Anda di halaman 1dari 11

Era Maulida 0810230068

Pertanyaan Diskusi 1. Surat perikatan berfungsi untuk menghindari terjadinya salah paham antara klien dengan auditor. Dalam surat perikatan berisi dokumentasi dan penegasan penerimaan auditor atas penunjukan perikatan, tujuan dan lingkup audit, dan luasnya tanggung jawab auditor kepada klien dan bentuk laporan. Bukti dokumen diperlukan, karena bukti dokumen memiliki kekuatan hukum sehingga nantinya akan membantu auditor untuk mengurangi perkara hukum yang mungkin muncul selama perikatan terjadi. Bentuk dan isi surat perikatan audit dapat bervariasi di antara klien, namun surat tersebut umumnya berisi: a. Tujuan audit atas laporan keuangan. b. Tanggung jawab manajemen atas laporan keuangan. c. Lingkup audit, termasuk penyebutan undang-undang, peraturan, pernyataan dari badan profesional yang harus dianut oleh auditor. d. Bentuk laporan atau bentuk komunikasi lain yang akan digunakan oleh auditor untuk menyampaikan hasil perikatan. e. Fakta bahwa karena sifat pengujian dan keterbatasan bawaan lain suatu audit, dan dengan keterbatasan bawaan pengendalian intern, terdapat risiko yang tidak dapat dihindari tentang kemungkinan beberapa salah saji material tidak dapat terdeteksi. f. Akses yang tidak dibatasi terhadap catatan, dokumentasi, dan informasi lain apa pun yang diminta oleh auditor dalam hubungannya dengan audit. g. Pembatasan atas tanggung jawab auditor. h. Komunikasi melalui e-mail. Analisis surat perikatan yang disiapkan oleh KAP AS&R: y Tidak ada penjelasan mengenai pelaksanaan suatu audit meliputi pemeriksaan, atas dasar pengujian, bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Audit juga akan meliputi penilaian atas prinsip akuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen, serta penilaian atas

penyajian laporan keuangan secara keseluruhan sesuai dengan ketentuan PSAK yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia y Tidak dijelaskan bahwa auditor melakukan permintaan keterangan dari manajemen tentang pernyataan manajemen yang disajikan dalam laporan keuangan, pernyataan tertulis clan manajemen yang menjelaskan bahwa penyajian laporan keuangan adalah tanggung jawab manajemen dan penegasan tertulis lainnya untuk mengkonfirmasi beberapa pernyataan yang dibuat oleh manajemen kepada kami auditor y Tidak dijelaskan mengenai risiko bawaan bila terdapat kekeliruan dan ketidakberesan material, termasuk kecurangan atau pemalsuan, mungkin tidak akan terdeteksi y Tidak ada penjelasan dasar perhitungan mengenai fee, KAP hanya

menginformasikan bahwa biaya audit sebesar Rp 480.000.000. seharusnya : Berdasarkan diskusi tentang operasi perusahaan dan perencanaan audit kami, fee audit kami perkirakan sebesar Rp . ditambah direct out of pocket expenses dan Pajak Pertambahan Nilai. Fee tersebut kami hitung berdasarkan waktu yang diperlukan oleh staf yang kami tugasi untuk melaksanakan audit ini dan tarif per jam staf yang kami tugasi, yang bervariasi sesuai dengan tingkat tanggung jawab yang dipikul dan pengalaman serta keahlian yang diperlukan. Jumlah tersebut akan kami tagih sesuai dengan kemajuan pekerjaan kami Tanggung jawab spesifik yang diterima KAP , yaitu: y Mengaudit neraca klien, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas dan laporan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. y Melaksanakan audit berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia. y Merencanakan dan melaksanakan audit agar memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. y Menilai atas prinsip akuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen, serta penilaian atas penyajian laporan keuangan secara keseluruhan sesuai dengan ketentuan PSAK. y Kewajiban auditor menurut common law yaitu: kewajiban kepada klien yaitu hukum kontrak dan hukum kerugian, kewajiban kepada pihak ketiga yaitu kewajiban kepada

pemegang hak utama dan kewajiban kepada pemegang hak lainnya, golongan yang telah diketahui sebelmunya, pihak yang dapat diketahui sebelumnya. Tanggung jawab perusahaan klien: y y Bertanggung jawab atas laporan keuangan perusahaan. Menciptakan dan memelihara pengendalian internal yang efektif atas laporan keuangan. y Mengidentifikasi dan memastikan bahwa perusahaan patuh pada hukum dan peraturan yang sesuai dengan aktivitasnya. y y Menyediakan semua catatan keuangan dan informasi yang berkaitan. Menyediakan neraca saldo akhir tahun dan saldo interim kuartalan pertama tahun bersangkutan.

