Anda di halaman 1dari 1

Klasifikasi gangguan hemostasis Fungsi hemostasis: I.

Mempertahankan agar darah tetap dalam keadaan cair Bila terjadi gangguan: Thrombosis terbentuknya massa bekuan darah intravaskuler. Menghentikan perdarahan Bila terjadi gangguan: diathesis hemoragik kecenderungan terjadinya perdarahan. A. Diathesis hemoragik primer mudah terjadi memar, purpura, ekimosis, atau perdarahan spontan dari permukaan mukosa. 1. Gangguan vaskuler a. Herediter - Telangiectasia hemoragika herediter - Sindrom Ehler-Danlos - Sindrom Marfan b. Didapat - Skorbut (defisiensi vitamin C) - Terapi steroid - Purpura senilis - Deposisi kompleks imun 2. Gangguan trombosit a. Gangguan jumlah trombosit trombositopenia, akibat: - Autoimun - Aloimun - DIC - Obat-obatan b. Gangguan fungsi trombosit - Herediter: platelet poor storage, tromboasthemia Glanzman, sindrom Bernard-Soulier - Didapat: akibat pemakaian aspirin, hiperglobulinemia. B. Diathesis hemoragik sekunder Timbul perdarahan berat setelah trauma atau luka. a. Herediter - Hemofilia A - Hemofilia B - Penyakit von Willebrand b. Didapat - Penyakit hati - Defisiensi vitamin K - Disseminated intravascular coagulation (DIC)

II.