Anda di halaman 1dari 43

Buku Panduan Mentoring Untuk Pemula

Mentoring Pembinaan UI

Urgensi Mengenal Allah


Tujuan Metode Waktu Sifat Materi Penjelasan : 1. Mengetahui urgensi mengenal Allah 2. Mengetahui dalil-dalil ekstensi Allah 3. Mengetahui manfaat mengenal Allah : Ceramah, games, Tafakur : 60 menit : Pemula :

Ketika melihat tumbuh suburnya tanaman, banyaknya air yang mengalir dan banyaknya ikan di laut, terlihat betapa pemurahnya Allah yang mencukupi semua kebutuhan kita. Ketika melihat tumbuhnya seorang anak atau proses hamilnya seorang wanita, terlihat betapa kuasanya Allah. Demikian pula dengan membuat kulit kita bisa melebar dan tulang yang keras bisa memanjang, susunan tata surya kita, pergantian siang dan malam, pergantian musim, terlihat betapa pandainya Allah mengatur alam ini sehingga tidak terjadi kekacauan di jagad raya ini. Dengan mengetahui fenomena-fenomena tersebut tentunya tidak cukup bagi kita hanya dengan mengaguminya. Bagi seorang muslim, perlu bagi kita untuk mengenal Allah lebih dekat karena Allah lah Rabb semesta alam (Qs. 47:19), yang berarti Allah adalah Rabb kita, Pencipta dan Penguasa kita. Sehingga dengan mengenal Allah, kita akan tahu sifat-sifatNya, kekuasaan-Nya, dan kewajiban-kewajiban kita terhadap-Nya. Sebagai awal pengenalan kita terhadap Allah, kita harus yakin akan eksistensi Allah itu sendiri. Bahwa Allah itu ada (eksis), banyak bukti yang menguatkannya antara lain : 1. Dalil Naqli : Allah sendiri yang berfirman dalam Al Quran Surat 6:19 (Dialah tuhan yang satu). 2. Dalil Kauniyah (Qs. 3:190) bahwa adanya langit dan bumi tidak terjadi dengan sendirinya, tetapi ada yang menciptakan. Demikian pula pergantian siang dan malam, pergantian musim ada yang mengaturnya dan bagi orang-orang yang mau berfikir, tentu akan mendapatkan kesimoulan demikian. 3. Dalil Fitrah Ketika manusia masih dalam kandungan, ia sudah berikrar bahwa Allah lah Rabbnya (7:172). Manusia membutuhkan sesuatu yang bisa melindunginya dan mendapatkan rasa aman dan nyaman darinya. 4. Panca indera (29:63) : Allah memberikan indera pada kita sehingga kita dapat melihat, mendengar dan merasakan keagungan dan kebesaran-Nya misalnya ketika kita melihat dan merasakan turunnya air dari langit. 5. Dalil sejarah: Adanya azab yang diturunkan Allah kepada kaum yang tidak mentaatinya (29:53). Kisah Bani Israel dan Palestina (5:20-26) 6. Al-Quran : Al Quran adalah perkataan Allah, bukan perkataan Rasul. Dan tidak ada sesuatupun yang bisa menandinginya. Selain bukti diatas, masih banyak lagi bukti yang lain yang dapat kita ambil. Dengan mengenal Allah, banyak manfaat yang dapat kita ambil antara lain: 1. Kebebasan/hurriyah (6:82): kita akan mendapatkan petunjuk-Nya dan akan terbebas dari penghambaan kepada selain-Nya. 2. Ketenangan (13:28) : dengan mengenal Allah dengan segala kemurahannya, membuat kita mencintainya dan senantiasa mengingatnya. Dan dengan mengingat Allah hati menjadi tenang 3. Berkah (7:96) : Bahwa dengan mengenal Allah kita akan mengetahui bahwa kita harus beriman dan bertakwa kepadaNya, dan bagi orang-orang yang beriman, Allah akan melimpahkan berkah dari langit dan bumi. 4. Balasan yang baik (16:97) - Allah akan memberi balasan bagi orang-orang yang berbuat kebaikan - Kisah kesabaran Nabi Ayyub

Halaman 1

Buku Panduan Mentoring Untuk Pemula


5. 6. 7.

Mentoring Pembinaan UI

- Kisah 3 orang pemuda yang terperangkap dalam goa Ridho Allah (98:8) Surga (10:25-26) : Surga adalah kenikmatan yang tiada bandingannya di dunia ini, yang keindahannya tidak pernah terlihat saat ini dan tidak pernah terfikir oleh kekuatan manusia. Keberanian : dengan mengenal Allah kita tahu bahwa Allah adalah pembela orang yang benar sehingga kita akan berani untuk melakukan dan membela kebenaran.

Untuk mengenal Allah, masih banyak hal yang bisa kita lakukan dan masih banyak hal yang harus kita ketahui, sehingga dibutuhkan keistiqomahan dan kesabaran kita untuk senantiasa mendapatkan ilmuNya. Wallahu alam bish showab. Catatan : cek ayat-ayat Al-Quran Maroji: 1. Al-Islam, Said Hawwa. 2. Allah, Said Hawwa 3. Wujudullah, Yusuf Qorodhowi

Mana Dinul Islam


Tujuan : 1. Memahami mana din 2. Memahami mana Islam secara bahasa dan istilah 3. Meyakini dengan bukti bahwa Islam adalah dinul Haq Metode : Materi dan diskusi Waktu : 60 menit Sifat materi : Pemula Penjelasan :

Ad diin :
Menjadi fitrah manusia mempercayai adanya kekuatan gaib yang besar yang mengatur seluruh alam semesta. Kekuatan ini mengatur baik buruknya urusan di dunia, sehingga manusia berusaha untuk mengabdi dan menyenangkan yang berkuasa tersebut dengan cara yang dapat meraka pahami, dan terbentuklah sistem kepercayaan (agama primitif). Seorang sejarawan mengatakan : Telah ditemukan kota-kota tanpa peradaban yang tinggi, tanpa teknologi, tanpa industri, tanpa sekolah-sekolah, tapi tidak pernah ditemukan kota tanpa tempat peribadatan. Addin berasal dari bahasa Arab yang berarti sistem hidup, yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia. Sebagai seorang muslim tentu diin kita adalah dinul Islam sebagai dinullah, dinul haq (61:9). Sebagian besar dari kita mungkin terlahir dalam keadaan muslim dan hal ini harus sangat disyukuri. Akan tetapi hal itu tidak cukup, meskipun kita terlahir dalam Islam kita tetap harus mencari pemahaman tentang din kita sehingga kita berislam bukan semata-mata karena keturunan tapi kita betul-betul meyakini dan memahami dinul Islam ini.

Mana Dinul Islam :


# Secara Bahasa 1. Islamul wajh : menundukkan wajah (4:125), ketundukan kita kepada Allah 2. Al- istislam : berserah diri ( 3:8), penyerahan diri kita total kepada Allah. 3. As-Salamah : sucu bersih (29:89), islam adalah din yang suci, murni dari Allah tanpa campur tangan manusia. 4. Assalam : selamat dan sejahtera (6:54), Islam adalah keselamatan dunia dan akhirat. 5. Assilmu : perdamaian (47:35), Islam adalah diin yang cinta damai, dan tanpa paksaan untuk masuk didalamnya. 6. Sullam : tangga, bermana tadarruj atau bertahap. # Secara Istilah

Halaman 2

Buku Panduan Mentoring Untuk Pemula

Mentoring Pembinaan UI

Islam adalah ketundukan kepada wahyu Ilahi (53:4;21:7) yang diturunkan kepada para Nabi dan Rasul (2:136;3:84) khususnya Nabi Muhammad SAW, sebagai hukum aturan Allah SWT (5:48:50) yang membimbing umat manusia ke jalan yang lurus (6:153) serta menuju kebahagian dunia dan akhirat (16:97; 2:200). Banyak orang yang memandang Islam secara parsial, yang membuat mereka meyakini dengan setengah-setengah Islam yang membuat mereka berfikir bahwa Islam bukanlah solusi untuk semua permasalahan. Padahal banyak sekali bukti-bukti yang menguatkan akan kebenaran Islam, diantaranya adalah: 1. Akal : Dalam Islam seorang ibu dianjurkan untuk menyusui anaknya selama 2 tahun dan ternyata dari segi kesehatan hal tersebut sangat baik untuk kebutuhan bayi. 2. Al-Quran :

a. QS Al-Maidah 20-26 tentang terusirnya bani Israel dari tanah Palestina. b. Qs- Ar-Rum : 1-4 tentang berita kemenangan bangsa Rumawi atas Persia.
Yang beragama nasrani yamg mempunyai kitab suci, sedang bangsa Persia beragama Majusi, menyembah api dan berhala (musyrik). Kedua bangsa tersebut saling memerangi. Ketika tersiar berita kekalahan bangsa Rumawi oleh Persia (tahun 614-615 M), maka kaum musyrik Mekkah menyambutnya dengan penuh kegembiraan karena mereka berpihak kepada Persia, sedang kaum muslimin berduka cita karenanya. Kemudian turunlah ayat 1-4 QS Ar-Rum ini yang menerangkan bahwa bangsa Rumawi sesudah kalah akan mendapatkan kemenangan dalam beberapa tahun saja (3-9 tahun). Hal itu akhirnya terbukti, beberapa tahun sesudah itu, menanglah bangsa Rumawi mendapatkan kemenangan atas Rusia tahun 622 M. 3. Dalil fitrah : Islam menganjurkan umatnya agar menikah, hal ini sesuai dengan fitrah manusia untuk memenuhi kebutuhan biologisnya (4:1 ; 7:189 ; 20:21) 4. Rasul : Adanya fenomena kenabian pada setiap zaman dimana ajaran yang dibawa adalah sama agama tauhid (Islam), (2:213) 5. Sejarah : Adanya kehidupan Islami di madinah yang menerapkan seluruh hukup dan aspek islami sehingga terciptalah masyarakat madani dimana disana bisa hidup berdampingan antara ajaran yang berbeda. Dengan adanya bukti-bukti diatas, seharusnya menjadikan kita semakin yakin akan kebenaran dinul islam dan secara bertahap melaksanakan ajarannya dengan sekuat kemampuan kita. Wallahu alam bish Showab. Catatan : Cek ayat Quran Maroji : 1. Al-Islam, Said Hawwa 2. Karakteristik Islam, Yusuf Qordhowi 3. Prinsip-prinsip Islam, Abul Ala Al-Maududi

Mari Mengenal Rasulullah


Tujuan : 1. Memotivasi untuk mencintai dan meneladani Rasulullah saw dalam perikehidupan. 2. Mengenal profil rasulullah saw. 3. Menumbuhkan kebanggaan kepada rasulullah saw. 4. Berusaha mengaplikasikan akhlak Rasulullah dalam kehidupan.

Halaman 3

Buku Panduan Mentoring Untuk Pemula


Metode Waktu Sifat materi Penjelasan : Ceramah dan kisah-kisah. : 1,5 jam : Pemula :

Mentoring Pembinaan UI

Menjadi sebuah fenomena yang menyedihkan dewasa ini, bahwa banyak mereka yang mengaku muslim namun asing dengan perihal Rasulullah saw. Apa yang mereka ketahui hanya sebatas Rasul yang diutus oleh Allah untuk menyampaikan risalah kepada manusia. Seorang manuasia pilihan yang namanya selalu disebut-sebut dalam banyak forum kajian dan pengajian, namun masih banyak dari umat ini yang tidak memiliki pemahaman yang benar akan hakikat keberadaan Rasulullah di tengah umat manusia. Sebagai contoh yang menyedihkan adalah ketika beberapa tahun silam sebuah tabloid kenamaan negeri ini (Indonesia) menampilkan hasil sebuah angket tentang tokohtokoh yang dikagumi masyarakat. Seorang manusia yang paripurna yang dipromosikan, paling dicintai oleh Allah SWT tersebut hanya ditempatkan pada urutan ke-11 dari hasil angket tersebut. Kejadian ini sungguh melukai hati umat Islam. Dan ini menandakan bahwa umat Islam pada saat ini tidak mengenal Rasulullah SAW. Mereka jauh dari sirah nabawiyah sebuah penggalan sejarah peradaban yang memberikan penjelasan yang gambling tentang kepribadaian manusia termulia di muka bumi ini. Seandainya mereka mengenal Rasulullah SAW maka mereka akan menempatkan Rasulullah pada urutan pertama. Terlepas dari kebenaran hasil angket tersebut, marilah kita berusaha untuk menyibak keagungan kepribadian Rasulullah, bahwa kewajiban bagi seorang muslim untuk mengenal dan mencontoh pribadi sempurna yang Allah jadikan sebagai suri tauladan yang baik bagi umat manusia,

Mengenal Profil Rasulullah


Siapakah Muhammad itu? Katakanlah, sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku bahwa sesungguhnya Tuhan kami ialah Tuhan Yang maha Esa (Qs. 18 : 110) Ayat di atas menggambarkan bahwa secara fisik, beliau tidak berbeda dengan manusia yang lain. Beliau merasakan sakit, sedih, gembira, senang, dan lain-lain seperti manusia biasanya. Akan tetapi Beliau dikaruniai oleh Allah SWT sebuah pengawasan dan pemliharaan yang berasal langsung dari Allah SWT sehingga Rasulullah jauh dari segala perbuatan dosa. Muhammad adalah seorang manusia yang memiliki akhlak yang mulia, yang paling kuat ibadahnya, yang paling takut kepada Allah, yang paling adil di antara seluruh manusia, yang paling berani dalam segala peperangan, dan lain-lainya yang tidak bisa kita sebutkan satu-persatu di sini. Selain seorang nabi beliau juga seorang pemimpin ummat yang adil, seorang panglima perang yang handal, seorang kepala rumah tangga yang baik, seorang pendidik yang berhasil, seorang ulama dan seorang hamba Allah yang paling banyak ibadahnya. Inilah sekilas sejarah Beliau. Muhammad dilahirkan dalam keadaan yatim, ayahnya Abdullah meninggal dunia ketika ia berusia 2 bulan dalam kandungan ibunya, Aminah. Allah tidak memberikan kesempatan yang lama bagi Muhammad kecil untuk merasakan kasih sayang dan belaian dari ibunya. Aminah meninggal dunia ketika Muhammad berumur 6 tahun. Kemudian ia diasuh oleh kakeknya Abdul Muntholib seorang tokoh yang paling terhormat di antara kaumnya, Bangsa Quraisy yang juga merupakan kabilah terhormat dari semua kabilah bangsa Arab ketika itu.- tak lama ketika Muhamad berusia 8 tahun , kakeknya pun dipanggil oleh Allah. Setelah itu Muhammad tumbuh Beliau tumbuh menjadi pemuda yang baik, jujur, amat dipercaya, disenangi semua orang karena keluhuran akhlaknya. Pemuda yang cakap, baik lahiriyah maupun ruhiyah, Ia berdagang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Ia kemudian menikah, menjadi suami yang baik, ayah yang amat cinta kepada anaknya, pemimpin yang adil dan bijaksana dan daI yang senantiasa berdzikir dan beristigfar kepada Rabb-Nya, meskipun Allah telah menjanjikan jannah paling mulia baginya di akhirat kelak.

Halaman 4

Buku Panduan Mentoring Untuk Pemula

Mentoring Pembinaan UI

Kebutuhan manusia terhadap Rasul


Untuk apa Muhammad diutus Allah ? Dan tiadalah kami mengutus kamu, melankan untuk menjadi rahmat semesta alam ( Qs. Al Anbiya:107) Yaa Siin. Demi Al-Qur;an yang penuh hikmah. Sesungguhnya kamu salah seorang dari rasulrasul (yang berada) diatas jalan yang lurus (sebagai wahyu) yang diturunkan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang, agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang bapakbapak mrereka belum pernah diberi peringatan, karena itu mereka lalai(Qs. 36:1-6) Dua ayat diatas memberi gambaran kepada kita bahwa Allah mengutus Muhammad untuk dijadikan rahmat bagi semesta alam, yang menjelaskan kitabNya dan memberi peringatan kepada manusia, agar mereka tidak sesat dalam menjalani kehidupan yang fana ini. Banyak lagi penjelasan Allah dalam Al-Quran tentang hakikat kerasulan Muhammad SAW. Analogi pembahasan ini akan menjelaskan hakikat kerasulan Muhammad SAW dan hakikat kerasulan nabi-nabi selelumnya. Ada seorang ibu yang sangat tertarik pada sebuah iklan Saya Ibu Singer! Lihatlah dengan Singer maka menjahit akan lebih mudah bagi Anda. Singer membuat lubang kancing sendiri, mengobras sendiri, membordiri sendiri dst . Kemudian si ibu tadi membeli mesin jahit Singer yang baru untuk keluarganya. Tetapi apa yang terjadi ??? sesampainya di rumah ternyata tidak semudah apa yang dibayangkan meskipun itu ini sudah berusaha berkali-kali untuk membaca buku petunjuknya. Maka akhirnya, ibu ini menelepon kepada dealer mesin jahit tempat dimana ia membeli. Tidak berapa lama, datanglah teknisi Singer yang dikirmkan oleh dealer. Hanya dalam tempo 15 menit, segalanya menjadi beres. Ternyata hanya masalah-masalah sederhana yang sebenarnya secara umum sudah tercantum dalam buku petunjuk. Tetapi karena sebelumnya si ibu ini belum pernah menggunakan mesih jahit, maka ia tidak mengetahui secara persis apa yang dimaksud dalam buku petunjuk mesin jahit tersebut sampai yang sekecil-kecilnya kepada teknisi tersebut hingga tuntas dan jelas betul. Teknisi itu kemudian pergi dan tidak pernah berjanji untuk datang kembali. Lewat analogi diatas, jelaslah fungsi Rasul adalah sebagai teknisi yang diutus Allah untuk menjelaskan pedoman hidup manusia, yaitu Al-Quran.. Lihat firman Allah dalam Quran surat Al-Jumuah ayat 2 dan Al-Baqarah ayat 119.