2. Karena sifat bisnis klien yang bergerak di bidang retail, akun HPP sangatlah berpengaruh. informasi yang harus disediakan sehubungan dengan adanya penaksiran Harga Pokok Penjulan adalah : y y y y y y y y y y y y y Pembelian Penjualan Piutang Hutang Kas Retur penjualan Retur pembelian Diskon penjualan Diskon pembelian Persediaan awal Persediaan akhir Biaya kirim Penentuan harga penjualan

3. Risiko inheren kerentanan suatu asersi terhadap salah saji material dengan mengasumsikan tidak terdapat pengendalian. Risiko inheren berkaitan dengan sifat akun yang membawa risiko sendiri, nature of bussines y y y y Bonus plan, berpotensi terjadi fraud Hal hal yang material dalam laporan keuangan Perputaran manajemen, reputasi manajemen, keahlian akuntansi Sifat, sebab dan jumlah salah saji yang diketahui dan kemungkinan salah saji yang terdeteksi dalam audit terdahulu Akun atau transaksi yang yang memiliki tingkat risiko inheren yang tinggi: y Kas, kemungkinan munculnya tindak pencurian pada kas sangat tinggi karena kas merupakan akun yang bersifat liquid y Persediaan, persediaan merupakan akun yang liquid pula sehingga akan dengan mudah untuk melakukan pencurian pada persediaan y y Piutang, kemungkinan terjadinya piutang tak tertagih yang sering muncul Bonus, karena dengan adanya bonus maka akan banyak muncul tindak kecurangan yang dilakukan oleh karyawab hanya untuk semata mata mendapatkan bonus

4. Auditor dapat mengetahui bahwa bukti telah cukup diperoleh dengan cara: y Auditor mengumpulkan bukti untuk mendapat keyakinan memadai, untuk mengetahui apakah laporan keuangan dibuat wajar sesuai PABU. Bukti audit yang dikumpulkan menjadi sample harus mewakili populasi. Mengumpulkan bukti audit yang cukup harus fokus pada jenis dan jumlah bukti. Misal ada 1000 transaksi, tentukan ukuran sampel, ambil sampel bukti 25 bukti, metode sampling dapat menggunakan statistik atau random sampling. y Hasil dari pengujian 25 bukti transaksi setelah dicek banyak diantaranya yang tidak sesuai atau lemah, sehingga harus ditambah 25 bukti lagi. Jika ternyata ada beberapa bukti yang tidak sesuai lagi, dapat disimpulkan sistem pengendalian internal perusahaan buruk. y Bukti yang diperoleh pun harus kompeten. Menurut PSA No 07 SA 326 , Bukti audit kompeten yang cukup harus diperoleh melalui inspeksi, pengamatan permintaan

keterangan dan konfirmasi sebagai dasar memadai untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan auditan y Bukti audit sangat bervariasi pengaruhnya terhadap kesimpulan yang ditarik oleh auditor independen dalam rangka memberikan pendapat atas laporan keuangan auditan. Relevensi, objektivitas, ketepatan waktu, dan keberadaan bukti audit lain yang menguatkan kesimpulan, seluruhnya berpengaruh terhadap kompetensi bukti. y Untuk memudahkan proses audit dan merancang pengujian substantif gunakan 5 asersi manajemen :Keberadaan atau keterjadian, Kelengkapan, Hak dan kewajiban, Penilaian atau lokasi, Penyajian dan pengungkapan. y Lakukan prosedur audit yang merupakan metode yang digunakan auditor untuk mengumpulkan bukti dan mengevaluasi bahan bukti yang mencukupi dan kompeten y Audit yang dilakukan auditor independen bertujuan untuk memperoleh bukti audit kompeten yang cukup untuk dipakai sebagai dasar memadai dalam merumuskan pendapatnya. Jumlah dan jenis bukti audit yang dibutuhkan oleh auditor untuk mendukung pendapatnya memerlukan pertimbangan profesional auditor setelah mempelajari dengan teliti keadaan yang dihadapinya. Auditor independen lebih mengandalkan bukti yang bersifat pengarahan (persuasive evidence) daripada bukti yang bersifat menyakinkan (convincing evidence). y Dalam menilai bukti audit, auditor harus mempertimbangkan apakah tujuan audit tertentu telah tercapai. Auditor harus secara mendalam mencari bukti audit dan tidak memihak (bias) dalam mengevaluasinya. Dalam merancang prosedur audit untuk memperoleh bukti kompeten yang cukup, auditor harus memperhatikan kemungkinan laporan keuangan tidak disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Bila auditor masih tetap ragu-ragu untuk mempercayai suatu asersi yang material, maka ia harus menangguhnya pemberian pendapatnya sampai ia mendapatkan bukti kompeten yang cukup untuk menghilangkan keraguannya, atau ia harus menyatakan pendapat wajar dengan pengecualian atau menolak untuk memberikan pendapat.

