Anda di halaman 1dari 47

Modul 2Perancangan Organisasi

Kelompok 28

BAB I PENDAHULUAN

I. 1. TUJUAN PRAKTIKUM
Setelah praktikum perancangan organisasi ini berakhir, praktikan diharapkan secara konstekstual: 1. Memahami keterkaitan antar proses bisnis yang secara umum terdapat pada suatu perusahaan manufaktur. 2. Memahami pentingnya perancangan struktur organisasi dalam mendukung tujuan perusahaan dan strategi bersaing perusahaan

3. Memahami keterkaitan antara perancangan struktur organisasi dan penentuan proses


bisnis perusahaan dalam proses pembuatan job description.

4. Memahami suatu pendekatan ARC (Activity Relationship Chart) untuk membantu


penyusunan suatu struktur organisasi. Setelah praktikum perancangan organisasi ini berakhir, praktikan diharapkan akan memiliki skill:

1. Mampu menyusun tujuan dan strategi bersaing perusahaan sesuai dengan visi, misi,
value, belief yang dianut oleh perusahaan serta kodisi eksternal yang dihadapi perusahaan.

2. Mampu merancang job description untuk setiap posisi di perusahaan.


3. Mampu merancang struktur organisasi perusahaan manufaktur berdasarkan struktur perancangan organisasi secara sistematis dengan pembahasan lebih rinci pada level unit organisasi lantai produksi.

Halaman 1 dari 47.

Modul 2Perancangan Organisasi

Kelompok 28

I. 2. FLOWCHART PRAKTIKUM

Visi dan Misi Perusahaan

Skenario perusahaan

Perancangan Rencana Strategis Perusahaan: 1. Perancangan value dan belief, 2. Perancangan tugas dan strategi bersaing perusahaan

Identifikasi Proses Bisnis Perusahaan

Perancangan Struktur Organisasi Perusahaan: 1. Perancangan struktur organisasi perusahaan, 2. Uraian fungsi untuk setiap unit organisasi , 3. Job description untuk salah satu unit organ isasi.

Perancangan struktur unit organisasi lantai produksi perusahaan

Analisis keseluruhan proses pengerjaan praktikum

Halaman 2 dari 47.

Modul 2Perancangan Organisasi

Kelompok 28

BAB II PERANCANGAN ORGANISASI

II. 1. PENENTUAN VALUE & BELIEF PERUSAHAAN


PT. PTI berkomitmen untuk menjadi perusahaan manufaktur terdepan dengan menerapkan nilai-nilai sebagai berikut : 1. Komitmen Pada Kualitas Yang Tinggi Kami berkomitmen pada standar kualitas yang tinggi. Kami bertanggung jawab kepada pelanggan kami dan setiap masyarakat yang kami layani. Kami terus menerus berusaha mengidentifikasikan kebutuhan terpenting kosumen/ pelanggan serta membaktikan sumber daya kami untuk kebutuhan tersebut. 2. Menghargai Kemampuan Melayani Kami menghargai kemampuan kami dalam melayani semua orang untuk mendapatkan manfaat yang semestinya dari produk kami dan memberikan kepuasan yang tahan lama pada konsumen dan pelanggan. 3. Pengabdian Masyarakat Kami berkomitmen dalam pengabdian masyarakat dengan mengembangkan lingkungan dan meningkatkan taraf/mutu hidup masyarakat. 4. Mendukung Program-Program Pemerintah Kami berkomitmen dalam mendukung program-program pemerintah dengan menetapkan UMR diatas rata-rata dan berkomitmen dalam pembayaran pajak kepada pemerintah serta melakukan pengembangan komunitas di lingkungan sekitar. 5. Komitmen Akan Tanggung Jawab Kemampuan kami dalam menjalankan tanggung jawab memperluas segmen pasar tergantung pada pemeliharaan kedudukan keuangan dalam mengundang investasi. 6. Kerja Sama Tim Kami menyadari bahwa kerjasama tim, komunikasi yang baik, keterampilan, pengetahuan merupakan bagian yang penting dalam meningkatkan persaingan bisnis. 7. Berbasis Teknologi Kami mengedepankan teknologi untuk dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas perusahaan sehingga memperkuat kedudukan kami dalam pasar manufaktur di pasar domestik.

Halaman 3 dari 47.

Modul 2Perancangan Organisasi

Kelompok 28

8. Continuous Improvement Kami menyadari bahwa kesuksesan dalam bisnis dapat terlaksana dengan adanya perbaikan dan pengembangan secara terus-menerus baik dalam mutu, pelayanan, ketepatan waktu produksi dan pengiriman produk PT PTI. 9. Hubungan Yang Sinergi Dengan Eksternal Kami menyadari hubungan yang bersinergi dengan pemasok (supplier) maupun pelanggan sangat penting untuk keberhasilan bersama kami. 10. Informasi Aktual danTerpercaya Kami menyadari informasi yang aktual dan terpercaya sangat penting dalam menghadapi persaingan bisnis.

II. 2. PENENTUAN TUJUAN & STRATEGI PERUSAHAAN II. 2. 1. Penentuan Tujuan Perusahaan
Tujuan PT. PTI (Terukur, Realistic, Menantang, Berbatas waktu, Khusus) 1. Meningkatkan penjualan/ pendapatan rata-rata 15% pertahun. Memperoleh Costumer Satisfaction Award sebagai bentuk kepedulian PT. Memperkuat kedudukan perusahaan PT PTI dalam segmen pasar

2.
3.

PTI terhadap kebutuhan dan keinginan pelanggan/konsumen 2007. manufaktur.

4. 5.
6. 7. 8.

Memperoleh penghargaan terhadap kualitas produk yang dihasilkan: ISO

9000 tahun 2007. Berperan dalam peningkatan taraf hidup masyarakat sekitar lingkungan PT Mengaplikasikan teknologi pada setiap bagian di perusahaan. Mengaplikasikan pengukuran kinerja pegawai secara individu maupun tim. Berproduksi tepat waktu dan sesuai dengan keinginan/ kebutuhan konsumen.

PTI setiap tahun.

II. 2. 2. Penentuan Strategi Perusahaan

Faktor-faktor Strategi Eksternal Peluang


Terbukanya pasar Internasional Jumlah penduduk meningkat (konsumen meningkat) Pembangunan ekonomi di Asia

Bobot

Rating

Bobot x Rating

Komentar

0.3 0.2 0.1

4 4 3

1.2 0.8 0.3

globalisasi Pasar Daya beli

Halaman 4 dari 47.

Modul 2Perancangan Organisasi

Kelompok 28

Peningkatan dan perkembangan teknologi di dunia Bertambahnya jumlah suplier

0.1 0.15 0.03 0.02 0.05 0.04 0.01

3 2 3 2 1 1 1

0.3 0.3 0.09 0.04 0.05 0.04 0.01

Dayasaing Pasar Batasan Saingan Cost Saingan Saingan

Ancaman
Peraturan pemerintah semakin ketat Perusahaan Amerika & Eropa membanjiri pasar domestik Meningkatnya biaya produksi Meningkatnya jumlah kompetitor Munculnya permintaan produk baru pada konsumen

TOTAL

3.13

Faktor-faktor Strategi Internal Kekuatan


Perencanaan produksi yang baik Budaya kualitas yang tinggi Penelitian pengembangan Produk secara kontinu Integrasi koordinasi kerja Kondisi keuangan yang cukup baik Hubungan yang baik dengan masyarakat

Bobot

Rating

Bobot x Rating

Komentar

0.16 0.15 0.15 0.2 0.15 0.1 0.01 0.04 0.02 0.01 0.01 1

4 4 4 3 3 3 2 1 1 1 1

0.64 0.6 0.6 0.6 0.45 0.3 0.02 0.04 0.02 0.01 0.01 3.29

Produksi Unggul Improve Solid Investasi Image Tidak loyal Tidak aman Kualitas Tidak loyal Pasar

Kelemahan
Hubungan yang buruk dengan serikat pekerja K3 pekerja kurang baik Tenaga kerja kurang terampil Rasa kepemilikan dan tanggung jawab pegawai kurang Marketting lemah

TOTAL

Matriks TOWS (SWOT)


STRENGTH (S) Perencanaan produksi yang baik Budaya kualitas yang tinggi Penelitian pengembangan Produk secara kontinu Integrasi koordinasi kerja Kondisi keuangan yang cukup baik Hubungan yang baik dengan masyarakat STRATEGI SO Melakukan market research secara optimal Menarik jumlah investor untuk memperbesar skala produksi Penerapan teknologi tinggi untuk meningkatkan kualitas Peningkatkan kualitas produk Peningkatan pemasaran produk

IFAS

EFAS OPPORTUNITIES (O) Terbukanya pasar Internasional Jumlah penduduk meningkat (konsumen meningkat) Pembangunan ekonomi di Asia Peningkatan dan perkembangan teknologi di dunia Bertambahnya jumlah suplier

Halaman 5 dari 47.

Modul 2Perancangan Organisasi

Kelompok 28

II. 3. IDENTIFIKASI PROSES BISNIS PERUSAHAAN


Berdasarkan strategi perusahaan, dengan berdasarkan visi dan misi perusahaan serta value dan belief, ditentukanlah proses-proses bisnis yang mewujudkan strategi tersebut. Proses bisnis ini didaftarkan dalam tabel Proses Bisnis, dan untuk setiap proses ada satu unit organisasi yang jadi penanggung jawabnya, serta dapat lebih dari satu unit organisasi yang menjadi pelaksana atau pembantunya. Penanggung jawab ditandai dengan tanda xx, pelaksana ditandai dengan oo, dan pembantu dengan vv. Berikut ini kode unit organisasi untuk tabel Proses Bisnis:

1. 2.
Promotion.

Market Research. Sales &

17. 18. 19. 20. 21.


Control.

Machinery. Maintenance. Machine Operator. Assembler. Production Planning & Inventory

3. 4. 5.
Service.

