Anda di halaman 1dari 8

13 BAB III AKUNTANSI KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH

A.

PENANGGUNGJAWAB PELAPORAN KEUANGAN Penanggungjawab pelaporan keuangan berada di pimpinan entitas yang dibedakan menjadi 2 (dua) yaitu : 1. Entitas pelaporan, adalah unit pemerintahan daerah yang terdiri dari satu atau lebih entitas akuntansi yang menurut ketentuan peraturan perundangundangan wajib menyampaikan laporan keuangan. Entitas pelaporan adalah pemerintah daerah atau satuan organisasi di lingkungan pemerintah daerah atau organisasi lainnya jika menurut peraturan perundang-undangan satuan organisasi dimaksud wajib menyajikan laporan keuangan, dalam hal ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang diwakilkan kepada Satuan Kerja Pengelola Keuangan Daerah ( SKPKD ) Pemerintah Provinsi Jawa Timur, yang dilakukan oleh Biro Keuangan. 2. Entitas akuntansi, adalah unit pemerintahan pengguna anggaran/pengguna barang yang wajib menyelenggarakan akuntansi dan menyusun laporan, keuangan untuk digabungkan pada entitas pelaporan, dalam hal ini adalah Satuan Kerja Perangkat Daerah ( SKPD ) yang berada di lingkup Pemerintah Provinsi Jawa Timur (selanjutnya disebut SKPD), termasuk didalamnya BiroBiro dilingkungan Setda Prov. Jatim.

B.

PENYELENGGARAAN AKUNTANSI Setiap SKPD melalui Pejabat Pengelola Keuangan (PPK) / Pembantu PPK diwajibkan untuk menyelenggarakan akuntansi dan menyusun laporan keuangan atas transaksi yang menjadi tanggung jawab masing-masing SKPD. SKPD menyelenggarakan akuntansi atas transaksi-transaksi pendapatan, belanja, asset, kewajiban dan ekuitas dana. Kegiatan akuntansi pada SKPD meliputi pencatatan atas pendapatan, belanja asset dan selain kas. Proses tersebut dilaksanakan oleh PPK SKPD berdasarkan dokumen-dokumen sumber yang diserahkan oleh bendahara. PPK SKPD melakukan pencatatan transaksi pendapatan pada jurnal khusus pendapatan, transaksi belanja pada jurnal khusus belanja serta transaksi aset dan selain kas pada jurnal umum. Selanjutnya untuk SKPKD memiliki kegiatan : 1. Menyelenggarakan akuntansi dan menyusun laporan keuangan atas transaksi yang menjadi tanggung jawab SKPKD juga mempunyai tugas untuk mengelola keuangan daerah.

14 2. 3. 4. Menyelenggarakan kegiatan akuntansi atas transaksi pendapatan, belanja, pembiayaan, asset, kewajiban, ekuitas dana, konsolidasi dan selain kas. Sebagai penanggungjawab penyusunan pelaporan keuangan yang dihasilkan oleh entitas pelaporan. Bertanggungjawab untuk melakukan pembinaan penyelenggaraan akuntansi di SKPD.

C.

JENIS LAPORAN KEUANGAN Laporan keuangan yang dihasilkan ditentukan oleh jenis entitas serta periode pelaporan, yang terdiri dari : 1. Neraca Laporan yang menggambarkan posisi keuangan mengenai asset, kewajiban dan ekuitas dana pada tanggal tertentu. 2. Laporan Realisasi APBD Laporan yang menyajikan ikhtisar sumber, alokasi dan pemakaian sumber daya ekonomi yang dikelola serta menggambarkan perbandingan antara realisasi dan anggarannya dalam satu periode. 3. Laporan Arus Kas Laporan yang menyajikan informasi mengenai sumber, penggunaan, dan perubahan kas selama satu periode akuntansi serta saldo kas pada tanggal pelaporan. Disusun menggunakan metode langsung. 4. Catatan Atas Laporan Keuangan Penjelasan naratif, analisis atau daftar terinci atas nilai suatu pos yang disajikan dalam laporan realisasi anggaran, neraca dan laporan arus kas. 5. Laporan Semester I dan Prognosis 6 bulan berikutnya Laporan semester I menggambarkan progress report serta pemantauan atas realisasi APBD dan pencapaian kinerja yang dilakukan pada semester I dan prediksi realisasi APBD 6 bulan berikutnya yang berupa data kuantitatif dan kualitatif. Sistematika laporan terdiri dari: a. b. c. d. Penjelasan Perkembangan Realisasi Pendapatan Dan Hibah Semester I dan Prognosis Semester II. Penjelasan Perkembangan Realisasi Belanja Semester I dan Prognosis Semester II. Penjelasan Perkembangan Realisasi Surplus/Defisit dan Pembiayaan Semester I dan Prognosis Semester II. Lampiran.