5. Kualitas bukti yang dikumpulkan melalui prosedur tes substantif :

Seperti yang kita tahu bahwa prosedur tes substantif merupakan bagian dalam proses prosedur analitis. Prosedur tes substantif dilakukan dengan meliht transaksi-transaksi yang terjadi dan saldo dalam laporan keuangan perusahaan. Prosedur ini didasarkan dari data yang diperoleh di lapangan. Dengan didasarkan pada hal tersebut maka kualitas bukti yang dikumpulkan melalui prosedur tes substantif jauh lebih kuat dibanding dengan kualitas bukti yang dikumpulkan melalui prosedur analitis.

Kualitas bukti yang dikumpulkan melalui prosedur analitis : Prosedur analitis dilakukan dengan melihat trend yang ada dan melakukan analisis komparatif. Prosedur ini didasarkan pada data yang diperoleh dari klien. Melihat hal tersebut maka kita dapat menyimpulkan bahwa kualitas bukti yang dikumpulkan melalui prosdur analitis lebih lemah dibandingkan dengan kualitas bukti yang dikumpulkan melalui prosedur tes substantif.

6. Seorang auditor seharusnya memiliki tingkat pengetahuan yang dalam mengenai kondisi industri dari kliennya hal ini dilakukan dan berguna pada saat tahap perencanaan. Jalan yang dapat ditempuh oleh auditor untuk mendapatkan informasi industri klien adalah : y Melakukan komunikasi baik dengan klien maupun dengan auditor terdahulu. Selain itu, komunikasi dengan manajemen pun perlu dilakukan untuk dapat menggali informasi yang dibutuhkan, juga untuk lebih mengenal kondisi bisnis klien. y y Menggunakan tenaga ahli yang terkait dengan bidang yang digeluti oleh klien. Menggunakan prosedur analitis : Analisis rasio keuangan, analisis trend, analisis comparative, commond size analysis.

7.

Dalam kasus mengesankan bahwa kompetisi fee audit dengan KAP lain merupakan faktor penting dalam memenangkan perikatan audit. Dalam Kode Etik Profesi Akuntan Publik seksi 240 mengenai Imbalan Jasa Profesional dan Bentuk Remunerasi Lainnya disebutkan bahwa ancaman kepentingan pribadi terhadap kompetensi serta sikap kecermatan dan kehati-hatian profesional dapat terjadi ketika besaran imbalan jasa profesional yang diusulkan sedemikian rendahnya, sehingga dapat mengakibatkan tidak dapat dilaksanakannya perikatan dengan baik berdasarkan standar teknis dan standar profesi yang berlaku. Dengan kata lain dengan adanya kompetisi fee audit maka akan

sangat memungkinkan sebuah KAP menerima klien dengan fee audit yang sangat rendah sehingga kualitas audit dapat diturunkan dan pengumpulan bukti audit memerlukan proses yang sangat lama.

8. Hubungan risiko kontrol dengan risiko deteksi, jika risiko pengendalian tinggi maka risiko deteksi rendah. Jika risiko deteksi rendah maka risiko deteksi makin besar sehingga membutuhkan pengujian substantif yang diperluas karena keyakinan yang diterima auditor kurang memadai. Untuk menambah keyakinan yang memadai sehingga harus menambah bukti yang kompeten. Namun jika risiko deteksi tinggi, maka pengujian substantif tidak perlu ditambah, dan bukti juga tidak perlu ditambah.