Agent. Benchmarking. Customer

22.
Government

Distribution. Quality Control. Subcontract Relation. Process Designer. Product Designer. Technology. Operational Research. Patent. Recruitment. Salary & Wage. Personal Training. Control & Supervisor. Safety. Facility. Database. Networking. E-Commerce.

6.
Relation.

23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34. 35. 36. 37. 38.

7.
Relation.

Consultant

8.
Relation.

Industrial

9. 10.
Service.

Public Relation. Community

11. 12.
13.

Accounting. Financial Analyst. Banking. Investment

14.
Manager.

15. 16.

Supplier Relation. Inventory

Warehousing.

Halaman 6 dari 47.

Modul 2Perancangan Organisasi

Kelompok 28

No

Proses Bisnis

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

31

32

33

34

35

36

37

38

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21

Analisa dan memahami persaingan Identifikasi kecenderungan ekonomi Identifikasi pokok-pokok aturan dan politik Akses pada inovasi teknologi terbaru Mengerti demografi Identifikasi perubahan-perubahan sosial budaya Melakukan pendekatan kualitatif dan kuantitatif Mengetahui dan mengukur keinginan pelanggan Memilih pasar yang relevan Menganalisis karakter organisasi Analisis berdasarkan proses saat ini Analisis sistem dan teknologi Analisis posisi finansial Mendesain struktur organisasi dan hubungannya antar unit organisasi Memformulasikan unit bisnis strategis Mengembangkan inisiatif strategis Mengembangkan pengukuran strategis Meneliti kebutuhan pelanggan dan pasar Mengembangkan target life cycle product dan waktu pengembangan Meneliti teknologi terkini, komponen, dan kebutuhan pengembangan Mengintegrasikan teknologi terkini ke dalam konsep dan komponen dari produk/jasa Menterjemahkan kebutuhan dan keinginan pelanggan menjadi ide produk/jasa Membangkitkan ide-ide baru mengenai produk/jasa Mengevaluasi produk berdasarkan strategi NPD Mengidentifikasi pengembangan untuk produk/jasa yang sudah ada

xx xx xx xx xx xx

vv

vv

xx

xx vv vv

xx

vv oo

xx xx

oo

oo

xx

oo

vv oo oo vv

vv xx vv

xx vv xx oo xx

oo xx oo xx oo

xx xx xx

22 23 24 25

vv vv vv

oo oo xx vv

xx xx oo vv

vv vv vv vv

vv vv xx

Modul 2Perancangan Organisasi

Kelompok 28

No

Proses Bisnis

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

31

32

33

34

35

36

37

38

26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47

Menghapuskan produk/jasa yang sudah tidak sesuai Mengidentifikasi dan meningkatkan indikator kinerja Mengembangkan spesifikasi desain produk/jasa Membuat prototype Mengeliminasi permasalahan kualitas dan reliabilitas Melakukan pengujian internal produk/jasa dan mengevaluasi kelayakannya Mengidentifikasi indikator kinerja desain/pengembangan Membicarakan desain dengan suplier dan kontraktor manufaktur Menyiapkan detail studi pasar Melakukan tes dan wawancara pada pelanggan-pelanggan Mendesain dan mendapatkan material dan perlengkapan yang dibutuhkan Menginstall dan memvalidasi proses atau metodologi Memonitor jalannya produksi Mengidentifikasi desain produk/jasa dan perubahan konfigurasi Menangkap umpan balik untuk memperbaiki proses dari produk/jasa yang sudah ada Mengidentifikasi indikator kinerja proses produksi/delivery Mengenalkan produk dan/atau jasa baru secara komersial Memahami kebutuhan pelanggan dan memprediksi perilaku pembelian pelanggan Mengidentifikasi segmentasi pasar dan target pelanggan Mendefinisikan penawaran dan positioning perusahaan Mendefinisikan dan mengelola strategi penyaluran Mengembangkan strategi manajemen pelanggan

xx xx

xx

xx

xx

oo

oo

oo

xx xx xx

oo

xx xx xx xx

oo vv oo

oo xx vv oo oo xx

vv vv

vv xx xx vv

xx

xx xx

vv vv xx

oo

xx

oo

vv

vv

xx

Modul 2Perancangan Organisasi

Kelompok 28

No

Proses Bisnis

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

31

32

33

34

35

36

37

38

48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72

Melakukan peramalan penjualan Membuat anggaran penjualan keseluruhan Membuat iklan Melaksanakan rencana untuk media komunikasi Membuat peramalan volume/unit dan penentuan harga Mengevaluasi kinerja penentuan harga Melakukan tes dan melaksanakan aktivitas promosi direct-to-coonsumer Menyiapkan/menganalisis/mengevaluasi pengukuran kinerja aktivitas promosi direct-to-consumer Melakukan tes dan melaksanakan aktivitas promosi trade-to-coonsumer Mengelola aliansi dan sales partner Menerima dan memvalidasi order penjualan Mengumpulkan dan memelihara informasi pelanggan Menentukan ketersediaan stok Menentukan sistem logistik dan transportasi Memasukan order ke dalam sistem Memproses backorder dan memperbaharuinya Berkolaborasi dengan para pelanggan Berkolaborasi dengan suplier dan agen manufaktur Mengelola inventori work-in-progress Membuat dan menjalankan detail jadwal yang telah dibuat Mengklarifikasi kebutuhan pembelian Menganalisis profil pengeluaran perusahaan Mengklarifikasi dan memvalidasi para suplier Mengeluarkan order dan memenuhi permintaan Menyiapkan/menganalisis pengeluaran dan kinerja penjual

vv oo oo xx

xx xx xx xx xx xx

oo oo oo oo

xx

oo xx xx

oo oo

xx xx xx

oo oo xx

xx xx oo xx

oo

oo

oo

oo

xx xx xx xx xx xx xx

oo

oo

oo oo

xx

Modul 2Perancangan Organisasi

Kelompok 28

No

Proses Bisnis

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

31

32

33

34

35

36

37

38

73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97

Mendesain jaringan logistik Mengelola aliran material dalam perusahaan Melacak penyebaran inventori Melacak ketersediaan produk Melaksanakan reverse logistics Membuat jadwal produksi Memproduksi produk Menjadwal dan melakukan perawatan Mengembangkan strategi perlindungan konsumen/pelayanan konsumen Mengembangkan dan mengelola profil pelanggan Mendapatkan after-sale feedback Menjawab terhadap permintaan informasi Menjawab terhadap pertanyaan mengenai tagihan Menjawab terhadap permintaan pelayanan Mengelola Keluhan Pelanggan Memonitor kepuasan dengan produk dan jasa Memonitor kepuasan dengan penyelesaian keluhan Memonitor kepuasan dengan berkomunikasi Melakukan account management Menentukan metode perekrutan Menguji kandidat Menerima kandidat yang sesuai Menegosiasikan penawaran Melaksanakan pelatihan dan bimbingan Mengukur kinerja terhadap tujuan pekerja Membuat kebutuhan pelatihan dengan menganalisis keterampilan yang dibutuhkan dengan yang tersedia

xx xx xx xx

xx xx xx oo oo

xx

oo

xx

xx oo

oo

xx xx xx xx

oo

oo xx

oo oo

oo

xx xx xx

oo oo oo

oo oo oo

oo

oo

oo

xx oo

98

oo

Modul 2Perancangan Organisasi

Kelompok 28

No

Proses Bisnis

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

31

32

33

34

35

36

37

38

99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118

Administrasi pembayaran Mengelola kesehatan dan keamanan Mendefinisikan dan mengelola tingkat pelayanan Mengembangkan manajemen informasi dan strategi knowledge management Mengembangkan standar data perusahaan Memasarkan penawaran/kapabilitas IT Mengelola kepuasan konsumen IT Mendesain sistem informasi Memperoleh/mengembangkan sistem informasi Mengembangkan dan menjaga arsitektur sistem informasi perusahaan Mengembangkan dan menjaga standar, kebijakan, dan prosedur manajemen informasi Mengembangkan strategi dan tingkat keamanan sistem informasi Mengelola aset teknologi informasi Mengelola operasi jaringan teknologi informasi Mengelola aset dan inventori IT Menyediakan dukungan operasional Mengelola ketersediaan Mengelola fasilitas Mengelola kinerja/kapasitas Mencari kebutuhan pengetahuan dari pekerja, team proyek, dan komunitas praktisi Mengimplementasikan teknologi baru menggunakan prinsip-prinsip manajemen perubahan Mengembangkan dan menjaga kebijakan dan prosedur anggaran Mempersiapkan anggaran dan rencana periodik Mempersiapkan peramalan periodik Melakukan akuntansi inventori Melakukan analisis biaya penjualan

vv vv

oo

oo

vv

vv

vv xx

vv

vv vv oo vv vv oo vv

vv

oo

oo

vv vv

oo oo oo w oo oo oo vv w

vv oo

vv

oo oo vv oo oo

w oo oo

vv

vv

oo vv

oo

vv oo

vv

oo

oo

vv

vv

119 120 121 122 123 124

oo oo oo oo oo

oo oo oo oo

vv

vv

oo

vv

oo

vv

Modul 2Perancangan Organisasi

Kelompok 28

No

Proses Bisnis

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

31

32

33

34

35

36

37

38

125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141

Melakukan perhitungan biaya produk Melakukan analisis variansi Memberikan laporan profitabilitas Mengukur profitabilitas pelanggan dan produk Mengevaluasi produk baru Mengoptimasikan pelanggan dengan product mix Mengelola continuous cost improvement Menjaga master file dari pelanggan/produk Menyampaikan data tagihan ke pelanggan Berkorespondensi/bernegosiasi dengan pelanggan Melakukan negosiasi kesepakatan tingkat pelayanan Mengembangkan kebijakan akuntansi Mengembangkan sistem finansial umum Menyampaikan dan merekonsiliasi transaksi antar perusahaan Melakukan rekonsiliasi buku besar Memproses dan mencatat perawatan dan pengeluaran untuk perbaikan aset tetap Menghitung dan mencatat biaya depresiasi Menyediakan data aset tetap untuk mendukung perpajakan, undangundang dan pelaporan untuk pengaturan Melakukan pelaporan unit bisnis/mereview laporan manajemen Melakukan konsolidasi dalam pelaporan/mereview biaya dari laporan manajemen Membuat arsip tahunan/triwulanan dan laporan untuk pemegang saham Membuat kebijakan dan prosedur Menganalisis dan melaporkan utilisasi pekerja Menghitung dan membayar pajak

