TUGAS DIBAWAKAN

: LAPORAN KASUS_1 : FEBRUARI 2012

PENATALAKSANAAN NUTRISI PASIEN KARSINOMA PANKREAS DENGAN GIZI BURUK

Oleh : MARDIANA MUSTAWA/C21021806 Pembimbing : Dr. HAERANI RASYID, M.Kes, SpPD-KGH

PROGRAM PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS BAGIAN ILMU GIZI KLINIS FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR 2012

DAFTAR ISI BAB I. BAB II. PENDAHULUAN PENATALAKSANAAN KANKER PANKREAS Non Farmakologis Farmakologis BAB III. LAPORAN KASUS Identitas Pasien Subjektif Objektif Assesment Planning Monitoring dan Evaluasi Resume BAB IV. DISKUSI Kesimpulan dan Saran DAFTAR PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN

ETIOLOGI PATOMEKANISME Karsinoma pankreas adalah salah satu tumor saluran pencernaan yang sering ditemukan.3. Untuk semua stadium kanker. masing-masing adalah sekitar 10 dan 6 bulan. diet rendah serat. Pengaturan diet bagi penderita sangat penting untuk memperbaiki status . Karsinoma pankreas adalah penyebab paling umum keempat kematian kanker di seluruh dunia. Walaupun pencernaan karsinoma yang pankreas tidak tinggi. Kebanyakan adenokarsinoma terjadi pada daerah kaput pankreas. obesitas dan diet pemanis fruktosa. sehingga sulit menegakkan diagnosis dini dan umumnya saat terdiagnosis sudah masuk stadium lanjut sehingga termasuk salah satu keganasan yang prognosisnya paling buruk. masingmasing untuk karsinoma pankreas lokal kelangsungan hidup 5 tahun adalah sekitar 20%. 5. diet daging terutama daging goreng yang tebal berlemak dan banyak kalori. termasuk tapi karsinoma sistem berinsiden peningkatan insidennya belakangan ini cepat sekali.1. Karsinoma pankreas seringkali memiliki prognosis buruk. 11 Pasien karsinoma pankreas stadium lanjut umumnya Saat menderita nyeri yang hebat dan sering disertai gizi buruk berat.5. 10. sementara kelangsungan hidup rata-rata untuk karsinoma pankreas lokal dan metastasis secara kolektif mewakili lebih dari 80% dari individu. seseorang terdiagnosa karsinoma pankreas. Belakangan ini insidennya cenderung meningkat. dan komplikasi gangguan fungsi sistem organ lain. di samping terjadinya penurunan asupan makan akibat gangguan gastrointestinal yang muncul sebagai gejala awal dari karsinoma pankreas.7 Faktor yang terbukti meningkatkan risiko adalah merokok berat. bagian yang paling dekat dengan bagian pertama usus halus.2. tingkat kelangsungan hidup selama 1 – 5 tahun relatif adalah 25% dan 6%. kopi dan alkohol tidak konsisten terbukti meningkatkan risiko.4 Gejala klinis karsinoma pankreas tidak spesifik. 9. Sekitar 95% tumor yang bersifat malignansi pada pankreas adalah adenokarsinoma yang biasanya berasal dari sel kelenjar yang melapisi saluran pankreas. kekacauan metabolik. diabetes mellitus.6. sebagian besar penderita sudah masuk ke dalam status malnutrisi akibat dari keganasan penyakit. 8. sedangkan faktor minum teh.

gizi dan menjamin kualitas hidup. ia biasanya berjalan melalui sistim limpatik. radioterapi. paru-paru. atau organ-organ lain. Ketika kanker pankreas menyebar. gejala khas yang muncul adalah steatorrhea. steatorhea. Penurunan dengan berat badan bisa berlanjut lebih lama. diare. Terapi pada pasien karsinoma pankreas stadium lanjut umumnya terapi paliatif berupa operasi paliatif. Nyeri biasanya dirasakan pada abdomen bagian atas yang terasa menembus ke belakang. kehilangan berat badan/pengurusan dan ikterus. ini atau berhubungan gelap. Kanker pankreas yang menyebar ke organ-organ lain disebut kanker pankreas metastatik. Keluhan nyeri muncul pada 80 – 85 % pasien dengan kanker yang terlokalisir atau yang sudah metastasis. rasa cepat kenyang. Sistim limpatik mencakup suatu jaringan dari saluran-saluran halus yang bercabang. Sel-sel kanker dapat juga dibawa melalui aliran darah ke hati. ke dalam jaringan-jaringan di seluruh tubuh.tulang.13 Kanker yang mulai pada pankreas disebut kanker pankreas. penurunan berat badan. Ikterus sering bersama dengan pruritus dan warna urine yang 12. kemoterapi. . Gejala awal bervariasi sesuai dengan lokasi kanker. seperti pembuluh-pembuluh darah. Sebagian besar pasien dengan kanker pankreas mengalami nyeri. simptomatik dan interfensi nutrisi yang adekuat. Menurunnya kondisi fisik yang dilaporkan berhubungan dengan karsinoma pankreas.12. Keganasan pada korpus atau kauda pankreas berupa keluhan nyeri dan penurunan berat badan. atau ikterus. 13 BAB II PENATALAKSANAAN KANKER PANKREAS NONFARMAKOLOGIK FARMAKOLOGIK Ca Caput Pankreas Karsinoma pankreas sering disebut sebagai pembunuh terselubung karena karsinoma pankreas stadium awal tidak menimbulkan gejala. Nyeri ini mungkin timbulnya intermitten dan menjadi lebih nyeri karena makanan. kadang-kadang muncul sebelum terdiagnosa kanker. anoreksia. sementara bila lokasi kanker pada kaput.

Lokasi pankreas yang dalam menyebabkan massa abdominal tidak mudah teraba pada kanker pankreas. pembesaran kandung empedu yang dapat diraba tidak sampai setengah. membuatkan jalur untuk makanan dari lambung ke jejenum (gasto-jejunostomy) dan menempatkan putaran jejenum duktus kistik untuk mengalirkan empedu (cholecysto-jejunostomy).13 Ikterus terutama ditemukan pada kanker kaput pankreas. Terapi pembedahan untuk paliatif dilakukan jika keganasan mengenai atau menekan duodenum atau kolon. terlepas dari lesi primer dan metastasisnya. Tindakan ini hanya dapat dilakukan jika pasien mempunyai kemungkinan yang besar untuk bertahan hidup setelah operasi dan jika kanker terlokalisir tanpa menyerang struktur sekitarnya atau metastasis. umumnya menunjukkan penyakitnya sudah lanjut. Sekitar 50% pasien kanker kaput pancreas dapat mengalami hepatomegali. Prosedur Whipple adalah tindakan operasi yang paling sering dilakukan untuk kanker yang melibatkan kaput pankreas. kemoterapi adjuvan dengan gemcitabine pada beberapa penelitian random yang besar memperlihatkan angka harapan hidup yang meningkat secara signifikan 5 tahun (sekitar 10 – 20 %). tapi terapi ini tidak dimaksudkan sebagai penyembuh. kadang dapat diraba pembesaran empedu. Itu sebabnya tindakan ini masih sedikit yang melakukannya karena tindakan ini lebih bersifat paliatif saja terutama pada kasus karsinoma pankreas stadium lanjut. Tapi pada kenyataannya.12.Manifestasi akhir dari karsinoma pankreas adalah diabetes mellitus tipe lain. dan kadang kala disebabkan oleh hipertensi portal dan metastasis kanker. Terakhir dilaporkan terjadinya tromboplebitis yang tidak dapat dijelaskan (Trousseau sign). Operasi bypass mampu mengatasi obstruksi dan meningkatkan kualitas hidup. Prosedur ini dilakukan dengan menghilangkan kaput pankreas dan lengkungan dari duodenum secara bersamaan (pancreato-duodenectomy).15 Setelah operasi. Walaupun ikterus dapat menjadi gejala pertama kanker kaput pankreas tapi bukanlah manifestasi stadium dini. 14. Ketika kanker pankreas menimbulkan obstruksi ekstrahepatik. Sebabnya terutama karena kolestatis.12.13 Pengobatan kanker pankreas tergantung stadium kanker. pasien kanker pankreas dengan ikterus. Kemungkinan ini berkaitan dengan pembesaran hati. dan sebaiknya ditawarkan setelah pasien menjalani operasi. Studi terbaru dari . Begitu teraba massa abdominal.

