Anda di halaman 1dari 2

BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan Keseimbangan suhu tubuh manusia diatur oleh mekanisme fisiologis dan perilaku.

Hubungan antara produksi dan pengeluaran panas diatur melalui mekanisme neurologis dan kardiovaskular. Temoregulasi merupakan pengaturan fisiologis dalam tubuh manusia terkait keseimbangan produksi panas dan kehilangan panas sehingga suhu tubuh dapat dipertahankan secara konstan. Termoregulasi dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya termoregulasi yaitu : usia, olahraga, kadar hormon, irama sirkadian, stres, dan lingkungan. Banyak faktor seperti suhu lingkungan, latihan fisik, dan efek sakit yang menyebabkan perubahan tanda vital, kadang-kadang di luar batas normal. Suhu tubuh manusia cenderung berfluktuasi setiap saat. Untuk mempertahankan suhu tubuh manusia dalam keadaan konstan, diperlukan regulasi suhu tubuh. Suhu tubuh merupakan perbedaan antara jumlah panas yang diproduksi oleh tubuh dan jumlah panas yang dikeluarkan oleh tubuh (Potter & Perry, 2005). Suhu tubuh manusia diatur dengan mekanisme umpan balik (feed back) yang diperankan oleh pusat pengaturan suhu di hipotalamus. Perubahan pada suhu tubuh dalam rentang normal terjadi ketika hubungan antara produksi panas dan kehilangan panas diganggu oleh variabel fisiologis atau prilaku.Perubahan suhu tubuh yang berada di luar batas normal mempengaruhi set point hipotalamus. Perubahan berhubungan dengan produksi panas yang berlebihan, pengeluaran panas yang berlebihan, dan produksi panas minimal. Perubahan ini dapat menyebabkan masalah klinis yang dialami klien. Masalah termoregulasi yang umum terjadi pada lansia adalah demam, hipertermi, kejang panas, kelelahan panas, dan hipotermi. Masalah termoregulasi yang umum terjadi pada Lansia terdiri dari : demam, hipotermia, hipertermia, kelelahan panas, dan kejang panas. Masalah termoregulasi yang ada pada lansia membutuhkan asuhan keperawatan yang sesuai dengan keadaan yang dialami lansia. Asuhan keperawatan klien dengan gangguan termoregulasi dapat ditinjau dari pengkajian, perencanaan, diagnosa, implementasi , dan evaluasi.

B. Saran Mahasiswa FIK UI sesuai dengan visi misi fakultas sebagai calon perawat profesional harus mengetahui masalah termoregulasi pada lansia dan mengembangkan ilmu pengetahuan keperawatan yang peka terhadap keadaan klien lansia sehingga dapat memberikan asuhan keperawatan yang sesuai.