Dasar Teknik Mesin: Alat Ukur Presisi

0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan33 halaman

Diunggah oleh

Fikri Gumilar
Lisensi
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Modul Ajar

Dasar – Dasar Teknik Mesin (Teknik dasar proses produksi pada bidang manufaktur mesin.)
Kelas X Semester Ganjil Tahun Ajaran 2023 / 2024

Fikri Gumilar, S.T.

PEMERINTAH DAERAH PROVINSI JAWA BARAT

DINAS PENDIDIKAN
CABANG DINAS PENDIDIKAN WILAYAH IV

SMK NEGERI 1 BOJONG


JURUSAN TEKNIK MESIN
A. IDENTITAS DAN INFORMASI UMUM
Nama Penyusun : Fikri Gumilar, S.T.
Satuan Pendidikan : SMKN 1 Bojong
Program Keahlian : Teknk Mesin
Mata Pelajaran : Dasar- dasar Teknik Mesin
Kelas / Semester : X/1
Tahun : 2022/2023
Alokasi Waktu : 3 JP
Kompetensi Awal : Menggunakan alat ukur dengan baik dan benar.
Fase :E
Elemen : Teknik dasar proses produksi pada bidang manufaktur mesin
Capaian Pembelajaran : Pada akhir fase E, peserta didik mampu memahami teknik
dasar proses produksi melalui pengenalan dan praktik singkat
yang terkait dengan seluruh proses produksi dan teknologi
cutting dan non cutting terdiri dari bentuk bulat, persegi dan
profil khusus yang diaplikasikan dalam industri, antara lain
menggunakan alat ukur teknik , perkakas tangan dan bertenaga,
peralatan angkat dan pemindah bahan, pemesinan, CAD,
simulasi CAM-CNC, 3D Printing, mould and dies, plastic
moulding, jig and fixture, pengelasan, dan sejenisnya.
Profil Pelajar Pancasila : Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Berakhlak Mulia:
Mengawali dan mengakhiri pembelajaran dengan berdoa kepada
Tuhan Yang Maha Esa.
Mandiri: Peserta didik mampu memahami animasi-anaimasi tentang
alat ukur jangka sorong, Peserta didik mampu memahami bahan ajar
yang diberikan oleh guru.
Bernalar Kritis: Peserta didik mampu mengecek hasil pengukuran
menggunakan jangka sorong sesuai dengan prosedur.
Gotong Royong: Peserta didik mampu bekerja sama dengan teman
sebaya untuk saling berdiskusi.
Sarana dan Prasarana : Komputer/laptop, proyektor, alat ukur mekanik, video dari youtube,
aplikasi alat ukur mekanik, ppt, buku PDTM, white board dll.
Target Peserta Didik : Peserta didik bisa memahami dan menggunakan alat ukur dengan
baik dan benar.

B. KOMPETENSI INTI
Pertemuan ke : 4
Tujuan Pembelajaran: • Peserta didik dapat menggunakan alat ukur teknik
• Peserta didik dapat menganalisis hasil pengukuran
Pemahaman Bermakna : Peserta didik dapat menggunakan alat ukur teknik dengan baik dan
(berkaitan dengan benar.
kompetensi keahlian atau
produk yang dibuat atau
kehidupan sehati-hari)
Pertanyaan Pemantik 1. Alat ukur apa saja yang kalian ketahui?
2. Bagaimana cara memelihara alat ukur mekanik (jangka
sorong)?