Rasulullah sebagai pemimpin


Seorang pemimpin seharusnya dapat menempatkan bawahanya sesuai dengan keahlian yang dimiliki dan Rasulullah adalah sebaik-baik pemimpin. Melalui kepemimpinan beliaulah kita bisa melihat para sahabat dengan keunggulan dan kekhasan masing-masing. Contoh, Rasulullah menempatkan Abu Hurairoh menjadi seorang penghapal hadist dikarenakan ingatannya yang kuat. Maka kita tidak pernah mendapati di siroh bahwa Abu Hurairoh sebagai panglima perang. Contoh lain adalah Rasulullah memilih Mushab bin Umair untuk menjadi duta pertama menyampaikan risalah Islam ke Madinah dan akhirnya Alhamdulillah seluruh penduduk Madinah ber-Islam.

Hal lain yang dapat menjadi perhatian kita untuk diperhatikan dengan seksama adalah keberadaan Rasulullah sebagai orang tua, Rasulullah sebagai
panglima perang,Rasulullah sebagai tetangga, Rasulullah sebagai pendidik, Rasulullah sebagai sahabat dan fungsi-fungsi induvidu lain yang saling meguatkan kepribadian seorang manusia yang unggul. Sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang agung (Qs. Al Qalam : 4). Dari ayat tersebut dapat kita cermati betapa Allah pun memuji Rasulullah adalah sosok manusia yang yang seharusnya menjadi teladan kita dalam kehidupan.

Menumbuhkan kebanggaan terhadap Rasulullah


Misal, Napoleon Bonaparte yang mengagumi Rasulullah dan Khalid sebagai sahabat rasul. Seorang pujangga baru bernama george Bernand Show, pengarang buku Kunci Keberhasilan Napoleon menyebutkan bahwa Napoleon sendiri adalah pengagum Rasulullah. Saking takjubnya Napoleon, sampai-sampai ia mempelajari kehidupan Rasulullah

Halaman 5

Buku Panduan Mentoring Untuk Pemula

Mentoring Pembinaan UI

mulai sebelum diangkat menjadi nabi sampai menggapai kesuksesan yang paling gemilang. Napoleon meniru ajaran Rasulullah, meski terbatas untuk kepentingan dirinya dan angkatan perangnya. Napoleon sempat menggunakan hukum Islam, yang hasilnya menjadi hukum di Perancis yang akhirnya menjadi induk hukum dunia. Napoleon tidak mau masuk Islam karena takut kehilangan isteri yang cantik jelita serta takut kedudukannya akan turun. Pemisalan lagi adalah ; dalam buku 100 tokoh dunia yang dibuat orang non muslim, mereka mengakui kehebatan dan keistimewaan Rasulullah. kisah detik-detik terakhir Rasulullah. (Pengembangan dari Mentor (baca sirah Nabawiyah).

Bagaimana sikap kita terhadap Muhammad SAW?


Allah berfirman , Hai orang-orang yang beriman taatilah Allah, Rasul, dan pemimpin di antara kamu.... Dari ayat di atas sudah tergambar bahwa kita harus mentaati Rasulullah SAW dan menjadikan Beliau sebagai suri tauladan dalam kehidupan kita. Allah berfirman, dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.(Qs. Al Kalam : 4). Adapun akhlak Rasulullah yang harus kita teladani antara lain adalah selalu tersenyum bersiwak menghormati orang yang sedang berbicara kasih sayang kepada yang muda suka bersilaturahmi dan lain-lain Maraji : Sirah Nabawiyah Ar Rasul Kepribadian Rasulullah Aqidah Seorang Muslim Dasar-Dasar Iman dll

Kembali pada Al-Quran


Tujuan Metode Waktu Sifat materi Penjelasan : Memahami substansi Al-Quran dan menjadikan Al-Quran sebagai referensi utama dalam kehidupan : Ceramah : 45 menit : Pemula :

Bukti-bukti kebenaran Al-Quran.


Pengabaran Al-Quran Telah dikalahkan bangsa Romawi, di negeri yang terdekat, dan sesudah dikalahkan itu akan menang (Qs. Ar Rum : 2-3). Ayat ini turun sesaat setelah pasukan Persia berhasil mengalahkan Romawi di medan pertempuran. Dan Al-Quran mengabarkan bahwa Romawi akan kembali memukul mundur pasukan Persia yang menyembah api. Dan sejarah duniapun mencatat kebenaran pengabaran ini. Keindahan dan keharmonisan susunannya.

Halaman 6

Buku Panduan Mentoring Untuk Pemula

Mentoring Pembinaan UI

Gaya bahasa Al-Quran adalah sangat indah. Bahkan ia menjadi gaya bahasa tersendiri yang memperkaya literatur Arab. Ia bukanlah puisi atau syair dan bukan pula sebuah prosa. Ia adalah Al-Quran dengan keindahan dan keharmonisannya sendiri. AlQuran pun menantang orang kafir untuk membuat satu ayat saja semisal al-Quran (Qs. Hud : 13). Selain indah dan rapi, Al-Quran pun merupakan kitab yang mudah. Saat ini dapat kita melihat bahwa Al-Quran dibaca oleh berjuta kaum muslimin yang bukan orang arab (ajam) dan sebagian besar di antara mereka tidak memahami bahasa arab. Selain membaca mereka pun menghafal ayat-ayatnya, walaupun mereka tidak mengerti apa yang mereka hafal. Dan sesungguhnya telah kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran(Qs. Al Qamar : 17) Proses penyusunan Al-Quran yang terjaga rapi. Al-Quran adalah satu-satunya kitab suci di dunia ini yang terpelihara kemurniannya. Faktor-faktor penyebabnya adalah : Al-Quran diturunkan di tengah suatu ummat yang memiliki keistimewaan karena gemar menghafal. Bahkan para sahabat yang gugur pada perang Yamamah sebagian besar adalah para penghafal Al-Quran. Ditulis langsung pada saat ayat itu turun. Rasulullah mengangkat beberapa penulis wahyu dan membersihkan catatannya dari selain Al-Quran. Seraya bersabda, : siapa yang menulis sedikit pun selain Al-quran, hendaklah dia menghapusnya. Atas usul Umar bin Khattab, akhirnya Abu Bakar menghimpun seluruh lembaran AlQuran. Karena kekawatiran banyak para penghafal Al-Quran yang syahid di medan pertempuran Yamamah. Adanya penulisan Mushaf Al-Imam pada masa Khalifah Utsman bin Affan. Meluruskan persepsi tentang Al-Quran Sekarang kita mempunyai Al-Quran itu bersama kita. Jutaan salinannya terus beredar. Malam dan siang tak hentinya dikaji. Dalam rumah-rumah, masjid-masjid dan mimbar-mimbar. Kata-kata ditutur terus menerus untuk menjelaskan pengajarannya dan meyakinkan kita untuk hidup dengannya. Namun mata masih kering, pikiran masih tak tersentuh, kehidupan masih tak berubah. Kehinaan dan turunnya derajat yang timbul pada banyak pengikut Al-Quran. Mengapa? Karena kita tidak mmbaca Al-Quran sebagai kenyataan hidup. Dia adalah kitab yang disakralkan, akan tetapi kesakralan itu dipahami dengan penyikapan yang salah. Ayat-ayatnya hanya mengalun dalam peringatan keagamaan, atau ketika ada kematian. Padahal orang yang hidup lebih membutuhkan peringatanperingatannya (Qs. 36 : 70). Al-Quran adalah mujizat terbesar yang telah diberikan Allah kepada Rasulullah Saw. Dengan Al-Quran ini suatu bangsa yang sebelumnya tidak pernah diperhitungkan dalam pentas sejarah, muncul memegang tampuk kepemimpinan atas ummat manusia. Mujizat itu hingga kini masih ada bersama kita. Kondisinya sama sebagaimana dahulu pada zaman Rasul dan sahabat. Lalu apakah keberadaannya mencengangkan kita semua? Ia akan mencengangkan kita manakala hidup dalam realitas kehidupan, tidak hanya dalam anganangan. Kemuliaan Al-Quran itu sangat tinggi (Qs. 59 : 61). Apa fungsi Al-Quran itu sesungguhnya? Ada beberapa fungsi dari Al-Quran yang sekaligus menjadi namanya. AlQuran adalah An-Nur, Al-Furqon, Asy-Syifa, Al-Bayan, Adz-Zikr, dan Al-Huda. Dan fungsi utama Al-Quran adalah Hudallinnas, petunjuk bagi manusia (Qs. 2:185) Percaya penuh pada kebenaran Al-Quran. Datanglah kepada Al-Quran dengan keyakinan yang kuat dan mendalam. Al-Quran adalah perkataan Allah, Tuhan semesta alam, Yang Maha Mengetahui segala sesuatu. Allah adalah sumber kebenaran. Maka Al-Quran mutlak brisi kebenaran (Qs. 2:2). Inilah kekuatan awal yang diperlukan ketika mulai mengambil dan membaca Al-Quran. Allah menyatakan bahwa madu dapat menjadi obat yang menyembuhkan penyakit (Qs. 16:69).

Halaman 7

Buku Panduan Mentoring Untuk Pemula

Mentoring Pembinaan UI

Seseorang menemui Rasulullah saw, dan berkata, Ya Rasulullah, saudaraku sakit perut (diare), maka Beliau bersabda, Berilah ia madu, maka orang itu pulang dan memberikan madu kepada saudaranya yang sakit. Tidak lama berselang, dia menemui Rasulullah kembali dan berkata, Ya Rasulullah, aku telah memberinya madu, tetapi sakitnya bertambah, Beliau bersabda, Pulanglah dan berilah ia madu. Orang itu pulang dan memberinya madu, tapi sakitnya malah bertambah. Rasulullah saw bersabda, Allah benar dan perut saudaramu dusta. Pulanglah , lalu berilah ia madu. Dia kembali dan memberi saudaranya madu. Ternyata orang yang sakit itu sembuh(HR. Bukhari dan Muslim). Ini adalah contoh yang luar biasa mengenai keyakinannya atas kebenaran Al-Quran dan Rasulullah. Menerima dengan benar Bagian terpenting dari diri manusia adalah hati. Hati adalah raja. Manusia berbuat digerakkan oleh hatinya. Walau ada juga yang digerakkan oleh syahwatnya. Bagaimana sikap kita jika menemui keadaan yang tidak kita sukai. Dan bagaimana perbedaannya pada saat kita menemui keadaan yang sangat kita sukai. Hati Rasulullah adalah penerima pertama pesan-pesan Al-Quran (Qs. 26:192-194). Oleh karena itu jalan pertama yang benar adalah ketika menerima Al-Quran dengan hati yang terbuka. Hingga interaksi selanjutnya dalam membaca, memahami (Qs. 38:29) dan mengikuti dengan amal (Qs. 10:109) akan berhasil. Sesungguhnya orang-orang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka (karenanya)(Qs. 8:2). Mempelajari dan mengajarkan. Al-Quran adalah karunia nikmat terbesar. Karena dengannya manusia dapat menapaki kehidupan dengan keyakinan yang mendalam, kejelasan arahan, dan kepastian mencapai keberhasilan. Maka, memepelajari Al-Quran merupakan jalan yang paling mendasar untuk memperoleh kemuliaan yang Allah janjikan dalam Al-Quran, generasi Rabbani (Qs. 3:79). Rasulullah bersabda,Yang terbaik diantaramu adalah orang yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya. (HR) Maraji 1. Dr. Yusuf Qharadhowi, Bagaimana berinteraksi dengan Al-Quran, Pustaka Al-Katsar 2000. 2. Khurraam Murad, Membangun generasi Qurani, Media Dawah 1999.

Surga dan Neraka


Tujuan : 1. Menumbuhkan motivasi beramal dan bertanggung jawab dengan memantapkan akn janji Allah 2. Menegaskan bahwa yang baik akan mendapat surga, dan yang buruk akan mendapatkan neraka. 3. Menggambarkan nikmat surga dan neraka. 4. Mengetahui jalan menuju surga. : Tafsir Quran dan seramah : 45 menit : Pemula :

Metode Waktu Sifat materi Penjelasan

Sesungguhnya setiap aktivitas amal di dunia akan membawa konsekuensi tertentu, baik kepada diri pelaku maupun kepada alam sekitar. Konsekuensi pada diri pelaku, akan diterima entah di dunia atau di akhirat. Secara singkat dapat dikatakan bahwa Allah SWT akan memberikan balasan untuk setiap amal, seperti yang diungkapkan dalam Al-Quran :

Halaman 8

Buku Panduan Mentoring Untuk Pemula

Mentoring Pembinaan UI

Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula.(Qs. Az-Zalzalah : 7-8) Demikianlah konsekuensi atau balasan untuk setiap amal baik atau amal buruk yang dilakukan. Seperti telah menjadi pengetahuan umum, setiap amal kebajikan akan mendapatkan balasan yang baik dan jika sejak awal (niat) baik kemudian prosesnya pun baik, maka akan sampai pada puncak ganjaran, yaitu surga. Untuk keburukan, yang melalui jalan keburukan tidak akan mengantarkan seseorang kepada balasan yang baik, kecuali keburukan pula. Sampai akhiranya jatuh ke jurang kedangkalan keburukan bagi setiap amal yang buruk, yaitu neraka. Amal yang dilakukan akan mendapat salah satu dari dua kemungkinan yaitu balasan baik yang bermuara ke surga dan balasan yang buruk akan bermuara ke neraka. Tidak ada tempat ketiga setelah keduanya. Saudara-saudaraku, balasan kebaikan merupakan balasan yang akan diterima oleh orang-orang beriman. Sedangkan amal kebaikan yang dilakukan oleh orang-orang kafir akan sia-sia. Mereka melakukan amal kebaikan karena faktor kemanusiaan, bukan karena faktor keimanan. Itulah nilai kesia-siaan bagi kebaikan mereka. Orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, amalan-amalan mereka adalah seperti abu yang ditiup angin dengan keras pada suatu hari yang beranginkencang. Mereka tidak dapat mengambil manfaat sedikitpun dari apa yang mereka usahakan (di dunia). Yang demikian adalah kesesatan yang jauh. (Qs. Ibrahim :18). Katakanlah : Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugikan perbuatan? Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya. Mereka itu prang-orang yang kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan (kufur terhadap) perjumpaan dengan Dia, maka hapuslah amalan-amalan mereka, dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat. Demikianlah balasan mereka itu neraka jahanam, disebabkan kekafiran mereka dandisebabkan mereka menjadikan ayat-ayat Ku dan rasul-rasul Ku sebagai olok-olok.(Qs. 18:106-109) Peristiwa yang menjadi awal atau pintu gerbang balasan yang hakiki adalah kematian. Prosesi yang akan membelalakan mata orang-orang yang melihatnya. Peristiwa yang tidak akan membuat orang tenang dalam tidurnya jika mereka pernah merasakan. Sekali-kali jangan, apabila nafas (seseorang) telah (mendesak) sampai ke kerongkongan, dan dikatakan (kepadanya) :Siapakah yang dapat menyembuhkannya, dan dia yakin bahwa sesungguhnya itulah waktu perpisahan (dengan dunia), dan bertaut betis (kiri) dengan betis (kanan).(Qs. 75 : 26-29). Setelah itu, manusia akan mengalami proses selanjutnya, yaitu proses penerimaan kitab: Adapaun orang-orang yang diberikan kepadanya kitabnya (catatan amal perbuatan) dari sebelah kanannya, maka dia berkata;Ambillah dan bacalah kitabku (ini),sesungguhnya aku yakin, bahwa sesungguhnya aku akan menemui hisab terhadap diriku. Maka orang itu berada dalam kehidupan yang di ridhoi , dalam surga yang tinggi, buah-buahannya dekat-dekat (kepada mereka dikatakan): makan dan minumlah dengan sedap disebabkan amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu.(Qs. 69 : 19-37) Penerimaan kitab catatan amal dari sebelah kanan akan mendapatkan kenikmatan surga. Kenikmatan yang di dalamnya terdapat sungai yang mengalir. Kenikmatan makanan dan minuman, pakaian, keluasan tempat tinggal, pendamping dan sambutan malaikat. Kenikmatan mendapatkan keridhoan Allahswt. Sampai akhirnya mendapat puncak kenikmatan melihat wajah Allah. Sedangkan penerima kitab dari sebelah kiri akan mendapatkan siksaan yang luar biasa di neraka. Mulai dari makanan, minuman, sampai tempat tinggal yang menyengsarakan. Sesungguhnya Kami menjadikan pohon zaqqum itu sebagai siksaan bagi orang-orang yang zalim. Sesungguhnya dia adalah sebatang pohon yang keluar dari dasar neraka jahim, mayangnya seperti kepala syaitan-syaitan. Maka sesungguhnya mereka benar-benar

Halaman 9

Buku Panduan Mentoring Untuk Pemula

Mentoring Pembinaan UI

memakan sebagian dari buah pohon itu, maka mereka memenuhi perutnya dengan buah zaqqum itu. Kemudian sesuadah makan buah pohon zaqqum itu, pasti mereka mendapat minuman yang bercampur dengan air yang sangat panas. Kemudian sesungguhnya, tempat kembali mereka benar-benar ke neraka jahim.(Qs. 37 : 63-68). Saudara-saudaraku, tentu kita tidak ingin terjerembab dalam neraka. Kita ingin mendapatkan kenikmatan di surga. Pokok permasalahannya adalah bagaimana caranya kita dapat sampai ke surga. Jalan apa yang dapat mengantarkan kita ke surga. Sesungguhnya peluang untuk ke surga sangat banyak. Selama nyawa masih di badan, belum di kerongkongan. Kita ingat kisah seseorang yang telah membunuh 99 orang. Ia pergi menemui seorang pendeta dan bertanya, Apakah Tuhan akanmengampuninya? Sang pendeta menjawab: tidak. Maka dibunuhnyalah pendeta itu. Genaplah 100 orang yang dibunuhnya. Ketika berjumpa dengan seorang ulama maka dijawab,Tuhan mengampuni dosa hamba-hamba yang ingin kembali kepada-Nya. Jalan menuju surga Allah terbuka bagi setiap pelaku amal yang bersungguh-sungguh. Barangsiapa yang berjihad untuk (mencari keridhoan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang berbuat baik.(Qs. Al-Ankabut : 69). Seseorang bersama dengan yang dicintainya. Kalimat tersebut terlontar dari lisan Rasulullah saw. Yang mencintai Allah, Rasul, dan orang mukmin adalah orang yang beruntung untuk menemani amal yang diilhami oleh tuntutan cintanya. Jalan menuju surga adalah jalan berislam. Rasulullah bersabda, Seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah, maka ia berkata, Bagaimana pendapatmu jika aku melakukan shalat fardhu dan puasa bulan Ramadhan dan menghalalkan yang halal dan mengharamkan yang haram dan aku tidak akan menambah selain itu sedikit pun. Apakah aku akan masuk surga? nabi berkata,Ya.(HR Muslim) Seorang muslim mendapat jaminan surga dari Allah. Walaupun, tidak ada jaminan bahwa setiap kita tidak disentuh api neraka. Hadits di atas adalah sebagai pendongkrak motivasi dan bukan menjadi sarana untuk lupa diri. Karena Rasulullah juga berkata,Semua ummatku akan masuk surga, kecuali yang menolak. Ditanya, Siapakah yang menolak itu ya Rasulullah? Jawab Nabi,Siapa yang taat padaku masuk surga, dan yang maksiat (menentang) kepadaku berarti menolak (HR Bukhari) Maroji : 1. Terjemahan Al-Quran terbitan Depag RI. 2. Ibnul Qayyim Al Jauziyah, Tamasya ke Surga.

