Anda di halaman 1dari 10

PROPOSAL PENGAJUAN PRAKTEK KERJA LAPANG ANALISA KARAKTERISASI SUBSTANSI DARAH PADA BERBAGAI SAMPEL SEBAGAI BARANG BUKTI

KEJAHATAN DI UNIT KIMIA BIOLOGI FORENSIK LABORATORIUM FORENSIK POLRI CABANG SURABAYA JAWA TIMUR

Oleh : Cholilia Abadiatul M. (0910910037) Ratna Wulan Sari (0910910065)

JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2011

LEMBAR PERSETUJUAN PROPOSAL PRAKTEK KERJA LAPANGAN

Nama dan NIM NIM Jurusan Fakultas Universitas

: Cholilia Abadiatul M. : 0910910037 : Biologi : Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) : Brawijaya

Tempat Pelaksanaan : Pusat Laboratorium Forensik (PUSLABFOR) Polda Surabaya Topik PKL : Biologi Molekuler

Tanggal Pelaksanaan : Januari-Februari 2012 Menyatakan akan mengikuti Praktek Kerja Lapang(PKL) di Laboratorium Forensik POLDA JATIM dan dengan sungguh-sungguh akan mengaplikasikan ilmu dan materi yang saya peroleh di bangku kuliah ke dunia kerja sesuai dengan kemampuan yang saya miliki dan saya akan berusaha untuk dapat melaksanakan PKL ini sesuai aturan yang berlaku di instansi dengan sebaik-baiknya.

Mengetahui : Ketua Jurusan Biologi Koordinator Praktek Kerja Lapangan

Widodo, S.Si., Ph.d., Med. Sc NIP. 197308112000031

Nia Kurniawan, S.Si., MP NIP. 197810252003121

LEMBAR PERSETUJUAN PROPOSAL PRAKTEK KERJA LAPANGAN

Nama dan NIM NIM Jurusan Fakultas Universitas

: Ratna Wulan Sari : 0910910065 : Biologi : Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) : Brawijaya

Tempat Pelaksanaan : Pusat Laboratorium Forensik (PUSLABFOR) Polda Surabaya Topik PKL : Biologi Molekuler

Tanggal Pelaksanaan : Januari-Februari 2012 Menyatakan akan mengikuti Praktek Kerja Lapang(PKL) di Laboratorium Forensik POLDA JATIM dan dengan sungguh-sungguh akan mengaplikasikan ilmu dan materi yang saya peroleh di bangku kuliah ke dunia kerja sesuai dengan kemampuan yang saya miliki dan saya akan berusaha untuk dapat melaksanakan PKL ini sesuai aturan yang berlaku di instansi dengan sebaik-baiknya.

Mengetahui : Ketua Jurusan Biologi Koordinator Praktek Kerja Lapangan

Widodo, S.Si., Ph.d., Med. Sc NIP. 197308112000031

Nia Kurniawan, S.Si., MP NIP. 197810252003121

I. Pendahuluan Kejahatan terhadap umat manusia adalah istilah di dalam hukum internasional yang mengacu pada tindakan pembunuhan massal dengan penyiksaan terhadap tubuh dari orangorang, sebagai suatu kejahatan penyerangan terhadap yang lain. Para sarjana Hubungan internasional telah secara luas menggambarkan "kejahatan terhadap umat manusia" sebagai tindakan yang sangat keji, pada suatu skala yang sangat besar, yang dilaksanakan untuk mengurangi ras manusia secara keseluruhan. Biasanya kejahatan terhadap kemanusian dilakukan atas dasar kepentingan politis, seperti yang terjadi di Jerman oleh pemerintahan Hitler serta yang terjadi di Rwanda dan Yugoslavia. Setiap tindakan kejahatan yang dilakukan akan meninggalkan jejak. Selama beberapa tahun, pelaku tindak kriminal berusaha menutupi dengan jalan menghilangkan tanda bukti dengan cara menghapus jejak, namun dengan teknologi yang maju kini dapat dilakukan identifikasi dini mengenai permasalahan tindak kriminal(Mustafa,2007). Forensik (berasal dari bahasa Yunani Forensis yang berarti "debat" atau

