Anda di halaman 1dari 11

SINTESIS ETIL ASETAT A.JUDUL SINTESIS ETIL ASETAT B.

.TUJUAN Mensintesis Etil Asetat dari etanol dan asam asetat melalui esterifikasi pada skala mikro C.DASAR TEORI Etil asetat adalah senyawa organik dengan rumus CH3CH2OC(O)CH3. Senyawa ini merupakanester dari etanol dan asam asetat. Senyawa ini berwujud cairan tak berwarna, memiliki aromakhas. Senyawa ini sering disingkat EtOAc, dengan Et mewakili gugus etil dan OAc mewakiliasetat. Etil asetat diproduksi dalam skala besar sebagai pelarut.Etil asetat adalah pelarut polar menengah yang volatil (mudah menguap), tidak beracun, dantidak higroskopis. Etil asetat merupakan penerima ikatan hidrogen yang lemah, dan bukan suatudonor ikatan hidrogen karena tidak adanya proton yang bersifat asam (yaitu hidrogen yangterikat pada atom elektronegatif seperti flor, oksigen, dan nitrogen. Etil asetat dapat melarutkanair hingga 3%, dan larut dalam air hingga kelarutan 8% pada suhu kamar. Kelarutannyameningkat pada suhu yang lebih tinggi. Namun demikian, senyawa ini tidak stabil dalam air yang mengandung basa atau asam.Etil asetat disintesis melalui reaksi esterifikasi Fischer dari asam asetat dan etanol, biasanyadisertai katalis asam seperti asam sulfat.CH3CH2OH + CH3COOH CH3COOCH2CH3 + H2OReaksi diatas merupakan reaksi reversibel dan menghasilkan suatu kesetimbangan kimia. Karenaitu, rasio hasil dari reaksi diatas menjadi rendah jika air yang terbentuk tidak dipisahkan. Dilaboratorium, produk etil asetat yang terbentuk dapat dipisahkan dari air dengan menggunakanaparatus Dean-Stark.Etil asetat dapat dihidrolisis pada keadaan asam atau basa menghasilkan asam asetat dan etanolkembali. Katalis asam seperti asam sulfat dapat menghambat hidrolisis karena berlangsungnyareaksi kebalikan hidrolisis yaitu esterifikasi Fischer.Untuk memperoleh rasio hasil yang tinggi, biasanya digunakan asam kuat dengan proporsistoikiometris, misalnya natrium hidroksida. Reaksi ini menghasilkan etanol dan natrium asetat,yang tidak dapat bereaksi lagi dengan etanol:CH3CO2C2H5 + NaOH C2H5OH + CH3CO2Na SINTESIS METIL SALISILAT Tujuan praktikum Memahami metoda sintesis ester melalui reaksi esterifikasi Dasar teori Metil salisilat adalah cairan bening kemerahan dengan bau Wintergreen. Tidak larut dalam air tetapi larut dalam alkohol dan eter. Metil salisilat telah digunakan untuk pengobatan sakit syaraf, sakit pinggang, radang selaput dada, dan rematik. Metil salisilat adalah komponen utama obat gosok pada minyak angina. Metil salisilat terkandung dalam minyak gandapura (Gaultheria Fragrantissima) yang merupakan tanaman minyak astiri yang cukup potensial dan terkandung pada minyak aromatic dari bunga, daun, dan kulit batang tumbuhan lainnya. Didalam tubuh, metal salisilat di hidrolisis menjadi asam salisilat yang mempunyai efek serupa dengan aspirin. Ester dapat diperoleh dari reaksi esterifikasi dengan cara merefluks sebuah asam karboksilat bersama sebuah alcohol dengan katalis asam dan dapat juga diperoleh dari alkoholisis asam klorida, asam anhidrida dan nitril. Asam yang digunakan sebagai katalis biasanya asam sulfat atau asam lewis dan asam hidroklorida.

