Anda di halaman 1dari 7

Konsep Dasar Kanker Endometrium

A. Definisi Kanker Endometrium Merupakan tumor ganas primer yang berasal dari endometrium atau miometrium. Sebagian besarnya merupakan adenokarsinoma (90%). Karsinoma endometrium adalah penyakit pada wanita pasca menopause, walaupun 25 % kasus terdapat pada wanita yang berusia kurang dari 50 tahun dari 5 % kasus terdapat pada usia dibawah 40 tahun (Patofisiologi konsep klinis proses-proses penyakit, hal 1984 ) B. Etiologi

Penyebab pasti Ca.endometrium tidak diketahui. Kebanyakan kasus ca Endometrium dihubungkan dengan endometrium terpapar stimulasi estrogen secara kronis. Salah satu fungsi estrogen yang normal a d a l a h m e r a n g s a n g pembentukan lapisan epitel pada rahim. Sejumlah besar estrogen yang disuntikkan pada hewan percobaan di laboratorium menyebabkan hiperplasia endometrium dan kanker c. Faktor risiko 1. Factor resiko reproduksi dan menstruasi Kebanyakan peneliti menyimpulkan bahwa nulipara mempunyai risiko 3x lebih besar menderita kanker endometrium disbanding multipara. Hipotesis bahwa infertilitas menjadi f actor risiko kanker endometrium didukung penelitian-penelitian y a n g menunjukkan risiko yang lebih tinggi untuk multipara dibanding wanita yang

tidak pernah menikah . Perubahan-perubahan biologis yang berhubungan dengan infertilitas dikaitkan dengan risiko kanker endometrium adalah siklus anovulasi ( terekspos estrogen yang lamatanpa progesterone yang cukup), kadar androstenedion serum yang tinggi (kelebihan andostenedion dikonversi menjadi estron), tidak mengelupasnya lapisan endometrium setiap bulan (sisa jaringan menjadi hiperplastik) dan efek dari kadar estrogen bebas dalam serum yang rendah pada multipara . usia menarce dini (,12 tahun) berkaitan dengan meningkatnya resiko kanker endometrium walaupun tidak selalu konsisten. Banyak penelitian menunjukkan usia saat menopause mempunyai hubungan langsung terhadap meningkatnya kanker ini sekitar 70 % dari semu wanita didiagnosisi kanker endometrium a d a l a h pasca menopause. Wanita yang menopause secara alami diatas 52 tahun 2,4 kali lebih beresiko jika dibandingkan sebelum usia 49 tahun 2 . h o r m o n e

a.Hormone endogen Risiko terjadinya kanker endometrium pada wanita-wanita muda berhubungan dengankadar estrogen yang tinggi secara abnormal seperti polycystic ovarian disease yangmemproduksi estrogen. b.Hormone eksogen pascamenopause.Terapi sulih hormone estrogen menyebabkan risiko kanker endometrium meningkat 2 sampai 12 kali lipat. Peningkatan resiko ini terjadi setelah pemakaian 2-3 tahun. Resiko relative tertinggi setelah pemakaian selama 10 tahun 3. Kontrasepsi oral . Peningkatan risiko secara bermakna terdapat pada pemakaian kontrasepsi oral yang mengandung estrogen dosis tinggi dan rendah progestin. Sebaiknya penggunaan kontrsepsi oral kombinasi estrogen dan progestin dengan kadar progesterone tingi. mempunyai efek protektif dan menurunkan risiko kanker endometrium setelah 1-5tahun pemakaian 4 . T a m o k s i f e n . Beberapa penelitian mengindikasikan adanya peningkatan risiko kanker endometrium 23 kali lipat pada pasien kanker payudara yang diberi terapi tamoksifen. Tamoksifen merupakan antiestrogen yang berkompetisi dengan estrogen untuk mendu d u k i reseptor. Diendometrium, tamoksifen malah bertindak sebagai factor pertumbuhan yang meningkatkan siklus pembelahan sel. 5 . O b e s i t a s . Obesitas meningkatkan risiko terkena kanker endometrium. Kelebihan 13-22 kg BB ideal akan meningkatkan risiko sampai 3 x lipat. Sedangkan kelebihan di atas 23 kg akan meningkatkan risiko sampai 10x lipat 6. F a k t o r d i e t .

