Anda di halaman 1dari 66

INSTALASI LINUX OPEN SUSE 11.

Langkah 1: Karena kita akan melakukan instalasi Linux OpenSUSE pada PC Server, maka Pilihlah Intallation

Langkah 2: Pada workshop linux ini kita samakan menggunakan bahasa English (US), Keyboard English (US), lalu klik Next 1

Langkah 3: Hilangkan ceklis pada Use Automatic Configuration, lalu klik Next

Langkah 4: Pilihlah Region Asia, Time Zone Jakarta, berilah tanda ceklis pada Hardware Clock Set To UTC, lalu klik Next 2

Langkah 5: Pilih desktop environment KDE Desktop, lalu klik Next

Langkah 6: Pilih Create Partition Setup

Langkah 7: Pilih Custom Partitioning (for experts), lalu klik Next

Langkah 8: Pada System View yang berbentuk akar pohon, pilihlah Hard Disks, lihatlah free space hard disk yang kita punya adalah 20 GB. Lalu kita buat partisi dengan menekan tombol Add Partition

Langkah 9: Pada New Partition Type kita pilih Primary Partition. Kenapa kita pilih Primary Partition? Karena pada partisi primary hard disk yang pertama kita install adalah Operating System (OS) Linux Opensuse, jika pada hard disk PC server yang pertama di instal adalah OS Windows, maka pilihan kita adalah Extended Partition lalu klik Next

Langkah 10: Pada New Partition Size pilihlah Custom Size, karena kita akan buat partisi swap dengan besar partisi 600 MB. Tulislah 600 MB pada kolom Size, lalu klik Next

Langkah 11: Pada Formatting Options pilihlah Format Partition, pada File system pilihlah Swap, Pada Mounting Options pilihlah Mount partition, pada Mount Point pilihlah swap, lalu klik Finish

Langkah 12: Pada bagian Hard Diks kliklah partisi sumber yang bernilai 20 GB tersebut, lalu klik Add Partition

Langkah 13: Pada New Partition Type kita pilih Primary Partition, lalu klik Next

Langkah 14: Pada New Partition Size pilihlah Custom Size, karena kita akan buat partisi ext3 dengan besar partisi 15 GB. Tulislah 15 GB pada kolom Size, lalu klik Next 7

Langkah 15: Pada Formatting Options pilihlah Format Partition, pada File system pilihlah Ext3, Pada Mounting Options pilihlah Mount partition, pada Mount Point pilihlah /, Partisi root inilah yang nantinya semua file linux opensuse terinstal. Lalu klik Finish

Langkah 16: Pada bagian Hard Diks kliklah partisi sumber yang bernilai 20 GB tersebut, lalu klik Add Partition 8

Langkah 17: Pada New Partition Type kita pilih Primary Partition, lalu klik Next

Langkah 18: Pada New Partition Size pilihlah Maximum Size (4.41 GB), karena kita akan buat partisi ext3 dengan dengan menggunakan sisa partisi. Lalu klik Next

Langkah 19: Pada Formatting Options pilihlah Format Partition, pada File system pilihlah Ext3, Pada Mounting Options pilihlah Mount partition, pada Mount Point pilihlah /home, Partisi /home inilah yang digunakan dalam menyimpan data. Lalu klik Finish

Langkah 20: Arahkan pada besar partisi yang 15 GB, yang Mount Point /, lalu klik Accept

10

Langkah 21: Baca dulu Suggested Partitioning, apakah partisi yang kita buat sama persis dengan yang infokan pada Suggested Partitioning. Kliklah Next

Langkah 22: Pada Create New User isikan kotak isian User's Full Name Teknik Komputer Jaringan, Username tkj, password isilah dengan menekan tombol spasi satu kali, Confirm Password isilah dengan menekan tombol spasi satu kali. Hilangkan tanda ceklis pada Use this password for system administrator dan Automatic Login. Lalu klik Next 11

Langkah 23: Jika ada timbul jendela baru yang isinya This password is too simple, biarkan saja. Lanjutkan dengan menekan tombol Yes

Langkah 24: Sekarang kita akan memberikan password Administrator untuk root, isilah pada kotak isian Password for root user dan Confirm Password dengan menekan tombol spasi satu kali. Lalu klik Next 12

Langkah 25: Jika ada timbul jendela baru yang isinya This password is too simple, biarkan saja. Lanjutkan dengan menekan tombol Yes

Langkah 26: Pada Installation Settings lalu kita klik tombol Install

13

Langkah 27: Jika ada pesan Confirm Installation langsung kita klik saja tombol Install

Langkah 28: Tunggulah sampe proses Perform Installation selesai

14

Langkah 29: Pilihlah Boot from Hard Disk

Langkah 30: Pada Hostname dan Domain Name biarkan default, lalu klik Next

15

Langkah 31: Pada Network Configuration pilihlah Use Following Configuration, lalu klik Next

Langkah 32: Pada Select pilih No, Skip This Test, Next

16

Langkah 33: Klik Next

Langkah 34: ada Hardware Configuration pilihlah Use Following Configuration, lalu klik Next

17

Langkah 35: Klik Finish

Langkah 36: Loginlah dengan user yang kita buat sebelumnya, username: tkj, password tekan spasi satu kali.