Mekanisme reaksi esterifikasi Fischer : 1. Transfer proton dari katalis asam ke atom oksigen karbonil, sehingga meningkatkan elektrofilisitas dari atom karbon karbonil. 2. Protonasi terhadap salah satu gugus karbonil, yang diikuti oleh pelepasan molekul air menghasilkan ester. 3. Terjadi pelepasan proton dari gugus hidroksil milik alkohol, menghasilkan kompleks teraktivasi. Jika ditambahkan sejumlah besar katalis asam, katalis mengubah lingkungan dalam sistem dan sebagian dihilangkan melalui hidrasi air terbentuk dalam reaksi ini. Untuk membuat sebuah ester kecil seperti etil etanoat, anda bisa memanaskan secara perlahan sebuah campuran antara asam metanoat dan etanol dengan bantuan katalis asam sulfat pekat, dan memisahkan ester melalui distilasi sesaat setelah terbentuk. Ini dapat mencegah terjadinya reaksi balik. Pemisahan dengan distilasi ini dapat dilakukan dengan baik karena ester memiliki titik didih yang paling rendah diantara semua zat yang ada. Ester merupakan satu-satunya zat dalam campuran yang tidak membentuk ikatan hidrogen, sehingga memiliki gaya antar-molekul yang paling lemah. Ester-ester yang lebih besar cenderung terbentuk lebih lambat. Dalam hal ini, mungkin diperlukan untuk memanaskan campuran reaksi di bawah refluks selama beberapa waktu untuk menghasilkan sebuah campuran kesetimbangan. Ester bisa dipisahkan dari asam karboksilat, alkohol, air dan asam sulfat dalam campuran dengan metode distilasi fraksional. Reaksi esterifikasi OO || || R-C-OH + R-OH R-C-OH + H2O As. Karboksilat alcohol Ester air

Keton bisa berarti gugus fungsi yang dikarakterisasikan oleh sebuah gugus karbonil (O=C) yang terhubung dengan dua atom karbon ataupun senyawa kimia yang mengandung gugus karbonil. Keton memiliki rumus umum: R1(CO)R2. Senyawa karbonil yang berikatan dengan dua karbon membedakan keton dari asam karboksilat, aldehida, ester, amida, dan senyawa-senyawa beroksigen lainnya. Ikatan ganda gugus karbonil membedakan keton dari alkohol dan eter. Keton yang paling sederhana adalah aseton (secara sistematis dinamakan 2-propanon). Atom karbon yang berada di samping gugus karbonil dinamakan karbon- . Hidrogen yang melekat pada karbon ini dinamakan hidrogen- . Dengan keberadaan asam katalis, keton mengalami tautomerisme keto-enol. Reaksi dengan basa kuat menghasilkan enolat.
Gugus karbonil bersifat polar, sehingga mengakibatkan senyawa keton polar. Gugus karbonil akan berinteraksi dengan air melalui ikatan hidrogen, sehingga keton larut dalam air. Ia merupakan akseptor

ikatan hidrogen, dan bukannya donor, sehingga ia tidak akan membentuk ikatan hidrogen dengan dirinya sendiri. Hal ini membuat keton lebih mudah menguap daripada alkohol dan asam karboksilat.

Keton adalah suatu senyawa organik yang mempunyai sebuah gugus karbonil (C=O) terikat pada dua gugus alkil, dua gugus aril atau sebuah alkil dan sebuah aril. Sifat-sifat sama dengan aldehid. PROPANON = DIMETIL KETON = ASETON = (CH3)2-C=O Sifat : cairan tak berwarna, mudah menguap, pelarut yang baik. Penggunaan : sebagai pelarut

ASETOFENON = METIL FENIL KETON Sifat : berhablur, tak berwarna Penggunaan : sebagai hipnotik, sebagai fenasil klorida (kloroasetofenon) dipakai sebagai gas air mata

