Anda di halaman 1dari 5

RSU KASIH IBU - EXTENSION DENPASAR - BALI

BAB - 05 PEKERJAAN PLESTERAN DAN ACIAN


ARSITEKTUR

DAFTAR ISI

01. 02. 03. 04. 05.

LINGKUP PEKERJAAN .. PENGENDALIAN PEKERJAAN . BAHAN-BAHAN .. PERENCANAAN PELAKSANAAN .

24 24 24 24 25

PT. Jasa Ferrie Pratama

23

RSU KASIH IBU - EXTENSION DENPASAR - BALI


01. Lingkup Pekerjaan

BAB - 05 PEKERJAAN PLESTERAN DAN ACIAN


ARSITEKTUR

Bagian ini meliputi seluruh pekerjaan plesteran dan acian pada seluruh dinding bata (termasuk dinding dalam shaft) kolom, pagar, dinding beton dan lain-lain seperti yang dijelaskan dalam gambar pelaksanaan.

02.

Pengendalian Pekerjaan Seluruh pekerjaan harus sesuai dengan syarat dalam : i. NI 2 1971 ii. NI 3 1970 iii. NI 8 - 1974

03.

Bahan-bahan - Pasir Pasir yang dipakai harus kasar, tajam, bersih dan bebas dari tanah liat, lumpur atau campuran-campuran lain sesuai dengan : i. NI 3 pasal 14 ii. NI 2 pasal 3, 3 - Portland Cement Portland Cement yang dipakai harus baru, tidak ada bagian-bagian yang membatu dan dalam zak yang tertutup seperti yang disyaratkan dalam NI 8. Jenis semen yang dipakai dalam pekerjaan, yaitu produk PT. INDOCEMENT type 1 atau yang setara. - Air Air harus bersih, jernih dan bebas dari bahan-bahan yang merusak seperti minyak, asam, atau unsur-unsur organik lainnya.

04.

Perencanaan a. Acian Acian dibuat dalam campuran 1 PC : 2 air (volume) dan digunakan hanya pada dinding-dinding yang akan dicat.

b. Campuran Plesteran Perbandingan campuran dan pengujiannya dapat dilaksanakan dalam waktu 1 (satu) minggu dan tidak ada penambahan waktu lagi untuk itu. Plesteran dengan campuran 1 PC : 2 ps (volume) digunakan pada daerah-daerah basah untuk kedap air. Pada daerah toilet setinggi 210 cm dari lantai atau plesteran lantai beton sebagaimana ditunjukkan Konsultan Pengawas.
24

PT. Jasa Ferrie Pratama

RSU KASIH IBU - EXTENSION DENPASAR - BALI


-

BAB - 05 PEKERJAAN PLESTERAN DAN ACIAN


ARSITEKTUR

Plesteran harus dicampur dengan bahan additive untuk mencegah keretakan yang tidak dinginkan dan terlebih dahulu mendapat persetujuan Konsultan Pengawas.

c. Pergunakan mesin-mesin pengaduk (molen) dan peralatan yang memadai. Bersihkan semua permukaan yang akan diplester harus dibersihkan dari bahan-bahan yang akan merusak plesteran dan disiram air hingga jenuh. Pekerjaan plesteran harus rata sesuai perintah Konsultan Pengawas dengan tebal plesteran 20 mm dengan toleransi minimal 15 mm dan maksimal 25 mm, kecuali ditentukan lain. d. Pencampuran Membuat campuran plesteran tanpa mesin pengaduknya dilaksanakan bila ada ijin dari Konsultan Pengawas.

dapat

05.

Pelaksanaan a. Umum - Bersihkan permukaan dinding batu bata dari noda-noda debu, minyak cat dan bahan-bahan lain yang dapat mengurangi daya ikat plesteran agar benar-benar siap untuk dilakukan pekerjaan plesteran. - Singkirkan semua hal yang dapat merusak / mengganggu pekerjaan plesteran. - Bentuk screed sementara bila mungkin (untuk pembentukan dasar yang permanen) untuk menjamin adanya ketebalan yang sama, permukaan yang datar / rata, contour dan profil-profil akurat. - Basahi seluruh permukaan bidang plesteran untuk peresapan. Jangan menjenuhkan permukaan dan jangan dipasang plesteran sampai permukaan air yang terlihat tersebut telah lenyap / kering kembali. - Letakkan / tempelkan campuran plesteran selama 2,5 jam (maksimal) setelah proses pencampuran, kecuali selama udara panas / kering, kurangi waktu penempatan itu sesuai yang diperlukan untuk mencegah pengerasan yang bersifat sementara dari plesteran. - Pekerjaan plesteran harus lurus, sama rata, datar maupun tegak lurus. - Untuk mendapatkan permukaan yang rata dan ketebalan sesuai dengan yang disyaratkan, maka dalam memulai pekerjaan plesteran harus dibuat terlebih dahulu kepala plesteran.