vv w vv vv

oo oo vv

vv vv oo

oo

oo

vv oo oo vv vv oo oo oo vv oo

oo oo oo oo vv vv oo vv

vv vv vv

vv

xx vv

vv

vv w

vv oo

oo oo

vv

vv vv

oo

oo

142

xx

vv

vv

vv

vv

143 144 145 146 147 148

xx

vv vv

oo oo vv oo

vv

xx

vv

oo

oo

oo

Modul 2Perancangan Organisasi

Kelompok 28

No 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173

Proses Bisnis Membuat dan menyebarkan laporan pajak tahunan pekerja Menyimpan formulir pembayaran pajak Menjaga dan mengelola e-commerce Membuat dan membicarakan kebijakan pengeluaran dan batas penerimaannnya Mengetahui dan melaporkan data-data yang berkaitan dengan perpajakan Mengelola catatan pengeluaran personal Mengembangkan rencana, kebijakan, dan prosedur keuangan Mengelola keseimbangan kas Melaporkan kondisi kas Melakukan rekonsiliasi dengan rekening di bank Mengelola resiko keuangan Mengembangkan strategi dan rencana perpajakan Membuat perencanaa/strategi perpajakan Melakukan perhitungan return perusahaan Menyiapkan pembayaran pajak luar negeri Memonitor kesesuaian pembayaran pajak Memonitor tingkat bunga internasional Membuat hubungan dengan investor Merencanakan, membuat, dan mengelola hubungan peminjaman Merencanakan, membuat, dan mengelola hubungan dengan analis Berkomunikasi dengan para pemegang saham Mengelola hubungan industri dengan pemerintah Mengelola hubungan dengan lembaga bukan pemerintah Mengelola hubungan dengan kelompok industri Mengelola kebijakan corporate governance

5 vv

6 xx xx xx oo oo xx oo vv oo oo

7 vv vv

8 vv oo oo

9 oo

10 vv

11 oo oo oo oo oo oo oo oo vv oo vv vv oo vv vv vv w

12 oo vv oo oo vv oo oo oo oo vv vv oo

13 vv vv vv w vv vv vv oo vv vv vv vv vv oo vv vv

14 vv vv vv vv vv oo oo oo oo

15

16

17

18 vv

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

31 vv

32

33

34

35

36

37

38 oo

Modul 2Perancangan Organisasi

Kelompok 28

No

Proses Bisnis Menjamin kesesuaian dengan hukum dan etika Mengelola aktivitas bimbingan dari pihak luar Memecahkan masalah perselisihan dan proses pengadilan Menyediakan saran/bimbingan hukum Mengelola hubungan dengan pelanggan global Mengelola hubungan dengan suplier strategis Mengelola hubungan dengan komunitas Mengelola hubungan dengan pihak media Mengukur kinerja proses Mengukur kualitas produk/jasa Mengukur biaya dari kualitas Mengukur produktivitas Mengukur dampak pada pelanggan Melakukan pengukuran kinerja berdasarkan kriteria eksternal Melakukan pengukuran kinerja berdasarkan kriteria internal Mengembangkan perbandingan kapabilitas Melakukan perbandingan proses Melakukan perbandingan daya saing Melakukan analisis kesenjangan untuk memahami kebutuhan dan derajat perubahan yang diperlukan Memilih metodologi perbaikan proses yang kokoh Mengukur permasalahan sosial Melakukan re-engineering proses bisnis dan sistemnya Memonitor perbaikan kinerja proses Mengelola hak cipta dan paten Mengelola hak atas kekayaan intelektual dan pembatasannya Mengelola hal-hal yang berkaitan dengan perizinan

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

31

32

33

34

35

36

37

38

174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199

vv oo oo vv

vv oo vv

vv oo vv

oo oo oo

oo vv vv

oo vv vv vv vv w w w

vv vv w

xx vv w

oo oo vv oo w

oo w oo vv oo

oo vv

oo

vv

w vv vv vv vv vv vv vv

vv

oo oo vv oo w vv vv vv vv vv oo

vv

vv vv vv vv oo oo oo oo vv

vv vv vv vv vv

vv vv vv

vv vv vv vv vv vv

oo oo oo

oo w

oo oo

Modul 2Perancangan Organisasi 28

Kelompok

II. 4. PERANCANGAN STRUKTUR ORGANISASI PERUSAHAAN


CORPORATE EXECUTIVE OFFICE

Chairman

Vice Chairman

Vice Chairman

Corporate Staff

Shopfloor

Marketing

Research & Development

Finance

Human Relations

External & Industrial Relations

Corporate & Information Technology

Production

Market Research Sales & Promotion

Process Design Product Design Technology Operational Research Patent

Accounting Banking Financial Analyst Investment Manager

Recruitment Personal Training Control & Supervisor Salary & Wage Safety

Government Relations Consultant Relations Industrial Relations Public Relations Community Service

Facility Database Networking e-commerce

Machinery Agents Maintenance Machine Operators Assemblers Benchmarking

Production Planning & Inventory Controlling Purchasing

Supplier Relations Inventory Warehousing

Distribution Subcontract Relations Quality Control

Modul 2Perancangan Organisasi

Kelompok 28

II. 5 PEMBUATAN URAIAN FUNGSI UNTUK SETIAP UNIT ORGANISASI

No 1 2

Level 1 2

Nama Elemen organisasi Marketting Market Research

Tanggung jawab

Input

Output PPIC, Consultant Relation, Product Design Agent, sales & promotion Product desainer Sales & Promotion Agent,Pasar,Customer Agent,Pasar,Customer Pasar, Customer Agent,Pasar, Customer Pasar, Customer Process desainer, PPIC Process desainer, PPIC Pasar, Customer Industrial relation, industri lain Customer Market Research

Penelitian kondisi Pasar Segmentasi Pasar Meneliti kebutuhan pelanggan dan customer Evaluasi tingkat kepuasan pelanggan

Pasar, Customer Pasar, customer Customer service, customer Customer service, customer Product Designer, market research Product desainer, market research Market research Market research Market research Industrial lain Industrial lain Public Relation Industrial Relation, industri lain Sales & Promotion Pasar, Customer

Sales & Promotion

Mempromosikan produk Mengenalkan produk dan/atau jasa baru secara komersial Membuat iklan Melakukan tes dan melaksanakan aktivitas promosi direct-to-coonsumer Berkorespondensi/bernegosiasi dengan pelanggan

Benchmarking

Melakukan perbandingan kapabilitas Melakukan pembandingan dengan mengumpulkan informasi perusahaan lain

Agent

Melakukan negosiasi kesepakatan tingkat pelayanan Menyampaikan dan merekonsiliasi transaksi antar perusahaan Mendukung aktivitas Sales & Promotion

Customer Service

Mengembangkan strategi manajemen

Modul 2Perancangan Organisasi

Kelompok 28

pelanggan Memperbaiki pelayanan customer Mengelola Keluhan Pelanggan 7 8 1 2 External & Industrial Relations Government Relation Menjaga hubungan dengan pemerintah Mengelola pembayaran pajak dalam negeri dan luar negeri Memonitor aktivitas perusahaan agar sesuai dengan UU pemerintah Mengelola hubungan industri dengan pemerintah 9 2 Consultant Relation Melakukan hubungan dengan konsultan Pemerintah Pemerintah Perusahaan Pemerintah, industri Market Research,Finance,Benchmarking, Procces Desainer, R&D, Quality Control, Control & Supervisor, Accounting, Customer Service, Community Service, Financial Analyst Shop Floor, Recruitment, Personnal Training Public Industri Lain Masyarakat Safety,Quality Control, Wage & Salary Accounting Vice Manager Pemerintah,Industri Customer Customer Customer Product Desainer, Supplier Relation

Inventory Warehousing, Product Designer, Procces Designer, Marketing, Personnel Training, Machinery, Maintenance, PPIC

Terlibat dalam mencari solusi permasalahan perusahaan 10 11 12 13 14 1 2 2 2 2 Public Relation Menjaga hubungan dengan publik Menjaga hubungan dengan lingkungan kerja industri Menjaga hubungan dengan masyarakat sekitar

Proccess designer, Agent industri lain masyarakat

Industrial Relation Community Service Finance Accounting

Menghitung biaya Produksi Menghitung aset perusahaan Menghitung ratio utang perusahaan Mengatur cash flow

Banking,Inventory Warehousing,PPIC, maintenance, machine operator Financial Analyst Banking, Financial analyst Banking, PPIC, Market research,

investment manager Vice Manager Vice Manager Banking, Invesment Manager

Modul 2Perancangan Organisasi

Kelompok 28

Financial Analyst Menghitung profit Mencari dan memilih Kreditor Mencari dan memilih Bank Meminjam kredit 15 2 Financial Analyst Menganalisis kondisi keuangan perusahaan dan lingkungan luar Melakukan analisis biaya penjualan Melakukan analisis variansi Pengembangan Keuangan secara komprehensif 16 2 Investment Manager Mendefinisikan penawaran dan positioning perusahaan Membuat arsip tahunan/triwulanan dan laporan untuk pemegang saham Membuat hubungan dengan investor Berkomunikasi dengan para pemegang saham 17 2 Banking Melakukan rekonsiliasi dengan rekening di bank Memonitor tingkat bunga internasional 18 19 20 1 2 3 Shopfloor Purchasing Suplier Relation Membicarakan desain dengan suplier dan kontraktor manufaktur Mengelola aliansi dan sales partner Costumer service Suppliers Product desainer Inventory Warehousing, Machinery Sales & Promotion, Agent Financial Analyst Financial Analyst Financial Analyst Vice Manager Investment manager Banking Banking

