Anda di halaman 1dari 14

Visi dan Misi Visi BRI

Menjadi bank komersial terkemuka yang selalu mengutamakan kepuasan nasabah.

Misi BRI


Melakukan kegiatan perbankan yang terbaik dengan mengutamakan pelayanan kepada usaha mikro, kecil dan menengah untuk menunjang peningkatan ekonomi masyarakat.

Memberikan pelayanan prima kepada nasabah melalui jaringan kerja yang tersebar luas dan didukung oleh sumber daya manusia yang profesional dengan melaksanakan praktek good corporate governance.

Memberikan keuntungan dan manfaat yang optimal kepada pihak-pihak yang berkepentingan.

JAJARAN DIREKSI BANK BRI Direktur Utama : SOFYAN BASIR Direktur : A. TONI SOETIRTO Direktur : DJAROT KUSUMAYAKTI Direktur : SARWONO SUDARTO Direktur : SULAIMAN A. ARIANTO Direktur : LENNY SUGIHAT Direktur : RANDI ANTO Direktur : ACHMAD BAIQUNI Direktur : SUPRAJARTO Direktur : ASMAWI SYAM Direktur : GATOT MARDIWASISTO

BANK PENGERTIAN BANK Bank adalah sebuah lembaga intermediasi keuangan umumnya didirikan dengan kewenangan untuk menerima simpanan uang, meminjamkan uang, dan menerbitkan promes atau yang dikenal sebagai banknote. Kata bank berasal dari bahasa Italia banca berarti tempat penukaran uang. Sedangkan menurut undang-undang perbankan bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. Industri perbankan telah mengalami perubahan besar dalam beberapa tahun terakhir. Industri ini menjadi lebih kompetitif karena deregulasi peraturan[5]. Saat ini, bank memiliki fleksibilitas pada layanan yang mereka tawarkan, lokasi tempat mereka beroperasi, dan tarif yang mereka bayar untuk simpanan deposan Menurut UU RI No 10 Tahun 1998 tanggal 10 November 1998 tentang perbankan, dapat disimpulkan bahwa usaha perbankan meliputi tiga kegiatan, yaitu menghimpun dana,menyalurkan dana, dan memberikan jasa bank lainnya.[4] Kegiatan menghimpun dan menyalurkan dana merupakan kegiatan pokok bank sedangkan memberikan jasa bank lainnya hanya kegiatan pendukung[4]. Kegiatan menghimpun dana, berupa mengumpulkan dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan giro, tabungan, dan deposito.[4] Biasanya sambil diberikan balas jasa
[4]

yang Kegiatan

menarik

seperti, bunga dan dana,

hadiah

sebagai

rangsangan pinjaman

bagi kepada

masyarakat.

menyalurkan

berupa

pemberian

masyarakat.[4] Sedangkan jasa-jasa perbankan lainnya diberikan untuk mendukung kelancaran kegiatan utama tersebut.[4]bank didirikan oleh Prof. Dr. Ali Afifuddin, SE. Inilah beberapa manfaat perbankan dalam kehidupan: 1. Sebagai model investasi, yang berarti, transaksi derivatif dapat dijadikan sebagai salah satu model berinvestasi. Walaupun pada umumnya merupakan jenis investasi jangka pendek (yield enhancement).

