Anda di halaman 1dari 14

Laboratorium Geologi Minyak dan Gas Bumi (intepretasi seismik)

BAB I PENDAHULUAN
I.1 PENDAHULUAN Metode seismik merupakan cabang Geofisika yang dapat digunakan untuk memperoleh informasi tentang sifat fisik batuan yang membentuk kulit bumi sampai pada analisa struktur dan keadaan stratigrafi bawah permukaan.

Sistem dasar Seismik ( Cramez,19 ) Sistem dasar metode seismic dapat dilihat pada gambar di atas. Suatu sumber getar ( source ) akan menghasilkan gelombang seismic, yang apabila mengenai suatu permukaan akan dipantulkan atau dibiaskan atau sebagian dipantulkan dan sebagian dibiaskan. Suatu alat penerima ( receiver ) merekan waktu yang dibutuhkan gelombang tersebut untuk merambat dari sumber getar ke penerima. Berdasarkan travel time tersebut dapat ditentukan kecepatan gelombang ketika melalui lapisan batuan. Kecepatan ini tergantung pada litologi, umur, kedalaman, porositas, kandungan fluida, dan lain-lain.

Nama : Luthfi Fahlevi Nim : 111.080.224 Plug : 7

Laboratorium Geologi Minyak dan Gas Bumi (intepretasi seismik)

I.2 MAKSUD DAN TUJUAN Interpretasi Seimik dalam eksplorasi minyak dan gas bumi, adalah untuk menentukan ketebalan suatu lapisan batuan, struktur geologi, stratigrafi dan penyebaran lapisan batuan, yang akhirnya dipergunakan untuk menggambarkan struktur bawah permukaan dalam bentuk peta struktur ( structure map ) dan peta ketebalan ( isopach map atau isochron map ). I.3 DASAR TEORI Ide dasar dari pekerjaan seismik sebenarnya cukup sederhana. Energi yang dihasilkan dari sumber dan dipancarkan ke dalam bumi sebagai gelombang seismik. Pada saat bertemu dengan bidang perlapisan yang berfungsi sebagai reflector, akan memantul kembali ke permukaan dan kemudian akan dideteksi geophone yang terekam di permukaan bumi. Jenis seismik ada 2 macam yaitu seismik seismik bias (refraction ) dan seismik pantul ( reflection ). Seismik Bias (refraction ) Seismik refraksi digunakan untuk penelitian yang dangkal ( < 30 km ). Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan rambat seismik gelombang seismik refraksi adalah: Densitas batuan Ketetapan elastik media Jenis Batuan Porositas dan permeabilitas Fluida yang mengisi pori-pori batuan Umur batuan Seismik Pantul Seismik refleksi digunakan untuk penelitian geologi / geofisika yang dalam ( > 30 km ). Karena hal ini lebih efektif sehingga seismik refleksi dapat mencapai inti bumi bagian dalam ( inner core ). Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan rambat gelombang seismik pantul sama dengan seismik bias.

Nama : Luthfi Fahlevi Nim : 111.080.224 Plug : 7

Laboratorium Geologi Minyak dan Gas Bumi (intepretasi seismik)