18

SETING REPOSITORI

Langkah 1: Klik Start > Computer > YaST

Langkah 2: Masukan password root, lalu klik OK

19

Langkah 3: Pilih Software > Software Repositories

Langkah 4: Block cursor ke baris yang akan dihilangkan tanda ceklisnya. Hilangkan semua tanda ceklis Enable dan Autorefresh yang ada diposisi bawah. Stelah itu klik Add 20

Langkah 5: Pilihlah Media Type, kali ini media yang kita pakai adalah DVD, maka DVD yang kita pilih, lalu klik Next

21

Langkah 6: Klik Next

Langkah 7: Klik OK

22

KONFIGURASI IP ADDRESS

Langkah 1: Klik Start > Computer > YaST

23

Langkah 2: Masukan password root, lalu klik OK

Langkah 3: Pilih Network Device > Network Settings

Langkah 4: Klik Edit 24

Langkah 5: Pilih Statically assigned IP Address, IP Address masukan 192.168.1.102, Subnet Mask masukan 255.255.255.0, lalu klik OK dan klik OK lagi

Langkah 6: Buka start > Favorites > Terminal 25

Langkah 7: ketikan su (super user) masukan passwordnya, ketikan ifconfig (untuk melihat ip address pada sistem operasi linux). Terlihat bahwa ip addressnya adalah 192.168.1.102

Langkah 8: Cobalah Anda tes koneksi dengan perintah ping ke alamat IP Address komputer sebelah Anda, dengan kabel UTP tipe Cross sebagai penghubung antar komputer.

26

DNS SERVER

Langkah 1: Buka yast2. Setelah muncul YaST Control Center. Pilih Software management, Pilih pada filter Pattern.

Langkah 2: Ceklist pada Web and LAMP Server dan DHCP and DNS Server.lalu klik Accept.

27

Langkah 3: Pada langkah ini tidak ada yg di ubah, klick continue

Langkah 4: Tutup YAST agar YAST melakukan refresh package yang diinstall Buka Yast | Network Service | DNS Server Pada wizard pertama, YAST menampilkan forwarder setting, yaitu DNS server forwarder yang akan digunakan untuk melakukan look up address jika suatu alamat tidak ditemukan di DNS server lokal. YAST biasanya mengambil data isian dari konfigurasi DNS yang sudah disetting. Untuk wizard ini kita bisa menggunakan setting default. Klik Next.

28

Langkah 5: Tambahkan Zone baru. Ketik nama domain ( bogor.co.id ) pada Zone name, Pilih master pada Zone type dan kemudian klik Add. Setlah itu Klik Edit untuk mengisi records pada Zone domain yang baru saja kita buat Bila ada zone ( 0.0.0.0.0.0.0.0.0.0.0.0.0.0.0.0.ip6.arpa ) Delete terlebih dahulu.

29

Langkah 6: Biarkan tab pertama (Basics) demikian adanya. Kita akan menggunakan setting default, yaitu menggunakan seluruh Zone Transport. Klik pada tab kedua, NS Records ketik ns1 pada Name Server to Add dan kemudian klik Add. YAST akan cukup cerdas untuk menggunakan fasililitas auto complete dan menuliskan records secara lengkap, berikut tanda titik dibagian akhir (dalam contoh : ns1.bogor.co.id.). Pada konfigurasi DNS, tanda titik ini berarti dibelakang records tersebut tidak perlu ditambahkan nama domain. Untuk nama name server, ns adalah nama standar, singkatan dari name server. ns berarti name server , kita menyiapkan kemungkinan jika nantinya ada 2 server atau lebih bisa kita beri nama ns2, ns3 dan seterusnya. Name server berarti server yang berfungsi sebagai pemberi nama bagi komputer klien yang menanyakannya. Dapat pula diartikan sebagai subdomain dari domain utama.