Sumber lemak diupayakan yang berasal dari bahan nabati.19. tahu Sementara tempe. yang mengandung lebih banyak asam lemak tak jenuh dibandingkan (terutama asam lemak dada). 16 Diabetes Mellitus karena Ca Caput Pankreas Kanker pankreas kadang-kadang mengakibatkan diabetes karena produksi insulin terhambat dan sebaliknya. Disamping akan menolong menghambat . 17. Jadi diabetes adalah faktor risiko baik untuk berkembangnya kanker pankreas dan diabetes dapat menjadi tanda awal dari penyakit ini pada orang tua.20.Universitas Washington yang menggunakan interferon untuk pengobatan kanker. Jumlah kalori disesuaikan dengan pertumbuhan. diusahakan paling tidak 25 g per hari. pilihan jenis bahan makanan juga sebaiknya diperhatikan. karena sementara kelompok-kelompok tidaklah kurangnya studi-studi random yang besar yang memperlihatkan manfaat dari tindakan ini.19. meningkatkan derajat kesehatan serta pemberian saran nutrisi dengan mempertimbangkan kebiasaan dan budaya setempat. Sebagai sumber protein sebaiknya diperoleh dari ikan. yang pada dasarnya ditujukan untuk mencapai dan mempertahankan berat badan ideal.18. Asupan serat sangat penting bagi penderita diabetes. Protein : 10-20%. stres akut dan kegiatan fisik. radiasi. Pemberian lemak harus diperhatikan jumlahnya karena adanya malabsorpsi lemak akibat defisiensi enzim lipase sebagai efek dari karsinoma pankreas. mencegah dan mengobati komplikasi diabetes.20. Penggunaan terapi radiasi masih menjadi perdebatan. 17. dan mampu menambah angka harapan hidup. Diet yang dianjurkan adalah makanan dengan komposisi yang seimbang dengan kandungan Karbohidrat : 4565%. ayam daging dan banyak mengandung lemak. Lemak : 25-30%. dengan kelompok-kelompok di Amerika Serikat yang sering menyukai penggunaan di Eropa terapi adjuvan demikian. namun jangan melebihi 300 mg per hari. umur.21 jenuh. Masukan kolesterol tetap diperlukan. status gizi.21 Selain jumlah kalori.18. asupan karena protein tidak bisa ditingkatkan.12 Penatalaksanaan diet pada diabetes tipe lain/sekunder sama dengan diabetes yang primer. Diet pada diabetes bersifat individual yang bertujuan untuk mencapai dan memelihara kondisi metabolik yang optimal.

menginduksi komplikasi lebih rendah dari Paracentesis dengan infus albumin intravena (sekitar 8 g per liter cairan asites albumin) dianggap terapi pilihan pada pasien dengan ascites yang tegang. Parasentesis dapat dilakukan dengan mudah dan hanya berlangsung selama beberapa menit. Prosedur ini aman dengan sekitar 1 persen resiko hematom pada dinding abdomen. Tindakan ini harus dilakukan pada semua pasien ascites dengan manifestasi yang akut dan ketika diketahui adanya kerusakan pada ascites yang diketahui. bertentangan dengan kepercayaan yang populer saat ini.22. penurunan rasa cepat kenyang.19. Infus albumin diperlukan karena efektif mencegah penurunan volume intravaskuler.23 Parasentesis abdominal dan analisis yang cermat dari cairan ascites adalah prosedur yang paling penting dan harus menjadi langkah awal dalam mengevaluasi pasien ascites.21 Ascites Terapi ascites karena pankreas masih kontroversi. Kadang-kadang intervensi bedah dan endoskopi dibutuhkan.23 Pengelolaan ascites karena keganasan merupakan suatu masalah klinis yang penting ketika ascites menimbulkan gejala yang berat. Infus somatostatin dapat membantu dengan cara mengurangi sekresi eksokrin pankreas.22.17. Pada pasien dengan ascites yang menegang.22.penyerapan lemak. makanan berserat yang tidak dapat dicerna oleh tubuh juga dapat membantu mengatasi rasa lapar yang kerap dirasakan penderita DM tanpa risiko masukan kalori yang berlebih. Beberapa uji klinis random terkontrol telah menunjukkan bahwa parasentesis insiden volume besar dengan infus albumin terapi intravena diuretik.23 . lima liter atau lebih cairan harus dikeluarkan untuk meringankan dispnea. Analisis cairan ascites berguna dalam diferensial diagnosis ascites.18. diuretik dan hiperalimentasi intravena. Beberapa penderita berespon terhadap terapi konservatif seperti pembatasan garam.20.22.23 Terapi paracentesis ini secara hemodinamik bermanfaat pada pasien dengan asites yang menegang. dan mencegah kebocoran tekanan terkait dari lokasi paracentesis. Di samping itu makanan sumber serat seperti sayur dan buah-buahan segar umumnya kaya akan vitamin dan mineral.

BAB III LAPORAN KASUS I. Susanty Abiya Perempuan 34 tahun Pegawai Negeri Sipil Islam Kawin Gorontalo 473966 23 September 2011 27 September 2011 . IDENTITAS DATA PASIEN Nama Jenis Kelamin Umur Pekerjaan Agama Status Perkawinan Alamat Nomor Rekam Medik Tanggal Masuk Rumah Sakit Tanggal Konsul Ny.

Anamnesis Terpimpin : dialami sejak masuk rumah sakit oleh karena . Keluhan Utama : asupan makan berkurang mual dan muntah. SUBJEKTIF ANAMNESIS 1. tetapi hari ini sudah tidak muntah lagi (saat dianamnesis tanggal 27 September 2011).Tanggal Pemeriksaan Tanggal Keluar Diagnosa Masuk Diagnosa Keluar 13 Oktober 2011 12 November 20011 DM tipe lain + post op distal pancreatectomy tumor cauda pankreas + intake kurang Ca Caput Pankreas II. dirasakan keluhan nyeri di ulu hati yang 2. selera makan ada tapi kurang rasa cepat kenyang dan kembung. tidak ada gangguan mengunyah dan gangguan menelan.

