Anda di halaman 1dari 6

Praktek Pengelolaan Hutan Mahasiswa Fakultas Kehutanan IPB

Praktek Pengelolaan Hutan Mahasiswa Fakultas Kehutanan IPB

PERBENIHAN TANAMAN
PENDAHULUAN
Perbenihan Tanaman Hutan adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan pengelolaan benih tanaman hutan. Kegiatan penting yang tercakup di dalamnya adalah pengelolaan sumber benih, pengadaan benih, peredaran benih dan sertifikasi benih. Pengelolaan sumber benih mencakup pencarian, pengumpulan, pembangunan sumber benih, pelestarian dan pemanfaatan sumber benih. Pengadaan benih mencakup kegiatan pencarian, pemanenan, pengumpulan, sortasi dan penyimpanan mencakup benih. Peredaran benih mencakup setelah kegiatan melalui pengemasan, pengangkutan, penyimpanan, penyaluran dan pemasaran benih. Sertifikasi benih pemberian sertifikat benih pemeriksaan, pengujian dan pengawasan serta memenuhi semua persyaratan untuk diedarkan. Pelaksanaan yang teratur dari semua kegiatan tersebut di atas akan dapat memenuhi tujuan pengelolaan benih tanaman hutan, yaitu terjaminnya kualitas benih (fisik, fisiologis dan genetik), terpenuhinya kebutuhan benih berkualitas secara memadai dan berkesinambungan serta terjaminnya kelestarian sumber benih dan pemanfaatannya. Hal tersebut sangat menentukan berhasilnya program pembangunan hutan. Setiap mahasiswa Fakultas Kehutanan IPB harus memahami perbenihan tanaman hutan sebagai bekal kelak menjadi rimbawan profesional. Modul praktik ini disusun sebagai acuan bagi mahasiswa dalam melaksanakan Praktik Pengelolaan Hutan di Hutan Pendidikan Gunung Walat, Fakultas Kehutanan IPB. Materi praktik perbenihan tanaman hutan yang akan dilaksanakan adalah penunjukan tegakan benih, seleksi pohon plus dan pengadaan benih.

Tujuan pembangunan Tegakan Benih dan Areal produksi Benih adalah untuk memproduksi benih berkualitas genetik yang lebih baik dari tegakan biasa dalam waktu relatif singkat dengan memanfaatkan hutan alam atau hutan tanaman yang sudah ada. Hutan alam atau hutan tanaman yang kualitas tegakannya sedang dapat ditunjuk sebagai Tegakan Benih Teridentifikasi sedangkan apabila kualitas tegakannya di atas rata-rata dimana sebagian besar pohon-pohonnya berfenotipe bagus untuk sifat penting seperti dimensinya besar, batang lurus dapat ditunjuk sebagai Tegakan Benih Terseleksi. Tegakan Benih Terseleksi yang kemudian ditingkatkan kualitasnya melalui penebangan pohon-pohon berfenotipe jelek dan dipelihara agar menghasilkan benih berlimpah disebut Areal Produksi Benih. B. Bahan dan Alat 1. Tegakan hutan tanaman Agathis loranthifolia 2. 3. 4. 5. 6. 7. Kompas Haga / Christen Meter Meteran 30 m dan 2 m Tali plastik panjang 25 m Alat-alat tulis, busur derajat, kertas millimeter Kalkulator

C. Prosedur Kerja 1. Pilihlah satu lokasi tegakan hutan tanaman Damar (Agathis loranthifolia) yang memenuhi syarat sebagai berikut : a. Telah memproduksi benih viabel. b. Mudah dikunjungi. c. Luas minimal 1 ha. d. Kualitas tegakan di atas rata-rata. e. Tidak terserang hama-penyakit. f. Keamanan terjamin.

MATERI 1 PENUNJUKAN TEGAKAN BENIH


A. Umum Menurut Direktorat Perbenihan Tanaman Hutan (2001), kelas sumber benih pohon hutan terdiri dari : Tegakan Benih Teridentifikasi, Tegakan Benih Terseleksi, Areal Produksi Benih, Tegakan Benih Provenan, Kebun Benih dan Kebun Pangkas.