b. Plesteran ke Dinding Bata Biasa - Jika plesteran menunjukkan hasil yang tidak memuaskan seperti tidak rata, tidak tegak lurus atau bergelombang, adanya pecah atau retak, keropos, maka bagian tersebut harus dibongkar kembali untuk diperbaiki atas biaya Kontraktor.
PT. Jasa Ferrie Pratama

25

RSU KASIH IBU - EXTENSION DENPASAR - BALI

BAB - 05 PEKERJAAN PLESTERAN DAN ACIAN


ARSITEKTUR

- Pasangkan lapisan plesteran setebal yang disyaratkan (20 mm) dan diratakan dengan roskam kayu, kemudian basahkan terus selama 3 (tiga) hari. - Pelaksanakan plesteran dilakukan minimal setelah pasangan batu bata berumur 2 (dua) minggu. - Pada sambungan antara beton dengan pasangan bata sebelum diplester harus diberi wiremesh selebar 10 cm kearah pasangan bata dan 10 cm ke arah beton sepanjang sambungan tersebut agar plesteran dinding tidak retak. c. Plesteran Permukaan Beton - Pasangkan acian setebal 2 3 mm, kasarkan permukaannya, kemudian pasangkan plesteran sebelum acian mengering. - Ulangi bagian pertama, lalu pasangkan plesteran dalam ketebalan / kerataan yang disyaratkan dalam gambar. - Bilamana acian diperlukan, laksanakan sesuai pasal yang berkaitan dengan pekerjaan acian. d. Plesteran Interior - Pemasangan Pasang lapisan dasar pertama dan kedua dengan ketebalan +/- 7 mm. Ketebalan lapisan finishing harus ditambahkan di atasnya. - Ukur / periksa ketebalan plesteran dari bagian dasar belakang yang rata. - Aplikasikan lapisan dasar pertama dengan bahan-bahan secukupnya dan tekan untuk menjamin adanya kesatuan dengan dasar. Setelah lapisan pertama diletakkan, sikat dengan hanya satu arah / cara untuk membentuk ikatan mekanik bagi lapisan kedua. Pada permukaanpermukaan vertical, sikat secara horizontal. - Aplikasikan lapisan dasar kedua dengan bahan-bahan secukupnya dan tekan untuk menjamin melekat eratnya lapisan ini dengan lapisan dasar pertama. - Aplikasikan lapisan finishing di atas lapisan dasar setebal 2 mm. e. Plesteran Exterior - Pemasangan Pemasangan lapisan dasar dengan ketebalan + / - 10 mm. Ketebalan lapisan finishing harus ditambahkan di atasnya. - Periksa / ukur ketebalan plesteran dari dasar bagian belakang yang rata.

PT. Jasa Ferrie Pratama

26

RSU KASIH IBU - EXTENSION DENPASAR - BALI

BAB - 05 PEKERJAAN PLESTERAN DAN ACIAN


ARSITEKTUR

- Aplikasikan lapisan dasar pertama dengan bahan-bahan secukupnya dan tekan untuk menjamin adanya ikatan dengan dasar. Setelah lapisan pertama diletakkan, sikat dengan satu arah untuk membentuk ikatan mekanik bagi lapisan finishing. f. Basahi lapisan plesteran yang dahulu yang telah kering untuk menerima aplikasi lapisan selanjutnya. Basahi dengan air sesuai dengan yang diperlukan untuk mendapatkan penyerapan yang merata.

g. Untuk permukaan yang datar / flat , diberi toleransi tidak lebih dari 5 2 mm dalam area 2 m , untuk membengkokkan atau penyimpanan atau untuk pipa-pipa. h. Kontraktor bertanggung jawab atas penentuan prosedur / cara perbaikan dan hal-hal lain yang terjadi selama pelaksanaan, selama bukan karena karena kesalahan Pemilik, seperti plesteran yang pecah atau rusak selama waktu pelaksanaan dan perbaikan yang tidak dapat diterima atau disetujui oleh Konsultan Pengawas. i. Potong, tambal, perbaiki dan point-up plesteran seperti yang diperlukan dengan plesteran baru, tambal dan padatkan dengan permukaan yang harus ditutup / disambung. Kontraktor bertanggung jawab atas segala perbaikan yang diadakan setelah berkonsultasi dengan Konsultan Pengawas sampai perbaikan tersebut dapat diterima, atas beban Kontraktor. Kontraktor harus memperhatikan serta menjaga pekerjaan yang berhubungan dengan pekerjaan lain, jika terjadi kerusakan akibat kelalaiannya, maka Kontraktor tersebut harus mengganti tanpa biaya tambah.

j.

AKHIR BAB

PT. Jasa Ferrie Pratama

27