P = 13 gram (bubur ½ porsi. konjunctiva anemis (-/-). bersama sayur dan lauk terutama ayam dan daging sapi. Pemeriksaan Fisis Keadaan Umum : sakit sedang Kesadaran : compos mentis Tanda Vital : TD N P S Kulit :   Pucat (-). nasi 9 sdm. Food Habits : makanan pokok sehari-hari nasi. mie rebus instan 1 bungkus. 5. Ada riwayat adanya penurunan berat badan dalam tiga bulan terakhir di mana sebelumnya berat badannya sekitar 50 kg. 4. Kemudian masuk lagi pada bulan September 2011 untuk rencana kemoterapi. Riwayat Psikososial : tidak merokok dan tidak minum alkohol. sklera ikterus (-/-). OBJEKTIF 1. Riwayat Penyakit Keluarga : penyakit kencing manis tidak ada dalam keluarga. 2-x sehari. Sering mengeluhkan pusing dan rasa lemas. sianosis (-) Rambut hitam tidak mudah dicabut.6̊C . buah 3-5x seminggu.hilang timbul. bibir kering (-) Leher : Kepala : : 90/60 mmHg : 106 x/menit : 20 x/menit : 36. Riwayat Penyakit Sebelumnya : Riwayat dirawat di RS Wahidin pada bulan Juli 2011 dengan diagnosa Ca Cauda Pankreas DD Ca Ovarium. 6. jagung dan mie instan. Riwayat operasi cauda pankreas pada bulan Agustus 2011 di RS Wahidin dan alih rawat ke bagian bedah. 3. atrofi papil lidah (-). suka makan gorengan dan kue-kue sebagai cemilan. Diabetes mellitus diketahui sejak 3 bulan yang lalu saat dirawat di RS Wahidin dan berobat teratur. Food Recal 24 jam : E = 600 kkal. ayam ½ porsi) I. 7.

Wh -/-. bunyi jantung I/II normal dan reguler.3 kg : 20.090 NILAI NORMAL 12. shiftning dullnes (+) Auskultasi : sulit dinilai edema (-l-) wasting (+l+) BBA BB koreksi TB LILA BBI IMT : 45 kg : 40.260 560 15 9 129 3.1 mg/dl 136-145 mmol/l 3.            Palpasi : hepar dan lien tidak teraba. LK<38 P<31U/I. tampak luka post operasi distal pancreanectomy cauda pankreas.0.5 kg (koreksi 10 %) : 157 cm : 19.0. LK<41 10-50 mg/dl <1. terpasang drain ascites di perut sebelah kiri. pembesaran kelenjar tiroid (-) Thoraks :     Inspeksi : simetris kiri dan kanan. massa tumor (-). nyeri tekan (-) Perkusi : timpani. nyeri tekan (-) Perkusi : sonor Auskultasi : bunyi pernafasan vesikuler.9 26/09/2011 14.103/ul 20.4 .5 cm : 51. Pemeriksaan Laboratorium JENIS PEMERIKSAAN Hb WBC TLC GDS GOT GPT Ureum Kreatinin Natrium Kalium 129 3. Abdomen :  Inspeksi : cembung ikut gerak nafas. bunyi tambahan Rh -/-.0-40.0-16.100 2.5-5.1 mmol/l Ekstremitas : 1. Pembesaran kelenjar getah bening (-).103/ul 140 mg/dl P<32U/I. warna kulit sama.0-10.5 kg/m2 21/09/2011 14. Antropometri 1. hilangnya jaringan lemak subkutan (+) Palpasi : massa tumor (-).2 15.0gr/dl 4.4 14.

: 20% (hewani : nabati = 1 : 1) : 25% (kolesterol < 300 mg. MUFA 10%. Monitoring dan evaluasi asupan harian.Clorida 99 101 97-111 mmol/l 2. PLANNING KEB = 1194. rendah lemak. ASSESMENT Status Gizi Status Metabolik Hiponatremia Status Gastrointestinal II. Komposisi : Karbohidrat : 55% (karbohidrat kompleks. Kebutuhan cairan 1600 – 1800 cc/hari (sesuaikan dengan balans cairan). : EF 70 : adenokarsinoma differensiasi sedang metastasis ke : tampak massa pada posterosuperior uterus.1 kkal KET = 1900 kkal (FA 1. tanda vital. SFA < 7%. Pemeriksaan Penunjang USG Abdomen DD tumor adneksa Pemeriksaan PA limpa. Hipoalbuminemia. serat 25 gram) Protein Lemak 15%) • • Diet dimulai dengan 1000 kkal dan dapat dinaikkan bertahap sesuai kondisi dan toleransi pasien sampai KET tercapai Diet diberikan via oral berupa : Makanan lunak porsi kecil tapi sering (5-6x sehari) Formula peptisol 6 x 100 kkal Buah 2 – 3 porsi • • • Komposisi dan konsistensi diet dapat berubah sesuai kondisi dan toleransi pasien. lingkar perut. tinggi protein.2 FS 1. . PUFA : Fungsional : Gizi Buruk : Hiperglikemi on Treatment. ECHO I.3) TERAPI GIZI : • Diet 1900 kkal.

Edukasi gizi pasien dan keluarga. 2 350 296 2.050 14. 2 2.1 780 41.9 19. Asupan TANGGAL ENERG I (kkal) % KET PROTEIN Gram Kka l % GD S GD P TLC Hb ALB LLA 24-092011 26-092011 27-092011 28-092011 29-092011 30-092011 01-102011 04-102011 03-102011 06-102011 07-102011 08-102011 09-10625 32.5 850 44.5 461 2. Usul pemeriksaan : GDS harian Elektrolit tiap 2-3 hari Profil lipid Albumin Protein Total EKG • Setuju rawat sama.9 800 42. MONITORING DAN EVALUASI 1.260 14. status metabolik dan status gastrointestinal.1 750 39.• • • Monitoring dan evaluasi status gizi.7 287 470 24. I.7 72 118 167 89 84 177 72 .

8 3.920 12.5 1800 94.4 47 188 9.6 1500 78.6 95 1. 7 3.4 29 116 6.9 2180 114.9 71 284 14.1 65 260 13.5 900 47.9 1300 68.5 47 188 9.9 2125 111.5 1800 94.9 1600 84.7 30 120 6.6 38 152 8.6 213 850 44.9 71 284 14.3 1700 89.2 52 208 10.8 63 252 13.4 67 268 14.4 1.3 132 2.1 45 180 9.7 30 120 6.1 1350 71.7 66 264 13.7 72 288 15.2 1000 52.0 1445 76.3 1300 68.0 1300 68. 6 1000 52.9 3.7 60 240 12.7 65 260 13.4 1850 97.1 .7 1.7 20.7 19.4 46 184 9.7 1400 73.2 84 336 17.1 20 1600 84.910 11.710 13.2011 10-102011 11-102011 13-102011 14-102011 15-102011 17-102011 18-102011 19-102011 20-102011 24-102011 25-102011 26-102011 27-102011 29-102011 31-102011 02-112011 03-112011 04-112011 05-112011 06-112011 08-112011 09-112011 850 44.9 2525 132.

9 65 260 13.3 59 236 12.5 41 41 41 20.4 21 2. 5 19.7 2115 111.7 3.0 51 204 10.5 85 87 89 91 88 88 90 90 19.5 79 79 92 .10-112011 11-112011 12-112011 1425 75.0 2165 113.5 16. ANTROPOMETRI TANGGAL TB BBA BB KOREKS I IMT LLA BB TAKSIRAN LLA LINGKAR PERUT 28/09/201 1 29/09/201 1 30/09/201 1 04/10/201 1 05/10/201 1 06/10/201 1 07/10/201 1 09/10/201 1 15/10/201 1 17/10/201 1 18/10/201 1 19/10/201 1 08/11/201 1 157 45 40.