2. Dileniasi batas luar, tanda batas harus jelas (pal batas), pemetaan areal. 3. Melakukan inventarisasi secara sensus, pengukuran dimensi pohon, penilaian bentuk batang, pengamatan hama-penyakit, produksi buah dan anakan alam. 4. Penandaan pohon induk, pohon induk 20 100 pohon per hektar. 5. Pemetaan posisi setiap individu pohon.

Perbenihan Tanaman Hutan

Perbenihan Tanaman Hutan

Praktek Pengelolaan Hutan Mahasiswa Fakultas Kehutanan IPB

Praktek Pengelolaan Hutan Mahasiswa Fakultas Kehutanan IPB

D. Tugas 1. Peserta PPH dibagi menjadi 6-8 regu. 2. Di areal tegakan yang sudah terpilih, setiap regu membuat jalur dengan lebar 20 m sepanjang 60 m. 3. Setiap individu pohon dalam setiap plot (20 m x 20 m) diberi nomor urut, diukur tinggi total, tinggi bebas cabang, diameter batang, penilaian bentuk batang, pengamatan produksi buah atau anakan alam dan serangan hama-penyakit. 4. Pengukuran jarak antar pohon dan azimuth antar pohon. 5. Pemetaan seluruh pohon dalam setiap plot. 6. Seleksi pohon induk. Sebelum berangkat ke tempat praktik buat tally - sheet hasil pengukuran dan pengamatan pohon pada tegakan benih yang memuat : nomor plot, nomor pohon, tinggi total (m), tinggi bebas cabang (m), diameter (cm), bentuk batang, hama-penyakit, jarak antar pohon, azimut antar pohon dan keterangan (pohon induk). Untuk pengamatan anakan alam Damar dibuat pula tally sheetnya yang memuat : nomor plot, nomor anakan, tinggi anakan (cm). E. Laporan 1. Susun tabel hasil pengukuran dan pengamatan pohon pada tegakan benih dan tabel hasil inventarisasi anakan alam Damar. 2. Buat peta / sketsa pohon - pohon untuk setiap plot, beri tanda pohon yang terpilih sebagai pohon induk. 3. Buat pembahasan hasil praktik yang meliputi : a. Tegakan hutan Damar yang terpilih termasuk Tegakan Benih Teridentifikasi atau Tegakan Benih Terseleksi, uraikan alasannya. b. Kriteria yang digunakan untuk memilih pohon induk, jelaskan. c. Kenapa benih yang diproduksi dari tegakan benih mempunyai kualitas genetik lebih baik dari tegakan biasa.

MATERI 2 SELEKSI POHON PLUS


A. Umum Tujuan utama program pemuliaan pohon adalah terbangunnya kebun benih yang dapat memproduksi benih unggul genetik yang akan digunakan dalam program pembangunan hutan tanaman. Salah satu kegiatan pokok dari program pemuliaan pohon adalah melakukan seleksi pohon plus di hutan alam atau di hutan tanaman. Pohon plus adalah pohon yang memiliki keunggulan dalam beberapa fenotipe seperti pertumbuhan tinggi dan diameter, bentuk batang, percabangan, ketahanan terhadap hama-penyakit dan sebagainya, pohon tersebut belum diuji keunggulan genetiknya. Tujuan seleksi pohon plus adalah untuk mendapatkan pohon-pohon berfenotipe unggul yang dalam jangka pendek dapat digunakan sebagai sumber benih untuk kegiatan penanaman dan dalam jangka panjang digunakan sebagai populasi pemuliaan untuk membangun kebun benih atau kebun pangkas. B. Bahan dan Alat 1. Tegakan hutan tanaman Damar (Agathis lorathifolia). 2. Kompas, GPS. 3. Haga / Christen meter. 4. Meteran 30 m dan 2 m. 5. Cat warna kuning dan merah. 6. Alat-alat tulis, busur derajat, kertas millimeter. 7. Kalkulator. C. Prosedur Kerja 1. Melakukan orientasi lapangan sambil mencari calon pohon kandidat. 2. Pemilihan pohon kandidat, pohon kandidat harus memiliki tinggi dan diameter batang yang lebih tinggi dari pohon yang tumbuh di sekitarnya, bentuk batang lurus, percabangan mendatar dan pohon sehat. 3. Pohon kandidat diberi tanda dengan cat kuning selebar 8 cm mengelilingi batang, beri nomor urut dipangkal batang, nomor urut 3 digit (contoh 007).

