Anda di halaman 1dari 24

PERCOBAAN FAKTORIAL Beberapa Ketentuan pada Percobaan Faktorial: Perlakuan yang dicobakan terdiri atas dua faktor atau

lebih. Setiap faktor minimal terdiri atas dua taraf. Jumlah kombinasi perlakuan tergantung pada jumlah faktor dan jumlah taraf masingmasing faktor. Misalnya terdapat tiga faktor, di mana faktor A terdiri atas 3 taraf, faktor B sebanyak 2 taraf dan faktor C terdiri atas 4 taraf, maka bentuk dan jumlah kombinasi perlakuan adalah 3 X 2 X 4 = 24 buah. Dalam faktorian terdapat 3 efek yang diperhatikan, yaitu 1) pengaruh interaksi antar faktor, 2) pengaruh utama faktor (pengaruh mandiri, dan 3) pengaruh sederhana faktor tertentu pada taraf tertentu faktor lain. Perhatian utama lebih ditekankan pada pengaruh interaksi antar faktor. Jika interaksi nyata, maka harus ditelusuri lebih jauh dengan melihat pengaruh sederhana untuk mengetahui bagaimana dan sejauhmana sifat interaksi (hubungan) antar faktor. Jika interaksi tidak nyata, perhatian akan ditujukan pada pengaruh utama (pengharuh mandiri) setiap faktor. - Rancangan dasar percobaan faktorial bisa RAL, RAK, RBL atau lainnya. Keuntungan Percobaan Faktorial: Lebih efisien menggunakan sumber-sumber kegaraman yang ada Informasi yang diperoleh lebih komprehensif, karena mempelajari efek interaksi Hasil percobaan dapat diterapkan pada kondisi yang lebih luas.

Kekurangan Percobaan Faktorial: Analisis statistik lebih rumit dan kompleks Relatif lebih sulit menyediakan materi percobaan yang homogen Pengaruh kombinasi perlakuan tertentu mungkin tidak berarti, sehingga lebih boros. Percobaan Faktorial dengan Rancangan Dasar RAL Model Linier untuk dua Faktor (Faktor A dan Faktor B): , di mana: Yijk = Nilai pengamatan pada satuan percobaan ke-k dari kombinasi perlakuan ij (taraf ke-i perlakuan A dan taraf ke-j faktor B) = Nilai rataan umum i = Pengaruh Faktor A pada taraf ke-i j = Pengaruh Faktor B pada taraf ke-j ( )ij= Pengaruh interaksi taraf ke-i Faktor A dan taraf ke-j Faktor B ijk = Pengaruh galat dari satuan percobaan ke-k yang mendapat perlakuan kombinasi perlakuan ij
Yijk = +i + j + () ij + E ijk

Model Linier untuk tiga Faktor:


Yijk = + i + j + k + () ij + () ik + ( ) jk + ( ijk + Eijkl )

Yijkl

= Nilai pengamatan pada satuan percobaan ke-l dari kombinasi perlakuan ijk (taraf ke-i perlakuan A, taraf ke-j faktor B dan taraf ke-k faktor C) = Nilai rataan umum i = Pengaruh Faktor A pada taraf ke-i j = Pengaruh Faktor B pada taraf ke-j k = Pengaruh Faktor C pada taraf ke-k ( )ij = Pengaruh interaksi taraf ke-i Faktor A dan taraf ke-j Faktor B ( )ik = Pengaruh interaksi taraf ke-i Faktor A dan taraf ke-k Faktor C ( )jk = Pengaruh interaksi taraf ke-j Faktor B dan taraf ke-k Faktor C ( )ijk = Pengaruh interaksi taraf ke-i Faktor A, taraf ke-j Faktor B dan taraf ke-k Faktor C ijkl = Pengaruh galat dari satuan percobaan ke-l yang mendapat perlakuan kombinasi perlakuan ijk Asumsi : Galat timbul acak, menyebar normal dan bebas dengan nilai tengah nol dan ragam 2 Prosedur Analisis: (untuk 2 faktor) 1. Tentukan hipotesis Hipotesis tergantung pada sifat faktor perlakuan, yaitu bersifat tetap, acak atau campuran keduanya. Jika faktor bersifat acak, maka hipotesis yang diajukan adalah: a. - H0: 2 = 0 (tidak ada keragaman dalam populasi kombinasi perlakuan) - H1: 2 > 0 (ada keragaman dalam populasi kombinasi perlakuan) b. - H0: 2 = 0 (tidak ada keragaman dalam populasi taraf faktor A) - H1: 2 > 0 (ada keragaman dalam populasi taraf faktor A) c. - H0: 2 = 0 (tidak ada keragaman dalam populasi taraf faktor B) - H1: 2 > 0 (ada keragaman dalam populasi taraf pada faktor B) Jika faktor bersifat tetap, maka: a. - H0: ( )ij = 0 (tidak ada interaksi antar faktor perlakuan) - H1: ( )ij 0 (ada interaksi antar faltor perlakuan) b. - H0: i = 0 (tidak ada perbedaan respon diantara taraf faktor A) - H1: i 0 (ada perbedaan respon dintara taraf pada faktor A) c. - H0: j = 0 (tidak ada perbedaan respon diantara taraf faktor B) - H1: j 0 (ada perbedaan respon diantara taraf pada faktor B)