D.

PERIODE PELAPORAN KEUANGAN Periode pelaporan keuangan dibedakan menjadi :

15 1. Laporan Bulanan Laporan Realisasi Pendapatan wajib disampaikan oleh SKPD yang mempunyai pendapatan kepada SKPKD paling lambat tanggal 10 bulan berikutnya setelah bulan anggaran berkenaan berakhir. 2. Laporan Triwulanan SKPD wajib menyampaikan a. b. Laporan Realisasi APBD Neraca Saldo

kepada SKPKD paling lambat tanggal 10 bulan berikutnya setelah triwulan anggaran berkenaan berakhir. 3. Laporan Semesteran SKPD wajib menyampaikan Laporan Realisasi APBD dan Prognosis 6 Bulan berikutnya kepada SKPKD maksimal 7 hari kerja setelah semester pertama tahun anggaran berkenaan berakhir. SKPKD diwajibkan untuk menyusun Laporan Realisasi APBD Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Prognosis 6 Bulan berikutnya atas dasar Laporan Realisasi APBD dan Prognosis 6 Bulan berikutnya dari masing-masing SKPD. Untuk SKPKD batas maksimal penyelesaian Laporan Realisasi APBD dan Prognosis 6 Bulan berikutnya adalah 10 hari kerja setelah semester pertama tahun anggaran berkenaan berakhir. 4. Laporan Tahunan SKPD diwajibkan menyerahkan laporan keuangan berupa : a. b. c. Neraca Laporan Realisasi APBD Catatan atas Laporan Keuangan

kepada SKPKD paling lambat minggu pertama bulan Pebruari setelah tahun anggaran berkenaan berakhir. Apabila batas akhir tanggal penyampaian laporan keuangan dari SKPD kepada SKPKD jatuh pada hari libur, maka penyampaian laporan keuangan tersebut dilakukan satu hari sebelum batas waktu penyampaian laporan keuangan. SKPKD diwajibkan untuk menyusun laporan keuangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur berupa : a. b. c. d. Neraca Laporan Realisasi APBD Laporan Arus Kas Catatan atas Laporan Keuangan

16 atas dasar laporan keuangan dari masing-masing SKPD. Batas maksimal penyusunan laporan keuangan oleh SKPKD adalah 3 (tiga) bulan setelah tahun anggaran berkenaan berakhir, sedangkan batas maksimal penyampaian laporan keuangan oleh SKPKD kepada BPK adalah 3 (tiga) bulan setelah tahun anggaran berkenaan berakhir. E. DOKUMEN SUMBER Dokumen sumber merupakan dokumen yang digunakan sebagai dasar untuk pencatatan transaksi pada jurnal akuntansi. 1. Dokumen sumber untuk penerimaan kas dari pendapatan adalah : a. b. c. 2. Surat Tanda Setoran (STS) Nota Kredit Bukti Lainnya yang Sah

Dokumen sumber untuk pengeluaran kas untuk belanja dan pembiayaan adalah : a. b. Surat Perintah Pencairan Dana Langsung (SP2D-LS) Pembebanan atas Penggunaan SP2D UP/GU/TU

3.

Dokumen sumber untuk transaksi selain kas adalah Pengesahan Bukti Memorial (PBM).

F.

PROSEDUR REKONSILIASI Rekonsiliasi adalah kegiatan untuk melakukan klarifikasi data yang dimiliki SKPKD dengan data yang dimiliki SKPD. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan akurasi dan akuntabilitas data terhadap laporan keuangan yang dihasilkan oleh SKPD maupun SKPKD. Pelaksanaan rekonsiliasi dilakukan secara triwulanan berdasarkan jadwal yang ditentukan oleh SKPKD. Data pendukung yang diperlukan dalam rekonsiliasi adalah : 1. 2. 3. 4. 5. Laporan Perhitungan Fihak Ketiga (PFK) Laporan Potongan 2 & Contra Pos (CP) Tunai Laporan Sisa GU / TU Laporan Pengesahan Bukti Memorial (PBM) Laporan Mutasi Barang dan laporan Persediaan

Hasil rekonsiliasi dituangkan dalam berita acara yang diketahui oleh Pengguna Anggaran / Kuasa Pengguna Anggaran dan PPK / Pembantu PPK SKPD dan tim rekonsiliasi dari SKPKD. Khusus untuk pengakuan asset, SKPD diwajibkan melakukan rekonsiliasi internal yang dilakukan secara periodik antara pengurus barang dengan bendahara pengeluaran atas belanja barang dan pengakuan asset yang dituangkan dalam berita acara.

