0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
45 tayangan61 halaman

Kualitas dan Ulasan Produk di Shopee

Dokumen ini merupakan skripsi yang membahas pengaruh kualitas produk dan review produk terhadap keputusan pembelian di platform Shopee oleh mahasiswa FEBI IAIN Palopo angkatan 2020. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kedua variabel tersebut mempengaruhi keputusan pembelian, mengingat pentingnya kualitas dan ulasan dalam mempengaruhi perilaku konsumen. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat teoritis dan praktis dalam memahami perilaku pembelian online di kalangan mahasiswa.

Diunggah oleh

Dewi kurnia Sari
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
45 tayangan61 halaman

Kualitas dan Ulasan Produk di Shopee

Dokumen ini merupakan skripsi yang membahas pengaruh kualitas produk dan review produk terhadap keputusan pembelian di platform Shopee oleh mahasiswa FEBI IAIN Palopo angkatan 2020. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kedua variabel tersebut mempengaruhi keputusan pembelian, mengingat pentingnya kualitas dan ulasan dalam mempengaruhi perilaku konsumen. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat teoritis dan praktis dalam memahami perilaku pembelian online di kalangan mahasiswa.

Diunggah oleh

Dewi kurnia Sari
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENGARUH KUALITAS PRODUK DAN REVIEW PRODUK

TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PLATFORM


SHOPEE PADA MAHASISWA FEBI IAIN PALOPO
ANGKATAN 2020

Skripsi

Diajukan Kepada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Palopo untuk
Melakukan Penelitian Skripsi dalam Rangka Penyelesaian Studi Jenjang
Sarjana pada Program Studi Manajemen Bisnis Syariah

Oleh
LULU RISKI
20 0403 0200

PROGRAM STUDI MANAJEMEN BISNIS SYARIAH


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PALOPO
2025

1
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Jumlah pengguna internet telah meningkat secara signifikan setiap tahunnya..

Perkembangan teknologi dan aksesibilitas yang lebih baik telah memainkan peran

penting dalam meningkatkan jumlah pengguna internet. Jumlah pengguna internet

di Indonesia pada tahun 2024 mencapai 221 juta orang, sedangkan pada tahun

2023 jumlahnya adalah 215 juta orang. Dari segi usia, mayoritas pengguna

internet terdiri dari gen Z (lahir antara 1997 hingga 2012) yang mencapai 34,40

%. Diikuti oleh generasi milenial (lahir antara tahun 1981 hingga 1996)

dengan persentase 30,62%. Selanjutnya, terdapat Generasi X (lahir antara tahun

1965 hingga 1980) yang mencakup 18,98%, diikuti oleh Post Gen Z

(lahir sebelum 2023) sebesar 9,17%,baby boomers (lahir antara tahun 1946

hingga 1964) yang mencakup 6,58%, dan terakhir, pre boomer (lahir pada

tahun 1945) yang hanya sebesar 0,24%. Dan survei APJII 2024 menunjukkan

ingkat penggunaan internet di Indonesia telah mencapai 79,5%, mengalami

pertumbuhan sebesar 1,31% dibandingkan tahun sebelumnya yaitu pada tahun

2023 penetrasi internet di Indonesia 78,19%.

Peningkatan penggunaan internet tersebut menciptakan peluang besar bagi e-

commerce untuk berkembang. Menurut Adi Nugroho, perdagangan elektronik (e-

commerce) adalah sebuah kegiatan jual beli barang dan jasa yang dilakukan

melalui jaringan internet.


Indonesia sendiri memiliki e-commerce paling populer yaitu Tokopedia,

Shopee, Bukalapak, Lazada, dan Blibli. Namun penelitian ini hanya

berfokus pada platform shopee. Dikarenakan shopee merupakan salah

satu website belanja dan jualan online di Indonesia yang saat ini sedang

berkembang dan merupakan marketplace yang banyak digunakan untuk membeli

segala sesuatu mulai dari kosmetik, elektronik, fashion, peralatan, makanan dan

minuman dan lain sebagaiya.

Gambar 1.1

Pada grafik selama tahun 2023, Shopee muncul sebagai situs e-commerce

dengan pengunjung terbanyak. Platform Shopee mencatat lebih dari 2,3 miliar

pengunjung secara keseluruhan antara Januari dan Desember 2023. Sekitar 1,2

miliar kunjungan dilakukan ke Tokopedia dan 762,4 juta pengunjung Lazada,

Bukalapak memiliki 168,2 juta pengunjung, sementara BliBli menerima 337,4

juta.
Peningkatan pembelian online terutama melalui platform seperti shopee,

mencerminkan adanya perubahan perilaku konsumen dalam hal ini yaitu gaya

berbelanja masyarakat. Hal ini dikarenakan adanya kemudahan dalam mengakses

segala informasi mengenai produk yang diinginkan seperti ulasan dari pembeli

yang sudah melakukan pembelian, pilihan produk yang lebih luas, kualitas produk

dan harga yang kompetitif yang ditawarkan dalam sistem belanja online. Sehingga

mendorong perubahan perilaku konsumen, terutama mahasiswa untuk beralih dari

belanja offline ke online. Schiffman dan Kanuk menyatakan bahwa "perilaku

konsumen" yaitu menggambarkan urutan langkah-langkah yang diambil orang

saat mencari, memperoleh, menggunakan, menilai, dan bertindak atas barang dan

jasa atau konsep yang dianggap memenuhi kebutuhan mereka.

Meskipun ada banyak manfaat dari belanja online, ada sejumlah faktor yang

perlu dipertimbangkan sebelum melakukan pembelian. Dimana pilihan untuk

membeli didasarkan pada langkah-langkah yang diambil oleh pembeli sebelum

membeli produk. Pelanggan melalui sejumlah langkah saat membuat keputusan

pembelian. Inti dari pengambilan keputusan, menurut Philip Kotler dan

Armstrong, adalah menyoroti sifat masalah, mengumpulkan informasi, menilai

kematangan opsi, dan kemudian memilih tindakan yang paling sesuai berdasarkan

perhitungan tindakan. Oleh karena itu, pada tahap ini, konsumen akan membuat

keputusan untuk membeli barang tersebut dan kemudian menentukan apakah

mereka akan puas dengan barang tersebut.


Kualitas produk, yang mencakup kemampuan produk untuk memenuhi

tujuannya, termasuk daya tahan, keandalan, akurasi, kemudahan operasi dan

pemeliharaan, serta aspek penting lainnya, adalah salah satu hal yang perlu

dipertimbangkan saat membeli secara online di Shopee, menurut Kotler dan

Armstrong.

Oleh karena itu, kualitas produk adalah salah satu faktor yang mempengaruhi

kepuasan konsumen. Dimana kepuasan konsumen itu berkaitan dengan kualitas

produk. Konsumen menganggap nilai suatu produk adalah kualitas yang mereka

dapatkan untuk uang yang mereka keluarkan untuk produk tersebut. Untuk

menarik minat konsumen dalam melakukan pembelian, kualitas produk adalah

pertimbangan penting.

Selanjutnya adalah review produk, yang didefinisikan oleh Romanisyah &

Sitorus sebagai reaksi atau komentar pelanggan yang menawarkan informasi

penting untuk mengevaluasi produk dari berbagai sudut pandang. Evaluasi ini

memberikan informasi berguna bagi calon pelanggan yang ingin membuat

keputusan lebih terinformasi tentang apa yang akan dibeli. Sehingga, sebelum

melakukan pembelian, pelanggan biasanya memeriksa evaluasi yang ditinggalkan

oleh pelanggan sebelumnya di bagian komentar. Hal ini dikarenakan banyaknya

informasi yang beredar mengenai sebuah produk sehingga membuat konsumen

kesulitan dalam memilih informasi yang dapat dipercaya. Maka dari itu review

produk menjadi cukup penting dalam membantu konsumen untuk membuat

keputusan pembelian.
Observasi awal yang dilakukan peneliti menemukan bahwa mahasiswa

FEBI IAIN Palopo angkatan 2020 telah memakai platform shopee untuk membeli

suatu produk. Namun tidak sedikit juga mahasiswa ada yang masih ragu dalam

melakukan pembelian di platform shopee. Hal ini dikarenakan adanya ketakutan

jika barang yang dipesan kurang sesuai atau bahkan tidak sesuai dengan gambar

atau apa yang diinginkan. Mengingat produk tidak dapat dilihat ataupun dipegang

secara langsung1

Sehingga peneliti memilih variabel keputusan pembelian sebagai variabel

dependen. Hal ini dikarenakan keputusan pembelian yang merupakan hasil akhir

dari pengaruh berbagai faktor yang mempengaruhi konsumen dalam melakukan

pembelian. Dimana dalam keputusan pembelian seseorang ataupun kelompok

memilih beberapa pilihan atau memilih salah satu dari banyaknya pilihan. Yang

artinya bahwa seseorang dalam hal ini yaitu mahasiswa sebelum melakukan

pembelian terdapat beberapa alternatif pilihan. Maka dari itu penting bagi

mahasiswa untuk melakukan riset dan mempertimbangkan dengan cermat

sebelum melakukan pembelian di Shopee agar terhindar dari rasa ketidakpuasan,

kerugian atau bahkan rasa kecewa akibat pilihan yang kurang tepat.

