Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA PERPINDAHAN PANAS

Senin, 7 November 2011 Kelompok 9 : Reta Kurniayati Novia Eko Prihanto 08.2009.1.10400 08.2009.1.01411 08.2009.1.01412

JURUSAN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI INSTITUT TEKNOLOGI ADHI TAMA SURABAYA 2011

A. Tujuan Percobaan
Tujuan dari percobaan ini adalah untuk menentukan koefisien perpindahan panas dalam U double pipe yang meliputi koefisien clean ( Uc ), koefisien overall ( Ud ), dan faktor kekotoran ( Rd ).

B. Dasar Teori
Perpindahan panas merupakan salah satu bentuk dari sekian banyak fenomena termodinamika yang terjadi. Peristiwa ini diikuti oleh transfer energi dari temperature tinggi ke temperature rendah. Peristiwa transfer energi ini akan berhenti ketika dicapai suhu yang sama diantara keduanya. Dalam termodinamika, perpindahan energi dapat berlangsung dalam berbagai macam bentuk. Pada percobaan kali ini, hal ini difokuskan pada perpindahan panas. Dimana bentuk energi yand ditransfer dari satu sistem ke system yang lain terjadi karena adanya perbedaan suhu. Penurunan yang terjadi dari suhu tinggi ke suhu rendah inilah yang disebut sebagai perpindahn panas. Aliran panas selalu berlangsung menurut arah penurunan suhu. Aliran panas yang terjadi dapat berlangsung dalam tiga mekanisme : 1. Konduksi atau hantaran ( Conduction ) Dalam konduksi, panas dapat dihantarkan melalui padatan, cairan, dan gas. Panas dikonduksikan oleh pergerakan perpindahan energi antara molekul molekul yang berdekatan. Pada gas, molekul yang lebih tinggi suhu dan pergerakkanya, memberikan energi pada molekul yang lebih randah suhunya. Tipe perpindahan seperti ini dapat terjadi pada semua padatan, cairan, maupun gas yang menjadikan suhu sebagai acuannya. Dalam konduksi, energi dapat ditransfer oleh elektron bebas yang merupakan bagian penting dari padatan metal. Sebagai contoh heat exchanger pada lemari es, pembekuan tanah pada saat musim dingin, dan lain lain. Persamaan dasar yang digunakan pada konduksi adalah :    Dimana : q/A k T1 T2 x1 x2

: panas per satuan luas ( W/m2 ) : konduktivitas thermal ( W/m K ) : perbedaan suhu ( K ) : tebal material ( m )

2. Konveksi atau aliran ( Convection ) Perpindahan panas dengan konveksi, implikasinya perpindahan panas oleh adanya transport aliran dan percampuran elemen elemen makroskopik dari bagian yang panas dan bagian yang dingin dari gas atau liquid. Dapat juga terjadi pada pada permukaan solid dan fluida yang melaluinya. Sebagai contohnya adalah panas yang hilang dari radiator mobil karena disirkulasikan oleh kipas, memasak makanan pada tangki yang digerak gerakkan, dan lain lainnya. Persamaan dasar yang digunakan pada konveksi adalah :     Dimana : q : panas yang dipindahkan ( W ) A : luas area ( m2 ) h : koefisien konveksi ( W/m2 oK ) T : suhu fluida (oK) Tw : suhu dinding saat kontak dengan fluida (oK) 3. Radiasi atau pancaran ( Radiation ) Radiasi berbeda dari perpundahan panas secara konduksi dan konveksi karena tidak memerlukan media fisik untuk alirannya. Radiasi adalah perpindahan energi melalui gelombang electromagnetik ( pada umumnya seperti gelombang cahaya ). Hukum yang digunakan pada transfer cahaya digunakan pada perpindahan panas secara radiasi. Sebagai contohnya adalah perpindahan panas dari matahari ke bumi. Persamaan dasar yang digunakan adalah : Dimana : q A  T

: aliran panas ( W ) : luas area ( m2 ) : emisitivitas bahan ( nilainya 0 : konstanta ( 5,676 x 10-8 W/m2 K ) : suhu bahan ( K )

1)

Heat exchanger adalah suatu alat yang digunakan untuk memindahkan panas dari satu fluida ke fluida lain tanpa kedua fluida tersebut harus bercampur langsung. Secara umum terdapat sebuah dinding pemisah yang diletakkan diantara kedua fluida yang akan bertukar panas. Dinding pemisah biasanya terbuat dari logam yang konduktif dan tahan korosif sehingga memudahkan proses pertukaran panas.

