Anda di halaman 1dari 8

PERJANJIAN JUAL-BELI MOTOR DENGAN SISTEM ANGSURAN (1) Pada hari ini, Kamis tanggal 10 bulan Februari tahun

2011 yang bertanda tangan di bawah ini*): 1. Nama Alamat Jabatan berkedudukan PERTAMA. 2. Nama Alamat Jabatan : Anton Beni Suhendro : Jalan Manuk Beri 13 Yogyakarta : VICE PESIDENT : Patrisia Murselina : Jalan Sentul Rejo Mg II / 653 Yogyakarta : Marketing Manager JAYA MOTOR di cabang Gejayan Yogyakarta, selanjutnya disebut PIHAK

Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama PT

Dalam hal ini bertindak untuk dan atas namanya sendiri selanjutnya disebut PIHAK KEDUA. Kedua belah pihak sepakat untuk mengikatkan diri dalam perjanjian jual-beli kendaraan bermotor roda dua dengan ketentuan sebagai berikut. PASAL 1 PENGAKUAN HUTANG PIHAK PERTAMA mengakui telah berhutang kepada PIHAK KEDUA untuk pembelian 3 (tiga) unit kendaraan bermotor roda dua merek HONDA dengan harga Rp 13.800.000,- per unit atau total seluruhnya seharga Rp 41.400.000,setelah ditambah dengan bunga-bunga, ongkos-ongkos, pajak-pajak, denda-denda yang ditanggung oleh PIHAK PERTAMA sesuai perjanjian ini, selanjutnya disebut hutang.

PASAL 2 SISTEM PEMBAYARAN


1.

PIHAK PERTAMA sanggup dan sudah disetujui oleh PIHAK KEDUA bahwa hutang tersebut sebagaimana disebut di PASAL 1 akan dibayar dengan sistem angsuran sebesar Rp 1.150.000,- setiap bulan selama 36 bulan yang dimulai pada bulan Maret tahun 2011 sampai dengan bulan Februari tahun 2014.

2.

Pembayaran hutang tersebut sebagaimana disebut di PASAL 1 dilakukan menurut perjanjian jual-beli oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA harus dilakukan oleh PIHAK PERTAMA melalui bank yang ditunjuk PIHAK KEDUA atau langsung dibayarkan kepada PIHAK KEDUA dalam mata uang Republik Indonesia.

3.

Apabila PIHAK PERTAMA akan membayar angsuran sebagaimana disebut pada ayat 1 di atas dengan mata uang asing maka untuk menentukan nilainya mengikuti kurs resmi yang dikeluarkan Bank Indonesia pada saat pembayaran. PASAL 3 STATUS KENDARAAN

1.

Status kepemilikan kendaraan sebanyak 3 (tiga) buah sebagaimana disebut pada PASAL 1 tetap menjadi hak milik yang sah PIHAK KEDUA sebelum seluruh angsuran pembayaran diselesaikan oleh PIHAK PERTAMA menurut ketentuan-ketentuan yang sudah disepakati di dalam perjanjian ini.

2.

Selama berlakunya perjanjian jual-beli ini, PIHAK KEDUA mengizinkan PIHAK PERTAMA menggunakan kendaraan tersebut sebanyak 3 (tiga) buah yang dimaksudkan di perjanjian, dan oleh karena itu segala risiko kerusakan dan kehilangan kendaraan tersebut menjadi tanggung PIHAK PERTAMA.

3.

Selama berlakunya perjanjian jual-beli ini, PIHAK PERTAMA tidak berhak memindah tangankan kendaraan tersebut dengan cara apa pun kepada PIHAK KETIGA, dan PIHAK PERTAMA tidak berhak memakai kendaraan tersebut sebagai jaminan dari hutang PIHAK PERTAMA dan/atau dari PIHAK KETIGA.

4.

PIHAK PERTAMA wajib memelihara kendaraan tersebut agar dalam kondisi yang baik Biaya pemeliharaan dari kendaraan tersebut harus dibayar oleh PIHAK PERTAMA. PASAL 4 PENARIKAN KEMBALI KENDARAAN

1.

Apabila PIHAK PERTAMA lalai dalam melaksanakan perjanjian jual-beli ini, termasuk pembayaran angsuran yang sudah jatuh tempo maka PIHAK KEDUA berhak menarik kembali izinnya kepada PIHAK PERTAMA untuk memakai kendaraan tersebut tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

2.

Ketika PIHAK KEDUA melaksanakan penarikan dengan alasan sebagaimana disebutkan dalam ayat 1 di atas maka perjanjian jual-beli ini berakhir dengan sendirinya, dan dengan ini PIHAK PERTAMA melepaskan PASAL 1266 dan PASAL 1267 KUH Perdata. Dalam hal ini semua jumlah angsuran yang sudah dibayarkan oleh PIHAK PERTAMA berdasarkan perjanjian jual beli ini dianggap sebagai uang sewa kendaraan.