Kemudian alasan peneliti memilih variabel kualitas produk pada shopee

sebagai variabel independen. Dalam hal ini, masih ada kejadian yang membuat

ketidakpuasan mahasiswa ketika sudah membeli dan memakai produk pada

shopee dikarenakan produk yang tidak sesuai dengan apa yang di deskripsikan

pada gambar produk yang ditampilkan. Sehingga hal inilah yang menyebabkan

1
Observasi awal pada Iain Palopo angkatan 2020, tanggal 16 Mei 2024.
kekecewaan mahasiswa kepada shopee atau penjual yang melebih-lebihkan saat

menuliskan deskripsi kualitas produk yang dijual. Mengingat hal ini, kualitas

produk dianggap sebagai salah satu elemen yang mempengaruhi keputusan

konsumen dalam membeli barang di Shopee. Di sisi lain, pelanggan akan lebih

cenderung melakukan pembelian online melalui Shopee ketika barang-barang

yang ditawarkan di platform tersebut memiliki kualitas yang baik. Ini sejalan

dengan studi sebelumnya oleh David Humala Sitorus dan Rut Asianti Nainggolan,

yang menemukan bahwa pelanggan membuat keputusan pembelian yang

signifikan dan menguntungkan berdasarkan kualitas produk. Ketika kualitas tinggi

suatu produk menghilangkan keraguan pembeli, hal ini meningkatkan

kepercayaan pembeli untuk melakukan lebih banyak pembelian online.

Begitu juga dengan alasan memutuskan untuk menggunakan variabel review

produk karena peneliti menemukan bahwa masih terdapat mahasisma yang ragu

untuk membeli di Shopee. Hal ini dikarenakan masih ada beberapa toko online

yang menampilkan gambar produk yang menarik, namun ketika produk tersebut

telah diterima oleh konsumen, terkadang produknya kurang sesuai atau bahkan

tidak sesuai dengan yang ditampilkan. Maka dengan adanya review produk diduga

dapat membantu mahasiswa untuk mendapatkan informasi tambahan terkait

produk yang akan dibeli guna meminimalisir adanya rasa kecewa apabila produk

yang tidak sesuai dengan yang ditampilkan. Mengingat produk tidak dapat dilihat

ataupun dipegang secara langsung. Ini didukung penelitian sebelumnya oleh Sri

Mulyana, yang menemukan bahwa keputusan pembeli online untuk membeli

barang di Shopee secara positif dipengaruhi oleh ulasan produk. Semakin positif
ulasan pelanggan, semakin berpengaruh ulasan tersebut dalam mempengaruhi

keputusan pembeli untuk membeli produk.

Maka berdasarkan fenomena dan masalah ini, peneliti ingin melakukan

penelitian lebih dalam studi berjudul“PENGARUH KUALITAS PRODUK

DAN REVIEW PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN

PLATFORM SHOPEE PADA MAHASISWA FEBI IAIN PALOPO

ANGKATAN 2020”.

B. Rumusan Masalah

1. Apakah kualitas produk berpengaruh terhadap keputusan pembelian platform

Shopee pada mahasiswa FEBI IAIN Palopo angkatan 2020?

2. Apakah review produk berpengaruh terhadap keputusan pembelian platform

Shopee pada mahasiswa FEBI IAIN Palopo angkatan 2020?

3. Apakah kualitas produk dan review produk berpengaruh terhadap keputusan

pembelian platform Shopee pada mahasiswa FEBI IAIN Palopo angkatan

2020?

C. Tujuan Penelitian

1. Untuk mengetahui pengaruh kualitas produk terhadap keputusan pembelian

platform Shopee pada mahasiswa FEBI IAIN Palopo angkatan 2020.

2. Untuk mengetahui pengaruh review produk terhadap keputusan pembelian

platform Shopee pada mahasiswa FEBI IAIN Palopo angkatan 2020.

3. Untuk mengetahui pengaruh kualitas produk dan review produk terhadap

keputusan pembelian platform Shopee pada mahasiswa FEBI IAIN Palopo

angkatan 2020.
D. Manfaat Penelitian

Hasil penelitian yang diperoleh diharapkan dapat memberikan manfaat

sebagai berikut:

1. Manfaat Teoritis

Diharapkan meningkatkan pengetahuan tentang dampak kualitas produk dan

review produk dalam keputusan pembelian.

2. Manfaat Praktis

Bagi peneliti

Sebagai syarat untuk menuju gelar S1 dalam Program Studi Manajemen

Bisnis Syariah, juga untuk menambah wawasan terkait perilaku mahasiswa

dalam melakukan keputusan pembelian secara online .


BAB II
KAJIAN TEORI

A. Kajian Penelitian Terdahulu yang Relevan

1. Penelitian Riska Sari Melati dan Renny Dwijayanti dengan judul penelitian

“Pengaruh Harga dan Online Consumer Review Terhadap Keputusan

Pembelian Case Handphone Pada Marketplace Shopee (Studi Pada

Mahasiswa Surabaya)”. Temuan penelitian ini yang berfokus pada siswa

Surabaya menunjukkan bahwa variabel harga mempengaruhi pembelian

casing ponsel di pasar Shopee, dimana pelanggan mempertimbangkan biaya

saat melakukan pembelian online. Keputusan pembelian sedikit banyak

dipengaruhi oleh variabel ulasan pelanggan online. Pelanggan yang berniat

untuk membeli produk tersebut akan mengetahui rinciannya berkat

ketersediaan ulasan pelanggan sebelumnya. Dan harga dan ulasan produk

keduanya berdampak pada keputusan untuk membeli. Kesamaan keduanya

adalah menggunakan teknik sampling non-probability. Kemudian

pengambilan sampel berbeda dari penelitian sebelumnya.

2. Penelitian dari Rut Asianti Nainggolan dan David Humala Sitorus dengan

judul penelitian “Pengaruh Kualitas Produk dan Review Produk

Terhadap Keputusan Pembelian Secara Online Pada Marketplace

Shopee di Kota Batam”. Menurut temuan studi tersebut, terdapat korelasi

positif parsial dan simultan antara variabel kualitas produk dan ulasan produk
serta keputusan untuk membeli di Shopee. Elemen utama yang meningkatkan

kepercayaan konsumen dalam melakukan pembelian online melalui platform

Shopee adalah kualitas luar biasa dari barang-barang yang ditawarkan di situs

tersebut dan evaluasi positif dari pengguna. Ini menunjukkan bahwa

preferensi konsumen untuk berbelanja online melalui platform Shopee

meningkat secara signifikan ketika ulasan positif dari pelanggan dan kualitas

produk yang memuaskan. Kesamaannya adalah keduanya menggunakan

teknik kuantitatif untuk membahas review produk dan kualitas produk, dan

purpose sampling digunakan dalam pengambilan sampel . Kemudian subjek

penelitian ini berbeda dari penelitian sebelumnya.

3. Penelitian dari Yuni Siti Nuraeni dan Dwi Irawati dengan judul “Pengaruh

Online Customer Review, Kualitas Produk, dan Promosi Terhadap

Keputusan Pembelian Pada Marketplace Shopee (Studi Kasus pada

Mahasiswa UBSI)”. Temuan studi ini menunjukkan bahwa online customer

review, kualitas produk, dan promosi semuanya secara parsial dan bersamaan

memiliki dampak yang positif. Ulasan pelanggan, yang didasarkan pada

pengalaman pelanggan sebelumnya, dapat membantu calon pembeli untuk

mempelajari lebih lanjut tentang produk tersebut. Selain itu, kualitas produk

juga penting; semakin baik barangnya, semakin besar kemungkinan pembeli

akan melakukan pembelian. Selain itu, karena promosi adalah jenis

komunikasi tertentu yang digunakan untuk memenuhi tujuan pemasaran, hal

ini dianggap memiliki dampak pada variabel promosi. Adapun persamaanya


sama meneliti terkait review produk dan kualitas produk. Sedangkan

perbedaannya terletak pada objek penelitiannya

4. Penelitian dari Sri Mulyana dengan judul “Pengaruh Harga dan Ulasan

Produk Terhadap Keputusan Pembelian Produk Fashion Secara Online

Pada Shopee di Pekanbaru”. Hasil analisis menunjukkan bahwa harga

bukan menjadi alasan utama untuk membeli produk fashion secara online. Ini

disebabkan oleh banyaknya pertimbangan pelanggan untuk mengetahui

produk yang diinginkan dan juga realitas menunjukkan bahwa masih banyak

penjual yang memberikan harga rendah, tetapi tidak sebanding dengan

kualitas yang ditawarkan, dan bahkan ada yang tidak sesuai sama sekali.

Selanjutnya dalam hal ulasan produk, secara empiris berpengaruh positif dan

signifikan terhadap keputusan konsumen untuk membeli produk fashion

secara online di Shopee. Adapun persamaannya yaitu sama- sama membahas

terkait customer review dan harga menggunakan metode penelitian

kuantitatif. kemudian perbedaan nya dengan penelitian terdahulu terletak

pada subjek penelitian.


B. Landasan Teori

1. Kualitas Produk

a. Definisi kualitas produk

Produk diartikan sebagai segala sesuatu yang disuguhkan di pasar untuk

diperhatikan, dimilik, digunakan, dengan tujuan memenuhi keinginan atau

kebutuhan. Kualitas, di sisi lain, biasanya dikaitkan dengan manfaat atau fungsi

dari produk tersebut. Sesuai pendapatt Juran, kualitas produk diukur berdasarkan

sejauh mana produk tersebut dapat memenuh ekspektasi dan kepuasan pelanggan.

Dengan demikian perusahaan atau produsen perlu fokus terutama pada

kualitas produk karena hal ini langsung terkait dengan kepuasan pelanggan, yang

merupakan tujuan dari inisiatif pemasaran bisnis. Kualitas produk adalah sejauh

mana suatu merek atau produk tertentu dapat memenuhi tujuan tertentu. Kualitas

produk adalah ukuran ketahanan, akurasi, keandalan, dan kemudahan

penggunaan.