2. Sebagai cara lindung nilai, yang berarti, transaksi derivatif dapat berfungsi sebagai salah satu cara untuk menghilangkan risiko dengan jalan lindung nilai (hedging), atau disebut juga sebagai risk management. 3. Informasi harga, yang berarti, transaksi derivatif dapat berfungsi sebagai sarana mencari atau memberikan informasi tentang harga barang komoditi tertentu dikemudian hari (price discovery). 4. Fungsi spekulatif, yang berarti, transaksi derivatif dapat memberikan kesempatan spekulasi (untung-untungan) terhadap perubahan nilai pasar dari transaksi derivatif itu sendiri. 5. Fungsi manajemen produksi berjalan dengan baik dan efisien, yang berarti, transaksi derivatif dapat memberikan gambaran kepada manajemen produksi sebuah produsen dalam menilai suatu permintaan dan kebutuhan pasar di masa mendatang. Terlepas dari funsi-fungsi perbankan (bank) yang utama atau turunannya, maka yang perlu diperhatikan untuk dunia perbankan, ialah tujuan secara filosofis dari eksistensi bank di Indonesia. Hal ini sangat jelas tercermin dalam Pasal empat (4) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 yang menjelaskan, Perbankan Indonesia bertujuan menunjang pelaksanaan pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan, pertumbuhan ekonomi, dan stabilitas nasional ke arah peningkatan kesejahteraan rakyat banyak. Meninjau lebih dalam terhadap kegiatan usaha bank, maka bank (perbankan) Indonesia dalam melakukan usahanya harus didasarkan atas asas demokrasi ekonomi yang menggunakan prinsip kehati-hatian.4 Hal ini, jelas tergambar, karena secara filosofis bank memiliki fungsi makro dan mikro terhadap proses pembangunan bangsa. Tentang BRI DIRUT : Bpk. Sofyan Ba'asyir Komisaris Utama : Bpk. Bunasor Sanim Sejarah Pada awalnya Bank Rakyat Indonesia (BRI) didirikan di Purwokerto, Jawa Tengah oleh Raden Aria Wirjaatmadja dengan nama Hulp-en Spaarbank der Inlandsche Bestuurs Ambtenaren

atau Bank Bantuan dan Simpanan Milik Kaum Priyayi yang berkebangsaan Indonesia (pribumi). Berdiri tanggal 16 Desember 1895, yang kemudian dijadikan sebagai hari kelahiran BRI. Pendiri Bank Rakyat Indonesia Raden Aria Wirjaatmadja Pada periode setelah kemerdekaan RI, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 1 tahun 1946 Pasal 1 disebutkan bahwa BRI adalah sebagai Bank Pemerintah pertama di Republik Indonesia. Adanya situasi perang mempertahankan kemerdekaan pada tahun 1948, kegiatan BRI sempat terhenti untuk sementara waktu dan baru mulai aktif kembali setelah perjanjian Renville pada tahun 1949 dengan berubah nama menjadi Bank Rakyat Indonesia Serikat. Pada waktu itu melalui PERPU No. 41 tahun 1960 dibentuk Bank Koperasi Tani dan Nelayan (BKTN) yang merupakan peleburan dari BRI, Bank Tani Nelayan dan Nederlandsche Maatschappij (NHM). Kemudian berdasarkan Penetapan Presiden (Penpres) No. 9 tahun 1965, BKTN diintergrasikan ke dalam Bank Indonesia dengan nama Bank Indonesia Urusan Koperasi Tani dan Nelayan. Setelah berjalan selama satu bulan keluar Penpres No. 17 tahun 1965 tentang pembentukan Bank tunggal dengan nama Bank Negara Indonesia. Dalam ketentuan baru itu, Bank Indonesia Urusan Koperasi, Tani dan Nelayan (eks BKTN) diintegrasikan dengan nama Bank Negara Indonesia unit II bidang Rural, sedangkan NHM menjadi Bank Negara Indonesia unit II bidang Ekspor Impor (Exim). Berdasarkan Undang-Undang No. 14 tahun 1967 tentang Undang-undang Pokok Perbankan dan Undang-undang No. 13 tahun 1968 tentang Undang-undang Bank Sentral, yang intinya mengembalikan fungsi Bank Indonesia sebagai Bank Sentral dan Bank Negara Indonesia Unit II Bidang Rular dan Ekspor Impor dipisahkan masing-masing menjadi dua Bank yaitu Bank Rakyat Indonesia dan Bank Ekspor Impor Indonesia. Selanjutnya berdasarkan Undang-undang No. 21 tahun 1968 menetapkan kembali tugas-tugas pokok BRI sebagai Bank Umum. Sejak 1 Agustus 1992 berdasarkan Undang-undang perbankan No. 7 tahun 1992 dan Peraturan Pemerintah RI No. 21 tahun 1992 status BRI berubah menjadi PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) yang kepemilikannya masih 100% ditangan Pemerintah.