Accounting Accounting Market research Accounting Financial Analyst Financial Analyst Financial Analyst pemegang saham Accounting Bank

investment Manager Sales & Promotion Sales & Promotion Investment manager Investor Pemegang saham Investor Pemegang saham Bank Financial Analyst, Accounting

Modul 2Perancangan Organisasi

Kelompok 28

Mengklarifikasi dan memvalidasi para suplier 21 3 Inventory Warehousing Mengelola aset dan inventori IT Mengelola penggunaan sumber daya aset Mengelola ketersediaan Melaksanakan reverse logistics 22 23 2 3 Production Machinery Mengelola fasilitas

Financial Analyst Data base, Networking Consultan Relation PPIC PPIC Data base, PPIC PPIC PPIC PPIC

Machine Operator, Teknology

Fasilitas

pengadaan mesin

Machine Operator

Accounting

24

Maintenance

Perawatan mesin Perbaikan mesin dan fasilitas

Machine Operator Machine Operator Product desainer, Process Desiner Process Desiner Market Research,Benchmarking,process desainer, Inventory Warehousing

Machinery Machinery Maintenance, Machine operator Operator

25 26

3 3

Machine Operator Assembler Production Planning & inventory control

mengoperasikan mesin Proses Assembly produk berlangsung dengan baik Pengembangan sistem Produksi dan Inventori Mengembangkan target life cycle product dan waktu pengembangan Mengatur pemesanan dan jumlah produksi Mendefinisikan dan mengelola strategi penyaluran Mengontrol mutu produksi

27

Inventory Warehousing Inventory Warehousing

Quality Control Suplier Relation

28 29

2 2

Distribution Quality Control

Sales & Promotion, Agent Product Designer

Customer process desainer

Modul 2Perancangan Organisasi

Kelompok 28

Mengembangkan dan menjaga mutu produksi 30 2 Subcontract Relation malakukan hubungan dengan subcontract Memonitor aktiviitas subcontract 31 32 1 2 Research & Development Process Designer

PPIC PPIC Quality Control

Process Designer Subcontact Subcontract

merancang Aliran Proses yang baik Mengevaluasi aktivitas proses

Market Research,Benchmarking Quality control, control & supervisor Market Research, Customer service, Supllier relation Process Designer PPIC

PPIC Quality Control

33 34

2 2

Product Designer Operational Research

Mendesain produk sesuai permintaan Merancang prosedur produksi menentapkan kebijakan produksi

Sales & Promotion, machine operation Machine Operator Quality Control Operational Research, PPIC, Quality Control Database, Networking, E-Commerce

35

Technology

Mengembangkan teknologi perusahaan Mengembangkan IT Teknologi Memonitor keberjalanan Information Teknologi

Product Designer, Process Designer Inventory Warehousing

Database, Networking Public Relation, Government Relation

Database, Networking Operational Research, Process Designer

Memonitor perkembangan teknologi di dunia Mandata produk hasil perusahaan dan mendaftarkan patentnya kepada oraginsasi paten

36 37 38 1

Patent Human Resource

Government Relation

Government Relation

Recruitment

Malakukan proses recruitment

RD, consultant relation

Personnal Trainning, salary & wage,

Modul 2Perancangan Organisasi

Kelompok 28

control & supervisor 39 40 41 2 2 2 Salary & wage Personnal Training Control & supervisor Mendata pegawai dan pembagian gaji Melakukan training kepada para pekerja Melakukan kontrol di bagian shopfloor Melakukan training kesehatan dan keselamatan kerja pada para pegawai Recruitment supervisor, RD Machine Operator Accounting Worker Process desainer

42

Safety Corporate & Information Technology

Recruitment, Personal Training

Personal Training

43 44

1 2

Database

Mendesain database sistem perusahaan Mendesai networking perusahaan induk dengan anak-anak perusahaan Memfasilitasi penjualan melalui teknologi internet

Inventory Warehousing,

PPIC

45

Networking

Database Database, Networking, Sales & Promotion

Industrial Relation

46

E-Commmerce

Customer

Modul 2Perancangan Organisasi

Kelompok 28

II. 6. PENENTUAN JOB DESCRIPTION PADA SALAH SATU DEPARTEMEN/UNIT ORGANISASI


Departemen/unit organisasi yang akan ditentukan job descriptionnya adalah divisi Finance. URAIAN PEKERJAAN I. IDENTITAS JABATAN Sebutan Jabatan Tingkat Jabatan (Job Grade) Kode Jabatan Unit Kerja Bidang Bertanggung Jawab Kepada II. : Finance : Corporate Staff/Divisi : CFO (Chief Finance Officer) : Finance : Koordinator keuangan : Vice Chairman

POSISI DALAM STRUKTUR ORGANISASI

Vice Chairman

Finance

Human Relations

External & Industrial Relations

Corporate & Information Technology

Accounting Banking Financial Analyst Investment Manager

III.

IKHTISAR PEKERJAAN

Mengepalai empat divisi yaitu Accounting, Investment Manager, Financial Analyst, dan Banking. Secara umum memastikan terlaksananya tugas empat divisi tersebut berjalan dengan baik.

IV.

TANGGUNG JAWAB UTAMA

1. Melakukan perencanan dan manajemen akuntansi. 2. Melakukan akuntansi pendapatan.

Modul 2Perancangan Organisasi

Kelompok 28

3. Melakukan akuntansi dan pelaporan umum. 4. Mengelola aset tetap. 5. Memproses pembayaran. 6. Memproses Account Payable dan pengeluaran perusahaan. 7. Mengelola operasi keuangan. 8. Mengelola kontrol Internal.

V. 1.

RINCIAN TUGAS Melakukan perencanaan dan manajemen akuntansi Mengadakan rapat perencanaan akuntansi dengan melibatkan accounting, finance analyst, banking, dan investment manager

2. Melakukan akuntansi pendapatan Memproses kredit pelanggan Memberikan faktur kepada pelanggan Memproses Account Receivable (AR) Mengelola dan memproses pengumpulan Mengelola dan memproses

pendapatan penyesuaian/pengurangan proses 3. Melakukan akuntansi dan pelaporan umum 4. Mengelola aset tetap penerimaan proyek 5. Memproses pembayaran

Mengelola kebijakan dan prosedur Melakukan akuntansi umum Melakukan akuntansi aset tetap Melaksanakan pelaporan keuangan Melakukan perencanaan modal dan

Melakukan akuntasi modal proyek Melaporkan waktu bekerja dari para pekerja Mengelola pembayaran Memproses pajak

6. Memproses account payable (AP) dan pengeluaran perusahaan


7. Mengelola operasi keuangan Memproses AP Memproses pengeluaran perusahaan

Modul 2Perancangan Organisasi

Kelompok 28

prosedur keuangan bank 8. Mengelola kontrol internal termasuk pemisahan pekerjaan

Mengembangkan Mengelola kas

rencana,

kebijakan,

dan

Melakukan rekonsiliasi dengan rekening di Mengelola resiko keuangan Membuat proses internal kontrol yang cukup Mencari auditor dari dalam dan luar

perusahaan untuk mendiskusikan hasil pengukuran mereka

sistem informasi dan e-commerce keluhan

Mengukur kecukupan kontrol internal terhadap Menciptakan proses yang setiap pekerja dapat Menciptakan proses formal untuk meneliti Memberikan rekomendasi kegiatan koreksi Membuat laporan hasil audit

melaporkan kecurigaan terhadap kecurangan

VI.

WEWENANG

1. 2. 3. 4. 5.

Mendapatkan data keuangan perusahaan. Mengusulkan penyelenggaraan rapat koordinasi antara pemegang saham dan Membentuk tim untuk menarik investor sebanyak-banyaknya pada perusahaan Memonitor perkembangan perusahaan secara menyeluruh Mengadakan seminar perusahaan untuk menarik investor

investor.

URAIAN PEKERJAAN

I.

IDENTITAS JABATAN Sebutan Jabatan Tingkat Jabatan (Job Grade) Kode Jabatan Unit Kerja Bidang : Accounting : Subdivisi : F-01 : Finance : Penghitungan

Modul 2Perancangan Organisasi

Kelompok 28

Bertanggung Jawab Kepada II.

: Finance Manager

POSISI DALAM STRUKTUR ORGANISASI

EMBED Visio.Drawing.11
Finance

Accounting

Banking

Financial Analyst

Investment Manager

Senior Accountant Junior Accountant

III.

IKHTISAR PEKERJAAN

Melakukan aktivitas yang berhubungan dengan proses perhitungan, pendataan, dan pelaporan keuangan perusahaan baik itu berupa biaya-biaya, aktiva dan utang piutang. IV. TANGGUNG JAWAB UTAMA Menghitung biaya produksi.

1.

2. Menghitung aset perusahaan. 3. Menghitung ratio utang perusahaan. 4.


Mengatur cash flow.

5. Menghitung profit.

V.

RINCIAN KEGIATAN 1. secara berkala. perusahaan secara berkala. piutang perusahaan. Mencatat dan menghitung besar utang Menghitung besar pengeluaran Tersusunnya Laporan Keuangan Menghitung besar pemasukan perusahaan

perusahaan. 2. Menghitung biaya operasional

Mencatat dan menghitung besar asset

Menghitung biaya perawatan fasilitas.

Modul 2Perancangan Organisasi

Kelompok 28

pendukung operasional (listrik, air). 3. baru. proses produksi baru. 4. lembur).