"perdebatan") adalah sebuah ilmu pengetahuan yang ditujukan untuk membantu proses peradilan, terutama dalam bidang pembuktian. Sehingga di dapat bukti-bukti yang sulit ditemukan dengan cara biasa, dan memerlukan metode-metode tertentu dalam pencariannya. Dengan ditemukannya bukti tersebut diharapkan pengadilan dapat memberi putusan yang tepat, sehingga hukum dapat ditegakkan dengan benar(Priadi,2010). Ilmu pengetahuan forensik berkembang seiring dengan semakin banyaknya tindak kejahatan yang terjadi dalam masyarakat. Fungsi ilmu forensik adalah membuat suatu perkara menjadi jelas, yaitu dengan mencari dan menemukan kebenaran materiil yang selengkap-lengkapnya tentang suatu perbuatan ataupun tindak pidana yang telah terjadi. Peranan ilmu forensik dalam usaha untuk memecahkan kasus-kasus kriminalitas sangat besar, hal ini dapat dilihat dari berbagai kasus yang ada dimana ilmu forensik dipakai untuk menentukan apakah si tersangka bisa dikenai hukuman atau tidak yang dapat menyangkut kesehatan jiwanya, kemudian ilmu forensik dapat digunakan untuk menentukan keaslian suatu tulisan ataupun dokumen, lalu penggunaan ilmu forensik juga digunakan untuk mengidentifikasi korban kejahatan ataupun bencana, dan yang paling utama adalah penggunaan ilmu forensik adalah untuk mengetahui tersangka dari suatu tindak kejahatan. Dalam kelompok ilmu-ilmu forensik ini dikenal antara lain ilmu fisika forensik, ilmu kimia forensik, ilmu psikologi forensik, ilmu kedokteran forensik, forensik, ilmu psikiatri forensik, komputer forensik, dan

ilmu toksikologi

sebagainy(Priadi,2010).

Bukti-bukti forensik dari tempat kejadian perkara datang dalam berbagai bentuk. Sebagai contoh, selembar sprei dadap diambil dari tempat kejadian kekerasan seksual. Sprei ini harus diperiksa secara hati-hati dilaboratorium forensik sebelum memilh area mana yang akan diperiksa lebih jauh lagi. Dalam usaha untuk mengekstraksi DNA dari sampel, tes sangkaan seringkali dilakukan untuk mencari ada tidaknya cairan biologis seperti darah, atau semen pada barang bukti (misalnya pada celana panjang). Lokasi ditemukannya bercak darah atau semen pada bahan kain dapat menjadi sebuah bukti penting. Tiga bercak utama dalam forensik yang harus diperhatikan berasal dari darah, semen dan saliva. Teridentifkasinya secret vagina, urine, dan feses dapat juga menjadi sangat penting dalam sebuah penyelidikan. Serologi, adalah terminologi yang biasa digunakan untuk menjelaskan kisaran tes laboratorium melalui reaksi antigen dan antiboda serum. Sebagai contoh, golongan darah ABO dapat dibedakan dengan menggunakan anti-A dan anti-B serum, dan dinilai aglutinasinya setelah dicampur dengan sampel darah. Serologi masih memegang peranan penting dalam Ilmu Forensik Biologis Modern, meskipun masih lebih utama DNA, selama tes sangkaan tidak mampu mendeteksi sampel seperti pada pemeriksaan profil DNA. DETEKSI SEDIAAN DARAH Komposisi darah terdiri dari cairan plasma dan serum dengan komponen padat terdiri dari sel darah merah (eritrosit), sel darh putih (leukosit) dan Platelet (trombosit). Tes sangkaan yang paling utama pada darah difokuskan pada deteksi adanya molekul hemoglobin, yang mana ditemukan pada sel darah merah dan digunakan untuk mentransport oksigen dan karbondioksida. Tes imunokromatografi yang sederhana untuk mengidentifikasi sel darah manusia telah dilakukan oleh Abacus Diagnostics sebagai kartu ABA-Hematrace-Kit. Tes ini memiliki batas ketelitian sekitar 0,07 ug Hb/ml, yang secara khusus untuk darah manusia, primate kelas tinggi dan darah mencit. Luminol adalah salah satu tes sangkaan lainnya untuk mengidentifikasi darah dan telah dipopulerkan diserial TV CSI : Crime Scene Investigation. Regen Luminol dibuat gendan mencampurkan 0,1 g 3 amino-phtalhydrazide dengan 5,0 g sodium carbonat dalam 100ml aquadest. Sebelum digunakan ditambahkan 0,7 g sodium perborat pada campuran (Safer Stein 2001). Area yang luas dapat secara cepat dievaluasi akan adanya darah dengan menyemprotkan regen luminal ke item bukti penyelidikan. Objek yang telah disemprot lalu ditempatkan kedaerah yang gelap sehingga luminasi dapat terlihat dengan jelas dan mudah. Luminol dapat digunakan untuk mencari jejak darah setelah dientcerkan 10 juta kali (Safer Stein 2001). Penggunaan luminal telah menunjukkan bahwa luminal ini tidak menghambat maupun mempengaruhi tes DNA dengan STRs yang mungkin diperlukan dan ditemukan

