Anda di halaman 1dari 9

PERICORONITIS

21:59 | Bedah Mulut | 0 komentar Pericoronitis adalah infeksi yang melibatkan jaringan lunak di sekitar mohkota gigi yang erupsi sebagian, umumnya terjadi pada gigi M3 bawah. Pada gigi yang impaksi sebagian, mahkota gigi biasanya diliputi oleh jaringan lunak baik yang menutupi permukaan oklusal mahkota gigi (operculum) atau permukaan aksialnya. Antara mahkota gigi yang impaksi dan jaringan lunak yang menutupinya terdapat suatu ruang potensial, yakni bagian dari dental follicle. Pericoronitis berawal dari keradangan pada follicle ini Pericoronitis dapat juga terjadi akibat trauma gigitan dari M3 RA. Operculum dari mahkota M3 rahang bawah dapat menjadi bengkak karena tergigit oleh M3 RA. Dalam hal ini pencabutan gigi M3 RA biasanya akan dapat menghilangkan gejala klinis dan simptom yang ada. Pericoronitis dapat pula terjadi akibat terperangkapnya makanan dibawah operculum, sisa makan dapat menjadi media pertumbuhan bakteri. Pericoronitis akut Pericoronitis akut adalah keradangan akut pada jaringan lunak perikorona yang ditandai dengan rasa sakit cekot-cekot terutama pada waktu mengunyah. Pada anamnesa pasien mengeluhkan trismus dan rasa tidak enak bila menelan. Pemeriksaan klinis menunjukkan adanya peningkatan suhu tubuh, frekuensi denyut nadi dan pernapasan, terdapat pembengkakan EO yang difuse, kelenjar limfe submandibularis membesar dan sakit pada palpasi. IO tampak mukosa perikorona membengkak, kemerahan, palpasi sakit dan bila ditekan keluar pus dari ruang potensial dibawah mukosa. Pericoronitis akut dapat menyebar ke infeksi fascial space di daerah ramus mandibula(pterygomandibular space atau submasseteric space) atau ke daerah lateral dari leher (lateralpharyngeal space). Pencabutan merupakan kontraindikasi mengingat resiko terjadinya penyebaran infeksi. Debridement melalui irigasi dan pemendekkan tonjol oklusal merupakan terapi yang sesuai. Sebagian besar pasien dapat dirawat tanpa penggunaan antibiotika. Pada keadaan tertentu apabila pasien mengalami peningkatan suhu dan trismus diperlukan antibiotik dan anelgesik untuk mengurangi rasa sakit, Penisilin adalah salah satu pilihan. Disamping perawatan umum tersebut, perlu dilakukan perawatan lokal yaitu : 1. Irigasi H2O2 2. Bila terdapat trauma dari gigi M RA dilakukan pemendekkan tonjol oklusal 3. Bila terbentuk abses, perlu dilakukan insisi pada absesnya.

4. Instruksi pada pasien untuk kumur-kumur larutan air garam hangat dengan frekuensi yang cukup sering. Tindakan ini cukup efektif untuk meredakan rasa sakit dan mempercepat resolusi dari keradangan yang terjadi. Pericoronitis kronis Pericoronitis kronis ditandai dengan rasa kemeng yang timbulnya berkala. Tanda yang khas pasien mengeluhkan rasa tidak enak. Tidak ada gejala klinis dan cukup dilakukan perawatan lokal saja,antibiotik tidak diperlukan. M3 RB bisa dicabut setelah gejala klinis dari pericoroniti stelah hilang. Bila pencabutan dilakukan pada saat keradangan akut resiko cukup tinggi untuk terjadi komplikasi seperti : dry socket atau postoperative infection. Setelah infeksi dapat diatasi, perawatan definitif yaitu pencabutan dapat segera dilakukan.

KLASIFIKASI IMPAKSI
21:57 | Bedah Mulut | 0 komentar KLASIFIKASI IMPAKSI 1. KLASIFIKASI IMPAKSI M3 RB Winter (1926) Vertikal - Mesioangular Horizontal - Distoangular Inverted - Buccoangular Unusual - Linguoangular Pell & Gregory (1933) Berdasarkan ruang antara ramus dan sisi distal M2 : 3 klas y Klas I ruang cukup y Klas II ruang < y Klas III tdk ada ruang/M3 dalam ramus mandibula Kedalaman relatif M3 dalam rahang : Posisi A sama/di atas garis oklusal Posisi B di atas garis servikal Posisi C di bawah servikal Posisi sumbu panjang M3 thd M2 = Winter Posisi simultan : buccoversi, linguoversi, torsoversi, unusual Archer (1975) gabungan I & II Wright (1985) btk akar gigi : Akar lurus terpisah atau fusi Akar bengkok ke distal/mesial Kombinasi 2. KLASIFIKASI IMPAKSI M3RA Berdasarkan kedalaman gigi

