0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
45 tayangan6 halaman

Pendidikan Inklusif untuk Anak Berkebutuhan Khusus

Diunggah oleh

Nadya Fitria Sari
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
45 tayangan6 halaman

Pendidikan Inklusif untuk Anak Berkebutuhan Khusus

Diunggah oleh

Nadya Fitria Sari
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TOPIK 3

PENGANTAR PENDIDIKAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS

Marnita Diasasmaneli,S.Pd

NIP 198511292022212004

WALI KELAS IV

SDN 013 SEKUPANG


Pendidikan Inklusif

Pengertian Menurut PERMENDIKBUD

Pendidikan Inklusif adalah sebuah pendekatan untuk membangun lingkungan yang terbuka untuk siapa saja
dengan latar belakang dan kondisi yang berbeda-beda meliputi kondisi fisik karakteristik kepribadian status
suku budaya dan lain sebagainya.

Pengertian Menurut UNESCO

Pendidikan Inklusif adalah pendekatan pendidikan yang diarahkan untuk memastikan bahwa semua anak
termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus menerima pendidikan yang relevan bermakna dan
bermutu di sekolah setempat mencakup pendekatan ramah anak lingkungan belajar yang inklusif serta
perubahan dalam kebijakan dan praktik pendidikan

Pengertian Menurut SALAMANCA

Pendidikan Inklusif adalah pendidikan yang menekankan bahwa setiap anak memiliki hak untuk
mendapatkan pendidikan yang bermakna dan bahwa sistem pendidikan harus mampu mengakomodasi
keberagaman anak-anak termasuk mereka yang memiliki kebutuhan pendidikan khusus

Tujuan Pendidikan Inklusif

1. Tujuan pendidikan inklusif adalah untuk memberikan kesempatan pendidikan yang seluas-luasnya
bagi semua peserta didik tanpa memandang perbedaan suku, ras, agama, golongan, status sosial
ekonomi, kondisi fisik, emosional, mental dan intelektual peserta didik, termasuk anak-anak dengan
kebutuhan khusus.
2. Memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada semua peserta didik yang memiliki kelainan fisik,
emosional, mental, dan sosial untuk memperoleh pendidikan yang bermutu sesuai dengan
kebutuhan dan kemampuan mereka.
3. Pendidikan inklusif bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang ramah, mendukung, dan
mengakomodasi kebutuhan semua siswa.
4. Pendidikan inklusif bertujuan untuk mewujudkan penyelenggaraan pendidikan yang menghargai
keanekaragaman dan tidak diskriminatif bagi semua peserta didik Prinsip pendidikan inklusif
5. Memastikan ABK dapat berpartisipasi dalam kegiatan pendidikan bersama dengan teman-teman
sebayanya dalam lingkungan yang inklusif.

Alur pelaksanaan Pendidikan insklusif

PPBD IDENTIFIKASI ASSESMEN

Masa transisi Profil anak


Landasan

SD ke SMP Perencanaa

SMP ke SMA penilaian

SMA ke PT
Pelaksanaa
Prinsip pendidikan inklusif

1. Hak untuk Belajar

Semua siswa, termasuk mereka yang berkebutuhan khusus, memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan
yang berkualitas dan setara. Pendidikan inklusif menegaskan bahwa setiap anak berhak untuk belajar dalam
lingkungan yang mendukung, tanpa memandang latar belakang atau kondisi mereka.

2. Keragaman sebagai Kekuatan

Pendidikan inklusif melihat keragaman sebagai kekuatan, bukan sebagai hambatan. Perbedaan antara siswa
dianggap sebagai aset yang dapat memperkaya pengalaman belajar dan meningkatkan pemahaman di antara
siswa.

3. Keterbukaan dan Akses

Menciptakan lingkungan pendidikan yang terbuka dan aksesibel untuk semua siswa. Ini melibatkan
penyesuaian infrastruktur, materi, dan metode pengajaran untuk memastikan bahwa semua siswa dapat
mengakses dan terlibat dalam proses belajar.