Perbenihan Tanaman Hutan

Perbenihan Tanaman Hutan

Praktek Pengelolaan Hutan Mahasiswa Fakultas Kehutanan IPB

Praktek Pengelolaan Hutan Mahasiswa Fakultas Kehutanan IPB

l = 8 cm 150 cm (kuning)

Skor tergantung kepada berapa persen lebih tinggi dari rata-rata tinggi pohon pembanding : < 5% lebih tinggi : 0 poin 5-<10% lebih tinggi : 2 poin 007 10-<15% lebih tinggi : 4 poin 15-<20% lebih tinggi : 6 poin 20-<25% lebih tinggi : 8 poin Gambar 1. Pemberian Tanda dan Nomor Urut Pohon Kandidat. 4. Tentukan 5 pohon pembanding mengelilingi pohon kandidat, jarak maksimal antar pohon kandidat dengan pohon pembanding 25 m. 5. Pohon pembanding diberi tanda dengan cat warna merah selebar 4 cm mengelilingi batang, nomor urut 2 digit (contoh 03). 25% lebih tinggi : 10 poin

b. DIAMETER BATANG (20 poin) Skor tergantung kepada berapa persen lebih besar dari rata-rata diameter batang pohon pembanding : < 5% lebih besar : 0 poin : 5 poin : 10 poin : 15 poin : 20 poin 5-<10% lebih besar

l = 4 cm

(merah)

10-<15% lebih besar 15-<20% lebih besar 20% lebih besar

150 cm

c. BATANG BEBAS CABANG (10 poin) Skor tergantung kepada persentase antara tinggi batang bebas 03 cabang dengan tinggi pohon kandidat, tidak dibandingkan dengan pohon pembanding: < 30% 30-<40% 40-<50% 50-<60% 60-<70% 70% Batang lurus Batang berbentuk S Batang berbentuk busur Batang berbentuk J Batang spiral : 0 poin : 2 poin : 4 poin : 6 poin : 8 poin : 10 poin : 30 poin : kurangi 3-15 poin : kurangi 3-15 poin : kurangi 2-5 poin : kurangi 5-20 poin

Gambar 2. Pemberian Tanda dan Nomor Urut Sementara Pohon Pembanding. 6. Terhadap pohon kandidat dilakukan pengukuran tinggi pohon, batang bebas cabang, diameter batang dan sudut cabang kemudian dilakukan penilaian bentuk batang, diameter cabang, ketahanan terhadap hamapenyakit, kemampuan pemangkasan alami dan produksi benih. 7. Hasil pengukuran dan penilaian (9 fenotipe) dicatat dalam tally-sheet. 8. Terhadap pohon pembanding hanya dilakukan pengukuran tinggi pohon dan diameter batang, hasil pengukuran dicatat dalam tally-sheet. 9. Menghitung rata-rata tinggi pohon dan diameter pohon pembanding. 10. Menentukan skor untuk ke-9 fenotipe dari pohon kandidat. a. TINGGI POHON (10 poin)

d. BENTUK BATANG (30 poin)

