Anda di halaman 1dari 3

I.

KASUS Nama WP : PT PETRO HULU MINERAL Alamat : Jl Industri V EJIP Cikarang Telp/faks : 021-775776 / 021-775777 Pembukuan : akrual; Bhs Indonesia; komputer, Rp Penyusunan lapkeu : sendiri Pelaksanaan kewajiban perpajakan : sendiri No. Nama dan Alamat 1 Tn Kartika Wijaya Jl. Pulau Lentut No.10 Pulaugadung Jakarta Timur 2 PT OLI ABADI Jl. Cilandak KKO kav 20-22 Cilandak Jakarta Selatan No. Nama dan Alamat 1 Tn Praditya Jl. Bukit Golf Utama kav.10-14 Pondok Indah Jakarta Selatan 2 Ibu Pratiwi Jl. Elok Permai no.13 Gandaria Jakarta Selatan NPWP 46.255.265.3-008.000 Rupiah 30,000,000,000 Lembar / % 30.000 / 30%

02.855.877.2-023.000

70,000,000,000

70.000 / 70%

NPWP Jabatan 07.288.987.2-002.000 Direktur

07.243.565.7-002.000 Komisaris

PT PETRO HULU MINERAL merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang industri pengolahan bijih plastik, dengan modal dasar yang telah disetor penuh sebesar 100 Milyar. Saham perusahaan ini dimiliki oleh Tn. Kartika Wijaya dengan kepemilikan saham 30%, dan PT OLI ABADI dengan kepemilikan saham 70%. PT OLI ABADI diketahui merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pembuatan oli mesin. PT PETRO HULU MINERAL mendapatkan NPWP 01.002.002.3-052.000. Selama tahun 2009 PT PETRO HULU MINERAL tidak membagi dividen.

Berikut ini adalah data-data sesuai laporan rugi-laba PT PETRO HULU MINERAL tahun pajak 2010 (periode pembukuan April-Maret): A. PENGHASILAN 1. Penghasilan dari usaha Penjualan olahan bijih plastik Harga Pokok Penghasilan Bruto 2. KOMERSIAL KOREKSI FISKAL 45,000,000,000 Rp 45,000,000,000 Rp 31,000,000,000 Rp 14,000,000,000 31,000,000,000 14,000,000,000 PER FISKAL 45,000,000,000 31,000,000,000 14,000,000,000

Penghasilan dari luar usaha a. PT PETRO HULU MINERAL mendapatkan pembagian dividen dari PT ELEKTRIK SNEIDER sebesar Rp 100 juta. PT PETRO HULU MINERAL memiliki 10% saham PT ELEKTRIK SNEIDER. Data laporan R/L PT Elektrik Sneider diketahui bahwa saldo laba ditahan berkurang sebesar dividen yang dibagikan. b. Kerugian dari penjualan bungalow milik perusahaan sebesar Rp 10 juta

100,000,000 10,000,000

10,000,000

100,000,000 -

@IH

1/3

c. Sewa mesin pabrik sebesar Rp 150 juta dari CV Arinie untuk periode April 2010-Maret 2011. Berdasarkan kontrak diketahui bahwa masa sewa berlangsung sampai Maret 2013. d. Sewa gedung yang tidak dipakai sebesar Rp 100 juta e. Laba selisih kurs yang timbul dari transaksi usaha (piutang, utang, kas/bank) sebesar Rp 20 juta. f. Penghasilan bunga yang berasal dari pinjaman PT Giat Usaha (01.223.332.6-016.000) sebesar Rp 50 juta.