Benzen adalah senyawa siklik dengan 6 atom karbon yang salingmengikat dengan ikatan rangkap terkonjugasi. Set iap atom karbonmengikat satu atom hydrogen, sehingga benzen mempunyai rumusumum C6H6 dan rumus struktur :S e n y a w a k a r b o n d e n g a n r u m u s s t r u k t u r d i a t a s d i s e b u t sebagai senyawa aromatic. Nama aromatik digunakan bukankarenaaroma ( bau ) senyawanya, melainkan karena sifat-sifat nya yangistimewa. Salah satunya adalah kemantapan yang tinggi dari sistems i k l i k p a d a b e nz e n d a n t u r u n a n n ya . S a l a h s a t u t u r u n a n b e n z e nadalah nitrobenzen dengan rumus struktur : NO2 Atau NOO Nitrobenzen adalah suatu zat cair berwarna kuning muda,be r b a u bu a h ba d a m p a h it . S e n ya w a i n i b e r a c u n t e r u t a ma d a l a m k e a d a a n u a p . U n t u k p e m b u a t a n p r e p a r a t n i t r o b e n z e n a d a l a h 55 Sintesis Nitrobenzen

Praktikum Kimia Organik II Semester Genap 2009/2010 substitusi yang mudah dari hydrogen pada benzene d e n g a n menambahkan katalis asam sulfat dan asam nitrat.P a d a p r o s e s i n i su bst it us i e le kt r o filik N O2 diperoleh darip e n a r i k a n a i r p a d a H N O 3 p e k a t o l e h a s a m s u l f a t p e k a t . P a d a pembuatan nitrobenzen ini suhunya harus dipertahankan 550C. Adakemungkinan larutan yang terdiri dari campuran asam sulfat pekat,asam nitrat pekat, dan benzene akan bereaksi dengan sempurna.S e b a l i k n y a b i l a l e b i h m a k a a k a n t e r b e nt u k d i n it r o b e nz e ne a t a u campuran akan meledak.Sifatsifat Nitrobenzen :1 . B e r w a r na k u n i n g m u d a 2.Berbentuk cairan minyak, berbau dan beracun 3.Titik didih 209,20C 4.Indeks bias 1,3530 5.Titik leleh 5,70C6 . B e r a t je n i s 1 , 2 0 3 2 g / m l 7 . B e r b a ha ya d a l a m f a s e a p a p u n 8. Nitrobenzen tidak boleh mengenai kulit, mata, atau pakaian. Jika terkena haruslah diberi air, atau alkohol.Pada sintesis nitrobenzen ini, prinsip utamanya adalah : 1. N it r a s i , ya it u m e n e r a p k a n s u a t u r e a k s i ya n g m e l i b a t k a npemasukan gugus nitro kedalam sebuah molekul. 2. S u b s t it u s i, ya it u p e ng g a nt i a n s a l a h s a t u a t o m a t a u g u g u s a t o m d a l a m s e b u a h mo l e k u l o l e h a t o m a t a u g u g u s a t o m lain.56 Sintesis Nitrobenzen Praktikum Kimia Organik II Semester Genap 2009/2010 Dengan adanya gugus NO 2 , me n y e b a bk a n c i n c i n k u r a ng r e a k t i f , j i k a d i b a n d i n g k a n d e n g a n g u g u s m e t a l d a n h y d r o g e n , karena gugus nitro bersifat menarik elektron.Kegunaan Nitrobenzen :1 . U nt u k p e m b u a t a n a n i l i n e 2 . U nt u k m e m b u a t p a r fu m d a l a m