Kl. A Kl. B Kl. C Berdasarkan perbandingan kedudukan sumbu panjang M3 Rahang Atas terhadap sumbu panjang M2 Rahang Atas : Klas A : Vertikal Klas B : Horizontal Klas C : Mesioangular Klas D : Distoangular Klas E : Inverted Klas F : Buccoangular Klas G : Linguo/palatoangular

IMPAKSI CANINUS ;
21:40 | Bedah Mulut | 0 komentar IMPAKSI CANINUS ; adalah gigi yang tidak dapat atau tidak akan erupsi menempati posisi fungsional yang normal dan juga dapat patologis serta membutuhkan terapi yang adekuat Gigi kaninus merupakan yang terbanyak mengalami impaksi setelah gigi molar ketiga mandibula dan maksila. Insidensi 0,92% dari total gigi impaksi.

JARINGAN GIGI
23:25 | Anatomi | 0 komentar JARINGAN GIGI 1. ENAMEL : Bervariasi dari kekuning - kuningan sampai putih keabu abuan
y y y y

Melapisi seluruh mahkota gigi (secara anatomis) dan melindungi dentin Merupakan bagian yang paling keras dari tubuh Dapat menerima tekanan yang besar kira-kira 100,000 psi. Dibentuk oleh sel2 epitel (ameloblast) yang kehilangan fungsinya ketika mahkota telah lengkap

STRUKTUR ENAMEL ANTARA LAIN : ENAMEL PRISMATA/ENAMEL ROD


y

berjalan ke permukaan gigi

y y y

Hampir tegak lurus dengang arah bergelung (huruf S) Penampang melintang hexagonal tak sempurna (seperti lubang kunci) Mikroskop gelap terang garis HUNTER SCHREGER

GARIS RETZIUS
y y y

garis pembentukan email garis dari dento enamel junction ke permukaan gigi dentino enamel junction batas dentin dan enamel

ENAMEL CUTICULA
y y

membran yang menutupi permukaan enamel menghilang sesudah enamel (gigi) menjalankan fungsinya

ENAMEL LAMELLAE
y

matriks dentin yang berkembang masuk ke dalam enamel, panjang lebih dari tebal enamel

ENAMEL TUFT
y

matriks dentin yang masuk ke dalam enamel dengan akhiran mengurai

ENAMEL SPINDLE
y

matriks dentin yang masuk ke dalam enamel dengan akhiran menebal

2. DENTIN : berwarna kuning terang yang terlihat radiolucent daripada enamel dan merupakan bagian terbesar dari gigi * Ruang pulpa terletak pada permukaan dalam dentin * Lebih keras dari tulang tetapi lebih lunak dibandingkan enamel * Mempunyai kemampuan tetap tumbuh dan memperbaiki STRUKTUR-STRUKTUR DENTIN ADALAH : TUBULUS DTUBULUS DENTIN
y y

Canal yang terdapat pada jaringan dentin Berjalan dari pulpa ke perifer s shape

INTERGLOBULAR SPACE
y y

Daerah yang tampak sebagai bercak-bercak hipokalsifikasi Pada sediaan gosok nampak sebagai bercak hitam yang berderet pada daerah di sekitar dento enamel junction interglobular dentin

TOMES GRANULAR LAYER


y

Bintik-Bintik Hipokalsifikasi Halus Pada Perbatasan Antara Dentin Dengan sementum

Daerah

Daerah

GARIS OWEN / EBNER


y y y y

Cross sections i dentin tubulus Identik dg garis2 retzius garis kontur dr dentin Beberapa keadaan garis ebner jelas Sebagai garis2 gelap garis2 dr owen

Macam macam dentin :


y y y y y

Peritubular dentin ; dinding tubuli ; Kalsifikasi : tinggi Interlobular dentin ; diantara tubuli ; Kalsifikasi : tinggi Mantle dentin Lapisan paling luar Dentin yang pertama kali terbentuk Circumpulpal dentin ; lapisan sekitar pulpa ; dibentuk setelah mantle dentin Primary dentin

* dibentuk sebelum foramen apical sempurna * dibentuk leih cepat * mineralnya lebih banyak dibandingkan secondary
y