Anggaran Dasar Perusahaan Perseroan (Persero) PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mengalami beberapa perubahan yaitu: y Anggaran Dasar PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk., yang seluruh perubahannya dimuat dalam Akta No. 51 tanggal 26 Mei 2008 yang telah disetujui Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI No.AHU-48353.AH.01.02 Tahun 2008 tanggal 06 Agustus 2008 beserta perubahan-perubahannya. y Akta Penyertaan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan (PERSERO) PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk disingkat PT. Bank Rakyat Indoesia (Persero) Tbk No.51tanggal 26 Mei 2008 y Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perusahaan Perseroan (PERSERO) PT Bank Rakyat Indonesia Tbk disingkat PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Nomor 7 Tanggal 13 Februari 2009 y Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perusahaan Perseroan (PERSERO) PT Bank Rakyat Indonesia Tbk disingkat PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Nomor 4 Tanggal 2 Februari 2009 PT. BRI (Persero) yang didirikan sejak tahun 1895 didasarkan pelayanan pada masyarakat kecil sampai sekarang tetap konsisten, yaitu dengan fokus pembiayaan kepada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Visi BRI Menjadi bank komersial terkemuka yang selalu mengutamakan kepuasan nasabah. Misi BRI Melakukan kegiatan perbankan yang terbaik dengan mengutamakan pelayanan kepada usaha mikro, kecil dan menengah untuk menunjang peningkatan ekonomi masyarakat. Memberikan pelayanan prima kepada nasabah melalui jaringan kerja yang tersebar luas dan didukung oleh sumber daya manusia yang profesional dengan melaksanakan praktek good corporate governance. Memberikan keuntungan dan manfaat yang optimal kepada pihak-pihak yang berkepentingan.

Produk Simpanan :Deposito BRI Rupiah, Deposito BRI Valas, Giro BRI (Rupiah), Giro BRI Valas, BritAma, Simpedes, Simpedes TKI, Tabungan Haji, BritAma Dollar, BritAma Junio, DPLK Produk Pinjaman : Kredit Investasi, Kredit Modal Kerja, Kredit Modal Kerja Konstruksi, Bank Garansi, Standby Letter of Credit (SBLC), SKBDN, LC, Kredit Sindikasi, Postshipment Financing, KPR BRI, KKB BRI Mobil Baru & Bekas Produk Lainnya : e-Banking BRI, ATM BRI, SMS Banking BRI, Phone Banking BRI, Kiosk BRI, EDC Mini ATM BRI, RTGS, CDM BRI dan Internet Banking, Kliring BRI,Automatic Fund Transfer (AFT),Account sweep, Automatic Grab Fund (AGF), Remittance, BRIZZI, Ebuzz, MoCash, Obligasi Negara Ritel (ORI) dan Sukuk Negara Ritel (SR) ISTILAH2 BANK IPO (Initial Public Offering) = Penawaran Umum Perdana adalah penjualan pertama saham umum sebuah perusahaan kepada investor umum. Perusahaan tersebut akan menerbitkan hanya saham-saham pertama, namun bisa juga menawarkan saham kedua. Biasanya perusahaan tersebut akan merekrut seorang bankir investasi untuk menjamin penawaran tersebut dan seorang pengacara korporat untuk membantu menulis prospektus. LDR (Loan to Deposit Ratio) = adalah rasio antara besarnya seluruh volume kredit yang disalurkan oleh bank dan jumlah penerimaan dana dari berbagai sumber. pengertian lainnya LDR adalah rasio keuangan perusahaan perbankan yang berhubungan dengan aspek likuiditas. CAR (Capital Adequacy Ratio) = Perbandingan sederhana antara porsi modal terhadap kekayaan bank bisa dilihat dari data rata-rata perbandingan DER (Debt to Equity Ratio) = Perbandingan antara Hutang dan Modal ROA (Return on Assets) = yaitu rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan manajemen bank dalam memperoleh keuntungan secara keseluruhan. Semakin besar rasio ROA suatu bank, semakin besar pula tingkat keuntungan yang dicapai bank tersebut dan semakin baik pula posisi bank tersebut dari segi penggunaan assets.

