PENGARUH KUALITAS PRODUK DAN REVIEW PRODUK
TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PLATFORM
SHOPEE PADA MAHASISWA FEBI IAIN PALOPO
ANGKATAN 2020
Skripsi
Diajukan Kepada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Palopo untuk
Melakukan Penelitian Skripsi dalam Rangka Penyelesaian Studi Jenjang
Sarjana pada Program Studi Manajemen Bisnis Syariah
Oleh
LULU RISKI
20 0403 0200
PROGRAM STUDI MANAJEMEN BISNIS SYARIAH
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PALOPO
2025
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Jumlah pengguna internet telah meningkat secara signifikan setiap tahunnya..
Perkembangan teknologi dan aksesibilitas yang lebih baik telah memainkan peran
penting dalam meningkatkan jumlah pengguna internet. Jumlah pengguna internet
di Indonesia pada tahun 2024 mencapai 221 juta orang, sedangkan pada tahun
2023 jumlahnya adalah 215 juta orang. Dari segi usia, mayoritas pengguna
internet terdiri dari gen Z (lahir antara 1997 hingga 2012) yang mencapai 34,40
%. Diikuti oleh generasi milenial (lahir antara tahun 1981 hingga 1996)
dengan persentase 30,62%. Selanjutnya, terdapat Generasi X (lahir antara tahun
1965 hingga 1980) yang mencakup 18,98%, diikuti oleh Post Gen Z
(lahir sebelum 2023) sebesar 9,17%,baby boomers (lahir antara tahun 1946
hingga 1964) yang mencakup 6,58%, dan terakhir, pre boomer (lahir pada
tahun 1945) yang hanya sebesar 0,24%. Dan survei APJII 2024 menunjukkan
ingkat penggunaan internet di Indonesia telah mencapai 79,5%, mengalami
pertumbuhan sebesar 1,31% dibandingkan tahun sebelumnya yaitu pada tahun
2023 penetrasi internet di Indonesia 78,19%.
Peningkatan penggunaan internet tersebut menciptakan peluang besar bagi e-
commerce untuk berkembang. Menurut Adi Nugroho, perdagangan elektronik (e-
commerce) adalah sebuah kegiatan jual beli barang dan jasa yang dilakukan
melalui jaringan internet.
Indonesia sendiri memiliki e-commerce paling populer yaitu Tokopedia,
Shopee, Bukalapak, Lazada, dan Blibli. Namun penelitian ini hanya
berfokus pada platform shopee. Dikarenakan shopee merupakan salah
satu website belanja dan jualan online di Indonesia yang saat ini sedang
berkembang dan merupakan marketplace yang banyak digunakan untuk membeli
segala sesuatu mulai dari kosmetik, elektronik, fashion, peralatan, makanan dan
minuman dan lain sebagaiya.
Gambar 1.1
Pada grafik selama tahun 2023, Shopee muncul sebagai situs e-commerce
dengan pengunjung terbanyak. Platform Shopee mencatat lebih dari 2,3 miliar
pengunjung secara keseluruhan antara Januari dan Desember 2023. Sekitar 1,2
miliar kunjungan dilakukan ke Tokopedia dan 762,4 juta pengunjung Lazada,
Bukalapak memiliki 168,2 juta pengunjung, sementara BliBli menerima 337,4
juta.
Peningkatan pembelian online terutama melalui platform seperti shopee,
mencerminkan adanya perubahan perilaku konsumen dalam hal ini yaitu gaya
berbelanja masyarakat. Hal ini dikarenakan adanya kemudahan dalam mengakses
segala informasi mengenai produk yang diinginkan seperti ulasan dari pembeli
yang sudah melakukan pembelian, pilihan produk yang lebih luas, kualitas produk
dan harga yang kompetitif yang ditawarkan dalam sistem belanja online. Sehingga
mendorong perubahan perilaku konsumen, terutama mahasiswa untuk beralih dari
belanja offline ke online. Schiffman dan Kanuk menyatakan bahwa "perilaku
konsumen" yaitu menggambarkan urutan langkah-langkah yang diambil orang
saat mencari, memperoleh, menggunakan, menilai, dan bertindak atas barang dan
jasa atau konsep yang dianggap memenuhi kebutuhan mereka.
Meskipun ada banyak manfaat dari belanja online, ada sejumlah faktor yang
perlu dipertimbangkan sebelum melakukan pembelian. Dimana pilihan untuk
membeli didasarkan pada langkah-langkah yang diambil oleh pembeli sebelum
membeli produk. Pelanggan melalui sejumlah langkah saat membuat keputusan
pembelian. Inti dari pengambilan keputusan, menurut Philip Kotler dan
Armstrong, adalah menyoroti sifat masalah, mengumpulkan informasi, menilai
kematangan opsi, dan kemudian memilih tindakan yang paling sesuai berdasarkan
perhitungan tindakan. Oleh karena itu, pada tahap ini, konsumen akan membuat
keputusan untuk membeli barang tersebut dan kemudian menentukan apakah
mereka akan puas dengan barang tersebut.
Kualitas produk, yang mencakup kemampuan produk untuk memenuhi
tujuannya, termasuk daya tahan, keandalan, akurasi, kemudahan operasi dan
pemeliharaan, serta aspek penting lainnya, adalah salah satu hal yang perlu
dipertimbangkan saat membeli secara online di Shopee, menurut Kotler dan
Armstrong.
Oleh karena itu, kualitas produk adalah salah satu faktor yang mempengaruhi
kepuasan konsumen. Dimana kepuasan konsumen itu berkaitan dengan kualitas
produk. Konsumen menganggap nilai suatu produk adalah kualitas yang mereka
dapatkan untuk uang yang mereka keluarkan untuk produk tersebut. Untuk
menarik minat konsumen dalam melakukan pembelian, kualitas produk adalah
pertimbangan penting.
Selanjutnya adalah review produk, yang didefinisikan oleh Romanisyah &
Sitorus sebagai reaksi atau komentar pelanggan yang menawarkan informasi
penting untuk mengevaluasi produk dari berbagai sudut pandang. Evaluasi ini
memberikan informasi berguna bagi calon pelanggan yang ingin membuat
keputusan lebih terinformasi tentang apa yang akan dibeli. Sehingga, sebelum
melakukan pembelian, pelanggan biasanya memeriksa evaluasi yang ditinggalkan
oleh pelanggan sebelumnya di bagian komentar. Hal ini dikarenakan banyaknya
informasi yang beredar mengenai sebuah produk sehingga membuat konsumen
kesulitan dalam memilih informasi yang dapat dipercaya. Maka dari itu review
produk menjadi cukup penting dalam membantu konsumen untuk membuat
keputusan pembelian.
Observasi awal yang dilakukan peneliti menemukan bahwa mahasiswa
FEBI IAIN Palopo angkatan 2020 telah memakai platform shopee untuk membeli
suatu produk. Namun tidak sedikit juga mahasiswa ada yang masih ragu dalam
melakukan pembelian di platform shopee. Hal ini dikarenakan adanya ketakutan
jika barang yang dipesan kurang sesuai atau bahkan tidak sesuai dengan gambar
atau apa yang diinginkan. Mengingat produk tidak dapat dilihat ataupun dipegang
secara langsung1
Sehingga peneliti memilih variabel keputusan pembelian sebagai variabel
dependen. Hal ini dikarenakan keputusan pembelian yang merupakan hasil akhir
dari pengaruh berbagai faktor yang mempengaruhi konsumen dalam melakukan
pembelian. Dimana dalam keputusan pembelian seseorang ataupun kelompok
memilih beberapa pilihan atau memilih salah satu dari banyaknya pilihan. Yang
artinya bahwa seseorang dalam hal ini yaitu mahasiswa sebelum melakukan
pembelian terdapat beberapa alternatif pilihan. Maka dari itu penting bagi
mahasiswa untuk melakukan riset dan mempertimbangkan dengan cermat
sebelum melakukan pembelian di Shopee agar terhindar dari rasa ketidakpuasan,
kerugian atau bahkan rasa kecewa akibat pilihan yang kurang tepat.
Kemudian alasan peneliti memilih variabel kualitas produk pada shopee
sebagai variabel independen. Dalam hal ini, masih ada kejadian yang membuat
ketidakpuasan mahasiswa ketika sudah membeli dan memakai produk pada
shopee dikarenakan produk yang tidak sesuai dengan apa yang di deskripsikan
pada gambar produk yang ditampilkan. Sehingga hal inilah yang menyebabkan
1
Observasi awal pada Iain Palopo angkatan 2020, tanggal 16 Mei 2024.
kekecewaan mahasiswa kepada shopee atau penjual yang melebih-lebihkan saat
menuliskan deskripsi kualitas produk yang dijual. Mengingat hal ini, kualitas
produk dianggap sebagai salah satu elemen yang mempengaruhi keputusan
konsumen dalam membeli barang di Shopee. Di sisi lain, pelanggan akan lebih
cenderung melakukan pembelian online melalui Shopee ketika barang-barang
yang ditawarkan di platform tersebut memiliki kualitas yang baik. Ini sejalan
dengan studi sebelumnya oleh David Humala Sitorus dan Rut Asianti Nainggolan,
yang menemukan bahwa pelanggan membuat keputusan pembelian yang
signifikan dan menguntungkan berdasarkan kualitas produk. Ketika kualitas tinggi
suatu produk menghilangkan keraguan pembeli, hal ini meningkatkan
kepercayaan pembeli untuk melakukan lebih banyak pembelian online.