3. Imam Nawawi, Hadits Arbain, Era Intermedia, Solo.

Adab Bergaul
Tujuan : 1. Peserta memahami realitas yang yang terjadi saat ini akibat pergaulan bebas dan peranan Ghazwul Fikri di dalamnya. 2. Peserta memahami akan pentingnya dan dibolehkannya bergaul dalam Islam untuk tujuan-tujuan baik 3. Peserta memahami tata hubungan antara pria dan wanita agar tidak terjadi hal-hal yang merusak : 1. 2. 3. 4. Games : mencari pembunuh (hikmah bahaya GF) Diskusi : tentang realitas pergaulan sekarang Materi (disesuaikan dengan kondisi madu) tanya Jawab

Metode

Halaman 10

Buku Panduan Mentoring Untuk Pemula


Waktu Sifat materi Penjelasan : 90 menit : Pemula :

Mentoring Pembinaan UI

Kalau kita perhatikan sekarang ini, masalah-masalah di dunia sebagian besar terjadi karena adanya pergaulan yang terlalu bebas (pengumbaran nafsu syahwat tanpa terkendali). Status anak yang tidak jelas, broken home, anak-anak yang terlantar dan menjadi nakal (generasi yang tidak berkualitas), kasus aborsi, dll. Yang akhirnya menjadikan sebuah negara hancur. Kita bisa mengambil contoh dari negara-negara Skandinavia yang memberikan kebebasan penuh kepada rakyatnya untuk melakukan pergaulan bebas (pergaulan seks secara terbuka). Mereka diberi kebebasan mengumbar nafsu syahwat tanpa terkendali. Pertanyaannya sekarang :Apakah dengan cara begitu mereka dapat hidup bahagia ? . Mereka justru pemecah rekor dalam kasus bunuh diri , penyakit syaraf, narkotika dan obat-obat terlarang dan apa saja yang mendorong mereka untuk lari ari tanggung jawab kehidupan. (NB: Mentor kalau bisa mencari realita-realita lain lain dan juga di explore dari diskusi) Memang gambarangambaran di atas terlalu berat/jauh dengan apa yang kita bahas. Tapi harus disadari bahwa pergaulan bebas menjadi pintu gerbang utama dari permasalahan di atas. Lalu apakah Islam tidak memperbolehkan kita untuk bergaul ? Dienul Islam adalah dienul fitrah dan dienul yang syamil dan kamil yang selalu memperhatikan fitrah manusia dalam segala peraturan yang berhubungan dengannya (QS Al Mulk: 13) yang mengambil jalan tengah antara mempermudah dan mempersulit Islam membolehkan kita untuk bergaul Qs 49 : 13 untuk kenal mengenal Qs 43 : 32 untuk saling tolong-menolong dan saling melengkapi Tujuan pergaulan dalam Islam Qs 5 : 2 untuk meningkatkan nilai taqwa dan kebajikan

Qs 9 : 71 Ayat ini memperlihatkan hakekat sifat hubungan antara kaum mukminin dan mukminat yaitu hubungan cinta, kasih sayang , ketaatan, dan saling tolong-menolong Batas-batas pergaulan Islam adalah sistem hidup dari Allah yang bersih dari segala kekurangan dan kontradiksi. Dan misi Islam adalah mengadakan perbaikan di dunia ini (diantaranya dari hal-hal yang disebutkan diatas). Kita sadari bahwa antara laki-laki dan wanita memiliki daya tarik sesuai yang dikatakan dalam ilmu Biologi yang menggambarkan bahwa manusia juga memiliki nafsu kebinatangan. Kalau pergaulan antara laki-laki dan wanita tidak memiliki peraturan maka permasalahan diatas bisa mungkin terjadi. Dari sinilah Allah menetapkan peraturannya didalam Islam, yang harus kita jaga, yaitu : A. Kebersihan hati dan Niat Hidup seorang mumin untuk beribadah (Qs 51:56) dan ibadah juga mencakup segala aktivitas hidup yang salah satunya adalah pergaulan (Qs 6: 162). Realita ibadah adalah tunduk dan patuh (Qs 14: 40) bahkan ditegaskan bahwa seseorang tidak beriman sampai dia mau berhakim dengan hukum Al Quran (Qs 4: 65). Walaupun nanti saat melaksanakan perintah menjaga pergaulan membuat kita dimusuhi manusia maka yakinlah bahwa Allah akan selalu melindungi (Qs 39: 36). Kebersihan hati ditandai oleh sikap seorang muslim yang tidak akan melakukan dalam pergaulannya sesuatu apapun yang melanggar tujuan pergaulan . Adapun unsur

Halaman 11

Buku Panduan Mentoring Untuk Pemula

Mentoring Pembinaan UI

asasi dalam kebersihan hati adalah rasa malu (Kepada Allah bila dia melanggar hukum Allah) yang akan menjadi pengawas. Hadits :Jika engkau tidak mempunyai rasa malu maka berbuatlah sekehendak hatimu Penyelewengan tentang hukum pergaulan ini kadang datangnya dari arah yang sangat lembut, antara lain : Khianatan hati zina yang masih berada di hati Hadits :Dua mata berzina dan zinanya melihat, dua tangan berzina dan zinanya memegang, dua kaki berzina dan zinanya berjalan, dan zina kesan berbicara. zina jiwa mengangan-angan , menginginkan dan kemaluan membenarkan semua itu atau mendustakan Fitnah pandangan (Qs 24: 31-32) Hadits :Wahai Ali jangan engkau ikuti pandangan dengan pandangan lagi , sesungguhnya buatmu yang pertama, bukan yang kedua, dan dosa atas yang kedua (HR Abu Dawud) Fitnah suara pembicaraan hati yang khianat menyebabkan seseorang memerdukan suara dengan logat yang menarik ketika berbicara (Qs 33: 32) Fitnah suara kalaupun kesannya diam tapi anggota tubuh yang lain jangan menimbulkan suara yang mengundang (Qs 24 :32) Fitnah minyak wangi Hadits :seorang wanita jika memakai minyak wangi , kemudian melewati suatu majelis, maka dia telah berbuat demikian (berzina) (HR Tirmidzi) B. Menjaga Aurat (Qs24 : 30-31)

Kalau setiap wanita dan pria berusaha untuk menutup auratnya maka secara otomatis , pintu-pintu awal kearah maksiyat akan berkurang. C. Hijab dan Adab berpakaian

Yang dimaksud dengan hijab disini adalah mengenai batas-batas pergaulan wanita/pria dengan yang bukan muhrimnya (Qs 24: 31-32, Qs 33 : 32-33 dan Qs 33 : 59) Hal-hal yang terkandung dalam ayat tersebut antara lain :

Perintah menundukkan mata : yaitu menghindarkan diri dari segala sesuatu yang mengarah kepada zina. Kalau kita mengetahui hikmah dari menundukkan pandangan ini, niscaya kita akan berusaha untuk melaksanakannya, yaitu :
1. Merasakan kelezatan keimanan dan dalam ibadah yang dilakukan 2. Mata kita akan menghindarkan kita dari api neraka 3. Menimbulkan kelihaian yang luar biasa ( karena hati kita disibukkan dengan hal-hal yang berguna dan bisa memperkaya wawasan akal kita) 4. Melahirkan hati yang gagah/teguh hingga seseorang memiliki wawasan luas dan argumentasi yang kuat, menguatkan akal dan menambah kecerdasan, lebih mudah menghafal 5. Hati menjadi gembira ceria dan lapang 6. Mahar (mas kawin) bagi bidadari (wanita syurga)

D.

Tingkah Laku dalam Bergaul Tingkah laku ini dilakukan salah satunya bertujuan agar tidak menimbulkan fitnah : 1. Menghindari Ikhtilat Ikhtilat adalah bercampurnya laki-laki dan wanita, sebagaimana hal ini kita lakukan saat shalat berjamaah, maka hal itu seharusnya tercermin dalam kehidupan sehari-hari. Kadang kita menganggap pergaulan bebas adalah bentuk

Halaman 12

Buku Panduan Mentoring Untuk Pemula

Mentoring Pembinaan UI

dari modernisasi seperti yang dicontohkan barat. Padahal masyarakat eropa dan Amerika, sebagiannya menolak percampuran bebas. Mereka menjaga betul pergaulan anak-anaknya. Di Paris banyak orang tua melarang pergi bersama pemuda untuk misalnya kebioskop. Ada juga yang muak jika nonton film porno. Di Amerika banyak orang tua yang memilih sekolah khusus putri untuk anak-anaknya. Sekolah-sekolah disana juga banyak yang memisahkan kegiatan belajar laki-laki dan wanita dengan alasan meningkatkan semangat belajar 2. Menghindari Khalwat Khalwat adalah berdua-duaan laki-laki dan perempuan ditempat yang sepi. Karena yang ketiganya adalah syaitan 3. Memperhatikan adab istidzam Yaitu adab minta izin untuk memasuki kamar orang lain (Qs 24:37) Yang harus disadari adalah pergaulan bebas didengungkan oleh musuh islam (yang tidak ada kebaikan satupun dari hal tersebut) untuk menghancurkan ummat Islam. Apalagi kita sebagia pemuda yang menjadi penopang ummat ini. Maroji :

1. Ghadhul Bashar, Abu Hudzaifah, Pustaka Al Kautsar 2. Kepada Putra Putriku, Ali At Thanthawi, GIP
3. Makalah pada seminar Islam I dengan tema PEMBAGIAN PERANAN ANTARA PRIA DAN WANITA MENURUT AJARAN ISLAM ,sub tema : TATA HUBUNGAN ANTARA PRIA DAN WANITA dalam rangka KAJIAN SISTEM DAN APRESIASI BUDAYA ISLAM TAHUN 1991 di Masjid ARH UI. Disusun oleh M. Muinuddin, Lc.

Games Pendukung
Petunjuk permainan : 1. Duduk melingkar lalu jelaskan bahwa mata harus ditutup , lalu tutor akan memberi tanda (dengan mencolek ) yang di colek menjadi pembunuh. Pembunuh boleh lebih dari satu dan sesama pembunuh tidak saling tahu. 2. Setelah itu mata dibuka , pembunuh mulai beraksi dan membunuh dengan kedipan( yang bukan pembunuh seminimal mungkin untuk tidak berkedip). Layaknya seorang pembunuh maka ia harus berusaha agar tidak ketahuan yang lain . pembunuh yang satu tidak bisa di bunuh oleh pembunuh yang lain 3. Sedangkan yang lain yang bukan pembunuh harus berhati-hati agar ia tidak terbunuh. Tapi bila dikedipi (dibunuh ) harus meninggalkan lingkaran tanpa bisa berbicara lagi(memberi aba-aba) 4. Pemain yang lain yang melihat kejadian pembunuhan, dan memiliki bukti boleh menunjuk sang pembunuh. Tapi si pembunuh boleh membela diri (tanpa ada unsur kebohongan) dengan cara misal belum tentu dia dibunuh saya karena masih banyak yang lain, maka buktinya ? Tutor menjadi penengah. Kalau saksi terlihat ragu-ragu dan tidak terbukti maka permainan diteruskan. Kalau pembunuh akhirnya mengaku dia keluar dari lingkaran 5. Permainan berakhir sampai semua sudah terbunuh (kecuali pembunuh) atau sampai sudah tidak ada lagi pembunuh di lingkaran itu. Tapi akan lebih seru bila pemain sendiri yang menyadari (menghentikan parmainan jangan dari mentor) Hikmah : Ada banyak hal yang bisa membahayakan kita tanpa kita sadari (GF) kalau kita menyadari bahwa disekitar kita ada orang-orang yang ingin mencelakai kita. Maka kita akan merasa khawatir dan akan berhati-hati.

Halaman 13

Buku Panduan Mentoring Untuk Pemula

Mentoring Pembinaan UI

Akhlak Islami
Tujuan : 1. 2. 3. 4. Peserta memahami makna akhlak. Peserta memahami perbedaan akhlak dan etika. Peserta memahami faktor-faktor pembentuk akhlak. Peserta termotifasi untuk merubah akhlak buruk menjadi akhlak baik.

Metode Waktu Sifat Penjelasan

: Ceramah (deskriptif) dan diskusi : 120 menit : Pemula :

Pengertian Akhlak
Akhlak adalah jamak dari kata khuluq yang menurut bahasa berarti adat kebiasaan, tabiat, muruah, perangai dan agama. Istilah perangai merujuk kepada adanya suatu perpaduan antara unsur fitri dan unsur ikhtiari. Merujuk ke tabiat bila pada dirinya hanya unsur fitri saja yang bekerja. Dan menjadi adat bila hal tersebut dilakukan berulang kali. Diartikan sebagai agama sebagaimana Ibnu Abbas mengartikannya dalam surat Al-Qalam ayat 4. Dari sisi istilah ada beberapa pengertian yang disampaikan oleh beberapa ulama. Al Ghazali misalnya, memberi definisi tentang akhlak ini sebagai kondisi yang mantap dalam diri manusia sehingga menumbuhkan suatu perbuatan dengan mudah tanpa memerlukan lagi pemikiran atau pertimbangan. Dalam definisi lain yang disampaikan oleh M. Natsir dikatakan bahwa akhlak adalah sifat yang berurat akar pada diri seseorang yang timbul padanya amal perbuatan dengan mudah, tanpa pikir-pikir dan timbang lagi. Dalam Islam akhlak selalu merujuk pada satu hal yang baik. Yang terutama adalah bahwa dalam Islam yang menjadi rambu-rambu tentang akhlak itu adalah ajaran agama Islam itu sendiri.

Beda Akhlak dengan Moral atau Etika


Seperti yang telah disampaikan diatas yakni bahwa landasan akhlak adalah pada ajaran agama Islam itu sendiri. Dan karena ajaran agama Islam itu bersifat universal maka akhlak dalam pandangan islam dimana-mana adalah sama. Berbeda dengan moral atau etika yang berbeda ditempat lain. Karena landasan yang digunakan adalah normanorma yang ada dalam masyarakat itu. Dan karena masyarakat satu dengan yang lain berbeda maka otomatis etika atau moralnya pun berbeda.

Faktor-faktor Pembentuk Akhlak


Akhlak dapat dibentuk sebagaimana yang diinginkan. Tapi untuk membentuk akhlak Islami itu sendiri secara alamiah akan sangat terkait dengan faktor-faktor seperti : 1. Turunan / genetik. 2. Psikologis. 3. Kondisi sosial. 4. Nilai yang ditanamkan (Islam).

Halaman 14

Buku Panduan Mentoring Untuk Pemula

Mentoring Pembinaan UI

Akhlak Karimah
Tujuan : 1. Mengetahui akhlak dasar muslim 2. Memahami dan melaksanakan akhlak dasar muslim 3. Memotivasi agar menjalankan akhlak dasar Ceramah dan diskusi

Bentuk

Waktu Sifat : Penjelasan :

: 1,5 Jam Pemula

I.

SABAR

Pendahuluan Sabar merupakan salah satu akhlak Quran yang paling utama dan ditekankan oleh Al-Quran. Beberapa ulama menyebutkan bahwa Allah mengulang kata sabar 70-100 kali dalam Al-Quran. Dalam berbagai kehidupan dikampus pada saat ini kesabaran sangat dibutuhkan untuk mencapai sebuah tujuan yang didalamnya Allah ridho dengannya. Siapa yang suka bersabar niscaya diperhatikan Allah dan karunia yang paling baik dan berarti dari Allah ialah kesabaran (HR Bukhari dan Muslim) Isi Secara bahasa sabar adalah menahan dan mencegah diri. Didalam Al-Quran Allah menjelaskan sabar adalah menahan diri terhadap apa yang tidak kita sukai dengan tujuan memperoleh keridhoan Allah (Ar-Raad: 22). Lawan kata sabar adalah keluhan (jaza) seperti yang dijelaskan dalam (Ibrahim: 21) Dalam kehidupan sehari-hari sabar memiliki beberapa bentuk yang diantaranya adalah : 1. Sabar dari syahwat perut dan seksual (iffah) 2. Sabar dalam menghadapi musibah/ kesulitan 3. Menahan diri dari kekayaan 4. Sabar dalam menahan amarah (bijaksana) 5. Sabar dengan rizki (qonaah) (mentor diharapkan menguraikan dengan jelas masing-masing bentuk sabar dihubungkan dengan keadaan para mutamentor) Sabar merupakan salah satu perintah dari Allah yang barang siapa melaksanakannya tentu akan mendapatkan balasan yang telah ditentukan-Nya. Balasan-balasan sabar tersebut diantaranya adalah : 1. Syurga dan pakaian syruga (Al-Insan: 12) 2. Penghormatan dan salam dalam syurga (Al-Furqon: 75) 3. Ucapan salam dari para malaikat (Ar-Raad: 23-24) (mentor menyampaikan ini dengan maksud memotivasi para mutamentor untuk berbuat sabar). Selain keuntungan pribadi sabar juga membawa berkah dalam kehidupan bermasyarakat yaitu terciptanya kerukunan hidup antar umat manusia dan saling pengertian. Dalam Al-Quran Allah menceritakan beberapa kisah orang-orang besar yang senantiasa sabar, diantara kisah tersebut adalah : 1. Kisah nabi Ayub yang dengan penyakitnya ia diuji oleh Allah SWT sampai ia ditinggalkan oleh semua orang termasuk istrinya. (Al-Anbiya: 83-85) (Shaad: 41-44). 2. Kisah nabi Yusuf yang senantiasa sabar menghadapi berbagai cobaan kesusahan dan kesenangan. Diantara cobaan itu ia pernah dimasukkan dalam sebuah sumur oleh para saudaranya namun ia tidak marah bahkam membantu ketika para saudaranya kesulitan makanan (Yusuf: 90)

Halaman 15

Buku Panduan Mentoring Untuk Pemula

Mentoring Pembinaan UI

3. Kisah nabi Ismail yang dengan sabar menerima keputusan ayahnya nabi Ibrahim untuk menyembelihnya karena hal tersebut merupakan perintah Allah (Ash-Shaffat: 102) (Sebaiknya mentor memahami dahulu kisah-kisah diatas ketika akan menceritakan pada mutamentor, dengan berbagai rujukan). Penutup

Dalam kehidupan sehari-hari hendaknya kita menilai apakah kita sudah termasuk dalam golongan orang yang sabar. Menuntut ilmu merupakan hal yang sulit sehingga membutuhkan kesabaran untuk dapat menyelesaikannya. Tahapan-tahapan yang ada harus kita lalui dengan sabar, sebagaimana kita melalui tahapan masa kecil kita untuk bisa mencapai dewasa seperti sekarang. (Mentor menjelaskan berbagai bentuk sabar yang dapat dilakukan oleh mutamentor dalam kehidupan sehari-hari).