30

Langkah 7: Biarkan tab ke empat (SOA) seperti adanya, kita akan menggunakan setting default. Tab SOA berisi setting mengenai kapan suatu alamat records direfresh. SOA mendefinisikan waktu propagasi suatu DNS Server. Pindah ke tab terakhir, yaitu tab records. Disini kita akan mendefinisikan alamat IP untuk masing-masing nama records. Ketik ns1 pada isian Record key, Pilih A (Address Records) sebagai tipe records dan kemudian isi IP Address (192.168.1.102) pada bagian records value. Karena saya menggunakan komputer yang sama sebagai name server, saya mengisi IP address pada bagian records value Kemudian klik Add. Lakukan hal yang sama untuk bogor.co.id. angkot dan www pilih CNAME: Alias for Domain Name sebagai tipe records dan kemudian isi ns1 pada bagian records value.

31

Langkah 8: Setelah yang di edit selesai, klick next

Langkah 9: Pilih on : start now and when booting, klick finish. 32

Langkah 10: Buka Terminal (Lihat Halaman 25) Testing DNS Server menggunakan perintah nslookup, contoh : nslookup ns.domain.tld. Contoh pada tutorial ini : nslookup bogor.co.id dan nslookup angkot.bogor.co.id. DNS Server akan meresponnya dengan menampilkan IP Address. respon yang benar akan menghasilkan IP Address dari records-records yang sudah didefinisikan. Jika ada pesan kesalahan, investigasi ulang pesan kesalahannya. Untuk testing bisa juga menggunakan perintah dig bogor.co.id

33

DISC QUOTA Nama user/Client yang ingin membuat domain dan sub domain adalah: Nama user/Client = adi Passwords user/Client = adi Domain Sub domain = bogor.co.id = angkot.bogor.co.id

karena User adi hanya membeli quota 10 MB, kita membuat settingan untuk quota 10 MB.

Langkah 1: Buka Terminal / konsole (Lihat Halaman 25), lalu akseslah fstab dengan menggunakan user root

Langkah 2: Tambah tulisan usrquota pada filesystem /home ext3 acl,user_xattr,usrquota 1 2

34

Langkah 3: Buatlah file dengan nama quota.user pada /home, berikan hak akses chmod 600 quota.user kepada file quota.user. Mountinglah mountpoint /home dengan perintah mount -o remount /home. Lalu cek quota dengan perintah quotacheck -avugm. Hidupkanlah quotanya dengan perintah quotaon -avug

Langkah 4: Karena kita akan memberikan quota kepada user, maka sebelumnya kita harus membuat user tersebut, buka yast2 lalu kliklah User and Group Management

35

Langkah 5: Klik tombol Add

36

Langkah 6: Isilah User's Full Name adi, Username adi dan Password adi. Tekan OK

Langkah 7: Klick pada tab Plug-Ins. Pilih Manage User Quota, klick Launch.

Langkah 8: Setting quota untuk user adi, pada kolom isikan 10000 = 10 MB, klick ok, pada tampilan existing local user klick ok.

37

Langkah 9: Sekarang user dan quota sudah terbuat, Tekan OK

Langkah 10: Buka terminal / konsole Lihat quota yang telah dibuat, pernhatikan jumlah Blocksnya 60 (Dalam Hitungan KiloByte): quota u adi Untuk menguji apakah quota berjalan dengan baik, Anda dapat berpindah terlebih dahulu ke user yang bersangkutan, lalu buatlah file dalam direktori adi: su adi cd /home/adi cat > file.txt Isikan data pada file.txt tersebut, setelah itu enter, tekan CTRL + D pindah ke user root (su)

38

Langkah 11: Jalankan perintah repquota -a. Coba perhatikan bahwa jumlah Block mengalami peningkatan berjumlah 64:

Langkah 12: Pindah lagi ke user adi, lalu buat file2.txt, jangan lupa untuk dikasih tulisan dalam file tsb, pindah ke user root, cek apakah Blocknya mengalami peningkatan?? Jika Yach berarti Quota yang kita buat berhasil. Lihatlah Block totalnya menjadi 72

39

VIRTUAL HOST

Langkah 1: buat folder untuk domain bogor.co.id dan sub domain angkot.bogor.co.id dengan menggunkan user adi su adi cd /home/adi/public_html/ mkdir angkot mkdir bogor.co.id

Langkah 2: Buka Yast2, pilih HTTP Server, klick pada bagian tab Host, klik add.

40

Langkah 3: Isikan server name, server contents root dan administrator E-mail seperti contoh berikut Server name : bogor.co.id server contents Root : /home/adi/public_html/bogor.co.id/ Administrator E-mail : adi@bogor.co.id Klik pada Change VirtualHost ID, pilih All addresses (*), klik OK, klick next. Muncul Tab Virtual host detail klik next.

