Anda di halaman 1dari 6

Nama : Prastiwi Ari NIM : 09.

0047

ANSIOLITIK / SEDATIVE HIPNOTIKA

1. TUJUAN PRAKTIKUM Mahasiswa dapat mempelajari dan mengetahui pengaruh pemberian dan efektivitas sedative hipnotika beberapa sediaan obat pada hewan uji (mencit) 2. DASAR TEORI UJI HAYATI Pada uji hayati, pengujian dilakukan menggunakan sistem hayati sebagai sarana pengujian. Kemudian yang diamati atau diukur adalah respon system hayati akibat perlakuan terhadapnya yang ditimbulkan zat uji, sediaan uji, sediaan baku atau sediaan pembanding. Pada azasnya, jika mungkin untuk keseluruhan pengujian terhadap zat uji atau sediaan uji terhadap respon sistem hayati sama yang ditimbulkan sediaan baku atau sediaan pembanding. Yang harus diperhatikan adalah bahwa pengujian terhadap zat uji atau sediaan uji dan pengujian terhadap sediaan baku atau sediaan pembanding harus dilakukan dalam kondisi yang dapat dibandingkan dengan seksama. (Anonim,1979) Dengan demikian dapatlah dianggap bahwa, deviasi sistematik yang terutama disebabkan salah penimbangan dan salah pengenceran tidak lagi merupakan sumber deviasi yang berarti, sehingga deviasi yang masih tertinggal hanyalah deviasi rawu yang disebabkan faktor naluri sistem hayati dan kondisi perlakuan terhadapnya. (Anonim,1979) Naluri sistem hayati bervariasi sesuai dengan biakan murni pilihan, kelamin, umur, bobot, jenis, suku dan asal usul. Sungguh pun cara dan prosedur yang disebutkan monografi dipilih yang paling tepat digunakan dalam pengujian, hasil pengujiannya akan memuaskan, jika dipenuhi semua

syarat yang disebut monografi, terutama sistem hayati dan sediaan baku atau sediaan pembanding. Sistem hayati Sistem hayati meliputi hewan, jaringan hewan dan kuman. (Anonim,1979) HEWAN PERCOBAAN Hewan biakan murni pilihan karena alasan ekonomi, biakan murni pilihan hewan yang digunakan masih belum dapat diberikan spesifikasi yang dikehendaki atau petunjuk dimana biakan murni pilihan hewan itu dapat diperoleh. Karena itu, biakan murni pilihan yang dimaksud dalam bab ini barulah pengertian hewan yang diketahui asal usulnya dan bersumber dari satu induk. Jika syarat ini sukar dipenuhi, hewan lain dapat digunakan untuk pengujian asalkan sekurangnya 2 minggu sebelum pengujian dilakukan hewan itu sudah harus dipelihara dan dirawat dengan sebaik-baiknya. Jenis hewan yang digunakan dalam pengujian harus sesuai dengan yang disebutkan dalam monografi. Masing-masing bobot, kecuali dinyatakan lain, adalah sebagai berikut : Tabel 1 Mencit Tikus Marmut Kelinci Merpati Kucing (Anonim,1979) KONDISI HEWAN Hewan harus sehat, pertumbuhannya normal, tidak mengalami kelainan yang berarti, deviasi bobot pemeliharaan tidak lebih dari 10%, suhu badan normal berdeviasi suhu tidak lebih dari 10 , pemeriksaan tinja tidak menunjukan kelainan flora ususnya seperti terdapat parasit usus. (Anonim,1979) 17 gr 25 gr 150 gr 200 gr 300 gr 500 gr 1,5 kg 2 kg 100 gr 200 gr Tidak kurang dari 2,5 kg

RUANGAN HEWAN Sehari sebelum pengujian dilakukan, hewan sudah harus dimasukkan kedalam ruangan hewan. Ruangan hewan harus berventilasi baik dengan ukuran luas untuk masing-masing hewan tidak kurang dari ukuran berikut ini : Tabel 2 Mencit Tikus Marmut Kelinci Kucing 450 cm2 700 cm2 900 cm2 7500 cm2 11000 cm2

Makanan hewan. Makanan hewan harus disesuaikan dengan jenis hewannya, sebaliknya makanan yang diberikan harus komposisi yang jelas dan tetap. Untuk menghilangkan parasit yang tidak dikehendaki, sayuran dicuci dengan larutan kalium permanganat P 2% b/v. (Anonim,1979) PERLAKUAN Perlakuan terhadap hewan harus dilakukan dengan lemah lembut sesuai dengan kebiasaan hewan masing-masing. Kucing harus diangkat dengan memegang kulit bagian atas leher dibantu dengan tangan lain mengangkat badannya. Mengangkat kelinci sama dengan kucing, jangan diangkat dengan cara memegang kedua telinganya. Tikus, mencit, dan marmut diangkat dengan memegang ekornya. Sedapat mungkin usahakan menghindarkan perlakuan yang kasar, karena dapat menimbulkan keresahan pada hewan yang dapat mengakibatkan kenaikan suhu badannya. (Anonim,1979) MENCIT (Mus musculus) Kingdom Filum Kelas Ordo Family : Animalia : Chordata : Mamalia : Rodentia : Muridae