LOI (Letter of Intent) = Surat Penunjukan untuk mengerjakan suatu proyek (SPP) dari pemilik /pemberi proyek yang minimal mencantumkan para pihak, rumusan pekerjaan, hak dan kewajiban, cara pembayaran serta perihal cidera janji. Kliring = adalah proses penyampaian suatu surat berharga yang belum merupakan suatu kewajiban bagi Bank, dimana surat berharga tersebut disampaikan oleh Bank Penarik, hingga adanya pengesahan oleh Bank Tertarik melalui lembaga kliring, yang dinyatakan dalam mata uang rupiah. KI (Kredit investasi) = adalah kredit jangka menengah/panjang yang diberikan kepada (calon) debitur untuk membiayai barang-barang modal dalam rangka rehabilitasi,modernisasi, perluasan ataupun pendirian proyek baru, misalnya untuk pembelian mesin-mesin, bangunan dan tanah untuk pabrik, yang pelunasannya dari hasil usaha dengan barang-barang modal yang dibiayai. KMK (Kredit Modal Kerja) = adalah fasilitas kredit modal kerja yang diberikan baik dalam rupiah maupun valuta asing untuk memenuhi modal kerja yang habis dalam satu siklus usaha dengan jangka waktu maksimal 1 tahun. Giro = Simpanan pada bank, yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan mempergunakan cek, surat perintah pembayaran yang lainnya, atau dengan cara pemindah bukuan. Deposito = merupakan produk bank sejenis jasa tabungan yang biasa ditawarkan kepada masyarakat. Dana dalam deposito dijamin oleh pemerintah melalui Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dengan persyaratan tertentu. Deposito biasanya memiliki jangka waktu tertentu di mana uang di dalamnya tidak boleh ditarik nasabah. Deposito baru bisa dicairkan sesuai dengan tanggal jatuh temponya, biasanya deposito mempunyai jatuh tempo 1, 3, 6, atau 12 bulan. BG (Bank Garansi) = adalah jaminan pembayaran yang diberikan kepada pihak penerima jaminan (bisa perorangan atau perusahaan), apabila pihak yang dijamin tidak dapat memenuhi kewajiban atau cidera janji. Plafond = Batas maksimal pemberian kredit pada nasabah untuk pinjaman tertentu

