Anda di halaman 1dari 8

KOMPARTEMEN CAIRAN TUBUH Sebagian besar tubuh manusia terdiri atas cairan.

Cairan tubuh terdiri dari air sebagai pelarut dan substansi terlarut. Substansi terlarut terdiri dari elektrolit dan non elektrolit seperti glukosa, protein, oksigen, karbon dioksida, dan asam organik. Air merupakan komponen terbesar dan pelarut terpenting dari tubuh, biasanya dinyatakan dalam persen berat badan dan besarnya berubah menurut umur. Fungsi air dalam tubuh : 1. Sarana untuk mengangkut zat makanan ke sel-sel 2. Mengeluarkan buangan buangan sel 3. Membantu dalam metabolisme sel

4. Sarana untuk mengangkut zat makanan ke sel-sel

5. Membantu memelihara suhu tubuh 6. Membantu pencernaan 7. Mempermudah eliminasi


8. Mengangkut zat-zat seperti hormon, enzim, dll

Table 1. total cairan tubuh (%) terhadap berat badan Umur Bayi prematur 3 bulan 6 bulan 1-2 tahun 11-16 tahun Dewasa Dewasa gemuk Dewasa kurus Lansia Total cairan tubuh 80% 70% 60% 59% 58% 58-60% 40-50% 70-75% 45-55%

Cairan tubuh terbagi dalam dua kompartemen yaitu intraseluler dan ekstraseluler. 1. Cairan intraseluler Cairan intraseluler dipisahkan dari cairan ekstraselular oleh membran selektif yang sangat permeabel terhadap air, tetapi tidak permeabel terhadap sebagian elektrolit dalam tubuh. Membran sel mempertahankan komposisi cairan di dalam agar serupa seperti yang terdapat di berbagai sel tubuh. Cairan ini mengandung sejumlah besar ion kalium dan fosfat ditambah ion magnesium dan sulfat dalam jumlah sedang. Semua ion ini memiliki konsentrasi yang rendah pada cairan ekstraselular. Juga sel mengandung sejumlah besar protein, hampir empat kali lipat lebih banyak daripada dalam plasma.

2. Cairan ekstraseluler Seluruh cairan di luar sel disebut cairan ekstraselular, terdiri dari cairan interstitial, plasma, dan cairan transeluler. Dua kompartemen terbesar cairan ekstraseluler adalah cairan interstitial yang merupakan tiga perempat cairan ekstraselular, dan plasma yang hampir seperempat cairan ekstraselular. Plasma adalah bagian darah nonselular dan terus menerus berhubungan dengan cairan interstitial melalui celah membran kapiler. Celah ini bersifat sangat permeabel untuk hampir semua zat terlarut. Cairan transeluler terdapat dalam jumlah kecil dan ditemukan pada pleura, pericardial, peritoneal, dan rongga sendi. Cairan ekstraseluler mengandung sejumlah besar ion natrium, klorida dan juga ion bikarbonat, serta sebagian kecil ion kalium, kalsium, magnesium, fosfat, sulfat, dan asam-asam organik.

Pada fetus, cairan ekstraseluler lebih banyak dari intraseluler, dan cairan ekstraseluler menurun seiring pertambahan usia. Cairan ekstraseluler menurun tajam setelah lahir sebagian besar karena postnatal dieresis, di samping karena peningkatan pertumbuhan sel dan penurunan relatif ratarata pertumbuhan kolagen terhadap otot selama awal kehidupan. Penurunan cairan ekstraseluler secara tajam ini yang menyebabkan penurunan berat badan fisiologis dalam minggu pertama kehidupan. Pada bayi matur kehilangan berat badan kira-kira 10%, sedangkan pada bayi premature kehilangan berat badan mencapai 15%.

Table 2. persentase total cairan tubuh, cairan intraseluler dan ekstraseluler berdasarkan umur Kompartemen cairan tubuh Total cairan tubuh Cairan intraseluler Cairan ekstraseluler Umur Bulan 6 70% 40% 30%

Lahir 0 78% 33% 45%

Bulan 3 75% 37,5% 37,5%

Tahun 6 65% 42,5% 22,5%

Tahun 16 60% 40% 20%

Faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan cairan dan elektrolit : Usia Hal ini berkaitan dengan luas permukaan tubuh, metabolisme yang diperlukan dan berat badan. Selain itu air tubuh menurun sesuai dengan peningkatan usia. Jenis kelamin Wanita mempunyai air tubuh yang kurang secara proporsional, karena lebih banyak mengandung lemak tubuh. Sel-sel lemak Sel-sel lemak mengandung sedikit air, jadi pada orang yang gemuk air tubuhnya lebih sedikit. Stress Stres dapat menimbulkan peningkatan metabolism sel, konsentrasi darah dan glikolisis otot, mekanisme ini dapat menimbulkan retensi natrium dan air. Proses ini dapat meningkatkan produksi ADH dan menurunkan produksi urin. Sakit Keadaan pembedahan, trauma jaringan, kelainan ginjal dan jantung, gangguan hormone akan mengganggu keseimbangan cairan. Suhu lingkungan