Model Pembelajaran : Problem Based Learning dengan metode demontrasi dan video
pembelajaran
Kegiatan Pembelajaran :
Kegiatan Pendahuluan :
1. Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai
pembelajaran
2. Guru melakukan presensi untuk mengecek kehadiran peserta didik
3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
4. Peserta didik dan guru berdiskusi melalui pertanyaan pemantik:
1. Alat ukur apa saja yang kalian ketahui?
2. Bagaimana cara memelihara alat ukur mekanik (jangka sorong)?
Kegiatan Inti :
a. Orientasi Masalah Pada Peserta Didik :
1. Peserta didik diberi motivasi atau rangsangan (stimulus) tentang materi yang akan
dipelajari
2. Guru menyampaikan materi menggunakan power point (ppt) dan video pembelajaran
(Diferensiasi konten)
MEMBACA JANGKA SORONG 0.05
[Link]
MEMBACA JANGKA SORONG 0.02
[Link]
3. Peserta didik mengamati materi dan tayangan video yang disampaikan guru

b. Mengorganisasi Peserta Didik untuk Belajar :


1. Guru membagi peserta didik menjadi 4 kelompok secara acak. (kolaborasi)
2. Guru memberikan LKPD cara menggunakan alat ukur mekanik presisi (jangka sorong)
ke masing – masing kelompok.
3. Guru membagikan LKPD pada masing – masing kelompok mengenai penggunaan alat
ukur presisi jangka sorong (Critical Thinking)
4. Guru medemontrasikan cara menggunakan alat ukur jangka sorong dengan baik dan
benar (Diferensiasi konten)
5. Peserta didik berdiskusi dengan kelompoknya untuk menyelesaikan LKPD cara
menggunakan alat ukur mekanik presisi (jangka sorong) (kolaborasi)

c. Membimbing Penyelidikan Individual Maupun Kelompok :


1. Guru memberikan benda kerja kepada setiap kelompok (kolaborasi)
2. Peserta didik dan kelompoknya diminta untuk mengukur benda yang telah
didapatkan dan menulis hasilnya pengukuran. (Diferensiasi Proses)
3. Guru membimbing peserta didik dalam kelompok cara menggunakan dan
menganalisis hasil pengukuran.
d. Mengembangkan dan Menyajikan Hasil Karya :
1. Peserta didik menyajikan dalam bentuk hasil diskusi kelompok tentang cara
menggunakan dan menganalisis hasil pengukuran menggunakan jangka sorong.
(kolaborasi)
2. Pesera didik dan kelompoknya menunjukan hasil pengukuran yang telah
dikerjakan.(Diferensiasi Produk)
3. Peserta didik diminta untuk mengaplikasikan alat ukur mekanik presisi pada saat
praktek
e. Menganalisis dan Mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah :
1. Peserta didik dan kelompoknya mempersenrtasikan hasil diskusi pengukuran yang
telah dikerjakan
2. Guru membantu Peserta didik untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap
penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan (Critical Thinking)
3. Guru memberikan penguatan hasil presentasi kelompok (Creativity)
Kegiatan Penutup :
1. Guru menyimpulkan pelajaran yang sudah dibahas
2. Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan memberikan informasi materi pada
kegiatan pembelajaran berikutnya.
3. Guru mengarahkan peserta didik untuk berdo’a sebelum selesai pembelajaran

C. ASESMEN
❖ Asesmen Diagnotik
1. Apa yang kamu ketahui tentang alat ukur presisi?
2. Apa yang kamu ketahui tentang jangka sorong?
3. Bagaimana cara menghitung menggunakan jangka sorong?
4. Apa saja bagian bagian jangka sorong?
5. Apakah satuan yang digunakan jangka sorong?

❖ Asesmen Formatif
Terlampir
❖ Asesmen Sumatif
Penilaian Akhir Tahun

D. PENGAYAAN DAN REMEDIAL


✓ Pengayaan diberikan kepada peserta didik yang memiliki nilai diatas rata-rata untuk
mendapatkan tambahan materi dan pengetahuan.

✓ Remidial diberikan kepada peserta didik yang memiliki nilai dibawah rata-rata untuk
mendapatkan ulang penjelasan terkait materi yang dibahas.