Mengumpulkan

data

mengenai

biaya

Menghitung biaya penambahan fasilitas. Menghitung biaya Resource & Development. Menghitung biaya peng-install-an teknologi Menghitung biaya pengembangan metode / Mencatat biaya pencatatan hak paten produk. Mencatat biaya pengembangan desain produk. Menghitung biaya tenaga kerja. Menghitung total beban gaji karyawan. Menghitung biaya bonus karyawan (gaji

5. Menghitung biaya produksi.

Menghitung biaya tenaga kerja sub-contract. Menghitung biaya konsultan perusahaan. Menghitung biaya purchasing Menghitung biaya distribusi material.

VI.

WEWENANG

1. 2.

Mendapatkan data keuangan perusahaan. Mengusulkan penyelenggaraan rapat koordinasi anggaran keuangan. URAIAN PEKERJAAN

I.

IDENTITAS JABATAN Sebutan Jabatan Tingkat Jabatan (Job Grade) Kode Jabatan Unit Kerja Bidang Bertanggung Jawab Kepada II. : Financial Analyst : Subdivisi : F-02 : Finance : Analis : Finance Manager

POSISI DALAM STRUKTUR ORGANISASI

Modul 2Perancangan Organisasi

Kelompok 28

Finance

Accounting

Banking

Financial Analyst

Investment Manager

Senior Financial Analyst Junior Financial Analyst

III.

IKHTISAR PEKERJAAN

Melakukan aktivitas yang berhubungan dengan analisis finansial atau keuangan perusahaan. Hasil proses perhitungan, pendataan, dan pelaporan keuangan perusahaan yang telah disusun kemudian dianalisis kecenderungannya, diuji sehingga dapat diketahui permasalahannya kemudian dicari solusi yang terbaik.

V.

TANGGUNG JAWAB UTAMA 1. Menganalisis kondisi keuangan perusahaan 2. Melakukan analisis biaya penjualan 3. Melakukan analisis variansi 4. Pengembangan Keuangan secara komprehensif

V.

RINCIAN KEGIATAN 1. Tersusunnya Laporan Analisis Kondisi Keuangan keuangan perusahaan secara berkala. ekonomi perusahaan 2. Melakukan analisis biaya yang dikeluarkan produksi. biaya produksi. Menguji seberapa besar pengaruh yang ditimbulkan atas naiknya biaya produksi terhadap harga jual produk agar laku dipasaran Mengidentifikasi penyebab utama naiknya Menghitung besarnya peningkatan biaya Mendeskripsikan pengaruh keuangan terhadap divisi dan unit yang lain dalam perusahaan Memberikan gambaran kecenderungan Menghitung tingkat perkembangan

Modul 2Perancangan Organisasi

Kelompok 28

3. Melakukan Analisis Variansi. tersedia dalam kelompok tertentu. sesuai dengan kriteria yang ditentukan

Mencari

alternatif

dan

solusi

untuk

menyeimbangkan kondisi keuangan terhadap biaya yang dikeluarkan. Mengumpulkan data finansial yang telah Memilah-milah data finansial yang ada Menguji kecenderungan data, kesesuaian Menganalisis variansi yang ditimbulkan. Menentukan solusi yang tepat atas variansi

data, persebaran data dan keseragaman data yang ada.

yang ada sesuai dengan kondisi keuangan perusahaan. 4. Pengembangan Keuangan Perusahaan secara komprehensif secara rinci masing-masing divisi dan sektor perusahaan. permasalahan yang terlibat masing-masing solusi yang diberikan. Menentukan pembatasan masalah dan Memberikan alternatif solusi kepada kriteria solusi yang diinginkan oleh perusahaan pimpinan perusahaan dalam pengembangan kondisi keuangan. Memjabarkan kelemahan dan keunggulan Mencari benang merah atas seluruh Mencari permasalahan finansial utama Menganalisis faktor-faktor yang terlibat

VI. 1. 2. 3. 4.

WEWENANG Mendapatkan data keuangan perusahaan. Mengusulkan penyelenggaraan rapat koordinasi atas kondisi keuangan. Meminta laporan keuangan masing-masing divisi perusahan Mengambil alih pengembangkan sistem finansial umum

Modul 2Perancangan Organisasi

Kelompok 28

URAIAN PEKERJAAN

I.

IDENTITAS JABATAN Sebutan Jabatan Tingkat Jabatan (Job Grade) Kode Jabatan Unit Kerja Bidang Bertanggung Jawab Kepada II. : Investment Manager : Subdivisi : F-03 : Finance : Investasi : Finance Manager

POSISI DALAM STRUKTUR ORGANISASI

Finance

Accounting

Banking

Financial Analyst

Investment Manager

Senior Investment Manager Junior Investment Manager

III.

IKHTISAR PEKERJAAN

Melakukan aktivitas yang berhubungan dengan pemegang saham, investor ataupun penanam modal yang lain, terutama terkait dengan besarnya saham, investasi dan pelaporan atas pemanfaatannya dalam perusahaan.

VI.

TANGGUNG JAWAB UTAMA 1. 2. 3. 4. V. Mendefinisikan penawaran dan positioning perusahaan Membuat hubungan dengan investor Berkomunikasi dengan para pemegang saham Membuat arsip tahunan/triwulanan dan laporan untuk pemegang saham

RINCIAN KEGIATAN 1. secara berkala. Mengontrol penawaran dan positioning perusahaan Mengukur besar pemasukan perusahaan

Modul 2Perancangan Organisasi

Kelompok 28

secara berkala. pengeluaran yang telah diukur kepada investor dan pemegang saham 2. perusahaan. yang tersedia di perusahaan.

Mengukur besar pengeluaran perusahaan Menilai perbandingan pemasukan dan

Mendefinisikan

posisi

perusahaan

terhadap pasar berdasarkan nilai yang telah diperoleh Melakukan penawaran atas perusahaan Memanage Investasi yang masuk Mengelompokkan investasi yang masuk ke Melakukan pendataan jumlah investasi

digunakan oleh perusahaan secara detail. 3. menarik investor. investor. produk baru.

Melakukan Membuat hubungan dengan investor

controler

investasi

yang

Mengadakan seminar perusahaan untuk Memperkenalkan keunggulan produk pada Mengundang investor dalam peluncuran

perusahaan PT. PTI. 4. yang bisa diakses oleh pemegang saham. 5.

Membentuk Berkomunikasi dengan pemegang saham

komunitas

investor

Mengelola fasilitas internet dan jaringan Merencanakan, membuat, dan mengelola Membuat kesepakatan dengan pemegang Membuat arsip tahunan/triwulan dan laporan untuk pemegang saham.

hubungan peminjaman dengan pemegang saham saham, baik itu aturan, pembagian hasil dan hal-hal lain yang terkait.

Berkomunikasi

dengan

Accounting

berkenaan dengan laporan keuangan perusahaan Bekerja sama dengan Financial Analyst Memberikan laporan sesuai dengan

.untuk mengetahui kondisi keuangan perusahaan kebutuhan pemegang saham terhadap saham yang ditanamkan pada perusahaan.

Modul 2Perancangan Organisasi

Kelompok 28

VI. 1. 2.

WEWENANG Mendapatkan data keuangan perusahaan. Mengusulkan penyelenggaraan rapat koordinasi antara pemegang saham dan investor. 3. perusahaan 4. 5. Memonitor perkembangan perusahaan secara menyeluruh Mengadakan seminar perusahaan untuk menarik investor Membentuk tim untuk menarik investor sebanyak-banyaknya pada

Modul 2Perancangan Organisasi

Kelompok 28

URAIAN PEKERJAAN

I.

IDENTITAS JABATAN Sebutan Jabatan Tingkat Jabatan (Job Grade) Kode Jabatan Unit Kerja Bidang Bertanggung Jawab Kepada II. : Banking : Subdivisi : F-04 : Finance : Hubungan eksternal dengan Bank-bank : Finance Manager

POSISI DALAM STRUKTUR ORGANISASI

Finance

Accounting

Banking

Financial Analyst

Investment Manager

Senior Banking Junior Banking

III.

FUNGSI PEKERJAAN

Mengelola dan mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan di bidang hubungan eksternal ke bank-bank yang meliputi merekonsiliasi rekening di bank serta memonitor tingkat suku bunga bank yang bertujuan untuk mengetahui posisi/ kedudukan keuangan perusahaan. VII. TANGGUNG JAWAB UTAMA 1. Melakukan rekonsiliasi dengan rekening di Bank 2. Memonitor tingkat suku bunga internasional V. RINCIAN KEGIATAN 1. Melakukan rekonsiliasi dengan rekening di Bank Mengecek saldo keuangan perusahaan secara berkala. Mengurus masalah yang terdapat pada rekening perusahaan di bank tersebut Menyesuaikan anggaran dengan rekening di bank Mendata tingkat suku bunga Intrenasional

2. Memonitor tingkat suku bunga internasional

Modul 2Perancangan Organisasi

Kelompok 28

dan kaitannya dengan kedudukan

Menganalisis tingkat suku bunga dan kaitannya Menganalisis tingkat suku bunga internsional perusahaan

pada kemampuan perusahaan untuk melakukan investasi.

VI.

WEWENANG

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10.

Mengatur tugas-tugas bawahan. Menjaga hubungan baik dengan perbankan. Mengurus peminjaman dan pengembalian pinjaman ke bank. Memproses pembayaran bunga dan potongan-potongan Menetapkan langkah/cara untuk melakukan rekonsiliasi rekening pada Bank. Mengusulkan kenaikan peringkat bawahan, promosi dan penilaian kinerja bawahan Menyetujui/ menolak pelaksanaan cuti bawahan Mengusulkan pelatihan (training) untuk bawahan Menegur bawahan yang tidak mentaati peraturan kedinasan. Menyetujui/ menolak laporan pelaksanaan pekerjaan bawahan.

sesuai dengan peraturan yang berlaku.