Bila dua benda yang suhunya berbeda berada dalam kontak thermal, maka kalor akan mengalir dari benda yang suhunya lebih tinggi ke benda yang suhunya lebih randah. Persamaan umumnya seperti dibawah ini :

Dimana : T t : suhu fluida panas : suhu fluida dingin

C. SKEMA PERCOBAAN

Mengisi air ke dalam tangki berpengaduk hingga semua coil terendam air ( tinggi air 25 cm ).

Memanaskan air dalam tangki hingga suhu 600C, kemudian mematikan pemanas.

Memutar pengaduk dengan kecepatan yang ditentukan ( besar kecepatan 5 untuk skala alat 0 -100 ).

Mengalirkan air dingin melalui coil dengan laju alir tertentu.

Mengukur suhu air dalam tangki setiap 15 detik hingga 10 menit.

Mengukur suhu akhir keluar dari coil dan mengukur jumlah air yang keluar dengan menggunakan erlemenyer.

Mengulangi langkah langkah diatas untuk kecepatan pengaduk 10 dan 15

D. DATA HASIL PERCOBAAN

waktu (detik)

speed 5 T ( C)

speed 10 T ( C)

speed 15 T ( C)

waktu (detik)

speed 5 T ( C)

speed 10 T ( C)

speed 15 T ( C)

0 60 60 60 15 58 59 60 75 55 58 59 135 53 55 58 195 52 53 57 255 50 51 56 315 48 50 55 375 47 49 54 435 45 48 54 495 44 47 53 555 42 46 52 600 41 45 52 ==================================== t1( C ) 26 26 26 t2( C ) 40 45 53 ==================================== debit air yang masuk coil speed 5 15500 ml speed 10 15750 ml speed 15 16000 ml debit air rata2 masuk coil : 15750 ml T : Suhu air dalam tanki t1 : Suhu air masuk coil t2 : Suhu air keluar coil

0 43 43 43 15 43 43 43 75 42 43 43 135 42 42 43 195 41 42 43 255 40 41 42 315 40 41 42 375 39 40 42 435 39 40 41 495 38 40 41 555 38 39 41 600 37 39 40 ==================================== t1( C ) 26 26 26 t2( C ) 36 38 40 ==================================== debit air yang masuk coil speed 5 2000 ml speed 10 2500 ml speed 15 2600 ml debit air rata2 masuk coil : 2366,7 ml T : Suhu air dalam tanki t1 : Suhu air masuk coil t2 : Suhu air keluar coil

Dari tabel di atas dan grafik di bawah terlihat bahwa, semakin besar debit air yang melalui coil penurunan suhu pada air dalam tangki semakin besar dan semakin besar speed pengaduk dalam tangki menyebabkan semakin besar pula penurunan suhu air dalam tangki.

E. HASIL PERHITUNGAN, PEMBAHASAN, dan DISKUSI

Grafik t vs T
dengan debit rata-rata 15750 ml
70 60 50 T(C) 40 30 20 10 0 0 100 200 300 400 500 600 700 y = -0.0141x + 59.877 R = 0.9874 y = -0.0246x + 58.819 R = 0.9676 y = -0.0294x + 58.022 R = 0.9818 t vs T dg speed 5 t vs T dg speed 10 t vs T dg speed 15 Linear (t vs T dg speed 5) Linear (t vs T dg speed 10) Linear (t vs T dg speed 15)

t ( detik )

Grafik t vs T
dengan debit air rata-rata 2366,7 ml
44 43 42 41 T(C) 40 39 38 37 36 0 100 200 300 400 500 600 700 t vs T dg speed 5 t vs T dg speed 10 t vs T dg speed 15 Linear (t vs T dg speed 5) Linear (t vs T dg speed 10) Linear (t vs T dg speed 15) y = -0.0047x + 43.364 R = 0.8956 y = -0.0071x + 43.126 R = 0.9676 y = -0.0097x + 42.952 R = 0.9812

t ( detik )

Dari appendiks A2 " Geankoplis " pada suhu 26 C air : 0.997 gr/cm Cp air : 0.998 cal/gr C

asumsi d tanki A

30 cm 706.5 cm

debit air (ml) 15750 2366,7

speed 5 Q (cal) 215916 19900.1

speed 10 Q (cal) 297756 29850.2

speed 15 Q (cal) 429843 36218.2

Rata-rata Q (cal) 314505 28656.2

speed 5

speed 10

speed 15

Rata-rata

debit air (ml)