E. DAFTAR PUSTAKA
1. [Link]
2. MENGUKUR DENGAN ALAT UKUR MEKANIK PRESIS ([Link]
3. [Link]
4. A. Gunanto, S.T. dan Drs. Joko Pramono “PEKERJAAN DASAR TEKNIK MESIN” Edisi
2017, Penerbit ANDI.
Purwakarta, Juli 2023

Mengetahui Penyusun

Wahyu Tamimbarhkah, [Link] Fikri Gumilar, S.T.


NIP.19711102 200801 1 001 NIP. -
KEGIATAN PEMBELAJARAN
Pengertian Alat Ukur Mekanik Presisi
Alat ukur mekanik presisi merupakan alat ukur yang mempunyai kemampuan mengukur sampai
ukuran terkecil sesuai kebutuhan pemakainya. Dalam bidang ilmu teknik pemesinan, alat ukur merupakan
salah satu hal utama yang harus dipahami.
Sumber : MENGUKUR DENGAN ALAT UKUR MEKANIK PRESIS ([Link]
Alat Ukur Mekanik Presisi
1. Mistar Geser (jangka sorong)
2. Micrometer
3. Dial Indikator

1. Mistar Geser (jangka sorong)


Jangka sorong adalah alat ukur panjang atau linier yang dipergunakan untuk mengukur bidang luar,
bidang dalam dan kedalaman lubang suatu benda kerja dengan satuan (mm) ataupun inchi. Jangka sorong
disebut juga dengan vernier caliper, mistar ingsut, mistar geser, atau schuifmaat.
Sumber : [Link]
A. Bagian – bagian Mistar Geser (jangka sorong)

Sumber : [Link]
Keterangan:
1. Rahang Luar
2. Rahang Dalam
3. Tangkai Ukur Kedalaman
4. Skala Utama (mm)
5. Skala Utama (inchi)
6. Skala Nonius (mm)
7. Skala Nonius (inchi)
8. Knop penggeser
9. Baut Pengunci

B. Macam – macam Mistar Geser (jangka sorong)

a. Dilihat dari satuannya


• Jangka sorong dengan satuan metris (mm)
• Jangka sorong dengan satuan inchi
• Jangka sorong dengan satuan metris (mm) dan inchi

b. Dilihat dari ketelitiannya


✓ Jangka sorong dengan ketelitian 0,1 mm
✓ Jangka sorong dengan ketelitian 0,05 mm
✓ Jangka sorong dengan ketelitian 0,02 mm
✓ Jangka sorong dengan ketelitian 1/128 inchi
c. Dilihat dari pembacaannya
✓ Jangka sorong dengan garis skala dan nonius

Gambar jangka sorong dengan skala garis


Sumber : MENGUKUR DENGAN ALAT UKUR MEKANIK PRESIS ([Link]

✓ Jangka sorong dengan jam ukur

Gambar jangka sorong dengan jam ukur


Sumber : MENGUKUR DENGAN ALAT UKUR MEKANIK PRESIS ([Link]
✓ Jangka sorong dengan pembacaan digital

Gambar jangka sorong digital


Sumber : MENGUKUR DENGAN ALAT UKUR MEKANIK PRESIS ([Link]

C. Penggunaan Mistar Geser (jangka sorong)


Penggunaan jangka sorong dapat dilihat pada gambar berikut

Mengukur dimensi luar


Sumber : MENGUKUR DENGAN ALAT UKUR MEKANIK PRESIS ([Link]
Mengukur Dimensi Dalam
Sumber : MENGUKUR DENGAN ALAT UKUR MEKANIK PRESIS ([Link]

Mengukur panjang benda


Sumber : MENGUKUR DENGAN ALAT UKUR MEKANIK PRESIS ([Link]
Mengukur Ketinggian
Sumber : MENGUKUR DENGAN ALAT UKUR MEKANIK PRESIS ([Link]