II. 7. PERANCANGAN STRUKTUR ORGANISASI LANTAI PRODUKSI


II.7.1. ANALISIS PROSES
Item Assembly Base Plate WC Perakitan Mill Standar Gerinda Datar Kerja Bangku Bor Freis AG32 Kerja Bangku Holder Bawah Bor Bangku Bor Freis AG32 Kerja Bangku Bor Freis AG32 Locator Plate Kerja Bangku Bor Bangku Kerja Bangku Mill Standar Holder Clamp 1 Kerja Bangku Bor Bangku Kerja Bangku Setup Time 7 45 2 0 17 0 30 6 0 11 0 2 0 33 0 4 0 Run Time 1 258 15 12 42 12 32 36 22 32 4 8 12 77 8 12 22

Modul 2Perancangan Organisasi

Kelompok 28

Mill Standar Holder Clamp 2 Kerja Bangku Bor Bangku Kerja Bangku Bor Freis AG32 Kerja Bangku Clamp Bor Bangku Gerinda Datar Kerja Bangku Bor Freis AG32 Ring Holder Clamp 2 Kerja Bangku Bor Bangku Kerja Bangku Bor Freis AG32 Kerja Bangku Nut Plate Tr 16x2 Bor Bangku Kerja Bangku Bubut Guang Zou Kerja Bangku Bubut Guang Zou Bolt Tr 16x2 Bor Freis AG32 Kerja Bangku Bor Freis AG32 Cover 1 Kerja Bangku Bor Bangku Kerja Bangku Bubut BV 20 Tangkai Pengunci Bor Freis AG32 Kerja Bangku Bor Freis AG32 Holder Pengunci Kerja Bangku Bor Bangku Kerja Bangku Bor Freis AG32 Tutup Pengunci Kerja Bangku Bor Bangku Kerja Bangku Tutup Atas Bor Freis AG32 Kerja Bangku Bor Bangku Kerja Bangku Bor Freis AG32 Tutup Samping 1 Kerja Bangku Bor Bangku Kerja Bangku Bor Freis AG32 Tutup Samping 2 Kerja Bangku Bor Bangku Kerja Bangku Ring Holder Clamp 2 Bubut BV 20

19 0 8 0 17 0 4 2 0 11 0 2 0 11 0 2 0 19 0 23 10 0 11 0 2 0 19 7 0 27 0 2 0 21 0 2 0 11 0 2 0 33 0 12 0 33 0 12 0 10

50 18 27 52 48 8 24 15 24 24 6 11 12 30 6 18 10 35 24 130 20 12 24 10 20 12 46 5 12 44 6 9 27 30 4 12 12 55 8 12 42 125 24 36 56 125 24 36 56 15

II.7.2. TABEL TASK INTERDEPENDENCY

Modul 2Perancangan Organisasi

Kelompok 28

No

Stasiun Kerja

Interdependency
Bor Freis AG32

Proses untuk Part


Holder Bawah Holder Clamp 2 Clamp Holder Bawah Tangkai Pengunci S7A1: Ring Holder Clamp 2 & S8A1 Nut Plate Tr 16x2 Bolt Tr 16x2 Clamp Holder Bawah Nut Plate Tr 16x2 S4A1: Base Plate & Holder Bawah Base Plate Holder Clamp 1 -

Tipe Interdependenc y
Sequential Sequential Sequential Sequential Sequential Pooled Sequential Sequential Sequential Sequential Sequential Pooled Sequential Sequential -

Tingkat Koordinasi
Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Rendah Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Rendah Sedang Sedang -

Bor Bangku

Kerja Bangku Gerinda Datar

2 3

Bor Freis AG32 Bubut BV 20

Kerja Bangku Bor Freis AG32 Perakitan Kerja Bangku Bor Freis AG32 Kerja Bangku Bor Bangku

4 5

Bubut Guang Zhou Gerinda Datar

Kerja Bangku

Bubut Guang Zhou Perakitan

7 8

Mill Standar Perakitan

Gerinda Datar Kerja Bangku -

II.7.3. ACTIVITY RELATIONSHIP CHART (ARC)

Bor Bangku
E

Bor Freis AG32


I

U U I U U U U U E E U I I U O U U U O E U U I A U U

Bubut BV 20 Bubut Guang Zhou Gerinda Datar Kerja Bangku Mill Standar Perakitan

Modul 2Perancangan Organisasi

Kelompok 28

II.7.4. PENGELOMPOKKAN KEGIATAN

Bor Bangku Bor Freis AG 32 Bubut BV 20 Bubut Guang Zhou Gerinda Datar Kerja Bangku Mill Standar Perakitan

II.7.5. SKEMA ORGANISASI LANTAI PRODUKSI


Bor Bangku Supervisor Kerja Bangku Bor Freis AG32 Bubut BV 20 Bubut Guang Zhou Gerinda Datar Supervisor Mill Standar Perakitan Supervisor Assembler Supervisor Machine Operator

Modul 2Perancangan Organisasi

Kelompok 28

BAB III ANALISIS


III. 1. VALUE & BELIEF PERUSAHAAN
1.
Komitmen Pada Kualitas Yang Tinggi Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur, PT PTI mempunyai nilai dan kepercayaan untuk menghasilkan produk dengan standar kualitas yang tinggi. Hal ini dimaksudkan untuk memenuhi tanggung jawab yang diberikan oleh konsumen maupun pelanggan PT PTI yang telah mempercayakan pembuatan produknya ke PT PTI. Oleh karena itu, PT PTI dengan kesadaran penuh berusaha untuk selalu mengidentifikasikan kebutuhan dan keinginan konsumen tersebut dan mengerahakan setiap sumber daya baik materil, sumber daya manusia, mesin dan sebagainya untuk memenuhi tanggung jawab PT PTI dan kepuasan konsumen/ pelanggan terhadap produk yang PT PTI hasilkan. 2. Menghargai Kemampuan Melayani PT PTI menghargai setiap kemampuan yang dilakukan untuk melayani konsumen sehingga konsumen tersebut menperoleh manfaat yangs semestinya dari setiap produk yang dihasilkan. Dengan penghargaan ini, diharapkan konsumen/ pelanggan memperoleh kepuasan yang tahan lama sehingga dapat memberi kesan yang baik bagi PT PTI untuk selanjutnya. 3. Pengabdian Masyarakat. Sebagai perusahaan yang berdiri di negara Indonesia sudah seharusnyalah PT PTI ikut berperan serta dalam pengabdian pada masyarakat dan dalam mengembangkan lingkungan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat Indonesia. Bentuk pengabdian ini dapat berupa mendirikan sekolah-sekolah, rumah sakit, memberikan kesempatan bagi masyarakat yang mempunyai kemampuan untuk bekerja di PT PTI, dan sebagainya. 4. Mendukung Program-program Pemerintah Sebagai perusahaan yang berdiri di negara Indonesia, sudah menjadi tanggung jawab PT PTI untuk turut mendukung progam-program pemerintah seperti menetapkan memberikan gaji para pekerja di atas UMR (Upah Minimum Regional), berkomitmen dalam pembayaran pajak untuk mendukung program pemerintah dalam pembangunan. Selain itu, PT PTI yang terletak di lingkungan tertentu, sudah sewajarnyalah turut membangun dan mengembangkan lingkungan dan komunitas disekitar perusahaan. Pengembangan

Modul 2Perancangan Organisasi

Kelompok 28

komunitas ini dapat berupa, memberikan kesempatan bagi masyarakat sekitar untuk bekerja di perusahaan, membangun sekolah-sekolah dan rumah sakit di sekitar perusahaan, malakukan pendidikan bagi ibu-ibu dan sebagainya. 5. Komitmen Pada Tanggung Jawab PT PTI menyadari bahwa kemampuannya dalam menjalankan tanggung jawab untuk memperluas segmen pasar tergantung dari kemampuan dan pemeliharaan keuangan dalam mengundang investasi. Hal ini berarti, apabila kedudukan keuangan PT PTI baik/ bagus hal ini akan membuka peluang investor untuk melakukan investasi pada PT PTI tetapi apabila kedudukan keuangan perusahaan tidak dalam kondisi yang baik, para investor cenderung tidak akan menginvestasikan uangnya pada perusahaan PT PTI karan prospeknya dilihat dari kedudukan keuangan tidak akan menguntungkan. 6.Kerja Sama Tim Keberlangsungan perusahaan tergantung dari kondisi internal perusahaan tersebut. PT PTI menyadari sepenuhnya bahwa kondisi bekerja yang kondusif akan terbentuk apabila adanya kerja sama tim yang baik. Kerja sama tim yang baik akan terbentuk apabila masing-masing orang dalam tim tersebut mempunyai kemampuan komunikasi yang baik, dalam artian apa yang ada di dalam pikirannya dapat tersampaikan secara baik dan akurat pada anggota-anggota yang lain dalam tim tersebut. Selain itu, keahlian dan pengetahuan juga merupakan factor yang penting dimiliki oleh masing-masing pekerja dalam memenangkan persaingan bisnis yang semakin meningkat. 7.Berbasis Teknologi PT PTI menyadari bahwa teknologi mempunyai kemampuan yang luar biasa dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas perusahaan, oleh karena itu PT PTI selalu berusaha mengaplikasikan teknologi pada setiap bidang untuk memperkuat kedudukannya dalam pasan manufaktur di pasar domestik. 8.Continuous Improvement PT PTI menyadari bahwa kesuksesan dapat diraih dengan adanya perbaikan yang berkelanjutan (continuous improvement) baik dalam mutu produ yang dihasilkan, pelayanan yang dilakukan pada konsumen/pelaggan, ketepatan waktu produksi dan pengiriman produk kepada konsumen. Dengan adanya perbaiakan secara terus-menerus ini diharapkan PT PTI dapat menjadi perusahaan manufaktur terdepan di pasar domestic 9.Hubungan Yang Bersinergi Dengan Eksternal Untuk menghasilkan produk yang berkualitas tinggi dan dengan waktu yang tepat, PT PTI menyadari bahwa untuk memenuhi hal tersebut, perusahaan harus mempunyai hubungan yang bersinergi dengan pemasok (supplier) maupun dengan pelanggan. Hubungan yang

Modul 2Perancangan Organisasi

Kelompok 28

bersinergi dengan pemasok diharapkan akan mendorong PT PTI menghasilkan produk dari bahan baku yang berkualitas tinggi yang diperoleh sdari pemasok selain itu, dengan adanya hubungan yang baik tersebut akan memudahkan perusahaan dalam menyuplai kebutuhan bahan baku apabila terjadi pesanan yang tiba-tiba/ mendesak.Hubungan yang bersinergi dengan pelanggan diharapkan akanmendorong PT PTIK untuk menhasilkan produk yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pelanggan tersebut. Dengan adanya hubungan yang baik tersebut PT PTI akan mudah dalam mengambil informasi mengenai keinginan dan kebuituhan pelanggan tyerhadap produk yang akan diproduksi. 10. Informasi yang Aktual dan Terpercaya PT PTI menyadari bahwa informasi menpunyai andil yang cukup besar dalam keberlangsungan preusan. Dengan adanya informasi yang actual dan terpercaya mengenai kompetitor, market dan hal-hal lainnya akan memudahkan stake holder perusahaan mengambil keputusan dalam innovasi untuk mengatasi persaingan bisnis.