Baki Debet (Saldo) = Saldo terakhir untuk pinjaman ataupun simapanan Fidusia = Orang atau badan yang mendapat kepercayaan menguasai barang untuk mengelolanya, misalnya administratur, direktur, dan lain-lain. Kalo jaminan fidusia berarti proyek yang dibiayai itu sendiri yang dijaminkan ke bank pemberi peminjam Agunan = Aset yang dijaminkan ke bank sebagai jaminan kredit LC (Letter of credit) = adalah sebuah cara pembayaran internasional yang memungkinkan eksportir menerima pembayaran tanpa menunggu berita dari luar negeri setelah barang dan berkas dokumen dikirimkan keluar negeri (kepada pemesan). SKBDN = semacam LC dalam negeri dan merupakan jaminan pembayaran yang diterbitkan oleh Bank atas permintaan pembeli / distributor untuk menjamin pembayaran kepada penjual / supplier. Reksa Dana = Wadah investasi yang berisi dana dari sejumlah investor dimana uang didalamnya diinvestasikan ke dalam berbagai produk investasi oleh sebuah Perusahaan Manajemen Investasi Rate (Suku Bunga) = Prosentase, per unit waktu, dari total jumlah pinjaman yang ditagihkan oleh bank atau institusi keuangan atas penggunaan uang mereka. Bunga kartu kredit bisa dihitung per tahun, per bulan atau per hari. Inflasi = adalah suatu keadaan di mana harga barang-barang secara umum mengalami kenaikan dan berlangsung dalam waktu yang lama terus-menerus. contoh harga kebutuhan pokok yg dari tahun ke tahun mengalami kenaikan Automatic Fund Transfer (AFT) = Fasilitas untuk mentransfer dana dari satu rekening ke rekening lainnya, pada tanggal tertentu yang ditetapkan oleh nasabah Force majeur = adalah kondisi luar biasa seperti bencana alam atau krisis yang tidak biasanya terjadi sehingga dapat dijadikan pengecualian dan dapat dicantumkan tersendiri pada catatan laporan keuangan. Remittance = Layanan perbankan kepada nasabah untuk pengiriman dan penerimaan dana valuta asing (valas) melalui transfer, baik ditujukan kepada bank di dalam maupun di luar negeri.

Obligasi Negara Ritel (ORI) dan Sukuk Negara Ritel (SR) = merupakan Surat Berharga yang dijamin pembayaran bunga, bagi hasil serta pokoknya oleh Pemerintah dan dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi investor individu Warga Negara Indonesia. Karena banyak yang request apa aja si pertanyaan2nya, yauda ane kasi kisi2 Pertanyaan yang suka muncul aja yah: 1. Ceritakan tentang diri anda dan keluarga anda, kehidupan anda semasa kuliah dan jika sudah pernah bekerja maka ceritakan pengalaman berkerja anda. 2. Persiapan apa saja yang sudah kamu lakukan? 3. Apa yang anda ketahui tentang BRI? dapet darimana? (nah ini yang bercabang kemana2, visi misi BRI, laba, pesaing siapa aja dan keunggulan pesaing apa, dll, saran ane banyak baca2). 4. Syarat2 perbankan sehat itu apa aja? (apalin rationya apa aja, dan bandingkan dengan kondisi BRI) 5. Pertanyaan tentang GCG (Good Corporate Governance) segala hal tentang suap, pemberian hadiah, KKN. (hati2 jangan sampai terjebak disini jawab sesuai dengan peraturan UU) misal : "kalo ada nasabah ngasi kamu hadiah menurut kamu gimana?" atau "kalo kita ajak nasabah kita jalan2 keluar negeri gimana?" atau "kalau kita ajak nasabah kita main golf gimana menurut kamu?" 6. Coba kamu jelasin keadaan perekonomian indonesia dan dunia saat ini. (pertanyaan wajib nie kayaknya, 70% pasti nongol nie pertanyaan) 7. Kalo ente masi baru lulus maka pasti buat intermezo disuru menjelaskan sesuatu yang berkaitan dengan mata kuliah ente dan skripsi ente. jadi siap2. contoh : "skripsi kamu judulnya apa? coba jelasin ke kami?" atau misalnya "kamu kan manajemen coba kamu jelasin ke kami gimana manajemen yang baik itu?", nah kalo ente teknik atau IT siap2 dah jurus ninja masing2 8. Kalo ente uda kerja maka pasti ditanyain detil dikau ngapain aja kerjanya. 9. Kenapa kok kamu mau kerja dibank kan jurusan kamu ini xxxx? (pasti dibenturin sama jurusan bro)