1 2.2 00 1.0-16.5 P<32U/I.0 3.5-5.0 3. LK<38 P<31U/I.1 mg/dl 13/1 0 20/10 26/1 0 27/1 0 12.71 0 72 287 308 4-6% 60 17 26 0. Total 117 33 118 192 .91 0 106 7.81 0 85 106 TLC 20-40.0 60 1.11/11/201 1 12/11/201 1 21 86 80 3.7 6. LABORATORIUM Jns Pem Hb WBC 29/0 9 10/1 0 13.0 g/dl 4.103/ul GDS GDP GD2PP HbA1c SGOT SGPT Ureum Kreatini n Albumi n Globuli n Prot Tot As Urat Natriu m Kalium 5.1 3.5 3.1 mmol/l 97-111 mmol/l 200 mg/dl 35-55 mg/dl <130 mg/dl <200 mg/dl 3.6 15.7 18 8 26 0.4-5.5-5 g/dl 1.6 4.7 50 1.8 18.6-8.9 3.1 12.0-10.3-2.103/ul 11.9 3.7 mg/dl 136-145 mmol/l 3.3 5.6 3.7 14.7 g/dl 6.6 5.1 Clorida 115 106 102 100 99 TG HDL LDL Kol.3 131 130 130 129 135 2.92 0 98 200 30/1 0 07/11 10/1 1 11/1 1 Nilai Normal 12.7 15 17 15 0.4 3.9 140 mg/dl 140 mg/dl 2.0 20 1.LK< 41 10-50 mg/dl <1.7 g/dl 4.

sakit perut (+). LOSF (+). sakit perut (+). Total Bil. BAK lancar FR : E = 850 kkal. nyeri tekan dan nyeri ketok seluruh abdomen (+). P = 19 gram Anemis (+). wasting (+). BAK lancar FR : E = 470 kkal.07 0. wasting (+). wasting (+).5 24. BAB biasa. LOSF (+). BAB sedikit dan keras. selera makan kurang.6 0.7 44.1 dtk 13-53 U/l 22 13-51 U/l 4. lingkar perut Koreksi hiponatremia dengan penambahan garam pada makanan Evaluasi asupan per hari Edukasi gizi FOLLOW UP 29-09-2011 KU : lemah Selera makan kurang.1 mg/dl 0. P = 30 gram Anemis (+). selera makan kurang. sakit perut bertambah. L 25% + formula diabetasol 3 x 200 kkal + buah/jus buah rendah GI 2-3 porsi Kebutuhan cairan 1600-1900 cc/hr Koreksi hiponatremia dengan menjamin asupan Pujimin 3 x 2 kapsul Monitoring lingkar perut Evaluasi asupan per hari Edukasi gizi Gizi buruk Hiperglikemia on treatment Hipoalbuminemia GI fungsional KET 1900 kkal Diet hari ini 1000 kkal Diet makanan cair : + formula diabetasol 6 x 100 cc Diet parenteral : + Panamin G 500 cc/hari Kebutuhan cairan sesuai balans cairan Pujimin 3 x 2 kapsul Monitoring lingkar perut dan tanda vital Motivasi pemasangan NGT tapi pasien menolak Evaluasi asupan per hari Usul punksi ascites Edukasi gizi . perut cembung.26 1.30 mg/dl 11.1 10. P = 28 gram Anemis (+). BAB encer 3X.1 – 28. LP 87 cm 30-09-2011 KU : lemah Muntah (+) warna kuning. LP 89 cm O A P TE RA PI GI ZI Gizi buruk Hiperglikemia on treatment Hipoalbuminemia Hiponatremia GI fungsional KET 1900 kkal Diet hari ini 1000 kkal Diet makanan lunak : KH 55%. LOSF (+). Direk PT APTT Amilas e Lipase 12 17. KEADAAN UMUM TGL S 28-09-2011 KU : lemah Perut kembung (+). BAK lancar FR : E = 750 kkal. P 20%. ascites (+). ascites (+). ascites (+).4 – 12.Bil. LP 85 cm Gizi buruk Hiperglikemia on treatment Hiponatremia GI fungsional KET 1900 kkal Diet hari ini 1000 kkal Diet makanan cair : + formula diabetasol 8 x 125 kkal + buah/jus buah rendah GI Kebutuhan cairan 16001900 cc/hr Monitoring tanda vital.6 dtk 22.

BAK lancar FR : E = 780 kkal.TGL S 03-10-2011 KU : lemah FOLLOW UP 04-10-2011 KU : lemah Muntah (-). Gizi buruk Hiperglikemia on treatment Hipoalbuminemia Hiponatremia GI fungsional KET 1900 kkal Diet hari ini 1200 kkal Diet makanan lunak : KH 55%. perut masih cembung. LOSF (+). L 25% + formula diabetasol 3 x 200 kkal + buah/jus buah rendah GI 2-3 porsi Kebutuhan cairan 1600-1900 cc/hr. sesuai balans cairan Pujimin 3 x 2 kapsul. sakit perut (-). ekstra putih telur 3-4 butir. sakit perut (-) BAB encer 7x. perut cembung. wasting (+). selera makan kurang. wasting (+). P = 22 gram Anemis (+). pancreoflatin 2 x 1 saat makan Monitoring lingkar perut Evaluasi asupan per hari Edukasi gizi FOLLOW UP 10-10-2011 KU : lemah Selera makan kurang. P 20%. BAK lancar FR : E = 625 kkal. sakit perut (-). wasting (+). BAK lancar FR : E = 800 kkal. produksi drainase ascites 700 cc/24 jam warna kemerahan. zink 20mg 1 x 1. P 20%. L 25% + formula diabetasol 3 x 200 cc + buah rendah GI Kebutuhan cairan sesuai balans cairan Pujimin 3 x 2 kapsul Monitoring lingkar perut Evaluasi asupan per hari Edukasi gizi O A P TE RA PI GI ZI Anemis (+). wasting (+). ascites (+). L 25% + formula diabetasol 3 x 200 cc + buah rendah GI Kebutuhan cairan sesuai balans cairan Human Albumin 1 botol/hari bila produksi drainase >500cc/hari Pujimin 3 x 2 kapsul. sakit perut (+) sudah berkurang. BAB encer 3x. ascites (+). P 20%. P = 32 gram Anemis (+). LP 88 cm Gizi buruk Hiperglikemia on treatment Hipoalbuminemia GI fungsional KET 1900 kkal Diet hari ini 1000 kkal Diet makanan lunak porsi kecil tapi sering : KH 55%. BAB biasa. Gizi buruk Hiperglikemia on treatment Hipoalbuminemia GI fungsional KET 1900 kkal Diet hari ini 1200 kkal Diet makanan lunak porsi kecil tapi sering : KH 55%. nyeri teka (-). pancreoflatin 2 x 1 saat makan O A Gizi buruk Hiperglikemia on treatment Hipoalbuminemia GI fungsional KET 1900 kkal Diet hari ini 1200 kkal Diet makanan lunak : KH 55%. LOSF (+). sakit perut (-). sesuai dengan balans cairan Pujimin 3 x 2 kapsul Monitoring lingkar perut Evaluasi asupan per hari Edukasi gizi P TE RA PI GI ZI . perut cembung sudah berkurang. ascites (+). selera makan kurang. sesuai dengan balans cairan Pujimin 3 x 2 kapsul Monitoring lingkar perut Evaluasi asupan per hari Edukasi gizi 06-10-2011 KU : lemah Muntah (-). ascites (+). ekstra putih telur 3-4 butir. P 20%. LOSF (+). 13-10-2011 KU : lemah Selera makan kurang. nyeri tekan (-). wasting (+). perut masih cembung. zink 20mg 1 x 1. P = gram Anemis (+). wasting (+) Gizi buruk Hiperglikemia on treatment Hipoalbuminemia GI fungsional KET 1900 kkal Diet hari ini 1000 kkal Diet makanan cair : + formula diabetasol 6 x 100 kkal + buah/jus buah rendah GI Diet parenteral : + Panamin G 500 cc/hari Kebutuhan cairan 16001900 cc/hari. BAB biasa. perut cembung. LOSF (+). P 20%. BAK lancar FR : E = 850 kkal. P = gram Anemis (+). BAK lancar FR : E = 1000 kkal. wasting (+). ascites (+). 25% + formula diabetasol 4 x 250 kkal + buah/jus buah rendah GI Kebutuhan cairan 16001900 cc/hari. LP 91 cm Gizi buruk Hiperglikemia on treatment Hipoalbuminemia GI fungsional KET 1900 kkal Diet hari ini 1000 kkal Diet makanan lunak porsi kecil tapi sering : KH 55%. sesuai balans cairan Pujimin 3 x 2 kapsul Monitoring lingkar perut dan tanda vital Evaluasi asupan per hari Edukasi gizi TGL S 08-10-2011 KU : membaik Selera makan kurang. L 25% + formula diabetasol 4 x 250 kkal + buah/jus buah rendah GI Kebutuhan cairan 1600-1900 cc/hr. ascites (+). LOSF (+). P = 21 gram Anemis (+). BAB biasa. LOSF (+).