sa bu n3 . S e m i r s e p a t u 4 . C a m p u r a n p y r o c l i n S e n y a w a i n i m e m i l i k i s i f a t y a n g s a n g a t b e r g u n a y a k n i me mbentuk azeotro[ dengan air. Senyawa yang larut denganbenzene mudah diker ingkan dengan me n yu ling az eo t r o p it u. B e n z e n d a p a t d i b u a t d a r i g a s b a t u b a r a d a n e t e r , t i d a k b i s a dioksidasi dengan permanganat biasa disebabkan karena benzeneadalah senyawa aromatis sederhana.
Pembuatan nitrobenzene ini merupakan kegunaan dari benzen. Benzen merupakan suatu zat cair yang membiaskan cahaya bersifat non polar, tidak larut dalam air, tapi larut dalam pelarut organik seperti dietil eter, CCl4 dan heksana. Benzen ini digunakan secara luas sebagai pelarut. Senyawa ini memiliki sifat yang sangat berguna yakni membentuk azeotrop dengan air (azeotrop adalah campuran yang tersuling pada susunan konstan terdiri dari 91% benzen, 9 % air, dan mendidih pada suhu 69,4 C). Senyawa yang larut dengan benzen mudah dikeringkan dengan menyuling azeotrop itu. Benzen dapat dibuat dari gas batu bara dan eter, tidak bisa dioksidasi dengan permanganat biasa disebabkan karena benzen adalah senyawa aromatis sederhana. Nitrobenzen jika dipanaskan pada suhu 200 C tidak akan mengalami perubahan apapun. Pada pembuatan netrobenzen ini, saat merefluk harus benar-benar diperhatikan. Sebab jika suhu melebihi 55 C, maka akan terbentuk senyawa dinitrobenzene maupun trinitrobenzen. Namun jika suhunya terlalu kecil maka nitrobenzene tidak akn terbentuk. Dan kemungkinan laritan terdiri dari H2SO4, HNCO3 dan benzen tidak akan bereaksi sempurna. Pada sintesis nitrobenzen ini, prinsip utamanya adalah: 1. Nitrasi, yaitu menerapkan suatu reaksi yang melibatkan pemasukan gugus nitro kedalam sebuah molekul 2. Subtitusi, yaitu penggantian salah satu atom atau gugus atom dalam sebuah molekul oleh atom atau gugus atom lain. Molekul benzen terletak pada suatu bidang datar dan keenam atom C-nya membentuk heksagonal beraturan (segi enam beraturan). Masing-masing atom C baru menggunakan tiga elektron valensi untuk mengadakan ikatan. Biasanya benzen digunakan sebagai pelarut. Sifat benzen yaitu membentuk azeotrop dengan air, disamping sebagai bahan dasar pembentukan nitrobenzen. Dalam senyawa nitrobenzen, tidak ada atom nitrogen yang dapat diganti oleh logam-logam seperti pada senyawa-senyawa nitriolifatik primer dan sekunder, karena disini gugus nitro terikat secara tersier. Artinya, pada atom karbon yang mengikat gugus nitro tidak ada hidrogen. Senyawa nitrogen dapat disuling tanpa terjadi penguraian, karena gugus nitro sangat kuat ikatannya. Dengan adanya gugus NO2, menyebabkan cincin kurang reaktif, jika dibandingkan dengan gugus metil dan hidrogen, karena gugus nitro bersifat menarik elektron. Struktur dari benzen: Kegunaan Nitrobenzen: 1. Untuk pembuatan aniline 2. Untuk membuat parfum dalam sabun 3. Semir sepatu 4. Campuran Pyroclin Katalis silika modifikasi komplek ini sedang dalam pengujian aktifitas katalitiknya dalam reaksi pembuatan anilin dari nitrobenzen dan akan dibandingkan dengan katalis timah. Anilina, Fenilamin atau aminobenzene adalah senyawa organik dengan rumus C 6 H 5 NH 2. Terdiri dari kelompok fenil dilampirkan ke gugus amino, anilin adalah amina aromatik prototipikal. Menjadi pelopor untuk bahan kimia industri, penggunaan utamanya adalah dalam pembuatan perintis polyurethane.

Seperti amina volatile kebanyakan, ia memiliki bau yang agak tidak menyenangkan dari ikan busuk. Ini mudah menyatu, terbakar dengan nyala api berasap karakteristik senyawa aromatik. Anilina tidak berwarna, namun perlahan-lahan mengoksidasi dan resinifies di udara, memberikan cokelat warna merah untuk sampel berusia. Nitrobenzene (C6H5NO2) Secara umum digunakan dalam pembuatan aniline dan zat aditif pada karet sebagai anti-oksidant (mencagah oksidasi). Anilin terutama dihasilkan oleh industri dalam dua langkah dari benzena . Pertama, benzena adalah nitrasi menggunakan campuran pekat dari asam nitrat dan asam sulfat pada 50 hingga 60 C, yang memberikan nitrobenzena: Pada langkah kedua, nitrobenzena adalah hidrogenasi, biasanya pada 200300 C di hadapan berbagai logam katalis: C 6 H 5 NO 2 + 3 H 2 C 6 H 5 NH 2 + 2 H 2 O Awalnya, penurunan itu dilakukan dengan campuran klorida besi dan logam besi melalui reduksi Bechamp. Sebagai alternatif, anilin juga disiapkan dari fenol dan amonia, fenol yang sedang berasal dari proses kumena .Dalam perdagangan, tiga merek anilin dibedakan: minyak anilin untuk biru, yang anilin murni, minyak anilin untuk merah, campuran dalam jumlah equimolecular dari anilin dan-orto dan paraToluidina; dan minyak anilin untuk safranine, yang berisi anilin dan orto- toluidin, dan diperoleh dari distilat dari fuchsine fusi.