4. Pendekatan Individual

Menyesuaikan materi ajar, metode pengajaran, dan evaluasi untuk memenuhi kebutuhan khusus setiap
siswa. Ini melibatkan pembuatan rencana pendidikan individual (IEP) atau strategi pembelajaran yang
disesuaikan dengan kebutuhan spesifik siswa.

5. Partisipasi dan Kolaborasi

Mendorong partisipasi aktif dari semua pihak terkait, termasuk siswa, guru, orang tua, dan profesional
pendidikan lainnya. Kolaborasi ini penting untuk merancang dan melaksanakan strategi pendidikan yang
efektif dan inklusif.

6. Penghapusan Diskriminasi

Mengidentifikasi dan mengatasi segala bentuk diskriminasi dan eksklusi dalam lingkungan pendidikan. Ini
termasuk tindakan untuk menghapuskan stereotip, bias, dan prasangka yang mungkin menghalangi
partisipasi penuh siswa dengan kebutuhan khusus.

7. Pemahaman dan Keterlibatan Masyarakat

Meningkatkan pemahaman tentang pendidikan inklusif di kalangan masyarakat dan melibatkan mereka
dalam mendukung proses inklusi. Ini juga mencakup pendidikan masyarakat tentang pentingnya inklusi dan
manfaatnya bagi semua siswa.

8. Evaluasi dan Peningkatan Berkelanjutan

Melakukan evaluasi secara rutin terhadap efektivitas praktik inklusif dan melakukan penyesuaian yang
diperlukan untuk perbaikan. Peningkatan berkelanjutan mencakup pengumpulan umpan balik, analisis data,
dan pembaruan strategi untuk memastikan bahwa kebutuhan semua siswa terus dipenuhi dengan baik.

Manajemen pembelajaran inklusif melibatkan berbagai aspek yang dirancang untuk menciptakan
lingkungan belajar yang efektif dan mendukung bagi semua siswa, termasuk mereka dengan kebutuhan
khusus. Berikut adalah penjelasan mengenai beberapa aspek kunci dalam manajemen pembelajaran
inklusif:

1) Faktor Mobilitas

 Keamanan dan Aksesibilitas Kelas: Kelas harus dirancang untuk memastikan keamanan dan
kemudahan mobilitas bagi semua peserta didik. Ini termasuk penataan ruang dan penyediaan sarana
yang memudahkan pergerakan, seperti tempat duduk dan akses keluar-masuk yang memadai.

 Peserta Didik dengan Hambatan Penglihatan: Tempatkan mereka di posisi yang memungkinkan
mereka untuk melihat papan tulis dengan jelas. Misalnya, mereka bisa duduk di dekat papan
tulis atau di area yang memiliki pencahayaan yang baik.
 Peserta Didik dengan Hambatan Pendengaran: Dudukkan mereka di baris depan agar dapat
melihat dengan jelas gerakan bibir guru atau menggunakan alat bantu pendengaran.
Alternatifnya, mereka bisa mengakses aplikasi yang mengubah suara menjadi teks.
 Peserta Didik dengan Hambatan Motorik: Tempatkan mereka di area yang memudahkan
pergerakan, seperti di dekat pintu keluar atau di tempat yang cukup luas untuk menyimpan
tongkat atau kursi roda.

2) Universal Design For Learning (UDL)

Pendekatan Perancangan Pembelajaran: UDL adalah pendekatan yang bertujuan untuk


meningkatkan aksesibilitas pembelajaran bagi semua siswa dengan berbagai kebutuhan belajar.
Pendekatan perancangan pembelajaran untuk meningkatkan akses dan mengurangi hambatan bagi
peserta didik dengan kebutuhan khusus. Konsep UDL mencakup Multimodalitas: Menyediakan
materi pembelajaran dalam berbagai format (visual, auditori, kinestetik) untuk memenuhi
kebutuhan berbagai gaya belajar, Fleksibilitas dalam Penilaian: Memberikan opsi berbeda dalam
penilaian untuk mengakomodasi kemampuan dan preferensi individu siswa, Dukungan yang
Beragam: Menyediakan berbagai jenis dukungan dan alat bantu yang dapat diakses oleh semua
siswa sesuai dengan kebutuhan mereka.

