Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH TUGAS DAN KEWENANGAN PERAWAT ANESTESI

Disusun oleh

YUSUF FAJAR RAMDAN

STIKes BHAKTI KENCANA BANDUNG Program Studi Diploma III Keperawatan Konsentrasi Anestesi dan Gawat Darurat Medik 2011

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan kesehatan kepada penulis sehingga penulis dapat menyusun dan menyelesaikan makalah tentang tugas dan kewenngan perawat anestesi . dimana makalah ini penulis buat adalah untuk memenuhi salah satu tugas kelompok pada mata kuliah KEPERAWATAN PROFESIONAL Penulis juga telah mencari dan mengolah dari berbagai sumber yang dapat dipercaya dalam membuat tugas makalah ini, yang pada akirnya dapat diselesaikan tepat pada waktunya, penulis menyadari makalah ini jauh dari kesempurnaan untuk itu menulis menerima kritikan dan saran yang sifatnya membangun demi kesempurnaan makalah penulis ini Dan tak lupa penulis mengucapkan terimakasih banyak kepada semua pihak yang telah membantu penulis hingga makalah ini selesai, khususnya buat dosen pembimbing penulis Ibu Ice komalanengsih, SKM. Semoga dengan makalah ini kita dapat memberikan gambaran yang cukup tentang apa yang dimaksud dengan tugas dan kewenangan perawat anestesi Terima kasih

Bandung, desember 2011

Yusuf Fajar Ramdan

DAFTAR ISI Kata pengantar......... i Daftar Isi.......... ii BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang.........................................................................................................4 1.2 Tujuan ...........................................................................................................4 1.3 Definisi................5 1.4 Batasan dan Ruang Lingkup Praktik Perawat Anestesi dan Reanimasi.................5 BAB II PEMBAHASAN
2.1 tindakan anestesi,tugas dokter/perawat anestesi dan pelimpahan ...........................7

2.2 Kode etik ....................................................................................................9 BAB III PENUTUP................................................................................................................12 DAFTARPUSTAKA..............................................................................................................13

BAB I PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang
Dibidang pelayanan kesehatan, sudah menjadi tuntutan masyarakat terhadap akses pelayanan kesehatan yang bermutu dan terstandar, sehingga sudah menjadi kelajimam apabila sebagian masyarakat mencari pelayanan kesehatan secara lintas negara ataupun lintas benua untuk dapat menyediakan pelayanan kesehatan yang bermutu dan terstandar, tidak cukup hanya dengan penyedian sarana dan prasarana kesehatan yang lengkap dan modern. Salah satu hal yang paling rumit justru berupa penyediaan sumber daya manusia sebagai penyelenggara pelayanan kesehatan tersebut. Oleh karena itu dalam menghadapapi globalisasi ini, perlu dipersiapkan tenaga kesehatan yang betul-betul profesional dengan kompetensi berstandar internasional. Dalam rangka meningkatkan profesionalisme tenaga kesehatan, harus dimulai dengan pemberdayaan organisasi profesi, karena organisasi profesi memiliki fungsi dan tanggung jawab penuh baik terhadap perkembangan ilmu dan teknologi dalam bidang profesinya, maupun terhadap pembinaan profesionalisme para anggotanya. Eksistensi Profesi Perawat Anestesi di Indonesia sudah berjalan cukup lama dan mendapat pengakuan dari masyararakat. Ikatan Perawat Anestesi Indonesia sebagai wadah profesi perawat anestesi dalam menghadapi berbagai issue profesi baik dalam lingkungan internal dan eksternal maupun dalam skala lokal dan global memerlukan legislasi profesi yang bertujuan melindungi profesi dan masyarakat dari pelayanan kesehatan yang substandar. Legislasi profesi kesehatan hanya dapat diberikan kepada profesi yang telah memiliki standar profesi yang disahkan oleh Menteri Kesehatan.

1.2. Tujuan
Profil Profesi Perawat Anestesi wajib dijadikan sebagai sarana untuk mensosialisasikan eksistensi organisasi profesi perawat anestesi diseluruh Indonesia dalam menjalankan tugas profesinya secara baik serta sebagai dasar dilakukannya legislasi terhadap profesi perawat anestesi.