Asetanilida merupakan senyawa turunan asetil amina aromatis yang digolongkan sebagai amida primer, dimana satu atom hidrogen pada anilin digantikan dengan satu gugus asetil. Asetinilida berbentuk butiran berwarna putih tidak larut dalam minyak parafin dan larut dalam air dengan bantuan kloral anhidrat. Asetanilida atau sering disebut phenilasetamida mempunyai rumus molekul

C6H5NHCOCH3 dan berat molekul 135,16 gr/mol. Asetanilida pertama kali ditemukan oleh Friedel Kraft pada tahun 1872 dengan cara mereaksikan asethopenon dengan NH2OH sehingga terbentuk asetophenon oxime yang kemudian dengan bantuan katalis dapat diubah menjadi asetanilida. Pada tahun 1899 Beckmand menemukan asetanilida dari reaksi antara benzilsianida dan H2O dengan katalis HCl. Pada tahun 1905 Weaker menemukan asetanilida dari anilin dan asam asetat.  Macam-Macam Proses Ada beberapa proses pembuatan asetanilida, yaitu;  Pembuatan asetanilida dari asam asetat anhidrid dan aniline Larutan benzene dalam satu bagian anilin dan 1,4 bagian asam asetat anhidrad direfluk dalam sebuah kolom yang dilengkapi dengan jaket sampai tidak ada anilin yang tersisa. 2 C6H5NH2 + (CH2CO)2O 2C6H5NHCOCH3 + H2O

Campuran reaksi disaring, kemudian kristal dipisahkan dari air panasnya dengan pendinginan, sedangkan filtratnya direcycle kembali. Pemakaian asam asetat anhidrad dapat diganti dengan asetil klorida.

 Pembuatan asetanilida dari asam asetat dan aniline Metode ini merupakan metode awal yang masih digunakan karena lebih ekonomis. Anilin dan asam asetat berlebih 100 % direaksikan dalam sebuah tangki yang dilengkapi dengan pengaduk. C6H5NH2 + CH3COOH C6H5NHCOCH3 + H2O Reaksi berlangsung selama 6 jam pada suhu 150oC 160oC. Produk dalam keadaan panas dikristalisasi dengan menggunakan kristalizer.  Pembuatan asetanilida dari ketene dan aniline Ketene (gas) dicampur kedalam anilin di bawah kondisi yang diperkenankan akan menghasilkan asetanilida. C6H5NH2 + H2C=C=O C6H5NHCOCH3  Pembuatan asetanilida dari asam thioasetat dan aniline Asam thioasetat direaksikan dengan anilin dalam keadaan dingin akan menghasilkan asetanilida dengan membebaskan H2S. C6H5NH2 + CH3COSH C6H5NHCOCH3 + H2S