17 G. PROSEDUR KOREKSI KESALAHAN Koreksi kesalahan adalah tindakan untuk melakukan pembetulan terhadap kesalahan yang terjadi atas transaksi yang telah dilakukan. Kesalahan dapat berupa kesalahan pembebanan kode rekening, kesalahan pembebanan program / kegiatan, ataupun kesalahan dalam jumlah nominal transaksi yang dilakukan. Apabila terdapat kesalahan pada dokumen transaksi maka pihak yang bertanggungjawab membuat surat / nota dinas beserta dokumen pendukung adalah Pengelola Keuangan yang diketahui Pengguna Anggaran / Kuasa Pengguna Anggaran. Pengguna Anggaran / Kuasa Pengguna Anggaran akan meneliti isi dari surat/nota dinas yang diajukan. Apabila Pengguna Anggaran / Kuasa Pengguna Anggaran mengotorisasi / menyetujui surat / nota dinas tersebut, maka PPK / Pembantu PPK - SKPD akan menyiapkan Bukti Memorial (BM) yang akan digunakan sebagai dasar pengajuan Pengesahan Bukti Memorial (PBM). BM yang telah ditandatangani oleh Pengguna Anggaran / Kuasa Pengguna Anggaran beserta surat/ nota dinas dan dokumen pendukungnya diserahkan kepada SKPKD untuk dilakukan pengujian. Dokumen asli dari BM tersebut disimpan oleh PPK / Pembantu PPK - SKPD, dan salah satu tembusannya diarsip oleh SKPKD yang dalam hal ini adalah Biro Keuangan cq Bagian Akuntansi Keuangan Daerah dengan tembusan kepada pihak terkait. Bila SKPKD mengesahkan atas BM yang diajukan oleh Pengguna Anggaran / Kuasa Pengguna Anggaran maka diterbitkan PBM. Sehingga atas dasar PBM tersebut SKPD dapat membuat jurnal koreksi sesuai dengan tanggal pengesahan. Bila SKPKD tidak mengesahkan BM tersebut, maka SKPD tidak diperkenankan untuk membuat jurnal koreksi. H. KEBIJAKAN AKUNTANSI 1. Basis akuntansi yang digunakan dalam laporan keuangan Provinsi Jawa Timur adalah basis kas untuk pengakuan pendapatan, belanja, dan pembiayaan dalam Laporan Realisasi APBD sedangkan basis akrual untuk pengakuan asset, kewajiban, dan ekuitas dana dalam Neraca. 2. Dalam pengakuan pendapatan dapat dijelaskan hal-hal sebagai berikut : a. b. Pendapatan diakui pada saat kas diterima oleh kas daerah dalam periode tahun anggaran berjalan dan dicatat berdasarkan asas bruto. Dengan menggunakan prinsip substansi mengungguli bentuk formal (substance over form), pengakuan atas transaksi penerimaan kas atas pendapatan yang belum dianggarkan dalam APBD/P-APBD, diakui sesuai dengan realita ekonomisnya meskipun kode rekening atas pendapatan tersebut belum dituangkan dalam APBD/P-APBD tahun berjalan.