D. Pembacaan skala alat ukur jangka sorong


Sebelum membaca ukuran pada jangka sorong harus memperhatikan hal-hal sebagai
berikut:
1. Skala ukuran yang terdapat pada badan/batang jangka sorong.
Angka-angka yang tercantum pada skala utama terdapat angka 0, 1, 2, .. dan seterusnya
menunjukkan ukuran dalam centimeter.
2. Garis batas skala nonius pada rahang geser.
Pada rahang geser terdapat angka-angka 0, 1, 2, 3,.. dan sterusnya menunjukkan
desimal 0,1; 0,2; 0,3;.. dan seterusnya.
3. Perhatikan garis awal (0) pada skala utama sampai garis awal (0) pada skala nonius,
yang disebut ukuran pada skala utama.
4. Perhatikan garis awal (0) pada skala nonius sampai garis sejajar atau segaris dengan
skala utama yang menunjukkan desimal, yang disebut ukuran pada skala nonius.
5. Dari skala utama dan ukuran pada skala nonius kita jumlahkan, maka didapat ukuran
total atau ukuran dari benda yang diukur.
a. Jangka sorong dengan ketelitian 0,1 mm
Pada skala utama tercantum angka 1, 2, 3, .. dan seterusnya yang menunjukkan ukuran
10 mm, 20 mm, .. dan seterusnya. Pada skala noniusnya terdapat 10 strip, jarak antara satu
strip dengan lainnya menunjukkan ukuran desimal 0,1 mm.
Gambar. Skala utama dan skala nonius
Sumber : [Link]

Contoh Pembacaan:

0 10 20 mm

0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Gambar. Pembacaan jangka sorong


Sumber : [Link]

Ukuran pada skala utama : 12 mm


Ukuran pada skala nonius : 0,7 mm +
Ukuran Total : 12,7 mm

b. Jangka sorong dengan ketelitian 0,05 mm


Pada skala utama tercantum angka 1, 2, 3, .. dan seterusnya yang menunjukkan ukuran
10 mm, 20 mm, .. dan seterusnya. Pada skala noniusnya terdapat 20 strip, jarak antara satu
strip dengan lainnya menunjukkan ukuran desimal 0,05 mm.

Contoh Pembacaan:
0 10
1 20 30 40 50 mm

0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Gambar. Pembacaan jangka sorong


Sumber : [Link]
Ukuran pada skala utama : 14 mm
Ukuran pada skala nonius : 0,35 mm +
Ukuran Total : 14,35 mm

c. Jangka sorong dengan ketelitian 0,02 mm


Pada skala utama tercantum angka 1, 2, 3, .. dan seterusnya yang menunjukkan ukuran
10 mm, 20 mm, .. dan seterusnya. Pada skala noniusnya terdapat 50 strip, jarak antara satu
strip dengan lainnya menunjukkan ukuran desimal 0,02 mm.

Contoh Pembacaan:

0 10 20 30 40 50 mm

0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Gambar. Pembacaan jangka sorong
Sumber : [Link]

Ukuran pada skala utama :2 mm


Ukuran pada skala nonius : 0,48 mm +
Ukuran Total : 2,48 mm

d. Jangka sorong dengan ketelitian 1/128 inchi


Pada skala utama tercantum angka 1, 2, 3, .. dan seterusnya yang menunjukkan ukuran
1 inchi, 2 inchi, .. dan seterusnya. Setiap 1 inchi dibagi menjadi 16 bagian. Jadi jarak antara
strip yang satu dengan lainnya adalah 1/16 inchi.
Pada skala noniusnya terdapat 8 bagian. Jadi, jarak antara satu strip dengan lainnya
menunjukkan ukuran 1/16 : 8 = 1/128 inchi.
Contoh Pembacaan:

1/128 Inchi 0 4 8

1 2 Inchi
Gambar. Pembacaan jangka sorong
Sumber : [Link]

1
Ukuran pada skala utama : 2 inchi
16

Ukuran pada skala nonius : 4 inchi


1128 4 8+4 12
Ukuran Total : 216 + = 2 + 128 = 2 128 inchi
128
Sumber : MENGUKUR DENGAN ALAT UKUR MEKANIK PRESIS ([Link]
LAMPIRAN – LAMPIRAN
MENGGUNAKAN ALAT UKUR MEKANIK
LKPD PRESISI (JANGKA SORONG)
Penyusun Fikri Gumilar, S.T.