Begitu juga dengan alasan memutuskan untuk menggunakan variabel review
produk karena peneliti menemukan bahwa masih terdapat mahasisma yang ragu
untuk membeli di Shopee. Hal ini dikarenakan masih ada beberapa toko online
yang menampilkan gambar produk yang menarik, namun ketika produk tersebut
telah diterima oleh konsumen, terkadang produknya kurang sesuai atau bahkan
tidak sesuai dengan yang ditampilkan. Maka dengan adanya review produk diduga
dapat membantu mahasiswa untuk mendapatkan informasi tambahan terkait
produk yang akan dibeli guna meminimalisir adanya rasa kecewa apabila produk
yang tidak sesuai dengan yang ditampilkan. Mengingat produk tidak dapat dilihat
ataupun dipegang secara langsung. Ini didukung penelitian sebelumnya oleh Sri
Mulyana, yang menemukan bahwa keputusan pembeli online untuk membeli
barang di Shopee secara positif dipengaruhi oleh ulasan produk. Semakin positif
ulasan pelanggan, semakin berpengaruh ulasan tersebut dalam mempengaruhi
keputusan pembeli untuk membeli produk.
Maka berdasarkan fenomena dan masalah ini, peneliti ingin melakukan
penelitian lebih dalam studi berjudul“PENGARUH KUALITAS PRODUK
DAN REVIEW PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN
PLATFORM SHOPEE PADA MAHASISWA FEBI IAIN PALOPO
ANGKATAN 2020”.
B. Rumusan Masalah
1. Apakah kualitas produk berpengaruh terhadap keputusan pembelian platform
Shopee pada mahasiswa FEBI IAIN Palopo angkatan 2020?
2. Apakah review produk berpengaruh terhadap keputusan pembelian platform
Shopee pada mahasiswa FEBI IAIN Palopo angkatan 2020?
3. Apakah kualitas produk dan review produk berpengaruh terhadap keputusan
pembelian platform Shopee pada mahasiswa FEBI IAIN Palopo angkatan
2020?
C. Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui pengaruh kualitas produk terhadap keputusan pembelian
platform Shopee pada mahasiswa FEBI IAIN Palopo angkatan 2020.
2. Untuk mengetahui pengaruh review produk terhadap keputusan pembelian
platform Shopee pada mahasiswa FEBI IAIN Palopo angkatan 2020.
3. Untuk mengetahui pengaruh kualitas produk dan review produk terhadap
keputusan pembelian platform Shopee pada mahasiswa FEBI IAIN Palopo
angkatan 2020.
D. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian yang diperoleh diharapkan dapat memberikan manfaat
sebagai berikut:
1. Manfaat Teoritis
Diharapkan meningkatkan pengetahuan tentang dampak kualitas produk dan
review produk dalam keputusan pembelian.
2. Manfaat Praktis
Bagi peneliti
Sebagai syarat untuk menuju gelar S1 dalam Program Studi Manajemen
Bisnis Syariah, juga untuk menambah wawasan terkait perilaku mahasiswa
dalam melakukan keputusan pembelian secara online .
BAB II
KAJIAN TEORI
A. Kajian Penelitian Terdahulu yang Relevan
1. Penelitian Riska Sari Melati dan Renny Dwijayanti dengan judul penelitian
“Pengaruh Harga dan Online Consumer Review Terhadap Keputusan
Pembelian Case Handphone Pada Marketplace Shopee (Studi Pada
Mahasiswa Surabaya)”. Temuan penelitian ini yang berfokus pada siswa
Surabaya menunjukkan bahwa variabel harga mempengaruhi pembelian
casing ponsel di pasar Shopee, dimana pelanggan mempertimbangkan biaya
saat melakukan pembelian online. Keputusan pembelian sedikit banyak
dipengaruhi oleh variabel ulasan pelanggan online. Pelanggan yang berniat
untuk membeli produk tersebut akan mengetahui rinciannya berkat
ketersediaan ulasan pelanggan sebelumnya. Dan harga dan ulasan produk
keduanya berdampak pada keputusan untuk membeli. Kesamaan keduanya
adalah menggunakan teknik sampling non-probability. Kemudian
pengambilan sampel berbeda dari penelitian sebelumnya.
2. Penelitian dari Rut Asianti Nainggolan dan David Humala Sitorus dengan
judul penelitian “Pengaruh Kualitas Produk dan Review Produk
Terhadap Keputusan Pembelian Secara Online Pada Marketplace
Shopee di Kota Batam”. Menurut temuan studi tersebut, terdapat korelasi
positif parsial dan simultan antara variabel kualitas produk dan ulasan produk
serta keputusan untuk membeli di Shopee. Elemen utama yang meningkatkan
kepercayaan konsumen dalam melakukan pembelian online melalui platform
Shopee adalah kualitas luar biasa dari barang-barang yang ditawarkan di situs
tersebut dan evaluasi positif dari pengguna. Ini menunjukkan bahwa
preferensi konsumen untuk berbelanja online melalui platform Shopee
meningkat secara signifikan ketika ulasan positif dari pelanggan dan kualitas
produk yang memuaskan. Kesamaannya adalah keduanya menggunakan
teknik kuantitatif untuk membahas review produk dan kualitas produk, dan
purpose sampling digunakan dalam pengambilan sampel . Kemudian subjek
penelitian ini berbeda dari penelitian sebelumnya.
3. Penelitian dari Yuni Siti Nuraeni dan Dwi Irawati dengan judul “Pengaruh
Online Customer Review, Kualitas Produk, dan Promosi Terhadap
Keputusan Pembelian Pada Marketplace Shopee (Studi Kasus pada
Mahasiswa UBSI)”. Temuan studi ini menunjukkan bahwa online customer
review, kualitas produk, dan promosi semuanya secara parsial dan bersamaan
memiliki dampak yang positif. Ulasan pelanggan, yang didasarkan pada
pengalaman pelanggan sebelumnya, dapat membantu calon pembeli untuk
mempelajari lebih lanjut tentang produk tersebut. Selain itu, kualitas produk
juga penting; semakin baik barangnya, semakin besar kemungkinan pembeli
akan melakukan pembelian. Selain itu, karena promosi adalah jenis
komunikasi tertentu yang digunakan untuk memenuhi tujuan pemasaran, hal
ini dianggap memiliki dampak pada variabel promosi. Adapun persamaanya
sama meneliti terkait review produk dan kualitas produk. Sedangkan
perbedaannya terletak pada objek penelitiannya
4. Penelitian dari Sri Mulyana dengan judul “Pengaruh Harga dan Ulasan
Produk Terhadap Keputusan Pembelian Produk Fashion Secara Online
Pada Shopee di Pekanbaru”. Hasil analisis menunjukkan bahwa harga
bukan menjadi alasan utama untuk membeli produk fashion secara online. Ini
disebabkan oleh banyaknya pertimbangan pelanggan untuk mengetahui
produk yang diinginkan dan juga realitas menunjukkan bahwa masih banyak
penjual yang memberikan harga rendah, tetapi tidak sebanding dengan
kualitas yang ditawarkan, dan bahkan ada yang tidak sesuai sama sekali.
Selanjutnya dalam hal ulasan produk, secara empiris berpengaruh positif dan
signifikan terhadap keputusan konsumen untuk membeli produk fashion
secara online di Shopee. Adapun persamaannya yaitu sama- sama membahas
terkait customer review dan harga menggunakan metode penelitian
kuantitatif. kemudian perbedaan nya dengan penelitian terdahulu terletak
pada subjek penelitian.
B. Landasan Teori
1. Kualitas Produk
a. Definisi kualitas produk
Produk diartikan sebagai segala sesuatu yang disuguhkan di pasar untuk
diperhatikan, dimilik, digunakan, dengan tujuan memenuhi keinginan atau
kebutuhan. Kualitas, di sisi lain, biasanya dikaitkan dengan manfaat atau fungsi
dari produk tersebut. Sesuai pendapatt Juran, kualitas produk diukur berdasarkan
sejauh mana produk tersebut dapat memenuh ekspektasi dan kepuasan pelanggan.
Dengan demikian perusahaan atau produsen perlu fokus terutama pada
kualitas produk karena hal ini langsung terkait dengan kepuasan pelanggan, yang
merupakan tujuan dari inisiatif pemasaran bisnis. Kualitas produk adalah sejauh
mana suatu merek atau produk tertentu dapat memenuhi tujuan tertentu. Kualitas
produk adalah ukuran ketahanan, akurasi, keandalan, dan kemudahan
penggunaan.
Kualitas produk merupakan elemen penting yang berdampak pada keputusan
pembelian, kepuasan pelanggan, citra merek, dan kesuksesan bisnis secara
keseluruhan. Sehingga, sangat krusial bagi konsumen untuk menentukan produk
yang berkualitas, serta bagi produsen untuk memastikan bahwa barang yang
mereka tawarkan memenuhi standar kualitas yang tinggi. Dengan cara ini, baik
konsumen maupun produsen dapat memperoleh manfaat optimal dari interaksi
mereka.
Kualitas produk adalah karakteristi yang terdapat pada sebuah produ yang
berkontrbusi kepada kemampuannya dalam mengakomodasi permintan yang telah
ditetapkan. Barang yang diproduksi oleh perusahaan dijual di pasar dengaan
harapan untuk menarik perhatian, kegunaan, dengan mempertimbangkan
permintaan konsumen.
Kualitas produk, menurut Kotler, mencakup semua atribut dari produk atau
layanan yang membantunya memenuhi permintaan eksplisit dan implisit. Menurut
Lupiyoadi, pelanggan akan senang jika temuan penilaian mereka menunjukkan
bahwa produk yang digunakan memenuhi kriteria kualitas yang diharapkan. Oleh
karena itu, semakin puas pelanggan dengan suatu merek, semakin tinggi kualitas
barang yang dijual.
