Anda di halaman 1dari 8

a. Homeostasis Pengertian Homeostasis adalah usaha tubuh untuk mempertahankan keadaan konstan dalam lingkungan interna.

. Prinsip penaturan Umpan balik negatif Serangkaian perubahan yang akan mengembalikan faktor kembali ke nilai rata-rata tertentu. Contoh : pengaturan konsentrasi CO2, apabila konsentrasi CO2 meningkat dalam CES ventilasi menningkat konsentrasi CO2 berkurang ekspirasi. Umpan balik positif (seiring menimbulkan lingkaran setan & kematian) Ransangan menyebabkan keadaan yang sama dan lebih Contoh : pada perdarahan, apabila volume darah berkurang jantung tidak memompa darah dengan baik tekanan arteri berkurang aliran darah ke otot mel koronaria berkurang kelemahan jantung. Faktor yang mempengaruhi suhu tubuh dan lingkungan aktivitas tubuh usia jenis kelamin dll. Fungsi 1. Mengatur keadaan dalam tubuh agar tetep berfungsi secara secara ekstrem 3. menjaga fungsi fisiologis tubuh dengan optimum normal. 2. memungkinkan tubuh berdiri sendiri tanpa pengaruh lingkungan luar asupan nutrisi ( bahan makanan ) dan oksigen pembuluh berat. paru-paru karena proses

4. bisa meregulasi jalan proses fisiologis tubuh (menjaga kadar metabolik sendiri) 5. bisa beradaptasi dengan lingkungan yang berubah. b. Pengaturan fungsi tubuh 1. Sistim saraf 2. Sistim hormon 3. Pengaturan lokal AD1. Sistim Saraf Terdiri dari : saraf pusat : otak besar, otak kecil, batang otak, medula spinalis Saraf tepi : cabang medula spinalis yaitu saraf motorik dan sensoris Saraf otonom : simpatis dan parasimpatis

Otak dapat menyimpan informasi , menghasilkan pikiran, menciptakan ambisi, menentukan reaksi apa yang akan dibentuk sebagai respon terhadap sensasi dan sinyal yang sesuai akan disalurkan melalui sistim motorik sehingga seseorang dapat mencetuskan keinginannya. Sistim saraf otonom akan mengatur alat-alat dalam yang tidak dibawah kesadaran kita contoh : Pengaturan sistim kardiovaskuler, pengaturan sistim pencernaan, kelenjernya, pengaturan sistim pernafasan dan lain-lain AD2. Pengaturan hormonal Didalam tubuh terdapat 8 kelenjer utama yang mensekresikan bahan-bahan kimia yang disebut hormon. Hormon ini langsung disekresikan masuk aliran darah Hormon ini akan mengatur fungsi organ tertentu Organ tempat kerja hormon itu disebut target organ Kelenjer yang menghasilkan hormon adalah kelenjer endokrin Contohnya : 1. Kelenjer Hipofise anterior dan posterior

2. Kelenjer tiroid 3. Kelenjer paratiroid 4. Kelenjer pankreas 5. Kelenjer testis 6. Kelenjer ovarium c. Osmoregulasi elektrolit tubuh KONTROL SODIUM DAN POTASSIUM Na cairan tubuh tekanan darah renin angiotensin (AT) II aldosteron aldosteron: Na ditarik dari ginjal [tubuli distal, duktus koligentes], keringat, usus AT II: Na ditarik dari tubuli proksimal AT II: nafsu garam , tekanan darah

K bisa kejang jantung aldosteron pembuangan K di ginjal AT II tek. darah K ke ginjal

Na vol. darah tekanan darah Na ke ginjal regangan atrium kanan ANH [atrial natriuretic hormone] efek AT II di ginjal Na dibuang di ginjal K aldosteron K ditarik di ginjal KONTROL KALSIUM DAN POSPAT Ca parathyroid hormone (PTH) penarikan Ca dan PO4 dari tulang penarikan Ca dan pembuangan PO4 di ginjal vitamin D penarikan Ca dan PO4 dari usus

Ca Calcitonin

penyimpanan Ca di tulang pembuangan Ca di ginjal

KONTROL KADAR GLUKOSA DARAH GD tonisitas darah insulin transport glukosa ke sel otot dan lemak perubahan glukosa enerji atau glikogen pembentukan lemak dari glukosa

GD ancaman otak, retina, sel benih glikogenolisis: glikogen glukosa glukoneogenesis: lemak/protein glukosa peran: glukagon, kortisol, somatotropin, katekolamin

Keseimbangan air 1. PEMASUKKAN AIR: 2500 ml/ hari a.minum b makanan c. metabolit : : : 1500 ml 700 300 ml ml

2.KEHILANGAN AIR a. keringat , nafas b. urin c. feses PERGESERAN AIR (HUKUM GIBS DONAND) 1.AIR AKAN BERGERAK DARI TEKANAN OSMOTIK YANG
RENDAH KE TEKANAN OSMOTIK YANG TINGGI. 2.PARTIKEL AKAN BERGERAK DARI TEKANAN OSMOTIK YANG TINGGI KE TEKANAN OSMOTIK YANG RENDAH.