III. 2. HASIL RANCANGAN STRUKTUR ORGANISASI


Analisis menggunakan pendekatan Mintzberg ( Structure in Fives ) dalam mengklafikisi organisasi

III. 2. 1. Tipe Struktur Organisasi


Tipe struktur organisasi pada hasil rancangan adalah Tipe Birokrasi Mesin. Hal ini dikarenakan struktur organisasi hasil rancangan kami mempunyai tugas operasi rutin yang sangat tinggi, peraturan yang diformalisasi, tugas yang dikelompokkan ke dalam departemendepartemen fungsional, wewenang yang disentralisasi, dan pengambilan keputusan yang mengikuti rantai komando.

III. 2. 2. Mekanisme Koordinasi dan Key Part Organisasi


Birokrasi mesin menyandarkan diri pada departemen fungsional, dengan

pengelompokkan keahlian pekerjaan yang sama dan ada hubungannya. Sebagai contoh pada divisi Finance. Divisi ini mempunyai tugas dan wewenang dalam hal keuangan perusahaan. Keuangan perusahaan mempunyai cakupan yang luas, oleh karena itu perlu diadakan pengelompokkan yang distrukturkan dalam bentuk sub divisi. Sub-sub divisi tersebut antara lain Accounting, Banking, Financial Analyst, dan Investment Manager. Masing-masing sub divisi mempunyai tugas yang berbeda satu sama lainnya tetapi tetap berkaitan dengan keuangan. Di dalamnya keahlian pekerjaan staff-staff suatu sub divisi sama.

Modul 2Perancangan Organisasi

Kelompok 28

Key Part dari tipe birokrasi mesin adalah technostructure. Hal ini dikarenakan pada bagian ini ditempatkan para staff analisis yang melakukan standarisasi, akuntan, pembuat uraian pekerjaan.

III. 2. 3. Kelebihan dan kekurangan Tipe Birokrasi Mesin


Kekuatan utama dari birokrasi mesin terletak pada kemampuannya untuk melakukan aktivitas yang distandarisais dengan cara sangat efisien. Mengumpulkan para spesialis bersama-sama menghasilkan suatu kebijakan pengembangan produk meminimalisasi terjadinya kesalahan karena mereka mempunyai pola pikir yang sama. Selanjutnya, birokrasi mesin dapat dijalankan dengan baik dengan manajer tingkat menengah dan rendah yang kurang berbakat, sehingga dengan demikian lebih murah. Penyerapan dari peraturan menggantikan kebijaksanaan dari manajer. Kegiatan yang distandarisasi, bersama-sama dengan formalisasi yang tinggi, memberikan kesempatan agar pengambilan keputusan disentralisasi. Oleh karenanya tidak ada kebutuhan akan pengambil keputusan yang inovatih dan yang berpengalaman, di bawah tingkat eksekutif senior. Salah satu kelemahan utama berdasar pada kenyataan bahwa spesialisasi menciptakan konflik pada sub-sub unit. Tujuan fungsional unit-unit dapat mengalahkan tujuan keseluruahn organisasi tersebut. Kelemahan lainnya jika timbul masalah yang tidak secara tepat dengan peraturan, tidak ada tempat untuk melakukan modifikasi. Birokrasi mesin hanya akan efisien selama para pegawai menghadapi masalah yang pernah mereka jumpai sebelumnya dan keputusan yang terpogram telah ditentukan.

III. 2. 4. Klasifikasi Jabatan-Jabatan Organisasi


Operating Core Purchasing Production Distribution Quality Control Operational Research Technology Recruitment Salary & wage Personnal Training Inventory Warehousing Machinery Maintenance Strategic Apex Machine Operator Assembler Database E-Commmerce Facilities Accounting Investment Manager Banking Market research Sales & Promotion Benchmarking

Modul 2Perancangan Organisasi

Kelompok 28

CEO Chairman

Vice Chairman

Middle Line Strategic Planner Marketting External & Industrial Relations Finance Technostructure Financial Analyst Production Planning & inventory control Process Designer Supporting Staff Agent customer service Government Relation Consultant Relation Public Relation industrial relation Community service Subcontract Relation Patent Suplier Relation Product Designer Control & supervisor Safety Networking Shopfloor Research & Development Human Resource Corporate & Information Technology

III. 3 ANALISIS SWOT


SWOT adalah metode penentuan strategi perusahaan yang diperoleh dengan mengcrosskan antara IFAS dan EFAS. Hasil yang kami dapat adalah sebagai berikut : BobotxRating EFAS IFAS 3.13 3.29 Prinsip dari metode SWOT adalah jika nilai EFAS > 2 maka kebijakan perusahaan adalah fokus ke peluang. Sedangkan jika nilai EFAS < 2 maka kebijakan perusahaan adalah fokus ke ancaman. Untuk IFAS jika nilai > 2 maka kebijakan perusahaan adalah fokus ke kekuatan. sedangkan jika nilai IFAS < 2 maka kebijakan perusahaan adalah fokus ke kelemahan. Berdasarkan nilai bobot X rating yang didapat maka bisa disimpulkan strategi yang diambil perusahaan adalah faktor-faktor yang berkaitan dengan Strength dan Opportunities. Hasil yang didapat kemudian diselleraskan juga dengan visi dan misi perusahaan. Maka didapat secara umum strategi PT PTI yang optimal yaitu :

Modul 2Perancangan Organisasi

Kelompok 28

Melakukan market research secara optimal Menarik jumlah investor untuk memperbesar skala produksi Penerapan teknologi tinggi untuk meningkatkan kualitas Peningkatkan kualitas produk Peningkatan pemasaran produk

III. 4 ANALISIS PROSES BISNIS


Proses Bisnis adalah penjabaran khusus dari strategi-strategi umum yang didapat dari irisan antara hasil SWOT dengan visi dan misi perusahaan PTI. Data proses bisnis diperoleh dari American Productivity and Quality Center (APQC). Tidak semua data di APQC diambil, karena terdapat juga data APQC yang tidak selaras dengan hasil strategi umum perusahaan. Setelah mendapatkan daftar dari proses bisnis maka kita dapat membuat struktur organisasi dengan cara mengelompokkan daftar proses bisnis menjadi beberapa bagian yang memiliki ruang lingkup kerja yang sama ( unit organisasi ). Unit-unit organisasi yang ada kemudian ditentukan perannya masing-masing dalam proses bisnis, melalui pemberian simbol pada tabel proses bisnis unit organisasi. Simbolsimbol yang menunjukkan peran dari masing-masing elemen kerja yaitu :

Simbol XX menunjukkan peran sebagai penanggung jawab dan pengambilan keputusan


( pada 1 proses bisnis hanya terdapat 1 simbol XX ) Simbol OO menunjukkan peran sebagai pelaku utama

Simbol VV menunjukkan peran sebagai pemberi informasi


Setelah tabel hubungan proses bisnis unit organisasi ada maka dibuat tabel uraian tugas tiap unir organisasi. Tabel ini memuat proses-proses bisnis mana saja yang merupakan tanggung jawab unit organisasi, input apa yang diperlukan, dan output apa saja yang dihasilkan.

III. 5 ANALISIS STRUKTUR ORGANISASI LANTAI PRODUKSI


Untuk menyusun struktur organisasi lantai produksi, digunakan pendekatan task interdependency, dengan beberapa tahap proses. Tahap pertama adalah pengidentifikasian aliran proses pembuatan dan perakitan part-part Ragum TI-300. Aliran proses ini didapat dari OPC (Operation Process Chart). Tahap berikutnya adalah penentuan aliran kritis (proses-proses yang memerlukan perpindahan stasiun kerja) untuk tiap part. Penentuan aliran kritis ini mengacu pada Routing Files, yang didapat dari praktikum PTI I Modul 8: Perencanaan dan Pengendalian Produksi. Setelah itu, data-data dimasukkan ke dalam tabel Task Interdependency. Dari tabel ini, terlihat hubungan antar tiap stasiun kerja, jenis ketergantungannya, dan tingkat koordinasi yang dibutuhkan. Pada tabel task interdependency di Bab II, terlihat dua jenis ketergantungan: pooled (mengumpul) dan sequential (berurutan). ketergantungan sequential

