Anda di halaman 1dari 4

ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN HERNIA NUKLEUS PULPOSUS ( HNP )

A. Pengertian Hernia Nukleus Pulposus ( HNP )adalah suatu keadaan yang diakibatkan oleh penonjolan nucleus pulposus dari discus ke dalam annulus ( cincin fibrosa disekitar discus ), yang disertai dengan kompresi dari akar-akar saraf. Hernia dapat terjadi di lumbal, lumbosakral, regio scapula, regio servikal dan berbagai kolumna vertebralis. B. Etiologi HNP biasanya disebabkan oleh beberapa factor yaitu : 1. Trauma 2. Degenerasi yang berkaitan dengan proses penuaan dan malformasi congenital. Herniasi dapat berkembang dari beberapa bulan sampai tahunan, menyebabkan gejala akut dan kronis. C. Pemeriksaan diagnostic Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan untuk menegakkan diagnosis HNP yaitu : 1. Sinar X spinal untuk mengetahui abnormalitas tulang. 2. Tomografi Komputerisasi atau MRI untuk mengidentifikasi discus yang terherniasi. 3. Mielografi untuk menentukan tingkat herniasi discus. 4. Elektrokardiografi untuk melokalisasi keterlibatan saraf-saraf spinal. D. Penatalaksanaan Medis Penatalaksanaan medis mencakup beberapa aspek yang perlu diperhatikan yaitu : 1. Dukungan a. Istirahat total pada tempat tidur yang datar ( papan atau triplek tebal tanpa kasur )

b. Kompres panas atau dingin pada daerah yang nyeri. c. Pemasangan servikal collar atau traksi servikal. d. Terapi fisik. 2. Terapi farmakologi a. Obat anti inflamasi seperti ibuprofen atau prednisolon. b. Rileksasi otot seperti diazepam. c. Obat analgetik dan narkotik merupakan obat pilihan selama fase akut. 3. Pembedahan a. Dilakukan jika terjadi deficit neurologis atau kegagalan perbaikan dengan terapi konservatif. b. Prosedur pembedahan meliputi diskectomy, laminektomy, spinal fusion, microdiskectomy dan purcataneuos diskectomy. 4. Chemonudeolysis a. Untuk herniasi lumbal b. Injeksi chymopapin ke dalam discus agar menghilangkan air dan proteoglikan dari discus, mengurangi ukuran discus dan tekanan subsekuen pada akar saraf. E. Penatalaksanaan Keperawatan 1. Pengkajian a. Herniasi servikal, kelainan ini biasanya ditandai dengan gejala : 1) Nyeri dan kaku kepala, leher, bahu bagian atas, region scapula dan ekstremitas atas. 2) Perestesia, mati rasa dan kelemahan di ekstremitas atas. b. Herniasi lumbal dan lumbosakral, biasanya memiliki gejal;a sebagai berikut : 1) Nyeri pinggang bawah dengan penyebaran sampai bokong dan turun ke kaki. 2) Tes mengangkat kaki lurus positif : penyebaran nyeri ke bawah lutut jika kaki dinaikkan sampai 45 dari posisi telentang ( menunjukkan keterlibatan akar saraf lumbosakral ). Nyeri pada sudut yang lebih kecil menunjukkan semakin buruknya kondisi.

3) Berbagai tingkat disfungsi sensorik dan motorik ( kelemahan dan refleks asimetris ) 4) Deformitas postural pada spinal lumbal dapat menjadi bukti. c. Lakukan pengkajian ulang fungsi system motorik, sensorik dan reflek untuk menentukan kondisi saat ini. d. Kaji tingkat kekuatan dengan tes meluruskan kaki ( dengan mengangkat ). Hasil tes dikatakan positif jika terdapat nyeri dibawah lutut ketika kaki ditinggikan sekitar 45 , yang menunjukkan akar saraf positif membesar, hasil yang positif menunjukkan kondisi yang buruk. e. Kaji tingkat nyeri menggunakan skala 1 10 2. Diagnosis dan intervensi keperawatan a. Nyeri akut atau kronis yang berhubungan dengan kompresi, ditandai dengan: DS : klien mengatakan nyeri DO : - ekspresi wajah meringis - posisi menahan sakit. - hati-hati bergerak Intervensi: Tujuan : meminimalkn nyeri Berikan atau ajarkan pemakaian terapi anti inflamsi sesuai yang diresepkan saat makan atau berikan antasida untuk mencegah gangguan pada gastrointestinal. Berikan atau ajarkan pemakaian terapi relaksasi, amati keamanan, karena akan menyebabkan kantuk. Berikan dan ajarkan pemakaian terapai analgesic sesuai yang diresepkan, dipersiapkan untuk sedative. Gunakan papan pengalas dibawah matras dan atur istirhat total, ke kamar mandi, atur supine atau posisi fowler yang rendah, atur posisi miring dengan lutut sedikit fleksi bantal diantara lutut. Kompres hangat pada daerah punggung yang sakit.

Bantu tehnik rileksasi seperti imajinasi dan relaksasi otot progresif. Evaluasi : Klien mengatakan nyeri berkurang. b. Gangguan mobilitas fisik yang berhubungan dengan nyeri dan fisiologi penyakit, yang ditandai dengan : DS : klien mengatakan sulit melakukan kegiatan. DO : sulit bergerak Intervensi : Tujuan : Atur mobilisasi Bantu latihn pergerakan sendi sambil tetap di tempat tidur. Sesuaikan dan gunakan servikal collar ( jika diperlukan, sesuai tingkat cidera ) Gunakan traksi servikal, jika dipesankan. Amati kulit beberapa kali setiap hari, khusunya daerah yang menggunakan alat stabilisasi untuk mengetahui kemerahan dan luka tekan. Lakukan masase dan perawatan kulit pada daerah yang tertekan. Bantu klien dengan aktivitas di sisi tempat tidur dan tidak mengangkat atau mengangkat apa saja. Bantu komplikasi dengan terapi fisik dan batasi aktivitas sesuai anjuran. Evaluasi : Imobilisasi teratur dengan pengkajian stabil.

Sumber : Asuhan Keperawatan Klien dengan Gangguan Sistem Persarafan, karangan Fransisca B Batticaca, penerbit Salemba Medika, thn 2008