Batang tidak silindris*) : kurangi 1-5 poin

Perbenihan Tanaman Hutan

Perbenihan Tanaman Hutan

Praktek Pengelolaan Hutan Mahasiswa Fakultas Kehutanan IPB

Praktek Pengelolaan Hutan Mahasiswa Fakultas Kehutanan IPB

* Dinilai berdasarkan perbandingan antara luas lekukan batang dengan luas diameter batang pada t = 130 cm. 1-10% 10-<20% 20-<30% 30-<40% 40% : kurangi 1 poin : kurangi 2 poin : kurangi 3 poin : kurangi 4 poin : kurangi 5 poin
)

Berbuah, biji viable : 5 poin

JUMLAH TOTAL SKOR MAKSIMAL : 95 POIN 11. Apabila total skor ke-9 fenotipe > 70 poin, maka pohon kandidat terpilih sebagai POHON PLUS. 12. Terhadap pohon plus tersebut diberi nomor urut 4 digit (P.007) dengan cat kuning di bawah tanda lingkaran pertama 13. Terhadap pohon pembanding diberi nomor urut di bawah tanda lingkaran merah dengan cat merah. 14. Pengukuran jarak antara setiap pohon pembanding dengan pohon plus dan azimuth dari pohon plus ke pohon-pohon pembanding. 15. Membuat peta sketsa pohon plus dan pemotretan pohon plus dan pohon pembanding.

e. DIAMETER CABANG (5 poin) Skor tergantung kepada persentase antara diameter cabang rata-rata dengan diameter batang tempat kedudukan cabang yang bersangkutan, tidak dibandingkan dengan pohon pembanding : > 50% 30-50% < 30% f. : 0 poin : 2 poin : 5 poin

SUDUT CABANG (5 poin) Skor tergantung kepada sudut cabang rata-rata pohon kandidat, tidak dibandingkan dengan pohon pembanding : < 500 50-700 >700 : 0 poin : 2 poin : 5 poin D. Tugas 1. Peserta PPH dibagi menjadi 6-8 regu. 2. Setiap regu memilih satu pohon kandidat dan pohon pembanding. 3. Melakukan pengukuran dan penilaian terhadap pohon kandidat dan pengukuran terhadap pohon pembanding, hasilnya dicatat dalam tally sheet. 4. Pemberian skor terhadap ke sembilan fenotipe, hasilnya dicatat dalam tally sheet. 5. Penentuan pohon kandidat menjadi pohon plus.

g. KETAHANAN TERHADAP HAMA-PENYAKIT (5 poin) Skor tergantung dari tingkat ketahanan pohon kandidat terhadap hama dan penyakit, tidak dibandingkan dengan pohon pembanding : h. Sakit (luas tanda-tanda serangan hama penyakit >20%) : 0 poin Sehat (luas tanda-tanda serangan hama penyakit <20%) : 5 poin

KEMAMPUAN PEMANGKASAN ALAMI (5 poin) Berdasarkan LCR Rendah ( > 50 % ) Sedang ( 30 50 % ) Tinggi ( < 30 % ) : 0 poin : 2 poin : 5 poin

E. Laporan 1. Hasil pengukuran dan penilaian seleksi pohon plus (tally sheet seleksi pohon plus). 2. Hasil pemberian skor pohon kandidat (tally sheet skor pohon kandidat). 3. Buat peta / sketsa pohon plus dan pohon pembanding. 4. Buat pembahasan hasil praktik yang meliputi a. Kenapa pohon kandidat yang saudara temukan terpilih sebagai pohon plus, jelaskan. b. Apa fungsi pohon pembanding. : 0 poin c. Untuk apa melakukan seleksi pohon plus.

i.

