Anda di halaman 1dari 7

MENGANALISIS FILM SANG PEMIMPI

Konsep Komunikasi Di dalam kehidupan sehari-hari, kita selalu berinteraksi dengan cara berkomunikasi. Komunikasi adalah proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan melalui media yang menimbulkan efek tertentu. Komunikasi tidak hanya bersifat informatif tetapi juga persuasif. Informatif yakni agar orang lain mengerti dan tahu. Sedangkan persuasif yakni agar orang lain bersedia menerima suatu paham atau keyakinan, melakukan suatu perbuatan atau kegiatan, dan lain-lain. Komunikasi memiliki proses yang pada hakikatnya adalah proses penyampaian pikiran atau perasaan oleh seorang (komunikator) kepada orang lain (komunikan). Pikiran berupa gagasan, informasi, opini, dan lain-lain yang muncul dalam benaknya. Lasswell dalam karyanya The structure and Function Of communication in Society menunjukkan bahwa komunikasi terdapat unsur-unsur yang meliputi komunikator, pesan (message), media, komunikan, dan efek. Dalam hal ini,berkaitan erat dengan film dimana di dalam sebuah film terdapat komunikasi yang disampaikan oleh komunikator kepada komunikan, mengandung pesan melalui media, dan menimbulkan efek atau dampak. Setiap efek yang ditimbulkan berbeda-beda, tergantung dari komunikannya. Proses Komunikasi Proses komunikasi terbagi menjadi dua tahap, yakni komunikasi secara primer dan komunikasi secara sekunder. Proses komunikasi secara primer adalah proses penyampaian pikiran atau perasaan seseorang kepada orang lain dengan menggunakan lambang (symbol) sebagai media. Lambang sebagai media primer dalam proses komunikasi adalah bahasa, isyarat, gambar, warna, dan lain sebagainya yang secara langsung mampu menerjemahkan pikiran dan atau perasaan komunikator kepada komunikan. Proses komunikasi secara sekunder adalah proses penyampaian pesan oleh seseorang kepada orang lain dengan menggunakan alat atau sarana sebagai media kedua setelah memakai lambing sebagai media pertama. Media kedua yang sering 1

digunakan dalam komunikasi, yaitu surat, telepon, surat kabar, majalah, radio, televisi, dan film, dan lain-lain. Dalam hal ini, film terkategori sebagai proses komunikasi secara sekunder. Teori Komunikasi yang berkaitan dengan film Definisi komunikasi massa yang paling sederhana dikemukakan oleh Bittner (Rakhmat,seperti yang disitir Komala, dalam karnilh, dkk.1999), yakni: komunikasi massa adalah pesan yang dikomunikasikan melalui media massa pada sejumlah besar orang (mass communication is messages communicated through a mass medium to a large number of people). Karakteristik terpenting pertama komunikasi massa adalah sifatnya satu arah. Memang ada televisi atau radio yang mengadakan dialog interaktif namun hanya sebatas kebutuhan tertentu. Kedua, selalu ada proses seleksi. Ketiga, karena media mampu menjangkau khalayak secara luas, jumlah media yang diperlukan sebenarnya tidak terlalu banyak sehingga kompetisinya selalu berlangsung ketat. Keempat, untuk meraih khalayak sebanyak mungkin, harus membidik sasaran tertentu. Kelima, komunikasi dilakukan oleh institusi sosial yang harus peka terhadap kondisi lingkungannya. Ada interaksi tertentu yang berlangsung antara media dan masyarakat. Media tidak hanya mempersuasikan tatanan politik, sosial dan ekonomi semata,namun ia juga dipengaruhi olehnya. Media elektronik meliputi film, radio, dan televisi. Film mempunyai kekuatan bujukan yang besar. Kritik publik dan adanya lembaga sensor juga menunjukkan bahwa sebenarnya film sangat berpengaruh. Film sebagai salah satu bentuk media massa, merupakan salah satu representasi realitas yang ada dalam masyarakat. Terdapat beberapa kategori utama film. Kategori tersebut meliputi film fiksi, film nonfiksi atau documenter, film animasi. Sedangkan aliran -aliran utama atau main film genre dapat disebutkan beberapa sebagai berikut. Film action/adventure, komedi, kriminal, drama, musik,perang (Giannetti, 1996:2-3). Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa film drama merupakan cerita tentang situasi kehidupan yang menggambarkan realitas karakter di dalamnya. Realitas yang dipresentasikan pada individu (interpersonal relationships). Terbinanya suatu hubungan bisa mulai dari yang bersifat impersonal sampai personal. Semuanya digambarkan dalam sebuah film ini melalui dialog -dialognya.