ditempat kejadian perkara. Demonstrasi bahwa tes sangkaan ini tidak mempengaruhi subkuensis tes DNA adalah sangat penting dalam membuat keputusan tentang bagaimana bukti-bukti biologis diproses dalam laboratorium forensic DETEKSI AIR MANI Hampir dua pertiga kasus penelusuran test forensik DNA melibatkan kasus kekerasan sesksual. Ratusan juta sperma dipancarkan (dikeluarkan) dalam beberapa mililiter cairan semen. Noda-noda mani dapat dikarakteristikan dengan memvisualisasi sel-sel sperma dengan uji acid phosphatase (AP) atau prostate specific antigen (PSA atau p30). Uji mikrokospik di beberapa laboratorium dapat melihat kehadiran spermatozoa pada kasus kekerasan seksual. Bagaimanapun laki-laki aspermic atau oligospermic tidak juga mempunyai sperma atau kadar sperma yang rendah dalam ejakulasi cairan semen mereka. Sebagai tambahan, vasektomi pada laki-laki tidak akan menghasilkan sperma. Oleh karena itu pengujian-pengujian yang dapat mengidentifikasi enzim-enzim spesifik mani membantu memverifikasi kehadiran/keberadaan mani pada kasus-kasus kekerasan seksual. Acid phospatase adalah enzim yang dikeluarkan oleh kelenjar prostat di dalam cairan semen dan didapatkan pada konsentrasi tertinggi di atas 400 kali dalam mani dibandingkan yang mengalir dibagian tubuh yang lain (Sensabaugh 1979, Safertein 2001). Warna ungu dengan penambahan beberapa penurunan sodium alpha naphthylphospate dan solusi Fast Blue B atau fluoresensi dari 4-methyl umbelliferyl phospate di bawah sinar ultraviolet (UV) mengindikasikan kehadiran (keberadaan) AP. Daerah yang luas pada kain dapat disaring dengan menekan kain atau sprei melawan ukuran kertas penyaring yang basah dan kemudian menggunakan kertas penyaring untuk tes-tes praduga

(presumtimptive). Sebagai kemungkinan yang lain pencarian sistematik dapat dilakukan pada semua wilayah dari kain di bawah pengujian untuk membantasi lokasi air mani dengan masing-masing pengujian berurutan (Safertein 2001). Prostate specific antigen diketemukan pada tahun 1970an dan dapat menunjukkan nilai forensik dengan mengidentifikasi suatu protein dengan nama p30 yang nyata menunjukkan 30.000 bobot molekuler (Sensabaugh 1978). p30 pada permulaannya adalah gagasan yang unik untuk cairan semen walaupun hal ini dilaporkan mempunyai tingkat yang rendah pada susu ibu (Yu and Diamandis 1995) dan cairan-cairan yang lain (Diamandis and Yu 1995). Macam-macam PSA pada tingkatan rata-rata mulai 3004.200ng/mL pada cairan mani (Shaler 2002). Seratec (Goettingen, German) dan diagnosa Abacus (West Hills, CA) menandai PSA/p30 perangkat uji yang sama untuk menguji