II.

Jujur

Pendahuluan Sesungguhnya kejujuran membawa pada kebajikan dan kebajikan membawa ke syurga dan sesungguhnya seseorang berlaku jujur hingga ditulis di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Dan sesungguhnya kedustaan membawa pada kemaksiatan dan kemaksiatam membawa ke neraka dan sesungguhnya seseorang berlaku dusta hingga ditulis di sisi Allah sebagai pendusta. Isi Jujur artinya benar (Ash-Sidqu) dan lawan katanya adalah bohong/ dusta (AlKizbu). Seorang muslim haruslah menempatkan akhlak ini sebagai akhlak dasar yang wajib dimiliki. Kebenaran adalah sendi terpenting bagi berdirinya suatu masyarakat karena tanpa kebenaran maka hancurlah masyarakat. Dalam (Al-Munafiquun: 1) dijelaskan bahwa dusta adalah sifat-sifat orang munafik. Tingkatan jujur : 1. Jujur dalam lisan, termasuk didalamnya menepati janji dan sumpah. 2. Jujur dalam niat dan kemauan. Disini jujur ditekankan pada ikhlas dalam melakukan perbuatan, karena ruh dari amalan adalah ikhlas. 3. Jujur dalam tekad. Ketika berkomitmen untuk melakukan sesuatu maka lakukanlah hal itu dengan sunguh-sungguh sepenuh hati. 4. Jujur dalam amal perbuatan. Ditekankan bahwa seorang muslim harus sejalan antara zhahir dan batinnya, Yazid Al-Harits berkata Apabila batin seorang hamba sama dengan zahirnya maka itu adalah kondisi seimbang. Jika batinnya lebih utama dari zahirnya maka itu adalah keutamaan. Jika zahirnya labih utama dari batinnya maka itu adalah kezaliman. (mentor menguraikan dengan jelas tingkatan jujur diatas dengan jelas disesuaikan dengan kondisi mutamentor) Penutup Dalam kehidupan sehari-hari seringkali kejujuran dikalahkan oleh kebohongan, olehkarenanya kita harus membudayakan kejujuran dalam diri kita, karena dengan kejujuranlah masyarakat dapat diselamatkan. Sebelum memulai jujur pada orang lain marilah kita mulai pada diri kita sendiri terlebih dahulu. Dengan tidak mencontek pada saat ujian dapat menjadi awal yang sangat baik untuk jujur pada kemampuan diri kita sendiri Jujur yang cerdaslah yang dibutuhkan pada saat ini bukan jujur yang polos dan dapat membahayakan orang lain. Jujur cerdas pernah dicontohkan oleh Rosulullah yaitu ketika menyembunyikan seseorang yang hendak dibunuh. (Mentor dapat menambahkan kisahkisah kejujuran para Nabi, sahabat atau orang-orang shalih yang lain).

Halaman 16

Buku Panduan Mentoring Untuk Pemula

Mentoring Pembinaan UI

III.

Tawadhu

Pendahuluan Dalam keseharian kita terkadang perangai sombong tanpa kita sadari muncul, seperti keberpalingan wajah, picingan mata ataupun membusungkan dada. Orang lain memiliki hak yang sama untuk diberlakukan dengan baik, karena Allah saja tidak pernah membedakan makhluknya kecuali karena amal perbuatannya. Isi Pengertian tawadhu adalah kamu tunduk kepada kebenaran dan patuh kepadanya sekalipun kebenaran itu kamu dengar dari anak kecil, bahkan sekalipun kamu denganr dari orang yang tidak tahu kiblat sholatnya. Dikampus sering kita temukan orang-orang yang hanya mau bergaul dengan orang-orang yang memiliki tingkat ekonomi yang selevel. Jadi disini tawadhu ditekankan pada persamaan dalam memandang orang lain dan menghindari kesombongan. Dalam sebuah hadist shahih disebutka Tidak akan masuk syurga orang yang didalam hatinya ada kesombongan walaupun sebesar dzarrah (HR Muslim) Sebab-sebab seseorang berprilaku sombong diantaranya adalah: 1. Ilmu pengetahuan, padahal dalam (Al-Fathir: 28) Allah menyebutkan bahwa orang yang paling takut kepada Allah adalah orang yang berilmu/ ulama. 2. Amal dan ibadah, dalam hadist disebutkan Cukuplah seseorang telah berbuat kejahatan bila ia merendahkan saudaranya sesama muslim (HR Muslim) 3. Nasab keturunan 4. Kecantikkan, kegagahan, keperkasaan bahkan kekuatannya 5. Harta kekayaan (mentor menjelaskan sebab-sebab sombong diatas dihubungkan dengan hal-hal yang sering dihadapi mutamentor) Bersikap sombong merupakan hal yang buruk karena sebagai manusia kita penuh dengan kekurangan hanya Allahlah yang maha sempurna. Dalam (Az-Zumar: 28) dijelaskan balasan orang yang sombong yaitu neraka jahanam. Penutup Rasulullah merupakan seorang pemimpin yang sangat terkenal karena kesederhanaan dan memandang sama setiap manusia, bagaimana mungkin kita yang jauh sekali dari pribadi rosulullah mampu untuk bersikap sombong. (Mentor dapat menambahkan berbagai kisah kesederhanaan rosulullah atau para sahabat dahulu) Referensi: 1. Said Hawwa, Mensucikan jiwa: Konsep Tazkiyatun Nafs Terpadu. 1999. Jakarta: Rabbani Press. 2. DR Yusuf Qardhawi. Al-Quran menyuruh kita sabar. 1991. Jakarta: Gema Insani Press. 3. Said Hawwa. Al-Islam. Jakarta: Al-Islahy Press. 4. Said Hawwa. Jundullah. Edisi 3. 5. Sirah Nabawiyah

Ukhuwah Islamiah
Tujuan : 1. Peserta mengetahui keutaman UI 2. Peserta mengetahui syarat-syarat UI 3. Peserta dapat mengaplikasikan hak dan kewajiban berukhuwah (khusus)

Halaman 17

Buku Panduan Mentoring Untuk Pemula


Bentuk : 1. Games 2. Materi 3. Tanya jawab

Mentoring Pembinaan UI

Waktu Sifat
Penjelasan

: :
:

1,5 Jam Pemula

Ukhuwah Islamiyah merupakan karunia ilahiyah dan merupakan sifat yang tak terpisahkan dari iman dan taqwa. Karena itu keimanan seseorang akan berbanding lurus dengan tingkatan ukhuwah Islamiyah. Ukhuwah Islamiyah memiliki beberapa keutamaan : 1. Wajah mereka bersinar Hadist riwayat Abu dawud : Sung guh diantara hamba-hamba Allah itu ada beberapa orang yang bukan nabi dan syuhada . tetapi para syuhada mengingini keadaan seperti mereka, karena kedudukannya disisi Allah sahabat bertanya ya Rosulullah beritahu kami siapa mereka. Rasulullah SAW menjawab mereka adalah satu kaum yang cinta mencintai dengan ruh Allah tanpa ada hubungan sanak kerabat diantara mereka, serta tak ada hubungan harat benda yang ada pada mereka . Maka demi Allah ,wajah-wajah mereka sungguh bercahaya , sedang mereka tidak takut apa-apa dikala orang lain takut. Dan mereka tidak berduka cita dikala orang lain berduka cita 2. Dosa-dosa mereka terampuni HR Thabrani : Sesungguhnya seorang muslim apabila bertemu saudaranya yang muslim, lalu ia memegang tangannya (berjabat tangan) gugurlah dosa-dosa keduanya sebagaimana gugurnya daun dari pohon kering ketika ditiup angin kencang. Sungguh diampuni dosa mereka berdua, meski sebanyak buih dilaut 3. Pada hari Kiamat , mereka berada dinaungan arsy HR Muslim : Sesungguhnya Allah pada hari kiamat berfirman Dimanakah orang yang cintamencintai karena keagungan-Ku ? Pada hari ini Aku akan menaungi mereka dengan naungan-Ku, dihari yang tiada naungan melainkan naunganku 4. Berada dalam naungan mahabbah ilahiyah Hadits Qudsi : Allah berfirman Pasti akan mendapat cintaKu orang-orang yang cinta mencintai karena Aku saling kunjung mengunjungi karena Aku dan saling memberi karena Aku 5. Berada di dalam syurga Allah dan keridhoanNya HR Tirmidzi Barangsiapa menjenguk orang sakit atau mengunjungi saudaranya karena Allah, maka dia akan dipanggil oleh Allah berbahagialah langkahmu , dan engkau telah menyediakan tempat tinggalmu di syurga 6. Melaksanakan manisnya iman HR Bukhari Muslim : Tiga perkara, barangsiapa memilikinya , ia dapat merasakan manisnya iman, yaitu cinta kepada Allah dan Rasulnya melebihi cintanya kepada selain keduanya, cinta kepada seseorang karena Allah, dan membenci kekafiran sebagaimana ia tidak mau dicampakkan kedalam api Ukhuwah memiliki persyaratan dan landasan yang harus dimiliki : 1. Berukhuwah ikhlas karena Allah

Halaman 18

Buku Panduan Mentoring Untuk Pemula

Mentoring Pembinaan UI

2.

3.

4.

5.

Ada seseorang yang mengunjungi saudaranya didesa lain, maka Allah mengutus malaikat untuk membuntutinya, ketika malaikat menemuinya, ia berkata mau kemana kamu ? ia menjawab,aku ingin silaturahmi kepada saudaraku dikampung ini malaikat terus bertanyaApakah kamu akan emberikan sesuatu kepada saudaramu ? dia menjawab tidak , melainkan aku hanya mencintainya karena Allah . malaikat berkata sesungguhnya aku utusan Allah kepadamu mengkhabarkan bahwa Allah mencintaimu sebagai mana kamu mencintai saudaramu karena Allah (HR Muslim) Berukhuwah atas dasar iman dan taqwa (QS 49:10, Qs 43:67) Janganlah kamu berteman kecuali dengan orang beriman dan janganlah makananmu dimakan kecuali orang bertaqwa (HR Ahmad dan Tirmidzi) Seseorang itu menurut agama sahabat karibnya. Maka hendaklah kamu melihat dengan siapai ia bersahabat (HR Abu Dawud dan Tirmidzi) Komitmen terhadap Manhaj Islam Setiap berpisah dari majlis dibacakan surat Al Ashr baru saling mengucapkan salam, ini berarti berjanji setiap saat untuk melaksanakan manhaj islam dalam mengarungi hidup. Dalam hal ini imam SyafiI berkata seandainya Al Quran hanya berisikan surat Al ashr saja, maka itu sudah cukup untuk mengatur kehidupan manusia baik di dunia /akhirat Saling menasihati karena Allah SWT Agama adalah keikhlasan nasihat-menasihati. Kami bertanya untuk siapa wahai Rasulullah ? jawab Rasulullahuntuk Allah , kitab, dan Rasulnya, pemimpin kaum muslimin dan seluruh kaum muslimin pada umumnya (HR Muslim) Senantiasa tafahum, taawun dan takaful dalam keadaan sempit maupun lapang Barangsiapa mempunyai kendaraan hendaknya memperhatikan kepada orang yang tidak mempunyai kendaraan . Barangsiapa yang mempunyai kelebihan bekal hendaklah memperhatikan orang yang kehabisan bekal (HR Muslim) Perumpamaan orang orang yang beriman dalam menciptakan cinta kasih, kasih sayang dan saling bantu menbantu laksana satu tubuh. Apabila salah satu anggota merasa sakit, sakit pula seluruh tubuhnya seperti terserang demam atau tidak bisa tidur (HR Muslim)

(NB: untuk pointer terakhir ini dijelaskan tentang tahapan/tingkatan Ukhuwah dari suudzhon, taaruf, tafahun, taawun takaful dan itsar. Juga dijelaskan tentang kepedulian kita kepada saudara saudara kita di Palestina, moro, dll) Hak dan Kewajiban dalam Ukhuwah Islamiyah (khusus) : 1. Hak saudaramu dalam hartamu a. Membantu saudaranya dengan kelebihan hartanya b. Melepaskan separuh hartanya untuk saudaranya c. Mendahulukan kepentingan saudaranya (QS 59:9) 2. Hak saudaramu terhadap dirimu Ada tiga hal yang selalu ditanyakan saudaramu : sakit dijenguk sibuk dibantu lengah diingatkan 3. Hak saudaramu terhadap lisanmu : a. Jangan menyebut aib, baik dihadapannya atau dibelakangnya b. Memanggil dengan nama yang ia sukai c. Mengingatkan dengan cara yang baik d. Berdoa untuknya 4. Hak saudaramu dalam hatimu memaafkan, setia 5. Hak saudaramu atasmu agar engkau tidak memberi beban yang memberatkan 6. Hak saudaramu darimu atas mencintai yang bermanfaat baginya dan membenci yang mudharat baginya

Halaman 19

Buku Panduan Mentoring Untuk Pemula

Mentoring Pembinaan UI

7. Hak saudaramu darimu untuk saling menghapuskan kesalahankesalahannya, menutupi celah-celahnya dan menjaga ghibahnya.
8. Hak saudaramu atasmu agar menjadi penolong baginya 9. Hak saudaramu atasmu untuk saling mengampuni dan memohonkan ampun baginya. Maroji : Persaudaraan islam, Abdullah Nasih Ulwan, Al Islahy Press Fiqh Ukhuwah

Memahami Shalat
Tujuan : 1. Peserta memahami bahwa shalat mempunyai kedudukan yang sangat penting dalam Islam 2. Peserta memahami keutamaan-keutamaan shalat 3. Peserta termotivasi untuk selalu menjaga sholat fardu 4. Peserta termotivasi untuk menyempurnakan shalatnyadengan memperhatikan rukun shalat, syarat sahnya shalat, syarat wajib shalat, halhal yang membatalkan shalat menyempurnakan wudhunya, dan menghadirkan hati (khusyu) : Taujih dan tanya jawab : 90 menit : Pemula

Metode Waktu Sifat materi Penjelasan :

A.

Kedudukan shalat dalam Islam

Shalat merupakan tiang penyangga yang sekaligus menjadi ciri Islam dan juga pembeda antara si kafir dan si muslim. Shalat merupakan syarat untuk mencapai keselamatan dan penyangga iman seseorang setelah ia mengucapkan kalimat syahadat. Ia juga sebagai penghubung antara Hamba dan Tuhannya, ia adalah penyejuk mata dan pelipur hati. Begitu mulia dan luhur nilainya, sehingga untuk memberikan perintah shalat Allah memanggil Rasulullah saw, ke sidratul muntaha dan memberikan perintah tersebut secara langsung pada malam isra dan miraj. Sementara untuk ibadah ibadah yang lain Allah menyampaikan perintahnya pada malaikat jibril. Pada mulanya perintah untuk melaksanakan shalat adalah 50 kali dalam sehari. Kemudian atas saran dari nabi Musa saw., rasulullah memohon keringanan kepada Allah hingga akhirnya menjadi 5 kali dalam sehari. Dan nilainya sama dengan 50 kali. Namun ternyata dengan jumlah yang sudah sangat dikurangi itu manusia masih banyak yang malas untuk melakukannya padahal mereka tahu bahwa shalat hukumnya adalah wajib (QS 2: 43 & 238, QS 4:103, QS 22:41, QS 29:45) B. Keutamaan Shalat (Mengapa shalat begitu penting ?) Diantara kelima rukun Islam , hanya shalatlah ibadah yang tidak memberikan keringanan kepada manusia untuk meninggalkannya. Bahkan kalau ada seseorang yang lumpuh dan hanya mampu menggerakkan kelopakmatanya saja maka dia tetap wajib untuk melaksanakan shalat. Bila rukun Islam diibaratkan sebagai kelima jari tangan kita dan gelas yang berisi air kita ibaratkan sebagai agama Islam, maka syahadat dan shalat adalah dua jari yang tidak boleh dilepas agar gelas tersebut tidak jatuh dan pecah berkeping-keping

Halaman 20

Buku Panduan Mentoring Untuk Pemula

Mentoring Pembinaan UI

Shalat seharusnya dapat mencegah kita dari perbuatan keji dan munkar (QS 29:45). Apabila ternyata shalat yang telah kita lakukan belum mampu untuk mencegah diri kita dari perbuatan keji dan munkar maka berarti shalat kita selama ini masih jauh dari baik apalagi sempurna Shalat adalah batas yang menentukan antara keimanan dan kekafiran seseorang. Dari Jabir ra. Berkata, Saya mendengar Rasulullah saw. Bersabda, sesungguhnya meninggalkan shalat adalah batas yang menentukan antara seseorang dengan syirik dan kufur(HR Muslim)