Kualitas produk yang tinggi akaan memberikan kepuasan pengguna yangg
mempermudah pemasaran produk. Kepuaasan yang dialami oleh pelanggan
membuat barang memiliki tempat khusus di hati mereka, yang jelas bermanfaat
untuk produk tersebut karna pembeli tidak akan mengalami keraguam saat
memutuskan untuk membelinya. Keberhasilan suatu produk bergantung pada
kepercayaan konsumen terhadap atribut yang dijual, yang akan mencukupi harapa
mereka. Sebuah brand wajib mempunyai kelebihan kompetitif yang menjadi
pertimbanganbagi pembeli dalam memilah brand. Keistimewaan asosiasi brand
dapat berlandaskan pada karakteristik , kegunaan , atau citra yang dirasakan oleh
pembeli.
b. Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas produk
1) Fungsi produk
Tujuan atau fungsi untuk apa produk tersebut dirancang.
2) Penampilan luar
Aspek eksternal produk dapat diamati bukan hanya dari bentuknya,
namunwarna dan kemasannya juga.
3) Harga produk terkait
Harga barang dan biaya pengiriman kepada pelanggan adalah contoh biaya
yang terkait dalam memperoleh barang.
c. Manfaat kualitas produk
Menurut Ariani, menciptakan kualitas produk yang baik memiliki beberapa
manfaat, diantaranya:
1) Mengoptimalkan kredibiliitas perusahaan
Perusahan yang memproduksi barang ataupun layanan baik akan diakui
sebagai lembaga yang mengedepankan kualtas, sehingga dikenal dan
meraih keunggulan bagi publik.
2) Menurungkam Biaya
Untuk memproduksi barang atau layanan berkualitas, perusahaan tidak
harus menginvestasikan dana yang tinggi. Dikarenakan perusahaan
berfokuspada kepuasan pelanggan dengan memproduksi macam, tempo
dan kuantitas barang yang memenuhi ekspektasi dan kebutuan pelanggan
3) Meningkatkam Pangsa Pasar
Pangsa pasar bisa ditingkatkan apabila biaya bisa dioptimalkan,
dikarenaka perusahan dapat mengurangi biaya sambil tetap
mempertahankan kualitas sebagai prioritas.
4) Dampak global
Dengan menawarka barang atau layanan berkualtas, perusahaan tidak
hanya diketahui di pasar lokal, namun dapat diakui di pasar global.
5) Tanggung Jawab Produk
Dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat, perusahaan diharuskan
untuk memikul tanggungjawab atas rancangan, proses dan distribusi
produk dalam mewujudkan harapan pelanggan.
6) Penampilan Produk
Kualitas yang baik akan menciptakan barang dan layanan lebih terkenal,
sehingga perusahaan yang memproduksinya turut mendapatkan
kepercayaan dari masyarakat.
7) Mewujudkan Kualitas yang Dirasakan Penting
Saat ini, persaingan lebih berfokus pada kualitas daripada harga, yang
memotivasi pelanggan untuk berbelanja produk dengan tarif lebih tinggi
jika kualitasnya juga tinggi
d. Dimensi kualitas produk
Kotler menyatakan bahwa ada dua dimensi kualitas produk:
1) Level (performance quality). Tingkat dimana sebuah produk dapat
menunjukkan kemampuannya dikenal sebagai kualitas kinerjanya. Di sini,
fungsionalitas produk sangat terlihat dan berbeda dari pesaing. Level diukur
dari:
a) Kenyamanan (kemudahan), kapasitas produk untuk menawarkan
kenyamanan, ke mudahan pelanggannya;
b) Ketahanan (ketahanan), sering dikenal sebagai umur produk atau jumlah
waktu produk akan bertahan sebelum perlu diservis
c) Model atau desain (design), model dan nilai produk sesuai dengan
keinginan pelanggan. Kualitas material, poduk ini terbuat dari bahan premium
yang meningkatkan fungsionalitasnya.
2) konsisten (conformance quality) yaitu yang secara stabil memberikan kualitas
yang diharapkan oleh pelanggan, menunjukkan bahwa produk tersebut, pada
kenyataannya, memenuhi persyaratan kualitas. Konsistensi yang sedang
dibahas adalah:
a) Tidak ada cacat atau kesalahan. Yang artinya tidak ada kesalahan yang
terjadi selama proses produksinya.
b) Konsisten,berarti bahwa produk selalu berkinerja sesuai dengan yang
diharapkan untuk pelanggan.
e. Indikator kualitas produk
Menurut Haris dan Welsa, indikator kualitas produk :
1) Keandalan (reliability), adalah kemampuan menjaga kualitas dan konsistensi
pelayanan kepada pelanggan. Produk yang memiliki reliabilitas tinggi berarti
produk tersebut dapat diandalkan karena kemungkinan kerusakannya kecil.
2) Daya tahan (durability), ini merujuk pada daya tahan produk dalam
penggunaan normal, seperti perkiraan masa pakai produk.
3) Kesesuaian dengan spesifikasi, ini menunjukkan apakah ada cacat pada
produk atau seberapa baik desain dan fitur fungsi sesuai dengan persyaratan
yang telah dicantumkan sebelumnya.
2. Review Produk
a. Definisi review produk
Review produk berperan krusial dalam proses pengambilan keputusan
pembelian. Ulasan yang jujur dan informatif mampu memberikan bantuan kepada
pelanggan dalam memilih opsi yang lebih tepat, disamping itu, memberikan
masukan bernilai untuk perusahaan dalan meningkatkan barangnya.
Menurut Agustinus & Marbun, ulasan produk digunakan sebagai alat untuk
memperoleh informasi yang berguna yang dapat memengaruhi keputusan
pembelian konsumen. Sedangkan menurut Kotler dan Keller, review produk yaitu
bagian penting dari proses pemasaran yang membantu konsumen dalam
pengambilan keputusan. Ulasan yang baik dapat memberikan informasi yang jelas
tentang kelebihan dan kekurangan produk, serta membantu membangun
kepercayaan konsumen terhadap merek. Disamping itu juga, Matzler dan Bidmon
menekankan pentingnya ulasan produk dalam memperbaiki citra merek. Ulasan
positif dapat meningkatkan reputasi merek, sementara ulasan negatif dapat
merusak citra merek. Oleh karena itu, perusahaan perlu memperhatikan umpan
balik dari konsumen dan meresponsnya dengan baik.
Dari pandangan para ahli, dapat disimpulkan bahwa review produk
memainkan peran yang sangat krusial pada proses pengambilan keputusan
konsumen. Ulasan yang informatif dan objektif bisa membantu pembeli
memahami produk dengan lebih baik, serta memberikan penjelasan yang lebih
jelas terkait nilai dan kualitas produk. Selain itu, ulasan juga berkontribusi pada
citra merek. Oleh karena itu, baik konsumen maupun produsen atau perusahaan
harus memperhatikan review produk.
Secara teknis, ketika seseorang menggunakan suatu produk, mereka menulis
pengalaman mereka dan memberikan penilaian berdasarkan seberapa puas
mereka. Sebagaimana dinyatakan oleh Flanagin dan Metzger dalam online
custumer review, terdiri dari tiga dimensi, yaitu:
1. Kejujuran merupakan pilihan yang konsisten bagi seseorang dalam
mengekspresikan perasaan, kata-kata, dan tindakan mereka.
2. Berpengalaman mencerminkan keahlian dalam mengidentifikasi kebutuhan
suatu kelompok, memprioritaskan layanan, merencanakan strategi, dan
mengembangkan program layanan yang berorientasi pada kebutuhan.
3. Bermanfaat adalah suatu bentuk kinerja yang memberikan keuntungan, di
mana manfaatnya memungkinkan pelanggan untuk memperoleh informasi
yang jelas mengenai produk.
b. Jenis- jenis review produk
1) Review positif
Ulasan yang menekankan keunggulan dan pengalaman positif pengguna
dengan produk. Biasanya mencakup aspek seperti kualitas, kinerja, dan tingkat
kepuasan secara keseluruhan.
2) Review negaatif
Ulasan yang menyampaikan ketidakpuasan atau masalah yang dialami
pengguna terkait produk. Ini dapat mencakup kekurangan, kerusakan, atau
pengalaman yang tidak menyenangkan.
3) Review campuran
Ulasan yang mencakup baik aspek positif maupun negatif dari produk.
Pengguna memberikan perspektif yang seimbang mengenai kelebihan dan
kekurangan produk tersebut.
4) Review video
Ulasan yang disampaikan dalam format video, sering kali diunggah di platform
seperti YouTube. Ini memberikan penjelasan yang lebih jelas terkait barang
dan cara penggunaannya.
5) Review teks
Ulasan yang ditulis dalam bentuk teks, biasanya ditemukan di situs web atau
blog. Ini adalah bentuk yang paling umum dan sering kali menyajikan
informasi yang lebih mendalam.
c. Tujuan review produk
1) Memberikan Informasi
Review produk bertujuan untuk memberikan informasi yang berguna
kepada calon pembeli mengenai kualitas, kelebihan, dan kekurangan
produk.
2) Membantu Keputusan Pembelian
Ulasan dari pengguna sebelumnya mampu memberikan bantuan terhada
pelanggan dalam memilih opsi belanja yang lebih tepat dengan memberikan
perspektif yang berbeda.