1. TUJUAN
✓ Peserta didik dapat menggunakan alat ukur Teknik
✓ Peserta didik dapat menganalisis hasil pengukuran
2. ALAT DAN BAHAN

1. Jangka sorong (0.02 & 0.05) 2. Buku 3. Besi

3. CARA KERJA :
1. Siapkan benda-benda yang akan diukur
2. Cara menggunakan jangka sorong:
a. Putarlah pengunci ke kiri!
b. Buka rahang kanan!
c. Masukkan benda ke rahang bagian bawah jangka sorong!
d. Geser rahang tepat pada benda dan putar pengunci ke kanan!
e. Bacalah skala utama dan skala noniusnya!
f. Ukur benda kerja sesuai gambar
g. Masukkan hasilnya ke dalam tabel!
A. Kelompok 1 2
3

4 5

B. Kelompok 2
2
3

4 5
C. Kelompok 3
2
3

4 5

D. Kelompok 4

2
3

5
4
4. LEMBAR PENGAMATAN :
Pengukuran Panjang
Ketelitian SU SN SU + SN
No.
jangka sorong (cm) (cm) (cm)

Keterangan :
SU = Skala Utama
SN = Skala Noniu
TEKNIK PENILAIAN
TEKNIK Aspek yang dinilai Teknik Penilaian Waktu Penilaian
PENILAIAN No
1. Sikap Pengamatan Selama pembelajaran
a. Terlibat aktif dalam dan saat diskusi
pembelajaran.
b. Bekerjasama dalam
kegiatan kelompok.
c. Toleran terhadap proses
pemecahan masalah yang
berbeda dan kreatif.

2. Pengetahuan Pengamatan dan tes Penyelesaian tugas


1. Dapat menentukan Hasil individu dan
pengukuran dari kelompok
permasalahan yang
diberikan.
2. Dapat merumuskan cara
pengkuran dari
permasalahan yang
diberikan.
3. Dapat menyelesaikan
permasalahan menentukan
hasil pengukuran
menggunaan alat ukur
jangka sorong
4. Dapat menyimpulkan dari
hasil analisis menentukan
hasil pengukuran untuk
menjawab permasalahan
yang di hadapi.