1.3. Definisi
a. Ikatan Perawat Anestesi Indonesia adalah organisasi profesi perawat anestesi yang bebas pajak, dibentuk atas keinginan perawat anestesi sebagai wadah untuk mengelola kepentingan untuk anggotanya atau sebagai mandataris dari perawat anestesi di seluruh Indonesia. b. Perawat anestesi adalah perawat yang telah diberi pendidikan formal secara teoritis dan praktek dalam bidang anestesi dan berkompetensi untuk melakukan pelayanan dalam pelayanan anestesi. c. Anggota biasa adalah perawat anestesi yang telah Lulus Program Pendidikan Perawat Anestesi seperti Akademi Anestesi, Program DIII Keperawatan Anestesi, Program Ahli Madya Perawat Anestesi dan memenuhi semua peraturan, pedoman, standar-standar atau kualifikasi lainnya sesuai dengan anggaran dasar dan rumah tangga organisasi. d. Anggota luar biasa adalah perawat yang telah mendapat pelatihan anestesi atau berpengalaman dan bekerja dalam bidang anestesi serta memenuhi semua peraturan, pedoman, standar-atandar atau kualifikasi lainnya sesuai dengan anggaran dasar dan rumah tangga organisasi.

1.4. Batasan dan Ruang Lingkup Praktik Perawat Anestesi dan Reanimasi
Perawat Anestesi memberikan pelayanan anestesi dan reanimasi dalam 4 ( empat ) kategori umum yaitu : a. Persiapan dan evaluasi pra-anestesi. b. Induksi, pemeliharaan, dan emergence anestesi. c. Perawatan pasca anestesi. d. Fungsi bantuan klinis dan perianestesi. Perawat anestesi melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya pada keadaan : A. Pemberian anestesi pada operasi / tindakan diagnostik elektif : Pasen status fisik ASA 1 dan 2. dengan penyakit penyerta minimum. Pembedahan yang diramal tidak sulit. Pembedahan bukan pada rongga dada dan rongga kepala.

B. Pemberian anestesi pada operasi darurat. Pembedahan untuk penyelamatan nyawa. Pasen tidak mungkin dirujuk. Status fisik tidak dibatasi. C. Unit Emergensi. Resource Person untuk tindakan Resusitasi Kardio-Pulmonal. Berpartisipasi dalam tindakan gawat darurat yang lain. Supervisi dalam tindakan perawatan emergensi. D. Unit Perawatan Intensive / Recovery Room. Supervisi pada perawatan intensive bedah. Supervisi dalam perawatan diruangan recovery.

1.5. Kualifikasi Pendidikan


Institusi Pendidikan Perawat anestesi bertujuan untuk mempersiapkan para perawat anestesi untuk mampu berpartisipasi dalam pelayanan anestesi khususnya untuk melaksanakan peran dan fungsinya dalam melaksanakan perawatan anestesi, perawatan pernapasan, tindakan resusitasi jantung paru dan penanggulangan keadaan darurat lainnya. Kualifikasi pendidikan perawat anestesi di Indonesia adalah Program Pendidikan Akademi Anestesi dan dan D III Keperawatan Anestesi, dan lamanya program pendidikan ini adalah selama 3 (tiga) tahun. Program pendidikan ini dimulai sejak tahun 1966 umumnya mahasiswa yang masuk pendidikan ini adalah Perawat yang mendapat tugas belajar dari instansinya diseluruh Indonesia.

1.6. Dasar Hukum


a. Undang-undang nomor 23 tahun 1992 tentang Kesehatan (Lembaran Negara RI. tahun 1992 nomor 100, Tambahan Lembaran Negara nomor 3495); b. Undang Undang Nomor 29 tahun 2004 Tentang Praktik Kedokteran c. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1996 Tentang Tenaga Kesehatan d. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2004 Tentang Badan Nasional Sertifikasi Profesi