Perbedaan pola demograf i kanker endometrium diperkirakan oleh pe r a n n u t r i s i , terutama tingginya kandungan lemak hewani dalam diet. Konsumsi sereal, kacang-kacangan, sayuran dan buah terutama yang tinggi lutein, menurunkan risiko kanker yang memproteksi melalui pitoestrogen.. 7 . K o n d i s i m e d i s . W anita premenopause dengan diabetes meningkatkan 2-3 x lebih b e r e s i k o t e r k e n a k a n k e r e n d o m e t r i u m i k a d i s e r t a i d i a b e t e s . Tingginya kadar estrone dan lemak dalam plasma wanita dengan diabetes menjadi penyebab hipertensi menjadi factor engan obesitas. . 8 .F a k t or g e n e t ic . Seorang wanita dengan riwayat kanker kolon dan kanker payudara meningkatkan resiko terjadinya kanker endometrium. Begitu juga dengan riwayatkanker endometrium dalam keluarga. 9 . M e r o k o k W anita perokok beresiko kali jika dibandingkan yang bukan perokok (factor proteksi )dan diperkirakan menopause lebih cepat 1-2 tahun.. 1 0 . R a s Kanker endometrium sering ditemukan pada wanita kulit putih. 11.Faktor resiko la in Pendidikan dan status social ekonomi diatas rata-rata meningkatkan risiko terjadinya kanker endometrium akibat konsumsi terapi pengganti estrogen dan renda h n y a paritas. Manifestasi Klinis Keluhan utama yang dirasakan pasien kanker endometrium adalah perdrahan pasca menopause bagi pasien yang telah menopause danperdarahan inter menstruasi bagi pasien yang belum menopause. Keluhan keputihan merupakan keluhan yang paling banyak menyertai keluhan utama D. Gejalanya bisa berupa: y Perdarahan rahim yang abnormal y Siklus menstruasi yang abnormal y Perdarahan diantara 2 siklus menstruasi (pada wanita yang masih mengalami menstruasi) y Perdarahan vagina atau spotting y pada wanita pasca menopausePerdarahan yang sangat lama, berat dan sering (pada wanita yang berusia diatas 40 tahun)

y y y y

Nyeri perut bagian bawah atau kram panggul Keluar cairan putih yang encer atau jernih (pada wanita pasca menopause) Nyeri atau kesulitan dalam berkemih Nyeri ketika melakukan hubungan seksual.

E. PENCEGAHAN KANKER ENDOMETRIUM 1. Jauhi rokok Ini peringatan paling penting buat wanita perokok, kecuali mengakibatkan penyakit pada paru-paru dan jantung, kandungan nikotin dalam rokok pun bisa mengakibatkan kanker serviks (leher rahim) 2. Pencucian vagina Douching atau cuci vagina menyebabkan iritasi diserviks. Nah, iritasi berlebihan dan terlalu sering akan merangsang terjadinya perubahan sel, yang akhirnya jadi kanker. 3. Menaburi talk Yang sering terjadi, saat dari vagina gatal atau merah-merah, anda menaburkan talk disekitarnya. Ini bahaya, sebab pemakaian talk pada vagina wanita usia subur bisa memicu terjadi kanker ovarium (indung telur) 4. Diet rendah lemak Penting untuk diketahui, timbulnya kanker pun berkaitan erat dengan pola makan seseorang. Wanita yang banyak mengkonsumsi lemak akan jauh lebih beresiko terkena kanker endometrium (badan rahim). Sebab lemak memproduksi hormone estrogen, sementara endometrium yang sering terpapar hormone estrogen mudah berubah sifat menjadi kanker. 5. Kekurangan vitamin C Pola hidup mengkonsumsi makanan tinggi lemak akan membuat orang tersebut melupakan zat-zat gizi lain, seperti beta karoten, vitamin C, dan asal folat. Padahal, kekurangan ketiga zat gizi ini bisa menyebabkan timbul kanker serviks. 6. Hubungan sek terlalu dini Hubungan sek idealnya dilakukan setelah seseorang wanita benar-benar matang. Ukuran kematangan bukan hanya dilihat dari ia sudah menstruasi atau belum. Tapi juga bergantung pada kematangan sel-sel mukosa; yang terdapat diselaput kulit bagian