Modul 2Perancangan Organisasi

Kelompok 28

ditemukan pada perpindahan stasiun kerja untuk suatu part; ketergantungan sequential berarti suatu proses tidak dapat berjalan sebelum proses sebelumnya selesai. Ketergantungan pooled ditemukan pada stasiun kerja perakitan, sebab semua part/subassembly dikumpulkan dulu untuk kemudian dirakit. Tabel ini kemudian diterjemahkan ke dalam bentuk ARC (Activity Relationship Chart), yaitu alat bantu yang menggambarkan ketergantungan tiap stasiun kerja dalam sandi yang kualitatif. Untuk menentukan sandi ARC di Bab II, input tambahan yang diperlukan adalah run time (waktu proses) tiap part pada mesin tertentu. Untuk stasiun kerja permesinan, run time 0 20 diberi sandi I (penting), run time 2140 diberi sandi E (istimewa), run time 4060 diberi sandi A (absolut). Karena stasiun kerja memiliki run time yang besarnya sama dan kecil (1), maka ketergantungannya disandikan dengan O (biasa). Sandi U menyatakan tidak ada hubungan. Setelah itu, hasil ARC ini dikelompokkan dan kemudian dibuat skema organisasinya. Skema organisasi yang disusun untuk shopfloor PT. PTI ini tidak menggunakan skema supervisor yang bertahap, sebab skema tersebut rancu dan rumit karena bertingkat-tingkat. Stasiun kerja yang memiliki sandi terpenting dikelompokkan dan ditaruh dibawah satu supervisor. Stasiun kerja yang sudah memiliki supervisor tidak diikutkan dalam pengelompokkan yang lainnya. Sehingga, satu stasiun kerja hanya memiliki satu supervisor. Cara ini membuat komunikasi supervisor-pekerja menjadi lebih efisien, sebab tidak harus melalui banyak tahap. Cara ini juga membedakan ruang lingkup satu supervisor dan supervisor lain, sehingga tidak ada tugas yang beririsan.

III. 6. ANALISIS KOMPREHENSIF


PT. PTI memiliki visi menjadi perusahaan manufaktur terdepan di pasar domestik dan misi (1) memproduksi produk dengan kualitas teratas dan harga kompetitif, dan (2) menjaga agar bisnis berjalan dengan jalan yang terbaik dengan optimalisasi sumber daya manusia yang teruji, teknologi yang kompetitif, dan mitra bisnis yang bersinergi. Untuk mewujudkan visi dan misi perusahaan ini, perusahaan perlu untuk menetapkan dan mengidentifikasi value & belief perusahaan. Berdasarkan penjelasan tentang PT.PTI diketahui bahwa value & belief PT.PTI adalah (1)komitmen pada kualitas yang tinggi, (2)menghargai kemampuan melayani, (3)pengabdian masyarakat, (4)mendukung program-program pemerintah, (5)komitmen pada tanggung jawab, (6)kerjasama tim, (7) berbasis teknologi, (8) Continuos Improvement, (9)Hubungan yang bersinergi dengan eksternal, (10)Informasi yang aktual dan Terpercaya. Value & belief ini merupakan ciri khas dan sifat perusahaan. Nilai-nilai value & belief menjadi landasan dalam perilaku dan memotivasi karyawan serta mempengaruhi persepsi karyawan mengenai Perusahaan.

Modul 2Perancangan Organisasi

Kelompok 28

Setelah mengidentifikasi value belief perusahaan, maka perusahaan tersebut harus memahami tentang peluang, hambatan, kekuatan dan kelemahan yang dimiliki perusahaan. Hal ini perlu dilakukan untuk mengetahui langkah-langkah strategis dalam perusahaan. Peluang yang dimiliki oleh perusahaan didata secara rinci dan sistematis. Kemudian dilakukan pembobotan dan rating untuk mengetahui dan mengukur prioritas perusahaan. Rating dan bobot yang ditetapkan dapat berbeda sesuai dengan kebijakan perusahaan. Seperti halnya dengan segi peluang, hal ini juga dilakukan pada segi hambatan, kekuatan dan kelemahan perusahaan. Penjelasan lebih rinci secara teknis telah dijelaskan pada bab sebelumnya. Untuk memudahkan identifikasi maka disusun suatu matrik TOWS (Threat, Opportunity, Weakness, Strenght). Dengan melihat nilai yang diperoleh maka dapat ditentukan strategi utama yang diterapkan. Terdapat beberapa alternatif yaitu SO, ST, WO, dan WS. Dalam PT. PTI yang telah dianalisis, diterapkan strategi SO karena nilai yang diperoleh adalah > 2. Hal ini menunjukkan bahwa Strenght dan Opportunity menjadi prioritas perusahaan. Setelah ditentukan strategi yang sesuai, kemudian ditentukan proses bisnis apa saja yang dapat terjadi pada perusahaan PT. PTI. Menurut Manganelli & Klein (1994), proses bisnis didefinisikan sebagai Interrelated series of activities that convert business input into business output. Proses bisnis ini digunakan sebagai input dalam penyusunan struktur organisasi perusahaan. Pada PT.PTI ini terdapat 199 proses bisnis yang disesuaikan dengan visi dan misi, strategi SWOT dan informasi umum kondisi PT.PTI. Setelah ditentukan proses bisnis yang dilakukan PT.PTI, langkah selanjutnya adalah mengidentifikasi unit organisasi yang ditugaskan untuk bertanggung jawab terhadap sejumlah proses bisnis tertentu. Untuk setiap proses bisnis, wajib memiliki satu unit organisasi sebagai penanggung jawabnya. Unit organisasi yang telah ditentukan kemudian dibuat pengelompokkan berdasarkan koordinasi horizontal yang diperlukan. Pengelompokkan tersebut dapat dilakukan dengan menyesuaikan kesesuaian atau keterkaitan tanggung jawab. Setelah unit organisasi tersebut dikelompokkan, kemudian dirancang suatu skema organisasi. Skema ini adalah hasil pengelompokkan unit organisasi secara keseluruhan yang direpresentasikan dalam bentuk skema organisasi perusahaan yang didalamnya termuat nama jabatan. Skema yang dibuat tersebut tidak akan dapat digunakan dengan baik apabila tidak diketahui uraian tugas tiap unit organisasi. Proses bisnis mana saja yang merupakan tanggung jawabnya, input apa yang diperlukan, dari unit organisasi mana, serta output apa yang dihasilkan, dilanjutkan ke unit organisasi mana hasil yang diperoleh. Untuk itu harus dijabarkan dengan jelas persoalan ini. Hal ini untuk memudahkan pengkoordinasian dan jalannya proses dalam perusahaan. Dalam dunia industri, uraian tugas yang dijabarkan belum cukup untuk memberikan penjelasan teknis kerja. Perlu disusun job description untuk unit organisasi tertentu. Keterangan

Modul 2Perancangan Organisasi

Kelompok 28

dalam job description ini harus benar-benar jelas, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan agar tidak menimbulkan kesalahan dalam pemenuhan tanggung jawab. Pada struktur organisasi lantai produksi dilakukan pendekatan saling ketergantungan antar kegiatan produksi (task interdependence), dengan beberapa tahapan pengerjaan untuk merancang organisasi. Informasi penting yang dibutuhkan untuk merancang struktur organisasi lantai produksi adalah Operation Process Chart (OPC) yang digunakan sebagai input dalam memahami aliran part. Kemudian ditentukan analisis proses yaitu penentuan aliran kritis setiap part dari satu mesin ke mesin yang lain. Keterkaitan antar kegiatan juga harus diperhatikan. Untuk melakukannya dapat digunakan Tabel Task Interdependency yang mengukur derajat keterkaitan antara suatu kegiatan. Fasilitas yang lain yang dapat digunakan adalah Activity Relationship Chart digunakan untuk merencanakan keterkaitan antara kegiatan berdasarkan yang tingkat

kepentingannya. Apakah hubungannya absolut/mutlak, istimewa, penting, biasa atau tidak penting. Hasil yang diperoleh ARC ini digunakan untuk mengelompokkan kegiatan-kegiatan yang diperlukan. Hasil pengelompokkan kegiatan secara keseluruhan direpresentasikan dalam bentuk skema organisasi lantai produksi.

Modul 2Perancangan Organisasi

Kelompok 28

BAB IV KESIMPULAN

Dari hasil praktikum dan pengolahan data pada Modul 2 Perancangan Organisasi, dapat diambil kesimpulan: 1. Dalam perancangan organisasi terdapat beberapa tahap yang perlu dilakukan yaitu (1) penentuan visi dan misi perusahaan, (2) penentuan value & belief, (3) penentuan karakteristik peluang, hambatan, kekuatan, dan kelemahan perusahaan, (4) karakteristik tersebut dilakukan pengujian SWOT, (5) dengan uji SWOT tersebut dipeoleh strategi perusahaan, (6) strategi tersebut dijadikan acuan untuk menentukan proses bisnis perusahaan dan tentunya tidak melanggar visi dan misi perusahaan, (7) dengan proses bisnis yang diperoleh, diidentifikasi unit bisnis yang terlibat dan bertanggung jawab, (8) setelah itu, dirancang skema struktur organisasi, (9) Ditentukan tanggung jawab, input dan output masing-masing unit organisasi (9).penyusunan job description perusahaan. 2. 3. Struktur organisasi dibuat agar tanggung jawab, wewenang, peran dan fungsi masing-masing organisasi jelas sehingga pekerjaan yang dilakukan dapat berjalan teratur. Proses bisnis adalah tahapan awal dalam perancangan organisasi, hal ini dapat dilakukan dengan pengelompokkan unit organisasi yang memiliki ruang lingkup kerja yang sama. Struktur organisasi dirancang dengan menempatkan unit-unit organisasi yang bertanggung jawab pada ruang lingkup kerja tersebut 4. Dalam menyusun struktur organisasi di lantai produksi, salah satu tools yang dapat digunakan adalah dengan pendekatan ARC. Pendekatan ARC ini intinya adalah dengan melihat hubungan antara perusahaan, kemudian mengidentifikasi hubungan mana yang sama kemudian mengelompokkannya.

Modul 2Perancangan Organisasi

Kelompok 28

DAFTAR PUSTAKA

Modul 2 Praktikum TI 3201 Perancangan Teknik Industri 2. 2006. Perancangan Organisasi.