kehamilan sederhana dan yang mungkin digunakan untuk identifikasi forensik cairan mani (Hochmeister et al. 1999, Simich et al. 1999). DETEKSI WARNA AIR LIUR Analisa uji praduga digunakan untuk mengindikasikan kehadiran air liur, yang secara khusus sangat sulit dilihat dengan mata telanjang. Dua metode test biasa untuk mengestimasi tingkat amylase dicontoh forensik termasuk Phadebas test dan test difusi radial tepung yodium (Shaler 2002). Warna air liur mungkin ditemukan pada bekas gigitan, putung rokok, dan alat bekas minum (Abaz et al. 2002). Pendekatan biologi molekuler menggunakan turunan bagan RNA juga diambil untuk mengembangkan sensifitas dan spesifik test untuk macam-macam cairan tubuh termasuk air liur (Juusola and Ballantyne 2003). Begitu juga test biologi molekuler harus bisa digunakan sebagai test untuk menguji kandungan logam pada darah, air mani, air liur secara bersama-sama dengan kepekaan dan keakuratan yang tinggi.

II. Latar Belakang Mahasiswa yang merupakan unsur masyarakat akademis di lingkungan Perguruan Tinggi dituntut untuk mampu mengembangkan cita-cita Tri Dharma Perguruan Tinggi. Tanggung jawab untuk mewujudkan cita-cita tersebut merupakan suatu proses

berkesinambungan dalam upaya penciptaan sumber daya manusia yang berkualitas. Proses interaksi mahasiswa dengan lingkungan di luar kampus dapat dijadikan sebagai sarana transformasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang diperoleh dari bangku kuliah, serta praktikum di laboratorium yang diharapkan mampu diaplikasikan ke dalam dunia kerja yang dapat dilatih dengan melaksanakan Praktek Kerja Lapangan. Dunia perindustrian dan civitas akademika sebagai pihak yang berkepentingan dalam perkembangan dan aplikasi teknologi harus sejalan dan saling mendukung untuk mencapai tujuan tersebut. Oleh sebab itu, dengan dilaksanakannya PKL dapat dijadikan sebagai modal bagi mahasiswa dalam upaya memperluas wawasan dan melatih keterampilan diri dalam dunia kerja.

III. Tujuan Kegiatan Praktek Kerja Lapangan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mewujudkan tenaga praktis yang terampil, kreatif dan jujur dalam melaksanaan tugas, serta tanggung jawab di masa mendatang. Disamping itu, juga dapat meningkatkan kemampuan, pengetahuan serta keterampilan mahasiswa yang bersangkutan dalam bidang yang ditekuni.

IV. Manfaat 4.1 Bagi Mahasiswa Dapat mengenal lebih jauh realita ilmu yang telah diterima di bangku kuliah melalui kenyataan yang ada di lapangan. Dapat menguji kemampuan pribadi dalam berkreasi pada bidang ilmu yang dimiliki, serta dalam tatacara hubungan masyarakat di lingkungan kerja. Memperdalam dan meningkatkan keterampilan, serta kreatifitas diri dalam lingkungan yang sesuai dengan disiplin ilmu yang dimiliki Dapat menyiapkan langkah-langkah yang diperlukan untuk menyesuaikan diri di lingkungan kerja di masa mendatang Menambah wawasan, pengetahuan dan pengalaman selaku generasi yang dididik untuk siap terjun langsung di masyarakat khususnya di lingkungan kerja 4.2 Bagi Penyelenggara Program Sebagai bahan masukan untuk mengevaluasi sampai sejauh mana program atau kurikulum yang telah diterapkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat pengguna jasa. 4.3 Bagi Instansi Pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan Sebagai sarana penghubung antara lembaga laboratorium forensik dengan lembaga pendidikan tinggi.

