Anda di halaman 1dari 3

Pendahuluan Trauma facial wajah adalah sequelae umum trauma termal, dan keterlibatan okular relatif umum, terjadi

antara 7,5% dan 27% pasien luka bakar. hilangnya mata primer terutama dari cedera termal langka. hal ini disebabkan mekanisme perlindungan seperti berkedip refleks, fenomena bel, dan gerakan pelindung kepala dan tangan untuk menghindari sumber luka bakar. cedera permukaan awal kornea atau mata bisa sangat sepele dibandingkan dengan cedera berkelanjutan ke kelopak mata. ada kontroversi mengenai peranan profilaksis eksisi okular, pelumasan dan debridemen dari eschar, jahitan sementara dan tarsorrhaphy bedah, waktu operasi untuk kontraksi kelopak mata, dan peran cangkokan dari full dan split-thickness kulit dalam rekonstruksi kelopak mata. kami meninjau literatur saat ini tentang pengelolaan luka bakar kelopak mata, dan khususnya peran dokter mata dan ahli bedah oculoplastic dalam perawatan pasien tersebut. pengelolaan permukaan mata atau cacat kornea, cedera kimia, dan komplikasi okular sekunder yang berada di luar cakupan artikel ini. Epidemiologi Penulis mengelola perawatan pasien bedah di Burns center daerah di rumah sakit ratu victoria, grinstead timur, uk. Sejauh ini yang paling umum adalah panas membakar, melepuh terbakar dari air panas dan tempat yang paling umum untuk mempertahankan ini di rumah. anak-anak, orang tua, dan orang cacat yang paling rentan untuk cedera terbakar karena gangguan mobilitas mereka dan fungsi mental belum dewasa atau terganggu. kejang-kejang dan ketidaksadaran sekunder untuk peristiwa jantung atau vasculer juga merupakan penyebab utama dari luka bakar termal. Flame injuri di uk terjadi baik di lingkungan domestik dan di pekerjaan. luka api paling sering terjadi pada pria usia kerja, tetapi orang tua dan mereka dengan masalah kesehatan mental juga terpengaruh. pada kelompok terakhir ini mungkin ditimbulkan diri sendiri. cedera api lebih cenderung menyebabkan gejala sisa lebih dalam dan resultan ocular sequele. flash flame injuri terjadi pada orang yang bekerja dengan arus listrik yang memproduksi api, secara intens dengan jangka pendek. pada pasien didapatkan unit luka bakar, ocular injuri seperti konjungtival burn (3-14%), kornea burn (5%), kornea perforasi (1-2%), dan katarak (2%) ditemukan kurang banyak dari eyelid burn (50-58%) dan eyelid kontaktur (30-65%). Dalam 1 seri dari 143 pasien luka bakar dengan ocular injuri, 2 left blind, 2 kerusakan vision dan 3 underwent enukleasi. Patofisiologi trauma panas Trauma bakar hasil dari rilisnya mediator inflamasi multiple yang menghasilkan vasodilatasi,nyeri dan edema. Eksudat dari luka yang luas 24 jam pertama walaupun akan berlanjutkan beberapa harinya. Edema mungkin akan berubah semakin hari.

Kedalaman dari luka bakar digradekan berdasarkan dari terpaparnya panas, durasi terpapar, dan thickness dari epidermis dan dermis. Kulit periocular sangat tipis tanpa jaringan lemak subkutan, menghasilkan luka bakar yang lebih dalam daripada kulit lain yang juga terpapar. Penelitian dari Moritz dan Henrique, lamanya terpapar temperatur berhubungan dengan kedalaman dari injury yang terlihat dimana jika terpapar temperatur meningkat, maka waktu terbentuknya luka bakar menurun. Pada temperatur 44 derajat, trauma bakar tidak akan trjadi. Jika terexpose dalam beberapa waktu, tetapi exposure lebih dari 1 sekon pada 6o derajat (140F) akan menyebabkan epidermal sloughing (partial-thickness burn). Temperatur lebih dari 7o derajat (158F) akan menyebabkan denaturasi protein dermal yang memproduksi fullthick burn. Bentuk dari trauma bakar bermacam-macam dan didasarkan atas lamanya dan temperatur yang mengenai area kulit itu. Luka bakar juga dinamik seperti di demonstrasikan oleh model luka bakar Jackson. Pusat dr trauma selalu di bagian dari yang kena panas paling tinggi, ini disebut zone dari koagulasi. Yang terdiri dari sel-sel mati dan sel-sel yang akan mati yang merupakan hasil dari nekrosis koagulasi yang tanpa aliran darh. Terlihat putih dan keras dan insensate (full-thickness burn) Sekeliling zone stasis ini dikarakteristik oleh inflamasi pronounced. Disini mikrovaskularisasinya engorged dengan heat-injured erythrocytes (dermal burn). Area yang berpotensial masih baik bisa berubah menjadi full thickness injury oleh bakteri, iskemik, atau pengeringan luka. Daerah terluar dari hiperemi adalah bagian yang keterlibatan selnya minimal dan mengalami awal pemulihan spontan. Hal ini ditandai dengan kerusakan sel-sel kecil, tetapi vasodilatasi menonjol. Peningkatan aliran darah membawa nutrisi yang dibutuhkan untuk mendukung zona stasis dan sel-sel yang diperlukan untuk melanjutkan proses inflamasi dalam zona stasis dan koagulasi. Demikian, luka bakar yang pada awalnya muncul di kulit / ketebalan parsial dapat berlanjut menjadi full thickness injury jika langkah-langkah yang tepat dan tepat waktu tidak diambil. Jaringan nekrotik akibat luka bakar dikenal sebagai eschar dan merupakan substrat yang baik untuk mikroorganisme. Jika tidak ditangani menjadi koloni, terkontaminasi, dan akhirnya terinfeksi.

Klasifikasi dari termal eyelid burns a. Epidermal burn ini sesuai dengan zona hiperemi dalam model jackson's. terpapar sinar matahari parah adalah derajat luka bakar yang pertama yang paling umu. menurut definisi, ini hanya akan mempengaruhi epidermis, dan terik tidak umum. rasa sakit terjadi karena prostaglandin vasodilator lokal, dan penyembuhan biasanya selesai dalam seminggu. keratinosit regenerations dalam adenexae kulit menjadi rusak, dan bekas luka tidak terjadi. b. Partial thickness burns

parsial-thickness burn melibatkan dermis dan epidermis. ini sesuai dengan zona stasis dalam model jackson's. Dermal burn injury adalah kontinum, tetapi secara umum dibagi menjadi cedera dermal dangkal dan dalam. c. cedera pada epidermis dan dermis papiler dangkal mengakibatkan dindingnya tipis, berisi cairan lepuh dengan dasar merah basah. paparan saraf dangkal membuat luka sangat sakit. Kedalaman burn ini sembuh dalam waktu 2 minggu oleh regenerasi epidermis ...... d.