3) Meningkatkan Kepercayaan
Ulasan yang baik dapat memperbesar kepercayaan pelanggan terhadap
barang dan brand, sedangkan review negatif dapat memberikan peringatan
kepada calon pembeli.
d. Manfaat review produk
1) Meningkatkan pelayanan
Ulasan memberikan wawasan tentang kepuasan pelanggan secara
keseluruhan, memberikan, memberikan bisnis umpan balik mengenai
preferensi pelanggan. Informasi ini memungkinkan kamu untuk
meningkatkan layanan dan menyelesaikan masalah yang mungkin dihadapi
konsumen.
2) Review produk berkontribusi penting pada kredibilitas sebuah bisnis.
Review positif menciptakan kredibilitas yang baik. Sementara, review
negative membuka peluang untuk perbaikan. Respons solutif terhadap
review negatif mampu menciptakan kesan bahwa kamu benar-benar
memperhatikan kebutuhan dan harapan pelanggan.
3) Menyediakan bukti sosial
Saat ini validasi sosial menjadi faktor penting dalam pengambilan keputusan
pembelian keputusan pembelian pelanggan. Review positif bisa bertindak
sebagai bukti sosial yang meyakinkan pelanggan baru tentang kualitas dan
keandalan produk atau layanan yang kamu tawarkan.
4) Menciptakan loyalitas pelanggan
Konsumen yang meluangkan waktu untuk memberikan review cenderung
peduli dengan bisnis kamu. Jika ditangani dengan baik, review tersebut
dapat menjadi fondasi untuk menciptakan loyalitas pelanggan yang kuat.
5) Meningkatkan peringkat pencarian
Ulasan positif yang menyebutkan kata kunci dan nama lokasi berkontribusi
untuk meningkatkan peringkat di platform seperti google map. Hal ini
meningkatkan visibilitas bisnis kamu dan menarik lebih banyak pelanggan
potensial.
6) Sebagai materi marketing
Mengolah review positif sebagai strategi pemasaran mikro dapat
memberikan dampak jangka panjang signifikan. Memasukan kutipan atau
konten lengkap dari ulasan positif ke dalam website atau platorm media
sosial merupakan langkah cerdas untuk membangun citra positif dan
memperkuat keterlibatan pelanggan.
Selain memiliki manfaat review produk juga memiliki dampak bagi
perusahaan, diantaranya:
1) Reputasi Merek
Ulasan positif dapat meningkatkan reputasi merek, sedangkan ulasan negatif
dapat merusak citra merek.
2) Loyalitas Pelanggan
Pelanggan yang senang pada barang biasanya menjadi pelanggan loyal dan
menyarankan barang kepada orang lain.
3) Inovasi Produk
Umpan balik dari review dapat membantu perusahaan dalam
mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki dan mengembangkan produk
baru yang lebih baik.
e. Tantangan dalam review produk
Meskipun review produk memiliki banyak manfaat, ada beberapa tantangan
yang perlu diperhatikan:
1) Ulasan Palsu
Beberapa perusahaan atau individu mungkin mencoba memanipulasi ulasan
untuk meningkatkan reputasi produk mereka. Ini dapat merugikan
konsumen dan merusak kepercayaan terhadap platform review.
2) Bias dalam Ulasan
Ulasan yang sangat positif atau negatif mungkin tidak selalu mencerminkan
pengalaman umum. Konsumen perlu membaca berbagai ulasan untuk
mendapatkan gambaran yang lebih akurat.
3) Perubahan Kualitas
Kualitas produk dapat berubah seiring waktu, sehingga ulasan yang lebih
lama mungkin tidak lagi relevan.
f. Indikator review produk
Menurut Weisstein indikator review produk ada 3 diantaranya yaitu:
1) Kesesuaian (Conformity), memberikan evaluasi yang didasarkan pada
kenyataan.
2) Pemahaman (Understandability), yaitu ulasan yang memberikan penjelasan
terkait informasi mengenai produk.
3) Keekspresifan (Expressiveness), yaitu informasi yang menyajikan tujuan
dan maksud yang jelas.
3. Keputusan pembelian
a. Pengertian keputusan pembelian
Eksistensi manusia senantiasa terkait dengan kegiatan transaksi. Sebelum
bertransaksi, biasany pembeli merenungkan keputusan pembelian terlebih dahulu.
Keputusan pembelian adalah proses individu yang terlibat secara langsung dalam
menentukan memperoleh barang yang disediakan oleh penjual.
Tjiptono menjelaskan bahwa keputusan pembelian yaitu proses yang dimulai
dengan pengenalan masalah oleh konsumen. Selanjutnya, mereka mencari
informasi terkait produk tertentu dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap
produk.
Kotler dan Armstrong mengatakan bahwasannya proses pengambilan
keputusan pembelian pembeli terdiri dari lima langkah yang dilalui oleh pembeli
sebelum mencapai keputusan untuk membeli, serta melanjutkan ke tahap pasca
pembelian. Ini mengisyaratkan bahwa proses pembelian yang dilakukan oleh
pembeli dimulai jauh sebelum tindakan pembelian itu dilakukan dan memiliki
konsekuensi yang berlanjut setelah pembelian selesai.
Berdasarkan Howard dalam Swastha dan Handoko, pembelian oleh
pelanggan dipandang sebagai proses menyelesaikan permasalahan, yang terdiri
dari tiga jenis situasi, yaitu:
1) Perilaku responsi rutin
Tipe sikap pembeliam yang relatif sederhana terjadi pada transaksi bernilai
rendah dan selalu dilakukam. Pada konteks, konsumen telah mengenal
brand dan atribut-atributnya. konsumen tidak selalu memilih brand yang
sama dikarenakan terpengaruh oleh ketersediaan barang dan faktor-faktor
lainya. Namun, secara umum, aktivitas pembelian ini dijalankan secara
rutin dan tidak memerlukan banyak pemikiran, usaha, atau waktu.
2) Penyelesaian masalah terbatas
Pembeliam menjadi rumit apabila konsumen tidak mengenal suatu brand
pada kategori barang yang diinginkan, dengan begitu mereka memerlukan
lebih banyak informasi sebelum mengambil keputusan untuk berbelanja.
3) Penyelesaian masalah ekstensif
Situasi yang sangat rumit akan dihadapi oleh seorang pembeli jika tipe
barang yang kurang dimengerti dam kriteria penggunaannya kurang
diketahui. Pada situasi ini, pemahaman tentang tahapan akumulasi
informasi dan penilaian yang dilakukan para pembeli perlu dimiliki oleh
perusahaan, serta dukungan terhadap proses pembelajaran mereka
mengenai atribut-atribut dari kelompok produk tersebut harus diberikan.
Sehingga, ditarik kesimpulan bahwasanya keputusan pembelian yaitu proses
berurutan yang diawali dengan pengenalan kebutuhan, diteruskan mencari
informasi, evaluasi alternatif, dan ujungnya keputusan untuk bertransaksi. Proses
ini juga mencakup tahap pasca pembelian yang memengaruhi kepuasan dan
kesetiaan pelanggan. Dengan kata lain, keputusan pembelian adalah proses
kompleks yang memerlukan perhatian perusahaan untuk memahami dan
memenuhi kebutuhan konsumen.
b. Peran konsumen dalam membeli
Pemilihan barang oleh pembeli terpengaruh oleh tingkah sikap pembeli.
Perusahaan perlu memahami sikap pembeli dalam menyadari apa yang
diperlukan, maka, diharapkan perusahaan mampu menyanggupi keperluan
tersebut, dimana pada gilirannya akan memengaruhi kesetiaan. Berdasarkan
Kotler dan Armstrong , terdapat beberapa sikap pembeli pada proses pembelian:
1) Pemrakarsa (Initiator)
Individu yang awal mula mengusulkan untuk bertransaksi sebuah barang
atau layanan tertentu.
2) Pembeli berpengaruh (Influencer)
Individu yang pendapat atau sarannya memiliki pengaruh signifikan
terhadap keputusan akhir pembelian.
3) Pengambil keputusan (Decider)
Individu yang sangat menentukam sebagiam atau seluruh keputusan
berbelanja, termasuk siapa yang membeli, apa yang dibeli, kapan
pembelian dilakukan, bagaimana pembelian dilakukan, dan tempat
pembelian dilakukan.
4) Pembeli (Buyer)
Individu yang melakukam transaksi secara langsung.
5) Pengguna (User)
Individu yang mengkonsumsi atau memakai produk dan layanan tersebut.
c. Proses keputusan pembelian
Menurut Kotler, seorang konsumen melalaui lima langkah dalam proses
pengambilan keputusan sebelum memutuskan untuk melakukan pembelian. Ini
menunjukkan bagaimana perilaku pembelian pelanggan dimulai jauh sebelum
transaksi sebenarnya dan terus berpengaruh bahkan setelah pembelian selesai.
1) Pengenalan Kebutuhan
Proses pembelian dimulai ketika pembeli mengidentifikasi kebutuhan atau
masalah. Baik rangsangan internal maupun eksternal dapat menjadi sumber
dari keinginan tersebut. Pemasar perlu menentukan keadaan mana yang
menyebabkan keinginan tertentu.
2) Pencarian Informasi
Konsumen akan lebih termotivasi dalam melakukan keputusan pembelian
ketika mendapatkan lebih banyak informasi.
3) Evaluasi Alternatif
Pelanggan menunjukkan preferensi merek mereka sepanjang tahap penilaian,
dan mereka juga dapat menunjukkan kesediaan belanja produk yang mereka
suka.
4) Keputusan Pembelian
Konsumen dapat membuat keputusan pembelian utama dalam memenuhi niat
pembelian mereka, yaitu brand dan pemasok.