17.3803 8.849849

16.92128 8.37248

14.47965 7.140794

16.2604 8.12104

15750 2366,7

debit air (ml) 15750 2366,7

speed 5 U 17.5839 3.18279

speed 10 U 24.9066 5.04639

speed 15 U 42.0184 7.17907

Rata-rata U 28.1696 5.13608

Dari hasil perhitungan, pembahasan, dan diskusi kelompok diperoleh data data seperti terlihat pada tabel diatas. Dengan debit air yang masuk melalui coil yang sama akan tetapi kecepatan pengaduk berbeda mempengaruhi jumlah Q yang berpindah dari air dalam tangki ke air yang melalui coil. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya suhu air yang keluar dari coil dibandingkan pada saat masuk coil.

F. KESIMPULAN

y Kecepatan putaran pengaduk tangki dan debit air yang melalui coil mempengaruhi
penurunan suhu air dalam tangki.

y Kecepatan pengaduk dalam tangki yang semakin cepat akan meratakan suhu air dalam
tangki sehingga menambah panas yang berpindah dari air dalam tangki ke air yang melalui coil.

y Dengan debit air rata - rata yang melalui coil sebesar 15.750 ml penurunan suhu air
dalam tangki berkisar 14 27 C ( rata rata penurunan 20 C ), Q rata rata yang berpindah dari air dalam tangki ke air yang melalui coil sebesar 314505 cal, dan nilai U rata rata yang diperoleh sebesar 28,1698 cal / cm2 C.

y Dengan debit air rata - rata yang melalui coil sebesar 2366,7 ml penurunan suhu air
dalam tangki berkisar 10 14 C ( rata rata penurunan 12 C ), Q rata rata yang berpindah dari air dalam tangki ke air yang melalui coil sebesar 28656,2 cal, dan nilai U rata rata yang diperoleh sebesar 5,13608 cal / cm2 C.

G. DAFTAR PUSTAKA

1. Cengel, Yunus A. Heat Transfer, 2nd edition. 2. Geankoplis, Christie J. 1993. Transport Processes and Unit Operation, 3rd edition. USA 3. Treyball, Robert E. 1981. Mass Transport Operation, 3rd edition. Singapore : McGraw Hill Book Co. 4. Sinnott, R.K. 1999. Chemical Emgineering, 3rd edition Vol 6. Great Britain . 5. Mc Cabe, Warren.1993.Unit Operation of Chemical Engineering, 5th edition. Singapore : McGraw Hill Book Co.

H. APPENDIKS

Menghitung nilai

Dengan persamaan :   

Dimana : T t Contoh :

= suhu air dalam tangki = suhu air yang melalui coil

Pada debit air yang masuk coil 15500 ml dengan speed 5, diperoleh T1 = 60 C, T2 = 41 C, t1 = 26 C, dan t2 = 40 C, maka nilai  



Menghitung nilai A

Dengan asumsi diameter tangki 30 cm dan tangki berbentuk silinder, maka nilai dari A : A = ( d2) / 4 = ( (302)) / 4 = 706,5 cm2

Menghitung nilai Q

Dari appendiks A2 " Geankoplis " pada suhu 26 C nilai dari air = 0.997 gr/cm dan Cp air = 0.998 cal/gr C t yang dipakai t pada air yang melalui coil Persamaan yang digunakan : Q = m Cp t Q = (debit air melalui coil x air) Cp t Contoh : Pada debit air yang masuk coil 15500 ml dengan speed 5, diperoleh t1 = 26 C, dan t2 = 40 C, maka nilai Q : Q = m Cp t Q = (15,5 lt x 1000 cm3/lt x 0.997 gr/cm) (0.998 cal/gr C) (40 C - 26 C) Q = 215916,302 cal

Menghitung nilai U

Dengan persamaan : Q = UA TLMTD U = Q / (A TLMTD) Contoh : Pada contoh diatas diperoleh A = 706,5 cm2 ; Q = 215916,302 cal ; TLMTD = 17,383 C Maka nilai dari U : U = Q / (A TLMTD) U = 215916,302 cal / ((706,5 cm2) (17,383 C)) U = 17,5839 cal / cm2 C