Kualitas produk merupakan elemen penting yang berdampak pada keputusan

pembelian, kepuasan pelanggan, citra merek, dan kesuksesan bisnis secara

keseluruhan. Sehingga, sangat krusial bagi konsumen untuk menentukan produk

yang berkualitas, serta bagi produsen untuk memastikan bahwa barang yang

mereka tawarkan memenuhi standar kualitas yang tinggi. Dengan cara ini, baik
konsumen maupun produsen dapat memperoleh manfaat optimal dari interaksi

mereka.

Kualitas produk adalah karakteristi yang terdapat pada sebuah produ yang

berkontrbusi kepada kemampuannya dalam mengakomodasi permintan yang telah

ditetapkan. Barang yang diproduksi oleh perusahaan dijual di pasar dengaan

harapan untuk menarik perhatian, kegunaan, dengan mempertimbangkan

permintaan konsumen.

Kualitas produk, menurut Kotler, mencakup semua atribut dari produk atau

layanan yang membantunya memenuhi permintaan eksplisit dan implisit. Menurut

Lupiyoadi, pelanggan akan senang jika temuan penilaian mereka menunjukkan

bahwa produk yang digunakan memenuhi kriteria kualitas yang diharapkan. Oleh

karena itu, semakin puas pelanggan dengan suatu merek, semakin tinggi kualitas

barang yang dijual.

Kualitas produk yang tinggi akaan memberikan kepuasan pengguna yangg

mempermudah pemasaran produk. Kepuaasan yang dialami oleh pelanggan

membuat barang memiliki tempat khusus di hati mereka, yang jelas bermanfaat

untuk produk tersebut karna pembeli tidak akan mengalami keraguam saat

memutuskan untuk membelinya. Keberhasilan suatu produk bergantung pada

kepercayaan konsumen terhadap atribut yang dijual, yang akan mencukupi harapa

mereka. Sebuah brand wajib mempunyai kelebihan kompetitif yang menjadi

pertimbanganbagi pembeli dalam memilah brand. Keistimewaan asosiasi brand


dapat berlandaskan pada karakteristik , kegunaan , atau citra yang dirasakan oleh

pembeli.

b. Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas produk

1) Fungsi produk

Tujuan atau fungsi untuk apa produk tersebut dirancang.

2) Penampilan luar

Aspek eksternal produk dapat diamati bukan hanya dari bentuknya,

namunwarna dan kemasannya juga.

3) Harga produk terkait

Harga barang dan biaya pengiriman kepada pelanggan adalah contoh biaya

yang terkait dalam memperoleh barang.

c. Manfaat kualitas produk

Menurut Ariani, menciptakan kualitas produk yang baik memiliki beberapa

manfaat, diantaranya:

1) Mengoptimalkan kredibiliitas perusahaan


Perusahan yang memproduksi barang ataupun layanan baik akan diakui

sebagai lembaga yang mengedepankan kualtas, sehingga dikenal dan

meraih keunggulan bagi publik.

2) Menurungkam Biaya

Untuk memproduksi barang atau layanan berkualitas, perusahaan tidak

harus menginvestasikan dana yang tinggi. Dikarenakan perusahaan

berfokuspada kepuasan pelanggan dengan memproduksi macam, tempo

dan kuantitas barang yang memenuhi ekspektasi dan kebutuan pelanggan

3) Meningkatkam Pangsa Pasar

Pangsa pasar bisa ditingkatkan apabila biaya bisa dioptimalkan,

dikarenaka perusahan dapat mengurangi biaya sambil tetap

mempertahankan kualitas sebagai prioritas.

4) Dampak global

Dengan menawarka barang atau layanan berkualtas, perusahaan tidak

hanya diketahui di pasar lokal, namun dapat diakui di pasar global.

5) Tanggung Jawab Produk

Dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat, perusahaan diharuskan

untuk memikul tanggungjawab atas rancangan, proses dan distribusi

produk dalam mewujudkan harapan pelanggan.

6) Penampilan Produk
Kualitas yang baik akan menciptakan barang dan layanan lebih terkenal,

sehingga perusahaan yang memproduksinya turut mendapatkan

kepercayaan dari masyarakat.

7) Mewujudkan Kualitas yang Dirasakan Penting

Saat ini, persaingan lebih berfokus pada kualitas daripada harga, yang

memotivasi pelanggan untuk berbelanja produk dengan tarif lebih tinggi

jika kualitasnya juga tinggi

d. Dimensi kualitas produk

Kotler menyatakan bahwa ada dua dimensi kualitas produk:

1) Level (performance quality). Tingkat dimana sebuah produk dapat

menunjukkan kemampuannya dikenal sebagai kualitas kinerjanya. Di sini,

fungsionalitas produk sangat terlihat dan berbeda dari pesaing. Level diukur

dari:

a) Kenyamanan (kemudahan), kapasitas produk untuk menawarkan

kenyamanan, ke mudahan pelanggannya;

b) Ketahanan (ketahanan), sering dikenal sebagai umur produk atau jumlah

waktu produk akan bertahan sebelum perlu diservis


c) Model atau desain (design), model dan nilai produk sesuai dengan

keinginan pelanggan. Kualitas material, poduk ini terbuat dari bahan premium

yang meningkatkan fungsionalitasnya.

2) konsisten (conformance quality) yaitu yang secara stabil memberikan kualitas

yang diharapkan oleh pelanggan, menunjukkan bahwa produk tersebut, pada

kenyataannya, memenuhi persyaratan kualitas. Konsistensi yang sedang

dibahas adalah:

a) Tidak ada cacat atau kesalahan. Yang artinya tidak ada kesalahan yang

terjadi selama proses produksinya.

b) Konsisten,berarti bahwa produk selalu berkinerja sesuai dengan yang

diharapkan untuk pelanggan.

e. Indikator kualitas produk

Menurut Haris dan Welsa, indikator kualitas produk :

1) Keandalan (reliability), adalah kemampuan menjaga kualitas dan konsistensi

pelayanan kepada pelanggan. Produk yang memiliki reliabilitas tinggi berarti

produk tersebut dapat diandalkan karena kemungkinan kerusakannya kecil.

2) Daya tahan (durability), ini merujuk pada daya tahan produk dalam

penggunaan normal, seperti perkiraan masa pakai produk.

3) Kesesuaian dengan spesifikasi, ini menunjukkan apakah ada cacat pada

produk atau seberapa baik desain dan fitur fungsi sesuai dengan persyaratan

yang telah dicantumkan sebelumnya.


2. Review Produk

a. Definisi review produk

Review produk berperan krusial dalam proses pengambilan keputusan

pembelian. Ulasan yang jujur dan informatif mampu memberikan bantuan kepada

pelanggan dalam memilih opsi yang lebih tepat, disamping itu, memberikan

masukan bernilai untuk perusahaan dalan meningkatkan barangnya.

Menurut Agustinus & Marbun, ulasan produk digunakan sebagai alat untuk

memperoleh informasi yang berguna yang dapat memengaruhi keputusan

pembelian konsumen. Sedangkan menurut Kotler dan Keller, review produk yaitu

bagian penting dari proses pemasaran yang membantu konsumen dalam

pengambilan keputusan. Ulasan yang baik dapat memberikan informasi yang jelas

tentang kelebihan dan kekurangan produk, serta membantu membangun

kepercayaan konsumen terhadap merek. Disamping itu juga, Matzler dan Bidmon

menekankan pentingnya ulasan produk dalam memperbaiki citra merek. Ulasan

positif dapat meningkatkan reputasi merek, sementara ulasan negatif dapat

merusak citra merek. Oleh karena itu, perusahaan perlu memperhatikan umpan

balik dari konsumen dan meresponsnya dengan baik.

Dari pandangan para ahli, dapat disimpulkan bahwa review produk

memainkan peran yang sangat krusial pada proses pengambilan keputusan

konsumen. Ulasan yang informatif dan objektif bisa membantu pembeli

memahami produk dengan lebih baik, serta memberikan penjelasan yang lebih

jelas terkait nilai dan kualitas produk. Selain itu, ulasan juga berkontribusi pada
citra merek. Oleh karena itu, baik konsumen maupun produsen atau perusahaan

harus memperhatikan review produk.

Secara teknis, ketika seseorang menggunakan suatu produk, mereka menulis

pengalaman mereka dan memberikan penilaian berdasarkan seberapa puas

mereka. Sebagaimana dinyatakan oleh Flanagin dan Metzger dalam online

custumer review, terdiri dari tiga dimensi, yaitu:

1. Kejujuran merupakan pilihan yang konsisten bagi seseorang dalam

mengekspresikan perasaan, kata-kata, dan tindakan mereka.

2. Berpengalaman mencerminkan keahlian dalam mengidentifikasi kebutuhan

suatu kelompok, memprioritaskan layanan, merencanakan strategi, dan

mengembangkan program layanan yang berorientasi pada kebutuhan.

3. Bermanfaat adalah suatu bentuk kinerja yang memberikan keuntungan, di

mana manfaatnya memungkinkan pelanggan untuk memperoleh informasi

yang jelas mengenai produk.

b. Jenis- jenis review produk

1) Review positif

Ulasan yang menekankan keunggulan dan pengalaman positif pengguna

dengan produk. Biasanya mencakup aspek seperti kualitas, kinerja, dan tingkat

kepuasan secara keseluruhan.

2) Review negaatif
Ulasan yang menyampaikan ketidakpuasan atau masalah yang dialami

pengguna terkait produk. Ini dapat mencakup kekurangan, kerusakan, atau

pengalaman yang tidak menyenangkan.

3) Review campuran

Ulasan yang mencakup baik aspek positif maupun negatif dari produk.

Pengguna memberikan perspektif yang seimbang mengenai kelebihan dan

kekurangan produk tersebut.

4) Review video

Ulasan yang disampaikan dalam format video, sering kali diunggah di platform

seperti YouTube. Ini memberikan penjelasan yang lebih jelas terkait barang

dan cara penggunaannya.