3.

Selain alasan yang sudah disebutkan di ayat 1, PIHAK KEDUA juga berhak menguasai kembali kendaraan apabila: PIHAK PERTAMA meninggal dunia, sebagian atau seluruh kekayaan PIHAK PERTAMA disita oleh PIHAK

a. b.

KETIGA,
c.

usaha PIHAK PERTAMA dibubarkan, dilikuidasi, dan/atau mengalami kepailitan, usaha PIHAK PERTAMA dijual kepada PIHAK KETIGA, dan PIHAK PERTAMA tidak memenuhi salah satu ketentuan dari perjanjian jual-beli ini dan atau PIHAK PERTAMA mengalami situasi yang berdasarkan pertimbangan PIHAK KEDUA, situasi itu dapat membahayakan dan/atau mencegah pihak-PIHAK KEDUA untuk menjalankan hak-hak berdasarkan perjanjian jual-beli ini.

d. e.

4.

Kendaraan yang sudah ditarik dari PIHAK PERTAMA maka PIHAK KEDUA berhak menjualnya dengan harga yang pantas berdasarkan ketentuan dan kondisinya.

5.

Apabila kendaraan yang sudah ditarik dari penguasaan PIHAK PERTAMA dan ternyata kendaraan tersebut rusak atau fungsinya sudah berkurang karena kelalaian PIHAK PERTAMA yang menyebabkan harga jualnya tidak mencukupi lagi untuk melunasi hutang PIHAK PERTAMA maka kekurangannya harus ditanggung oleh PIHAK PERTAMA.

6.

Apabila PIHAK PERTAMA terlambat melaksanakan kewajiban membayar kekurangan sebagaimana disebut pada ayat 5 maka setiap hari keterlambatan pembayaran kekurangan tersebut dikenakan denda sebesar 2%.

7.

Apabila dalam menuntut hak-haknya dalam perjanjian ini, PIHAK KEDUA terpaksa juga harus menanggung ongkos-ongkos, termasuk honor pengacara dan badan-badan peradilan maka ongkos-ongkos tersebut dibebankan kepada PIHAK PERTAMA. PASAL 5 PAJAK

Sebanyak 3 (tiga) buah kendaraan yang dimaksudkan di perjanjian jual-beli ini digunakan oleh PIHAK PERTAMA maka semua pajak dan pemungutan lain yang dibebankan atas kendaraan tersebut harus dibayar seluruhnya oleh PIHAK PERTAMA atas nama PIHAK KEDUA, dan semua kuitansi-kuitansi pembayaran tersebut yang asli harus diserahkan kepada PIHAK KEDUA. PASAL 6 KUASA
1.

PIHAK PERTAMA memberikan kuasa kepada PIHAK KEDUA, kuasa yang tidak bisa ditarik kembali dan dengan hak substitusi untuk memasuki halaman di mana kendaraan berada untuk mengambil kembali kendaraan dari pihak PIHAK PERTAMA atau PIHAK KETIGA kalau perlu dengan bantuan pihak yang wajib.

2. Semua kuasa yang tercantum dalam perjanjian jual-beli ini merupakan bagian tidak terpisahkan dari perjanjian ini.
3.

PIHAK PERTAMA berjanji tidak akan berbuat sesuatu seperti mengambil tindakan perlawanan melalui pihak yang berwajib untuk mencegah PIHAK KEDUA melakukan penarikan kendaraan dari pihak PIHAK PERTAMA atau PIHAK KETIGA lainnya.

4.

PIHAK PERTAMA berjanji tidak akan menghalangi PIHAK KEDUA atau kuasanya selama jangka waktu perjanjian jual-beli untuk setiap saat memasuki tempat-tempat di mana kendaraan-kendaraan disimpan untuk memeriksa/mengecek kendaraan-kendaraan tersebut dan PIHAK KEDUA juga berhak untuk, atas beban dari PIHAK PERTAMA berbuat segala sesuatu yang seharusnya dilakukan setelah PIHAK PERTAMA untuk memelihara kendaraan sehingga tetap berada dalam keadaan baik dan dapat berjalan.

5.

PIHAK PERTAMA harus memberitahukan PIHAK KEDUA secara tertulis di mana biasanya kendaraan akan ditempatkan. PASAL 7 PERUBAHAN KEPEMILIKAN

1.

Dengan ditandainya perjanjian ini, PIHAK KEDUA dengan ini menyatakan persetujuannya bahwa kendaraan ini akan didaftarkan atas nama PIHAK PERTAMA.

2.

Apabila bukti pemilikan kendaraan bermotor (BPKB) yang telah dikeluarkan atas nama PIHAK PERTAMA maka hak milik atas kendaraan harus dianggap telah dipindahkan dari PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA sedangkan tunggakan harga penjualan harus tetap dianggap sebagai hutang PIHAK PERTAMA sejak tanggal yang tertulis Bukti Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB).

