Anda di halaman 1dari 4

PERAWATAN SESEGERA MUNGKIN DARI CLICKING TMJ YANG DIIKUTI TERAPI LASER DOSIS RENDAH SETELAH PERAWATAN ORTODONTIK

Suatu Laporan Kasus

Abstrak : Pendahuluan : untuk menentukan keefektifan terapi laser dosis rendah untuk clicking temporomandibula joint (TMJ) dengan laser diode setelah perawatan ortodontik. Metode : Penggunaan LLLT dengan laser diode untuk clicking

temporomandibula joint dan temuan post operatif telah dievaluasi pada kasus pasien ortodontik yang telah berhenti dari perawatan. Pasien memiliki riwayat clicking yang parah sebelum dimulainya perawatan. Laser diode dosis rendah (panjang gelombang 808 nm, daya 0.7 watt, waktu 60 detik), ditujukan untuk menghilangkan gejala. Hasil : Selama proses intervensi dan penetapan tanda oklusi gigi yang tepat dari disfungsi temporomandibula joint misalnya clicking yang berkurang secara signifikan (p<0.05) tapi masih ditemukan pada tingkat yang paling rendah dari frekuensi dan indeks keparahan perspektif. Pasien tidak memiliki tanda dan gejala di akhir perawatan. Clicking telah mucul kembali selama periode retensi, yaitu setelah 6 bulan kemudian. Tanda klinis menghilang segera setelah aplikasi laser (p<0.05) tanpa adanya rekurensi setelah follow up 4 bulan. Kesimpulan : Terapi laser dosis rendah menjalankan peran sebagai terapi tambahan untuk perawatan ortodontik pada saat menentukan oklusi yang tepat dari sistem stomatognatik yang juga berperan penting dalam fungsi dan stabilitas dari hasil perawatan. Kata Kunci : Laser; terapi laser, dosis rendah; laser diode, Sindrom disfungsi temporomandibula joint; laporan kasus

Pendahuluan Dari segi etiologi, disfungsi temporomandibula joint merupakan kodisi yang sangat rumit dan sudah ada sebelumnya dan dapat memburuk selama fase perawatan dan retensi dari koreksi ortodontik-ortopedi (1). Kelainan TMJ berhubungan dengan beberapa faktor meliputi oklusi gigi, stres dan unsur psikososial; dengan demikian memerlukan pendekatan multidisiplin untuk penanganan dan penilaian (2). Otot pterygoid lateral memegang peran penting dalam pergerakan mandibula ekskursi parafungsional dan terkhusus pada bagian depan atas bergerak aktif pada ipsilateral dan bagian depan bawah terhadap pergerakan rahang kontralateral (3), sebab itu dapat mempengaruhi masalah TMD (3-5). Pasien yang menderita kelainan TMD dan memiliki deformitas dentofasial mungkin memberikan keuntungan dalam pembedahan orotognatik untuk koreksi malrelasi skeletal dan pemulihan tanda dan gejala (6-7). Laser dengan berbagai tipenya, berperan dalam bidang kedokteran gigi untuk tujuan perawatan mukosa dan jaringan keras. Laser gigi jaringan lunak dikenal keakuratan penggunaannya dalam pembedahan, hemostasis diatesis perdarahan, dan waktu penyembuhan yang berkurang. Laser neodymium YAG digunakan dalam pembedahan oral dan maksillofasial dan memberikan absorpsi jaringan yang minimal dan penetrasi relatif maksimum terhadap laser CO2 (8). Uji klinis telah menunjukkan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) yang dpaat ditangani dengan laser diode dengan mengarahkan sinar laser di atas ligamen karpal trasversal (9). Terapi laser dosis rendah (LLLT) telah menjanjikan keberhasilan dalam penyembuhan luka, menghilangkan nyeri dan memberikan penyembuhan setelah jejas akibat kecelakaan atau olahraga (10). Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menentukan keefektifan terapi laser dosis rendah bagi pasien yang menderita clicking TMJ setelah penentuan koreksi hubungan oklusal setelah dilakukan perawatan ortodontik.