Keseimbangan Asam-Basa dalam tubuh sumber asam : dari proses metabolisme tubuh; CO2 + H2O H2CO3 pH normal tubuh = pH darah = 7,4 pH > normal : ALKALOSIS pH < normal : ASIDOSIS ( 7.45-7,8 ) ( 7.35-6,8 )

asidosis dan alkalosis


1. METABOLIK TERJADI PERUBAHAN PADA HCO3 (Normal 24-27 meq/L) 2. RESPIRATORIK TERJADI PERUBAHAN PADA H2CO3 ( Normal 1.3 meq/L)

sistem buffer
Tubuh memiliki sistem penyangga asam-basa utuk menjaga pH tubuh tetap normal.Yang bekerja sepersekian detik apabila kadar asam-basa berlebihan dalam tubuh. Larutan Buffer tubuh : NaHCO3 buffer bagi HCL, H2SO4, asam laktat. Buffer fosfat Na2HPO4 dan NaH2PO4 bagi sel darah merah dan ginjal. Protein: menetralkan kelebihan H2CO3 dalam darah. Heamoglobin : menetralkan H2CO3 dalam eritrosit.

d. Pengaturan suhu dan peranan kulit o Temperature-increasing mechanism - Vasoconstriction - Piloerection - Increase in heat production: > shivering > sympathetic excitation > thyroxin secretion o Temperature-decreasing mechanism - Vasodilatation inhibition of sympathetic center - Sweating ( berkeringat ) - Decrease in heat production

> strongly inhibited the mechanism causes excess heat production KULIT Struktur mikroskopis kulit : 1. EPIDERMIS Epitel berlapis gepeng bertanduk ( tipis/tebal ) Avaskuler Pada telapak : tebal Pada ujung jari memiliki pola unik : sidik jari Terdiri dari beberpa lapisan :
1. 2. 3. 4. 5. STRATUM GERMINATIVUM / BASALE STARTUM SPINOSUM AWAL SINTESA KERATIN STARTUM GRANULOSUM AWAL PERTANDUKAN STRATUM LUCIDUM (PD KULIT TIPIS -) STRATUM CORNEUM PROTEIN FIBROSA

(KERATIN)

2.

DERMIS

Untuk mengatur suhu


Sel fibroblas: Memproduksi kolagen dan elastin Lapisan lapisan : 1. PAPILA DERMIS MENGANDUNG PEMBULUH DARAH, LIMF , MEISSNER 2. STRATUM PAPILARE JARINGAN LONGGAR SRB KOLAGEN HALUS, ELASTIN SANGAT VASKULERPLEKSUS ARTERI, VENA & LIMF 3. STRATUM RETIKULARE PALING TEBAL SERABUT KOLAGEN KASAR DAN ELASTIN PEMBULUH DARAH : ARTERIOL

3.

HIPODERMIS -

Subdermis

Jaringan longgar Mengandung jaringan lemak dengan jumlah bervariasi

Fungsi Termoregulator kulit Perlindulan hilangnya suhutubuh oleh rambut dan lapisan lemak Penurunan suhu dipercepat oleh : 1. 2. penguapan keringat b\dari permukaan kulit Peningkatan aliran darah melalui jalinan kapiler dermis.

e. Sistem transpor cairan ekstrasel-intrasel Sistem transpor ekstra sel : sistem sirkulasi Cairan ekstrasel diangkut melalui : gerakan darah mengitari sirkulasi berulang-ulang, pada saat istirahat : 1x tiap menit dan saat aktif : 6x per menit. Pergerakan cairan antara kapiler dan sel. Ditimbulkan oleh gerakan kinetik molekul dalam plasma dan intra sel.

f. Pembuangan hasil akhir metabolisme 1. CO2 oleh paru-paru CO2 di hasilkan metabolisme sel diangkut ke alveoli paru dalam bentuk ion bikarbonat dalam plasma. Ion bikorbonat menggeser Cl kedalam sel eritrosit (95%). sisa 5% terikat dengan hemoglobin sbg carbamino. DI ALVEOLI Terjadi sebaliknya: bikarbonat masuk, Cl keluar eritrosit. Bikarbonat masuk lagi kedalam eritrosit, dengan cepat berobah jadi CO2 , keluar ke plasma dan keluar bersama udara ekspirasi. Sejalan dg itu Cl keluar kembali ke plasma. 2. Pembuangan urin oleh ginjal ginjal menyaring plasma melalui glomerulus ke tubulus - reabsorbi bahan yang dibutuhka ke dalam darah (glukosa, asam amino, air, ion secukupnya )

bahan yang tidak dibuthkan melewati tubulus renalis (urea ) keluar bersama air seni.

Produk sisa metabolisme


urea kretinin asam urat : asam amino : kreatin otot : asam nukleat

produk akhir pemecahan heamoglobim\n ( bilirubin ) metabolisme berbagai hormon toxin