3.

Dengan menandatangani perjanjian ini, PIHAK PERTAMA menyatakan persetujuannya bahwa walaupun surat/dokumen berkenaan dengan pendaftaran dari kendaraan atau berkenaan dengan pemilikan atas kendaraan

tertulis atas nama PIHAK PERTAMA, hal ini tidak memberi hak kepada PIHAK PERTAMA untuk memakai surat/dokumen-dokumen itu sebagai bukti hak milik PIHAK PERTAMA atas kendaraan tersebut karenanya PIHAK PERTAMA menegaskan bahwa sebelum harga seluruhnya dari kendaraan itu terbayar lunas, kendaraan itu tetap milik PIHAK KEDUA.
4.

Pemilik berjanji untuk membayar tunggakan hutang itu sesuai dengan angsuran-angsuran yang dijelaskan di dalam perjanjian jual-beli ini. Apabila PIHAK PERTAMA terlambat membayar angsuran yang sudah jatuh tempo maka setiap hari keterlambatan pembayaran tersebut, kepada PIHAK PERTAMA wajib dikenakan denda sebesar 2%.

5.

Untuk menjamin pembayaran tunggakan hutang, denda, dan lain-lain biaya berhutang oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA, PIHAK PERTAMA dengan ini memindahkan secara fiduciair kepada PIHAK KEDUA hak miliknya atas kendaraan pemindahan hak mana mulai berlaku sejak tanggal kendaraan telah didaftarkan atas nama PIHAK PERTAMA dan Bukti Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) telah dikeluarkan atas nama PIHAK PERTAMA. PASAL 8 BUKTI PEMBAYARAN

1.

Seluruh bukti pembayaran hutang PIHAK PERTAMA yang ada pada PIHAK KEDUA adalah bukti yang sah telah terjadinya pembayaran pihak PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA.

2.

Apabila

terjadi

perbedaan

penghitungan

jumlah

tunggakan

PIHAK

PERTAMA kepada PIHAK KEDUA maka PIHAK PERTAMA wajib menunjukkan pembayarannya sesuai dengan perjanjian jual-beli ini.

PASAL 9 PARA PENGGANTI HAK PIHAK KEDUA dan PIHAK PERTAMA menyatakan bahwa perjanjian jualbeli ini mengikat dan berlaku bagi kepentingan para pengganti hak dan para pihak yang mendapat hak dari pihak-pihak dalam perjanjian ini, dengan syarat bahwa PIHAK PERTAMA dalam hal ini tidak diperkenankan memindahkan atau mengasingkan hak-haknya berdasarkan perjanjian ini tanpa persetujuan tertulis terlebih dahului dari PIHAK KEDUA. PASAL 10 SURAT-MENYURAT PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA sepakat bahwa setiap pemberitahuan apa pun yang berkaitan dengan isi perjanjian jual-beli ini harus dibuat secara tertulis dan dikirim ke alamat resmi para Pihak. PASAL 11 PERUBAHAN ALAMAT Apabila PIHAK PERTAMA dan atau PIHAK KEDUA pindah dari alamat resmi yang tercantum dalam perjanjian jual-beli ini maka pihak yang pindah ke alamat lain tersebut wajib memberitahukan secara tertulis kepada pihak lainnya paling lambat 14 hari sebelum pindah alamat itu dilakukan oleh salah satu pihak. PASAL 12 FORCE MAJEURE
1.

Apabila kendaraan rusak atau hilang yang disebabkan oleh bencana alam seperti tsunami, angin ribut, kebakaran, gempa bumi, atau force majeure lainnya maka perjanjian ini berakhir segera dan kedua belah pihak sepakat untuk tidak saling menuntut haknya masing-masing.

2. Jika kerusakan dan kehancuran kendaraan yang diakibatkan oleh bencana alam tersebut tidak seluruhnya maka kedua belah pihak akan membuat kesepakatan baru, kesepakatan yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari perjanjian ini. PASAL 13 PERUBAHAN PERJANJIAN PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA sepakat bahwa perjanjian jualbeli ini tidak boleh diubah atau ditambah seluruhnya atau sebagian kecuali apabila perubahan telah disepakati dan disetujui oleh kedua belah pihak dalam perjanjian jual-beli ini. PASAL 14 PENUTUP Perjanjian ini dibuat rangkap 2 dengan meterai cukup dan keduanya mempunyai kekuatan hukum yang sama. Dibuat dan ditandatangani di Gejayan Yogyakarta oleh kedua belah pihak dalam keadaan sadar, sehat jasmani, dan rohani dan tanpa paksaan dari pihak manapun. PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA

(Patrisia Murselina)

(Anton Beni Suhendro)

SAKSI-SAKSI 1. Balarama Septa Ardianto 2. Prisesaldy Deni Kurniawan

Beri Nilai