Dari Buraidah ra. Dari nabi saw., beliau bersabda, ikatan janji di antara kami (umat Islam) dengan mereka (orang-orang kafir) adalah shalat. Maka barang siapa yang meninggalkan shalat berarti dia kafir (HR At Turmudzy) Shalat adalah hal yang pertama kali dihisab oleh Allah pada hari kiamat
Dari Abu Hurairah ra. Berkata Rasulullah saw. Bersabda,sesungguhnya mula pertama yang dihisab pada seseorang nanti dihari kiamat dari segala amal perbuatannya adalah shalat. Apabila shalatnya bagus maka berbahagia dan beruntunglah dia. Tetapi apabila shalatnya rusak (tidak sempurna) maka menyesal dan rugilah ia. Apabila didalam shalat fardunya itu terdapat suatu kekurangan. Maka Rabb yang Maha mulia lagi Maha Agung ,Lihatlah apakah hamba-KU ini melakukan shalat sunnah sehingga kekurangan shalat fardhunya itu bisa disempurnakan dengannya.Kemudian setelah dihisab shalat itu barulah dihisab amal-amal perbuatan yang lain(HR Turmizi) Shalat diawal waktu adalah perbuatan yang utama Dari Ibnu Masud ra. Berkata,saya bertanya kepada Rasulullah saw. Apakah amal perbuatan yang paling utama ? Beliau menjawab shalat pada waktunya Saya bertanya kemudian apa? Beliau menjawabBerbuat baik kepada orang tua Saya bertanya lagi kemudian apa? Beliau menjawab, Berjuang dijalan Allah(HR Bukhari dan Muslim) Shalat adalah kafarat (penebus) atas dosa-dosa yang telah kita lakukan Dari Abu Hurairah ra. Bahwasannya Rasulullah saw. Bersabda,Shalat yang lima dan Jumat yang satu hingga Jumat yang berikutnya adalah kafarat atas dosa-dosa yang diperbuat diantara waktu itu selama dijauhinya dosa-dosa besar (HR Muslim) Shalat menjadi cahaya dan hujjah di hari kiamat Barangsiapa memelihara baik-baik lima shalat fardu, dengan menyempurnakan wudhunya dan menjaga waktu-waktunya, maka hal itu akan menjadi nur (cahaya) dan burhan (hujjah,bukti) baginya pada hari kiamat. Dan barangsiapa melalaikannya, akan dikumpulkan kelak bersama firaun dan haman Shalat sebagai sumber bekal rohani dan sarana pendidikan Shalat pada hakikatnya merupkan sarana terbaik untuk mendidik jiwa dan memperbaharui semangat dan sekaligus sebagai pensucian akhlaq (QS 19:23). Shalat bagi pelakunya merupakan tali penguat yang dapat mengendalikan diri, mengamankan dari rasa takut dan cemas, juga memperkuat kelemahan. Karena dengan shalat kita memohon pertolongan atas ujian zaman dan tekanan orang lain (QS 2:153). Shalat juga membuat jiwa manusia mampu menaklukkan ujian dunia beserta kesenangannya (QS 24:37) Shalat memiliki maslahat dan hikmah yang berkaitan dengan kehidupan sehari hari o Kedisiplinan o Gerakan dalam shalat merupakan olahraga fisik dalam waktu yang teratur o Kesucian dan membiasakan hidup bersih Dalam shalat berjamaah Adanya persamaan hak Membangun persatuan Ada proses saling mengingatkan (kalau imam salah mamum menegur)

Halaman 21

Buku Panduan Mentoring Untuk Pemula

Mentoring Pembinaan UI

Ketaatan dan komitmen (mamum harus mengikuti gerakan iman) Mengingatkan kaum muslimin akan perlunya nizham/tertib berorganisasi(adanya perapihan shaff sebelum shalat)

Orang-orang yang melalaikan shalat akan Allah sesatkan (QS 19:59) dan dimasukkan kedalam neraka (QS 74:42-43). Yang harus diingat adalah untuk mewujudkan hal diatas kita harus menghadirkan hati kita dalam shalat, menyadari bahwa saat kita shalat pada hakikatnya kita menghadap Allah disertai dengan rasa takut dan harap (QS 20:14, 7:205, 4:43). Dengan demikian kita akan merasakan ketenangan.
Syarat wajib shalat : 1. 2. 3. 4. 5. Syarat sah shalat : 1. Suci dari hadas kecil dan hadas besar 2. Suci badan pakaian dan tempat dari najis, menutup aurat, sudah masuk waktu shalat, menghadap kiblat Rukun shalat : 1. Berdiri bagi yang mampu 2. Niat dan takbiratul ihram 3. Membaca Al-Fatihah pada setiap rakaat 4. Ruku dengan tumaninah 5. Itidal dengan tumaninah 6. Sujud dengan tumaninah 7. Duduk antara dua sujud dengan tumaninah 8. Duduk tasyahud awal 9. Duduk tahiyat akhir 10. Membaca tasyahud (tahiyat) akhir 11. Membaca shalawat atas Nabi 12. Mengucapkan salam yang pertama 13. Tertib Hal-hal yang membatalkan shalat : 1. 2. 3. 4. 5. Meninggalkan salah satu rukun shalat Meninggalkan salah satu syarat sahnya shalat Berkata-kata dengan sengaja Banyak bergerak yang tidak ada perlunya, seperti memukul dll Makan dan minum Islam Berakal sehat dan normal Sudah aqil baligh Sudah sampai ajaran Islam Tidak dalam keadaan haid atau nifas.

Setelah kita mengetahui Tata Tertib dan hikmah shalat, marilah kita perbaiki shalat kita agar shalat kita diterima Allah. Maroji : 1. Berjumpa Allah lewat Shalat,Syeh Musthafa Mashur, GIP 2. Rahasia-rahasia Shalat, Al Ghazali, Karisma 3. Khusyu dalam shalat, Al Imam Ibnul jauzi, Pustaka mantiq 4. Riyadlus Salihin II

Halaman 22

Buku Panduan Mentoring Untuk Pemula

Mentoring Pembinaan UI

Fiqh Ibadah
Tujuan : Setelah mendapatkan materi ini diharapkan peserta mampu : 1. memahami konsep dan ruang lingkup ibadah dengan benar. 2. mampu mengetahui dan melaksanakan ibadah dengan baik. Bentuk Sifat Waktu Penjelasan : : : Ceramah dan diskusi Lanjutan 60 - 90 menit

Ibadah kepada Allah merupakan prinsip risalah kita dalam kehidupan. Pada hakkikatnya Allah tidak membutuhkan ibadahh kita. Allah memerintahkan kita beribadah kepada-Nya demi kebaikan dan kemashlahatan kita; agar kita bisa membekali diri kita dengan bekal taqwa. Bekal taqwa inilah yang akan mewujudkan kebahagiaan kita di dunia dan keberuntungan di akhirat dengan mendapatkan surga dan selamat dari api neraka. Definisi ibadah menurut ahli fiqh ibadah adalah segala bentuk ketaatan yang dikerjakan untuk mencapai keridhoan Allah SWT dan menggharapkan pahalaNya di akhirat. Sedangkan ruang lingkup ibadah menurut Ibnu Taimiyah, yaitu ibadah mencakup semua bentuk cinta dan kerelaan kepada Allah SWT, baik dalam perkataan maupun perbuatan, lahir dan batin. Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku.(51: 56) Ibadah kepada Allah merupakan sumber paling penting untuk bekal taqwa, Allah berfirman, Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang sebelummu, agar kamu bertaqwa. (2: 21) Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.(2: 183) Sesungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan-perbuatan keji dan munkar.(29: 45) Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka.(9: 103) sedangkan dalam ayat haji Allah berfirman, Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baiknya bekal adalah taqwa dan bertaqwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal. (2: 197) Keempat kewajiban ibadah ini memiliki ketentuan-ketentuan hukum untuk menjaga keabsahan dan keselamatannya dari hal-hal yang membatalkannya, dimana ketentuan-ketentuan hukum ini banyak dikaji dalm buku-buku fiqh. Perlu ditegaskan bahwa ibadah itu tidak hanya terbatas pada keempat kewajiban ibadah di atas, tetapi yang dimaksud adalah hendaknya kita menjadikan semua aktivitas yang kita lakukan dalam kehidupan ini sebagai satu bentuk ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah. Dakwah kepada Allah adalah ibadah, memerintahkan kepada kebaikan dan mencegah kemunkaran adalah ibadah, meneguhkan agama Allah di muka bumi ini adalah ibadah, jihad fi sabilillah adalah ibadah, dan semua amalan yang mendukung pelaksanaan ibadah adalah ibadah. Jadi makan dan minum kita, bila diniatkkan agar bisa lebih kuat lagi dalam ketaatan dan ibadah kepada Halaman 23

Buku Panduan Mentoring Untuk Pemula

Mentoring Pembinaan UI

Allah, memilih yang halal dan menjauhi yang haram, maka makan dan minum kita merupakan satu ibadahh. Mengkaji ilmu oleh seorang mahasiswa adalah ibadah, bila ia berniat untuk mendarma baktikannya untuk Islam dan kaum muslimin. Bekerja juga ibadah, bila diniatkan berhidmah untuk Islam dan kaum muslimin serta mewujudkan kemandirian serta menjauhkan diri dari hal-hal yang haram maupun syubhat. Menikah dan segenap konsekuensi yang mengiringinya juga termasuk ibadah, bila diniatkan menjaga diri dari perzinahan dan mewujudkan rumah tangga muslim teladan serta menumbuhkan generasi-generasi baru yang shalih. Dan olah raga juga termasuk ibadah, biladiniatkan untuk menguatkan badan agar mampu memikul beban dakwah dan jihad fi sabilillah. Begitulah, kehidupan seorang muslim seluruhnya adalah ibadah. Ibadah sangat berhubungan dengan keimanan seseorang, bila ibadah seseorang tinggi maka keimanannya pun akan tinggi pula, tetapi bila keimana seseorang sedang rendah maka hal itu pun akan berdampak pada rendahnya pelaksanaan ibadahnya. Ibadah merupakan amal shalih, sedangkan amal shalih merupakan implementasi dari iman. MAROJI Syaikh Mushthafa Masyhur, Fiqh Dakwah jilid 2 DR. A. Rahman R. MA., dan Drs. Zainuddin, MA.,Fiqh Ibadah

Hukum Puasa (Shaum) Fardhu


Tujuan : Setelah mendapatkan materi ini maka peserta akan mampu: 1. Mengetahui hukum puasa 2. Mengetahui fadhilah puasa untuk kehidupan dunia dan akhirat. 3. Mengetahui hikmah puasa menurut kesehatan dokter. 4. Melaksanakan puasa fardhu (Ramadhan) dengan baik. Sarana : Ceramah, diskusi. Sifat : Pemula Penjelasan : Materi ini menguraikan tentang wajibnya puasa di bulan Ramadhan. Puasa Ramadhan merupakan terminal pembersihan jiwa selama rentang satu tahun. Puasa, tidak hanya meningglkan makan dan minum, tapi dengan menghindari semua organ tubuh dari kemaksiatan. Sekaligus mengoptimalkan fungsi anggota tubuh itu dalam kerangka taat kepada Allah SWT. Puasa dapat membina keikhlasan dalam beribadah, menumbuhkan rasa empati terhadap kaum papa/miskin, dan membina diri agar mampu mengendalikan hawa nafsu. Puasa Halaman 24

Buku Panduan Mentoring Untuk Pemula

Mentoring Pembinaan UI

merupakan salah satu sarana tarbiyah untuk tazkiyatun nafs (penyucian jiwa) yang sangat efektif. Karena puasa sudah disyariatkan dalam agama sebelum diutusnya Rasulullah saw. Urgensi puasa lebih terasa lagi, ketika menghadapi berbagai problematika zaman yang selalu mengganggu syahwat perut dan kemaluan. Allah SWT menetapkan puasa karena banyak hikmah di dalamnya. Antara lain, tumbuhnya rasa kedekatan jiwa dengan Allah SWT sehingga menciptakan suasana tenang dan tentram dalam menghadapi berbagai problema.

Pokok-pokok Materi
1. Dalil-dalil Al-Quran dan Sunnah tentang puasa. Al-Quran surat Al-Baqarah: 183-187 Hadits Barangsiapa berpuasa Ramadhan karena iman kepada Allah SWT, maka akan diampuni dosa-dosa yang telah lalu 2. Urgensi, fadhilah dan hikmah puasa fardhu. 3. Pendapat para fuqaha tentang orang yang meninggalkan puasa. 4. kesempurnaan puasa secara ruhiyah.

Teknologi Pembelajaran
Berikan prolog bahwa puasa merupakan salah satu syariat yang ditetapkan sebelum Rasulullah. Ini disebabkan karena nilai dan fadhilah puasa yang demikian besar. Setelah itu sampaikan tentang dalil Al-Quran dan sunnah puasa. Jelaskan juga sekilas masalah fiqh shaum, dikaitkan dengan permasalahan yang ada pada masyarakat. Yang paling penting disampaikan bahwa puasa tidak sekedar menahan lapar dan haus saja, tetapi juga dengan menahan segala anggota tubuh dari melakukan kemaksiatan.

JENIS-JENIS PUASA WAJIB


1. Puasa Ramadhan 2. Puasa Qadha 3. Puasa Kafarat 4. Puasa Nazar

Shaum Sunnah
Tujuan: Setelah mendapatkan materi ini peserta dapat:

Halaman 25

Buku Panduan Mentoring Untuk Pemula sunnah.

Mentoring Pembinaan UI

1. Mengetahui waktu-waktu disunnahkannya berpuasa atau jenis-jenis puasa 2. Melaksanakan puasa sunnah minimal satu hari satu bulan. Sarana: Ceramah, diskusi.

Titik Tekan Materi


Materi ini menghantarkan seseorang untuk dapat melaksanakan dengan istiqomah shaum yang difardhukan dan menjalankan shaum yang disunnahkan minimal satu kali dalam satu bulan, dengan ibadah ini maka akan terbentuk sifat shahihul ibadah pada diri seseorang. Materi ini menguraikan tentang keutamaan puasa sunnah sebagai motivasi melakukan puasa sunnah minimal satu kali sebulan. Puasa sunnah menjadi sarana yang efektif untuk tetap memelihara kualitas kondisi ruhaniyah yang sudah terbina selama satu bulan penuh di bulan Ramadhan.

Teknologi Pembelajaran
Berikan prolog bahwa suasana ruhiyah yang telah dibina selama satu bulan Ramadhan harus dipertahankan selama sebelas bulan berikutnya. Karena puasa sebagai sarana tarbiyah ruhiyah yang efektif, maka sedapat mungkin puasa juga dilakukan pada waktu selain bulan Ramadhan. Jelaskan ada banyak alternatif puasa sunnah yang diberikan Rasulullah saw. Ceritakan pula sikap Rasulullah, para sahabat dan para tabiin yang sangat memelihara kebiasaan puasa sunnah. Setelah itu berikan penugasan untuk melakukan puasa sunnahminimal satu kali sebulan. Hasilnya bisa dievaluasi lewat forum aktivitas bulanan.

Jenis-jenis Puasa Sunnah


1. Puasa 3 hari/ bulan (Ayyamul Baidh 13, 14, 15 Hijriah) 2. Hari Arafah 9 Zulhijah 3. Puasa Rajab 4. Puasa Syaban 5. Puasa Senin-Kamis

Jenis-jenis Puasa yang Diharamkan


1. Puasa dalam hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha 2. Hari Tasyrik 11, 12, 13 Zulhijah

Halaman 26

Buku Panduan Mentoring Untuk Pemula

Mentoring Pembinaan UI

Puasa Makruh :
1. Puasa pada hari Jumat dan Sabtu 2. Tamu berpuasa tanpa izin dari tuan rumahnya

Hikmah Puasa Bagi Kesehatan Jasmani dan Rohani


1. Terhadap Kesehatan Jasmani a. b. c. a. b. c. a. b. c. d. e. Mengistirahatkan organ-organ pencernaan Membersihkan tubuh dari racun, kotoran dan ampas Meningkatkan kekebalan tubuh dll Puasa dapat menghilangkan sifat hewaniyah Menciptakan dan meningkatkan daya nalar Egois menjadi ikhlas Lambung (organ pencernaan) Kesehatan jantung Mengurangi tekanan jiwa (stress) Mengurangi emosi yang berlebihan Menghilangkan berbagai kebiasaan buruk

2. terhadap Rohani

3. Puasa menyembuhkan berbagai penyakit:

HIKMAH PUASA
1. Membersihkan jiwa. 2. Memelihara kesehtan jasmani dan rohani 3. Mendidik sabar dan berkemauan keras 4. Meredam nafsu seksual 5. Mensyukuri nikmat Allah SWT 6. Memelihara diri dari penyelewengan (hal-hal yang haram) 7. Meningkatkan taqwa 8. Membebaskan diri dari kebiasaan (rutinitas) 9. Mendidik untuk selalu mawas diri 10. Menumbuhkan kesetiakawanan sosial Maraji: Imam An Nawawi, Kitab Riyadhus Sholihin Yusuf Qaradhowi, Fiqhus Shaum Halaman 27

Buku Panduan Mentoring Untuk Pemula Said Hawwa, Mensucikan Jiwa Sayyid Sabiq, Fiqhu Sunnah Rahman, Hikmah Puasa Tinjauan Ilmu Kesehatan

Mentoring Pembinaan UI

Kenalilah Dirimu
Tujuan : 1. Mengetahui hakekat dan kedudukan manusia. 2. Mengetahui sifat manusia, Diawali dengan permainan kemudian diikuti dengan ceramah 120 menit Pemula

Metode : Waktu : Sifat materi : Pembahasan :

Islam sebagai satu-satunya pilihan bagi manusia, dan harus diterapkan secara menyeluruh apabila kita (manusia) menginginkan keselamatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat. Harapan dan fitrah manusia tidak lepas dari itu semua. Inilah hakekat perjalanan hidup manusia, antara harapan dan berbagai ujian yang menantang. Inilah dinamika kehidupan yang dikehendaki Allah atas manusia. Maka kan ditemukan suatu hikmah yang besar dari penciptaan manusia. Ia sebagai khalifah di muka bumi memerankan fungsi penting mewujudkan bumi yang berhak dengan petumjuk Allah, rahmat yang melimpahkan dan kasih sayang-Nya. Kemuliaan ini tidaklah didapat jika manusia memilih selain jalan Islam. Hakekat dan asal kejadian manusia. @ Manusia terdiri dari unsur tanah dan langit, kemudian ditiupkan ruh. @ Manusia tercipta dari setetes nutfah yang kemudian berkembang menjadi segumpal darah,segumpal daging dan terus mengalami proses penyempurnaan (QS 86 : 6-7). Apabila kita melihat dari proses kejadian ini, maka tidaklah patut bagi manusia untuk memiliki sikap sombong. Kedudukan manusia. @ Sebagai hamba Allah yang diberikan beban untuk beribadah kepada Allah semata, ibadah yang mencakup ibadah ritual dan seluruh aspek kehidupan manusia (QS 51 :56). @ Sebagai khalifah di bumi yang berfungsi untuk mengayomi bumi, memakmurkan bumi, dan menggalipotensi yang ada di dalamnya untuk kesejahteraan manusia. Untuk dapat melaksanakan fungsi tersebut dengan sebaik-baiknya, maka manusia perlu untuk mencari ilmu. Sifat manusia. a. Hanif (QS 30 : 30) fitrah manusia adalah cenderung pada Allah. b. Bebas (QS 91 : 7-10) manusia bebas untuk memilih yang baik dan buruk dengan konsekwensi harus bertanggung jawab atas segala pilihannya tersebut. c. Berakal, salah satu kelebihan manusia jika dibandingkan dengan makhluk ciptaan Allah yang lainnya adalah bahwa manusia memiliki akal. d. Bodoh (QS 33 : 72) e. Lemah (QS 4 : 28) f. Keluh kesah dan kikir (QS 70 :19) apabila diberi nikmat atau azab tetap saja berkeluh kesah. g. Putus asa terutama apabila diberi kesusahan (QS 17 : 83). h. Makhluk yang paling banyak membantah (QS 18 : 54).

