Anda di halaman 1dari 16

ASUHAN KEBIDANAN KOMUNITAS PADA KELUARGA Tn Y DENGAN MASALAH KB DAN KESEHATAN LINGKUNGAN DI DUSUN PONGBALATTO LEMBANG SULOARA KEC.

SESEAN SULOARA KAB. TORUT TANGGAL 9 26 JANUARY 2012

A. PENGKAJIAN DATA 1. Identitas Keluarga Nama KK Umur Agama Pendidikan Pekerjaan Suku Status perkawinan Alamat : Tn Y : 43 tahun : Kristen Protestan : Tidak sekolah : Petani : Toraja : Sah : Dusun Pongbalatto

2. Data Anggota Keluarga Umur No 1. 2. 3. 4. 5. Nama Ny M An D An D An J An D (thn) 34 11 thn 9 thn 5 thn 11 bln (thn) Hubungan Keluarga Istri Anak Anak Anak Anak Pendidikan SD SD SD Blm sklh Blm sklh Pekerjaan IRT Pelajar Pelajar _ _ Keterangan Sehat Sehat Sehat Sehat Sehat

3. Status Kesehatan Keluarga 6 Bulan Terahir Keadaan keluarga Tn. Y dalam 6 bulan terahir Ny. M umur 34 tahun pernah mengalami penyakit muntaber, Ad. D umur 9 tahun dan Ad. D umur 6 bulan selaku anak kandung Tn. Y pernah mengalami demam dan batuk. 4. Status Kesehatan Keluarga Saat Survai Terahir Pada saat mengadakan kunjungan ke rumah Tn. Y keaadan keluarga dalam keadaan sehat. 5. Pengambil Keputusan Dalam Keluarga Merupakan keluarga inti dengan suami dan istri pengambilan keputusan dalam keluarga, hubungan dengan keluarga cukup harmonis. 6. Kematian Dalam Setahyn Terahir Tidak ada kematian keluarga Tn. Y setahun terahir. 7. Sistem Reproduksi Ibu Sejak menikah dengan Tn. Y ibu tidak pernah memakai alat kontrasepsi apapun, dengan alas an takut akan efek samping dari pemakaian alat kontrasepsi. DATA KESEHATAN BAYI 1. Status gizi Berat badab bayi waktu lahir 4000 gram, PB : 50 cm, BB bayi sekarang : 7000 gram dengan PB : 660 cm saat pendataan, ini menandakan bahwa bayi sering di timbang di Posyandu untuk mengetahui status gizi bayi. 2

2. Status Imunisasi Bayi BCG 1 Darius  Bayi Darius imunisasinya sudah lengkap. 3. KMS Bayi Darius memiliki buku KMS, terisi lengkap, bayi sering ditimbang di Posyandu. 4. Makanan yang diberikan Kepada Bayi Status pemberian ASI masih dibrikan dan kesesuaian jenis jenis makanan bayi (MP- ASI) dengan usia saat diberikan adalah sudah sesuai pasa saat pendataan. 5. Kesan Terhadap Bayi Saat Pendataan Status gizi bayi baik, sehat, dan lincah. 6. Apakah Bayi masih Disusui ? Rencana ibu, bayi akan tetap disusui sampai umur 1 tahun. HB 2 3 1 DPT 2 3 1 Polio 2 3 4  Lengkap Campak Lengkap / Tidak

DATA KESEHATAN BALITA 1. Sattus Gizi Berat badan Juneidi waktu lahir : 4000 gram, PB : 48 cm, BB sekarang 13 kg, PB saat pendataan 95 cm, ibu sering menimbangnya di Posyandu. 2. Sattus Gizi Bayi BCG 1 Junaidi  3. KMS Anak bernama Junaidi memiliki buku KMS yang sudah terisi lengkap setiap melakukan kunjungan ke Posyandu mulai saat imunisasi sampai penimbangan dan itu dilakukan secara teratur. 4. Kesan Terhadap Balita Saat Pendataan Keadaan balita cukup sehat terutama status gizi balita, dan balita tidak suka jajan. DATA LINGKUNGAN Perumahan, ventilasi: kurang,lantai rumah: kayu. Kondisi air : memenuhi syarat kesehatan. SPAL: sembarang tempat. Pembuangan tinja septik tank. Ada kandang ternak di samping rumah jaraknya 5m. HB 2 3 1 DPT 2 3 1 Polio 2 3 4   Lengkap Campak Lengkap / Tidak