PERALATAN SURVEI SEISMIK


Alat-alat yang dibuthkan untuk survey seismik pada umumnya terdiri atas source, receiver, seismic cable, dan recorder. a. Source Sejak survey pertama pada tahun 1920 an, ledakan memegang peranan penting sebagai sumber gelombang seismik. Mulanya digunakan dinamit, kemudian digantikan oleh bahan peledak lain yang lebih aman seperti ammonium nitrat. Pada kebanyakan survey bahan peledak diledakkan dalam lubang dengan kedalaman bervariasi, umumnya di bawah zona pelapukan. Ledakkan juga dilakukan di survey marine, tetapi sparker dan air gun lebih sesuai. b. Receiver Survey seismik dilakukan dengan meletakkan beberapa receiver di lokasi yang berbeda dan menggunakannya untuk mendeteksi getaran yang dihasilkan oleh source. Receiver ini disebut sebagai geophone atau seismometer, yang dapat digunakan di darat dan juga di laut. Tetapi kebanyakan survey di laut menggunakan hydrophone yang peka terhadap perubahan tekanan air yang disebabkan oleh gelombang seismik yang melaluinya. Receiver merubah getaran mekanis dari source menjadi arus listrik yang kemudian dialirkan ke recorder ( alat perekam ). c. Seismic cable Sinyal geophone, yang berupa arus listrik dialirkan dari geophone ke system alat perekam ( recorder ) oleh seismic cable. d. Recorder Recorder menerima sinyal listrik yang bervariasi dari geophone, dan menyimpan informasi tersebut dalam bentuk seismogram, yaitu diagram yang menunjukkan variasi amplitudo terhadap waktu. Sejak tahun 1960-an alat perekam telah menggunakan tekhnologi computer.

Nama : Luthfi Fahlevi Nim : 111.080.224 Plug : 7

Laboratorium Geologi Minyak dan Gas Bumi (intepretasi seismik)

OPERASI PEREKAMAN SEISMIK ( FIELD WORKS ) Secara berurutan kegiatan-kegiatan survei seismik di lapangan di bagi tiga kelompok utama yaitu: Surveying Drilling Recording

Kegiatan Survey Kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan daerah telitian bagi survey lintasan untuk membuat rintisan line seismic. Penyelidikan seismik ini memerlukan penentuan koordinat dan elevasi dari posisi setiap titik tembak secara tepat. Dengan demikian posisi lintasan dan titik tembak dapat digambarkan dalam peta. KEGIATAN INI MELIPUTI: Pembuatan lintasan, rintis, bridging, dan step. PEmbuatan Bench Mark Penempatan titik tembak dan interval group geophone Pengukuran topografi, elevasi, koordinat, dan pembuatan peta.

Regu rintis bertugas membuat lintasan seismik dan menentukan patok-patok titik tembak ( shoot point ) serta interval group geophone. Bila melalui sungai, rawa mereka perlu membangun Asteps & step ladder. Kadangkadang diperlukan pula membangun helipad. Regu survey topografi bertugas: Mengukur elevasi dan koordinat patok-patok titik tembak Mengukur interval group geophone Memasang mengukur Bench Mark Memasang plat alumunium pada pohon di tiap-tiap lima titik tembak, menurut nomor titik tembak bersangkutan.

Nama : Luthfi Fahlevi Nim : 111.080.224 Plug : 7

Laboratorium Geologi Minyak dan Gas Bumi (intepretasi seismik)

Bench Mark dengan besi cor beton, sengaja dipasang di tiap-tiap ujung lintasan atau di tempat yang dikenal dengan mudah di lapangan, misalnya di tepi sungai dan hampir umum tedapat di tiap Intersection. Sekarang ini dengan cara peletakkan susunan geophone dan pola penembakan tertentu ( sistem mulfold ) dapat kita peroleh CDP ( Common Depth Point ) yang artinya setiap satu titik pada bidang pantul akan beberapa kali dilalui oleh gelomban seismik dengan sudut datang yang berbeda-beda. LANGKAH-LANGKAH INTERPRETASI PENAMPANG SEISMIK 1. Korelasi dengan sumur pengikat ( tie well). 2. Penentuan horizon yang dipetakan. 3. Tracing atau mengikuti lapisan yang dipetakan sepanjang penampang seismik dan diberi warna tertentu Dalam tracing harus dikenali adanya patahan dari gejala gejala Nampak pada penampang seismik, seperti adanya pergeseran horizon dan sebagainya. Pencantuman harga di daerah up block dan down block, untu kmenggambarkan throw patahan. 4. Seluruh garis seismik yang telah di trace, harga TWT ( two way travel time ) yang didapatkan, di plot pada peta dasar lintasan seismik. Titik-titik yang sama nilainya dihubungkan dengan membentuk garis kontur.