Halaman 28

Buku Panduan Mentoring Untuk Pemula

Mentoring Pembinaan UI

i. Enggan bersyukur dari nikmat yang Allah berikan (QS 41 : 51). j. Sombong (QS 17 : 83) k. Merasa cukup dengan apa yang dimiliki atau diketahui, padahal sesungguhnya masih sangat jauh dari apa yang Allah miliki (QS 96 : 6-7). Catatan : Pada pembahasan mengenai sifat manusia, sengaja disampaikan lebih banyak tentang kekurangan manusia. Hal ini dimaksudkan agar dapat memotifasi peserta mentoring untuk mau selalu memperbaiki kekurangan diri. Namun dalam penyampainnya tetap perlu diseimbangkan agar peserta mentoring tidak hanya merasa kurang saja, tetapi ada potensi baik pada dirinya yang juga perlu disadarkan terlebih dahulu. Maroji : 1. Al-quranul Kariem 2. Silabus mentoring SMU 28

Motivasi Berprestasi
Tujuan dorongan : 1. Memahami pentingnya motivasi dalam melakukan sesuatu sebagai untuk mencapai prestasi 2. Mengenali motivasi yang paling domonan di dalam dirinya. 3. Memahami hakekat yang sebenarnya dari prestasi dan kesuksesan dengan landasan keikhlasan. 4. Memahami cara atau tips untuk mengembangkan motivasi berprestasi. Metode : Pengisian kuisioner, ceramah dan diskusi. Waktu : 100-120 menit Sifat Materi : Pemula Penjelasan: Bahwasanya segala amal perbuatan tergantung pada niat, dan bahwasanya bagi tiap-tiap orang apa yang ia niatkan.(HR Bukhari Muslim). Niat bagi seorang muslim adalah hal pertama yang menentukan kualitas aktivitasnya. Aktivitas yang dilakukan karena Allah (Lillah) akan mendorong pelakunya untuk melakukan aktivitas tersebut sesuai dengan kehendak Allah (Billah) dan akhirnya ia akan mengarahkan aktivitasnya semata-mata untuk menuai ridho Allah (Ilallah). Niat menurut kamus besar Bahasa Indonesia adalah kehendak di dalam hati untuk melakukan sesuatu. Menurut seorang ulama Sayid Sabiq, niat adalah kemauan untuk melakukan sesuatu demi mengharapkan ridho Allah SWT dan mematuhi peraturan-Nya. Adapaun motivasi merupakan dorongan kuat dalam melakukan suatu perbuatan nyata untuk mencapai sasaran yang besar yang mencakup sasaran dunia dan akhirat di mana kedua dimensi tersebut diarahkan untuk mencapai mardhotillah. Dalam perspektif psikologi, niat hampir mirip dengan motivasi. Motivasi adalah kondisi psikologis yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Kondisi psikologis yang berisi alasan-alasan seseorang melakukan ini, akan menentukan cara yang akan dilakukan untuk memnuhi alasan tersebut. Cara ini dapt berupa kualitas (aktivitas yang dipilih untuk mencapai tujuan, endurance/katahanan untuk terus berusaha mencapai tujuan, dan lain-lain) serta kuantitas (frekuensi dari aktivitas yang dilakukan). Motivasi juga mengungkapkan tujuan akhir yang ingin dicapai seseorang dari aktivitasnya.

Halaman 29

Buku Panduan Mentoring Untuk Pemula

Mentoring Pembinaan UI

Mengingat pentingnya motivasi dalam menentukan kualitas aktivitas-aktivitas kita, maka kita pun perlu mengenali motivasi yang paling dominan dalam diri kita. (mengisi kuisioner yang terlampir). Kuisioner tadi mencoba memperlihatkan kebutuhan-kebutuhan yang paling dominan, yang dianggap paling penting, yang menjadi sebab orang melakukan sesuatu. Kebutuhan-kebutuhan ini merupakan suatu hal yang dirasakan dan harus dipenuhi seseorang sehingga kebutuhan tersebutlah yang memotivasi dirinya dalam melakukan sesuatu. Dengan kata lain motivasi ini, merupakan sebuah keinginan untuk mengeluarkan usaha demi terpenuhinya kebutuhan yang dirasakan semakin besar intensitas kebutuhan tersebut dalam diri seseorang, semakin besar motivasi yang timbul dan semakin besar pula usaha yang dikeluarkan. Kuisioner ini mengukur kebutuhan yang paling dominan dalam diri seseorang. Apakah need for achievement, need for power, atau need far affiliation? Need for achievement adalah kebutuhan untuk terus berprestasi (mencapai sebuah standar yang dianggap sebuah prestasi). Orang dengan yang tinggi selalu terdorong untuk melakukan yang terbaik atau melakukan suatu hal dengan lebih baik dan lebih efesien dibandingkan dengan apa yang pernah dilakukan. Orang dengan tipe ini juga selalu berusaha memecahkan masalah yang ada dan menghadapi rintangan yang ada. Bagi mereka gagal atau prestasi yang didapatkan adalah tanggung jawab pribadi dan tergantung atas berdasarkan usaha pribadi, bukan tergantung oleh situasi atau keberadaan orang lain. Sehingga ketika gagal mereka tidak akan menyalahkan orang lain, terlebih takdir. Karenanya bagi mereka kesuksesan bukanlah suatu kebetulan, melainkan hasil dari usaha yang direncanakan. Sehingga ketika kesuksesan telah tercapai hal tersebut menimbulkan kepuasan secara pribadi. Bahkan walaupun tidak ada orang lain yang memberikan reward. Sedangkan orang yang memiliki need for power yang tinggi cenderung menikmati posisi penaggung jawab dan situasi-situasi yang menguatkan status sebagai pemimpin. Mereka juga memiliki keinginan untuk mempengaruhi orang lain atau mempunyai pengaruh bagi orang lain. Tipe terakhir yaitu orang dengan need far affiliation. Mereka yang tinggi kebutuhannya akan afiliasi ini akan terus berusaha mencari hubungan pertemanan yang langgeng. Mereka lebih menyukai bekerjasama ketimbang bersaing dalam mencapai sesuatu. Mereka juga terus berusaha menciptakan suasana yang harmonis, menghinari konflik melalui saling memahami dalam berinteraksi, dalam intensitas berlebih, orang dengan tipe ini akan cenderung bergantng kepada orang lain dalam melakukan aktivitasnya. Dari macam-macam kebutuhan tersebut, tentu memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Namun yang jelas intensitas yang sangat berlebihan pada suatu kelebihan akan mengakibatkan ketimpangan. Di sisi lain ketika semua kebutuhan tersebut masih dalam kerangka Islami (Lillah, Billah, dan Ilallah), tentu akan mendatangkan manfaat, baik untuk diri maupun orang lain. Islam mengajarkan kepada setiap hamba Allah untuk berikhtiar, berusaha sekuat dan seoptimal mungkin. Mengutip ceramah Abdullah Gymnasiar di mana kita diibaratkan dalam sebuah lomba balap sepeda. Ketika pistol diletuskan, tampaknya orang yang akan menjadi juara adalah orang yang dalam detik yang sama bisa mengayuh sepedanya lebih kuat dan lebih cepat daripada yang dilakukan oleh orang lain, sehingga ia akan melesat mendahului pembalap yang lain karena energi yang dipergunakan dan ketepatan gerakannya lebih baik daripada detik yang sama yang dilakukan oleh orang lain. Untuk dapat memiliki prestasi yang unggul maka setiap kita harus mempunyai kunci keunggulan, yaitu waktu. Artinya keunggulan atau prestasi itu sangat dekat dengan orang yang paling efektif dalam memanfaatkan waktunya. Islam adalah agama yang paling dominan dalam mengingatkan kita kepada waktu. Allah sendiri berkali-kali bersumpah dalam Al-Quran berkaitan dengan waktu seperti seperti dalam awalan ayat atau surah Demi Waktu.. Demi Waktu Dhuha, Demi waktu malam dan lain-lain . Qs. 94 :7-8) menyerukan kepada kita manakala kita telah menuntaskan suatu urusan, segeralah bersiap untuk mengerjakan urusan lain. Selain terbiasa disiplin waktu, prestasi dapat diraih jika kita selalu membuat target sasaran yang jelas. Sebagai contoh, agar dapat mencapai kereta yang berangkat pukul 07.30 maka kita akan membuat

Halaman 30

Buku Panduan Mentoring Untuk Pemula

Mentoring Pembinaan UI

perhitungan yang cermat dengan mengukur jarak, mengantisipasi situasi yang biasa dan mungkin terjadi. Terlebih dalam hidup maka setiap kita dituntut untuk memiliki target yang jelas yang berasal dari visi kita, sehingga kita dapat menyiapkan perbekalan untuk pencapaian tujuan tersebut. Islam juga menuntut kita untuk berkualitas dalam mengerjakan segala hal, dari hal-hal yang kecil sampai yang besar. Dan bekerjalah kamu, niscaya Allah, Rasul-Nya dan orang-orang beriman akan menilai pekerjaan kamu. (Qs. At Taubah :105) Sesungguhnya Allah tidak merubah nasib suatu kamum hinga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. (QS Ar Raad:11 ) Allah telah menitipkan satu potensi yang luar biasa pada manusia, yaitu potensi bersaing. Merupakan suatu sunnatullah bahwa yang unggullah yang akan menang. Manusia telah dibekali oleh Alah berbagai potensi untuk bersaing sekaligus potensi untuk menjadi yang terbaik, Bersaing pada hakekatnya adalah berjuang dan berikhtiar secara maksimal mengungguli pihak lain yang mungik memiliki hasrat lebih tinggi, potensi lebih mantap, strategi lebih jitu, dan berbagai kelebihan lain. Perlu diketahui bahwa kunci persaingan adalah sikap mental posotif disertai semangat berjuang. Kita harus belajar ikut bersyukur malihat kesukseasan dan prestasi orang lain seraya membuat hati kita terbakar untuk lebih maju lagi. Dengan demikian kucni berikutnya adalah tawadhu yang akan membawa ketenangan. Perlu diingat bahwa Allah sangat berkuasa terhadap siapakah di antara hamba Nya yang akan dijadikan pemenang dan mencapai sukses yang hakiki dan siapa yang mencapai prestasi semu dan fana sebagaimana dalam QS Ali Imran : 26. Tawakal dan persangkaan yang baik terhadap Allah akan membawa ketentraman jiwa sehingga kita tidak mudah iri dengki terhadap kesuksesan orang lain. Dalam suatu hadits dikatakan bahwa barangsiapa yang menjadikan dunia ini (pusat) cita-citanya, niscaya Allah akan menceraiberaikan urusannya dan menjadikan kepapaan menghantui dirinya serta tidak akan datang kepadanya keduniaan, kecuali sekedar apa yang telah ditetapkan, akan tetapi, barangsiapa yang menjadikan akhirat itu niatnya, niscaya Allah menghimpunkan segala urusan serta menciptakan kepuasan dalam hatinya sementara dunia datang untuk tunduk kepadanya. Kesuksesan yang kita raih pada hakekatnya adalah ujian utuk kita. Ukuran kesuksesan tidaklah mutlak. Seseorang yang berhasil menempuh jenjang pendidikan tinggi, bahkan lulusan luar negeri tidaklah salah menganggap dirinya sukses. Mungkin juga orang yang gagal dalam pendidikan formal merasa puas dengan prestasinya karena berhasil menjadi wirausaha. Begitupun seorang ayah yang tersenyum puas dan bangga dengan keberhasilan anak-anaknya, seorang kiyai yang mensyukuri kesuksesannya dalam mendidik ribuan santri, seorang pemimpin organisasi yang dapat membawa organisasinya pada peran yang memberi kontribusi besar bagi anggota dan pada lingkungan sekitarnya. Pendek kata, adalah hak setiap orang untuk menentukan dari sudut mana ia melihat kesuksesan hidup dan bagaimana caranya mengukir prestasi hisup. Sukses tidak hanya dilihat dari sisi lahir, namun yang lebih penting adalah sukses batin, dimana memalui usaha dan kerja keras kita diperoleh kepuasan batin. Begitu pula dalam berupaya mencapai prestasi dan kesuksesan, selain kita melakukan ikhtiar yang zhahir baik dengan membekali diri kita dengan berbagai pengetahuan, keterampilan, dan keahlian kita juga harus merekayasa diri kita agar layak mendapat pertolongan Allah dan mendapat kemenangan. Hal ini agar menghindari diri kita dari tindakan yang menghalalkan segala cara untuk mencapai kesuksesan serta menghindarkan diri kita dari penyimpangan niat akan kesuksesan yang kita raih. Ibnu Abbas r.a berkata bahwa Rasulullah saw bersabda: Barangsiapa menjadikan Allah murka mendapatkan keridhaan manusia, Allah akan merua kepadanya dan Dia akan menjadikan manusia yang ia harapkan kerelaanya menjadi benci kepadanya. Dan barangsiapa menjadikan Allah ridha sedangkan hal itu menjadikan manusia benci kepadanya, Allah akan ridha kepadanya dan Dia menjadikan manusia yang benci kepadanya tersebut ridha kepadanya. Allah akan menghiasinya dan menghias perkataannya dan perbuatannya di mata manusia.(HR. Thabrani). Oleh karena itu

Halaman 31

Buku Panduan Mentoring Untuk Pemula

Mentoring Pembinaan UI

dalam diri seorang muslim harus terbangun sebuah pondasi kesuksesan yaitu keyakinan bahwa tidak akan ada kesuksesan yang sesungguhnya kecuali karena pertolongan Allah (QS 22:78). Selain itu kesuksesan akan dicapai sesuai dengan sunnatullah atau hukum sebab akibat. Contohnya jika ingin IP baik maka belajar dengan baik dan benar. Untuk mencapai niat yang ikhlas terdapat tida hal yang haru dipahami, pertama bahwa niat terletak diawal, kedua bahwa niat mengandung tujuan, dan ketiga tujuan itu beraga di akhir. Oleh karena itu digunakan prinsip starting with the end dan bukan starting with the beginning. Kita dituntut untuk berpikir dari akhir. Tujuan paling akhir yang harus kita siapkan adalah akan bagaimana kesudahan kita, hal ini tergantung dari bgaimahnakah akhir hidup kita, hal ini tergantung pada aktifitas terakhir kita, aktifitas in akan tergantung niat apakah yang mengawali aktifitas kita, apakah mencari keridhoan Allah atau mencari keridhoan ciptaan Allah. Oleh karena itu dalam setiap aktifitas kita buatlah berujung pada keridhoan Allah, dari aktifitas kuliah, belajar, makan, berteman, berorganisasi, dll. Hakekat hidup prestatif adalah seperti yang disebutkan dalam QS Al-Bayyinah:7 Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholih, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk. Begitu pula dalam hadits dikatakan bahwa sebaik-baik manusia adalah yang dapat memberikan manfaat bagi orang lain atau lingkungan sekitarnya. Menjadi muslim berprestasi adalah layaknya seperti yang dikatakan QS Ali Imran:110 bahwa Kamu adalah umat terbaik yang pernah dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang maruf dan mencegah yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Label umat terbaik Allah berikan pada muslim yang mampu membawa manfaat dan keselamat bagi diri dan lingkungannya. Ayat ini hendaklah yang menjadi sumber motivasi kita untuk menjadi umat terbaik dan pemimpin di bumiNya yang telah Allah amanahkan pada manusia. Apa yang lebih mendominasi diri anda ? sangat setuju sangat tidak setuju 1 2 3 4 5

1. Saya selalu berusaha melakukan sesuatu dengan lebih baik dari yang pernah saya kerjakan.
2. Saya menyukai kompetisi dan kejuaraan 3. Saya sering melakukan perbincangan dengan orang-orang di sekitar saya tentang hal-hal yang tidak berhubungan dengan tugas atau pekerjaan. 4. Saya menyukai tantangan yang sulit. 5. Saya senang menjadi seorang penanggung jawab. 6. Saya ingin disukai/diterima oleh orang lain.