41

Langkah 4: Lakukan hal yang sama untuk sub domain angkot.bogor.co.id, Server name : angkot.bogor.co.id server contents Root : /home/adi/public_html/angkot/ Administrator E-mail : adi@bogor.co.id Setelah itu klik finish

42

Langkah 5: Membuat file html sederhana untuk domain bogor.co..id dan angkot.bogor.co.id gunakan user adi su adi cd /home/adi/public_html/bogor.co.id vi index.html isikan index.html seperti gambar di atas. Tekan Esc Ketik :wq untuk save and quit

Langkah 6: Lakukan hal yang sama untuk sub domain angkot.bogor.co.id cd /home/adi/public_html/angkot vi index.html

Langkah 7: Lakukan restart service web server dan test menggunakan web browser, seperti contoh gambar di atas.

Langkah 8: Bukalah browser kesayangan Anda, ketikan alamat URL domain bogor.co.id dan angkot.bogor.co.id

43

SAMBA SERVER Samba adalah program yang bersifat open source yang menyediakan layanan berbagi berkas (file service) dan berbagi alat pencetak (print service). Untuk melakukan setting samba share lakukan langkah-angkah berikut ini : 1. Buka YaST Control Center , lalu ketikan samba pada kolom search, kemudian klik pada samba server untuk melakukan setting samba.

2. Kemudian pada langkah berikutnya anda diminta untuk mengisi kolom dengan alamat workgroup atau nama domain, karena pada kali ini samba hanya disetting untuk file sharing saja maka biarkan saja terisi sebagai workgroup. Setelah itu klik next.

3. Kemudian anda diminta untuk memilih tipe dari samba server yang akan anda setting. Pilih Not a Domain Controller. Setelah itu klik next.

44

4. Kemudian terdapat tampilan seperti gambar dibawah ini, pilih pada pilihan During boot sehinnga setiap kali booting service samba akan berja;lan secara otomatis.

5. klik tab Share untuk pindah ke menu share. Disini klik add untuk menambah folder yang akan di sharing. 45

6. isikan kolom-kolom tersebut sesuai dengan yang anda inginkan. Kemudian klik browse untuk memilih direktori yang akan di share.

7. pilih direktori yang ingin anda share. Kemudian klik Ok. 46

8. klik Ok untuk menyelesaikannya proses penambahan folder sharing.

9. karena sebelumnya sudah ada user adi, sekarang kita akan member password samba untuk user tersebut. Lakukan langkah berikut ini. 47

10. setelah itu restart daemon samba dengan langkah berikut ini.

11. kemudian buka dolphin untuk melakukan testing samba. Ketikan smb://alamat-ip (smb://192.168.1.102) terus tekan enter.

48

12. klik pada folder adi share, maka anda akan diminta untuk memasukan username dan password. Isikan sesuai dengan user yang anda beri password samba tadi.

13. maka folder yang di share tadi akan terbuka dengan autentikasi user adi, hali ini terlihat pada smb://adi@192.168.1.102/adi share/

49

FTP SERVER FTP server adalah suatu server yang menjalankan software yang berfungsi untuk memberikan layanan tukar menukar file dimana server tersebut selalu siap memberikan layanan FTP apabila mendapat permintaan (request) dari FTP client. Untuk melakukan setting FTP Server lakukan langkah berikut ini. 1. Lakukan instalasi vsftpd terlebih dahulu dengan cara buka YaST Control Center, kemudian pilih Software Management.

2. Ketikan pada kolom search vsftpd, kemudian tekan enter.setelah itu beri tanda ceklist pada software vsftpd. Setelah itu klik pada tombol accept untuk melakukan proses instalasi.

50

3. Berikut ini adalah proses dari instalasi vsftpd, tunggu sampai proses instalasi selesai.

51

4. Kemudian edit file konfigurasi dari vsftpd, dengan cara sebagai berikut. Ubah baris-baris berikut ini. write-enable=NO anonymous-enable=YES #listen=YES listen-IPv6=YES write-enable=YES anonymous-enable=NO listen=YES #listen-IPv6=YES

ketikan :wq untuk menyimpan hasil konfigurasi. 5. Kemudian jalankan daemon dari vsftpd dengan cara sebagai berikut :

6. Lakukan pengetesan ftp server secara local dengan cara sebagai berikut:

7. Kemudian buka gFTP untuk mengetes dengan menggunakan FTP Client. Install terlebih dahulu gFTP dengan cara sebagai berikut :

8. Kemudian buka program aplikasi gFTP.

52

9. Isikan kolom-kolom yang ada pada program aplikasi gFTP seperti gambar dibawah ini.

Keterangan Host Port User Password

: alamat domain atau alamat IP dari FTP Server : port yang digunakan oleh FTP Server, biasanya menggunakan port 21 : user atau pengguna yang akan digunakan untuk login ke FTP Server : kata sandi pengguna yang digunakan untuk login ke FTP Server.