ekstra putih telur 3-4 butir.wasting (+). perut masih cembung tapi sudah berkurang. LOSF (+). wasting (+). Gizi buruk Hipoalbuminemia Hiponatremia GI fungsional KET 1900 kkal Diet hari ini 1900 kkal Diet makanan lunak : KH 60%. P 20%. BAK lancar FR : E = 1500 kkal.produksi drainase ascites 10 cc/24 jam warna kemerahan. P = 74 gram Anemis (+). LOSF (+). 25% + formula diabetasol 4 x 250 kkal + buah/jus buah rendah GI Kebutuhan cairan 16001900 cc/hari. zink 20mg 1 x 1. Gizi buruk Hipoalbuminemia Hiponatremia GI fungsional KET 1900 kkal Diet hari ini 1900 kkal Diet makanan lunak : KH 55%. BAB encer. BAB belum hari ini. P = 30 gram Anemis (+). L 25% + formula diabetasol 4 x 250 cc + buah rendah GI Kebutuhan cairan 1600 cc/hr Pujimin 3 x 2 kapsul. LOSF (+). ekstra putih telur 3-4 butir. Gizi buruk Hipoalbuminemia Hiponatremia GI fungsional KET 1900 kkal Diet hari ini 1900 kkal Diet makanan lunak : KH 55%. BAB biasa. sakit ulu hati (+) habis makan keripik pisang. BAK lancar FR : E = 1000 kkal. wasting (+). P = 72 gram Anemis (+). pancreoflatin 2 x 1 saat makan Monitoring lingkar perut Evaluasi asupan per hari Edukasi gizi 17-10-2011 KU : baik Selera makan membaik. P 20%. drain ascites 80cc/12 jam. P 20%. sakit perut (+) kalau makan makanan keras. 24-10-2011 KU : lemah Selera makan kurang. sakit perut timbul saat makan makanan keras. P = 71 gram Anemis (+). wasting (+) O A P TE RA PI GI ZI Gizi buruk Hipoalbuminemia Hiponatremia GI fungsional KET 1900 kkal Diet hari ini 1900 kkal Diet makanan lunak : KH 55%. LOSF (+). zink 20mg 1 x 1. P = 38 gram Anemis (+). peristaltik (+) kesan normal. drain ascites 400cc/hari. L 20% + formula diabetasol 4 x 250 kkal + buah/jus buah rendah GI Kebutuhan cairan 1600-1900 Gizi buruk Hipoalbuminemia Hiponatremia GI fungsional KET 1900 kkal Diet hari ini 1900 kkal Diet makanan biasa (nasi lunak) : KH 55%. L 25% + formula diabetasol 4 x 250 kkal + buah/jus buah rendah GI Kebutuhan cairan 1600-1900 cc/hr. sakit perut (-). wasting (+).produksi drainase ascites 250 cc/24 jam warna kemerahan. P 20%. wasting (+) O A P TE RA PI Gizi buruk Hipoalbuminemia Hiponatremia GI fungsional KET 1900 kkal Diet hari ini 1900 kkal Diet makanan lunak : KH 60%. mual (+). sesuai balans cairan Pujimin 3 x 2 kapsul. ekstra putih telur 3-4 butir. peristaltik (+) kesan normal. muntah (-). pancreoflatin 2 x 1 saat makan Monitoring lingkar perut Evaluasi asupan per hari Edukasi gizi FOLLOW UP 15-10-2011 KU : baik Selera makan membaik. BAK lancar FR : E = 1600 kkal. wasting (+). ascites (-). LOSF (+). sesuai dengan balans cairan Pujimin 3 x 2 kapsul. BAK lancar FR : E = 850 kkal. BAK lancar FR : E = 1900 kkal. BAK lancar FR : E = 1300 kkal. ascites (-). BAB biasa.Monitoring lingkar perut Evaluasi asupan per hari Edukasi gizi TGL S 14-10-2011 KU : baik Selera makan kurang. peristaltik (+) kesan normal.BAB biasa. P = 46 gram Anemis (+). L 25% + formula diabetasol 4 x 250 cc + buah rendah GI . BAB biasa. peristaltik (+) kesan normal. sakit perut (+) hilang timkbul. 20% + formula diabetasol 4 x 250 kkal + buah/jus buah rendah GI Kebutuhan cairan 1600- FOLLOW UP 19-10-2011 KU : baik Selera makan membaik. zink 20mg 1 x 1. P 20%. P 20%. pancreoflatin 2 x 1 saat makan Monitoring lingkar perut Evaluasi asupan per hari Edukasi gizi TGL S 18-10-2011 KU : baik Selera makan membaik. LOSF (+). peristaltik (+) kesan normal.