Panas yang berlebihan menyebabkan peningkatan kehilangan cairan tubuh melalui keringat Diet Pada saat tubuh kekurangan nutrisi, tubuh akan memecah cadangan energi, proses ini akan menimbulkan pergerakan cairan dari interstitial ke intraseluler. Bayi dan anak memiliki kebutuhan cairan yang lebih besar dibandingkan dengan dewasa, disebabkan karena proporsi cairan tubuh bayi dan anak lebih besar. Kebutuhan cairan pada anak bisa dihitung dari berat badan, luas permukaan tubuh, ataupun dari actual energy expenditure (AEE)

Kebutuhan cairan harian = 100-150 ml/kgBB = 1500-1800 ml/m2 luas permukaan tubuh = 1 ml/ kkal AEE

Table 3. Kebutuhan cairan basal pada anak Berat badan 1500 gram 1500-2000 gram 2,5-10 kg 10 kg-20 kg 20 kg Kebutuhan cairan harian 120-150 ml/kgBB 110-130 ml/kgBB 100 ml/kgBB 1000ml utk 10kg+50ml/ kgBB untuk tiap kg 10 kg 1500ml utk 20kg + 20ml/kg untuk tiap kg 20 kg

Tiap kenaikan suhu 1C kebutuhan cairan meningkat 12%

Elektrolit Elektrolit adalah substansi yang berdisosiasi (terpisah) di dalam larutan dan akan menghantarkan arus listrik. Elektrolit berdisosiasi menjadi ion positif (kation) dan negatif (anion) dan diukur dengan kapasitasnya untuk saling berikatan satu sama lain (mEq/liter) atau dengan berat molekul dalam garam (mmol/liter). Kation : ion-ion yang membentuk muatan positif dalam larutan. Anion : ion-ion yang membentuk muatan negatif dalam larutan Kation utama Ekstraseluler : natrium (Na+) Intraseluler : kalium (K+) Anion utama Ekstraseluler : klorida (Cl-) Intraseluler : fosfat (PO4 3-) Kandungan Utama CES dan CIS CIS (mEq/L) Natrium Kalium Chloride Bicarbonate Phosphate Protein --10 110-115 75 20 150 CES(mEq/L) 135 - 145 398 - 110 20 - 25 5 10 5

Komposisi elektrolit dalam berbagai kompartemen tidak sama. Natrium merupakan kation utama ekstraseluler dan aktif secara osmotik menjaga volume intravaskuler dan interstitial. Kalium merupakan kation utama intraseluler, sehingga berperan menjaga osmolalitas intrasel dan memelihara volume sel. Anak anak memerlukan cairan dan elektrolit lebih banyak daripada dewasa, karena itu mudah terjadi gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit. Hal ini karena : Metabolic rate yang tinggi Insensible loss yang tinggi Kemampuan konsentrasi urin rendah

table 4. kebutuhan elektrolit basal pada anak (mmol/kgBB) Umur Neonates Bayi/anak Remaja @ : individual Na+ 2-5 2-6 @ K+ 1-4 2-3 @ Mg2+ 0,15-0,25 0,15-0,25 10-15 Ca2+ 1,5-2 0,5-1,25 5-10 P1-2 0,5-1 10-40 Cl1-5 2-5 @

Ekskresi atau pengeluaran air : Insensible water loss ( 30%), Urine ( 60%), Feses ( 10%) IWL bisa melalui kulit (2/3) dan paru (1/3), tergantung faktor-faktor yang mempengaruhi energi expenditure (tidak tergantung keadaan cairan tubuh) seperti luas permukaan tubuh, suhu tubuh dan lingkungan, laju respirasi, kelembaban lingkungan, dsb. Ini berbeda dengan kehilangan cairan melalui keringat yang biasanya terjadi bila suhu tubuh dan/ lingkungan meningkat, diatur oleh sistem saraf otonom. Pengeluaran urine penting untuk mengatur osmolalitas dan komposisi cairan ekstraseluler. Jumlah dan kadar urine dikendalikan oleh axis neurohypophiseal-renal, yatu ADH. Ikut berpengaruh pula adalah GFR, keadaan epitel tubulus ginjal, fungsi tiroid, dan kadar adrenal steroid dalam plasma. IWL : - Dewasa : 15 cc/kgBB /hari - Anak : (30-usia (thn)) cc/kgBB/hari

Table 5. Perkiraan IWL dalam hari-hari pertama kehidupan : Berat badan (gram) 1000 1000-1500 1500-2000 2000 Insensible water Dalam radiant warmer 100-150 75-100 50 50 Loss (IWL)

Dalam inkubator 75-100 50 25-50 25-50

IWL

Pada neonatus : 50 cc/kgBB/hari Bayi (1 bulan 1 tahun) : 40 cc/kgBB/hari 1-5 tahun : 30 cc/kgBB/hari Anak di atas 5 tahun : 20 cc/kgBB/hari Remaja dan dewasa : 12 cc/kgBB/hari

PERTANYAAN :

1.