Laporan Kasus Pasien wanita berkebangsaan Persia yang berusia 14 tahun mengeluhkan ketidakteraturan giginya dan hubungan anteroposterior dari rahangnya. Selama

pemeriksaan klinis, tanda klinis clicking ditemukan dan riwayat clicking TMJ telah dilaporkan oleh pasien (kondil kanan dan kiri sebelum perawatan (B)) (Tabel 1). Clicking dikuantifikasi dengan memberikan angka sesuai tingkat keparahan yang sebanding, misalnya angka 0 yang diberikan jika tidak ada clicking serta ringan, sedang dan berat diberikan angka 1,2 dan 3 secara berturut-turut. Data dianalisis dengan Statistical Package for the Sosial Sciences (SPSS) versi 16 dengan uji-t berpasangan dalam periode waktu yang teratur. Tanda objektif yang ada pada kedua sisi dicatat sebagai bunyi clicking selama perawatan (DT) (Tabel 1). Perawatan didasarkan pada terapi alat cekat komprehensif sesuai anjuran Roth dan slot bracket 0.018 inci. Pasien tidak memiliki tanda dan gejala pada saat debanding dan debonding (A) (Tabel 1). Oklusi fungsional telah ditetapkan dan hubungan interoklusal dengan meniadakan ekskursi protrusif atau lateral (Gambar 1).

Tabel 1. Distribusi tingkat keparaha clicking selama periode waktu (sebelum, selama, setelah perawatan, fase retensi, bagian laser) dan sisi kanan/kiri

Gambar 1. Penentuan oklusi fungsional dengan meniadakan gerakan ekskursi protrusif atau lateral

Kunjungan berikutnya dilakukan setelah 6 bulan selama periode retensi serta pemeriksaan oklusi dan sistem stomatognatik menyeluruh telah dilakukan dan keberadaan clicking TMJ juga dicatat (Ret) (Tabel 1). Seperti yang disebutkan sebelumnya, terapi TMJ yang menggunakan terapi laser dosis rendah ( = 808 nm, daya = 0.7 watt, mode = kontinyu, durasi = 60 detik) pada kelompok laser diode (Lambda Scientifica , Altavilla, Italy). Yang mengherankan, yanda dan gejala menjadi berkurang segera setelah dilakukannya protokol perawatan dan tidak muncul kembali pada follow-up 4 bulan (kelompok laser pada Tabel 1) (Gambar 2).

Gambar 2. Prosedur terapi laser TMJ dilakukan setelah 6 bulan berhenti dari perawatan aktif ortodontik

DISKUSI Berdasarkan penelitian mengenai stomatognatik, prevalensi oklusal dan ketidaksesuaian RCP (CP)-ICP(CO) sebesar 18 % pada kasus yang dirawat dengan alat cekat (11). Kontak pada nonworking side terjadi sekitar 30 % pada subjek, dan kontak posterior pada saat protrusi sebesar 20 % dari semua kasus (12). Data tersebut menjelaskan bahwa pemeriksaan menyeluruh hubungan oklusal sangat penting sebelum memulai proses debond yang akan diberikan pada pasien. Clark telah menunjukkan jika derajat yang besar dari gangguan fungsi rahang ditemukan dan prognosis perawatan dengan terapi fisik baik, maka sebuah alat oklusal, serta obat-obat Non Steroid Anti Inflammatory Drugs (OTC NSAID) akan semakin jarang penggunaannya (13). Pada penelitian ini, seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa besar ketidaksesuaian oklusal berkurang pada tingkat terendah dengan penetapan oklusi fungsional yang dapat diterima. Munculnya clicking kembali selama periode retensi ortodontik setelah fase aktif, menunjukkan pentingnya dilakukan follow up yang tidak dapat dijamin keberlangsungannya. Dengan pengaplikasian laser dosis rendah (protokol terapi TMJ), bunyi clicking berhenti dan penyembuhan pada TMJ diperoleh. Penelitian ini sejalan dengan penelitian lain untuk terapi TMJ termasuk penelitian yang dilakukan oleh Fikackova dkk untuk menangani arthralgia TMJ. Mereka menunjukkan bahwa keefektifan perawatan non invasif yang kompleks pada pasien dengan arthralgia TMJ serta analgesik dan efek antiinflamasi LLLT yang telah dikonfirmasi oleh termografi infrared (14). Dengan demikian, efek terapeutik laser diode pada TMJ dapat diberikan melalui efek fotodinamiknya, perubahan aliran darah, dan mekanisme untuk mengurangi respon inflamasi tubuh pada TMJ terhadap faktor lingkungan.