53

SSH
SSH (Secure Shell) adalah aplikasi berbasis konsole yang berfungsi untuk melakukan remote jarak jauh yang memiliki tingkat keamanan yang bagus. Untuk melakukan remote menggunakan SSh lakukan langkah-langkah berikut ini. 1. Jalankan daemon SSh dengan cara berikut ini.

2. Untuk melakukan remote pada suatu komputer dengan user tertentu, lakukan langkah berikut ini.

54

55

PROXY

Langkah 1: Klik Start > Computer > YaST

56

Langkah 2: Masukan password root, lalu klik OK

Langkah 3: Pada kotak isian Search isikanlah squid, pada Package ceklis squid, lalu klik Accept

Langkah 4: Buka start > Favorites > Terminal

57

Langkah 5: Ketikkan su (super user) masukan passwordnya, ketikan vi /etc/squid/squid.conf

Langkah 6: Ketik /# TAG: http_access (antara # dengan TAG berikanlah dua spasi, antara simbol titik dua dengan http_access berikanlah satu spasi), laku tekan enter 58

Langkah 7: Tambahkan tulisan sperti pada gambar acl domain dstdomain /etc/squid/domain.txt acl url url_regex -i /etc/squid/url.txt acl file url_regex -i /etc/squid/file.txt

Langkah 8: Tekan Esc, ketikan /# http_access deny all, lalu tekan Enter 59

Langkah 8: Tambahkan tulisan sperti pada gambar http_access deny domain http_access deny url http_access deny file Setelah itu akhiri dengan menekan tombol Esc, lalu ketikan :wq

Langkah 9: Buatlah file domain.txt

Langkah 10: Isilah file domain.txt dengan alamat domain yang akan kita block yaitu facebook.com dan youtube.com

60

Langkah 11: Buatlah beberapa file lagi yaitu file.txt dan url.txt. Isi file berupa file.txt yaitu \.exe$ (User client tidak boleh mendownload file berekstensi exe). Isi file berupa url.txt yaitu bola (User client tidak dapat melakukan search dengan nama bola pada google)

Langkah 12: Silahkan kembali ke Langkah 4 pada pembahasan PROXY, lalu ketikan iptables-save, kita dapat lihat bahwa rantai iptables dalam keadaan kosong.

Langkah 13: Buka Terminal, atau lihat caranya buka Terminal pada Langkah 4, lalu ketikan perintah seperti yang diatas, setiap diakhir perintah tekan Enter, setelah itu tulis kembali perintah yang berikutnya.

61

Langkah 14: Jika mau iptables berjalan secara otomatis ketika PC Router dihidupkan setelah direstart, maka Anda dapat mengetik iptables pada file vi /etc/init.d/boot.local

Langkah 15: Tekan tombol insert pada keyboard, lalu ketikan baris perintah iptables seperti diatas, maka iptables berjalan secara otomatis ketika PC Router dihidupkan setelah direstart.

62

Langkah 16: Sekarang rantai iptablesnya sudah masuk dalam susunan iptables pada PC Router yang sedang kita bangun.

Langkah 17: Jalankan service squid, dengan perintah rcsquid restart

63

Langkah 18: Sebelum Proxy kita sambungkan ke jaringan, terlebih dahulu kita konfigurasi ip address pada masing-masing kartu jaringan, seperti pada gambar diatas PC Router mempunyai dua ip address.

Langkah 19: Jadi paket internet masuk melalui Ethernet 1 (Eth1), setelah itu paket internet di Routing dengan iptables lalu paket internet dikeluarkan melalui Ethernet 0 (Eth0). Jadi setiap permintaan akses internet pada sisi client PC1 atau PC2 akan terlebih dahulu di Filter dengan squid.

64

Langkah 20: User PC 1 tidak dapat membuka alamat domain facebook.com

Langkah 21: User tidak bisa melakukan pencarian melalui google dengan nama bola 65

Langkah 22: User client PC1 tidak bisa mendownload semua file yang berekstensi .exe, pada contoh gambar di atas user tidak bisa mendownload antivirus smadav.exe

66