PRODUKSI BUAH (5 poin) Dinilai secara objektif terhadap pohon kandidat tidak dibandingkan dengan pohon pembanding : Tidak pernah berbuah / sedikit atau berbuah, biji tidak viable

Perbenihan Tanaman Hutan

Perbenihan Tanaman Hutan

Praktek Pengelolaan Hutan Mahasiswa Fakultas Kehutanan IPB

Praktek Pengelolaan Hutan Mahasiswa Fakultas Kehutanan IPB

TALLY SHEET SELEKSI POHON PLUS ................................................................. Penilai : Lokasi Pemilik/ Pengelola Altitude:.m dpl Lintang :..../ U/ S Bujur:../ B/ T Data Hutan Data Pohon Kandidat Luas Populasi dasar . Ha 1. Tinggi pohon 2. Diameter batang :..m :. cm Rasio TBC/ TT : ..% Umur : . tahun Tanggal Seleksi : No. Pohon Kandidat :

MATERI 3 PENGADAAN BENIH


A. Umum Kegiatan pengadaan benih mencakup pencarian, pemanenan / pengunduhan, pengumpulan, ekstraksi benih, pembersihan, seleksi dan penyimpanan. Apabila kegiatan tersebut dilakukan sebagaimana mestinya akan diperoleh benih berkualitas fisik dan fisiologis. Materi praktik pengadaan benih terdiri dari penguduhan benih, ekstraksi, pembersihan dan pengeringan benih.

B. Bahan dan Alat 1. Tegakan hutan tanaman Kayu Afrika (Maesopsis eminii). 2. Kantong plastik. e. Spiral : Sp2/ Sp3/ Sp4/ Sp5 f. Cagak : C2/ C3/ C4/ C5 g. Tidak silindris : TS1/ TS2/ TS3/ TS4/ TS5 3. Label. 4. Alat - alat tulis. 5. Timbangan. 6. Ayakan kawat.

3. Tinggi bebas cabang : cm 4. Bentuk batang*: a. b. c. d. Lurus: Ya/ Tidak Bentuk S: S2/ S3/ S4/ S5 Bentuk busur: B2/ B3/ B4/ B5 Bentuk J : J2/ J3/ J4/ J5

5. Diameter Cabang :% 6. Sudut Cabang :. 7. Kemampuan pemangkasan alami : .. % 8. Ketahanan terhadap hama penyakit*: Sehat/ Sakit : % 9. Produksi buah* : Produktif/ Tidak produktif : . % * = lingkari yang sesuai Data Pohon Pembanding No. 1 2 3 4 5 Jumlah Ratarata * = lingkari yang sesuai Tinggi Pohon (m) Diameter (cm) Jarak ke pohon plus (m) Azimuth dari pohon plus ()

C. Prosedur Kerja 1. Peserta praktik dibagi menjadi 7 regu. 2. Tentukan lokasi pohon induk Kayu Afrika yang sedang berbuah, setiap regu 1 pohon induk. 3. Pengunduhan benih dilakukan di lantai hutan, untuk mempermudah pengumpulan buah lantai hutan dibersihkan terlebih dahulu. 4. Buah yang dikumpulkan adalah buah yang sudah masak ditandai dengan warna kulit buah kuning. 5. Buah - buah yang telah dikumpulkan dimasukkan ke dalam kantong plastik dan diberi label pengunduhan buah mencakup informasi tanggal pengunduhan, nama pengunduh, lokasi dan nomor pohon induk. 6. Dari setiap pohon induk dihitung jumlah buah dan ditimbang beratnya. 7. Buah yang sudah dikumpulkan kemudian direndam dalam air selama 1 jam kemudian daging buahnya dibuang dengan cara digosok - gosok pada ayakan kawat sampai bersih. 8. Benih yang telah bersih kemudian dijemur sampai kering. 9. Menimbang berat 100 benih sebanyak 3 ulangan.

Perbenihan Tanaman Hutan

Perbenihan Tanaman Hutan

10

Praktek Pengelolaan Hutan Mahasiswa Fakultas Kehutanan IPB

D. Laporan 1. Data jumlah buah dan berat buah (gram). 2. Data berat 100 benih (gram). 3. Uraikan keuntungan dan kerugian pengunduhan buah di lantai hutan. 4. Untuk apa mengetahui jumlah buah hasil pengunduhan setiap pohon induk. 5. Kenapa daging buah harus dibuang. 6. Apa maksudnya mengetahui berat 100 benih.

Perbenihan Tanaman Hutan

11