7. Saya selalu ingin mengetahui bagaimana suatu tugas dapat diselesaikan dengan baik. 8. Saya akan melawan (confront) orang yang melakukan sesuatu yang tidak saya setujui. 9. Saya cenderung membangun hubungan yang dekat dengan partner kerja. 10. Saya skua untuk menyusun tujuan-tujuan yang realistis, kemudian berusaha untuk mencapainya. 11. Saya suka mempengaruhi orang lain untuk melakukan sesuatu sesuai dengan cara yang saya inginkan. 12. saya senang menjadi bagian atau memiliki sebuah kelompok/organisasi. 13. Saya menyukai sebuah kepuasan yang saya dapatkan dalam menyelesaikan sebuah tugas yang sulit. 14. Saya sering berkeinginan untuk mengatur atau mengendalikan hal-hal yang ada di dekat saya. 15. Saya lebih menyukai bekerja bersama orang lain ketimbang bekerja sendirian

Halaman 32

Buku Panduan Mentoring Untuk Pemula

Mentoring Pembinaan UI

Adaptasi dengan Dunia Kampus


Tujuan : 1. Memberikan informasi tentang kondisi sosial kampus secara umum 2. Memberikan bekalan kepada peserta, agar memiliki imunitas dan survive di kampus 3. Memberi pemahaman kepada peserta akan identitas keislamannya 4. Menumbuhkan kecintaan kepada kampus, dan terbiasa berinteraksi dan dekat dengan orang-orang berakhlaq baik

Metode : Ceramah dan diskusi (tanya jawab) Waktu : 90 menit (1 pertemuan) Sifat materi : Pemula Penjelasan :

Kondisi sosial kampus yang berbeda dengan SMU dari segi:


1. 2. 3. 4. Pemikiran /ideologi yang beragam Pergaulan yang sangat bebas Dinamika kampus. Contoh : kampus sebagai miniatur negara Pola belajar mengajar yang berbeda dan sistem akademiknya

Islam memperhatikan fungsi sosial manusia :


1. Secara fitrah, manusia adalah makhluk sosial (Qs. 4:1). Oleh karena itu manusia perlu mengenal tempat ia berada, agar mampu beradaptasi. 2. Manusia membutuhkan teman yang baik ( Qs. 9:119). 3. Manusia perlu mengenal teman-temannya dan bersilaturahim (Qs.49:13). 4. Secara fitrah, manusia bersaudara karena Allah ( Qs. 49:10). Kenalilah orang-orang di sekitar kita, karena bersama mereka kita menghabiskan waktu. 5. Manusia membutuhkan lingkungan yang kondusif (Qs. 17:80). Maksudnya adalah memohon kepada Allah agar setiap melakukan aktifitas/ibadah dengan niat yang ikhlas jauh dari penyakit yang merusak pahala (riya, dsb)

Bagaimana Bisa Survive


1. Selalu menjaga keikhlasan niat dalam beraktifitas 2. Selalu bersyukur atas segala karunia Allah SWT. Syukur tersusun atas ilmu, hal (kondisi spiritual), dan amal perbuatan. Bersyukur dengan amal perbuatas mencakup hati, lisan dan anggota badan 3. Komitmen (istiqomah), sebagaimana perintah Rasulullah SAW (Hadits Arbain no 21) Istiqomah mencakup pengertian : - Lurus (konsisten), yaitu tetap berpegang teguh pada prinsip Islam, bahkan ketika sekitar kita menyimpang. - Teguh hati dan terus bergerak (persisten), yaitu tidak mudah terbawa dan terpengaruh dengan keburukan yang ada di sekitar, dan terus beraktifitas. - Memiliki daya tahan (resisten), yaitu memilik kekuatan menolak terhadap berbagai hal yang tidak sesuai dengan nilai Islam. 4. Optimis. Islam mengajarkan ummatnya agar selalu optimis menjalani kehidupan, tidak mudah putus asa dan selalu berusaha. Kesuksesan yang sejati hanya dapat diraih dengan tetap berislam. Catatan Mentor memberikan contoh-contoh konkrit dan ilustrasi. - Untuk point Bagaimana Bisa Survive, mentor dapat menambahkan sifat-sifat lain. Karena materi ini fleksibel. Maroji :

Halaman 33

Buku Panduan Mentoring Untuk Pemula

Mentoring Pembinaan UI

1. Al-Quran dan terjemahnya 2. Hadits Arbain Annawawiyah 3. Materi Program Bimbingan Mempelajari Islam, Lembaga Dawah Islamic Center Iqro

Belajar Efektif
Tujuan Metode Waktu Sifat Materi Penjelasan : : : : : 1. Memahami tentang belajar efektif 2.Memberikan pengetahuan tentang strategi belajar efektif 3.Membantu kesulitan-kesulitan dalam belajar. Tips tertulis Pemula

Dalam Qs. 29:43, bahwasanya Allah SWT menjelaskan tentang perumpamaanperumpamaan yang hanya dapat dipahami oleh orang-orang yang berfikir. Oleh karena itu, begitu besar keutamaan orang-orang yang berilmu. Menjadi orang-orang yang berilmu tentunya tidak akan lepas dari ikhtiar berupa belajar. Kemajuan pesat di bidang informasi dan tekhnologi menuntut manusia untuk beradaptasi lebih cepat dari sebelumnya jika ia tidak ingin tertinggal. Berbagai strategi percepatan belajar terus menerus dikembangkan, misalnya strategi membaca cepat., memncatat lebih cepat ataupun mengingat informasi lebih baik. Belajar efektif adalah suatu cara belajar dengan memahami dan menghafal materi dalam waktu yang singkat. Jadi orang yang mampu belajar efektif akan mendapat pemahaman dan mengingatnya dalam waktu singkat dan optimal. Beberapa kesulitan yang dihadapi selama belajar, diantaranya adalah : 1. Tidak mampu kosentrasi dalam belajar. 2. Menumpuknya materi karena tidak mampu membagi waktu. 3. Cara membaca yang lemah dan tidak tahu point-point penting yang harus diutamakan. 4. Tidak tersedia buku catatan yang lengkap. 5. Rasa benci terhadap materi dan komunikasi yang buruk dengan guru / dosen. 6. Terpengaruh dengan persepsi teman yang mengalami kegagalan dan menjadikan putus asa. 7. Pergaulan yang buruk dengan teman yang tidak bisa mengatur waktu dan yang lemah iman. 8. Kondisi kesehatan yang lemah. 9. Perasaan yang tidak tenang karena adanya problematika. 10. Rasa takut terhadap ujian. Oleh karena itu, sebelum memulai belajar secara efektif perlu dilakukan persiapanpersiapan diantaranya adalah : 1. Hadir dalam jam pelajaran dan mentoring tepat waktu. 2. Memilih tempat yang sesuai menurut anada untuk belajar, tidak harus di meja belajar, bisa juga di Masjid / tempat lainnya yang tenang dan mempunyai pencahayaan yang cukup. 3. Menata dan menyiapkan buku catatan yang lengkap. 4. Memeperhatikan kondisi kesehatan. 5. Memperhatikan kondisi kejiwaan dan berupaya untuk melepaskan pikiran-pikiran yang mengganggu kosentrasi. 6. Belajar pada saat kondisi yang sedang bugar. 7. Kondisi duduk hars tegak.

Halaman 34

Buku Panduan Mentoring Untuk Pemula


8. Bertahap dalam belajar (tidak sistem kebut semalam)

Mentoring Pembinaan UI

Bagaimana anda membaca dan menghafal dengan cepat? Sebenarnya cara membaca tiap-tiap materi berbeda-beda. Namun harus ada yang harus diperhatikan antara lain: 1. Untuk materi yang baru pertama kali, maka kita harus tahu maksud pokok pikiran subtansi materi yang membantu untuk memahami keterkaitan bagian yang ada. 2. Membaca ringkasan materi terlebih dahulu. 3. Di setiap akhir pekan mengulang bacaan materi untuk memperkuat ingatan. 4. Melakukan evaluasi selum ujian untuk menguji ingatan. Ada tiga tahap yang harus ditempuh dalam proses belajar efektif, yaitu : 1. Pemahaman. 2. Hafalan. 3. Pemantapan pengetahuan. Berikut ini adalah dasar-dasar poko untuk mancapai tiga tahap tersebut di atas : 1. Membaca materi secara global. Hal ini untuk menghindari lupa akan keterkaitan bagian-bagian tiap bab dari awal sampai akhir. Untuk melakukan halitu perlu langkah-langkah sebagai berikut : @ Memahami dan menghafal semua garis besar dari materi tersebut dan merincinya dengan baik @ Memahami keterkaitan masing-masing bab. @ Membaca ringkasan materi. 2. Menghafal. Bagaimana cara menghafal yang baik? Ikuti langkah-langkah berikut ini. a. Mengidentifikasi dan menggarisbawahi point-point penting. b. Memahami rumus-rumus, kaidah, teori dengan baik lalu menghafalnya. c. Memastikan tingkat pemahaman terhadap materi hingga anda dapat menjawab pertanyaan yang biasa muncul. d. Pada materi yang memerlukan belajar lebih lama dan terperinci, maka materi perlu dibagi dalam beberapa unit yang saling terkait, hingga tiaptiap unit mempunyai makna yang jelas dan saling terkait. e. Jangan menjadi penakut sehingga hilang kepercayaan terhadap daya ingat anda. f. Melakukan ricek terhadap hafalan anda.

Ujilah cara belajar anda


Bagian pertama : 1. Apakah anda mempunyai tempat khusus untuk belajar? (Y/N) 2. Apakah anda membaca pelajaran sekaligus kemudian mengulanginya secara rinci? (Y/N) 3. Sebelum membaca semua pelajaran, apakah anda memperhatikan point-point penting? (Y/N) 4. Ketika dihadapkan pada kata yang sulit, apakah anda berusaha untuk mengetahuinya lewat kamus atau bertanya pada orang lain? (Y/N) 5. Apakah catatan materi anda teratur dan lengkap? (Y/N) 6. Ketika mengingat tugas yang harus dikerjakan, apakah anda langsung mengerjakannya? (Y/N) 7. Apakah anda melakukan evaluasi dari waktu ke waktu untuk mengetahui sejauh mana kemajuan / kemunduran anda? (Y/N)

Halaman 35

Buku Panduan Mentoring Untuk Pemula

Mentoring Pembinaan UI

8. Apakah anda menggunakan pengetahuan yang dimiliki untuk memahami materi yang lain? (Y/N) 9. Apakah anda terbiasa mempelajari materi dari waktu ke waktu? (Y/N) 10. Apakah setiap hari anda mengatur jadwal dengan baik? (Y/N) Bagian kedua : 1. Apakah di tempat anda belajar ada sesuatu yang menyibukkan anda dari belajar? (Y/N) 2. Apakah anda sering bergadang setiap kali mendekati ujian? (Y/N) Hitunglah jawaban Ya dari pertanyaan bagian pertama lalu dikurangi dengan jawaban Ya pada pertanyaan bagian kedua. Jika hasilnya kurang dari 8 maka anda harus memperbaiki cara belajar anda. Jangan lupa berdoa kepada Allah swt. Karena Dia-lah kunci penentu pintukeberhasilan anda dan berserah dirilah kepada Nya tentang segala upaya yang telah anda lakukan. Maraji : - Kiat Sukses Dalam Belajar, Ali Abdul Halim, Studia Press Makalah Belajar bagimana caranya belajar, Tjut Rifameutia.

Manajemen Waktu
Tujuan Metode Sifat materi Penjelasan : : : : 1. Menyadari arti pentingnya waktu 2. Mengetahui karakteristik waktu 3.Memahami cara-cara menyiasati waktu sefektif mungkin Ceramah dan diskusi Pemula

Dalam surat Al-Ashr :1-3, Allah SWT telah memperingatkan kita akan pentingnya sebuah waktu. Juga dalam surat Al-Fajr, Ad-Dhuha, dan lain-lain. Menurut pendapat ahli tafsir apabila Allah bersumpah dengan sesuatu dari ciptaan-Nya, maka itu untuk menjadikan pandangan manusia tertuju kepadanya. Dan mengingatkan mereka akan manfaatnya yang besar dan pengaruhnya yang abadi. Waktu adalah harta termahal yang dimiliki manusia karena ia tidak bisa kembali dan tidak bisa dicari penggantinya. Seorang muslim yang menyia-nyiakan waktu seharusnya merasa menyesal karena berarti telah menyia-ntiakan kehidupannya sendiri. Seorang sahabat Rasulullah SAW, yang bernama Ibnu Masud pernah berkata, Aku tidak pernah menyesali sesuatu. Penyesalanku ada pada hari yang telah berlalu, karena umurku akan berkurang sementara amalku tidak bertambah. Para generasi sahabat selalu menganggap bahwa mereka telah berbuat ingkar terhadap Allah jika waktu berlalu tanpa memberi manfaat, baik bagi diri mereka sendiri maupun ntuk orang lain. Lalu bagaimana dengan kita? Perhatian kita terhadap waktu sering kali kita abaikan. Kita begitu asyik terbuai dengan berbagai aktivtas yang menyebabkan waktu hilang sedangkan nilainya di sisi Allah tidak ada. Waktu sering kita habiskan di depan komputer untuk main game, menggunjingkan rang lain, mendengarkan musik atau lagulagu barat, dan yang paling sering adalah menonton televisi. Inilah penyakit yang tidak hanya melanda di kota tapi juga di pedesaan. Rasulullah SAW dalam haditsnya telah banyak memberikan pesan yang amat penting yang berkaitan dengan waktu. Salah satunya adalah sunnah nabi yang menetapkan nilai waktu dan menetapkan tanggung jawab manusia terhadapnya di hadapan Allah pada hari kiamat hingga dua diantara empat pertanyaan yang terpenting yang akan ditanyakan dihari perhitungan nanti adalah mengenai waktu.

Halaman 36

Buku Panduan Mentoring Untuk Pemula

Mentoring Pembinaan UI

Dari muaadz bin Jabal, bersabda Rasulullah SAW, tidak akan tergelincir (binasa) kedua kaki seoang hamba di hari kiamat, hingga ditanyakan kepadanya empat perkara. Usianya untuk apa ia habiskan, masa mudanya bagaimana ia pergunakan, hartanya dari mana ia dapatkan, dan pada siapa ia keluarkan, serta ilmunya dan apa-apa yang ia perbuat dengannya. (HR Bazzar dan Thabrani). Peringatan Allah dan Rasul-Nya seharusnya menggugah kita untuk memanfaatkan dan mengatur waktu dengan sebaik-baiknya. Namun seringkali banyak di antara kita mencoba membuat pemaafan-pemaafan sendiri dengan berkata tidak mampu. Mari kita intropeksi diri, apakah benar kita tidak mampu atau godaan syetan yang begitu kuatnya sehingga kita merasa enggan? Hendaknya kita takut akan muka Allah pada seorang hamba yang menyia-nyiakan waktunya. Menyiasati waktu Seorang ulama besar Dr. Yusuf Qaradhawi dalam bukunya Waktu dalam kehidupan muslim memberikan kiat-kiat bagi kita agar mampu menyiasati waktu, dan mengisinya dengan hal-hal yang dapat mendatangkan balasan pahala dari Allah SWT. 1. Menjaga manfaat waktu Kewajiban muslim yang utama terhadap waktu adalah menjaganya sebagaimana ia menjaga hartanya, bahkan harus lebih dari itu. Kemudian ia harus mengambil manfaat dari waktunya untuk kepentingan diri dan dunianya, serta untuk kebahgiaan dan kebaikan ummatnya. Agar manfaat waktu menjadi optimal, seorang mukmin harus pandaipandai mengatur waktu. Ia harus tahu kapan suatu pekerjaan harus didahulukan, penting, dan kurang penting. Membagi-bagi pekerjaannya dalam beberapa tahap agar tidak tumpang tindih. Dengan pengaturan waktu yang yang efektif, Insya Allah seorang muslim mampu melaksanakan seluruh pekerjaan dengan baik. Dalam melakukan ibadahnya seorang muslim harus mengetahui waktuwaktu istimewa yang telah ditetapkan Allah SWT kepada hamba-hambanya. Mendekatkan diri kepada-Nya di akhir malam, berdoa di waktu-waktu mustajab, membaca al-Quran di waktu fajar dan setelah sholat merupakan waktu-waktu istimewa yang sama-sama kita ketahui. Sekarang tinggal bagaimana kita memanfaatkannya. 2. Tidak menyia-nyiakan waktu Sungguh, orang yang telah menyia-nyiakan waktunya lebih patut mendapatkan peringatan dibanding dengan orang yang menyia-nyiakan hartanya. Menyia-nyiakan waktu adalah lambang kebodohan. Muslim yang benar tidak akan membiarkan waktunya hilang percuma. Mengapa? Sebab ia tahu bahwa di setiap waktu ada aktivitas yang harus dikerjakan. Menyia-nyiakan waktu berarti mempersulit diri dengan menumpuk pekerjaan. Orang-orang yang terbiasa menggunakan waktunya untuk perbuatan yang sia-sia (laghwi), jelas akan tertinggal jauh. Waktu luang yang diisi dengan perbuatan laghwi cenderung membawa seseorang kepada kemaksiatan. 3. Berlomba-lomba dalam kebaikan. Orang mukmin yang mengerti akan manfaat waktu, merupakan keharusan baginya untuk selalu mengerjakan kebaikan, dan tak layak baginya untuk menunda kewajiban hari ini ke hari yang lain dengan alasan malas atau berat hati. Ada sebuah pepatah, Takkan kutunda pekerjaan hari ini hingga esok karena malas. Sesungguhnya hari esok bagi orang-orang yang malas. Al-quran sendiri menganjurkan manusia agar berlomba-lomba dalam kebaikan. maka berlomba-

Halaman 37

Buku Panduan Mentoring Untuk Pemula

Mentoring Pembinaan UI

lombalah kamu dalam kebaikan. Di mana saja kamu berada Allah pasti akan mengumpulkan sekalian(Qs. 2;146) 4. Belajar dari perjalanan hari demi hari. Berlainannya masa dan berputarnya siang dan malam mengandung banyak pelajaran bagi orang beriman. Peristiwa dari kejadian yang berlalu memiliki hikmah yang dapat menyadarkan kita akan kekurangan dan kelemahan kita akan keagungan dan kebesaran Allah Taala (Qs. 3:2 / 4:44) 5. Mengatur waktu Seorang mukmin harus mampu mengatur dan membagi waktunya antara kewajiban dari pekerjaan serta dunia dan akhiratnya. Sehingga tidak tumpang tindih antara yang penting dengan yang tidak penting, antara yang penting dengan yang lebih penting, dan antara yang telah tentu waktunya dengan yang belum ditentukan. Pekerjaan yang harus didahulukan dan pekerjaan yang terbatas waktunya harus dikerjakan tepat waktu. Diriwayatkan oleh Rasulullah dari lembaran Nabi Ibrahim, Orang yang berakal dan dapat mengendalikannya seharusnya memiliki 4 waktu : 1. Waktu untuk bermunajat pada Rabbnya, 2. Waktu untuk Intopeksi, 3. Waktu untuk memikirkan ciptaan Alllah, 4. Waktu untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan jasmani dari makan dan minum. Biasanya orang dengan etos kerja yang tinggi, dialah yang bertanggung jawab terhadap pembagian waktu. Walaupun demikian, hendaklah ada waktu yang luang meski sedikit, karena hati atau jiwa juga merasakan lelah dan bosan seperti halnya tubuh. Khalifah Ali bin Abi Thalib pernah berkata, Berilah hatimu waktu sekedar untuk beristirahat, karena hati itu kalau dipaksa akan menjadi buta. 6. Bagi tiap waktu ada aktivitasnya. Seorang mukmin harus menyadari bahwa waktu menuntuk aktivitas hati, jiwa, dan perbuatan untuk memenuhi kebutuhan jiwa dan raganya. Khalifah Abu bakar ra pernah berkata, Ketahuilah, bagi Allah pebuatan di siang hari, ia tidak akan menerimanya di malam hari. Dan bagi-Nya perbuatan di malam hari , Ia tidak akan menerimanya di siang hari. Maka yang terpenting bukanlah seseorang itu dapat berbuat apapun dan pada saat kapanpun, tetapi ia dapat mengerjakan segala sesuatu pada waktu yang telah ditetapkan. Oleh karena itu kewajiban manusia kepada Allah harus dilaksanakan tepat pada waktunya, tidak boleh didahulukan atau diakhirkan. Tips-tips untuk pengaturan waktu : 1. Pembuatan jadual harian atau pekanan. 2. Pemberian prioritas pada kegiatan-kegiatan yang dimiliki. (Penting, Kurang Penting, Penting dan Sangat Penting) serta (Pasti , Tidak pasti) Penutup : Hendaklah kita mampu bersikap seperti seorang pedagang yang selalu memeriksa kembali pembukuan yang ada. Apakah kerugian atau keuntungan yang didapat selama ini. Lalu strategi apa yang hendak kitalaksanakan untuk mencapai kemenangan di masa depan. Semoga Allah memberi kemudahan bagi kita untuk berbuat kebajikan serta kekuatan untuk meninggalkan kemaksiatan. Amiin.