9. KAP menaksir risiko kecurangan digunakan dasar menurut PSA 70 Seksi 316 a) Dalam melakukan penaksiran ini, y auditor harus mempertimbangkan faktor risiko kecurangan yang berkaitan dengan baik (a) salah saji yang timbul sebagai akibat kecurangan dalam pelaporan keuangan maupun (b) salah saji yang timbul dari perlakuan tidak semestinya terhadap aktiva untuk setiap golongan y auditor juga harus meminta keterangan kepada manajemen (a) untuk memperoleh pemahaman dari manajemen tentang risiko kecurangan dalam entitas dan (b) untuk menentukan apakah manajemen memiliki pengetahuan tentang kecurangan yang telah dilakukan terhadap atau terjadi dalam entitas. y Faktor risiko yang berkaitan dengan salah saji yang timbul dari kecurangan dalam pelaporan keuangan dapat dikelompokkan ke dalam tiga golongan: k Karakteristik pengendalian. k Kondisi industri. k Karakteristik operasi dan stabilitas keuangan. dan pengaruh manajemen atas lingkungan

Berikut ini adalah contoh faktor-faktor risiko yang berkaitan dengan salah saji sebagai akibat kecurangan dalam pelaporan keuangan untuk setiap golongan risiko tersebut di atas: a. Faktor faktor risiko yang berkaitan dengan karakteristik dan pengaruh manajemen terhadap lingkungan pengendalian. Contoh-contoh meliputi: (1) Suatu dorongan bagi manajemen untuk melakukan kecurangan dalam pelaporan keuangan. (2) Kegagalan manajemen untuk menyajikan dan mengomunikasikan sikap yang semestinya tentang pengendalian intern dan proses pelaporan keuangan. (3) Partisipasi dan fokus berlebihan manajemen nonkeuangan terhadap pemdihan prinsip akuntansi atau penentuan estimasi signifikan (4) Tingkat perputaran yang tinggi anggota manajemen senior, penasihat, atau dewan komisaris (5) Hubungan tegang antara manajemen dengan auditor sekarang atau auditor pendahulu. (6) Riwayat yang diketahui tentang pelanggaran peraturan sekuritas atau tuntutan kepada entitas atau manajemen seniornya yang dituduh melakukan kecurangan pelanggaran undang-undang sekuritas b. Faktor risiko yang berkaitan dengan kondisi industri. Contohnya mencakup: (1) Akuntansi baru, undang-undang, atau persyaratan peraturan yang dapat

menghancurkan stabilitas keuangan atau profitabilitas entitas (2) Tingginya tingkat kompetisi atau kejenuhan pasar, yang disertai dengan menurunnya laba (3) Menurunnya industri dengan meningkatnya kegagalan bisnis dan menurunnya permintaan customers (4) Perubahan pesat dalam industri, seperti kerentanan terhadap perubahan cepat teknologi atau keusangan produk yang cepat c. Faktor risiko yang berkaitan dengan karakteristik operasi dan stabilitas keuangan. Contohnya mencakup: (1) Ketidakmampuan untuk menghasilkan arus kas dari operasi, sementara itu perusahaan dilaporkan laba dan labanya mengalami pertumbuhan (2) Tekanan signifikan untuk memperoleh modal yang diperlukan untuk