10. Coba kamu ceritain dalam 5 tahun kedepan kamu mau apa? 11. Siapa nama dirut BRI sekarang? direkturnya ada berapa? siapa aja? trus komisarisnya siapa aja? 12. Gimana prospek BRI ke depan menurut kamu? 13. Seberapa ingin sih kamu ingin kerja disini? trus kamu mau jadi apa nantinya disini? 14. PPS itukan kayak MT ditempat lain, kamu tau arti dari management trainee itu apa? 15. Kenapa sih kami harus menerima kamu? kelebihan kamu apa? kekurangan kamu apa? kenapa gak kami terima aja tuh karyawan2 kami yang outsourcing yang uda pada kerja lama di BRI, mereka bisa kerja pengalaman mereka ada, kenapa kami harus nerima kamu jadi PPS? 16. Pertanyaan intermezo : kamu punya pacar ga? dimana? uda berapa taun? kapan mau nikah? 17. Kamu mau ditempatin didaerah terpencil kayak mamuju atau soroako? siap ga? 18. Kamu mau menyampaikan sesuatu? ( jika wawancara tidak smooth maka disinilah kesempatan terakhir, kamu harus meyakinkan mereka kalau kamu sangat ingin diterima dan ingin berprestasi disini) Kayaknya segitu dulu deh kisi2nya yang ane bisa kasih :> semoga bisa menjawab request agan2 yang persiapan. Ane gamau jadi orang pelit gan, ane maunya kita saling berbagi gan, karena ane yakin ente2 mau nyari thread ane ini apalagi baca thread ini pun udah termasuk ikhtiar buat ente2 pada :> INGAT MASALAH ITU BUKAN PERTANYAANNYA APA TAPI BAGAIMANA ANDA MENJAWABNYA Tips Gesture saat interview : 1. Suara yang jelas jangan lembut2 2. Sikap Badan tegak inget anda calon direktur masa depan BRI 3. Senyum Ramah 4. Jangan Tegang

5. Jangan Buru2 Jawab pertanyaan, tau gaya mikir sherlock holmes ga?nah kalo tau kayak gitu kalo belagak mikir. 6. Jangan Nge-Guyon sembarangan, kecuali si pewawancara yang becanda duluan. 7. Jangan goyang2in kaki apa tempat duduk saat wawancara. 8. Kalo mau bohong maka suara jangan gemeteran dan jangan tatap mata si pewawancara 9. Ketika wawancara berakhir jangan lebay, cukup jabat tangan dan ucapkan salam serta terima kasih. 10. Jangan lupa lapor sama panitia buat ngumpulin data2

UNDANG-UNDANG TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG- UNDANG NOMOR 7 TAHUN 1992 TENTANG PERBANKAN. Pasal 1 Mengubah beberapa ketentuan dalam Undang-undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan sebagai berikut : 1. Ketentuan Pasal 1diubah, sehingga Pasal 1 seluruhnya menjadi berbunyi sebagai berikut : Pasal 1 Dalam Undang-undang ini yang dimaksud dengan : 1. Perbankan adalah segala sesuatu yang menyangkut tentang Bank, mencakup kelembagaan, kegiatan usaha serta cara dan proses dalam melaksanakan kegiatan usahanya;

2. Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak; 3. Bank Umum adalah Bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau berdasarkan Prinsip Syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran; 4. Bank Perkreditan Rakyat adalah Bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan Prinsip Syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran; 5. Simpanan adalah dana yang dipercayakan oleh masyarakat kepada Bank berdasarkan perjanjian penyimpanan dana dalam bentuk giro, deposito, sertifikat deposito, tabungan dan atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu; 6. Giro adalah simpanan yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek, bilyet giro, sarana perintah pembayaran lainnya atau dengan pemindahbukuan; 7. Deposito adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu berdasarkan perjanjian Nasabah Penyimpan dengan Bank; 8. Sertifikat Deposito adalah simpanan dalam bentuk deposito yang sertifikat bukti penyimpanannya dapat dipindahtangankan; 9. Tabungan adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat tertentu yang disepakati, tetapi tidak dapat ditarik dengan cek, bilyet giro dan atau alat lainnya yang dipersamakan dengan itu; 10. Surat Berharga adalah surat pengakuan utang, wesel, saham, obligasi, sekuritas kredit, atau setiap derivatifnya atau kepentingan lain atau suatu kewajiban dari penerbit dalam bentuk yang lazim diperdagangkan dalam pasar modal dan pasar uang; 11. Kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam-meminjam antara bank dengan pihak lain yang

mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga;