5) Perilaku Pasca Pembelian
Bahkan setelah pembelian, pekerjaan pemasar belum selesai.
a) Kepuasan Pasca Pembelian
Tingkat kesesuaian kinerja produk dengan harapan klien adalah ukuran
kepuasan pelanggan. Apabila performa barang tidak sesuai harapan,
pembeli akan tidak senang; apabila memenuhi, mereka akan senang dan
sangat puas.
b) Tindakan Pasca Pembelian
Kepuasan atau ketidakpuasan pelanggan dapat memengaruhi bagaimana
mereka berperilaku di masa depan. Pelanggan lebih cenderung membeli
barang tersebut jika mereka puas dengan barang tersebut.
d. Faktor umum yang dapat mempengaruhi keputusan pembelian konsumen
Ketika kita berbelanja, kita secara otomatis mempertimbangkan banyak faktor
sebelum membuat pembelian. Berikut adalah beberapa variabel yang mungkin
mempengaruhi keputusan untuk membeli:
1) Harga yang terjangkau
Harga adalah komponen penting dalam penyediaan barang. orang dapat
meragukan kualitas produk tersebut. Namun, pelanggan mungkin akan
mencari toko lain yang dapat memberikan harga lebih rendah jika harganya
terlalu tinggi.
2) Akses yang mudah
Memastikan toko mudah diakses sangat penting, terutama jika menjalankan
bisnis online. Karena pelanggan mungkin kehilangan minat pada bisnis dan
mencari yang lain jika mereka kesulitan menemukan atau menggunakan
platform tempat berjualan. Selain itu, pastikan bahwa pelanggan dapat
menghubungi toko dengan mudah.
3) Tampilan toko dan produk
Toko dan produk memainkan peran yang sangat krusial dalam dunia
perdagangan. Toko memberikan akses dan pengalaman berbelanja yang
diperlukan untuk menarik minat pelanggan, sedangkan produk berkualitas
memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen. Keduanya saling
melengkapi dan berkontribusi pada kesuksesan usaha . Dengan begitu,
perusahaan harus memperhatikan kedua aspek, yaitu toko dan produk, untuk
mencapai tujuan pemasaran dan meningkatkan kepuasan pelanggan.
Pentingnya membuat penampilan toko atau situs web dan produk lebih
menarik secara visual agar pelanggan tertarik untuk membeli dan mencari
lebih lanjut mengenai produknya.
4) Informasi, ketersediaan, dan kualitas produk
Ketika informasi tentang produk tidak disampaikan dengan jelas, konsumen
cenderung meragukan baik kualitas produk maupun kredibilitas bisnis itu
sendiri. Selain itu, kurangnya informasi dapat memperlambat proses belanja,
oleh karena itu, penting untuk mencantumkan informasi produk secara rinci
beserta foto yang representatif. Semakin lengkap dan jelas informasi yang
nndiberikan, semakin besar keyakinan konsumen untuk melakukan
pembelian. Selain itu, penting juga untuk mencantumkan ketersediaan
produk. Pastikan produk selalu tersedia, terutama yang menjadi favorit
konsumen.
5) Promosi yang menarik
Salah satu elemen terpenting dalam menarik perhatian pelanggan adalah
promosi. Akibatnya, banyak perusahaan menjalankan promosi besar-besaran
pada waktu-waktu tertentu.
e. Tantangan keputusan pembelian
Proses pengambilan keputusan oleh pembeli dapat menghadapi bermacam
kendala. Kendala utamaya berkaitan dengan kesulitan dan perubahan yang
menyertai sikap pembeli. Memahami kendala-kendala ini mampu mendukung
perusahaan dalam merumuskan strategi pemasaran yang lebih efisien dan
mendukung pelanggan dalam menghadapi kendala dalam proses pengambilan
keputusan. alternatif efektif meliputi penyediaan informasi yang jelas,
mempermudah pengambilan keputusan dengan mengurangi risiko, dan
membangun interaksi yang menyenangkan.
Rintangan yang selalu dilewati pembeli dalam proses pengambilan keputusan
pembelian mencakup:
1) Terlalu Banyak Pilihan (Overchoice)
Ketika konsumen dihadapkan pada beragam pilihan, terutama dalam pasar
yang sangat beragam, mereka dapat mengalami kebingungan dan kesulitan
dalam menentukan pilihan. Hal ini dapat menghambat proses pengambilan
keputusan, mengakibatkan keputusan yang tertunda, atau keterlambatan
dalam melakukan pembelian.
2) Ketidakpastian Informasi
Pembeli sering kali mengalami keraguan terkait informasi mengenai
barang atau jasa, khususnya untuk barang atau jasa yang rumit atau baru.
Keterangan yang ambigu, kurang menyeluruh atau tidak bisa diandalkan
dapat menghambat pembeli dalam menentukan pilihan yang benar.
3) Pengaruh Sosial dan Kelompok
Pendapat dari kelompok sosial, teman, atau influencer bisa memengaruhi
keputusan pembelian. Rintangan ini timbul saat pelanggan merasa
tertekam untuk menyamai tren atau standar sosial, meskipun hal tersebut
tidak selaras dengan keperluan atau selera mereka.
4) Faktor Emosional
Emosi berperan penting pada keputusan bertransaksi. Pembeli sering kali
membuat keputusan dikarenakan perasaan atau emosi yang akhirnya
mengarah pada keputusan yang terburu-buru, tidak logis, dan mungkin
tidak sejalan dengan keperluan jangka panjang. Emosi seperti rasa cemas
atau bahagia dapat mempengaruhi keputusan belanja, mengganggu
pemikiran rasional, dan mendorong pembeli untuk bertindak impulsif.
5) Tantangan Teknologi dan E-Commerce
Kemajuan teknologi dan ekspansi e-commerce menawarkan berbagai
pilihan belanja kepada pelanggan, dan menghadirkan rintangan baru
seputar keamanan transaksi digital dan dan kepercayaan pada barang atau
brand yang tidak pernah dilihat secara fisik.
6) Pengaruh Media dan Periklanan
Konsumen terpapar pada berbagai pengaruh dari media, periklanan, ulasan
online, dan pendapat kelompok sosial atau teman, yang dapat
menyebabkan informasi yang terlalu banyak atau tidak objektif. Media dan
iklan memainkan peran krusial dalam membentuk pandangan pelanggan,
dan informasi atau pengaruh yang berlebihan dapat membuat mereka
bingung.
f. Indikator keputusan pembelian
Beberapa indikator r yang diusulkan oleh Kotler dan Keller, antara lain:
1) Produk Pilihan
Ini adalah hasil dari pilihan pembelian orang-orang dan mencakup apa pun
yang mungkin menghasilkan keuntungan atau kerugian melalui proses
pertukaran.
2) Merek Pilihan
Pemasar menggunakan merek sebagai instrumen utama berebda dar barang
pesaing.
3) Penentua saat Pembelian
Pilihan ini dibuat setelah semua opsi yang tersedia dipertimbangkan
sebelum melakukan pembelian.
4) Situasi Saat Pembelian
Dalam hal ini, pembeli dihadapkan pada berbagai keputusan yang harus
diambil ketika menjalani proses pembelian.
C. Kerangka Pikir
Terdapat pengaruh berdasarkan studi relevan dimasa lalu dan tinjauan literatur
yang dilakukan oleh veriabel independent terhadap variabel dependen, maka
penelitian ini dapat mengembangkan kerangka berpikir yang dibuat dalam dalam
bentuk:
Gambar 2.1 Kerangka Pikir
Kualitas produk (X1)
Keputusan Pembelian (Y)
Review Produk (X2)
D. Hipotesis
Hipotesis penelitian adalah respons atau asumsi teoritis sementara. Dalam
situasi seperti ini, data penelitian lapangan harus digunakan untuk menguji
hipoteis. Teori-teori berikut akan diteliti dalam studi ini:
1. Pengaru kualitas produk (X1) terhadap keputusan pembelian (Y).
H0 : Tidak terdapat pengaruh kualitas produk terhadap keputusan pembelian
platform shopee pada mahasiswa FEBI IAIN Palopo angkatan 2020.
Ha : Terdapat pengaruh kualitas produk terhadap keputusan pembelian
platform shopee pada mahasiswa FEBI IAIN Palopo angkatan 2020.
2. Pengaruh review produk (X2) terhadap keputusan pembelian (Y).
H0 : Tidak terdapat pengaruh review produk terhadap keputusan pembelian
platform shopee pada mahasiswa FEBI IAIN Palopo angkatan 2020.
Ha : Terdapat pengaruh review produk terhadap keputusan pembelian platform
shopee pada mahasiswa FEBI IAIN Palopo angkatan 2020.
3. Pengaruh kualitas produk (X1) dan review produk (X2) terhadap keputusan
pembelian(Y).
H0 : Tidak terdapat pengaruh kualitas produk dan review produk terhadap
keputusan pembelian platform shopee pada mahasiswa FEBI IAIN Palopo
angkatan 2020.
Ha : Terdapat pengaruh kualitas produk dan review produk terhadap
keputusan pembelian platform shopee pada mahasiswa FEBI IAIN Palopo
angkatan 2020
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Penelitian kuantitatif deskriptif adalah metodologi yang digunakan. Sugiyono
mengklaim bahwa karena penelitian kuantitatif telah mematuhi prinsip-prinsip
ilmiah secara nyata atau empiris, objektif, kuantitatif, logis, dan metodis, itu
adalah pendekatan ilmiah yang didasarkan pada ideologi positivisme. Mengujikan
hipotesis yang telah ditetapkan adalah tujuan dari pendekatan kuantitatif.