BAB II 2.1.TINDAKAN ANESTESI , TUGAS DOKTER / PERAWAT ANESTESI DAN PELIMPAHAN TUGAS/ WEWENANG
Tindakan anestesi adalah tindakan medis yang dilakukan oleh dokter spesialis anestesi dan atau perawat anestesi di kamar operasi pada pasien yang akan menjalani pembedahan 1. Memberikan kenyamanan dan keamanan pada pasien yang sedang menjalani pembedahan 2. Memberikan kenyamanan kepada dokter bedah dalam melakukan tindakan pembedahan 3. Mengembalikan fungsi fisiologis pasien setelah menjalani pembedahan seperti saat sebelum menjalani pembedahan. Dokter spesialis anestesi bertugas : 1. Melakukan pemeriksaan pada pasien sebelum menjalani program pembedahan melalui kunjungan pre-operasi atau konsultasi yang dilakukan oleh dokter spesialis anestesi 2. Melakukan tindakan perbaikan atau konsultasi ke bagian lain jika ditemukan hal yang dianggap belum layak pada pasien untuk menjalani pembedahan 3. Menentukan tehnik anestesi yang terpilih pada pasien yang akan menjalani pembedahan dengan mengutamakan keamanan dan kenyamanan pada pasien 4. Melakukan tindakan anestesi sesuai dengan prosedur tetap 5. Memberikan pengawasan dan bimbingan kepada perawat anestesi secara berkesinambungan. 6. Senantiasa menambah dan mengembangkan keilmuan anestesi melalui pertemuan ilmiah secara berkala dan berkesinambungan. Perawat anestesi bertugas : 1. Melakukan persiapan alat dan obat-obatan yang akan dipergunakan untuk tindakan anestesi pada pasien yang akan menjalani pembedahan di kamar operasi 2. Melakukan tindakan anestesi sesuai prosedur tetap atas petunjuk yang diberikan oleh dokter spesialis anestesi 3. Melakukan pengawasan atau monitoring pasien selama menjalani tindakan pembedahan 4. Melakukan upaya resusitasi dan pengelolaan apabila diperlukan selama pasien menjalani pembedahan dan pemulihan. 5. Melakukan konsultasi kepada dokter spesialis anestesi setiap akan melakukan tindakan anestesi 6. Membuat medical report / pelaporan pada pasien selama menjalani pembedahan. 7. Menambah dan mengembangkan pengetahuan ilmu anestesi yang up to date melalui kegiatan atau pertemuan ilmiah

Merupakan wewenang dan tanggung jawab dokter anaesthesi yang dibantu oleh perawat anestesi sesuai dengan bidangnya. Adapun pelayanan anestesi dan reanimasi yang dilakukan oleh perawat anestesi adalah merupakan pelimpahan wewenang dari dokter anestesi Adanya kesepakatan dalam melaksanakan tindakan medis, keperawatan sesuai dengan hak dan kewajibannya 1. Melakukan tindakan anaesthesiologi pada pasien yang akan dilakukan operasi baik di ruang instalasi bedah sentral ataupun emergency. 2. Tindakan perawatan dari persiapan hingga melakukan pengawasan selama pasien belum sadar secara penuh. 3. Memberikan obat-obatan anestesi bila diperlukan baik dalam persiapan, selama maupun pasca pembedahan sesuai perintah dokter anestesi. Prosedur 1. Jika ada dokter spesialis anestesiologi, maka dapat dimintakan instruksi tertulis serta berikut parafnya. 2. Jika dokter spesialis anestesiologi tidak ada di tempat tetapi masih dapat dijangkau, maka dapat dimintakan instruksi secara lisan yang kemudian dapat dikonfirmasikan tertulis berikut paraf. 3. Jika tidak ada dokter spesialis anestesiologi, maka perawat anestesi mengerjakan sesuai dengan prosedur tetap yang telah disepakati sebelumnya atas perintah tertulis dari dokter yang melakukan pembedahan. Tanggung jawab berada pada dokter yang melakukan pembedahan

2.2 KODE ETIK Tanggung jawab utama perawat anestesi dan reanimasi adalah memberikan dan berpartiisipasi dalam penyediaan jasa pelayanan anestesi dan perawatan lanjutan khusus terhadap klien yang membutuhkan anestesi, perawatan sistem pernapasan, resusitasi jantung paru, perawatan intensif, perawatan terapi nyeri, perawatan gawat darurat di rumah sakit dan dilapangan. Pelayanan anestesi dan reanimasi memadukan ilmu perilaku dan ilmu biologi dalam praktik pada saat berhubungan dengan klien dan keluarga. Isi paktik perawat anestesi adalah penghormatan asas kehidupan. Martabat dan hakhak manusia, tidak dibatasi oleh pertimbangan kewarganegaraan, ras , agama, warna kulit, usia, jenis kelamin, politik dan status sosial. Tujuan kode etik adalah untuk mengetahui kesepakatan profesi tentang tanggung jawab dan kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat dan memahami kebutuhan bangsa Indoensia dalam kode etik ini. Kode Etik Perawat Anestesi Indonesia terbentuk dari dalil bahwa sebagai tenaga kesehatan yang professional perawat anestesi dan reanimasi harus berjuang secara perorangan atau organisasi untuik mengikuti standar etika yang sangat tinggi.