3. Kompetensi Pengamatan Penyelesaian tugas


Kompetensi dalam .(baik individu
menerapkan konsep/prinsip maupun kelompok)
dan strategi pemecahan
masalah yang relevan yang
berkaitan dengan langkah –
langkah penggunaan alat ukur
jangka sorong.
1. PENILAIAN PENGETAHUAN
A. KISI-KISI SOAL
KISI-KISI SOAL
Nama Sekolah : SMK Negeri 1 Bojongg
Fase/Semester : Fase / E
Mata Pelajaran : Dasar – Dasar Teknik Mesin
Elemen Cp : Teknik dasar proses produksi pada bidang manufaktur mesin.
Alokasi Waktu : 60 menit
Jenis Soal : Essay/ 4 Soal
Elemen dan Capaian Pembelajaran ATP MATERI RANAH INDIKATOR NO BOBOT
SOAL SOAL SOAL
Elemen : Teknik dasar proses produksi 1. Peserta didik dapat ✓ Jenis – jenis alat Menguraikan
pada bidang manufaktur mesin. mengklasifikasikan alat ukur Bagian – Bagian
CP : Pada akhir fase E, peserta didik ukur ✓ Penggunaan alat C4 Alat Ukur jangka 1 10
mampu memahami teknik dasar proses 2. Peserta didik dapat ukur jangka sorong beserta
produksi melalui pengenalan dan praktik melakukan kalibrasi alat sorong fungsinya
singkat yang terkait dengan seluruh ukur teknik ✓ Mengetahui Menganalisis
proses produksi dan teknologi cutting 3. Peserta dadik dapat ketelitin dan jenis Ketelitin dan jenis
C4 2 10
dan non cutting terdiri dari bentuk bulat, menggunakan alat jangka sorong jangka sorong
persegi dan profil khusus yang ukur teknik yang di gunakan yang di gunakan
diaplikasikan dalam industri, antara lain 4. Peserta didik dapat ✓ Pembacaan hasil Menjelaskanjenis
perkakas tangan dan bertenaga, peralatan menggunakan perkakas pengukuran C2 jangka sorong 3 10
angkat dan pemindah bahan, pemesinan, tangan jangka sorong yang di gunakan
CAD, simulasi CAM-CNC, 3D Printing, 5. Peserta didik dapat Menganalisis hasil
mould and dies, plastic moulding, jig and menggunakan perkakas pengukuran alat
fixture, pengelasan, dan sejenisnya. tangan bertenaga ukur jangka
6. Peserta didikk dapat sorong
menerapkan prosedur
penggunaan mesin
konvemsional
7. Peserta didik dapat
menerapkan teknik –
C4 4 10
teknik pengerjaan
pemesinan konvensional
8. Peserta didik dapat
mengetahui software/
program CAD dan
simulasi CAM
9. Peserta didik dapat
menggunakan program
CAD dan simulasi CAM
B. ASESMEN FORMATIF
LATIHAN SOAL (INDIVIDU)
Mata Pelajaran/Elemen : Teknik dasar proses produksi pada bidang manufaktur mesin
Materi Pokok : - Jenis – jenis alat Ukur
- Penggunaan alat ukur jangka sorong
- Mengetahui ketelitin dan jenis jangka sorong yang di gunakan
- Pembacaan hasil pengukuran jangka sorong
Kelas (Fase)/ Semester : X (E)/ 1
Petunjuk :
✓ Berdo’alah terlebih dahulu sebelum mengerjakan
✓ Bacalah soal dengan teliti kemudian jawab dengan uraian yang benar dan jelas pada buku
catatan
✓ Jika ada soal yang tidak dimengerti, silahkan tanyakan kepada guru

Jawab soal – soal dibawah ini dengan baik dan benar

1. Perhatikan gambar dibawah ini!

Uraikan bagian – bagian alat ukur jangka sorong, dan jelaskan fungsi – fungsinya!
2. Perhatikan gambar dibawah ini!
a.
b.

Coba kalian analisis, jangka sorong ketelitian berapakah pada gambar diatas?
3. Perhatikan gambar dibawah ini
a.

b.

c.
Sebutkan dan jelaskan jenis – jenis alat ukur jangka sorong pada gambar diatas, dan apa
perbedaannya!
4. Perhatikan gambar dibawah ini!
a.

0 10 20 mm

0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

b.

0 10 20 30 40 50 mm

0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

c.

0 10
1 20 30 40 50 mm

0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Coba kalian analisis, Berapakah hasil dari pengukuran alat ukur jangka sorong pada gambar
diatas?
C. PEDOMAN PENSKORAN DAN KUNCI JAWABAN
Pedoman Penskoran Kemampuan Pemecahan Masalah Alat ukur
Indikator Pemecahan Kriteria Skor Skor
Masalah Max
Peserta didik menuliskan apa yang diketahui
dan yang ditanyakan dengan tepat 3
menggunakan bahasanya sendiri
Peserta didik menuliskan apa yang diketahui
dan yang ditanyakan hanya sebagian atau 2
Memahami masalah 3
kurang lengkap
Peserta didik menuliskan apa yang diketahui
1
dan yang ditanyakan kurang tepat
Peserta didik tidak menjawab soal
0
Peserta didik menggunakan strategi yang benar
dengan jawaban yang lengkap dan benar 4

Peserta didik menggunakan strategi yang benar


dengan jawaban yang benar tetapi hanya
3
Sebagian atau tidak lengkap
Merencanakan
Peserta didik melakukan pembacaan hasil 4
Pemecahan Masalah pengukuran pada alat ukur jangka sorong kurang
2
tepat