B. Lokasi dan Waktu Penelitian
1. Lokasi penelitian
Terletak di FEBI IAIN Palopo pada angkatan 2020 program Ekonomi Islam,
Manajemen Bisnis Islam, dan Perbankan Islam.
2. Waktu penelitian
Studi ini dimulai pada April 2024 dan berlangsung hingga selesai.
C. Definisi Operasional Variabel
Tabel 3.1 Definisi Operasional
Variabel Definisi Indikator
Kualitas Menurut Kotler, kualitas produk yaitu 1. Keandalan.
Produk (X1)
mencakup semua atribut dari produk 2. Daya tahan.
atau layanan yang membantu memenuhi 3. Kesesuaian dengan
permintaan baik ekspilist dan implisit. spesifikasi.
Review Menurut Weisstein review produk 1. Kesesuaian
Produk (X2)
adalah evaluasi atau penilaian yang 2. Pemahaman
dilakukan terhadap suatu produk oleh 3. Keekspresifan
konsumen atau ahli yang
berpengalaman. Review produk
biasanya berisi pendapat, pengalaman,
dan kesan dari orang yang telah
menggunakan produk tersebut.
Keputusan Menurut Kotler dan Keller keputusan 1. Produk pilihan.
Pembelian
pembelian yaitu serangkaian langkah 2. Merek pilihan.
(Y)
yang diambil oleh konsumen dalam 3. Penentuan saat
mengevaluasi pilihan, membandingkan pembelian.
alternatif, dan akhirnya memutuskan 4. Situasi saat
produk mana yang akan dibeli. pembelian.
D. Populasi dan Sampel
1. Populasi
Populasi yaitu Kumpulan item penelitian, yang mungkin termasuk individu
hidup, peristiwa, atau objek yang digunakan sebagai sumber data mewakili aspek-
aspek tertentu dari studi. Populasi dari penelitian mencakup semua mahasiswa
tahun 2020 yang menggunakan aplikasi Shopee di FEBI IAIN Palopo.
2. Sampel
Merupakan sekelompok anggota dari suatu kategori atau kumpulan objek yang
digunakan sebagai dasar untuk memperoleh informasi atau menarik kesimpulan
tentang kategori tersebut.
Teknik pengambilan sampel yang dipakai yaitu teknik nonprobability
sampling, Studi ini mempertimbangkan hal-hal berikut:
a) Konsumen memiliki aplikasi shopee;
b) Mahasiswa FEBI IAIN Palopo angkatan 2020.
c) Melakukan pembelian paling minimal satu kali.
Karena populasi tidak diketahui secara pasti, sampel diambil dengan
maksimal 50% dan 10% tingkat kesalahan. Ini dilakukan dengan menggunakan
rumus Lemeshow.
2
z . P .(1−P)
n= 2
d
Keterangan:
n = Jumlah sampel / jumlah responden
z = Skor z pada kepercayaan 95% = 1,96
p = Maksimal estimasi
d = Tingkat kesalahan
2
1, 96 × 0 ,5 (1−0 , 5)
n=
0 , 12
3,8416 ×0 , 5 ×0.5
n= 2
0 ,1
0,9604
n= = 96,04 dibulatkan menjadi 96.
0 , 01
Dari rumus diatas didapatkan sampel sebanyak 96 responden.
E. Teknik Pengumpulan Data
Penulis menggunakan berbagai teknik pengumpulan data dalam penelitian ini
untuk mendapatkan informasi yang relevan, meliputi:
1) Data Primer: Ini merupakan informasi pertama yang dikumpulkan langsung
oleh penulis, baik melalui observasi, wawancara, maupun pengisian angket atau
kuesioner. Data ini bersumber dari individu atau hasil eksperimen yang berkaitan
dengan subjek penelitian.
2) Data Sekunder, dikumpulkan dari sumber teks yang diakses secara tidak
langsung, seperti buku, makalah, jurnal, atau artikel yang relevan dengan topik
studi, dan digunakan sebagai informasi pendukung.
F. Instrumen Penelitian
Instrument penelitian diperlukan dengan tujuan mengukur suatu fenomena
yang ada.
Tabel 3.2 Skala likert
Pernyataan Bobot
Sangat setuju 4
Setuju 3
Tidak setuju 2
Sangat tidak setuju 1
G. Uji Validitas dan Reliabilitas
1. Uji Validitas
Jika pertanyaan kuesioner dapat menghasilkan data yang dimaksudkan untuk
dinilai, maka kuesioner tersebut dianggap valid. Koefisien korelasi kemudian
dapat ditemukan untuk analisis statistik dengan membandingkannya dengan nilai r
bebas korelasi yang menunjukkan validitas atau dengan melihat tanda bintang
pada hasil skor keseluruhan. Tabel product moment r harus dikonsultasikan untuk
memastikan mana yang sah dan mana yang tidak. Berikut adalah standar evaluasi
untuk uji validitas.
a. Item kuesioner valid jika rhitung lebih besar dari tabel.
b. Item kuesioner tidak valid jika rhitung lebih kecil dari tabel.
Atau memeriksa nilai signifikansi (Sig):
a. Dikatakan valid jika nilai signifikansi tidak melampaui 0,05
[Link] tidak valid bila nilai signifikansi melampau 0,05.
2. Uji Reliabilitas
Menurut Notoatmodjo dalam studi Widi R, reliabilitas adalah indeks yang
menunjukkan seberapa dapat dipercaya dan andalnya sebuah alat ukur. Akibatnya,
uji reliabilitas mengevaluasi konsistensi alat ukur, khususnya jika alat tersebut
mempertahankan kemampuannya untuk menghasilkan temuan yang konsisten di
berbagai pengukuran. Jika sebuah alat ukur dapat menghasilkan temuan yang
konsisten setelah beberapa pengukuran, alat tersebut dikatakan dapat diandalkan.
Teknik Cronbach's Alpha diterapkan untuk mempelajari data dan survei. Alat
penelitian dianggap kredibel jika nilai Alpha Cronbach lebih dari 0,6.
H. Teknik Analisis Data
Analisis data juga mencakup perhitungan yang dimaksudkan untuk menguji
hipotesis yang telah ditetapkan dan menyelesaikanm masalah yang telah
dirumuskan.
1. Uji Asumsi Klasik
Dalam penelitian regresi berganda, pengujian asumsi klasik adalah alat
pengolahan data yang digunakan. Analisis regresi berganda digunakan untuk
memeriksa bagaimana variabel independen tertentu mempengaruhi variabel
dependen lainnya. Studi ini menggunakan uji asumsi klasik berikut:
a. Uji Normalitas
Ketika melakukan analisis regresi linier, sangat penting untuk
mempertimbangkan asumsi dasar dari model regresi. Model regresi linier
konvensional didasarkan pada banyak asumsi, seperti normalitas variabel, tidak
adanya heteroskedastisitas, dan multikolinearitas di antara variabel independen
dalam regresi. Tahap-tahap berikutnya adalah uji statistik, seperti regresi
sederhana dan uji t.
b. Uji Multikolinieritas
Bertujuam untuk mengevaluasi apakah model regresi mendeteksi korelasi
antara variabel independen. Model regresi yang baik seharusnya tidak
menunjukkan korelasi di antara variabel-variabel tersebut. Jika variabel saling
berkorelasi, maka mereka tidak ortogonal. Untuk mengidentifikasi
multikolonearitas, dapat digunakan nilai faktor inflasi varians (VIF).
c. Uji Heteroskedastisitas
Memeriksa apakah anggota suatu kategori memiliki varians yang sama adalah
tujuan dari uji heteroskedastisitas. Ini dikenal sebagai homoskedastisitas jika
variansinya sama, seperti yang diharapkan. Sedangkan jika variansinya tidak
sama, dikatakan bahwa heteroskedastisitas muncul. Salah satu metode untuk
mengidentifikasi gejala heteroskedastisitas adalah dengan melihat apakah tingkat
signifikansi uji koefisien lebih tinggi dari 0,05.
2. Analisis Regresi Linear Berganda
Analisis regresi digunakan untuk mengukur pengaruh variabel independen
terhadap variabel dependen.
Persamaan analisis regresi linear berganda yang dipakai yaitu:
Y = α +β1 X 1 + β2 X 2 + e
Keterangan:
α = Konstanta atau nilai tetap
Y = Keputusan pembelian
X1 = Kualitas Produk
X2 = Review produk
β = Koefisiem regresu
e = Error
I. Uji Hipotesis
Sasaran dari uji hipotesis adalah untuk menentukam apakah variabel terikat
punya dampak besar terhadap variabel bebas.
a. Uji Parsial (Uji t)
Uji t digunakan untuk mengukur dampak masing-masing variabel independen
terhadap variabel dependen. Perbandingan thitung > ttabel dan nilai signifikansi <
0,05 menjadi landasan untuk mengambil keputusan dalam uji t.
c. Uji Simultan (Uji F)
Mengatahui berapa banyak faktor independent yang mempengaruhi seberapa
dependen suatu variabel merupakan tujuan dari ujif. Perbandingan nilai F hitung dan
Ftabel merupakan dasar pengambilan keputusan. Adanya pengaruh yang signifikan
sekaligus menunjukkan Ha diterima.
d. Keofisien Determinasi ( R2)
Kemampuan mode regresi dalam meramalkan variabel dependen dapat
dievaluasi dengan memperhatikan nilai koefisien determinasi. Semakim tinggi
koefisien determinasi, semakin baik variabel independen dalam menjelaskan
perubahan yang terjadi. Kinerja model regresi yang digunakan dapat disimpulkan
dari nilai koefisien determinasi.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
1. Gambaran Umum Lokasi Penelitian
Fakultas Cabang ditingkatkan menjadi Fakultas Madya dan dinamai Fakultas
Ushuluddin IAIN Alauddin di Palopo berdasarkan Keputusan Menteru Agama No.