        

B. ANALISIS DATA Masalah kesehatan yang ada dalam keluarga Tn Y adalah keterbatasan pengetahuan, kemalasan, dan faktor ekonomi untuk mengatasi permasalan yang muncul. Masalah yang di temukan dalam keluarga Tn. Y mengenai pembunagan sampah dan air limbah RT disembarang tempat dan kurangnya pengetahuan ibu tentang KB. Dalam pelaksanaan pembinaan terhadap keluarga Tn. Y tentang kesehatan pada umumnya dan bidan pada khususnya bekerja sama dengan keluarga untuk membahas masalah dalam hal ini intervensi yang dapat diberikan bidan sebagai langkah awal adalah pendidikan kesehatan sehingga keluarga dapat menyelesaikan masalah yang timbul. C. PERUMUSAN MASALAH Berdasarkan data dan analisa masalah yang telah dilakukan, maka didapatkan kesimpulan bahwa permasalahan muncul sebagian besar disebabkan karena kurangnya pengetahuan Tn. Y dan Ny. M, adapun permasalahan dalam keluarga 1 2. Tn L adalah : Ibu tidak pernah menjadi akseptor KB. Kurangnya pengetahuan tentang kesling y y SPAL sembarangan Jarak kandang dengan rumah 5 m

D. PRIORITAS MASALAH 1. Ibu tidak pernah menjadi akseptor KB. Kriteria 1. Sifat masalah Perhitungan 2/3 x 1 Skor 2/3 Pembenaran Ancaman terhadap kegagalan penerima keadaan yang berhubungan dengan efek samping KB 2. Kemungkinan di rubah 1/2 x 2 1 Masalah sebenarnya dapat dirubah tapi secara bertahap (sebagian) sesuai dengan pemahaman keluarga dan sumber dana yang ada 3. Potensi dicegah 4. Penonjolan masalah Jumlah 2 1/2 1/2 2/3 x 1 2/3 Masalah dapat dicegah dengan PENKES

2. Kesehatan Lingkungan

Kriteria 1. Sifat masalah

Perhitungan 2/3 x 1

Skor 2/3

Pembenaran Lingkungan yang tidak sehat merupakan ancaman kesehatan lingkungan

2. Kemungkinan di rubah

1/2 x 2

Masalah dapat dirubah tapi secara bertahap sesuai dengan pemahaman keluarga dan ekonomi

3. Potensi dicegah 4. Penonjolan masalah

2/3 x 1

2/3

Masalah dapat dicegah dengan PENKES

0/2 x 1

Keluarga sebenarnya tidak begitu memikirkan masalah tersebut

Jumlah

ASUHAN KEBIDANAN 1. Ibu belum perna menjadi akseptor Keluarga Berencana (KB) Tujuan : y Ibu dapat ber- KB dan dapat memilih alat kontrasepsi yang dianggap cocok. Intervensi: y Berikan penyuluhan tentang pengertian KB, jenis-jenis kontrasepsi, tujuan, cara kerja, cara penggunaan, keuntungan, kerugian dari dampak dari masing-masing alat kontrasepsi. 7

Berikan motivasipada ibu untuk ber-KB.

2. Kesehatan Lingkungan Tujuan : y Keluarga mengerti syarat SPAL yang memenuhi standar kesehatan dan keluarga termotivasi untuk menciptakan rumah dan keluarga yang sehat. IMPLEMENTASI 1. Menjelaskan tentang alat-alat kontrasepsi dan konseling pentingnya ber- KB. 2. Memberikan penyuluhan kesehatan mengenai SPAL yang benar. 3. Memberikan motivasi kepada keluarga pentingnya ber-KB dan peyediaan SPAL. EVALUASI 1. Ibu dapat menjelaskan sekurangnya 3 jenis kontrasepsi beserta cara kerja dan efek sampingnya. 2. Ibu sudah memilih jenis KB yang akan digunakan. 3. Keluarga mengerti tentang SPAL dan akibat yang ditimbulkan akibat lingkungan yang tidak sehat. 4. Keluarga termotivasi untuk menciptakan rumah dan lingkungan yang sehat.

PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEBIDANAN KOMUNITAS PADA KELUARGA Tn Y DENGAN MASALAH KB DAN KESEHATAN LINGKUNGAN DI DUSUN PONGBALATTO LEMBANG SULOARA KEC. SESEAN SULOARA KAB. TORUT TANGGAL 9 26 JANUARY 2012

DATA SUBJEKTIF (S) Ibu mengatakan melahirkan 6 bulan yang lalu dan belum ber-KB, dan ibu belum memiliki tempat pembuagan sampah

DATA OBJEKTIF (O) Keadaan umum baik, kesadaran komposmentis, TTV: TD 120/80 mmHg, N: 84x/menit, P: 24x/menit.

ASSESMENT (A) Keluarga Tn Y dengan masalah tidak pernah menjadi aseptor KB dan ketidakmampuan memilih alat kontrasepsi, serta kebersihan lingkungan yang kurang. PLANNING (P) 1. Menjelaskan kepada keluarga tentang alat-alat kontrasepsi, keuntungan dan kerugian dari masing-masing alat kontrasepsi dan konseling pentingnya ber-KB. y Ibu nengerti penjelasan yang diberikan dan sudah mendaftarkan diri untuk pelayanan KB, ibu mau menggunakan alat kontrasepsi IUD. 2. Memberikan penyuluhan tentang pentingnya kebersihan lingkungan y Lingkungan tampak bersih

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) Topik Waktu Tempat Sasaran Metode Tujuan : Kesehatan Lingkungan : Minggu, 22 January 2012 : Gereja Batu Kamban : Masyarakat : Ceramah, diskusi dan tanya jawab : 1. Umum y Agar setiap keluarga bersedia membuat lubang tempat sampah. 2. Khusus y Agar setiap keluarga dapat mengerti tujuan dan pentingnya tempat pembuangan sampah (kesling). Materi Penyuluhan Pengertian 1. Kesehatan lingkungan adalah suatu keseimbangan yang harus ada antara manusia dan lingkungannya agar dapat menjadi masyarakat yang sehat. 2. Sampah adalah bahan habis pakai dan dapat diolah menjadi pupuk. Penggolongan sampah : Sampah basah : cara pengolahannya dibakar / di timbun dlam tempat sampah. Sampah kering : diolah menjadi pupuk kompos. 3. Cara membuat tempat sampah : disamping rumah / belakang rumah dapat dibuat lubang 1 m dan 40 x 50 cm / tergantung dari keadaan

10

sampah pada rumah tersebut selama sampah penuh, boleh dibakar / di timbun. 4. Syarat syarat lingkungan rumah sehat

a) Harus memiliki pekarangan / halaman yang cukup b) Harus memiliki ventilasi yang memungkinkan agar sirkulasi menjadi lancar c) Harus cukuup mendapatkan penerangan baik siang maupun malam d) Mempunyai kamar mandi dan WC yang memenuhi syarat kesehatan e) Adanya sumber air yang bersih f) Harus memiliki pembuangan kotoran, sampah, dan air limbah g) Harus mencegah perkembangbiakan factor penyakit

11

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) Topik Waktu Tempat Sasaran Metode Tujuan 1. Umum y 2. Khusus y y y Referensi Meningkatnya cakupan akseptor KB di dusun Pongbalatto Meningkatkan kesejahteraan masyarakat Meningkatkan kesehatan masyarakat Meningkatnya pengetahuan masyarakat tentang metode kontrasepsi. : KB : Minggu, 22 January 2012 : Gereja Batu Kamban : PUS : Ceramah, diskusi dan tanya jawab :

: ilmu kebidanan penyakit kandungan & KB (Manuaba) edisi 2.