Peserta didik menggunakan strategi yang salah


1
Peserta didik tidak menjawab soal
0
Peseta didik menggunakan prosedur yang tepat
dan jawaban benar. 3

Peserta didik menggunakan prosedur yang tepat


Menyelesaikan
dan jawaban kurang lengkap 2
Rencana Pemecahan
3
Masalah
Peserta didik menggunakan prosedur yang
kurang tepat 1

Tidak ada penyelesaian sama sekali


0
KUNCI JAWABAN DAN PEDOMAN PENSKORAN

NO ASPEK PENILAIAN JAWABAN SKOR

Menyebutkan semua bagian – bagian jangka sorong


Pemahaman masalah 3
Perencanaan Penyelesaian Menyebutkan semua bagian – bagian jangka sorong secara lengkap dan berurutan
4
Bagian – bagian jangka sorong
1. Rahang Luar
2. Rahang Dalam
1 3. Tangkai Ukur Kedalaman
Pelaksanaan Rencana 4. Skala Utama (mm)
Penyelesaian 5. Skala Utama (inchi) 3
6. Skala Nonius (mm)
7. Skala Nonius (inchi)
8. Knop penggeser
9. Baut Pengunci

Pemahaman masalah Menyebutkan ketelitian jangka sorong sesuai dengan gambar diatas 3
Perencanaan Penyelesaian Menyebutkan ketelitian jangka sorong dengan tepat dan berurutan
4
2
Pelaksanaan Rencana Ketelitian jangka sorong
Penyelesaian a. Ketelitian 0,05 3
b. Ketelitian 0,02
Pemahaman masalah Menyebutkan jenis – jenis alat ukur jangka sorong 3
Perencanaan Penyelesaian Menyebutkan jenis – jenis alat ukur jangka sorong dan perbedaan nya.
4
3
Pelaksanaan Rencana Jenis – jenis jangka sorong dan perbedaannya:
3
Penyelesaian a. Jangka Sorong Manual (Vernier Caliper)
Jenis jangka sorong ini punya 2 skala, yakni skala pertama yang berada pada
rahang tetap dan skala nonius atau vernier yang berada pada rahang geser.
Jangka sorong ini punya tingkat ketelitian ialah 0,1 mm.
b. Jangka Sorong Analog (dial Caliper)
Pada umumnya jangka sorong ini karakteristiknya mirip dengan jangka sorong
manual, hanya saja untuk skala nonius atau vernier berbentuk Analog atau
jarum jam sehingga akan memudahkan dalam membaca skala nonius. Tingkat
ketelitian dalam jangka sorong ini adalah 0,05 mm.
c. Jangka Sorong Digital (digital caliper)
Jangka sorong ini berbentuk layar digital, memiliki fungsi sama dengan
jangka sorong analog, alat ukur berupa digital ini punya bentuk yang sama
dengan jangka sorong manual, bedanya untuk skala noniusnya berbentuk layar
digital dimana hasil pengukuran langsung terbaca pada layar tersebut sehingga
penggunaanya jauh lebih mudah dari dua jenis jangka sorong di lainnya.
Tingkat ketelitian jangka sorong ini mencapai 0,01 mm.
Menyebutkan hasil pengukuran hanya diskala utama
Pemahaman masalah 3
Perencanaan Penyelesaian Menyebutkan hasil pengukuran skala utama dan nonius yang tepat.
4
1. Ukuran pada skala utama : 12 mm
Ukuran pada skala nonius : 0,7 mm +
4 Ukuran Total : 12,7 mm
Pelaksanaan Rencana
Penyelesaian 3
2. Ukuran pada skala utama : 14 mm
Ukuran pada skala nonius : 0,35 mm
+
Ukuran Total : 14,35 mm
3. Ukuran pada skala utama :2 mm
Ukuran pada skala nonius : 0,48 mm +
Ukuran Total : 2,48 mm

