Anda di halaman 1dari 4

Pipa penghantar fluida panas

Pipa baja paduan berisi dalam jumlah besar elemen selain karbon seperti nikel, kromium, silikon, mangan, tungsten, molibdenum, vanadium dan jumlah terbatas elemen-elemen umum diterima lainnya seperti mangan, belerang, silikon, dan fosfor. Penambahan unsur paduan seperti biasanya dengan tujuan untuk meningkatkan kekerasan, kekuatan atau ketahanan kimia. Untuk membuat pipa yang dapat dilalui fluida bersuhu tinggi dan tahan terhadap korosi yang disebabkan oleh air laut.harus diberi perlindungan berupa pengecatan. Karena setebal apapun pipa atau plat tidak akan mampu melawan korosi yang disebabkan oleh air laut. Pertama-tama mengecek kondisi metal(pipa) .Apakah grade A / B / C / D . Grade pipa dengan kondisi bebas karat, grade B terdapat sedikit karat dst. Setelah kita mengetahui keadaan pipa, maka proses selanjutnya adalah blasting. Blasting berfungsi untuk membersihkan karat pada plat atau pipa,menggunakan selang yang berbahan nylon yang tahan gesek terhadap pasir / logam. Sebelum proses blasting kita harus mengecek air compressor harus bebas dari kontaminasi (bebas oli,gemuk,juga air dan kotoran). Setelah itu periksa tekanan compressor dengan needle gauge yang ditancapkan pada selang. Tekanan tidak boleh kurang dari 90 psi, jika kurang maka akan berdampak pada hasil blasting yang kurang baik dan proses blasting menjadi lama. nossle ada 2 menurut penggunaanya yaitu : neck nossle dan straigt nossle.

Sedangkan pasir yang digunakan dibagi menjadi 2: -yang alami :garnet (India),coper slug (Australia), euro grit (Belanda), silica. yang buatan : steel greet dan steel ball. Kadar garam pasir 30% untuk plat yang ada didarat, 15% untuk yang terendam air. Selanjutnya adalah Surface profile gauge. Yang berfungsi untuk mengukur kedalaman permukaan setelah diblasting.hasil yang baik antara 50-70 mikron, jika terlalu dalam maka penggunaan cat akan boros. Proses selanjutnya adalah Salt Content yang berfungsi untuk mengukur kadar garam pada permukaan. Menggunakan selaput tipis .test ini dinamakan bresle test. Tempel selaput ini pada papan sample, tekan kelilingnya agar lem merekat pada papan, buka tutup selaput. Lalu dengan injeksi sedot udara yang ada diselaput,agar selaput dalam keadaan vakum. setelah itu ambil water soluble.ukur pada alat kira2x didapat 4 S/cm. lalu suntikan 3ml subcontent kedalam selaput tipis, tunggu sampai 1menit / sesuai prosedur. Misal didapat 15 S/cm 4 S/cm =11S/cm 1,2 = 12,1 S/cm, jika kadar garam > 30S/cm berarti gagal. Selanjutnya dust level yang berfungsi untuk mengecek kotoran, debu yang menempel pada pipa. Biasanya didapat level 2 dengan sedikit kotoran . Proses pengecatan menggunakan inorganic silicate untuk primer coat, pada bagian ini proses pengecatan menggunakan zinc powder yang tahan sampai suhu 400C. Pada saat proses pengecatan berlangsung zinc powder terus diaduk didalam spray agar tidak turun

ke bawah. Setelah selesai proses pengecatan, tunggu selama 12 jam, setelah kering tes primer coat menggunakan MEK(methyl ethyl keton), menggunakan kain putih, agar dapat terlihat apakah ada bagian cat yang berpindah. Second coating menggunakan polyamide cered high build epoxy. Setelah 6 jam baru bisa diamplas, untuk

menghilangkan debu, dan membuat permukaan sedikit kasar. Lalu bagian yang terakhir adalah top coat, menggunakan alphatic polyurethane. Pada setiap proses berlangsung harus dicek ketebalan cat DFT (dry film thickness), untuk primer 50-75micron, untuk second coat 150- 200 micron, dan untuk top coat 50-70 micron. Juga pada setiap proses berlangsung semua bagian harus dikerjakan pada panel test. Panel test berfungsi untuk mengukur berapa kekuatan cat yang menempel pada pipa (adhesive test). Ukuran plat yang digunakan 30cm x 30cm x 30cm atau sesuai ketebalan plat.

Pertama tempel dolly pada panel test menggunakan lem, kecepatan lem yang digunakan antara 1-12 jam. Tempel dolly pada panel dengan jarak yang diatur. Untuk mengukur kekuatan cat menggunakan hidrolik juga dapat dilakukan dengan mekanik. Minimum kekuatan cat 5Mpa jika menggunakan hidrolik. Semua alat

sebelum digunakan harus dikalibrasi terlebih dahulu. Jika kurang dari itu proses pengecatan diulang