Anda di halaman 1dari 4

Penambahan Noise Gaussian pada Sinyal Audio

Skript Program

%File Name:coba_audio_3 .m %Programer: Tri Budi Santoso %Group: Signal Processing, EEPIS y1=wavread('Bell2.wav'); Fs=8192; Fs1=Fs; wavplay(y1,Fs1,'sync') % Sinyal asli dimainkan

N=length(y1);%menghitung dimensi file wav var=0.1; noise_1=var*randn(N,1);%membangkitkan noise Gaussian y_1n=y1 + noise_1;%menambahkan noise ke file wavplay(y_1n,Fs1,'sync') % Sinyal bernoise dimainkan subplot(1,3,1) stem(y1) subplot(1,3,2) stem(noise_1) subplot (1,3,3) stem(y_1n)

Hasil Percobaan a. Grafik sinyal audio pada saat var = 0.1

b. Grafik sinyal audio pada saat var = 0.2

c. Grafik sinyal audio pada saat var = 0.3

d. Grafik sinyal audio pada saat var = 0.5

e. Grafik sinyal audio pada saat var = 1

f. Grafik sinyal audio pada saat var = 1.2

g. Grafik sinyal audio pada saat var = 1.3

h. Grafik sinyal audio pada saat var = 1.5

i.

Grafik sinyal audio pada saat var = 2

Dari hasil percobaan diatas, dapat terlihat bahwa apabila nilai var diubah, maka amplitude dari gelombang noisenya pun berubah. Ketika var = 2, maka amplitudo dari gelombang noise menjadi 2 kali lipat. Dan pada saat kita terus menaikkan besar var-nya maka semakin besar amplitude noisenya, dan pada suatu waktu, gelombang dari audio wav-nya akan tertutup oleh gelombang noise-nya.

Anda mungkin juga menyukai