Anda di halaman 1dari 4

GANGGUAN PSIKOSEKSUAL Ditandai oleh adanya kegairahan seksual terhadap benda (objek) atau situasi seksual yg tidak merupakan

bagian dari pola aktifitas rangsang seksual yg lazim dan yg dlm pelbagai taraf dapat menghambat kemampuan untuk aktivitas seksual mesra secara terbalik Contoh : Zoofilia (bestialitas 302.10) Pedophilia (302.20) Transvestisme (302.30) Exhibitionism (302.40) Fetishism (302.81) Voyeurism (302.82) Masochism seksual (302.83) Sadism seksual (302.84) Parafilia tidak khas (302. 90)

Disfungsi Psikoseksual Ditandai oleh hambatan dlm selera seksual atau perubahan psikofisiologik yg khas dari siklus respons seksual. Contoh : Hambatan selera seksual (302.71) Hambatan gairah seksual (302.72) Hambatan orgasme wanita (302.73) Hambatan orgasme pria (302.74) Ejakulasi prematur (302.75) Dispareunia fungsional (302.76) Vaginismus fungsional (306.51) Disfungsi psikoseksual tidak khas (302.70)

Disfungsi Psikoseksual Gambaran Utama Terdapat hambatan (inhibisi) pada selera (appetitive) atau perubahan patofisiologik yg merupakan ciri khas dari siklus respon seksual yg lengkap. Siklus ini terdiri dari 4 fase: Selera (Appetitive) Gairah (Excitement) Orgasme Resolusi Disfungsi dapat bersifat menetap seumur hidup, atau didapat imbangan sesudah suatu periode berfungsi (sementara), menyeluruh atau situasional terbatas pada situasi (pasangan tertentu), dan total, atau sebagian derajat (frekuensi gangguan itu). Pada beberapa kasus perlu ditelaah apakah disfungsi timbul juga sewaktu masturbasi.

Gangguan Psikoseksual Lainnya Homoseksualitas yang ego distonik (302.00) Gangguan psikoseksual yang tidak di klasifikasikan di tempat lain (302.89)

Gangguan Identitas Jenis Gambaran Utama. Ketidak sesuaian antara alat kelamindengan identitas jenis (gender identity) Identitas Jenis : Perasaan seseorang tergolong dalam jenis kelamin tertentu Kesadaran bahwa dirinya adalah pria atau wanita Suatu penghayatan pribadi dari peran jenis (gender rule) Peran jenis Pernyataan terhadap masy dari identitas jenisnya Segala sesuatu yg dilakkan atau dikatakan oleh seseorang termasuk gairah seksual untuk menyatakan pada orang lain atau diri sendiri sampai berapa jauhnya dirinya itu pria atau wanita

Transeksualisme (302.5X) Terdiri dari 4 subtipe, sesuai dgn yg paling dominan dalam riwayat seksual sebelumnya, dan diberi kode pada angka ke lima yaitu : 1. Aseksual Individu mengatakan tidak pernah berhasrat dan bergairah seksual yg kuat. Kadang-kadang ada sedikit atau tidak ada sama sekali aktivitas seksual, atau perasaan menyenangkan yg didapat dari alat kelaminnya 2. Homoseksual Didapat kecenderungan homoseksual yg predominan sebelum timbul keadaan transeksualisme meskipun seringkali individu itu menyangkal bahwa perilaku seks bersifat homoseksual karena ia yakin bahwa dirinya sebenarnya adalah lawan jenisnya 3. Heteroseksual Individu itu menyatakan pernah mempunyai kehidupan heteroseksual yg aktif sebelumnya 4. Yang tidak ditentukan Diagnosis Differensial Laki-laki homoseksual yg bersifat kewanitaan Keadaan interseks biologik Schizophrenia Transvestisme

Kriteria Diagnostik A. Terdapat perasaan tidak senang dan tidak sesuai terhadap alat kelamin B. Keinginan untuk menghilangkan alat kelaminnya dan hidup sebagai lawan jenisnya C. Gangguan ini terjadi terus menerus (tidak terbatas dalam periode stress), selama paling sedikit 2 tahun D. Tidak ada keadaan interseks biologik (fisik) atau abnormalitas genetik E. Tidak di sebabkan oleh gangguan mental lain seperti Schizophrenia Gangguan Identitas Jenis Masa Anak (302.60) Diagnosa differensial: Anak-anak dg perilaku yang tidak sesuai dg jenis kelamin mereka menurut norma-norma kebudayaan. Abnormalitas alat kelamin Contoh : Anak perempuan tomboy

Kinsley dkk (1948-1953) Homoseksualitas dan heteroseksualitas adalah suatu kontinum dengan pelbagai gradasi kelabu diantaranya ada 7 gradasi:

7 Gradasi (Kinsley) 1. Heterosexual exclusive (semata-mata) 2. Heteroseks predominan (lebih menonjol), homoseks. Hanya kadang-kadang (gradasi sedikit saja) 3. Heteroseks predominan, homoseks lebih sering (gradasi lebih banyak) 4. Heteroseks dan homoseks kurang lebih sama banyak/gradasinya 5. Homoseks predominan, heteroseks lebih sering (gradasi lebih banyak) 6. Homoseks predominan, heteroseks hanya kadan-kadang (gradasi sedikit saja) 7 13% 7. Homoseks eksklusif (semata-mata) 2 4% Epidemiologi : homoseks terdapat pada hampir semua bentuk budaya dan lapisan masyarakat sepanjang sejarah Etiologi Hasil penelitian masih kontroversial Bell, Weinberg, Hammersmith (1981) + Kallman (1952). Kondisi konstitusionalyg berdasarkan bawaan biologik converdance rate 100% diantara anak kembar monozigot homoseks Pengaruh peran orang tua (ayah lemah/absen, ibu dominan)

Alasan

Bujukan orang dewasa homoseks terhadap remaja. Pendapat sekarang homoseks bukan suatu gangguan atau penyakit jiwa 1973 APA (American Psychiatric Association) 1975 American Psychology Association 1982 Depkes RI

Psikopatologi kalangan homoseks setara heteroseks (Saabter 1970, Bell + Weinberg 1978) Hopmoseks mampu mencapai taraf pendidikan, pekerjaan dan ekonomi yg setara heteroseks (Saghir, dkk 1970) Homoseks dapat berfungsi secara efektif dalam bidang seksual, sosial maupun pekerjaan (Bell + Weinberg) Test psikologik (Rorschach, MMPI, dll) homo dan heteroseks tak ada perbedaan berarti Sikap tak manusiawi/tak toleran/fobik terhadap homoseks sumber tekanan mental bagi kalangan homoseks

Kriteria Diagnosis Individu itu mengeluh secara terus menerus, kegairahan heteroseks tidak ada atau lemah, dan secara cukup bermakna menghalangi upaya dirinya untuk memulai atau mempertahankan hubungan heteroseksnya. Terdapat pola kegairahan homoseks yg menetap dan oleh individu itu secara jelas dinyatakan bahwa hal itu tidak dikehendakinya dan merupakan suatu sumber penderitaan yg terus menerus.

Therapy Tetapkan tujuan terapi yang jelas Obati masalah-masalah yg menyertainya (ggn afektif neurotik) Pertahankan kesungguhan motivasi untuk beralih ke heteroseks (tanpa paksaan) Terapi tingkah laku Fokus pengobatan Pengurangan ansietas heteroseks Peningkatan respon heteroseks Mengembangkan rasa puas pada tingkah laku heteroseks Mengurangi minat penyimpangan seks Homoseks tidak sama dengan sexual obsession (hanya pikirannya saja