150,000,000 100,000,000 20,000,000 50,000,000

(100,000,000) -

150,000,000 20,000,000 50,000,000

B. BIAYA-BIAYA OPERASI 1. Upah dan gaji karyawan kantor sebesar Rp 200.000.000,-. Dalam jumlah tersebut terdapat premi asuransi kesehatan karyawan dengan jumlah Rp 40 juta dan PPh ditanggung pemberi kerja sebesar Rp 55 juta. 2. Biaya Promosi sebesar Rp 25.000.000,-. Dibayar kepada CV Arinie Advertizing untuk biaya design iklan sebesar Rp 3.000.000,-, sedangkan sisanya untuk biaya menyiarkan iklan di radio Female Biaya listrik dan air sebesar Rp 7.000.000,Terdiri dari tagihan listrik kantor Rp 2 juta, tagihan air PAM di kantor 3 juta, dan gas LPG yang digunakan di rumah direksi Rp 2 juta. Biaya jasa pembukuan sebesar Rp 60 juta. Biaya ini merupakan jasa pembukuan yang dibayarkan kepada KAP Budi Darma (bukan pihak hubungan istimewa), sedangkan menurut harga pasar atas jasa tersebut normalnya sebesar Rp 40 juta. Biaya Jasa Perawatan sebesar Rp 20 juta. Biaya ini merupakan biaya pengecatan ulang gedung kantor yang tidak menambah masa manfaat. Cadangan pesangon untuk karyawan sebesar Rp 180.000.000,Biaya penyusutan komersial Rp 400.000.000,PT PETRO HULU MINERAL berdiri pada tanggal 12 Mei 2005. Pada tanggal 15 Agustus 2005 dibeli peralatan kantor senilai Rp 100 juta, diperkirakan peralatan ini memiliki masa manfaat 5 tahun. Persiapan perluasan kegiatan usaha dilakukan dengan membeli gedung (permanen) senilai Rp 5 Milyar pada tanggal 5 Januari 2006 yang diperkirakan memiliki masa manfaat 18 tahun, dan gedung pabrik (permanen) yang dibangun dari baru dimulai pada bulan April 2008 senilai Rp 3 Milyar yang dipastikan akan selesai dalam waktu 2 tahun. Kebutuhan kendaraan operasional berupa Toyota Kijang dibeli pada tanggal 30 Januari 2006 senilai Rp 200 juta. AC dibeli 2 unit pada tanggal 27 Juli 2009 senilai @ Rp 5 juta. Mesin produksi dibeli tanggal 8 Juli 2006 dg harga perolehan 240 juta. Selain bagunan, metode penyusutan yang digunakan saldo menurun. Berdasarkan ketentuan perpajakan yang mengatur tentang penyusutan ditetapkan untuk masa manfaat peralatan kantor 4 tahun, Toyota Kijang memiliki masa manfaat 8 tahun, AC memiliki masa manfaat 8 tahun, dan mesin produksi 8 tahun.

200,000,000

95,000,000

105,000,000

25,000,000

25,000,000

3.

7,000,000

2,000,000

5,000,000

4.

60,000,000

60,000,000

5. 6. 7.

20,000,000 180,000,000 400,000,000

180,000,000 (42,373,047)

20,000,000 442,373,047

C. PENGHASILAN DARI LUAR NEGERI 1. Pada bulan Februari 2009 memperoleh penghasilan berupa bunga atas pinjaman kepada Vallar Co.Ltd. (UK) sebesar Rp 20 juta, tarif pajak atas bunga di Australia 30%. Penghasilan berupa bunga ini diterima pada bulan Mei 2011. 2. Rugi cabang di Malaysia sebesar (Rp 100 juta)

(100,000,000)

@IH

2/3

D. DATA-DATA PEMBAYARAN ANGSURAN PS 25 Desember 2009 1,000,000 Agustus 2010 Januari 2010 1,000,000 September 2010 Februari 2010 1,000,000 Oktober 2010 Maret 2010 1,000,000 November 2010 April 2010 1,000,000 Desember 2010 Mei 2010 1,000,000 Januari 2011 Juni 2010 1,000,000 Februari 2011 Juli 2010 2,000,000 Maret 2011 E. DATA-DATA LABA (RUGI) Laba (Rugi) 2005 (9,000,000,000) 2006 (1,110,000,000) 2007 (720,000,000) 2008 (800,000,000) 2009 (300,000,000)

2,000,000 2,000,000 2,000,000 2,000,000 2,000,000 2,000,000 2,000,000 2,000,000

Pengh neto fiskal komp rugi Pengh KP PPh terutang -50% X 25% X -25% X kredit pajak: 23 dividen 23 sewa mesin 23 bunga Psl 25 Ps 29

13,662,626,953 (11,930,000,000) 1,732,626,000 184,813,440 1,547,812,560 23,101,680 386,953,140 410,054,820

15,000,000 3,000,000 7,500,000 25,500,000 21,000,000 363,554,820

II. PERTANYAAN Angsuran 25 th 2011: A. Lakukan koreksi fiskal yang diperlukan! Hitung PPh terutang! (Buat kertas kerja untuk memudahkan Anda menyelesaikan perhitungan PPh terutang tersebut, perhatikan ketentuan pasal 31E UU PPh). ph tdk teratur dividen B. Sebutkan PPh yang dipotong/dipungut oleh pihak ketiga yang dapat dikreditkan oleh PT PETRO HULU MINERAL! bunga C. Hitung PPh pasal 29 atau 28A! D. Hitung Angsuran PPh Pasal 25 untuk tahun 2011! Jika PT PETRO HULU MINERAL menyampaikan SPT Tahunan 2010 pada tanggal 10 Juli 2011, angsuran ini mulai dibayar mulai masa kapan? pengh yg mjd dasar angsuran E. Lakukan pengisian SPT Tahunan! komp rugi pengh KP PPh terutang -50% X 25% X -25% X --ooOoo-kredit pajak 23 sewa mesin angsuran 25: 1/12 X

100,000,000 50,000,000

13,512,626,953 13,512,626,000 180,168,347 3,017,819,807 3,197,988,153 44,850,000,000

1,441,346,773 12,071,279,227

3,000,000 3,194,988,153 3,194,988,153 266,249,013

@IH

3/3