Begitu pun dalam Skenario film pendidikan sebaiknya tidak bertele-tele, padat dengan pesan-pesan moral, tidak menggunakan kata-kata atau sumpah serapah yang kemungkinan dapat ditiru oleh penonton.Yang paling penting dalam skenario film pendidikan adalah struktur. Struktur adalah hubungan antara bagian dengan keseluruhan. Menurut penulis skenario terkenal, William Goldman: Sebuah skenario adalah struktur. Struktur/skenario bagaikan tulang punggung yang mensupport tubuh manusia. Tanpa tulang punggung, badan kita tidak bisa tegap. Tanpa struktur, cerita kita tidak jelas, tidak ada tujuan, tidak bisa berdiri sendiri, dan tidak bisa hidup. Sebagaimana sarana-sarana media komunikasi lainnya fungsi film pendidikan bagi kajian ilmu komunikasi tidak jauh beda, fungsinya adalah sebagai pemberi berita dan komunikasi yang efektif, dengan bentuknya yang variatif. Hanya saja apakah berita, atau komunikasi itu mempunyai aspek-aspek komunikasi, hal inilah yang pantas untuk dikemukakan bagi masyarakat Seharusnya film menjembatani sarana jarak jauh dalam bentuk tiga dimensi yang memuaskan bagi kebutuhan masyarakat untuk menerima berita-berita besar tanah air dan luar negeri. Motivasi yang membawa peran Sender ini membuat pemilik stasiun televisi swasta hati-hati dalam memberitakan kepada umat. Tidak semata-semata nilai komersial akurasi data, manfaat dan mudharatnya, biarkan modern dan post modern berlalu namun prinsip-prinsip komunikasi dasar antara sender dan receiver tetap terjaga. Kemajuan sebuah televisi bukan dilihat dari warna-warni pola siarannya, tetapi bagaimana media televisi tersebut bisa menjunjung tinggi budaya dan moral masyarakat. Sinopsis Sang Pemimpi Sang pemimpi adalah novel kedua karya Andrea Hirata yang difilmkan. Film ini bercerita tentang perjuangan meraih mimpi, persahabatan dan cinta. Tokoh utama dalam film sang pemimpi yaitu Ikal, Arai, dan Jimron. Ikal adalah anak kampung yang miskin, ia sahabat Arai sekaligus saudara jauh Arai. Arai adalah saudara angkat Ikal ketika kelas 3 SD saat ayahnya (satu-satunya keluarga yang tersisa) meninggal dunia. Arai adalah sosok yang begitu spontan dan jenaka, seolah tak ada sesuatupun di dunia ini yang membuatnya sedih dan patah semangat. Jimron adalah anak yatim piatu yang diasuh oleh seorang pastur katolik bernama Geovanny. Laki-laki berwajah bayi dan bertubuh subur ini sangat polos.