V. Metode Praktek Kerja Lapangan (PKL) ini dalam penerapannya, mahasiswa akan mengerjakan tugas yang diberikan oleh atasan lembaga laboratorium atau orang yang diberi wewenang untuk itu, atau dapat juga dengan cara mahasiswa PKL berinisiatif untuk melakukan suatu pekerjaan tanpa harus menunggu perintah dari atasan. Selanjutnya, lembaga laboratorium akan memberi nilai dari apa yang telah dikerjakan oleh mahasiswa selama melaksanakan PKL.

VI. Ketentuan Praktek Kerja Lapangan Mahasiswa peserta Praktek Kerja Lapangan sanggup memenuhi segala peraturan yang ditetapkan oleh Pusat Laboratorium Forensik POLDA Surabaya Bidang Praktek Kerja Lapangan yang diambil sesuai dengan ketentuan dan kebijaksanaan dari instansi yang bersangkutan.

VII. Waktu Pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan Sesuai dengan kalender akademik Jurusan Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Brawijaya, Praktek Kerja Lapangan ini dilaksanakan pada bulan Januari 2012 atau sesuai dengan kebijaksanaan perusahaan. Waktu pelaksanaan PKL kurang lebih satu bulan. Mengenai pelaksaan PKL, disesuaikan dengan ketentuan dan kebijaksanaan tempat PKL yang bersangkutan.

VIII. Bidang/Materi Praktek Kerja Lapangan Adapun bidang yang saya pelajari dan ingin saya perdalam lebih jauh dalam Praktek Kerja Lapangan ini adalah salah satu cabang ilmu Biologi, yaitu Biologi Molekuler dan Imunologi.

IX. Peserta Pelaksana Kegiatan PKL Berikut kami sertakan biodata pribadi. Nama NIM Bidang Keahlihan Alamat Rumah : Cholilia Abadiatul M. : 0910910037 : Biologi : Jl. Kedung Dsn. Dungpung Ds. Cendono RT/RW 04/02 Kandat-Kediri No Telp/Hp Perguruan Tinggi : 085856058847 : Universitas Brawijaya

Nama NIM Bidang Keahlihan Alamat Rumah No Telp/Hp Perguruan Tinggi

: Ratna Wulan Sari : 0910910065 : Biologi : Jl. Pahlawan Desa Gedangan RT/RW 01/09 Gedangan-Sidoarjo : 089680607279 : Universitas Brawijaya

X. PENUTUP Demikian proposal ini dibuat sebenar-benarnya dengan harapan dapat memberikan gambaran singkat dan jelas tentang maksud dan tujuan diadakannya Praktek Kerja Lapangan di Laboratorium yang Bapak pimpin. Praktek Kerja Lapangan yang akan saya laksanakan ini merupakan salah satu mata kuliah yang harus dipenuhi sebagai syarat kelulusan SKS pada semester VI (enam) di Jurusan Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Brawijaya dengan

maksud agar saya selaku mahasiswa dapat mengaplikasikan materi yang diperoleh di bangku kuliah ke dunia kerja sesuai dengan kemampuan yang saya dimiliki. Besar harapan saya semoga pihak Laboratorium Forensik POLDA Surabaya dapat membantu dan memberikan kesempatan dan tempat bagi saya untuk terlaksananya, serta kelancaran kegiatan program PKL ini. Saya juga berharap pihak Laboratorium Forensik POLDA Surabaya untuk berkenan memberikan bimbingan bagi saya selaku mahasiswa pelaksana PKL ini. Saya akan berusaha untuk dapat melaksanakan PKL ini sesuai aturan yang berlaku di perusahaan dengan sebaik-baiknya, sehingga ada suatu keuntungan timbal balik antara saya selaku mahasiswa dengan lembaga, serta lembaga dapat memanfaatkan tenaga saya sebatas kemampuan yang saya miliki.

Beri Nilai