5) Review teks

Ulasan yang ditulis dalam bentuk teks, biasanya ditemukan di situs web atau

blog. Ini adalah bentuk yang paling umum dan sering kali menyajikan

informasi yang lebih mendalam.

c. Tujuan review produk

1) Memberikan Informasi

Review produk bertujuan untuk memberikan informasi yang berguna

kepada calon pembeli mengenai kualitas, kelebihan, dan kekurangan

produk.

2) Membantu Keputusan Pembelian


Ulasan dari pengguna sebelumnya mampu memberikan bantuan terhada

pelanggan dalam memilih opsi belanja yang lebih tepat dengan memberikan

perspektif yang berbeda.

3) Meningkatkan Kepercayaan

Ulasan yang baik dapat memperbesar kepercayaan pelanggan terhadap

barang dan brand, sedangkan review negatif dapat memberikan peringatan

kepada calon pembeli.

d. Manfaat review produk

1) Meningkatkan pelayanan

Ulasan memberikan wawasan tentang kepuasan pelanggan secara

keseluruhan, memberikan, memberikan bisnis umpan balik mengenai

preferensi pelanggan. Informasi ini memungkinkan kamu untuk

meningkatkan layanan dan menyelesaikan masalah yang mungkin dihadapi

konsumen.

2) Review produk berkontribusi penting pada kredibilitas sebuah bisnis.

Review positif menciptakan kredibilitas yang baik. Sementara, review

negative membuka peluang untuk perbaikan. Respons solutif terhadap

review negatif mampu menciptakan kesan bahwa kamu benar-benar

memperhatikan kebutuhan dan harapan pelanggan.

3) Menyediakan bukti sosial

Saat ini validasi sosial menjadi faktor penting dalam pengambilan keputusan

pembelian keputusan pembelian pelanggan. Review positif bisa bertindak


sebagai bukti sosial yang meyakinkan pelanggan baru tentang kualitas dan

keandalan produk atau layanan yang kamu tawarkan.

4) Menciptakan loyalitas pelanggan

Konsumen yang meluangkan waktu untuk memberikan review cenderung

peduli dengan bisnis kamu. Jika ditangani dengan baik, review tersebut

dapat menjadi fondasi untuk menciptakan loyalitas pelanggan yang kuat.

5) Meningkatkan peringkat pencarian

Ulasan positif yang menyebutkan kata kunci dan nama lokasi berkontribusi

untuk meningkatkan peringkat di platform seperti google map. Hal ini

meningkatkan visibilitas bisnis kamu dan menarik lebih banyak pelanggan

potensial.

6) Sebagai materi marketing

Mengolah review positif sebagai strategi pemasaran mikro dapat

memberikan dampak jangka panjang signifikan. Memasukan kutipan atau

konten lengkap dari ulasan positif ke dalam website atau platorm media

sosial merupakan langkah cerdas untuk membangun citra positif dan

memperkuat keterlibatan pelanggan.

Selain memiliki manfaat review produk juga memiliki dampak bagi

perusahaan, diantaranya:

1) Reputasi Merek

Ulasan positif dapat meningkatkan reputasi merek, sedangkan ulasan negatif

dapat merusak citra merek.

2) Loyalitas Pelanggan
Pelanggan yang senang pada barang biasanya menjadi pelanggan loyal dan

menyarankan barang kepada orang lain.

3) Inovasi Produk

Umpan balik dari review dapat membantu perusahaan dalam

mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki dan mengembangkan produk

baru yang lebih baik.

e. Tantangan dalam review produk

Meskipun review produk memiliki banyak manfaat, ada beberapa tantangan

yang perlu diperhatikan:

1) Ulasan Palsu

Beberapa perusahaan atau individu mungkin mencoba memanipulasi ulasan

untuk meningkatkan reputasi produk mereka. Ini dapat merugikan

konsumen dan merusak kepercayaan terhadap platform review.

2) Bias dalam Ulasan

Ulasan yang sangat positif atau negatif mungkin tidak selalu mencerminkan

pengalaman umum. Konsumen perlu membaca berbagai ulasan untuk

mendapatkan gambaran yang lebih akurat.

3) Perubahan Kualitas

Kualitas produk dapat berubah seiring waktu, sehingga ulasan yang lebih

lama mungkin tidak lagi relevan.


f. Indikator review produk

Menurut Weisstein indikator review produk ada 3 diantaranya yaitu:

1) Kesesuaian (Conformity), memberikan evaluasi yang didasarkan pada

kenyataan.

2) Pemahaman (Understandability), yaitu ulasan yang memberikan penjelasan

terkait informasi mengenai produk.

3) Keekspresifan (Expressiveness), yaitu informasi yang menyajikan tujuan

dan maksud yang jelas.

3. Keputusan pembelian

a. Pengertian keputusan pembelian

Eksistensi manusia senantiasa terkait dengan kegiatan transaksi. Sebelum

bertransaksi, biasany pembeli merenungkan keputusan pembelian terlebih dahulu.

Keputusan pembelian adalah proses individu yang terlibat secara langsung dalam

menentukan memperoleh barang yang disediakan oleh penjual.

Tjiptono menjelaskan bahwa keputusan pembelian yaitu proses yang dimulai

dengan pengenalan masalah oleh konsumen. Selanjutnya, mereka mencari

informasi terkait produk tertentu dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap

produk.

Kotler dan Armstrong mengatakan bahwasannya proses pengambilan

keputusan pembelian pembeli terdiri dari lima langkah yang dilalui oleh pembeli

sebelum mencapai keputusan untuk membeli, serta melanjutkan ke tahap pasca


pembelian. Ini mengisyaratkan bahwa proses pembelian yang dilakukan oleh

pembeli dimulai jauh sebelum tindakan pembelian itu dilakukan dan memiliki

konsekuensi yang berlanjut setelah pembelian selesai.

Berdasarkan Howard dalam Swastha dan Handoko, pembelian oleh

pelanggan dipandang sebagai proses menyelesaikan permasalahan, yang terdiri

dari tiga jenis situasi, yaitu:

1) Perilaku responsi rutin

Tipe sikap pembeliam yang relatif sederhana terjadi pada transaksi bernilai

rendah dan selalu dilakukam. Pada konteks, konsumen telah mengenal

brand dan atribut-atributnya. konsumen tidak selalu memilih brand yang

sama dikarenakan terpengaruh oleh ketersediaan barang dan faktor-faktor

lainya. Namun, secara umum, aktivitas pembelian ini dijalankan secara

rutin dan tidak memerlukan banyak pemikiran, usaha, atau waktu.

2) Penyelesaian masalah terbatas

Pembeliam menjadi rumit apabila konsumen tidak mengenal suatu brand

pada kategori barang yang diinginkan, dengan begitu mereka memerlukan

lebih banyak informasi sebelum mengambil keputusan untuk berbelanja.

3) Penyelesaian masalah ekstensif

Situasi yang sangat rumit akan dihadapi oleh seorang pembeli jika tipe

barang yang kurang dimengerti dam kriteria penggunaannya kurang

diketahui. Pada situasi ini, pemahaman tentang tahapan akumulasi


informasi dan penilaian yang dilakukan para pembeli perlu dimiliki oleh

perusahaan, serta dukungan terhadap proses pembelajaran mereka

mengenai atribut-atribut dari kelompok produk tersebut harus diberikan.

Sehingga, ditarik kesimpulan bahwasanya keputusan pembelian yaitu proses

berurutan yang diawali dengan pengenalan kebutuhan, diteruskan mencari

informasi, evaluasi alternatif, dan ujungnya keputusan untuk bertransaksi. Proses

ini juga mencakup tahap pasca pembelian yang memengaruhi kepuasan dan

kesetiaan pelanggan. Dengan kata lain, keputusan pembelian adalah proses

kompleks yang memerlukan perhatian perusahaan untuk memahami dan

memenuhi kebutuhan konsumen.

b. Peran konsumen dalam membeli

Pemilihan barang oleh pembeli terpengaruh oleh tingkah sikap pembeli.

Perusahaan perlu memahami sikap pembeli dalam menyadari apa yang

diperlukan, maka, diharapkan perusahaan mampu menyanggupi keperluan

tersebut, dimana pada gilirannya akan memengaruhi kesetiaan. Berdasarkan

Kotler dan Armstrong , terdapat beberapa sikap pembeli pada proses pembelian:

1) Pemrakarsa (Initiator)
Individu yang awal mula mengusulkan untuk bertransaksi sebuah barang

atau layanan tertentu.

2) Pembeli berpengaruh (Influencer)

Individu yang pendapat atau sarannya memiliki pengaruh signifikan

terhadap keputusan akhir pembelian.

3) Pengambil keputusan (Decider)

Individu yang sangat menentukam sebagiam atau seluruh keputusan

berbelanja, termasuk siapa yang membeli, apa yang dibeli, kapan

pembelian dilakukan, bagaimana pembelian dilakukan, dan tempat

pembelian dilakukan.

4) Pembeli (Buyer)

Individu yang melakukam transaksi secara langsung.

5) Pengguna (User)

Individu yang mengkonsumsi atau memakai produk dan layanan tersebut.

c. Proses keputusan pembelian

Menurut Kotler, seorang konsumen melalaui lima langkah dalam proses

pengambilan keputusan sebelum memutuskan untuk melakukan pembelian. Ini

menunjukkan bagaimana perilaku pembelian pelanggan dimulai jauh sebelum

transaksi sebenarnya dan terus berpengaruh bahkan setelah pembelian selesai.

1) Pengenalan Kebutuhan
Proses pembelian dimulai ketika pembeli mengidentifikasi kebutuhan atau

masalah. Baik rangsangan internal maupun eksternal dapat menjadi sumber

dari keinginan tersebut. Pemasar perlu menentukan keadaan mana yang

menyebabkan keinginan tertentu.