Kepolosan dan ketulusannya adalah sumber simpati dan kasih sayang dalam diri keduanya untuk menjaga dan melindunginya. Semua berawal dari mimpi, arailah yang membuat ikal dan jimron untuk percaya pada mimpi. Arai anak yang rusuh, tapi ada saja yang dilakukan dia untuk menolong orang lain. Pada saat SMA Negeri Manggar, sekolah sederhana. Ikal, Arai, dan Jimron bertemu dengan guru bernama Julian Balian selaku guru bahasa Indonesia yang memberikan inspirasi dan motivasi untuk meraih sebuah impian. Tidak seperti kepala sekolah sekaligus guru biologi bernama pak Mustar yang terkenal galak dan keras. Di SMA itu pula Arai bertemu dengan gadis pujaannya bernama Zakiya Nirmala. Ikal, Arai, dan Jimron belajar dengan sungguh-sungguh, bekerja keras, dan berjuang demi menggapai impian sekolah ke paris, bahkan mereka juga bekerja untuk bekal meraih impian tersebut. Arai mencari cara agar bisa menakhlukkan hati Zakiya Nirmala, begitu pula dengan Jimron, Ia ingin Laksmi kembali tersenyum, Laksmi adalah seorang anak yang ditinggal mati oleh sanak saudaranya. Suatu ketika di tempat dimana Arai, Ikal, dan Jimron bekerja, mengalami kebangkrutan sehingga mereka mencari pekerjaan lain untuk bisa meraih mimpinya itu. Mereka tak kenak lelah dan tak kenal putus asa, mereka terus berusaha mencari pekerjaan lagi di tempat lain. Di saat itu pula, Arai dan Jimron mengajak Ikal untuk menonton film yang tak senonoh. Hal itu mengakibatkan nilai Ikal dan Arai menurun drastis. Ayah Ikal yang mengambil raport dengan menggunakan baju kemeja yang memiliki empat kantong itu, merasa kecewa terhadap nilai-nilai Ikal yang turun, karena hal itu tak seperti biasanya. Melihat ayahnya kecewa, Ikal menjadi sedih, karena Ikal telah berjanji takkan pernah mengecewakan ayahnya. Ikal marah dengan Arai dan Jimron, ia merasa karena ajakan nonton film itulah yang mengakibatkan nilainya turun. Saat itu, ikal hanya ingin sendiri, di jalan Ikal bertemu dengan seorang nakhoda kapal bernama Bang Roqib, Bang Roqib bercerita tentang pekerjaannya sebagai nakhoda kapal, begitu pula dengan Ikal menceritakan impiannya untuk keliling dunia terutama sekolah di paris. Bang Roqib mengatakan bahwa beliau akan memberi tumpangan pada Ikal ke Jakarta, akan tetapi Ikal harus menunggu sebulan lamanya. Namun, hal itu tidak 4

menjadi masalah bagi Ikal, Ia terus bersabar dalam menanti sesuatu yang diimpikannya. Tak terasa, saat itu sudah semester terakhir di SMA negeri Manggar. Ikal, Arai, dan Jimron belajar keras agar lulus dengan hasil yang memuaskan. Dengan semanga juang yang tinggi, mereka lulus dengan hasil yang memuaskan. Sebelum melanjutkan impiannya, Arai ingin memberi pengakuan cinta kepada Zakiya Nirmala dengan bernyanyi yang diiringi musik tradisional di depan rumah Zakiya. Zakiya pun tersipu malu melihat Arai bernyanyi dengan memainkan gitar yang ada di tangannya. Akhirnya, sudah saatnya Arai dan Ikal meneruskan perjalanan pergi ke Jakarta untuk meneruskan ke sekolah ternama. Mereka berpamitan dengan kepala sekolah, guru, dan juga kedua orang tuanya. Tak ketinggalan dengan Jimron. Mereka sedih karena harus berpisah dengan Jimron. Akan tetapi, persahabatan yang terjalin dengan ketulusan hati takkan terpisah oleh ruang dan waktu. Sampai kapanpun mereka tetap bersahabat. Jimron memberikan dua celengan kudanya pada Arai dan Ikal, masingmasing isinya sama. Sesampainya di Jakarta, Arai dan Ikal mengikuti ujian masuk perguruan tinggi negeri, dan mereka pun di terima di perguruan tinggi Universitas Indonesia. Dan lulus pada waktunya. Ikal Sarjana Ekonomi dan Arai Sarjana Biologi. Setelah mereka lulus kuliah, Ikal bekerja di kantor pos, suatu ketika Arai mengirimkan surat kepada Ikal yang berisi tentang impiannya yang sudah dicitacitakannya sejak kecil yaitu sekolah ke paris dan keliling dunia. Namun, sejak Arai mengirimkan surat itu, Ikal tidak pernah bertemu dengan Arai lagi. Seiring waktu berlalu, Ikal tetap berusaha untuk mencari alternative agar impiannya terwujud, Ia mencari info tentang beasiswa dan berusaha mendapatkannya. Akhinya Ikal berhasil mendapatkan beasiswa sekolah ke paris. Di suatu tempat instansi yang mengurus beasiswa tersebut, tanpa disangka Ikal bertemu dengan Arai yang tak sengaja juga berada di tempat itu tapi berbeda ruangan. Ternyata Arai juga mendapatkan beasiswa sekolah ke universitas Sourbone paris. Dan mereka pun bisa menggapai mimpi dan meraih cita-citanya untuk sekolah S-2 di Universitas Sourbone paris, jelajahi Eropa, jelajahi Afrika, serta keliling dunia.