12. Pembiayaan berdasarkan Prinsip Syariah adalah penyediaan uang atau tagihan yang dipersamakan dengan itu berdasarkan persetujuan atau kesepakatan antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak yang dibiayai untuk mengembalikan uang atau tagihan tersebut setelah jangka waktu tertentu dengan imbalan atau bagi hasil; 13. Prinsip Syariah adalah aturan perjanjian berdasarkan hukum Islam antara bank dan pihak lain untuk penyimpanan dana dan atau pembiayaan kegiatan usaha, atau kegiatan lainnya yang dinyatakan sesuai dengan syariah, antara lain pembiayaan berdasarkan prinsip bagi hasil (mudharabah), pembiayaan berdasarkan prinsip penyertaan modal (musharakah), prinsip jual beli barang dengan memperoleh keuntungan (murabahah), atau pembiayaan barang modal berdasarkan prinsip sewa murni tanpa pilihan (ijarah), atau dengan adanya pilihan pemindahan kepemilikan atas barang yang disewa dari pihak bank oleh pihak lain (ijarah wa iqtina); 14. Penitipan adalah penyimpanan harta berdasarkan perjanjian atau kontrak antara Bank Umum dan penitip, dengan ketentuan Bank Umum yang bersangkutan tidak mempunyai hak kepemilikan atas harta tersebut; 15. Wali Amanat adalah kegiatan usaha yang dapat dilakukan oleh Bank Umum untuk mewakili kepentingan pemegang surat berharga berdasarkan perjanjian antara Bank Umum dengan emiten surar berharga yang bersangkutan; 16. Nasabah adalah pihak yang menggunakan jasa bank; 17. Nasabah Penyimpan adalah nasabah yang menempatkan dananya di bank dalam bentuk simpanan berdasarkan perjanjian bank dengan nasabah yang bersangkutan; 18. Nasabah debitur adalah nasabah yang memperoleh fasilitas kredit atau pembiayaan berdasarkan Prinsip Syariah atau yang dipersamakan dengan itu berdasarkan perjanjian bank dengan nasabah yang bersangkutan;

19. Kantor Cabang adalah kantor bank yang secara langsung bertanggung jawab kepada kantor pusat bank yang bersangkutan, dengan alamat tempat usaha yang jelas dimana kantor cabang tersebut melakukan usahanya; 20. Bank Indonesia adalah Bank Sentral Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang yang berlaku; 21. Pimpinan Bank Indonesia adalah pimpinan sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang yang berlaku; 22. Pihak terafiliasi adalah : a. Anggota Dewan Komisaris, Pengawas, Direksi atau kuasanya, Pejabat atau Karyawan Bank; b.Anggota pengurus, pengawas,pengelola atau kuasanya, khusus bagi Bank yang undangan yang berlaku; Akuntan Publik, Penilai, berbentuk hukum Pejabat atau Karyawan Bank, perundang-

koperasi sesuai dengan peraturan

c. Pihak yang memberikan jasanya kepada Bank antara lain Konsultan Hukum dan Konsultan lainnya;

d. Pihak yang menurut penilaian Bank Indonesia turut serta antara lain pemegang saham

mempengaruhi pengelolaan bank, pengawas,

dan keluarganya, keluarga Komisaris, keluarga

keluarga Direksi, keluarga pengurus; 23. Agunan adalah jaminan tambahan yang diserahkan Nasabah Debitur kepada bank dalam rangka pemberian fasilitas kredit atau pembiayaan berdasarkan Prinsip Syariah; 24. Lembaga Penjamin Simpanan adalah badan hukum yang menyelenggarakan kegiatan penjaminan atas simpanan nasabah penyimpan melalui skim asuransi, dana penyangga atau skim lainnya