2) Pencarian Informasi

Konsumen akan lebih termotivasi dalam melakukan keputusan pembelian

ketika mendapatkan lebih banyak informasi.

3) Evaluasi Alternatif

Pelanggan menunjukkan preferensi merek mereka sepanjang tahap penilaian,

dan mereka juga dapat menunjukkan kesediaan belanja produk yang mereka

suka.

4) Keputusan Pembelian

Konsumen dapat membuat keputusan pembelian utama dalam memenuhi niat

pembelian mereka, yaitu brand dan pemasok.

5) Perilaku Pasca Pembelian

Bahkan setelah pembelian, pekerjaan pemasar belum selesai.

a) Kepuasan Pasca Pembelian

Tingkat kesesuaian kinerja produk dengan harapan klien adalah ukuran

kepuasan pelanggan. Apabila performa barang tidak sesuai harapan,


pembeli akan tidak senang; apabila memenuhi, mereka akan senang dan

sangat puas.

b) Tindakan Pasca Pembelian

Kepuasan atau ketidakpuasan pelanggan dapat memengaruhi bagaimana

mereka berperilaku di masa depan. Pelanggan lebih cenderung membeli

barang tersebut jika mereka puas dengan barang tersebut.

d. Faktor umum yang dapat mempengaruhi keputusan pembelian konsumen

Ketika kita berbelanja, kita secara otomatis mempertimbangkan banyak faktor

sebelum membuat pembelian. Berikut adalah beberapa variabel yang mungkin

mempengaruhi keputusan untuk membeli:

1) Harga yang terjangkau

Harga adalah komponen penting dalam penyediaan barang. orang dapat

meragukan kualitas produk tersebut. Namun, pelanggan mungkin akan

mencari toko lain yang dapat memberikan harga lebih rendah jika harganya

terlalu tinggi.

2) Akses yang mudah

Memastikan toko mudah diakses sangat penting, terutama jika menjalankan

bisnis online. Karena pelanggan mungkin kehilangan minat pada bisnis dan

mencari yang lain jika mereka kesulitan menemukan atau menggunakan

platform tempat berjualan. Selain itu, pastikan bahwa pelanggan dapat

menghubungi toko dengan mudah.

3) Tampilan toko dan produk


Toko dan produk memainkan peran yang sangat krusial dalam dunia

perdagangan. Toko memberikan akses dan pengalaman berbelanja yang

diperlukan untuk menarik minat pelanggan, sedangkan produk berkualitas

memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen. Keduanya saling

melengkapi dan berkontribusi pada kesuksesan usaha . Dengan begitu,

perusahaan harus memperhatikan kedua aspek, yaitu toko dan produk, untuk

mencapai tujuan pemasaran dan meningkatkan kepuasan pelanggan.

Pentingnya membuat penampilan toko atau situs web dan produk lebih

menarik secara visual agar pelanggan tertarik untuk membeli dan mencari

lebih lanjut mengenai produknya.

4) Informasi, ketersediaan, dan kualitas produk

Ketika informasi tentang produk tidak disampaikan dengan jelas, konsumen

cenderung meragukan baik kualitas produk maupun kredibilitas bisnis itu

sendiri. Selain itu, kurangnya informasi dapat memperlambat proses belanja,

oleh karena itu, penting untuk mencantumkan informasi produk secara rinci

beserta foto yang representatif. Semakin lengkap dan jelas informasi yang

nndiberikan, semakin besar keyakinan konsumen untuk melakukan

pembelian. Selain itu, penting juga untuk mencantumkan ketersediaan

produk. Pastikan produk selalu tersedia, terutama yang menjadi favorit

konsumen.

5) Promosi yang menarik


Salah satu elemen terpenting dalam menarik perhatian pelanggan adalah

promosi. Akibatnya, banyak perusahaan menjalankan promosi besar-besaran

pada waktu-waktu tertentu.

e. Tantangan keputusan pembelian

Proses pengambilan keputusan oleh pembeli dapat menghadapi bermacam

kendala. Kendala utamaya berkaitan dengan kesulitan dan perubahan yang

menyertai sikap pembeli. Memahami kendala-kendala ini mampu mendukung

perusahaan dalam merumuskan strategi pemasaran yang lebih efisien dan

mendukung pelanggan dalam menghadapi kendala dalam proses pengambilan

keputusan. alternatif efektif meliputi penyediaan informasi yang jelas,

mempermudah pengambilan keputusan dengan mengurangi risiko, dan

membangun interaksi yang menyenangkan.

Rintangan yang selalu dilewati pembeli dalam proses pengambilan keputusan

pembelian mencakup:

1) Terlalu Banyak Pilihan (Overchoice)

Ketika konsumen dihadapkan pada beragam pilihan, terutama dalam pasar

yang sangat beragam, mereka dapat mengalami kebingungan dan kesulitan

dalam menentukan pilihan. Hal ini dapat menghambat proses pengambilan

keputusan, mengakibatkan keputusan yang tertunda, atau keterlambatan

dalam melakukan pembelian.

2) Ketidakpastian Informasi
Pembeli sering kali mengalami keraguan terkait informasi mengenai

barang atau jasa, khususnya untuk barang atau jasa yang rumit atau baru.

Keterangan yang ambigu, kurang menyeluruh atau tidak bisa diandalkan

dapat menghambat pembeli dalam menentukan pilihan yang benar.

3) Pengaruh Sosial dan Kelompok

Pendapat dari kelompok sosial, teman, atau influencer bisa memengaruhi

keputusan pembelian. Rintangan ini timbul saat pelanggan merasa

tertekam untuk menyamai tren atau standar sosial, meskipun hal tersebut

tidak selaras dengan keperluan atau selera mereka.

4) Faktor Emosional

Emosi berperan penting pada keputusan bertransaksi. Pembeli sering kali

membuat keputusan dikarenakan perasaan atau emosi yang akhirnya

mengarah pada keputusan yang terburu-buru, tidak logis, dan mungkin

tidak sejalan dengan keperluan jangka panjang. Emosi seperti rasa cemas

atau bahagia dapat mempengaruhi keputusan belanja, mengganggu

pemikiran rasional, dan mendorong pembeli untuk bertindak impulsif.

5) Tantangan Teknologi dan E-Commerce

Kemajuan teknologi dan ekspansi e-commerce menawarkan berbagai

pilihan belanja kepada pelanggan, dan menghadirkan rintangan baru


seputar keamanan transaksi digital dan dan kepercayaan pada barang atau

brand yang tidak pernah dilihat secara fisik.

6) Pengaruh Media dan Periklanan

Konsumen terpapar pada berbagai pengaruh dari media, periklanan, ulasan

online, dan pendapat kelompok sosial atau teman, yang dapat

menyebabkan informasi yang terlalu banyak atau tidak objektif. Media dan

iklan memainkan peran krusial dalam membentuk pandangan pelanggan,

dan informasi atau pengaruh yang berlebihan dapat membuat mereka

bingung.

f. Indikator keputusan pembelian

Beberapa indikator r yang diusulkan oleh Kotler dan Keller, antara lain:

1) Produk Pilihan

Ini adalah hasil dari pilihan pembelian orang-orang dan mencakup apa pun

yang mungkin menghasilkan keuntungan atau kerugian melalui proses

pertukaran.

2) Merek Pilihan

Pemasar menggunakan merek sebagai instrumen utama berebda dar barang

pesaing.

3) Penentua saat Pembelian


Pilihan ini dibuat setelah semua opsi yang tersedia dipertimbangkan

sebelum melakukan pembelian.

4) Situasi Saat Pembelian

Dalam hal ini, pembeli dihadapkan pada berbagai keputusan yang harus

diambil ketika menjalani proses pembelian.

C. Kerangka Pikir

Terdapat pengaruh berdasarkan studi relevan dimasa lalu dan tinjauan literatur

yang dilakukan oleh veriabel independent terhadap variabel dependen, maka

penelitian ini dapat mengembangkan kerangka berpikir yang dibuat dalam dalam

bentuk:

Gambar 2.1 Kerangka Pikir

Kualitas produk (X1)

Keputusan Pembelian (Y)

Review Produk (X2)

D. Hipotesis
Hipotesis penelitian adalah respons atau asumsi teoritis sementara. Dalam

situasi seperti ini, data penelitian lapangan harus digunakan untuk menguji

hipoteis. Teori-teori berikut akan diteliti dalam studi ini:

1. Pengaru kualitas produk (X1) terhadap keputusan pembelian (Y).

H0 : Tidak terdapat pengaruh kualitas produk terhadap keputusan pembelian

platform shopee pada mahasiswa FEBI IAIN Palopo angkatan 2020.

Ha : Terdapat pengaruh kualitas produk terhadap keputusan pembelian

platform shopee pada mahasiswa FEBI IAIN Palopo angkatan 2020.

2. Pengaruh review produk (X2) terhadap keputusan pembelian (Y).

H0 : Tidak terdapat pengaruh review produk terhadap keputusan pembelian

platform shopee pada mahasiswa FEBI IAIN Palopo angkatan 2020.

Ha : Terdapat pengaruh review produk terhadap keputusan pembelian platform

shopee pada mahasiswa FEBI IAIN Palopo angkatan 2020.

3. Pengaruh kualitas produk (X1) dan review produk (X2) terhadap keputusan

pembelian(Y).

H0 : Tidak terdapat pengaruh kualitas produk dan review produk terhadap

keputusan pembelian platform shopee pada mahasiswa FEBI IAIN Palopo

angkatan 2020.