Secondary dentin

* dibentuk setelah foramen apical sempurna * dibentuk lebih lambat dan mineral lebih berkurang dibandingkan primary dentin
y

Tertiary dentin ; dibentuk karena ada rangsangan ; pola tubuli tidak teratur

3. CEMENTUM: seperti jaringan tulang yang melapisi akar gigi sebagai lapisan tipis

y y y y

Berwarna kuning terangIt is light yellow in color, slightly lighter than dentin. Berhubungan dengan enamel pada cementoenamel junction (CEJ). Fungsi utama : mencengkeram gigi ke dinding tulang pada soket di jaringan periodontium Terbentuk sepanjang gigi masih vital

LAPISAN YANG MENUTUPI (MELIPUTI) DENTIN BAGIAN AKAR ADA 2 MACAM :


y

SEMEN ASELLULER

bagian cementum yang menutupi 1/3 sampai akar, terdiri dari sabutsabut kolagen
y

SEMEN SELLULER

bagian cementum yang menutupi 1/2 sampai 2/3 apeks 4. PULPA GIGI : merupakan jaringan lunak gigi, yang berkembang dari jaringan ikat dental papilla
y y y

Terletak dalam mahkota : disebut ruang pulpa Terdapat pembuluh darah dan saraf melalui foramen apical Fungsi utama pulpa membentuk dentin

Kencing Manis dan Kesehatan Gigi


22:40 | Artikel | 2 komentar Kencing Manis dan Kesehatan Gigi Bila memiliki masalah gigi dan gusi dan juga diabetes atau kencing manis. Kabar baik!!!. Pelajari posting ini,!!! dan kemudian ketahuilah bagaimana melakukan perawatan kesehatan gigi pada penyakit tersebut Pada Penyakit diabetes tipe 1 atau diabetes tipe 2, mengelola tingkat gula darah adalah kunci perawatan. Tingkat gula darah yang lebih tinggi, dapat berisiko tinggi terhadap :
y

kerusakan gigi / berlubang ( caries ). mulut secara alami mengandung berbagai jenis bakteri. Ketika pati dan gula dalam makanan dan minuman berinteraksi dengan bakteri, terbentuk sebuah lapisan tipis yang dikenal sebagai plak. Asam yang terdapat pada plak dapat menyebabkan kerusakan bagian keras dari permukaan gigi (email).

y y

Penyakit gusi (gingivitis). Penyakit Jaringan penyanggah gigi (periodontitis). Ketika tidak diobati, radang gusi bisa menyebabkan infeksi yang lebih serius disebut periodontitis, yang menghancurkan jaringan lunak dan tulang yang mendukung gigi. Yang dapat menyebabkan gusi menjadi kendor , bahkan dapat melepaskan gigi dari tempatnya ( gusi ). Periodontitis cenderung lebih parah pada orang-orang yang menderita diabetes karena diabetes menurunkan kemampuan untuk melawan infeksi dan memperlambat penyembuhan.

Perawatan gigi yang benar pada Pasien Kencing Manis Untuk membantu mencegah kerusakan gigi dan gusi, berikut ini ada beberapa langkah mudah yang patut anda coba ;
y

Kontrol Gula Darah Semakin terkendali tingkat gula darah, semakin kecil kemungkinan untuk berkembangnya gingivitis dan masalah gigi lainnya. Sikat gigi Anda setidaknya dua kali sehari pagi. Sikat bagian dalam, pada malam hari dan, idealnya, setelah makan dan makanan ringan. Gunakan sikat gigi berbulu lembut dan pasta gigi yang mengandung fluoride. Hindari menggosok kuat atau kasar, yang dapat mengiritasi gusi. Pertimbangkan untuk menggunakan sikat gigi elektrik, terutama jika memiliki radang sendi atau masalah lain yang meneyebabkan kesulitan untuk menyikat gigi dengan baik. Gunakan Benang pembersih ( dental floss ) setidaknya sekali sehari. Flossing membantu menghilangkan plak di gigi dan di bawah batas gusi. Jika sulit untuk memanipulasi floss, gunakan pemegang benang. Periksa gigi secara rutin . Kunjungi dokter gigi setidaknya dua kali setahun untuk melakukan pemeriksaan Ingatkan dokter gigi bahwa Anda memiliki diabetes.Untuk mencegah penurunan gula darah rselama perawatan gigi usahakan makanlah terlebih dahulu. Jika membutuhkan tindakan khusus misalnya operasi gigi, pastikan bahwa dokter gigi berkonsultasi dengan dokter yang merawat Diabetes terlebih dahulu. untuk menyesuaikan pengobatan diabetes dengan pengobatan gigi atau menggunakan antibiotik untuk mencegah infeksi. Ketahuilah tanda-tanda awal penyakit gusi penyakit., atau tanyakan ke dokter gigi jika ada tanda - tanda ; Misalnya kemerahan, pembengkakan dan pendarahan gusi . Juga menyebutkan tanda-tanda lain dan gejala seperti mulut kering, atau sakit gigi atau gigi goyang. Jangan merokok. Merokok meningkatkan risiko komplikasi diabetes scara serius, termasuk penyakit gusi.