18 3. Dalam pengakuan belanja dapat dijelaskan hal-hal sebagai berikut : a. Belanja yang dibayarkan melalui SP2D GJ/LS diakui sebagai penambah realisasi belanja pada saat SP2D GJ/LS tersebut telah mengurangi kas BUD. Belanja yang dibayarkan melalui bendahara pengeluaran diakui pada akhir bulan periode pelaporan SPJ, menambah realisasi belanja ketika pembebanan penggunaan SPJ telah diakui oleh fungsi perbendaharaan SKPKD. Belanja bukan tunai / selain kas dalam bentuk barang dan jasa yang diterima oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur diakui sebagai belanja, pada saat terjadinya transaksi belanja yang bersangkutan. Penerimaan/penyetoran PFK bukan merupakan transaksi anggaran, melainkan transaksi transito. Pada akhir periode akuntansi, jika terdapat kewajiban bagi pemerintah daerah untuk membayar kepada pihak ketiga diakui sebagai penambahan kewajiban (utang) dan pengurangan ekuitas dana. Persediaan diakui pada saat diterima atau hak kepemilikannya dan/atau kepenguasaannya berpindah. Pada akhir periode akuntansi, persediaan dicatat berdasarkan sesuai dengan harga terakhir pembelian/harga perolehan termasuk PPN. Persediaan bahan baku dan perlengkapan yang dimiliki proyek swakelola dan diharapkan akan menjadi asset untuk konstruksi dalam pengerjaan tidak dimasukkan sebagai persediaan, namun dikapitalisasi menjadi Asset Tetap. Persediaan meliputi barang yang digunakan dalam proses produksi dalam hal memproduksi sendiri; barang yang disimpan untuk tujuan cadangan strategis; barang yang disimpan untuk tujuan berjaga-jaga; termasuk bahan pakai habis yang sampai dengan akhir periode akuntansi masih tersedia di gudang. Asset tetap dicatat sebesar jumlah kas yang dikeluarkan dan dapat diatribusikan untuk memperoleh asset tetap atau asset lainnya sampai asset tersebut tersedia dan siap untuk digunakan; atau sebesar nilai wajar dari imbalan (consideration) untuk memperoleh asset tersebut pada saat perolehan. Asset tetap diakui ketika Pemerintah Provinsi Jawa Timur melakukan pengeluaran kas untuk memperoleh asset yang penganggarannya melalui belanja modal.

b.

c.

d. e.

4.

Dalam pengakuan persediaan dapat dijelaskan hal-hal sebagai berikut : a.

b.

c.

5.

Dalam pengakuan asset tetap dapat dijelaskan hal-hal sebagai berikut : a.

19 Ketika realisasi pengeluaran kas atas belanja modal belum mencapai termin terakhir, maka tidak diakui sebagai penambah asset tetap, melainkan sebagai konstruksi dalam pengerjaan. Pendapatan lain-lain yang diterima oleh pemerintah daerah atas potongan dagang dan rabat dari transaksi pengadaan asset diakui sebagai pengurang harga perolehan asset tetap yang bersangkutan. b. Biaya yang tidak dapat diatribusikan secara langsung pada biaya perolehan asset atau membawa asset ke kondisi siap pakai bukan merupakan suatu komponen biaya asset tetap, termasuk biaya administrasi dan biaya umum lainnya serta biaya permulaan (start-up cost) dan pra produksi kecuali biaya tersebut perlu untuk membawa asset ke kondisi siap pakai. c. Pengakuan mutasi kurang (minus) atas asset tetap diakui berdasarkan penghapusan / pengalihan pada SKPD/Bidang lain sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Biaya yang dikeluarkan setelah asset tetap diperoleh yang memperpanjang masa manfaat atau yang kemungkinan besar memberi manfaat ekonomi di masa yang akan datang dalam bentuk peningkatan kapasitas, mutu produksi dan standar kinerja harus diakui sebagai belanja modal.

d.

6.

Dalam pengakuan akuntansi lainnya dapat dijelaskan hal-hal sebagai berikut : a. Apabila terdapat pengembalian pendapatan (restitusi) maka harus dianalisis terlebih dahulu sifat pengembalian tersebut, yakni : 1) Sifatnya normal dan berulang (recurring) Koreksi dan Pengembalian atas penerimaan pendapatan yang terjadi pada periode sebelumnya maupun periode berjalan dibukukan sebagai pengurang pendapatan pada periode terjadinya pengembalian. 2) Sifatnya tidak berulang (non-recurring) a) Koreksi dan pengembalian atas penerimaan pendapatan yang terjadi pada periode penerimaan pendapatan dibukukan sebagai pengurang pendapatan pada periode yang sama. b) Koreksi dan pengembalian atas penerimaan pendapatan yang terjadi pada periode sebelumnya dibukukan sebagai pengurang ekuitas dana lancar pada periode ditemukannya koreksi dan pengembalian tersebut.

20 b. Penerimaan kas atas kelebihan belanja yang terjadi pada periode berjalan dibukukan sebagai pengurang belanja pada periode yang sama. Apabila penerimaan kas tersebut atas kelebihan belanja yang terjadi pada periode sebelumnya diakui sebagai pendapatan lain-lain SKPD dengan kode rekening pendapatan yang sesuai. c) Aset yang berupa software komputer; lisensi dan franchise; hak cipta (copyright), paten, dan hak lainnya; dan hasil kajian/penelitian yang memberikan manfaat jangka panjang diakui sebagai Aset Tidak Berwujud (intangible asset).

Anda mungkin juga menyukai