Ha : Terdapat pengaruh kualitas produk dan review produk terhadap

keputusan pembelian platform shopee pada mahasiswa FEBI IAIN Palopo

angkatan 2020

BAB III
METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Penelitian kuantitatif deskriptif adalah metodologi yang digunakan. Sugiyono

mengklaim bahwa karena penelitian kuantitatif telah mematuhi prinsip-prinsip

ilmiah secara nyata atau empiris, objektif, kuantitatif, logis, dan metodis, itu

adalah pendekatan ilmiah yang didasarkan pada ideologi positivisme. Mengujikan

hipotesis yang telah ditetapkan adalah tujuan dari pendekatan kuantitatif.

B. Lokasi dan Waktu Penelitian

1. Lokasi penelitian

Terletak di FEBI IAIN Palopo pada angkatan 2020 program Ekonomi Islam,

Manajemen Bisnis Islam, dan Perbankan Islam.

2. Waktu penelitian

Studi ini dimulai pada April 2024 dan berlangsung hingga selesai.

C. Definisi Operasional Variabel


Tabel 3.1 Definisi Operasional

Variabel Definisi Indikator

Kualitas Menurut Kotler, kualitas produk yaitu 1. Keandalan.


Produk (X1)
mencakup semua atribut dari produk 2. Daya tahan.
atau layanan yang membantu memenuhi 3. Kesesuaian dengan
permintaan baik ekspilist dan implisit. spesifikasi.

Review Menurut Weisstein review produk 1. Kesesuaian


Produk (X2)
adalah evaluasi atau penilaian yang 2. Pemahaman
dilakukan terhadap suatu produk oleh 3. Keekspresifan
konsumen atau ahli yang
berpengalaman. Review produk
biasanya berisi pendapat, pengalaman,
dan kesan dari orang yang telah
menggunakan produk tersebut.
Keputusan Menurut Kotler dan Keller keputusan 1. Produk pilihan.
Pembelian
pembelian yaitu serangkaian langkah 2. Merek pilihan.
(Y)
yang diambil oleh konsumen dalam 3. Penentuan saat
mengevaluasi pilihan, membandingkan pembelian.
alternatif, dan akhirnya memutuskan 4. Situasi saat
produk mana yang akan dibeli. pembelian.

D. Populasi dan Sampel


1. Populasi

Populasi yaitu Kumpulan item penelitian, yang mungkin termasuk individu

hidup, peristiwa, atau objek yang digunakan sebagai sumber data mewakili aspek-

aspek tertentu dari studi. Populasi dari penelitian mencakup semua mahasiswa

tahun 2020 yang menggunakan aplikasi Shopee di FEBI IAIN Palopo.

2. Sampel

Merupakan sekelompok anggota dari suatu kategori atau kumpulan objek yang

digunakan sebagai dasar untuk memperoleh informasi atau menarik kesimpulan

tentang kategori tersebut.

Teknik pengambilan sampel yang dipakai yaitu teknik nonprobability

sampling, Studi ini mempertimbangkan hal-hal berikut:

a) Konsumen memiliki aplikasi shopee;

b) Mahasiswa FEBI IAIN Palopo angkatan 2020.

c) Melakukan pembelian paling minimal satu kali.

Karena populasi tidak diketahui secara pasti, sampel diambil dengan

maksimal 50% dan 10% tingkat kesalahan. Ini dilakukan dengan menggunakan

rumus Lemeshow.

2
z . P .(1−P)
n= 2
d

Keterangan:

n = Jumlah sampel / jumlah responden

z = Skor z pada kepercayaan 95% = 1,96


p = Maksimal estimasi

d = Tingkat kesalahan

2
1, 96 × 0 ,5 (1−0 , 5)
n=
0 , 12

3,8416 ×0 , 5 ×0.5
n= 2
0 ,1

0,9604
n= = 96,04 dibulatkan menjadi 96.
0 , 01

Dari rumus diatas didapatkan sampel sebanyak 96 responden.

E. Teknik Pengumpulan Data

Penulis menggunakan berbagai teknik pengumpulan data dalam penelitian ini

untuk mendapatkan informasi yang relevan, meliputi:

1) Data Primer: Ini merupakan informasi pertama yang dikumpulkan langsung

oleh penulis, baik melalui observasi, wawancara, maupun pengisian angket atau

kuesioner. Data ini bersumber dari individu atau hasil eksperimen yang berkaitan

dengan subjek penelitian.

2) Data Sekunder, dikumpulkan dari sumber teks yang diakses secara tidak

langsung, seperti buku, makalah, jurnal, atau artikel yang relevan dengan topik

studi, dan digunakan sebagai informasi pendukung.


F. Instrumen Penelitian
Instrument penelitian diperlukan dengan tujuan mengukur suatu fenomena

yang ada.

Tabel 3.2 Skala likert

Pernyataan Bobot

Sangat setuju 4

Setuju 3

Tidak setuju 2

Sangat tidak setuju 1

G. Uji Validitas dan Reliabilitas

1. Uji Validitas

Jika pertanyaan kuesioner dapat menghasilkan data yang dimaksudkan untuk

dinilai, maka kuesioner tersebut dianggap valid. Koefisien korelasi kemudian

dapat ditemukan untuk analisis statistik dengan membandingkannya dengan nilai r

bebas korelasi yang menunjukkan validitas atau dengan melihat tanda bintang

pada hasil skor keseluruhan. Tabel product moment r harus dikonsultasikan untuk

memastikan mana yang sah dan mana yang tidak. Berikut adalah standar evaluasi

untuk uji validitas.

a. Item kuesioner valid jika rhitung lebih besar dari tabel.

b. Item kuesioner tidak valid jika rhitung lebih kecil dari tabel.
Atau memeriksa nilai signifikansi (Sig):

a. Dikatakan valid jika nilai signifikansi tidak melampaui 0,05

[Link] tidak valid bila nilai signifikansi melampau 0,05.

2. Uji Reliabilitas

Menurut Notoatmodjo dalam studi Widi R, reliabilitas adalah indeks yang

menunjukkan seberapa dapat dipercaya dan andalnya sebuah alat ukur. Akibatnya,

uji reliabilitas mengevaluasi konsistensi alat ukur, khususnya jika alat tersebut

mempertahankan kemampuannya untuk menghasilkan temuan yang konsisten di

berbagai pengukuran. Jika sebuah alat ukur dapat menghasilkan temuan yang

konsisten setelah beberapa pengukuran, alat tersebut dikatakan dapat diandalkan.

Teknik Cronbach's Alpha diterapkan untuk mempelajari data dan survei. Alat

penelitian dianggap kredibel jika nilai Alpha Cronbach lebih dari 0,6.

H. Teknik Analisis Data

Analisis data juga mencakup perhitungan yang dimaksudkan untuk menguji

hipotesis yang telah ditetapkan dan menyelesaikanm masalah yang telah

dirumuskan.

1. Uji Asumsi Klasik

Dalam penelitian regresi berganda, pengujian asumsi klasik adalah alat

pengolahan data yang digunakan. Analisis regresi berganda digunakan untuk

memeriksa bagaimana variabel independen tertentu mempengaruhi variabel

dependen lainnya. Studi ini menggunakan uji asumsi klasik berikut:


a. Uji Normalitas

Ketika melakukan analisis regresi linier, sangat penting untuk

mempertimbangkan asumsi dasar dari model regresi. Model regresi linier

konvensional didasarkan pada banyak asumsi, seperti normalitas variabel, tidak

adanya heteroskedastisitas, dan multikolinearitas di antara variabel independen

dalam regresi. Tahap-tahap berikutnya adalah uji statistik, seperti regresi

sederhana dan uji t.

b. Uji Multikolinieritas

Bertujuam untuk mengevaluasi apakah model regresi mendeteksi korelasi

antara variabel independen. Model regresi yang baik seharusnya tidak

menunjukkan korelasi di antara variabel-variabel tersebut. Jika variabel saling

berkorelasi, maka mereka tidak ortogonal. Untuk mengidentifikasi

multikolonearitas, dapat digunakan nilai faktor inflasi varians (VIF).

c. Uji Heteroskedastisitas

Memeriksa apakah anggota suatu kategori memiliki varians yang sama adalah

tujuan dari uji heteroskedastisitas. Ini dikenal sebagai homoskedastisitas jika

variansinya sama, seperti yang diharapkan. Sedangkan jika variansinya tidak

sama, dikatakan bahwa heteroskedastisitas muncul. Salah satu metode untuk

mengidentifikasi gejala heteroskedastisitas adalah dengan melihat apakah tingkat

signifikansi uji koefisien lebih tinggi dari 0,05.


2. Analisis Regresi Linear Berganda

Analisis regresi digunakan untuk mengukur pengaruh variabel independen

terhadap variabel dependen.

Persamaan analisis regresi linear berganda yang dipakai yaitu:

Y = α +β1 X 1 + β2 X 2 + e

Keterangan:

α = Konstanta atau nilai tetap

Y = Keputusan pembelian

X1 = Kualitas Produk

X2 = Review produk

β = Koefisiem regresu

e = Error

I. Uji Hipotesis

Sasaran dari uji hipotesis adalah untuk menentukam apakah variabel terikat

punya dampak besar terhadap variabel bebas.

a. Uji Parsial (Uji t)

Uji t digunakan untuk mengukur dampak masing-masing variabel independen

terhadap variabel dependen. Perbandingan thitung > ttabel dan nilai signifikansi <

0,05 menjadi landasan untuk mengambil keputusan dalam uji t.

c. Uji Simultan (Uji F)

Mengatahui berapa banyak faktor independent yang mempengaruhi seberapa

dependen suatu variabel merupakan tujuan dari ujif. Perbandingan nilai F hitung dan
Ftabel merupakan dasar pengambilan keputusan. Adanya pengaruh yang signifikan

sekaligus menunjukkan Ha diterima.

d. Keofisien Determinasi ( R2)

Kemampuan mode regresi dalam meramalkan variabel dependen dapat

dievaluasi dengan memperhatikan nilai koefisien determinasi. Semakim tinggi

koefisien determinasi, semakin baik variabel independen dalam menjelaskan

perubahan yang terjadi. Kinerja model regresi yang digunakan dapat disimpulkan

dari nilai koefisien determinasi.


BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian

1. Gambaran Umum Lokasi Penelitian

Fakultas Cabang ditingkatkan menjadi Fakultas Madya dan dinamai Fakultas

Ushuluddin IAIN Alauddin di Palopo berdasarkan Keputusan Menteru Agama No.

65 Tahun 1982. Penerbitan KMA-RI No. 18 tahun 1988, Peraturan Pemerintah

No. 33 tahun 1985, dan Keputusan Presiden No. 9 tahun 1987 menandai

kesetaraan hukum Fakultas Ushuluddin perguruan tinggi negeri lain di Indonesia

Menurut KeputusamPresiden No. 11 Tahun 1997, yang merinci strategi baru

pemerintah tentang pendidikan tinggi, Fakultas Ushuluddin IAIN Alauddin di

Palopo mengalami reorganisasi kelembagaan dan diklasifikasikan ulang sebagai

STAIN Palopo mulai tahun tersebut. 14 Oktober 2014 menandai pelaksanaan

resmi transisi status dari STAIN menjadi IAIN Palopo, yang secara resmi

diresmikan pada 23 Mei 2015.

2. Karakteristik responden

Penelitian diberikan kepada 96 mahasiswa dari FEBI IAIN Palopo Angkatan

2020 yang berpartisipasi.

a. Program studi

Dbagi menjadi 3 diantaranya: EKIS, MBS dan PBS.

46
Tabel 4.1 Karakteristik responden berdasarkan program studi
No Program studi Jumlah Persentase (%)

1 EKIS 28 29.2

2 MBS 43 44.8

3 PBS 25 26

Jumlah 96 100

Sumber: Data diolah (2024)

Dari tabel di atas, jumlah responden program studi Ekonomi Syariah

adalah 28 (29,2% dari total), program studi Manajemen Bisnis Syariah berjumlah

43 (44,8%), dan responden Perbankan Syariah sebanyak 25 (26%).

e. Jenis kelamin

Adapun karakteristik ini ditampilkan dalam tabel berikut:

Tabel 4.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin


No Jenis kelamin Jumlah Persentase (%)

1 Lak-laki 22 22.9

2 Perempuan 74 77.1

jumlah 96 100

Maka diketahui respondem yang jenis kelamin laki-lak berjumla 22, yang

setara dengan 22,9% dari keseluruhan responden. Sementara itu, responden yang

memiliki jenis kelamin perempuan mencapai 74 orang yang setara dengan 77,1% .

3. Uji Validitas dan Uji Reliabilitas


a. Uji Validitas

Tabel 4.3 Uji validitas kualitas produ(X1)


Pernyataan r-hitung r-tabel Sig. Keterangan

X1.1 0,620 0,200 0,000 valid

X1.2 0,638 0.200 0.000 valid

X1.3 0,307 0.200 0,002 valid

X1.4 0,708 0,200 0.000 valid

X1.5 0,350 0.200 0,000 Valid

X1.6 0,762 0,200 0,000 valid

Menilai validitas kualitas produk (X1), dilakukan pengukuran merujuk

pada Tabel Product Moment. Dalam penelitian ini, terdapat 96 responden, dan

diperoleh nilai r = 0,200. Sebuah instrumen atau butir pernyataan dianggap valid

jika hasil validitasnya melebihi 0,200. Berdasarkan analisis validitas pada semua

instrumen kualitas produk (X1) yang tercantum dalam tabel 4. 3, hasil analisis

menunjukkan nilai yang melebihi nilai r tabel 0,200. Hal ini dikatakann valid

dikarenakan nilai r hitung > r tabel dan juga nilai sig. < 0,05.

Tabel 4.4 Uji validitas review produk (X2)


Pernyataan r-hitung r-tabel Sig. Keterangan
X2.1 0,435 0,200 0.000 valid

X2.2 0,442 0.200 0.000 valid

X2.3 0,614 0,200 0.000 valid

X2.4 0,668 0.200 0.000 valid

X2.5 0,715 0.200 0.000 valid

X2.6 0,709 0.200 0.000 valid

Menilai validitas review produk (X2), dilakukan pengukuran merujuk pada

nilai Tabel Product Moment. Dalam penelitian ini, terdapat 96 responden, dan

diperoleh nilai r = 0,200. Sebuah instrumen atau butir pernyataan dianggap valid

jika hasil validitasnya melebihi 0,200. Berdasarkan analisis validitas pada semua

instrumen review produk (X2) yang tercantum dalam tabel 4. 4, hasil analisis

menunjukkan nilai yang lebih besar daripada r tabel sebesar 0,200. Hal ini

dikatakann valid dikarenakan nilai r hitung > r tabel dan juga nilai sig. < 0,05.

Tabel 4.5 Uji validitas Keputusan pembelian (Y)


Pernyataan r-hitung r-tabel Sig. Keterangan

Y1 0.521 0.200 0.000 Valid

Y2 0.616 0.200 0.000 Valid

Y3 0.401 0.200 0.000 Valid

Y4 0.549 0.200 0.000 Valid

Y5 0.562 0.200 0.000 Valid

Y6 0.674 0.200 0.000 Valid

Y7 0.527 0.200 0.000 Valid

Y8 0.558 0.200 0.000 Valid

Menilai validitas keputusan pembelian (Y), penilaian dilakukan merujuk

pada nTabel Product Moment, keseluruhan respondem sekitar 96. Didapatkan

nilai r sebesar 0,200. Jika hasil validitas > 0,200, maka butir pernyataan atau

instrumen yang diuji dianggap valid. Berdasarkan analisis validitas yang

ditampilkan dalam Tabel 4. 5, semua instrumen yang berhubungan dengan

keputusan pembelian (Y) menunjukkan nilai lebih tinggi daripada rtabel 0,200.

Maka disimpulkan bahwa 8 butir pernyataan atau instrumen tersebut dinyatakan

layak digunakan dalam pengukuran variabel. Hal ini dikatakan valid karena nilai

rhitung > rtabel dan juga nilai sig. < 0,05.

b. Uji Reliabilitas
Reliabilitas adalah ukuran konsistensi dan kestabilan responden dalam

memberikan jawaban seiring berjalannya waktu terkait variabel atau konstruk

yang diungkap dalam bentuk kuesioner.

Tabel 4.6 Uji reliabilitas


Variabel r Alpha Nilai reliabilitas Keterangan
Kualitas Produk 0.622 0.600 reliabel
(X1)
Review Produk 0.659 0.600 reliabel
(X2)
Keputusan Pembelian 0.667 0.600 reliabel
(Y)
Dari uji reliabilitas kuesioner memperlihatkanm nilai Cronbach's Alpha

0,622; 0,659; dan 0,667, yang menunjukkan bahwa kuesioner tersebut reliabel

sebab nilai r Alpha-nya melebihii 0,600.

4. Uji Asumsi Klasik

a. Uji Normalitas

Tabel 4.7 Uji Normalitas


One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized Residual
N 96
Normal Parametersa,b Mean ,0000000
Std. Deviation 1,79299261
Most Extreme Differences Absolute ,081
Positive ,081
Negative -,070
Test Statistic ,081
Asymp. Sig. (2-tailed) ,125c
Nilai Asymp. Sig. (2-tailed) senilaii 0,125, yang melebih 0,05. Jadi, dapat

menyimpulkan data tersebut terdistribusi normal.

c. Uji Multikolinearitas

Dengn tujuann memastikan variabel independen dalam model regresi saling

berkorelasi. Multikolinearitas dianggap ada jika nilai toleransi melampau 0,10

atau VIF melampauii 10.

Tabel 4.8 Uji Multikolinearitas.


Coefficientsa

Unstandardized Standardized
Coefficients Coefficients Collinearity Statistics

Model B Std. Error Beta T Sig. Tolerance VIF

(Constant) 16,153 3,384 4,773 ,000


Kualitas Produk ,215 ,126 ,169 1,705 ,092 1,000 1,000
Review Produk ,269 ,107 ,248 2,502 ,014 1,000 1,000

a. Dependent Variable: Keputusan Pembelian

Nilai tolerance variabel diatas 1,705 dan 2,502, yang melampau 0,10,

sementarnilai VIF untuk variabel independen 1,000, yang berada di bawah 10.

c. Uji Heteroskedastisitas
Dalam regresi, uji ini menentukan apakah varians residual dari dua observasi

berbeda satu sama lain. Heteroskedastisitas tidak boleh ada dalam model regresi

yang baik.

Tabel 4.9 Uji Heteroskedastisitas

Coefficientsa

Standardized
Unstandardized Coefficients Coefficients

Model B Std. Error Beta t Sig.

(Constant) -,323 1,587 -,204 ,839

Kualitas Produk ,121 ,140 ,169 1,866 ,389

Review Produk ,038 ,138 -,053 -,273 ,786

5. Analisis Regresi Berganda

Dilakukan regresi linear berganda untuk memahami hubungan antar variabel.

Model ini menggambarkan bagaimana kualitas produk dan ulasan produk yang

berfungsi sebagai variabel independent mempengaruhi keputusan pembelian, yang

merupakan variabel dependen.

Tabel 4.10 Uji Regresi Linear Berganda


Coefficientsa

Unstandardized Standardized
Coefficients Coefficients

Model B Std. Error Beta t Sig.