Analisis Film Di dalam film sang pemimpi mengandung pesan yang disampaikan oleh sender kepada receiver. Pesan yang terkandung dalam film ini yaitu faktor ekonomi tidaklah menjadi hambatan bagi kita untuk bisa menggapai impian dan hal-hal yang kita impikan di masa depan. Diperlukan perjuangan, pengorbanan, semangat, dan sifat pantang menyerah dalam mewujudkan mimpi agar bisa menjadi kenyataan. Di dalam film sang pemimpi ini, seorang guru pelajaran Bahasa Indonesia berperan sebagai sender karena beliau berkomunikasi dengan para muridnya yang berperan sebagai receiver. Di dalam komunikasi tersebut mengandung pesan berupa spirit, dorongan, motivasi bagi peserta didik (muridnya) agar jangan pernah takut untuk bermimpi dan memiliki cita-cita setinggi langit dengan cara memberikan katakata mutiara. Di dalam film ini menunjukkan komunikasi yang sarat dengan pesan, semangat, dan bisa memberikan motivasi. Berikut ini kutipan komunikasinya Bercita-citalah yang tinggi, bermimpilah yang besar, reguplah ilmu sebanyakbanyaknya, belajarlah dari alam sekitarnya, resapi kehidupan. Belajarlah dimana science, sastra, dan seni diolah untuk mengubah peradaban dan yang paling penting bukan seberapa besar mimpi kalian, tapi seberapa besar kalian untuk mimpi itu Kutipan ini merupakan komunikasi yang sarat makna, tidak hanya memberikan informatif, tetapi juga persuasif berupa semangat motivasi untuk bermimpi. Selain itu, juga mempengaruhi para murid untuk meyakini dan membenarkan terhadap apa yang dikatakan oleh guru pelajaran Bahasa Indonesia tersebut. Film sang pemimpi ini menimbulkan efek atau dampak kepada khalayak terutama kepada para pelajar bahwa setelah menonton film ini diharapkan adanya perubahan pandangan mengenai impian. Hal ini memberikan kesan, jangan pernah ragu dalam bermimpi. Jangan pernah ragu dalam menentukan cita-cita. Apabila kita berjuang dan sungguh-sungguh untuk menggapai impian tersebut, maka tidak tertutup kemungkinan kalau impian kita bisa menjadi kenyataan. Adapun noise dalam film ini, yaitu jika siswa dalam cerita ataupun khalayak salah pemahaman mengenai maksud seorang guru Bahasa Indonesia maka orang tersebut akan takut bermimpi.

Kesimpulan Berdasarkan uraian yang telah dijelaskan di atas, dapat kita tarik kesimpulan bahwa film sang pemimpi sangat cocok ditonton oleh khalayak terutama para pelajar. Film ini dapat dijadikan inspirasi, panutan, atau contoh yang sudah seharusnya kita lakukan dengan sepenuh hati untuk menggapai mimpi dan cita-cita yang kita inginkan. Saran Tunggu apa lagi, mulailah dari sekarang tentukan dan tetapkan impian kamu, setelah itu berusahalah untuk mewujudkannya sehingga mimpimu bukan sekadar impian akan tetapi menjadi kenyataan. Sumber Hirata, Andrea. 2006. Sang Pemimpi. Yogyakarta : PT. Bentang Pustaka Lull, James. 1998. Media Komunikasi Kebudayaan Suatu Pendekatan Global, Jakarta:Yayasan Obor Indonesia Nurudin. 2007. Pengantar Komunikasi Massa. Jakarta : PT Raja Grasindo Persada Prof. Drs. Uchjana Effendy, Onong. M.A. 2006. Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek. Bandung : PT Remaja Rosdakarya Rivers,Wiliam L,Jay W. Jensen, Theodore Peterson.2004.Media Massa dan Masyarakat Modern,Jakarta:Kencana suloh.or.id/.../77-5-lima-definisi-a-analisa-definisi-komunikasi-massa.. journal.unair.ac.id