Dalam perancangan pabrik asetanilida ini digunakan proses antara asam asetat dengan anilin. Pertimbangan dari pemilihan proses ini adalah; 1. Reaksinya sederhana 2. Tidak menggunakan katalis sehingga tidak memerlukan alat untuk regenerasi katalis dan tidak perlu menambah biaya yang digunakan untuk membeli katalis sehingga biaya produksi lebih murah.  Kegunaan Produk Asetanilida banyak digunakan dalam industri kimia , antara lain; a. Sebagai bahan baku pembuatan obat-obatan

b. Sebagai zat awal penbuatan penicilium c. Bahan pembantu dalam industri cat dan karet

d. Bahan intermediet pada sulfon dan asetilklorida  Sifat Fisis dan Kimia 1. Anilin

y y -

Sifat sifat fisis: Rumus molekul : C6H5NH2 Berat molekul : 93,12 g/gmol Titik didih normal : 184,4 oC Suhu kritis : 426 oC Tekanan kritis : 54,4 atm Wujud : cair Warna : jernih Spesifik gravitu : 1,024 g/cm3 Sifat-sifat kimia: Halogenasi senyawa anilin dengan brom dalam larutan sangat encer menghasilkan endapan 2, 4, 6 tribromo anilin.

Pemanasan anilin hipoklorid dengan senyawa anilin sedikit berlebih pada tekanan sampai 6 atm menghasilkan senyawa diphenilamine. Hidrogenasi katalitik pada fase cair pada suhu 135 170oC dan tekanan 50 500 atm menghasilkan 80% cyclohexamine (C6H11NH2 ). Sedangkan hidrogenasi anilin pada fase uap dengan menggunakan katalis nikel menghasilkan 95% cyclohexamine.

Nitrasi anilin dengan asam nitrat pada sushu -20oC menghasilkan mononitroanilin, dan nitrasi anilin dengan nitrogen oksida cair pada suhu 0oC menghasilkan 2, 4 dinitrophenol.

2. Asam Asetat y Sifat sifat fisis: Rumus molekul : CH3COOH Berat molekul : 6.,053 g/gmol Titik didih normal : 117,9 oC Titik leleh : 16,7 oC Berat jenis : 1,051 gr/ml Suhu kritis : 321,6 oC Tekanan kritis : 57,2 atm Wujud : cair Warna : jernih Panas pembakaran : 208,34 kkal/mol

y -

Panas penguapan : 96,8 kal/gr ( 118 oC ) Sifat sifat kimia: Dengan alkohol menghasilkan proses esterifikasi R-OH + CH3COOH CH3COOR + H2O (CH3COO)2 Zn2+ + H 3CH3COOCl + H3PO3

Pembentukan garam keasaman 2 CH3COOH + Zn

Konversi ke klorida klorida asam CH3COOH + PCl3

Pembentukan ester CH3COOH + CH3CH2OH + H+ CH3COOC2H5 + H2O


NH2CH2COONH H+ NH2CH2COOH

Reaksi dari halida dengan ammoniak


CH3COOHCl + ClCH2COOHNH3

3. Asetetanilida y y Sifat sifat fisis: Rumus molekul : C6H5NHCOCH3 Berat molekul : 135,16 g/gmol Titik didih normal : 305 oC Titik leleh : 114,16 oC Berat jenis : 1,21 gr/ml Suhu kritis : 843,5 oC Titik beku : 114 oC Wujud : padat Warna : putih Bentuk : butiran / Kristal Sifat-sifat kimia: Pirolysis dari asetanilida menghasilkan N-diphenil urea, anilin, benzene dan hydrocyanic acid. Asetanilida merupakan bahan ringan yang stabil dibawah kondisi biasa, hydrolisa dengan alkali cair atau dengan larutan asam mineral cair dalam kedaan panas akan kembali ke bentuk semula. Adisi sodium dalam larutan panas Asetanilida didalam xilena menghasilkan N-Sodium derivative. C6H5NHCOCH3 + HOH C6H5NH2 + CH3COOH

Bila dipanaskan dengan phospor pentasulfida menghasilkan thio Asetanilida ( C6H5NHC5CH3 ). Bila di treatmen dengan HCl, Asetanilida dalam larutan asam asetat menghasilkan 2 garam ( 2 C6H5NHCOCH3 ).

Dalam larutan yang memgandung pottasium bicarbonat menghasilkan N- bromo asetanilida. Nitrasi asetanilida dalam larutan asam asetaat menghasilkan p-nitro Asetanilida.