1 (Constant) 13,171 3,327 3,959 ,000

Kualitas Produk ,286 ,129 ,217 2,208 ,030

Review produk ,324 ,123 ,260 2,639 ,010

Berdasarkanm tabel diatas, maka dibuatkan model estimasi :

Y = 13,171 + 0, 286 + 0,324 X2

a. Persamaan tersebut, dapat diinterpretasikan:

Nilai a (konstanta) sebesar 13,171 berarti jika tidak ada variabel independen,

keputusan pembelian adalah 13,171.

b. Koefisien kualitas produk (β1) memiliki nilai 0,286. Hal ini menunjukkan

bahwa akan terjadi kenaikan keputusan pembelian sebesar 0,286 untuk unit

setiap kenaikan satu unit kualitas produk (X1).

c. Koefisien review produk (β2) sebesar 0,324 berarti setiap peningkatan satu

satuan dalam review produk (X2) dikaitkan dengan peningkatan Keputusan

pembelian senilai 0,324.

6. Uji Hipotesis
1) Uji parsial (Uji T)

Agar mengetahui dampak dari setiap variabel dengan lebih baik, dilakukan

uji t.

Tabel 4.11 Hasil Uji Parsial (Uji T)

Coefficientsa

Unstandardized Standardized
Coefficients Coefficients

Model B Std. Error Beta T Sig.

1 (Constant) 13,171 3,327 3,959 ,000

Kualitas Produk ,286 ,129 ,217 2,208 ,030

Review produk ,324 ,123 ,260 2,639 ,010

Dari tabel diatas dengan thitung kualitas produk (X1) sebesar 2,208, sementara

nilai thitung untuk review produk (X2) yaitu 2,639. Ttabel ditentukan, dengan

merujuk pada tabel t yang telah tersedia. Derajat kebebasan (df) diukur dengan

pengurangan jumlah data dengan jumlah variabel penelitian, yaitu 96 – 3 = 93.

Dengan tingkat signifikansi yang ditetapkan pada alpha 5%, kita menggunakan

taraf sig. 0,05. Selanjutnya, berdasarkan nilai sig. 0,05 dan df 93, makaa nilai

ttabel sama dengan 1,661.

1. Nilai thitung untuk kualitas produk adalah 2,208, melampau ttabel 1,661,

dengan signifikan 0,030 dibawah 0,05. Ini berarti hipotesis diterima,


2. Nilai thitung untuk review produk adalah 2,639melampaui ttabel 1,661, dengan

nilai sig. 0,010 dibawah 0,05. Ini menunjukkan hipotesis diterima.

2) Uji Simultan (Uji F)

Adanya uji f, seseorang dapat mengungkap sebagian dampak sebenarnya dari

faktor-faktor tersebut.

Tabel 4.12 Uji F


ANOVAa

Sum of Mean
Model Squares Df Square F Sig.

1 Regression 46,239 2 23,119 7,447 ,001b

Residual 288,720 93 3,105

Total 334,958 95

Tabel diatas didapatkan nilai Fhitung 3,094. Untuk menentukan Ftabel, kita

menggunakan tabel F. Df1 dihitung dari jumlah variabel (3 - 1 = 2) dan df2 dari

jumlah data dikurangi jumlah variabel (96 - 3 = 93), sehingga Ftabel adalah 3,094.

Karena Fhitung (7,447) melebihi Ftabel (3,094) dan nilai signifikan 0,001

dibawah 0,05, maka hipotesis diterima.

c. Keofisien Determinasi ( R2)

Ditentukan oleh nilai R square, yang mengindikasikan sejauh mana variabel

independen (X) memengaruhi variabel dependen (Y).


Tabel 4.13 Koefisien Determinasi
Model Summary

R Adjusted R Std. Error of

Model R Square Square the Estimate

1 ,558a ,311 ,296 1,803

[Link]

1. Pengaruh kualitas produk terhadap keputusan pembelian platform

shopee pada mahasiswa FEBI IAIN Palopo angkatan 2020.

Kualitas produk merujuk pada kemampuam sebuah produk untuk memenuhi

tujuannya, termasuk kesesuaian, daya tahan, dan keandalan. Produk dianggap

berkualitas baik jika sesuai dengan harapan konsumen. Dengan demikian, dapat

disimpulkan, mahasiswa lebih cenderung membeli dari Shopee ketika barang-

barang tersebut berkualitas tinggi.

Berdasarkan uji t, diketahui dampak kualitas produk terhadap keputusan

pembelian menunjukkan thitung yang lebih tinggi dibandingkan ttabel (2,208 >

1,661) kemudiannilai signifikansi 0,030 yang berada di bawah 0,05 yang

mengindikasikan bahwa hipotesis H0 tertolak dan hipotesis Ha diterima.

Sejalan dengan penelitian Yuni Siti Nuraeni dan Dwi Irawati, serta penelitian

Nurul Magfira, yang mengindikasikan keputusan pembelian dipengaruhi oleh

kualitas produk.
2. Pengaruh review produk terhadap keputusan pembelian platform shopee

pada mahasiswa FEBI IAIN Palopo angkatan 2020.

Review produk merupakan evaluasi atau ulasan yang disampaikan oleh

konsumen atau pengguna tentang suatu barang atau layanan. Ulasan ini umumnya

mencakup pengalaman pribadi, keunggulan, kelemahan, dan saran terkait produk

tersebu. Dengan kata lain, review produk yaitu memberikan informasi tentang

produk dari sudut pandang konsumen setelah melakukan pembelian.

Menurut Agustinus & Marbun, review produk berfungsi sebagai sarana bagi

konsumen untuk memilih dan mendapatkan informasi yang berguna dalam

memengaruhi keputusan pembelian.

Selain itu, review produk dapat berupa komentar tertulis, penilaian bintang,

ataupun dalam bentuk video. Selain memberikan pendapat individual, review

produk juga dapat membantu calon pembeli mengambil keputusan pembelian

yang lebih tepat.

Berdasarkan uji t, terlihat dampak review produk padakeputusan pembelian

menunjukkan thitung yang lebih tinggi dibandingkan ttabel(2,639 > 1,661)

kemudian nilaisignifikan 0,010 kurang dari 0,05. Dengan kata lain, mahasiswa

FEBI IAIN Palopo Angkatan 2020 memilih platform Shopee berdasarkan review

produk. Yang berarti mahasiswa sangat penting untuk meninjau produk. Hal ini

disebabkan oleh fakta bahwa mahasiswa secara tidak langsung mendapatkan

informasi tambahan mengenai produk yang ingin mereka beli, termasuk kelebihan

dan kekurangan produk tersebut.


Konsisten dengan penelitian oleh Sri Mulyana, Yuli Tri Cahyono, dan Indah

Dwi Wibawani, yang mengindikasikan ulasan produk memiliki pengaruh positif

dan signifikan bagi pembelian online di Shopee.

3. Pengaruh kualitas produk dan review produk terhadap keputusan

pembelian platform shopee pada mahasiswa FEBI IAIN Palopo angkatan

2020.

Kotler mendefinisikan kualitas produk sebagai keseluruhan karakteristik dan

kemampuan produk atau layanan guna memenuhi keperluan eksplisit atau

implisit. Dalam pandangan Weisstein review produk adalah evaluasi atau

penilaian yang dilakukan terhadap suatu produk oleh konsumen atau ahli yang

berpengalaman. Review produk biasanya berisi pendapat, pengalaman, dan kesan

dari orang yang telah menggunakan produk tersebut.

Berdasarkan uji f, didapatkan nilai Fhitung senilai7,447, lebih tinggi daripada

Ftabel 3,094, dan nilai signifikansi yang diperoleh adalah 0,001, yang lebih

rendah dari 0,05. Dengan demikian, bisa disimpulkan kualitas produk dan ulasan

produk mempengaruhi keputusan pembelian di Shopee oleh mahasiswa FEBI

IAIN Palopo. Maka Ketika produk di Shopee memiliki kualitas baik dan ulasan

positif, hal ini dapat mendorong mahasiswa melakukan pembelian. Temuan ini

selaras dengan hasil yang diperoleh Rut Asianti Nainggolan dan David Humala

Sitorus, serta Mia Anggrain, Rafika Rahmadhani, dan Sigit Priyono.


BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan

1. Kualitas produk (X1) berpengaruh terhadap keputusan pembelian (Y) platform

shopee pada mahasiswa FEBI IAIN Palopo angkatan 2020. Artinya, keinginan

mahasiswa berbelanja di Shopee akan meningkat seiring dengan kualitas

produk yang dijual.

2. Review produk (X2) berpengaruh terhadap keputusan pembelian (Y) platform

shopee pada mahasiswa FEBI IAIN Palopo angkatan 2020. Dengan kata lain,

ketika produk Shopee mendapat ulasan positif dari pelanggan, mahassiswa

akan terdorong dan lebih tertarik untuk membeli. Karena mengingat produk

tidak dapat dilihat ataupun disentuh secara langsung, maka penting untuk

memperhatikan review produk.

3. Kualitas produk (X1) dan variabel review produk (X2) berpengaruh positif

terhadap keputusan pembelian (Y) platform shopee pada mahasiswa FEBI

IAIN Palopo angkatan 2020. Dengan kata lain, jika Item-item yang ditawarkan

di platform Shopee berkualitas tinggi dan telah menerima umpan balik positif

dari pelanggan, maka akan mendorong mahasiswa untuk malakukan belanja

secara online melalui Shopee.

B. Saran
Penelitian berikutnya diharapkan dapat menambahkan variabel-variabel

lain di luar yang telah diteliti. Selain itu, diharapkan juga untuk memperluas
populasi dan sampel, tidak hanya terbatas pada mahasiswa, tetapi juga bisa

melibatkan masyarakat umum.

Anda mungkin juga menyukai