Mengelola diabetes hingga terkontrol adalah komitmen seumur hidup, demikian pula dengan perawatan gigi harus di lakukan seumur hidup ada atau tidak ada penyakit sistemik.... sumber : http://www.mayoclinic.com

Chlorhexidine mungkin kah dapat mencegah erosi gigi ???


23:56 | Artikel | 0 komentar Penelitian terakhir telah menemukan bahwa klorheksidin dapat memperkuat obligasi restorasi dengan melindungi mereka dari metalloproteinases matriks (MMPs), enzim-enzim yang menyerang kolagen dentin. Saat ini peneliti dari Universitas Sao Paulo mengatakan bahwa klorheksidin dan inhibitor MMP dapat melindungi gigi terhadap asam yang ada dalam minuman ringan. Dalam Jurnal Penelitian Gigi para peneliti dari Universitas Sao Paulo melaporkan hasil penelitian dengan memperlakukan blok dentin sapi dengan gel yang mengandung klorheksidin dan epigallocatechin gallate. Sebagai kontrol, mereka memperlakukan blok dengan gel yang mengandung fluoride natrium dan blok lainnya diobati dengan gel yang tidak mengandung bahan aktif. Sepuluh relawan mengenakan berbagai blok sambil minum Coca-Cola empat kali sehari selama lima hari. Para peneliti menemukan bahwa blok diperlakukan dengan klorheksidin dan epigallocatechin gallate terkikis hanya 0,05 0,02 ug, sedangkan yang diobati dengan fluoride terkikis 0,79 0,35 ug dan mereka yang dirawat dengan gel polos terkikis 1,77 0,35 ug. Perbedaan antara inhibitor MMP dan kontrol secara statistik signifikan (p <0,01). Penelitian ini "akan membuka perspektif baru untuk perlindungan terhadap erosi gigi," kata mereka. sumber ; DrBicuspid.com

Banyak Yogurt = menurunkan caries pada ANAK ???


23:41 | Artikel | 0 komentar Ingin membantu meningkatkan kesehatan mulut dan sistemik kesehatan PASIEN ANAK Anda? . Cobalah merekomendasikan mereka makan yoghurt lebih banyak.

Dalam studi cross-sectional yang akan diterbitkan bulan Juli 2010 dalam Jurnal Kedokteran Gigi (. 579-583, peneliti dari dua universitas di Jepang meneliti hubungan antara konsumsi produk susu dan prevalensi karies gigi pada anak-anak. "Dalam penelitian in vitro menunjukkan bahwa susu atau komponen susu memiliki sifat cariostatic," tulis mereka. "Namun, hasil penelitian epidemiologi terhadap hubungan antara konsumsi produk susu dan karies gigi masih belum konsisten." Menggunakan kuesioner, para peneliti menilai diet 2.058 Jepang-anak umur 3 tahun. Penyesuaian dibuat untuk jenis kelamin, frekuensi menyikat gigi, penggunaan fluorida, makan snack frekuensi-antara, merokok ibu selama kehamilan, paparan asap tembakau lingkungan di rumah, dan tingkat pendidikan ayah dan ibu. Anak-anak yang mengkonsumsi yogurt empat atau lebih kali seminggu memiliki prevalensi yang lebih rendah secara signifikan karies gigi daripada mereka yang mengkonsumsi kurang dari sekali seminggu (disesuaikan = 0,78 rasio prevalensi, interval kepercayaan 95%: 0,62-0,98, p = 0,04), .Mereka menemukan hubungan material antara konsumsi keju, roti dan mentega, atau susu dan prevalensi karies gigi. Berdasarkan hasil penelitian ini disimpulkan bahwa , "mengkonsumsi yoghurt dalam jumlah tinggi dikaitkan dengan prevalensi yang lebih rendah dari karies gigi pada anakanak," peneliti menyimpulkan. sumber : DrBicuspid.com DrBicuspid.com