65 Tahun 1982. Penerbitan KMA-RI No. 18 tahun 1988, Peraturan Pemerintah
No. 33 tahun 1985, dan Keputusan Presiden No. 9 tahun 1987 menandai
kesetaraan hukum Fakultas Ushuluddin perguruan tinggi negeri lain di Indonesia
Menurut KeputusamPresiden No. 11 Tahun 1997, yang merinci strategi baru
pemerintah tentang pendidikan tinggi, Fakultas Ushuluddin IAIN Alauddin di
Palopo mengalami reorganisasi kelembagaan dan diklasifikasikan ulang sebagai
STAIN Palopo mulai tahun tersebut. 14 Oktober 2014 menandai pelaksanaan
resmi transisi status dari STAIN menjadi IAIN Palopo, yang secara resmi
diresmikan pada 23 Mei 2015.
2. Karakteristik responden
Penelitian diberikan kepada 96 mahasiswa dari FEBI IAIN Palopo Angkatan
2020 yang berpartisipasi.
a. Program studi
Dbagi menjadi 3 diantaranya: EKIS, MBS dan PBS.
46
Tabel 4.1 Karakteristik responden berdasarkan program studi
No Program studi Jumlah Persentase (%)
1 EKIS 28 29.2
2 MBS 43 44.8
3 PBS 25 26
Jumlah 96 100
Sumber: Data diolah (2024)
Dari tabel di atas, jumlah responden program studi Ekonomi Syariah
adalah 28 (29,2% dari total), program studi Manajemen Bisnis Syariah berjumlah
43 (44,8%), dan responden Perbankan Syariah sebanyak 25 (26%).
e. Jenis kelamin
Adapun karakteristik ini ditampilkan dalam tabel berikut:
Tabel 4.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
No Jenis kelamin Jumlah Persentase (%)
1 Lak-laki 22 22.9
2 Perempuan 74 77.1
jumlah 96 100
Maka diketahui respondem yang jenis kelamin laki-lak berjumla 22, yang
setara dengan 22,9% dari keseluruhan responden. Sementara itu, responden yang
memiliki jenis kelamin perempuan mencapai 74 orang yang setara dengan 77,1% .
3. Uji Validitas dan Uji Reliabilitas
a. Uji Validitas
Tabel 4.3 Uji validitas kualitas produ(X1)
Pernyataan r-hitung r-tabel Sig. Keterangan
X1.1 0,620 0,200 0,000 valid
X1.2 0,638 0.200 0.000 valid
X1.3 0,307 0.200 0,002 valid
X1.4 0,708 0,200 0.000 valid
X1.5 0,350 0.200 0,000 Valid
X1.6 0,762 0,200 0,000 valid
Menilai validitas kualitas produk (X1), dilakukan pengukuran merujuk
pada Tabel Product Moment. Dalam penelitian ini, terdapat 96 responden, dan
diperoleh nilai r = 0,200. Sebuah instrumen atau butir pernyataan dianggap valid
jika hasil validitasnya melebihi 0,200. Berdasarkan analisis validitas pada semua
instrumen kualitas produk (X1) yang tercantum dalam tabel 4. 3, hasil analisis
menunjukkan nilai yang melebihi nilai r tabel 0,200. Hal ini dikatakann valid
dikarenakan nilai r hitung > r tabel dan juga nilai sig. < 0,05.
Tabel 4.4 Uji validitas review produk (X2)
Pernyataan r-hitung r-tabel Sig. Keterangan
X2.1 0,435 0,200 0.000 valid
X2.2 0,442 0.200 0.000 valid
X2.3 0,614 0,200 0.000 valid
X2.4 0,668 0.200 0.000 valid
X2.5 0,715 0.200 0.000 valid
X2.6 0,709 0.200 0.000 valid
Menilai validitas review produk (X2), dilakukan pengukuran merujuk pada
nilai Tabel Product Moment. Dalam penelitian ini, terdapat 96 responden, dan
diperoleh nilai r = 0,200. Sebuah instrumen atau butir pernyataan dianggap valid
jika hasil validitasnya melebihi 0,200. Berdasarkan analisis validitas pada semua
instrumen review produk (X2) yang tercantum dalam tabel 4. 4, hasil analisis
menunjukkan nilai yang lebih besar daripada r tabel sebesar 0,200. Hal ini
dikatakann valid dikarenakan nilai r hitung > r tabel dan juga nilai sig. < 0,05.
Tabel 4.5 Uji validitas Keputusan pembelian (Y)
Pernyataan r-hitung r-tabel Sig. Keterangan
Y1 0.521 0.200 0.000 Valid
Y2 0.616 0.200 0.000 Valid
Y3 0.401 0.200 0.000 Valid
Y4 0.549 0.200 0.000 Valid
Y5 0.562 0.200 0.000 Valid
Y6 0.674 0.200 0.000 Valid
Y7 0.527 0.200 0.000 Valid
Y8 0.558 0.200 0.000 Valid
Menilai validitas keputusan pembelian (Y), penilaian dilakukan merujuk
pada nTabel Product Moment, keseluruhan respondem sekitar 96. Didapatkan
nilai r sebesar 0,200. Jika hasil validitas > 0,200, maka butir pernyataan atau
instrumen yang diuji dianggap valid. Berdasarkan analisis validitas yang
ditampilkan dalam Tabel 4. 5, semua instrumen yang berhubungan dengan
keputusan pembelian (Y) menunjukkan nilai lebih tinggi daripada rtabel 0,200.
Maka disimpulkan bahwa 8 butir pernyataan atau instrumen tersebut dinyatakan
layak digunakan dalam pengukuran variabel. Hal ini dikatakan valid karena nilai
rhitung > rtabel dan juga nilai sig. < 0,05.
b. Uji Reliabilitas
Reliabilitas adalah ukuran konsistensi dan kestabilan responden dalam
memberikan jawaban seiring berjalannya waktu terkait variabel atau konstruk
yang diungkap dalam bentuk kuesioner.
Tabel 4.6 Uji reliabilitas
Variabel r Alpha Nilai reliabilitas Keterangan
Kualitas Produk 0.622 0.600 reliabel
(X1)
Review Produk 0.659 0.600 reliabel
(X2)
Keputusan Pembelian 0.667 0.600 reliabel
(Y)
Dari uji reliabilitas kuesioner memperlihatkanm nilai Cronbach's Alpha
0,622; 0,659; dan 0,667, yang menunjukkan bahwa kuesioner tersebut reliabel
sebab nilai r Alpha-nya melebihii 0,600.
4. Uji Asumsi Klasik
a. Uji Normalitas
Tabel 4.7 Uji Normalitas
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized Residual
N 96
Normal Parametersa,b Mean ,0000000
Std. Deviation 1,79299261
Most Extreme Differences Absolute ,081
Positive ,081
Negative -,070
Test Statistic ,081
Asymp. Sig. (2-tailed) ,125c
Nilai Asymp. Sig. (2-tailed) senilaii 0,125, yang melebih 0,05. Jadi, dapat
menyimpulkan data tersebut terdistribusi normal.
c. Uji Multikolinearitas
Dengn tujuann memastikan variabel independen dalam model regresi saling
berkorelasi. Multikolinearitas dianggap ada jika nilai toleransi melampau 0,10
atau VIF melampauii 10.
Tabel 4.8 Uji Multikolinearitas.
Coefficientsa
Unstandardized Standardized
Coefficients Coefficients Collinearity Statistics
Model B Std. Error Beta T Sig. Tolerance VIF
(Constant) 16,153 3,384 4,773 ,000
Kualitas Produk ,215 ,126 ,169 1,705 ,092 1,000 1,000
Review Produk ,269 ,107 ,248 2,502 ,014 1,000 1,000
a. Dependent Variable: Keputusan Pembelian
Nilai tolerance variabel diatas 1,705 dan 2,502, yang melampau 0,10,
sementarnilai VIF untuk variabel independen 1,000, yang berada di bawah 10.
c. Uji Heteroskedastisitas
Dalam regresi, uji ini menentukan apakah varians residual dari dua observasi
berbeda satu sama lain. Heteroskedastisitas tidak boleh ada dalam model regresi
yang baik.
Tabel 4.9 Uji Heteroskedastisitas
Coefficientsa
Standardized
Unstandardized Coefficients Coefficients
Model B Std. Error Beta t Sig.
(Constant) -,323 1,587 -,204 ,839
Kualitas Produk ,121 ,140 ,169 1,866 ,389
Review Produk ,038 ,138 -,053 -,273 ,786
5. Analisis Regresi Berganda
Dilakukan regresi linear berganda untuk memahami hubungan antar variabel.
Model ini menggambarkan bagaimana kualitas produk dan ulasan produk yang
berfungsi sebagai variabel independent mempengaruhi keputusan pembelian, yang
merupakan variabel dependen.
Tabel 4.10 Uji Regresi Linear Berganda
Coefficientsa
Unstandardized Standardized
Coefficients Coefficients
Model B Std. Error Beta t Sig.