perut kembung dan membesar. wasting (+) Gizi buruk Hipoalbuminemia Hiponatremia GI fungsional KET 1900 kkal Diet hari ini 1900 kkal Diet makanan biasa (nasi lunak) : KH 60%. P = 45 gram Anemis (+). ekstra putih telur 3-4 butir. BAB biasa. perut membesar. P = 66 gram Anemis (+). sesuai balans cairan Pujimin 3 x 2 kapsul. ascites (+). LOSF (+).peristaltik (+). peristaltik (+) kesan normal. perut membesar. P = 67 gram Anemis (+). ekstra putih telur 3-4 butir. sesuai dengan balans cairan Pujimin 3 x 2 kapsul. BAK lancar FR : E = 2525 kkal. zink 20mg 1 x 1 Evaluasi asupan per hari Edukasi gizi FOLLOW UP 27-10-2011 KU : baik Selera makan membaik. ascites (-). BAB belum sejak kemarin. muntah (+) 1x malam. P 20%. ekstra putih telur 5-6 butir. sesuai balans cairan Pujimin 3 x 2 kapsul. LOSF (+). P 20%. LOSF (+). peristaltik (+) kesan meredup. sesuai dengan balans cairan Pujimin 3 x 2 kapsul. BAK lancar FR : E = 1850 kkal. Gizi buruk Hipoalbuminemia Hiponatremia GI fungsional KET 1900 kkal Diet hari ini 1900 kkal Diet makanan biasa (nasi lunak) : KH 60%. L 20% + formula diabetasol 4 x 250 kkal + buah/jus buah rendah GI Kebutuhan cairan 1600-1900 cc/hr. peristaltik (+) kesan meredup ec ascites. BAK lancar FR : E = 2180 kkal. ekstra putih telur 5-6 butir. mual (+). BAK lancar FR : E = 1600 kkal. zink 20mg 1 x 1 Evaluasi asupan per hari Edukasi gizi O A P TE RA PI GI ZI TGL S 31-10-2011 KU : lemah Selera makan kurang. wasting (+). muntah (-). L 2% + formula diabetasol 2-3 x O A P TE . pancreoflatin 2 x 1 saat makan Evaluasi asupan per hari Edukasi gizi Kebutuhan cairan 1600 cc/hr Pujimin 3 x 2 kapsul. Gizi buruk Hipoalbuminemia Hiponatremia GI fungsional KET 1900 kkal Diet hari ini 1900 kkal Diet makanan biasa (nasi lunak) : KH 60%. L 20% 03-11-2011 KU : baik Selera makan baik. LOSF (+). BAB biasa. kembung. BAK lancar FR : E = 1400 kkal. ascites (+). zink 20mg 1 x 1 Evaluasi asupan per hari Edukasi gizi TGL S 25-10-2011 KU : lemah Selera makan kurang. P 20%. BAB biasa. L 2% + formula diabetasol 4 x 250 cc + buah rendah GI Kebutuhan cairan 1600 cc/hr Pujimin 3 x 2 kapsul. wasting (+) Gizi buruk Hipoalbuminemia Hiponatremia GI fungsional KET 1900 kkal Diet hari ini 1900 kkal Diet makanan biasa (lunak) : KH 60%. sakit perut (-). ekstra putih telur 3-4 butir. P = 50 gram Anemis (+). 20% + formula diabetasol 4 x 250 kkal + buah/jus buah rendah GI Kebutuhan cairan 16001900 cc/hari. wasting (+) Gizi buruk Hipoalbuminemia Hiponatremia GI fungsional KET 1900 kkal Diet hari ini 1900 kkal Diet makanan biasa (lunak) : KH 60%. ascites (+). P = 52 gram Anemis (+). sakit ulu hati (+). perut kembung dan membesar. P 20%. P 20%. ascites (+) . mual (+).peristaltik (+) kesan normal. BAB biasa. BAB biasa. zink 20mg 1 x 1 Evaluasi asupan per hari Edukasi gizi 29-10-2011 KU : baik Selera makan baik. LOSF (+). pancreoflatin 2 x 1 saat makan Evaluasi asupan per hari Edukasi gizi cc/hr.GI ZI 1900 cc/hari. P 20%. ekstra putih telur 3-4 butir. LOSF (+). wasting (+) Gizi buruk Hipoalbuminemia Hiponatremia GI fungsional KET 1900 kkal Diet hari ini 1900 kkal Diet makanan biasa (nasi lunak) : KH 60%. ascites (-). BAK lancar FR : E = 1350 kkal. zink 20mg 1 x 1. P = 71 gram Anemis (+). wasting (+). zink 20mg 1 x 1. 20% FOLLOW UP 02-11-2011 KU : baik Selera makan membaik. kembung.

zink 20mg 2 x 1 Evaluasi asupan per hari Edukasi gizi + formula diabetasol 2-3 x 250 kkal + buah/jus buah rendah GI Kebutuhan cairan 1300 cc/hr Pujimin 3 x 3 kapsul. kembung (-). elektrolit. O A P TE RA PI GI ZI TGL S 09-11-2011 KU : lemah Mual (-). BAK lancar FR : E = 2125 kkal. ekstra putih telur 5-6 butir. LOSF (+). zink 20mg 2 x 1 Evaluasi asupan per hari Edukasi gizi Pem. P = 65 gram Anemis (+). zink 20mg 2 x 1 Evaluasi asupan per hari Edukasi gizi 250 cc + buah/jus buah Kebutuhan cairan 1300 cc/hr Pujimin 3 x 3 kapsul. LOSF (+). zink 20mg 2 x 1 Evaluasi asupan per hari Edukasi gizi FOLLOW UP 06-11-2011 KU : lemah Mual (+). P = 63 gram Anemis (+). wasting (+). P 20%. zink 20mg 2 x 1 Evaluasi asupan per hari Edukasi gizi Usul : punksi ascites. BAK lancar FR : E = 1445 kkal. 11-11-2011 KU : membaik Mual (-). sakit perut (-). BAB biasa. wasting (+). selera makan menurun. perut terasa cepat penuh kalau makan. LOSF (+). BAB biasa. P 20%. ascites (+). P = 65 gram Anemis (+). mules. Gizi buruk Hipoalbuminemia Hiponatremia GI fungsional KET 1900 kkal Diet hari ini 1900 kkal Diet makanan biasa (nasi lunak) : KH 60%.peristaltik (+). P = 20 gram Anemis (+). BAB biasa. wasting (+) Gizi buruk Hipoalbuminemia Hiponatremia GI fungsional KET 1900 kkal Diet hari ini 1900 kkal Diet makanan biasa (nasi lunak) : KH 60%. P = 47 gram Anemis (+). sakit perut (+). LOSF (+). ekstra putih telur 3-4 butir. BAB biasa. Gizi buruk Hipoalbuminemia Hiponatremia GI fungsional KET 1900 kkal Diet hari ini 1900 kkal Diet makanan biasa (nasi lunak) porsi kecil tapi sering : KH 60%. wasting (+) LLA 20. muntah (+). perut cepat penuh kalau makan. muntah (-). BAK lancar FR : E = 1425 kkal. LP 92 cm. ekstra putih telur 5-6 butir. muntah (+). BAB biasa. BAK lancar FR : E = 1300 kkal. sakit perut (+) kadang timbul.5 cm. L 2% + formula diabetasol 2-3 x 250 cc + buah/jus buah Kebutuhan cairan 1300 cc/hr Pujimin 3 x 3 kapsul. LOSF (+). ekstra putih telur 3-4 butir. ascites (+). albumin. ascites (-). ekstra putih telur 5-6 butir. darah rutin. wasting (+) O . ascites (+). LOSF (+). zink 20mg 2 x 1 Evaluasi asupan per hari Edukasi gizi TGL S 04-11-2011 KU : baik Selera makan baik. peristaltik (+). 08-11-2011 KU : membaik Mual (+). ascites (+). P = 51 gram Anemis (+). wasting (+) FOLLOW UP 10-11-2011 KU : baik Mual (-). muntah (-). BAB biasa. muntah (-).RA PI GI ZI + formula diabetasol 2-3 x 250 kkal + buah/jus buah Kebutuhan cairan 16001900 cc/hari (sesuaikan balans cairan) Pujimin 3 x 3 kapsul. cepat merasa kenyang akibat perut membesar. L 20% + formula diabetasol 2-3 x 250 kkal + buah/jus buah Kebutuhan cairan 1300 cc/hr Pujimin 3 x 3 kapsul. BAK lancar FR : E = 900 kkal. Lab : GDS. 20% + formula diabetasol 2-3 x 250 kkal + buah/jus buah Kebutuhan cairan 1300 cc/hari Pujimin 3 x 3 kapsul. ekstra putih telur 5-6 butir. BAK lancar FR : E = 2165 kkal. mual (+). P 20%. ascites (+) berkurang.