dalam rongga tubuh. Umumnya sel-sel mukosa baru matang setelah wanita tersebut berusia 20 tahun keatas. 7. Berganti-ganti pasangan Bisa juga kanker serviks muncul pada wanita yang berganti-ganti pasangan seks. Hal ini terkait dengan kemingkinan tertular penyakit kelamin, salah satunya human papiloma virus (HPV). 8. Terlambat menikah Sebaliknya wanita yang tidak atau terlambat menikah pun bisa beresiko terkena kanker ovarium dan kanker endometrium. Sebab, golongan wanita ini akan terus menerus mengalami ovulasi tanpa jeda. Jadi, rangsangan terhadap endometrium pun terjadi terus menerus. Akibatnya bisa membuat sel-sel di endometrium berubah sifat jadi kanker. 9. Penggunaan esterogen Risiko yang sama akan terjadi pada wanita yang terlambat menopause. Karena rangsangan terhadap endometrium sksn lebih lama, sehingga endometrium akan lebih sering terpapar estrogen. Jadi, sangat memungkinkan terjadi kanker. F. PENGOBATAN a. PEMBEDAHAN Kebanyakan penderita kanker akan menjalani histerektomi (pengangkatan rahim) Kedua tuba falopii dan ovarium juga diangkat ( salpingo ooforektomi bilateral ) karena sel-sel tumor bisa menyebar ke ovarium dan sel-sel kanker dorman (tidak aktif) yang mungkin tertinggal kemungkinan akan terangsang oleh estrogen yang dihasilkan oleh ovarium. Jika ditemukan sel-sel kanker didalam kelenjar getah bening disekitar tumor maka kelenjar getah bening tersebut juga diangkat. Jika sel kanker telah ditemukan di dalam kelenjar getah bening, maka kemungkinan kanker telah menyebar ke bagian tubuh lainnya.Jika sel kanker belum menyebar ke luar endometrium (lapisan rahim), maka penderita tidak perlu menjalani pengobatan lainnya b. RADIOTERAPI Pada radioterapi digunakan sinar berenergi tinggi untuk membunuh sel-se kanker, terapi penyinaran merupakan mterapi local hanya menyerang sel-selkanker di daerah yang disinari. Pada stadium I, II, atau III dilakukan terapi penyinaran dan pembedahan angka ketahanan hidup tahun pada pasien kanker endometrium menurun 2 0 - 3 0 % d i b a n d i n g dengan pasien operasi dan penyinaran. Penyinaran bisa dilakukan sebelum pembedahan (untuk memperkecil ukuran tumor) atau setelah pembedahan (untuk membunuh sel-sel kanker yang tersisa). Stadium I dan II secara medis hanya diberi terapi penyinaran. Pada pasien dengan resiko rendah (Stadium IA grade 1 atau 2) tidak memelukan radiasi adjuvant pasca operasi.

c. KEMOTERAPI Adalah pemberian obat untuk membunuh sel kanker. Kemoterapi merupakan terapi sistemik yang menyebar keseluruh tubuh dan mencapai sel kanker yang telah menyebar jauh atau metastase ke tempat lain. Kemoterapi pada kanker endometrium Adjuvant

Kemoradiasi

AP (Doxorubican 50-60 mg/m2, cisplatinum 60 mg/m2 dengan interval 3 minggu) Asplatinum 20-40 mg/m2 setiap minggu (5-6 minggu ) Xelloda 500-1000 mg/hari (Oral) Gemtacibine 300 mg/m2 Paclitacel 60-80 mg/m2 setiap minggu (5-6 minggu) Docetaxel 20 mg/m2 setiap minggu (5-6 minggu)

Efek Samping a) Pada kulit y Alopesia y Berbagai kelainan kulit lain b) Gangguan di mukosa y Stomatitis y Enteritis yang menyebabkan diare y Sisttitis hemoragik y Proktitis c) Pada saluran cerna y Anorexia y Mual muntah d) Depresi sumsum tulang y Pansitopenia atau anemia y Leucopenia y Trombositopenia e) Menurunnya imunitas f) Gangguan Organ y Gangguan faal hati y Gangguan pada miocard y Fibrosis paru y Ginjal g) Penurunan libido h) Tidak ada ovulasi pada wanita i) Gangguan pada syaraf y Neuropati y Tuli y Letargi

Daftar Pustaka http://www.scribd.com/doc/74262278/Lp-CA-Endo-Sutomo http://medicastore.com/penyakit/1047/Kanker_Rahim.html http://fizi-winners.blogspot.com/2011/06/tips-mencegah-kanker-rahim.html http://www.patoppoi.com/page8.php?view=thumbnailList&category=12 ww.beautydaylily.com/a/cara-mencegah-kanker-leher-rahim/