1 (Constant) 13,171 3,327 3,959 ,000
Kualitas Produk ,286 ,129 ,217 2,208 ,030
Review produk ,324 ,123 ,260 2,639 ,010
Berdasarkanm tabel diatas, maka dibuatkan model estimasi :
Y = 13,171 + 0, 286 + 0,324 X2
a. Persamaan tersebut, dapat diinterpretasikan:
Nilai a (konstanta) sebesar 13,171 berarti jika tidak ada variabel independen,
keputusan pembelian adalah 13,171.
b. Koefisien kualitas produk (β1) memiliki nilai 0,286. Hal ini menunjukkan
bahwa akan terjadi kenaikan keputusan pembelian sebesar 0,286 untuk unit
setiap kenaikan satu unit kualitas produk (X1).
c. Koefisien review produk (β2) sebesar 0,324 berarti setiap peningkatan satu
satuan dalam review produk (X2) dikaitkan dengan peningkatan Keputusan
pembelian senilai 0,324.
6. Uji Hipotesis
1) Uji parsial (Uji T)
Agar mengetahui dampak dari setiap variabel dengan lebih baik, dilakukan
uji t.
Tabel 4.11 Hasil Uji Parsial (Uji T)
Coefficientsa
Unstandardized Standardized
Coefficients Coefficients
Model B Std. Error Beta T Sig.
1 (Constant) 13,171 3,327 3,959 ,000
Kualitas Produk ,286 ,129 ,217 2,208 ,030
Review produk ,324 ,123 ,260 2,639 ,010
Dari tabel diatas dengan thitung kualitas produk (X1) sebesar 2,208, sementara
nilai thitung untuk review produk (X2) yaitu 2,639. Ttabel ditentukan, dengan
merujuk pada tabel t yang telah tersedia. Derajat kebebasan (df) diukur dengan
pengurangan jumlah data dengan jumlah variabel penelitian, yaitu 96 – 3 = 93.
Dengan tingkat signifikansi yang ditetapkan pada alpha 5%, kita menggunakan
taraf sig. 0,05. Selanjutnya, berdasarkan nilai sig. 0,05 dan df 93, makaa nilai
ttabel sama dengan 1,661.
1. Nilai thitung untuk kualitas produk adalah 2,208, melampau ttabel 1,661,
dengan signifikan 0,030 dibawah 0,05. Ini berarti hipotesis diterima,
2. Nilai thitung untuk review produk adalah 2,639melampaui ttabel 1,661, dengan
nilai sig. 0,010 dibawah 0,05. Ini menunjukkan hipotesis diterima.
2) Uji Simultan (Uji F)
Adanya uji f, seseorang dapat mengungkap sebagian dampak sebenarnya dari
faktor-faktor tersebut.
Tabel 4.12 Uji F
ANOVAa
Sum of Mean
Model Squares Df Square F Sig.
1 Regression 46,239 2 23,119 7,447 ,001b
Residual 288,720 93 3,105
Total 334,958 95
Tabel diatas didapatkan nilai Fhitung 3,094. Untuk menentukan Ftabel, kita
menggunakan tabel F. Df1 dihitung dari jumlah variabel (3 - 1 = 2) dan df2 dari
jumlah data dikurangi jumlah variabel (96 - 3 = 93), sehingga Ftabel adalah 3,094.
Karena Fhitung (7,447) melebihi Ftabel (3,094) dan nilai signifikan 0,001
dibawah 0,05, maka hipotesis diterima.
c. Keofisien Determinasi ( R2)
Ditentukan oleh nilai R square, yang mengindikasikan sejauh mana variabel
independen (X) memengaruhi variabel dependen (Y).
Tabel 4.13 Koefisien Determinasi
Model Summary
R Adjusted R Std. Error of
Model R Square Square the Estimate
1 ,558a ,311 ,296 1,803
[Link]
1. Pengaruh kualitas produk terhadap keputusan pembelian platform
shopee pada mahasiswa FEBI IAIN Palopo angkatan 2020.
Kualitas produk merujuk pada kemampuam sebuah produk untuk memenuhi
tujuannya, termasuk kesesuaian, daya tahan, dan keandalan. Produk dianggap
berkualitas baik jika sesuai dengan harapan konsumen. Dengan demikian, dapat
disimpulkan, mahasiswa lebih cenderung membeli dari Shopee ketika barang-
barang tersebut berkualitas tinggi.
Berdasarkan uji t, diketahui dampak kualitas produk terhadap keputusan
pembelian menunjukkan thitung yang lebih tinggi dibandingkan ttabel (2,208 >
1,661) kemudiannilai signifikansi 0,030 yang berada di bawah 0,05 yang
mengindikasikan bahwa hipotesis H0 tertolak dan hipotesis Ha diterima.
Sejalan dengan penelitian Yuni Siti Nuraeni dan Dwi Irawati, serta penelitian
Nurul Magfira, yang mengindikasikan keputusan pembelian dipengaruhi oleh
kualitas produk.
2. Pengaruh review produk terhadap keputusan pembelian platform shopee
pada mahasiswa FEBI IAIN Palopo angkatan 2020.
Review produk merupakan evaluasi atau ulasan yang disampaikan oleh
konsumen atau pengguna tentang suatu barang atau layanan. Ulasan ini umumnya
mencakup pengalaman pribadi, keunggulan, kelemahan, dan saran terkait produk
tersebu. Dengan kata lain, review produk yaitu memberikan informasi tentang
produk dari sudut pandang konsumen setelah melakukan pembelian.
Menurut Agustinus & Marbun, review produk berfungsi sebagai sarana bagi
konsumen untuk memilih dan mendapatkan informasi yang berguna dalam
memengaruhi keputusan pembelian.
Selain itu, review produk dapat berupa komentar tertulis, penilaian bintang,
ataupun dalam bentuk video. Selain memberikan pendapat individual, review
produk juga dapat membantu calon pembeli mengambil keputusan pembelian
yang lebih tepat.
Berdasarkan uji t, terlihat dampak review produk padakeputusan pembelian
menunjukkan thitung yang lebih tinggi dibandingkan ttabel(2,639 > 1,661)
kemudian nilaisignifikan 0,010 kurang dari 0,05. Dengan kata lain, mahasiswa
FEBI IAIN Palopo Angkatan 2020 memilih platform Shopee berdasarkan review
produk. Yang berarti mahasiswa sangat penting untuk meninjau produk. Hal ini
disebabkan oleh fakta bahwa mahasiswa secara tidak langsung mendapatkan
informasi tambahan mengenai produk yang ingin mereka beli, termasuk kelebihan
dan kekurangan produk tersebut.
Konsisten dengan penelitian oleh Sri Mulyana, Yuli Tri Cahyono, dan Indah
Dwi Wibawani, yang mengindikasikan ulasan produk memiliki pengaruh positif
dan signifikan bagi pembelian online di Shopee.
3. Pengaruh kualitas produk dan review produk terhadap keputusan
pembelian platform shopee pada mahasiswa FEBI IAIN Palopo angkatan
2020.
Kotler mendefinisikan kualitas produk sebagai keseluruhan karakteristik dan
kemampuan produk atau layanan guna memenuhi keperluan eksplisit atau
implisit. Dalam pandangan Weisstein review produk adalah evaluasi atau
penilaian yang dilakukan terhadap suatu produk oleh konsumen atau ahli yang
berpengalaman. Review produk biasanya berisi pendapat, pengalaman, dan kesan
dari orang yang telah menggunakan produk tersebut.
Berdasarkan uji f, didapatkan nilai Fhitung senilai7,447, lebih tinggi daripada
Ftabel 3,094, dan nilai signifikansi yang diperoleh adalah 0,001, yang lebih
rendah dari 0,05. Dengan demikian, bisa disimpulkan kualitas produk dan ulasan
produk mempengaruhi keputusan pembelian di Shopee oleh mahasiswa FEBI
IAIN Palopo. Maka Ketika produk di Shopee memiliki kualitas baik dan ulasan
positif, hal ini dapat mendorong mahasiswa melakukan pembelian. Temuan ini
selaras dengan hasil yang diperoleh Rut Asianti Nainggolan dan David Humala
Sitorus, serta Mia Anggrain, Rafika Rahmadhani, dan Sigit Priyono.
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Kualitas produk (X1) berpengaruh terhadap keputusan pembelian (Y) platform
shopee pada mahasiswa FEBI IAIN Palopo angkatan 2020. Artinya, keinginan
mahasiswa berbelanja di Shopee akan meningkat seiring dengan kualitas
produk yang dijual.
2. Review produk (X2) berpengaruh terhadap keputusan pembelian (Y) platform
shopee pada mahasiswa FEBI IAIN Palopo angkatan 2020. Dengan kata lain,
ketika produk Shopee mendapat ulasan positif dari pelanggan, mahassiswa
akan terdorong dan lebih tertarik untuk membeli. Karena mengingat produk
tidak dapat dilihat ataupun disentuh secara langsung, maka penting untuk
memperhatikan review produk.
3. Kualitas produk (X1) dan variabel review produk (X2) berpengaruh positif
terhadap keputusan pembelian (Y) platform shopee pada mahasiswa FEBI
IAIN Palopo angkatan 2020. Dengan kata lain, jika Item-item yang ditawarkan
di platform Shopee berkualitas tinggi dan telah menerima umpan balik positif
dari pelanggan, maka akan mendorong mahasiswa untuk malakukan belanja
secara online melalui Shopee.
B. Saran
Penelitian berikutnya diharapkan dapat menambahkan variabel-variabel
lain di luar yang telah diteliti. Selain itu, diharapkan juga untuk memperluas
populasi dan sampel, tidak hanya terbatas pada mahasiswa, tetapi juga bisa
melibatkan masyarakat umum.