12

MATERI PEYULUHAN TENTANG KONTRASEPSI  Pengertian KB merupakan suatu cara / usaha untuk mengatur jarak kehamilan demi kesejahteraan keluarga dalam mewujudkan norma keluarga kecil bahagia dan sejahtera (NKKBS).  Metode Kontrasepsi 1. Metode Sederhana a. Kondom b. Koitus interuptus (senggama terputus) c. Pantang berkala (metode kalender) 2. Metode efektif  Hormonal a. Pil Pil KB terdiri dari pil kombinasiyang hanya mengandung progesterone saja. Pil kombinasi diberikan kepada ibu-ibu yang tidak menyusui, sedangkan pil progesterone diberikan untuk ibu yang menyusui, Keuntungan memakai pil KB : a) Efektifitas tinggi bila diminum teratur b) Siklus haid teratur, mengatasi nyeri haid c) Dapat digunakan dalam jangka panjang d) Kesuburan segera kembali bila pil dihentikan e) Membantu mencegah kanker ovarium, endometrium, kista ovarium, radang panggul, kelainan jinak payudara Kerugian memakai pil KB : a) Bila lupa diminum dapat terjadi kehamilan b) Dapat terjadi perdarahan bercak di luar haid c) Bertambah gemuk 13

d) Pusing e) Mual/muntah b. Suntikan Suntikan ada 2 jenis: a) Depoprovera diberikan tiap 3 bulan. Mengandung progesterone dan estrogen/ kombinasi diberikan bagi ibu-ibu yang tidak menyusui. b) DMPA diberikan 3 bulan dan depo noristerterat diberikan tiap 2 bulan. Suntikan ini dikhususkan untuk ibu-ibu menyusui sebab tidak mempengaruhi AsI. Kerugian suntikan KB : a) Gangguan pola haid seperti perdarahan bercak di luar haid, haid tidak teratur. b) Klien sangat tergantung pada petugas kesehatan untuk pelayanan suntikan c) Mual, pusing, nyeri payudara ringan d) Penambahan BB e) Tidak dapat dihentikan sewaktu-waktu sebelum suntikan berikutnya f) Terlambatnya kembali kesuburan setelah dihentikan pemakaiannya g) Efek samping yang berat seperti serangan jantung, stroke, dll. h) Tidak menjamin perlindungan terhaadap PMS, hepatitis i) Efektivitas berkurang bila digunakan dengan obat-obatan epilepsy dan TBC.

14

 IUD / AKDR AKDR merupakan alat kotrasepsi yang dimasukkan ke dalam rahim. Terbuat dari plastic khusus diselubungi oleh kawat halus yang terbuat dari tembaga diberi benang pada ujungnya sebagai alat control. Jenis IUD : bentuk T dililit tembaga (Cooper T), cu T-380.A Keuntungan IUD : a. Praktis dan efektif b. Ekonomis c. Aman, mudah dikontrol d. Metode jangka panjang e. Efek samping sangat kecil Kelemahan IUD: a. Perubahan siklus haid, spotting, perdarahan di luar haid b. Nyeri saat haid c. Tidak mencegah PMS d. Tidak baik digunakan pada wanita dengan PMS, radang panggul e. Harus dikontrol posisi benang tiap waktu  Susuk (IMPLANT) medial lengan atas. Ada 2 jenis susuk KB: a. Norplant efektif 5 tahun terdiri dari 6 kapsul b. Jadena/ implanun efektif 3 tahun terdiri dari 1 kapsul Keuntungan Implant: a. Efektivitas tinggi b. Kontrasepsi jangka panjang c. Tidak memerlukan pemeriksaan dalam 15 AKBK Susuk KB dipasang di bawah kulit di atas lipatan siku di daerah .

d. Tidak mengganggu ASI maupun hubungan suami istri e. Dapat dicabut setiap waktu Kelemahan susuk KB: a. Perubahan pola haid berupa spotting, hipermenorhoe, amenorhoe. b. Peningkatan/penurunan berat badan c. Pusing sakit kepala d. Nyeri payudara e. Membutuhkan tindakan penbedahan minor untuk insersi dan pencabutan f. Efektivitas menurun bila digunakan bersama obat-obat TBC.

16