaran Vitterban Perhitungan Waktu normal = waktu siklus x (1 + faktor penyesuaian) = 364.8 x (1 + 0.07) = 390.336 detik

0.05 0.24

Waktu baku

= waktu normal x (1 + kelonggaran) = 364.8 x (1 + 0.24) = 452.352 detik

72

No. Percobaan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Waktu Proses (detik) 163.79 163.48 163.23 163.7 163.61 163.84 163.81 164.53 163.26 163.05

5. Men-stik Kerah
Pegawai pelaku : Ibu Titin

73

Rata-rata (waktu siklus)

163.63

Tabel Waktu Siklus Men-stik Kerah

Keadaan
Lengan bawah, pergelangan tangan dan jari Tanpa pedal, atau satu pedal dengan sumbu di bawah kaki Keadaan tangan saling bantu atau bergantian Koordinasi Mata dengan Tangan : cukup dekat Peralatan : perlu penanganan dengan hati-hati

Penyesuaian 0.02 0.00 0.00 0.02 0.03 0.07

Jumlah Tabel Penyesuaian Men-stik Kerah

Keadaan
Tenaga yang Dikeluarkan : dapat diabaikan Sikap kerja : duduk Gerakan kerja : normal Pandangan dengan fokus tetap Keadaan temperature tempat kerja : normal Keadaan atmosfir : baik Keadaan lingkungan : bersih, sehat, cerah dengan kebisingan rendah

Kelonggaran 0.03 0.01 0.00 0.15 0.00 0.00 0.00 0.05 0.24

Kebutuhan Pribadi Jumlah Tabel Kelonggaran Men-stik Kerah

74

Perhitungan Waktu normal = waktu siklus x (1+ penyesuaian) = 163.63 x (1+0.07) = 175.0841 detik Waktu baku = waktu normal x (1+ kelonggaran) = 175.0841 x (1+0.240) = 202.2221 detik

75

Proses Pasang
Pegawai pelaku : Ibu No. Percobaan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Rata-rata (waktu siklus) Waktu proses Titin 900 890 789 902 907 906 939 879 888 890 889

Plaket

Tabel Waktu Siklus Pasang Plaket

Keadaan Lengan bawah, pergelangan tangan dan jari Tanpa pedal, atau satu pedal dengan sumbu di bawah kaki Keadaan tangan saling bantu atau bergantian Koordinasi Mata dengan Tangan : cukup dekat Peralatan : perlu penanganan dengan hati-hati Jumlah Tabel Penyesuaian Pasang Plaket

Penyesuaian 0.02 0.00 0.00 0.02 0.03 0.07

Keadaan Tenaga yang Dikeluarkan : dapat diabaikan Sikap kerja : duduk Gerakan kerja : normal Pandangan hampir terus menerus Keadaan temperature tempat kerja : normal Keadaan atmosfir : baik

Kelonggaran 0.03 0.01 0.00 0.065 0.00 0.00 76

Keadaan lingkungan : bersih, sehat, cerah dengan kebisingan rendah Kebutuhan pribadi Jumlah Tabel Kelonggaran Pasang Plaket Perhitungan Waktu normal = waktu siklus x (1+ penyesuaian) = 889 x (1+0.07) = 951.23 detik Waktu baku = waktu normal (1+ kelonggaran) = 951.23 (1+0.155) = 1098.671 detik

0.00

0.05 0.155

77

Proses Finishing
1. Penggabungan 1.1 Menge-stik pinggir
Pegawai pelaku: Ibu Tini

No. percobaan waktu proses (detik) 1 131.3 2 127 3 132 4 122 5 119 6 125.6 7 126 8 120 9 123.5 10 115 rata-rata (waktu siklus) 124.14 Tabel Waktu Siklus Menge-stik Pinggir

Keadaan
Lengan bawah, pergelangan tangan dan jari

Penyesuaian 0.03 0.00

Tanpa pedal, atau satu pedal dengan sumbu di bawah kaki Keadaan tangan saling bantu atau bergantian Koordinasi Mata dengan Tangan : cukup dekat Peralatan : perlu penanganan dengan hati-hati Jumlah Tabel Penyesuaian Menge-stik Pinggir

0.00 0.02 0.03 0.08

78

Keadaan Tenaga yang Dikeluarkan : dapat diabaikan Sikap kerja : duduk Gerakan kerja : normal Pandangan dengan fokus tetap Keadaan temperature tempat kerja : normal Keadaan atmosfir : baik Keadaan lingkungan : bersih, sehat, cerah dengan kebisingan rendah