Aspirin atau asam asetilsalisilat (asetosal) adalah suatu jenis obat darikeluarga salisilat yang sering digunakan sebagai analgesik (terhadap rasa sakit ataunyeri minor), antipiretik (terhadap demam), dan anti-inflamasi. Aspirin juga memilikiefek antikoagulan dan digunakan dalam dosis rendah dalam tempo lama untuk mencegah serangan jantung.Aspirin mempunyai densitas 1.40 g/cm, titik lebur 135 C (275 F), titik didih 140 C (284 F) (decomposes), dan kelarutan dalam air 3 mg/mL (20C).Asam salisilat (asam ortohidroksibenzoat) merupakan asam yang bersifatiritan lokal, yang dapat digunakan secara topikal. Terdapat berbagai turunan yangdigunakan sebagai obat luar, yang terbagi atas 2 kelas, ester dari asam salisilat danester salisilat dari asam organik. Di samping itu digunakan pula garam salisilat.Turunannya yang paling dikenal asalah asam asetilsalisilat.Asam salisilat mimiliki rumus molekul C7H6O3 , massa molar 138,12 g/mol,densitas 1,44 g/cm3 , titik leleh 159C, titik didih 211C (2666 Pa), dan kelarutandalam kloroform, etanol, metanol kloroform 0,19 M; etanol 1,84 M; metanol 2,65 M. 2.2 Dasar Teori Aspirin dibuat dengan mereaksikan asam salisilat dengan anhidrida asamasetat menggunakan katalis 85% H3PO4 sebagai zat penghidrasi. Asam salisilatadalah asam bifungsional yang mengandung dua gugus OH dan COOHK arenanyaasam salisilat ini dapat mengalami dua jenis reaksi yang berbeda yaitu reaksi asamdan basa. Reaksi dengan anhidrida asam asetat akan menghasilkan aspirin.Sedangkan reaksi dengan methanol akan menghasilkan metil salisilat. Uji terhadapasam salisilat, my aspirin, dan aspirin komersil digunakan untuk mengujikemurnian aspirin, khususnya mendeteksi apakah masih terdapat asam salisilat dalamsampel. Kemurnian aspirin bisa diuiji dengan menggunakan besi( III) klorida.Besi(III) klorida bereaksi dengan gugus fenol membentuk kompleks ungu. Asam Laporan Praktikum SintesisSenyawa Organik salisilat (murni) akan berubah menjadi ungu jika FeCl3 ditambahkan, karena asamsalisilat mempunyai gugus fenol.Selain itu kemurnian aspirin juga dapat ditentukan dengan uji titik leleh,dimana seharusnya titik leleh aspirin murni adalah 136oC. Sedangkan untuk kandungan analisis aspirin dapat digunakan titrasi asam basa menggunakan NaOHsetelah kristal aspirin dilarutkan dalam etanol (pelarut organik). Sintesis senyawa organik adalah sintesis Teknik preparasi senyawa yang dapat dianggap sebagai seni , salah satu senyawa organic yang dapat disintesis adalah Aspirin. Dimana aspirin merupakan obat bebas hasil reaksi dari asam asetil. Sedangkan efek samping dari aspirin yang sering terjadi yaitu indikasi tukak lambung atau tukak peptik, kadang-kadang disertai anemia sekunder.

Fungsi aspirin adalah sebagai analgetik, antipiretik dan sering pula digunakan sebagai pencegah atau melepaskan dingin atau infeksi pernapasan akut. Dillihat manfaat dari aspirin atau asetosal tersebut maka adalah sangat penting untuk mengetahui cara sintesis dari senyawa ini. Suatu Aspirin dapat disintesis dari asam salisilat dengan anhidrida asetat dan menggunakan katalis proton dan akan menghasilkan asam asetil salisilat dan asam asetat. Oleh karena itu asam salisilat disintesa dalam berbagai bentuk atau dicampur dengan zat-zat lainnya sehingga dapat menjadi obat yang akan digunakan dalam kehidupan sehari-hari seperti obat-obat influenza yang sekarang banyak beredar di pasaran seperti aspirin. Karena asam salisilat untuk pemakaian dalam atau oral biasanya tidak tersedia dipasaran.