A. Konsep Etika
I. Perawat Anestesi Reanimasi dan Masyarakat a. Tanggung jawab utama perawat anestesi reanimasi terhadap masyarakat yang membutuhkan pengobatan dan perawatan anestesi reanimasi dalam meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia, yang mana nilai tradisi dan keyakinan spiritual seseorang sangat dihormati. b. Perawat anestesi reanimasi melindungi hak privasi klien dengan menjaga rahasia pribadi klien dari orang-orang yang tidak berhak mengetahui, kecuali karena sesuatu hal diperlukan oleh pengadilan. c. Perawat anestesi reanimasi menjaga integritas pribadi, bertindak untuk melindungi pasien dari tindakan yang tidak etis atau illegal dari seseorang, dan perawat anestesi reanimasi mempunyai kebebasan berbicara pada saat berhubungan dengan klien dan semua anggota tim dalam perawatan pasien.

II. Perawat Anestesi Reanimasi dan Praktek a. Perawat Anestesi reanimasi memberikan pelayanan menurut martabat manusia dan keunikan klien, yang tidak dibatasi oleh pertumbuhan sosial ekonomi, status, sifat pribadi dan problem kesehatan yang mendasar. b. Perawat anestesi reanimasi secara berkesinambungan menunjukan tingkat kemampuan yang tinggi. Kemampuan merupakan gabungan penilaian pengetahuan profesional, kemampuan teknologi dan kemampuan antar pribadi yang dimiliki seseorang. c. Perawat anestesi reanimasi bertanggung jawab atas keputusan dan tindakan profesi seseorang dan mendukung hak-hak klien. III. Perawat Anestesi Reanimasi dan Lembaga Sosial & Masyarakat a. Perawat anestesi reanimasi memiliki dualisme, kewajiban terhadap lembaga sosial & masyarakat. Sebagai tenaga profesional yang memiliki izin untuk memberikan pelayanan perawatan kesehatan khusus dan sebagai anggota lembaga sosial & masyarakat ditempat tinggalnya. b. Perawat anestesi reanimasi berpartisipasi dalam upaya profesi untuk melindungi masyarakat umum dari kesalahan informasi dan kebohongan serta menjaga integritas profesi. c. Perawat anestesi reanimasi bekerja sama dengan tim kesehatan lain dan warga masyarakat dalam upaya meningkatkan taraf kesehatan nasional. IV. Perawat Anestesi Reanimasi dan Mitra Kerja a. Perawat anestesi reanimasi membina hubungan kerjasama antar perawat anestesi, dokter anestesi dan tenaga profesi lain yang terkait. b. Perawat anestesi reanimasi melayani rekan dan teman kerja dengan kejujuran, konsisten, saling percaya, saling asah, saling asuh dan dalam kesederhanaan. V. Perawat Anestesi Reanimasi dan Profesi a. Perawat anestesi reanimasi memainkan peranan penting dalam menentukan dan melaksanakan standar yang di inginkan pada praktik dan pendidikan perawat anestesi reanimasi b. Perawat anestesi reanimasi berpartisipasi dalam kegiatan yang mendukung kesinambungan pengembangan bidang pengetahuan profesi. c. Perawat anestesi reanimasi melindungi hak-hak pasien, binatang yang dipakai dalam proyek penelitian dan melakukan proyek sesuai dengan standar penelitian, etika dan pelaporan umum.

d. Perawat anestesi reanimasi berpartisipasi dalam upaya profesi untuk menetapkan dan menjaga kondisi kerja yang kondusif terhadap perawat anestesi reanimasi yang bermutu. B. Penerapan Kode Etik Kode etik ini merupakan pedoman tindakan yang didasarkan pada nilai dan kebutuhan masyarakat. Tujuan kode etik ini akan tercapai apabila dipahami, diinternalisasikan, dan digunakan dalam setiap aspek pekerjaan para perawat anestesi.

BAB III KESIMPULAN Keberhasilan pelayanan anestesi oleh perawat anestesi sangat ditentukan dari pencapaian kualitas standar profesi meliputi standar kompetensi dan kode etik profes iyang telah ditetapkan, oleh karena itu pemahaman isi standar profesi bagi seluruh anggota profesi Ikatan Perawat Anestesi Indonesia menjadi suatu keharusan yang perlu ditaati. Evaluasi dalam rangka penilaian terhadap substansi dan pelaksanaan dari bagi seluruh perawat anestesi Indonesia, akan senantiasa ditinjau dan dilakukan perbaikan dan penyempurnaan dalam jangka waktu sesuai dengan yang dibutuhkan, dimana penyempurnaannya akan terus disesuaikan dengan perubahan yang terjadi terhadap perkembangan ilmu dan teknologi di bidang anestesiologi.

Daftar Pustaka
www.google.com
www.perawatanestesiindonesia.com perawat-anestesi.blogspot.com