3) Perencanaan Pembelajaran Berdasarkan Profil

Profil Belajar Siswa merupakan Merancang perencanaan pembelajaran berdasarkan profil individu
siswa, yang mencakup: Informasi dan Umpan Balik: Mengumpulkan data tentang kekuatan,
kelemahan, dan kebutuhan spesifik siswa untuk menginformasikan strategi pembelajaran yang
disesuaikan, Perbaikan Proses Belajar: Menggunakan umpan balik untuk menyesuaikan dan
memperbaiki metode pengajaran dan strategi yang diterapkan, sehingga proses belajar menjadi
lebih efektif bagi setiap siswa.

4) Dukungan Pendidikan Inklusif


 Peran Pemerintah: Menyediakan kebijakan dan regulasi yang mendukung pendidikan inklusif,
termasuk pendanaan, pelatihan guru, dan pengembangan kurikulum yang inklusif.
 Peran Masyarakat: Meningkatkan kesadaran dan dukungan komunitas terhadap pendidikan
inklusif, serta partisipasi dalam menciptakan lingkungan yang mendukung bagi semua siswa.
 Peran Orang Tua: Terlibat dalam proses pendidikan dengan memberikan dukungan di rumah,
berkomunikasi dengan sekolah, dan berpartisipasi dalam pengembangan rencana pendidikan
individual.
5) Proses Pelaksanaan Pembelajaran
Setiap anggota sekolah memiliki tanggung jawab dalam pelaksanaan pembelajaran inklusif:
 Kepala Sekolah: Memimpin dan mendukung implementasi kebijakan inklusif, memastikan
sumber daya dan pelatihan tersedia.
 Guru Pembimbing Khusus dan Umum: Menerapkan strategi pengajaran yang inklusif,
berkolaborasi dalam perencanaan dan penilaian, serta memberikan dukungan individual kepada
siswa.
 Teman Sebaya: Mendidik dan memberikan dukungan sosial kepada teman sekelas yang memiliki
kebutuhan khusus, menciptakan lingkungan yang mendukung dan inklusif.

Refleksi

Setelah mempelajari konsep pendidikan inklusif, saya merefleksikan beberapa pertanyaan:

1. Pemahaman baru apa yang Anda dapatkan?

Pentingnya adaptasi pembelajaran yang fleksibel untuk memenuhi kebutuhan peserta didik karena setiap
anak memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan tanpa diskriminasi

2. Bagian manakah dari konsep pendidikan inklusif yang paling menantang?

Peran masyarakat yang kadang menganggap peserta didik berkebutuhan khusus sebagai individu yang perlu
dikasihani.

3. Apa hal lain yang ingin Anda pelajari terkait pendidikan inklusif?

Bagaimana cara mengajar peserta didik berkebutuhan khusus yang beragam.

Umpan balik

Pak Feriadi S.Pd

Pemaparan cukup jelas


dan mudah di pahami

Pak Sufriato S.Pd

Melalui paparan ini saya mengetahui


berbagai strategi yang bias diterapkan
untuk membuat lingkungan belajar yang
lebih inklusif.
Ibu Romandang siahaan S.Pd

Dari pemaparan ini saya mengetahui kerja keras pengajar dalam


menciptakan lingkungan belajar yang inklusif sangat terlihat.
Teruskan upaya ini, dan pertimbangkan untuk terus
mengeksplorasi teknik-teknik baru yang dapat mendukung siswa
dengan kebutuhan khusus.

DOKUMENTASI

TERIMAKASIH

Anda mungkin juga menyukai