mempertahankan daya saing dengan mempertimbangkan posisi keuangan entitas-

termasuk kebutuhan dana untuk membelanjai pengeluaran riset dan pengembangan atau pengeluaran modal (3) Aktiva, utang, pendapatan, atau biaya berbasis pada estimasi signifikan yang mencakup pertimbangan subjektif yang tidak biasa, atau yang sangat rentan terhadap perubahan signifikan jangka pendek dengan cara yang kemungkinan berdampak mengacaukan keuangan entitas-seperti dapat tertagih atau tidaknya piutang, saat pengakuan pendapatan, kemungkinan direalisasikan atau tidaknya instrumen keuangan berdasarkan penilaian yang sangat subjektif terhadap jaminan (collateral) atau sumber pembayaran kembali yang sulit untuk ditaksir, atau penundaan kos yang berjumlah signifikan (4) Transaksi signifikan antarpihak yang memiliki hubungan istimewa yang tidak dalam kegiatan bisnis normal atau dengan entitas yang memiliki hubungan istimewa yang tidak diaudit atau diaudit oleh kantor akuntan publik lain (5) Transaksi signifikan, tidak biasa, atau sangat kompleks, terutama yang terjadi menjelang akhir tahun, yang menimbulkan pertanyaan tentang "substansi di atas formalitas (substance over form)" (6) Rekening bank signifikan, atau operasi anak perusahaan atau cabang di wilayah yang menawarkan keringanan pajak (tax-haven) yang tampaknya tidak dilandasi oleh pertimbangan bisnis yang jelas (7) Struktur organisasi yang sangat kompleks yang terdiri dari entitas legal, garis wewenang manajerial, atau perjanjian kontrak yang berbagai macam dan tidak biasa, tanpa tujuan bisnis yang nyata (8) Kesulitan dalam penentuan organisasi atau individu yang mengendalikan entitas (9) Pertumbuhan atau profitabilitas yang sangat pesat, terutama dibandingkan dengan perusahaan lain dalam industri yang sama (10) (11) Terutama sangat rentan terhadap perubahan tarif bunga Sangat tergantung terhadap utang atau kemampuan rendah untuk memenuhi

persyaratan pembayaran kembali utang; perjanjian penarikan utang yang sulit untuk dipenuhi (12) (13) Penjualan atau program insentif profitabilitas yang sangat tidak realistik agresifnya Ancaman kebangkrutan atau penyitaan yang akan terjadi segera atau pengambilalihan

perusahaan secara paksa (hostile takeover)

(14)

Konsekuensi merugikan dari transaksi signifikan yang ditunda, seperti penggabungan

bisnis atau pemberian kontrak, jika dilaporkan adanya hasil keuangan yang buruk (15) Posisi keuangan yang buruk atau menurun bila manajemen memiliki utang entitas

dalam jumlah yang signifikan yang dijamin secara pribadi

b) Penaksiran yang berhubungan dengan elemen lain dari penilaian risiko audit :

a. Faktor risiko yang berkaitan dengan tingkat kecurigaan tentang terjadinya perlakuan tidak semestinya terhadap aktiva. (1) Jumlah kas atau kas dalam proses yang sangat besar (2) Karakteristik sediaan, seperti ukuran kecil, nilai tinggi, atau permintaan tinggi ( 3) Aktiva yang mudah diubah, seperti obligasi atas unjuk (bearer bond), berlian, atau computer chip (4) Karakteristik aktiva tetap, seperti ukuran kecil, mudah dijual, atau tidak adanya identifikasi kepemilikan b. Faktor risiko yang berkaitan dengan pengendalian. (1) Kurangnya pengendalian oleh manajemen (sebagai contoh, lokasi jauh yang kurang diawasi atau dipantau) ( 2 ) Kurangnya prosedur penyaringan pelamar pekerjaan untuk karyawan yang memiliki akses ke aktiva yang dicurigai rentan terhadap perlakuan tidak semestinya (3) Tidak memadainya penyelenggaraan catatan untuk aktiva yang dicurigai rentan terhadap perlakuan tidak semestinya (4) Kurangnya pemisahan tugas atau pengecekan secara independen (5) Kurangnya sistem otorisasi dan pengesahan transaksi (sebagai contoh, dalam pembelian). (6) Penjagaan fisik yang buruk terhadap kas, investasi, sediaan, atau aktiva tetap. (7) Kurangnya pendokumentasian semestinya dan tepat waktu terhadap transaksi (sebagai contoh, pengkreditan atas retur barang dagangan) (8) Kurangnya pengambilan liburan wajib bagi karyawan yang melaksanakan fungsi pengendalian kunci.

10. Menurut saya, KAP Adi Susilo dan Rekan layak untuk menerima PT. Maju Makmur sebagai kliennya mengingat KAP Adi Susilo dan Rekan belum teregistrasi di BapepamLK sebagai KAP yang mengaudit perusahaan publik. Hal tersebut didasari oleh Kode Etik Profesi Akuntan Publik sesi 130 yang menyatakan bahwa Pemeliharaan kompetensi profesional membutuhkan kesadaran dan pemahaman yang berkelanjutan terhadap perkembangan teknis profesi dan perkembangan bisnis yang relevan. Pengembangan dan pendidikan profesional yang berkelanjutan sangat diperlukan untuk meningkatkan dan memelihara kemampuan praktisi agar dapat melaksanakan pekerjaannya secara kompeten dalam lingkungan profesional.