Koreksi elektrolit dengan menjamin asupan adekuat. Evaluasi asupan per hari O A P TE RA PI GI ZI . BAK lancar FR : E = 2115 kkal. BAB biasa. L 20% + formula diabetasol 2-3 x 250 kkal + buah/jus buah Kebutuhan cairan 800-1000 cc/hr Pujimin 3 x 3 kapsul. L 20% + formula diabetasol 2-3 x 250 kkal + buah/jus buah Kebutuhan cairan 800-1000 cc/hari Pujimin 3 x 3 kapsul.A P TE RA PI GI ZI Gizi buruk Anemia Hipoalbuminemia Hiponatremia Deplesi ringan sistem imun GI fungsional KET 1900 kkal Diet hari ini 1900 kkal Diet makanan biasa (nasi lunak) porsi kecil tapi sering : KH 60%. zink 20mg 2 x 1. P 20%. L 20% + formula diabetasol 2-3 x 250 cc + buah/jus buah Kebutuhan cairan 800-1000 cc/hr Pujimin 3 x 3 kapsul. P 20%.1/99 Gizi buruk Anemia Hipoalbuminemia Imbalans elektrolit Deplesi ringan sistem imun GI fungsional KET 1900 kkal Diet hari ini 1900 kkal Diet makanan biasa (nasi lunak) : KH 60%. Albumin post punksi ascites 3. L 20% + formula diabetasol 2-3 x 250 kkal + buah/jus buah Kebutuhan cairan 800-1000 cc/hari Pujimin 3 x 3 kapsul. wasting (+) LP 80 cm Na/K/Cl (11/11/2011) : 135/3. P 20%. zink 20mg 2 x 1. Evaluasi asupan per hari Edukasi gizi FOLLOW UP TGL S 12-11-2011 KU : baik Mules (+). madu 3x1-2 sdm. LOSF (+). ekstra putih telur 5-6 butir. zink 20mg 2 x 1 Koreksi hiponatremia dengan penambahan garam pada makanan Evaluasi asupan per hari Edukasi gizi Gizi buruk Anemia Hipoalbuminemia Hiponatremia Deplesi ringan sistem imun GI fungsional KET 1900 kkal Diet hari ini 1900 kkal Diet makanan biasa (nasi lunak) porsi kecil tapi sering : KH 60%.0 Gizi buruk Anemia Hipoalbuminemia Hiponatremia GI fungsional KET 1900 kkal Diet hari ini 1900 kkal Diet makanan biasa (nasi lunak) porsi kecil tapi sering : KH 60%. Evaluasi asupan per hari Edukasi gizi LP 86 cm. madu 3x1 sdm. zink 20mg 2 x 1. ekstra putih telur 3-4 butir. ascites (+) berkurang. P 20%. ekstra putih telur 3-4 butir. ekstra putih telur 5-6 butir. madu 3x1 sdm. P = 59 gram Anemis (+).

Pasien mempunyai riwayat makan makanan berlemak tinggi setiap hari. selera makan ada tapi kurang karena rasa cepat kenyang dan kembung. ascites. Kadang dirasakan nyeri abdomen setelah makan sebagai salah satu tanda obstruksi duktus koledokus atau duktus pankreas tapi kami tidak menemukan tanda-tanda ikterus pada pasien ini. hilangnya jaringan lemak subkutan. Hasil pemeriksaan fisis ditemukan konjunctiva anemis. Untuk mengurangi nyeri pasien sering tidur dengan posisi membungkuk dan miring. ada riwayat adanya penurunan berat badan. Nyeri paling sering dirasakan pada daerah abdomen atas sehingga sering mengeluhkan sebagai nyeri epigastrium. TLC. natrium. dan wasting. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan . Pada pemeriksaan patologi anatomi ditemukan adenokarsinoma differensiasi sedang metastase ke limfa. antropometri dan laboratorium dilakukan untuk menilai intervensi gizi yang telah diberikan. PT dan APTT. BAB IV DISKUSI Pada pasien ini telah terjadi penurunan berat badan yang progresinya cepat. dirasakan keluhan nyeri di ulu hati yang hilang timbul.RESUME Seorang wanita umur 34 tahun dengan gizi buruk dirawat di lontara 1 bawah kelas II kamar 3 dan palem atas kamar 8 dengan asupan makan kurang disertai mual dan muntah.Edukasi gizi VII. hal ini diakibatkan oleh proses keganasan dari penyakit dan keluhan dari sistem gastrointestinal. Penatalaksanaan gizi yang diberikan adalah untuk memperbaiki status gizi dan status metabolik pasien melalui terapi gizi seimbang. Pada peemeriksaan laboratorium ditemukan penurunan Hb. albumin. tidak ada gangguan mengunyah dan gangguan menelan. Monitoring dan evaluasi dari asupan. Keluhan yang paling sering dirasakan adalah nyeri abdomen yang biasanya menjadi keluhan pertama.

Pengendalian nyeri dapat memperbaiki kualitas hidup dan kondisi umum sehingga diharapkan bisa memperpanjang masa survival. yang disebut sebagai malignant ascites. asam amino didapat selain dari makanan juga dengan suplementasi ekstrak ikan gabus dan ekstra putih telur. kanker paru-paru. kanker payudara.peningkatan kadar gula darah sebagai diabetes mellitus tipe lain. diperlukan dukungan gizi yang tepat. Infus albumin diperlukan karena efektif mencegah penurunan volume intravaskuler. Jumlah KH yang diberikan sebanyak 261 gram. Sebelumnya telah dikemukakan bahwa sekitar 50% pasien kanker pancreas dapat mengalami hepatomegali yang disebabkan oleh kolestatis sebagai sebab utama. hipertensi portal atau malignansi. Tipe-tipe ascites ini secara khas adalah manifestasi-manifestasi dari kanker-kanker yang telah lanjut dari organorgan dalam rongga perut.23 Pasien ini menderita nyeri yang hebat dan disertai gizi buruk dan kekacauan metabolik. kanker usus besar. kanker pankreas.18. diberikan 20% dari kebutuhan energi total dengan pembatasan lemak jenuh < 7%.2 (pasien hanya di tempat tidur) dan faktor stres 1. Kebutuhan kalori pada pasien ini berdasarkan perhitungan HarrisBenedict dengan faktor aktifitas 1. mengoreksi kekacauan metabolic dan menjaga fungsi faal organ vital. Kenaikan dalam tekanan darah portal dan pengurangan albumin sebagai protein yang diangkut dalam darah mungkin bertanggung jawab dalam pembentukan gradient tekanan dan berakibat pada ascites. salah satu komplikasi dari karsinoma pankreas. Ada pembentukan ascites sebagai akibat dari kanker-kanker. pemberian kapsul albumin dengan dosis 3 x 2-3 kapsul untuk menstabilkan level albumin pasien dan perbaikan keadaan umum pasien untuk rencana pemberian kemoterapi paliatif pasca operasi. kanker lambung.19. Selain itu. lymphoma.22 Terapi yang kami berikan adalah pemberian infus albumin intravena (sekitar 8 g per liter cairan asites albumin) sebagai pendamping dari tindakan paracentesis. Protein yang diberikan cukup tinggi karena pasien menderita gizi buruk dan terdapat hipoalbuminemia. seperti. Selain itu. atau kanker indung telur. Sedangkan untuk lemak. Terapi yang diberikan lebih ditujukan kepada keluhan (terapi simptomatik) dan suportif.24 .3 didapat kebutuhan energi total sebanyak 1900 kkal.