Mencit (Mus musculus) adalah anggota Muridae (tikus tikusan) yang berukuran kecil. Mencit dewasa memiliki berat badan 25 40 g (betina) dan 20 - 40 g (jantan). Mencit mudah dijumpai di rumah rumah dan dikenal sebagai hewan pengganggu. Mencit sangat mudah menyesuaikan diri dengan perubahan yang dibuat manusia. Mencit percobaan (laboratorium) dikembangkan dari mencit melalui proses seleksi. Sebagian besar tikus diperoleh dari peternak hewan laboratorium untuk digunakan dalam penelitian biomedis, pengujian, dan pendidikan. Sekarang mencit juga dikembangkan sebagai hewan peliharaan. (id.wikipedia.org/wiki/Mencit) Mencit adalah binatang asli Asia, India, dan Eropa Barat. Jenis ini sekarang ditemukan di seluruh dunia karena pengenalan oleh manusia. Mencit peliharaan memiliki periode kegiatan selama siang dan malam. Mencit adalah hewan percobaan yang sering digunakan dalam laboratorium farmakologi dalam berbagai bentuk percobaan. Hewan ini mudah ditangani dan bersifat penakut, fotofobik, cenderung berkumpul dengan sesamanya, bersembunyi dan lebih aktif beraktivitas pada malam hari. Kehadiran manusia akan mengganggu aktivitasnya. Laju respirasi normal 163 tiap menitdan suhu tubuh normal 36C. (id.wikipedia.org/wiki/Mencit) Cara Memegang Mencit o Ujung ekor mencit diangkat dengan tangan kanan. Letakkan pada suatu tempat yang permukaannya tidak licin (misal ram kawat pada penutup kandang), sehingga jika ditarik, mencit akan mencengkeram. o Telunjuk dan ibu jari tangan kiri kanan. o Posisi mencit dibalikkan, sehingga permukaan perut menghadap kita dan ekor dijepitkan di antara jari manis dan kelingking tangan kiri. Jika cara penanganan mencit tidak sesuai, biasanya mencit akan buang air besar atau buang air kecil. Hal ini terjadi karena mencit merasa stres atau ketakutan. Selain itu juga merupakan pertahanan diri untuk melindungi dirinya menjepit kulit tengkuk, sedangkan ekornya dipegang dengan tangan

dengan mengeluarkan fecesnya. (andiscientis.blogspot.com) Nutrisi Mencit harus diberi makan pelleted komersial tikus atau hewan pengerat diet dan air lib iklan. Ini diet yang bergizi lengkap dan tidak memerlukan suplemen. Asupan makanan sekitar 15 g/100 g BB / hari sedangkan asupan air sekitar 15 ml/100 g BB / hari. (id.wikipedia.org/wiki/Mencit) 3. ALAT DAN BAHAN Alat : a. Rotaroad b. Spuit injeksi dan jarum (needle0 c. Spuit oral d. Timbangan analitik digital e. Labu takar 5,0 ml ; 10,0 ml ; 25,0 ml ; dan 50,0 ml f. Beaker glass g. Labu erlenmeyer h. Pengaduk i. Pipet volume Bahan : a. Hewan uji mencit jantan dengan berat badan 20 30 gr yang telah di puasakan selama satu malam dan tetap diberiminum dengan air ad libitum. b. Diazepam 4 mg/kg c. Pentobarbital d. Fenobarbital e. Aquabidestilata f. Etanol g. Kapas 4. CARA KERJA Menggunakan Rotaroad menurut Chondoka and Ray Ghatak (1989) 5

Bagi 12 hewan uji menjadi 3 kelompok ( masing masing kelompok terdiri dari 4 ekor mencit) Mencit diadaptasikan selama 5 menit pada rotaroad Tiap kelompok diberi obat dengan : a. Kelompok I diberi diazepam (2 mg/kg BB,i.p) b. Kelompok II diberi klorpromazin (0 mg/kg BB,i.v) c. Kelompok III diberi fenobarbital (40 mg/kg BB,i.m) Pada menit ke 15, 30, 60, dan 90 mencit diletakkan di atas rotaroad selama 2 menit. Catat berapa kali mencit jatuh Selama percobaan catat : a. Reflek balik badan dan kornea b. Daya cengkraman pada kawat c. Perubahan diameter pupil Hitung luas daerah di bawah kurva (AUC) dari kurva tersebut Hitung persen daya sedative : % daya analgetika = 1 (AUC perlakuan / AUC kontrol) x 100%