Kelonggaran 0.02 0.01 0.00 0.15 0.00 0.00 0.00

Kebutuhan pribadi Jumlah Tabel Kelonggaran Menge-stik Pinggir

0.05 0.23

Perhitungan Waktu normal = waktu siklus x (1 + faktor penyesuaian) =124.14 x (1 + 0.08) =134.0712 detik Waktu baku = waktu normal x (1 + kelonggaran) =134.0712 x (1 + 0.23) =164.907576 detik

79

1.2 Jahit Pundak dan Tangan Pegawai pelaku: Ibu Ema

No. percobaan waktu proses (detik) 1 164.6 2 163.1 3 163.8 4 162 5 167 6 162.6 7 161.9 8 163 9 166 10 162.4 rata-rata (waktu siklus) 163.64 Tabel Waktu Siklus Jahit Pundak dan Tangan

Keadaan
Lengan atas, lengan bawah, pergelangan tangan, dan jari Tanpa pedal, atau satu pedal dengan sumbu di bawah kaki Keadaan tangan saling bantu atau bergantian Koordinasi Mata dengan Tangan : cukup dekat Peralatan : perlu penanganan dengan hati-hati

Penyesuaian 0.05 0.00

Jumlah Tabel Penyesuaian Jahit Pundak dan Tangan

0.00 0.02 0.03 0.10

80

Keadaan
Tenaga yang Dikeluarkan : dapat diabaikan Sikap kerja : duduk Gerakan kerja : normal Pandangan dengan fokus tetap Keadaan temperature tempat kerja : normal Keadaan atmosfir : baik Keadaan lingkungan : bersih, sehat, cerah dengan kebisingan rendah

Kelonggaran 0.05 0.01 0.00 0.15 0.00 0.00 0.00

Kebutuhan pribadi Jumlah Tabel Kelonggaran Jahit Pundak dan Tangan

0.05 0.26

Perhitungan Waktu normal = waktu siklus x (1 + faktor penyesuaian) =163.64 x (1 + 0.10) =180.004 detik Waktu baku = waktu normal x (1 + kelonggaran) =180.004 x (1 + 0.26) =226.80504 detik

81

No. Percobaan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Rata-rata (waktu siklus)

Waktu proses (detik) 853.00 868.00 856.40 857.36 862.93 863.94 860.23 861.37 872.50 866.27 862.20

1.3 Pasang Kantong dan Tutup Pegawai pelaku : Ibu Siti

Tabel Waktu Siklus Pasang Kantong dan Tutup

Keadaan Lengan bawah, pergelangan tangan dan jari Tanpa pedal, atau satu pedal dengan sumbu di bawah kaki

Penyesuaian 0.02 0.00 82

Keadaan tangan saling bantu atau bergantian Koordinasi Mata dengan Tangan : cukup dekat Peralatan : perlu penanganan dengan hati-hati Jumlah Tabel Penyesuaian Pasang Kantong dan Tutup

0.00 0.02 0.03 0.07

Keadaan Tenaga yang Dikeluarkan : dapat diabaikan Sikap kerja : duduk Gerakan kerja : normal Pandangan hampir terus menerus Keadaan temperature tempat kerja : normal Keadaan atmosfir : baik Keadaan lingkungan : bersih, sehat, cerah dengan kebisingan rendah

Kelonggaran 0.03 0.01 0.00 0.065 0.00 0.00 0.00

Kebutuhan pribadi 0.05 Jumlah 0.155 Tabel Kelonggaran Pasang Kantong dan Tutup

Perhitungan Waktu normal = waktu siklus x (1+ penyesuaian) = 862.20 x (1+0.07) = 922.554 detik Waktu baku = waktu normal x (1+ kelonggaran) = 922.554 x (1+0.155) = 1065.55 detik

83

1.4 Gabungan Kerah Pegawai pelaku: Ibu Lilis

No. percobaan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

waktu proses (detik) 597 607 589 605.7 598 611 603 589.7 604 602.6 84

rata-rata (waktu siklus) 600.07 Tabel Waktu Siklus Gabungan Kerah

Keadaan
Lengan atas, lengan bawah, pergelangan tangan, dan jari Tanpa pedal, atau satu pedal dengan sumbu di bawah kaki Keadaan tangan saling bantu atau bergantian Koordinasi Mata dengan Tangan : cukup dekat Peralatan : perlu penanganan dengan hati-hati

Penyesuaian 0.05 0.00

Jumlah Tabel Penyesuaian Gabungan Kerah

0.00 0.02 0.03 0.10

Keadaan
Tenaga yang Dikeluarkan : dapat diabaikan Sikap kerja : duduk Gerakan kerja : normal Pandangan dengan fokus tetap Keadaan temperature tempat kerja : normal Keadaan atmosfir : baik Keadaan lingkungan : bersih, sehat, cerah dengan kebisingan rendah

Kelonggaran 0.03 0.01 0.00 0.15 0.00 0.00 0.00 0.05 0.24

Kebutuhan pribadi Jumlah Tabel Kelonggaran Gabungan Kerah

Perhitungan Waktu normal = waktu siklus x (1 + faktor penyesuaian) =600.07 x (1 + 0.10) =660.077 detik Waktu baku = waktu normal x (1 + kelonggaran) =660.077 x (1 + 0.24) =818.49548 detik

85

Pengamatan 1 2 3 4 5 6

Waktu(detik) 140 134 156 144 159 135

2. Memasang Kancing
Pegawai Pelaku: Ibu Desi

86

7 8 9 10 Rata-rata (waktu siklus):

138 140 142 145 143

Tabel Waktu Siklus Pasang Kancing

keadaan Lengan bawah, pergelangan tangan dan jari Tanpa pedal, atau satu pedal dengan sumbu di bawah kaki Keadaan tangan saling bantu atau bergantian Koordinasi Mata dengan Tangan : cukup dekat Peralatan : Dapat ditangani dengan mudah Berat beban : Jumlah Tabel Penyesuaian Pasang Kancing

Penyesuaian 0.02 0.00 0.00 0.02 0.00 0.00 0.04

Keadaan Tenaga yang Dikeluarkan : dapat diabaikan Sikap kerja : Duduk Gerakan kerja : normal Pandangan yang hampir terus-menerus Keadaan temperature tempat kerja : normal Keadaan atmosfir : baik Keadaan lingkungan : bersih, sehat, cerah dengan kebisingan rendah Kelonggoran untuk kebutuhan pribadi Jumlah Tabel Kelonggaran Pasang Kancing

Kelonggaran 0.03 0.01 0.00 0.04 0.00 0.00 0.00

0.025 0.105

87

Perhitungan Waktu normal = Waktu siklus x (1+ penyesuaian) = 143 x (1+0.04) = 148.72 detik Waktu baku = Waktu normal x (1+ kelonggoran) = 148.72(1+0.105) = 164.3356 detik

88

3. Pasang Barkode dan


Pegawai pelaku : Ibu Dian

No. Percobaan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Rata-rata (waktu siklus):

Waktu(detik) 67 65 56 57 59 60 65 61 57 67 61

Label

Tabel Waktu Siklus Pasang Barkode dan Label

kondisi Penyesuaian Lengan bawah, pergelangan tangan dan jari 0.02 Tanpa pedal, atau satu pedal dengan sumbu di bawah 0.00 kaki Keadaan tangan saling bantu atau bergantian 0.00 Koordinasi Mata dengan Tangan : Cukup dekat 0.02 Peralatan : Dapat ditangani dengan mudah 0.00 Berat beban : 0.00 Jumlah 0.04 Tabel Penyesuaian Pasang Barkode dan Label

Keadaan Tenaga yang Dikeluarkan : dapat diabaikan Sikap kerja : Duduk Gerakan kerja : normal Pandangan yang hampir terus-menerus Keadaan temperature tempat kerja : normal Keadaan atmosfir : baik

Kelonggaran 0.03 0.01 0.00 0.04 0.00 0.00 89

Keadaan lingkungan : bersih, sehat, cerah dengan kebisingan rendah

0.00

Kelonggoran untuk kebutuhan pribadi 0.025 Jumlah 0.105 Tabel Kelonggaran Pasang Barkode dan Label Perhitungan Waktu normal = Waktu siklus x (1+ penyesuaian) = 61 x (1+0.04) = 63.44 detik Waktu baku = Waktu normal x (1+ kelonggoran) = 63.44 x (1+0.105) = 70.1012 detik