TOTAL SKOR 40

Skor yang diperoleh peserta didik untuk suatu perangkat tes uraian dihitung dengan rumus:
2. PENILAIAN SIKAP
A. Penilaian Observasi
Penilaian observasi berdasarkan pengamatan sikap dan perilaku peserta didik
sehari-hari, baik terkait dalam proses pembelajaran maupun secara umum. Pengamatan
langsung dilakukan oleh guru dengan instrumen penilaian sikap sebagai berikut :
Nama Siswa Aspek Perilaku yang dinilai Jumlah Skor Kode
No
DS TL AK TJ Skor Sikap Nilai
1 M. zaki 75 75 100 75 325 81.25 SB
2

Keterangan :
• DS : Disiplin
• TL : Teliti
• AK : Aktif
• TJ : Tanggung Jawab
Catatan :
Sangat
No Keterangan Baik Cukup Kurang
Baik
Aspek perilaku dinilai
1 100 75 50 25
dengan kriteria:
2 Skor maksimal = jumlah sikap yang dinilai dikalikan jumlah kriteria = 100 x 4 = 400
3 Skor sikap = jumlah skor dibagi jumlah sikap yang dinilai = 325 : 4 = 81,25
Sangat
Baik (B) Cukup (C) Kurang (K)
Baik (SB)
4 Kode nilai / predikat : 75.01 - 100 50.01 – 75.00 25.01 – 50.00 00.00 – 25.00
3. PENILAIAN KETERAMPILAN
Nama Aspek Penilaian Skor
Jumlah
No Peserta Persiapan Pelakasaan Hasil Keterampila
Skor
Didik Pengukuran n
1 M. zaki 87 80 83 250 83.00

Catatan :
No Keterangan
1 Aspek Penilaian nilai 0 - 100
2 Skor maksimal = jumlah penilaian dikalikan jumlah kriteria = 3 x 100 =
300
3 Skor sikap = (jumlah skor dibagi skor maksimal dikali 100) = (250 : 300) x
100 = 83,00

4. NILAI AKHIR
NO NAMA PESERTA PENILAIAN PENILAIAN PENILAIAN NILAI
DIDIK SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN AKHIR
(81.25 x 30%) (100x30%) (83x40%)
1 M. zaki 24.375 30 33.2 87.575

Keterangan : Nilai Ketuntasan Minimum = 75,00


Ketentuan :
1) Bagi peserta didik yang sudah mencapai nilai ketuntasan minimal (≥ 75) maka
pesera didik sudah dianggap memahami materi penggunaan alat ukur jangka
sorong dan dapat melanjutkan pembelajaran ke materi selanjutnya yaitu
penggunaan alat ukur micrometer,
2) Bagi peserta didik yang belum mencapai nilai ketuntasan minimal (< 75), maka
peserta didik dianggap belum memahami materi penggunaan alat ukur jangka
sorong dan perlu dilakukan pengulangan
a. Jika belum tuntas bagian pengetahuan, maka kembali mempelajari materi
dan mengerjakan soal – soal latihan pada bahan ajar.
b. Jika belum tuntas bagian kompetensi, maka pelajari kembali dan lakukan
bimbingan lebih lanjut dengan guru / instruktur
3) Bagi peserta didik yang mendapatkan nilai di atas 80 dari semua penilaian, bisa
dilanjut mempelajari dan mendalamai materi penggunaan alat ukur micrometer.
“Jika dalam pembelajaran penggunaan alat ukur micrometer peserta didik
mendapat istilah dan / atau materi yang sulit dimenegerti, maka bisa dituliskan
terlebih dahulu untuk dicari diberbagai sumber belajar (buku sumber lain, video
dari youtube, ataupun jurnal – jurnal dari internet), tindak lanjut berikutnya dapat
ditanyakan kepada guru bersangkutan.
DOKUMEN KEGIATAN BELAJAR
UMPAN BALIK PEMBELAJARAN

Anda mungkin juga menyukai