Halaman 38

Buku Panduan Mentoring Untuk Pemula

Mentoring Pembinaan UI

Konsep Diri
Tujuan : 1. Memahami definisi dan hakikat konsep diri 2. Memahami pentingnya mengembangkan konsep diri yang positif dalam menjalani kehidupan. Khususnya dalam memasuki kehidupan baru di kampus. 3. Mampu mengenali dan mengembangkan konsep diri sebagai muslim. 4.Memahami cara mempertahankan dan mengembangkan konsep diri yang positif, sekaligus mengetahui penghalang dalam mencapai konsep diri yang positif. : Ceramah interaktif (dua arah) dan mengisi kuisioner : 120 menit : Pemula

Metode Waktu Sifat materi Penjelasan :

Konsep diri adalah cara seseorang menilai dirinya sendiri. Penilaian ini terkait dengan persepsi seseorang terhadap dirinya, baik dengan perasaan, nilai maupun keyakinan yang dianut. Konsep diri ada yang berupa penilaian seseoarang tentang kondisi dirinya saat ini (subjective self) maupun kondisi diri ideal yang ingin dimilikinya (ideal self) Konsep diri merupakan sumber dari kesadaran dan tingkah laku manusia. Dengan konsep diri yang dimilikinya, manusia menilai orang laindan lingkungan yang ada di sekitarnya. Misalnya, ketika seseorang menganggap seseorang pintar atau bodoh, maka secara tidak langsung ia mengatakan bahwa orang tersebut lebih pintar atau lebih bodoh darinya. Konsep diri juga merupakan penyaring (filter) bagi manusia dalam menjalani kehidupan. Dengan konsep diri yang dimilikinya, manusia menilai apakah pengalamannya tentang suatu hal merupakan hal yang baik untuk dipertahankan, atau sebaliknya. Pun dengan dunia kampus yang merupakan lingkungan baru bagi seorang maba (mahasiswa baru), konsep diri yang dimilikinya akan menjadi penyaring dalam memilih kegiatan atau organisasi yang ditawarkan. Juga dalam menyerap berbagai ilmu yang akan dipelajarinya di bangku kuliah. Mengingat besarnya peranan konsep diri, maka seorang muslim haruslah memilki konsep diri yangpositif, yang sesuai dengan hakikat penciptaan manusia oleh Sang Pencipta. Bagi seorang muslim, konsep diri yang positif merupakan karuniaAllah yang luar biasa besarnya, karena memilikinya berarti memiliki pondasi yang kuat dalam sebuah bangunan kehidupan. Dan bagi seorang muslim, konsep diri yang dibangun haruslah berorientasi pada akhirat yang abadi. Nah, bagaimanakah konsep diri yang kita miliki saat ini? Silahkan mengisi kuisioner di bawah ini. Skor 0-10 berarti, konsep diri yang negatif dan banyak yang harus diubah. Skor 10-30, konsep diri rata-rata, artinya beberapa hal positif telah dimiliki dan dipertahankan, tapi masih ada beberapa hal yang harus dirubah agar lebih positif lagi. Skor 30-40, konsep diri yang positif dan harus dipertahankan. (Lihat Kuisioner) Faktor-faktor yang mempengaruhi konsep diri: 1. Significant Others (SO), yaitu orang-orang yang terasa penting dan dekat dengan kita, seperti orang tua, kakak-adik, anggota keluarga lain, sahabat dekat,teman, dan lain-lain. Interaksi dengan mereka akan membuat diri kita bergantung pada bagaimana mereka memperlakukan dan memberi nilai atau menjuluki kita. Jika kita sering diberi model atau cintoh yang baik, dapat membentuk konsep diri kita yang baik pula. Renungkan hadits : Kelak pada hari kiamat kamu akan dipanggil menurut nama mu dan nama bapakmu maka baguskanlah namamu. (HR Abu Dawud). 2. Kelompok rujukan, dimana merujuk hadits Rasulullah yang mengatakan jika kita bergaul dengan penjaja minyak wangi maka setidak-tidaknya kita akan terkena

Halaman 39

Buku Panduan Mentoring Untuk Pemula

Mentoring Pembinaan UI

bau harum minyak wangi, dan jika kita sering bergaul degan pandai besi, maka setidaknya kita akan mungkin terpercik api dari tungku tempat penempaan besi. 3. Sistem nilai yang menjadi faktor penting dalam pembentukan konsep diri. Jika di kepala dan hati seseorang sudah tertanam sistem nilai aqidah Islamiyah maka onsep dirinya akan tidak jauh dari apa yang diyakininya. Apakah yang menjadi ciri-ciri dari orang-orang yang memiliki konsep diri yang positif? Memiliki nilai-nilai dari prinsip tertentu serta bersedia mempertahankannya, tetapi dia juga cukup tangguh untuk mengubah prinsip itu bila pengalaman dan bukti-bukti baru menunjukkan kesalahannya. Menghargai diri sendiri, dan senang serta menerima siapa diri kita. Ikhlas dan ridho dengan takdir Allah atas kita. Memusatkan lebih banyak pada apa yang bisa kita lakukan, dan bukan pada hal yang tidak bisa kita lakukan. Mampu membedakan antara diri kita dengan tingkah laku kita. Mudah memaafkan diri. Jika kita melakukan kesalahan, kita tetap merasa oke, dan sadar bahwa ada hal yang salah yang telah kita lakukan atau ada hal yang tidak berjalan sesuai rencana. Mampu menjadi orang nomor satu dengan penuh percaya diri tanpa kesombongan dan takabur. Mampu menjadi orang nomor dua, tiga atau bahkan tidak mempunyai peringkat sama sekali dengan lapang dada. Mampu menerima kenyataan bahwa da orang yang bisa melakukan suatu hal sementara kita tidak mampu melakukannya, bahwa orang lain lebih baik dari kita, lebih banyak memiliki fasilitas, lebih punya banyak kesempatan, dan lain-lain. Mampu menentukan tujuan dan arah hidup dan tidak mengerjakan sesuatu untuk mendapatkan pujian dan perhatian orang lain. Mampu menggali dalam diri kita hal-hal yang telah dan masih mampu kita lakukan, untuk seterusnya dipertahankan dan ditingkatkan, sehingga semakin mengembangkan konsep diri yang positif dalam diri.

Lalu bagaimana kita mengembangkan dan mempertahankan konsep diri yang positif? 1. Ubah pesan negatif yang keluar dari diri kita menjadi pesan yang positif. Kaku : Aku tidak akan pernah bisa melakukannya. Luwes : Ya.semua orang juga melakukan kesalahan, wajar donk kalau aku juga membuat kesalahan Rasional : Dunia tidak kiamat karena kesalahanku Positif : Yang ini memang aku gagal. Tapi aku bisa mengerjakan yang lainnya dengan lebih baik Mampu beradaptasi : Apa yang bisa aku pelajari dari kejadian ini Berorientasi pada penyelesaian masalah : Sekarang, apa yang paling baik yang harus aku lakukan?

Irasional : Aku seharusnya tidak boleh salah Negatif : Saya benar-benar tidak berdaya

Tertekan dengan keadaan : Aduh, aku benar-benar tidak tahan Sedih : Aku memang benarbenar bodoh

Halaman 40

Buku Panduan Mentoring Untuk Pemula

Mentoring Pembinaan UI

2. Memberikan penghargaan pada diri kita, setiap kali kita berbuat kebaikan. Kita perlu membuat catatan secara mental perbuatan baik yang kita lakukan, sekecil apapun iti. Hal tersebut membantu kita mendeteksi hal yang mampu kita lakukan untuk kemudian terus dipertahankan bahkan dikembangkan agar lebih baik lagi. 3. Bebicara pada diri sendiri (Positive self talk) 4. Bersikap asertif, bukan agresif atau permisif. 5. Mengemangkan kemampuan komunikasi efektif. Kemampuan ini antara lain : tenang, tidak terburu-buru, mendengar secara aktif, berempati dengan lawan bicara, berusaha menyelesaikan masalah dan seterusnya. 6. Mengembangkan kemampuan menyelesaikan masalah. Ketika seseorang mampu menyelesaikan masalah, maka hal itu akan membuat dirinya lebih berharga dan saat itu pula konsep diri yang negatif berkembang dalam dirinya. 7. Berteman dengan orang-orang yang memiliki konsep diri positif. Penerimaan pengakuan dan pandangan dari teman dekat akan bisa meningkatkan atau menurunkan konsep diri kita. Karenanya, selektifdalam memilih teman dekat menjadi hal yang penting. Misalnya, jika kita dihargai karena mampu melakukan sesuatu, maka hal ini akan memberikan dorongan untuk merasa positif dengan diri kita.

Sedangkan hal yang dapat menjadi penghalang dalam mencapai konsep diri positif adalah : 1. Cara berpikir negatif dan irasional. 2. Mengalami banyak kejadian negatif, apalagi tidak diimabngi dengan pandangan positif terhadap kejadian tersebut. 3. Selalu merasa tidak berdaya. 4. Selalu dalam keadaan sedih, marah, depresi. 5. Mundur dari lingkungan sosial dan menyalahkan orang lain. Konsep diri seorang muslim merujuk kepada apa yang telah digariskan Allah SWT dalam Al-Quran dan dicontohkan RasulNya. Teramat banyak ayat Al-Quran dan hadits yang menjelaskan konsep diri muslim. Dalam Qs. Al Hasyr :18 : Hai orang-orang yang beriman bertaqwalah kamu kepada Allah, dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang ia persiapkan untuk hari esok Qs. At Tiin : 4-6 : sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam sebaik-baik bentuk. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat serendah-rendahnya. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih, maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya. Dan Qs. Ar Rad : 11 : Sesungguhnya Allah tidak merubah suatu kaum hingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Untuk mengenal diri sendiri tiap orang dapat menempuh berbagai cara baik secara sadar atau tidak sadar. Seiring dengan perjalanan waktu, pembelajaran seseorang dalam aktivitas kesehariannya akan membawa pada pengenalan. Pengenalan terhadap diri dan lingkungan, dan yang terutama kepada Allah. Para ulama

Halaman 41

Buku Panduan Mentoring Untuk Pemula

Mentoring Pembinaan UI

terdahulu (salaf) mengatakan siapa yang mengenal dirinya dengan baik maka dia akan mengenal Tuhannya dengan baik. Dengan mengenal diri secara baik, kita akan mempunyai peluang untuk mengembangkan kekuatan kebaikan atau sisi positif diri kita (quwwatul khair) dan melumpuhkan kekuatan jahat atau sisi negatif (quwwatus syar) diri kita. Dalam Al-Quran allah mengatakan bahwa Allah menciptakan segala sesuatunya sesuai ukuran dan takarannya. Perbedaan potensi antar manusia bukanlah untuk disombongkan melainkan agar manusia saling melengkapi dan saling tolong-menolong. Diri kita senantiasa berada pada empat kuadran, yaitu di mana ada hal-hal yang kita sangat ketahui tentang diri kita, tetapi orang lain tidak tahu. Kedua adalah hal yang orang lain tahu tapi kita tidak tahu. Ketiga adalah hal yang diri kita tahu dan orang lainpun tahu. Terakhir hal-hal tentang diri kita yang tidak diketahui oleh diri kita maupun oleh orang lain, melainkan hanya Allah sajalah Yang Maha Mengetahui. Konsep diri muslim berangkat dari visi ideologis seseorang terhadap aqidah yang diyakininya. Kekuatan seseorang merupakan efek dari kuatnya identitas diri dan visi ideologi yang dipegangnya. Begitu pula kelemahan yang terjadi merupakan efek dari hilangnya identitas dan visi ideologi seorang muslim terhadap ajaran agamanya. Denagn kata lain pengenalan terhadap diri dan pengenalan terhadap hakikat penciptaan diri akan membawa pada kuat lemahnya identitas dan peran seseorang dalam masyarakat. Terlebih pada zaman ini di mana perubahan menjadi cirinya, maka seseorang dituntut pula untuk mampu bersikap terhadap perubahan, apakah dengan mengikutinya ataukah dengan tetap berpegang teguh pada prinsip bahkan untuk melawan arus perubahan. Dengan demikian hendaklah seorang muslim yakin dengan prinsipnya, menganggap ringan cemoohan yang diterimanya, serta menjaga dirinya dan mengharapkan ridha dan pahala Allah SWT Yang Maha Mulia lagi Maha Tinggi. Suatu saat Khuzaifah ra berkata bahwa Rasulullah saw bersabda : Janganlah kalian menjadi orang yang tidak berpendirian (yang ikut-ikutan) dan selalu berkata,Jika manusia mengatakan baik, kamipun ikut mengatakan baik, dan jika mereka sesat maka kamipun tersesat. Akan tetapi ambil keputusanmu sendiri. Jika manusia mengatakan baik, hendaklah kalian mengatakan baik pula dan jika berbuat jelek, jangan kalian ikut tersesat. Atau dalam riwayat lain Turmudzi bahwa Rasulullah SAW bersabda, Jika mereka berbuat kejelekan, jauhi kejelekan mereka. Dalam hal ini kita tidak dituntut untuk tidak hanya baiksecara pribadi tetapi juga baik secara sosial, dalam arti kita juga mencoba memperbaiki lingkungan sekitar. Dan hal itu hanya akan bisa dilakukan oleh orang yang memiliki konsep diri yang kuat. Mengutip apa yang dikatakan Anis Matta bahwa seorang muslim harus bisa hidup dalam semua situasi, dan karenanya dia harus mampu beradaptasi terhadap berbagai hal, harus bisa mencoba berbagai medan. Misalnya kita menilai diri kta mampu dalam mengkonsep dan aktivitas berpikir lain, namun ternyata kita tidak optimal. Kita ditempatkan pada bidang pekerjaan yang lebih banyak aktivitas berpikirnya, tetapi kemudian dipindah ke model pekerjaan fisik dan ternyata tidak produktif. Oleh karena itu kita harus mengujicobakan bakat kita dan menggali serta mengembangkan potensi diri yang lain. Saat ini banyak sekali wadah pengembangan diri berikut wadah untuk mengaplikasikan kemampuan diri seseorang. Sejak kecil kita disekolahkan orang tua untuk memiliki berbagai pengetahuan dan keterampilan sampai akhirnya di tingkat kuliah dimana dituntut keahlian kita pada satu bidang tertentu, dan pada akhirnya kita akan terjun ke masyarakat untuk memberikontribusi yang optimal sesuai kemampuan diri kita. Bagaimanakah membentuk konsep diri yang positif? 1. Perkuat pemahaman tentang sistem nilai yang kita yakini kebenarannya (baca: Islam). Seperti dalam Al-Quran yang berbunyi, Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa(Qs. 49 : 13). Dengan memahami sistem nilai Islam secara kafah kita akan paham orientasi hidup kita adalah untuk ibadah. (Qs. 51 : 56) 2. Ciptakan lingkungan keluarga yang sakinah, yang harmonis, komunikatif, dan menegakkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan.

Halaman 42

Buku Panduan Mentoring Untuk Pemula

Mentoring Pembinaan UI

3. Melibatkan diri dengan lingkungan pergaulan yang menjadikan norma-norma positif sebagai pegangan. 4. Ikut serta dalam aktivitas yang dinamis, kreatif dan positif di tengah lingkungan kita dengan niat karena Allah. Dengan beraktivitas akan tumbuh makna hidup karena kita mempersepsikan diri sebagai orang yang bermanfaat, sehingga kita pun akan produktif, dan tidak stress atau menarik diri dari lingkungan. Sesuai hadits Seseorang yang kurang amalan-amalannya maka Allah akan menimpakan dengan kesedihan dan kegelisahan.(HR Ahmad). Sebagai catatan, konsep diri adalah hal yang dapat diubah dan ditingkatkan kualitasnya. Kita pun dapat mempertahankan konsep diri yang positif selama hidup kita, sehingga tidak seharusnya kita merawat lebih lama konsep diri negatif dalam tubuh kita. Dan, sebagai seorang muslim, konsepdiri yang positif yang telah dimiliki adalah sebuah nikmat yang harus disyukuri, karena Allah akan menambah nikmat Nya bagi orang-orang yang bersyukur. Wallahualam bish shawab

Halaman 43