90

4. Menyetrika Pelaku : Ibu Citra

Pengamatan 1 2 3 4 5 Rata-rata:

Waktu(detik) 356 367 378 355 345 360

Tabel Waktu Siklus Menyetrika

Keadaan Lengan atas, lengan bawah, dst Tanpa pedal, atau satu pedal dengan sumbu di bawah kaki Keadaan tangan saling bantu atau bergantian Koordinasi Mata dengan Tangan : cukup dekat Peralatan : Perlu penanganan dengan hati-hati Berat beban : 1.35 kg Jumlah Tabel Penyesuaian Menyetrika

Penyesuaian 0.05 0.00 0.00 0.02 0.03 0.01 0.11

Keadaan Tenaga yang Dikeluarkan : sangat ringan Sikap kerja : Duduk Gerakan kerja : normal Pandangan yang hampir terus-menerus Keadaan temperature tempat kerja : normal Keadaan atmosfir : baik Keadaan lingkungan : Terasa ada getaran

Kelonggaran 0.07 0.01 0.00 0.04 0.00 0.00 0.07 91

lantai Kelonggoran untuk kebutuhan pribadi Jumlah Tabel Kelonggaran Menyetrika 0.025 0.215

Perhitungan Waktu normal = Waktu siklus (1+ penyesuaian) = 360 (1+0.11) = 399.6 detik Waktu baku = Waktu normal (1+ kelonggoran) = 399.6(1+0.215) = 485.514 detik

92

5. Melipat Baju
Pelaku : Ibu Saskia

Pengamatan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Rata-rata (waktu siklus):

Waktu(detik) 37 38 32 35 35 38 30 39 35 33 35

Tabel Waktu Siklus Melipat Baju

keadaan Lengan bawah, pergelangan tangan dan jari Tanpa pedal, atau satu pedal dengan sumbu di bawah kaki Keadaan tangan saling bantu atau bergantian Koordinasi Mata dengan Tangan : Cukup dekat

Penyesuaian 0.02 0.00 0.00 0.02 93

Peralatan : Berat beban : Jumlah Tabel Penyesuaian Melipat Baju

0.00 0.00 0.04

Keadaan Tenaga yang Dikeluarkan : dapat diabaikan Sikap kerja : Duduk Gerakan kerja : normal Pandangan yang hampir terus-menerus Keadaan temperature tempat kerja : normal Keadaan atmosfir : baik Keadaan lingkungan : bersih, sehat, cerah dengan kebisingan rendah Kelonggoran untuk kebutuhan pribadi Jumlah Tabel Kelonggaran Melipat Baju Perhitungan Waktu normal = Waktu siklus (1+ penyesuaian) = 35 (1+0.04) = 36.4 detik Waktu baku = Waktu normal (1+ kelonggoran) = 36.4(1+0.105) = 40.222 detik

Kelonggaran 0.03 0.01 0.00 0.04 0.00 0.00 0.00

0.025 0.105

94

Pengamatan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Rata-rata (waktu siklus):

Waktu(detik) 29 27 27 34 37 28 28 30 33 32

31

6. Packaging
Pegawai pelaku : Ibu Hilda

Tabel Waktu Siklus Packaging

95

kondisi Lengan bawah, pergelangan tangan dan jari Tanpa pedal, atau satu pedal dengan sumbu di bawah kaki Keadaan tangan saling bantu atau bergantian Koordinasi Mata dengan Tangan : Cukup dekat Peralatan : Dapat ditangani dengan mudah Berat beban : Jumlah Tabel Penyesuaian Packaging

Penyesuaian 0.02 0.00 0.00 0.02 0.00 0.00 0.04

Keadaan Tenaga yang Dikeluarkan : dapat diabaikan Sikap kerja : Duduk Gerakan kerja : normal Pandangan yang hampir terus-menerus Keadaan temperature tempat kerja : normal Keadaan atmosfir : baik Keadaan lingkungan : bersih, sehat, cerah dengan kebisingan rendah Kelonggoran untuk kebutuhan pribadi Jumlah Tabel Kelonggaran Packaging Perhitungan Waktu normal = Waktu siklus (1+ penyesuaian) = 31 (1+0.04) = 32.24 Waktu baku = Waktu normal (1+ kelonggoran) = 32.24(1+0.105) = 35.6252

Kelonggaran 0.03 0.01 0.00 0.04 0.00 0.00 0.00

0.025 0.105

96