Adanya ascites sebagai efek dari keganasan kanker-kanker pada rongga perut. sintesis protein. Antioksidan yang diberikan selain bersumber dari makanan jus. walaupun status pasien belum mengalami perbaikan. DAFTAR PUSTAKA . dan proteksi terhadap radikal bebas. Zink juga dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Zink dibutuhkan untuk sintesis protein dan juga ko-faktor pada reaksi enzimatik. Zink merupakan komponen lebih dari 300 enzim yang berfungsi pada perbaikan luka. Kebutuhan zink untuk penyembuhan luka adalah 30-200 mg perhari. setelah penderita mengalami berbagai keluhan gastrointestinal dan kekacauan metabolik. jalan meningkatkan respon kekebalan dengan mengurangi beban radikal bebas. Karsinoma pankreas dapat menyebabkan berkurangnya sekresi hormon insulin dan timbulnya resistensi insulin yang berkembang menjadi diabetes. kekebalan. dan gangguan gastrointestinal yang menyebabkan pasien mengalami penurunan berat badan dapat teratasi. Selama dirawat.Pemberian antioksidan dapat antioksidan pada pasien ini menjadi penting. SARAN Disarankan pada pasien agar mengkonsumsi makanan seimbang yang rendah lemak dengan asupan serat cukup baik dari sayuran maupun buah-buahan. buah dan sayuran juga dari suplementasi zink. KESIMPULAN Karsinoma pankreas yang terdeteksi biasanya sudah sampai pada stadium lanjut.25 Edukasi tentang asuhan perawatan DM dan terapi paliatif pada kanker merupakan pendidikan dan latihan mengenai pengetahuan dan ketrampilan dalam pengelolaan diet DM dan penyakit kanker paliatif yang diberikan kepada pasien dan anggota keluarganya. tapi lingkar lengan atas mengalami kenaikan. Pemberian terapi paliatif pada kanker pankreas stadium lanjut ditujukan untuk memperbaiki keadaan umum dan kualitas hidup pasien. gula darah dapat dikontrol. Diberikan edukasi gizi yang terus-menerus pada pasien dan keluarganya tentang pentingnya asupan gizi yang seimbang agar bisa mencapai kualitas hidup yang baik.

Archived from the original on February 5. Cancer Management 13th edition. 12. and Adrenal Cancers. Chari ST (January 2009). 2: 459– 466). Pancreatic... PMC 2504856. 2005-03-06. Neuroendocrine GI. A prospective multicentre trial in 472 patients. What You Need To Know About Cancer of the Pancreas — National Cancer Institute". Petersen GM. Pannala R. and diagnosis related to stage and tumour site. Journal of the National Cancer Institute. 2010-08-02.1. (2008). K P Moore and G P Aithal. 11. U. and Sasson AR. Retrieved 2010-08-02. 2005-10-05. 7. 2008. Ratu Rasih. doi:10.1-12. Chan JM. 4/5. . 3. 4. Arnesjø B. Holly EA (September 2005).Bakkevold KE. Wang F. Kusumayantu. Cancer Epidemiology. Gut 2006. Norwegian Pancreatic Cancer Trial". Scandinavian Journal of Gastroenterology 27 (4): 317–25. Reuters.1080/13651820701883148. PMID 18695761. National Cancer. 2002-09-16. WebMD. p. "Vegetable and fruit intake and pancreatic cancer in a population-based case-control study in the San Francisco bay area". 2. 14. Hariharan. "Carcinoma of the pancreas and papilla of Vater: presenting symptoms. Myerson RJ. Saied.55. Problems in Diagnosis Approach for Carcinoma of Pancreatic Head. study says".S. The Indonesia Journal of Gastroenterology. General Information About Pancreatic cirrhosis. Hepatology and Digestive Endoscopy. A. Benson AB. signs. 9. 8. Kambestad B (April 1992). 6. "Analysis of mortality rates for pancreatic cancer across the world". American Cancer Society. Kocher. No. H. American Cancer Society: Cancer Facts & Figures 2010: incidence estimates. "Red Meat May Be Linked to Pancreatic Cancer". 10. M. Guidelines on the management of ascites in Cancer Institute. Biomarkers & Prevention (Vol. HPB 10 (1): 58–62. Cancer Epidemiology."Obesity Linked to Pancreatic Cancer". and survival percentages. "Soft Drink and Juice Consumption and Risk of Pancreatic Cancer: The Singapore Chinese Health Study"."Cancer cells slurp up fructose. Biomarkers & Prevention 14 (9): 2093–7. Basu A. et al. D. 5.

Domino M. volume 5. The Clinical Dietitian's Essential Pocket Guide. Johns Hopkins University. p. Nutrition Recommendations and Interventions for Diabetes. as a First-Line Dietary Intervention. 5 minutes clinical suite version 3. Ascites : Diagnosis and Management. Pedoman Diet Diabetes Melitus. 2 ed. 2009. 24. Fernandez ML. Octarina M. Renhard T. Stocken DD. 17. Wylie-Rosett J. 21.55. editors.33. 25. 23. Marion J. No. . 2-8. Jakarta: Balai Penerbit FKUI. editor.13."Laparoscopic Pancreas Surgery". Jakarta: Balai Penerbit FKUI.Moore. C. Diabetes Melitus dan Pengelolaannya. 61-78. Sukardji K. 2008. Pedoman Diet Diabetes Melitus. Johns Hopkins University.1-12.D.110-4. Pedoman Diet Diabetes Melitus. Diabetes. J Nutr2009. Gizi Pada Penyembuhan Luka. In: Waspadji S. 16. Pengaturan Makan dan Pengendalian Glukosa Darah. 1 ed. 2 ed.Width M. 2009.Bantle JP. Saadi H. p. 183-206. Guidelines on the management of ascites in cirrhosis. Clark. Franz. (2007). 2009. 20. The New England Journal of Medicine 350 (12): 1200–10. DIABETES CARE: ADA. 18. 1. Philadelphia. et al. Retrieved 5 September 2009.139:1667–76. Carbohydrate Restriction. 2009.Sukardji K. KP. In: Waspadji S. 14. DIABETES CARE 2010.Frank J. Friess H.Rita Sood. et al. Waspadji S.Syahbudin S. p.Neoptolemos JP. Volek JS. Nathaniel G.Suyono S. Gut 2006. 19. In: DavidTroy. "A randomized trial of chemoradiotherapy and chemotherapy after resection of pancreatic cancer". (March 2004). 2 ed.Al-Sarraj T. M. 9-15. Standards of Medical Care in Diabetes—2010. In Journal of Indian Academy of Clinical Medicine. p. editor. Calle MC. p. PA: Lippincott Williams & Wilkins. In: Waspadji S.ADA. Baltimore: Lippincott Williams & Wilkins. 15. 22. Effectively Reduces Biomarkers of Metabolic Syndrome in Emirati Adults. Jakarta: Balai Penerbit FKUI. editor. "Surgical Treatment of Pancreatic Cancer". Albright AL.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful