Anda di halaman 1dari 11

PRESENTASI KASUS

PSIKOTIK

Diajukan kepada dr. Hilma Paramitha, Sp.KJ

Disusun Oleh : Meika Yusuf Wibowo Erni Noviani Tika Indriati Lusiana Wulandari Aprilya Gita S.L. Arina Cynthia L.Z.N. Hellan Eiga Widhastya Febry Laurino G1A210087 G1A210088 G1A210089 G1A210090 G1A210091 G1A210092 G1A210093 G1A210094

FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU-ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN SMF PENYAKIT JIWA RSUD. BANYUMAS BANYUMAS 2012

LEMBAR PENGESAHAN

Telah dipresentasikan dan disetujui presentasi kasus :

PSIKOTIK
Pada tanggal, Februari 2012

Diajukan untuk Memenuhi Syarat Ujian di Bagian Ilmu Penyakit Jiwa

Oleh:

Meika Yusuf Wibowo Erni Noviani Tika Indriati Lusiana Wulandari Aprilya Gita S.L. Arina Cynthia L.Z.N. Hellan Eiga Widhastya Febry Laurino

G1A210087 G1A210088 G1A210089 G1A210090 G1A210091 G1A210092 G1A210093 G1A210094

Mengetahui, Pembimbing:

dr. Hilma Paramitha, Sp.KJ

STATUS GANGGUAN PENDERITA


I. ALLOANAMNESIS A. Identitas Pasien Nama Umur Jenis Kelamin Alamat Agama Suku bangsa Pekerjaan Pendidikan Status Pernikahan : Tn. N : 23 tahun : Laki-laki : Rawaheng, Wangon - Banyumas : Islam : Jawa : Pedagang : STM : Menikah

Masuk rumah sakit : 9 Februari 2012

B. Narasumber Alloanamnesis I Nama Alamat Tn. Rawaheng, Wangon Banyumas Pekerjaan Pendidikan Umur Hubungan Petani SMP 51 tahun Ayah II Ny. J Rawaheng, Wangon Banyumas Ibu Rumah Tangga SD 43 tahun Ibu

Kesan alloanamnesis: dapat dipercaya

C. Keluhan Utama Terus-menerus meminta maaf kepada setiap keluarga. Keluhan Tambahan Curiga, merasa dapat melihat makhluk halus, merasa hebat, bicara tidak nyambung, tidak bisa diam.

Riwayat Penyakit Sekarang Pasien datang ke RSUD Banyumas diantar keluarganya pada tanggal 9 Februari 2012 pukul 18.30 WIB. Keluarga pasien menuturkan bahwa pasien sering meminta maaf terhadap orang tua dan saudara-saudaranya sejak 2 hari SMRS (7 Februari 2012). Pasien pada hari Senin, 6 Februari 2012 meminta izin kepada orang tua untuk mondok di sebuah pondok pesantren di Tinggarjaya dengan alasan ingin bertaubat karena merasa sudah banyak dosa. Setelah diizinkan pasien pergi ke ponpes dan menghadap kyai di sana. Setelah berbincang selama 2 jam, menurut kyai tersebut pasien menjadi aneh, berbicara tidak nyambung. Padahal saat awal pasien datang baik-baik saja tidak ada suatu keanehan. Setelah itu pasien dibawa kembali ke rumah oleh orang tuanya. Semalaman pasien sholat, dan menangis serta tidak tidur. Keesokan harinya pasien meminta maaf sambil bersujud-sujud terhadap ayah, ibu, adik, kakak, serta semua sanak saudara yang ada. Sejak saat itu, pasien terlihat sering mondarmandir, terkadang berbicara serta tertawa sendiri karena merasa melihat makhluk halus sambil berusaha melawan dan mengalahkannya. Pasien merasa bahwa dirinya adalah makhluk yang paling sempurna sehingga yakin bahwa dirinya mampu melawan semua makhluk halus tersebut, sehingga pasien tidak bisa diam. Pasien kadang nyambung saat berbicara dengan orang tua, tetapi kadang tidak beraturan ucapannya. Pasien sering merasa curiga terhadap orang yang tidak dikenalnya, merasa sedang diuji oleh Tuhan, merasa mampu membaca pikiran orang lain. Saat ini kebiasaaan pasien adalah memberikan ceramah kepada setiap orang agar setiap orang bisa masuk surga bersamanya. Sebelum menikah, pasien adalah orang yang ramah, suka bersosialisasi dan banyak beraktivitas karena sehari-hari pasien berdagang di pasar.

D. Riwayat Penyakit Dahulu 1. Psikiatri -

2. Medis umum 3. Penggunaan rokok Pasien mengkonsumsi rokok sejak 5 tahun SMRS. 4. Penggunaan obat-obatan dan alkohol Pasien tidak pernah mengkonsumsi minuman-minuman beralkohol dan obat-obatan terlarang.

E. Riwayat Penyakit Keluarga Tidak ada keluarga yang memiliki gejala yang sama

= Laki-laki

= Pasien

= Perempuan

= Meninggal

F. Hal-hal yang Mendahului Sakit 1. Faktor Organis Penyakit pasien saat ini tidak didahului oleh sakit yang menyebabkan pasien dirawat di Rumah Sakit. Pasien tidak mengalami kejang, demam tinggi maupun benturan sebelum sakit.

2. Faktor Psikososial Pasien sudah menikah tahun 2011 dan memiliki satu orang bayi lakilaki berusia 3 bulan. Sebelum dinikahi pasien, istri pasien adalah seorang janda dengan 2 anak berusia 11 dan 5 tahun. Dengan alasan tersebut ibu pasien pada awalnya tidak merestui pernikahan mereka. Setelah 2 bulan menikah pasien dan istri tinggal terpisah di rumah orang tua masing-masing. Pasien kadang terpikir dan ingin berkumpul kembali dengan istrinya, tapi merasa berat dan takut berdosa atau durhaka terhadap ibu. Sesekali pasien mengunjungi istrinya, tapi menurut ibu pasien pasien tidak betah berada di rumah mertuanya karena lokasinya di desa. Ibu pasien berusaha meminta pertolongan kepada orang pintar, dan menurutnya pasien terkena guna-guna dari 4 orang wanita termasuk istri pasien yang sekarang. Dengan mata pencaharian sebagai pedagang kebutuhan sehari-hari yang berpenghasilan cukup, sehingga dapat memenuhi semua kebutuhan sehari-hari. Pasien juga menjual barang piranti rumah tangga dengan cara kredit, belakangan ini ada beberapa pelanggan yang tagihannya macet sehingga pasien kesulitan menutup modal. Pasien memiliki masalah dengan orang tua dalam hal restu pernikahan, tetapi tidak memiliki masalah dengan saudara-saudara ataupun tetangganya.

G. Riwayat Pribadi 1. Riwayat kehamilan dan kelahiran Kehamilan pasien dikehendaki dan keadaan ibu saat melahirkan dalam keadaan sehat dan bahagia. Pasien lahir di rumah dibantu oleh bidan. 2. Riwayat Perkembangan Awal Pasien dibesarkan dan diasuh oleh kedua orang tuanya hingga dewasa. Pola asuh keluarga disiplin. Kondisi keuangan keluarga pasien cukup. 3. Riwayat Perkembangan Seksual Tidak ada gangguan perkembangan seksual.

4.

Riwayat perkembangan jiwa Pasien adalah anak kedua dari empat bersaudara. Pendidikan terakhir pasien adalah STM. Pasien biasa bekerja sebagai pedagang. Pasien cenderung tidak memiliki masalah dengan saudara-saudara maupun tetangganya. Pasien sejak kecil adalah orang yang rajin, ramah, periang, dan terbuka terhadap orang tua. Bila ada masalah pasien bercerita kepada ibunya. Tetapi sejak menikah pasien menjadi tertutup, mudah pesimis.

5.

Riwayat Pendidikan Pasien lulusan STM.

6.

Riwayat Pekerjaan Pasien adalah seorang pedagang.

7.

Riwayat Perkawinan Pasien sudah menikah sejak 1 tahun yang lalu dan memiliki satu orang anak kandung dan 2 orang anak tiri dari pernikahan istri pasien sebelumnya.

8.

Kegiatan Moral Spiritual Sebelum sakit, pasien adalah orang yang termasuk rajin beribadah (sholat) namun setelah sakit pasien menjadi lebih rajin beribadah dan ibadah pasien cenderung berlebihan. Setiap akan melaksanakan ibadah sholat pasien selalu mandi terlebih dahulu dengan waktu yang lama.

9.

Hubungan Sosial dalam Keluarga dan Teman Sebelum sakit, hubungan pasien dengan keluarga, tetangga dan temantemannya tergolong cukup baik, namun setelah sakit pasien cenderung bersikap curiga terhadap orang lain dan terlalu melindungi anggota keluarganya dengan cara yang aneh.

10. Kebiasaan Pasien memiliki kebiasaan merokok 11. Gambaran kepribadian premorbid Sebelum menikah, pasien termasuk orang yang rajin, tebuka terhadap orang tua, pandai bersosialisasi. Tetapi sejak menikah pasien menjadi tertutup, mudah pesimis.

II. RINGKASAN ALLOANAMNESIS 1. Identitas: Pasien pria 23 tahun, anak kedua dari empat bersaudara, menikah, agama Islam, suku Jawa, lulusan STM, beralamat di Rawaheng, Wangon Banyumas. 2. Pasien dibawa ke RSUD Banyumas karena keluhan utama terus menerus meminta maaf terhadap keluarga. Gejala ini timbul sejak 3 hari sebelum masuk RSUD Banyumas.. 3. Faktor predisposisi: Pasien laki-laki usia 23 tahun, Faktor psikososial; pernikahan yang tidak direstui ibu karena menikahi janda dengan 2 orang anak, faktor pekerjaan karena ada tagihan kredit yang macet. 4. Kepribadian: Paranoid.

III. PEMERIKSAAN PSIKIATRIK (13/2/2012) 1. 2. 3. 4. 5. Kesan umum Kesadaran Sikap Tingkah Laku Orientasi a. Waktu b. Orang c. Tempat d. Situasi 6. Proses Pikir a. Bentuk pikir b. Isi pikir : Non realistik, magik-mistik : Waham berdosa, waham curiga, waham dikejar, waham mistik, waham agama, idea of refference, waham kebesaran c. Progresi Pikir 7. 8. 9. Roman muka Afek Persepsi : Logorrhea, flight of idea, irrelevansi : Sedikit mimik : Appropriate : Halusinasi visual : Sukar ditarik, sukar dicantum : Baik : Baik : Baik : Baik : Tampak sakit jiwa : Composmentis : Hostility : Hiperaktif

10. Perhatian

11. Hubungan Jiwa 12. Insight

: Sukar : Kurang

IV. SINDROM-SINDROM 1. Sindrom paranoid : waham curiga, waham dikejar. 2. Sindrom manik : grandious, logorrhea, flight of idea 3. Sindrom skizofren: halusinasi visual, waham curiga, waham dikejar.

V. DIAGNOSIS BANDING 1. Skizofren paranoid (F20.0) 2. Episode Manik dengan Gejala Psikotik Serasi Afek (F30.2)

VI. DIAGNOSIS KLINIS a. Axis I b. Axis II c. Axis III d. Axis IV : Skizofren paranoid (F20.0) : Gangguan Kepribadian Paranoid (F60.0) : Tidak ada diagnosis : Masalah dengan Primary Support Group (Keluarga), Masalah pekerjaan e. Axis V : GAF 50-41

VII. RENCANA TERAPI 1. Terapi organobiologik: a. Farmakologis 1) Chlorpromazin 2x100 mg 2) Haloperidol 2 x 5 mg 3) Triheksilphenidil 2x5 mg 2. Psikoterapi Supportif a. Memberikan edukasi dan informasi tentang penyakit pasien dan keharusan menjalankan program pengobatan yang teratur demi kesembuhan yang lebih permanen dan stabil. b. Memberikan pengarahan tentang pentingnya dukungan keluarga dalam menciptakan suasana yang kondusif untuk mencegah kambuhnya

penyakit pasien, baik dari faktor predisposisi maupun pencetus penyakit pasien. c. Memberikan informasi pada keluarga untuk mengenali tanda-tanda awal kekambuhan serta tidak membawanya ke dukun. d. Memberikan saran kepada ibu pasien untuk merestui pernikahan pasien dengan istrinya, serta tidak terlalu percaya terhadap dukun yang mengatakan bahwa istri pasien mengguna-guna pasien agar mau menikah dengannya. 3. Sosioterapi Manipulasi lingkungan sosial pasien dengan cara keluarga membantu memberikan penjelasan kepada para tetangga yang tinggal di sekitar rumah pasien untuk tidak menganggap pasien sebagai orang sakit jiwa. Memberi penjelasan kepada tetangga untuk tidak memberikan tekanan atau hal-hal yang dapat mencetuskan kekambuhannya. Hal ini diharapakan untuk membantu kesembuhan pasien.

VIII. PROGNOSIS PREMORBID Riwayat Penyakit Keluarga Pola Asuh Keluarga Kepribadian Premorbid Stressor Psikososial Sosial Ekonomi Riwayat Penyakit yang Sama Tidak ada Disiplin Paranoid Ada Menengah Tidak PROGNOSIS Baik Buruk Buruk Buruk Baik Baik

MORBID Onset Usia Dewasa Muda Jenis Penyakit Perjalanan Penyakit Kelainan Organik Ya Psikosis Akut Tidak ada

PROGNOSIS Buruk Buruk Baik Baik

Respon Terapi

Belum diketahui

Baik

Kesimpulan : Prognosis dubia ad bonam.