Gejala adanya patahan dapat dikenali pada penampang seismik dengan memperhatikan: Ketidakmenerusan horizon Adanya pola difraksi Perubahan pola mendadak horizon Adanya perubahan penebalan atau penipisan diantara 2 horizon Rusaknya data di daerah patahan atau menimbukan shadow

Nama : Luthfi Fahlevi Nim : 111.080.224 Plug : 7

Laboratorium Geologi Minyak dan Gas Bumi (intepretasi seismik)

PEMBORAN LUBANG TEMBAK Pada eksplorasi di darat, regu pemboran bertugas membuat lubang tembak ( Shoot hole ) di tiap-tiap patok yang telah disiapkan oleh regu perintis. Hal ini dimaksudkan untuk menempatkan dinamit sebagai sumber energi di bawah zona pelapukan, umumnya lubang dibuat dengan kedalaman 15-30 m.

PEREKAMAN SEISMIK ( Seismic Recording ) Dalam tahap perekaman diperlukan kerjasama antar regu, baik regu penembak, dinamit, kabel, geophone, instrumen, dan lain-lain. Juga perlu diperhatikan apakah instrumen adalah siap dioperasikan, jenis dinamit dan jenis rentangan kabel sudah tepat dengan kondisi lapangan. Seacara singkat jalannya perekaman dapat diterangkansebagai berikut: Gelombang seismik yang dipancarkan oleh ledakan dinamit menembus ke dalam bumi.Sebagian gelombang tersebut akan terpatul kembali ke permukaan bila bertemu dengan bidang lapisan ( reflector ) gelombang pantul ini yang masih bercampur dengan noise ditangkap oleh geophone dan diteruskan ke instrumen.Noise yang menyertainya disaring oleh sistem di instrumen, sesudah itu menjadi digital. Dan kemudian masuk unit pengontrol. Dari sini signal digital diteruskan kepada tape transport untuk direkam dalam pita mganetik. Hasil rekaman ini kemudian diproses untuk memperoleh hasil akhir berupa penampang seismik ( seismic section ).

TEKNIK INTERPRETASI
Untuk mengungkapkan fenomena data seismik pantul dalam arti geologi, seorang Interpreter harus menguasai faktor data dan penguasaan ilmu geologi dan ilmu agama. Integrasi dalam interpretasi memerlukan aspek berikut: Pertimbangan pengaruh kondisi geologi dan topografi terhadap mutu data. Integrasi penampang geologi dan penampang-penampang seismik.

Nama : Luthfi Fahlevi Nim : 111.080.224 Plug : 7

Laboratorium Geologi Minyak dan Gas Bumi (intepretasi seismik)

Pertimbangan dari segi stratigrafi, litologi, fasies caln lainnya yang dimaksudkan untuk memilih horizon. Integrasi data geofisika lainnya seperti gravitl, aeromagnetic dan sebagainya. Pertimbangan geologi regional, pola tektonik regional, posisi cekungan, dan lain-lain.

Nama : Luthfi Fahlevi Nim : 111.080.224 Plug : 7

Laboratorium Geologi Minyak dan Gas Bumi (intepretasi seismik)

BAB II PEMBAHASAN
Dari hasil Peaking horizon seismik Southern North Sea pada batuan berumur Triasic ( litologi Batupasir ) dengan seismik ikat UK-6-30 dan sumur ikat 49/25 B 30 dan lintasan yang berarah Barat timur yaitu UK-6-12, UK-6-13, UK-6-16, UK-6-19 didapati: 1. nilai kedalaman dari hasil convert dari TWT line UK-6-12, UK-6-13, UK-616, UK-6-19:

TABEL NILAI TWT LINE SEISMIK LINE UK-6-30

Nama : Luthfi Fahlevi Nim : 111.080.224 Plug : 7

Laboratorium Geologi Minyak dan Gas Bumi (intepretasi seismik)

LINE UK-6-12
GEOPHON E 1 2 4 6 8 10 12 14 16 18 20 22 24 26 28 30 32 34 36 38 40 42 44 46 TWT 1.18 1.19 1.2 1.2 1.21 1.2 1.2 1.2 1.22 1.27 1.3 1.3 1.35 1.32 1.32 1.27 1.24 1.21 1.2 1.2 1.25 1.3 1.34 1.37 Depth 1462. 5 1475 1500 1500 1512. 5 1500 1500 1500 1525 1625 1675 1675 1775 1712. 5 1712. 5 1625 1562. 5 1512. 5 1500 1500 1587. 5 1675 1750 1800

LINE UK-6-13
GEOPHO NE 74 72 70 68 66 64 62 TWT 0.92 0.93 0.98 1 1.01 1.04 1.07 Depth 1062. 5 1075 1150 1175 1200 1237. 5 1287.

Nama : Luthfi Fahlevi Nim : 111.080.224 Plug : 7

Laboratorium Geologi Minyak dan Gas Bumi (intepretasi seismik)

Nama : Luthfi Fahlevi Nim : 111.080.224 Plug : 7

Laboratorium Geologi Minyak dan Gas Bumi (intepretasi seismik)

LINE UK-6-16
GEOPHO NE 1 2 4 6 8 10 12 14 16 18 20 22 24 26 28 30 32 34 36 38 40 TWT 0.82 0.85 0.89 0.9 0.92 0.94 0.93 0.94 0.95 0.98 1 1.02 1.04 1.02 1 1 1 1 0.98 0.99 1.01 Depth 900 950 1012. 5 1025 1062. 5 1087. 5 1075 1087. 5 1100 1150 1187. 5 1212. 5 1250 1212. 5 1187. 5 1187. 5 1187. 5 1187. 5 1150 1162. 5 1200

LINE UK-6-19
GEOPHO NE 74 TWT 0.94 Depth 1087. 5

Nama : Luthfi Fahlevi Nim : 111.080.224 Plug : 7

Laboratorium Geologi Minyak dan Gas Bumi (intepretasi seismik)

SUBSURFACE MAPPING MAP

Nama : Luthfi Fahlevi Nim : 111.080.224 Plug : 7

Laboratorium Geologi Minyak dan Gas Bumi (intepretasi seismik)

BAB III KESIMPULAN


Dari hasil Peaking horizon seismik Southern North Sea pada batuan berumur Permian ( litologi Batulempung pasiran ) dengan seismik ikat UK-6-30 dan sumur ikat 49/25 B 30 yaitu UK-6-12, UK-6-13, UK-6-16, UK-6-19 didapati: Line Uk 6-12: 2 tinggian 1 rendahan Line Uk 6-13: 2 tinggian 1 rendahan Line Uk 6-16: 2 tinggian 2 rendahan Line Uk 6-19: 1 tinggian 1 rendahan Line Uk 6-19: relatif datar Secara umum didapat kan bahwa daerah ini memiliki beberapa struktur yang bekerja, antara lain sesar, sinklin dan antiklin. Hal tersebut terlihat dari pola kontur dan hasil seismic. Pada lapisan 1 dan lapisan 2, terlihat masih relative datar. Sedangkan pada kedalaman >1471m, mulai terlihat bentukan dari lapisanx, dan struktur yang bekerja.

Nama : Luthfi Fahlevi Nim : 111.080.224 Plug : 7

Laboratorium Geologi Minyak dan Gas Bumi (intepretasi seismik)

DAFTAR PUSTAKA Boggs, Sam,Jr.2006. Principal of Sedimentology and Stratigrafi.Prentice Hall:United Stated of Amerika

Nama : Luthfi Fahlevi Nim : 111.080.224 Plug : 7