2. Hitung Faktor koreksi dan Jumlah Kuadrat (JK) masing-masing dengan rumus:

Y.2 . (T ota.lJend era2l ) FK = = ra b b a nyakpenga mtan . a

JKT = ijk FK Y2
i , j ,k

JK( Perlakuan= )
JKG = JKT JKT

Y
i, j

2 ij

Totalperlakuan . )2 FK = ( FK r

JK ( A) =

(a )
i i

rb

FK =
2

(total ..taraf
rb

A) 2

FK

JK ( B) =

(b )
i i

ra

(total ..taraf FK =
ra

B) 2

FK

JK ( AB ) = JKP JK ( A) JK ( B)

3. Buat Bagan Analisis Ragam Bagan Analisis Ragam Percobaan Faktorial (dua faktor) dengan RAL
Sumber Keragaman Perlakuan Faktor A Faktor B Interaksi AB Galat Derajat Bebas ab-1 a-1 b-1 (a-1)(b-1) ab(r-1) Jumlah Kuadrat (KT) JKP JK(A) JK(B) JK(AB) JK(G) Kuadrat Tengah (KT) JK(A) / a-1 JK(B) / b-1 JK(AB) / (a-1)(b-1) JK(G)/ab(r-1) F Hitung KT(A) /KT(G) KT(B) /KT(G) KT(AB) /KT(G) F-Tabel 0,05 0,01

Total 4. Uji hipotesi

rab-1

JKT

Hipotesis yang diuji tergantung pada sifat faktor perlakuan. Jika faktor bersifat tetap maka yang diuji adalah pengaruh perlakuan terhadap respon yang diamati, sedangkan jika faktor perlakuan bersifat acak maka yang diuji adalah keragaman perlakuan terhadap respon yang diamati. a. Bandingkan nilai F-hitung dengan nilai F-tabel, terutama nilai interkasi AB, kemudian Faktor A dan Faktor B. b. Jika F-hitung lebih besar dan F-tabel, maka perlakuan berbeda nyata pada 0,05 dan sangat nyata pada 0,01

5. Jika interaksi berbeda nyata, maka diteruskan dengan uji lanjut yang tepat untuk menelusuri pengaruh interaksi yang nyata pada pengaruh sederhana iteraksi antar taraf faktor. Jika interaksi tidak nyata perhatikan pengaruh utama. Pengaruh utama yang nyata harus diuji lanjut. 6. Penarikan kesimpulan. Contoh Perhitungan dengan Rancangan Dasar RAL Suatu penelitian dilaksanakan untuk mengetahui pengaruh penggunaan pupuk kandang terhadap dua varietas jagung masing-masing v1 dan v2. Taraf penggunaan pupuk kandang adalah 0 kg/ha (p1), 100 kg/ha (p2) dan terdapat 200 kg/ha (p3). Karena penelitian dilakukan pada kondisi lahan yang diasumsikan seragam, maka percobaan didisain dengan Racangan Acak Lengkap (RAL), dan masing-masing taraf faktor diulang empat kali. Data produksi jagung terangkum dalam tabel berikut: Data Pengamatan Pengaruh Penggunaan Pupuk Kandang Terhadap Produksi Dua Varietas Rumput (kg/petak) Varietas Jagung (V) Ulangan Dosis Penggunaan Pupuk Kandang (P) P1 p2 p3 8.35 16.44 28.95 19.24 15.84 25.67 13.22 22.14 31.25 10.45 19.46 39.01 51.26 73.88 124.88 12.42 24.12 39.14 11.23 26.49 25.47 9.56 19.35 38.78 14.65 21.62 35.75 47.86 91.58 139.14 99.12 165.46 264.02 12.39 20.68 33.00 Total V Rataan V

1 2 V1 3 4 Sub total 1 2 V2 3 4 Sub total Total Pengaruh Pupuk Rataan Pengaruh Pupuk Total Umum

250.02

20.84

278.58

23.21

528.60

Pertanyaan: Buatlah rekomendasi berdasarkan data di atas ? ? ?

Jawab: 1. Hipotesis (misalnya kedua faktor bersifat tetap), maka hipotesisnya adalah: a. - H0: ( )ij = 0 (tidak ada interaksi antar varietas dengan pemupukan) - H1: ( )ij 0 (ada interaksi antar varietas dengan pemupukan) b. - H0: i = 0 (tidak ada perbedaan respon diantara taraf faktor A) - H1: i 0 (ada perbedaan respon dintara taraf pada faktor A) c. - H0: j = 0 (tidak ada perbedaan respon diantara taraf faktor B) - H1: j 0 (ada perbedaan respon diantara taraf pada faktor B) 2. Perhitungan Faktor koreksi dan Jumlah Kuadrat (JK) masing-masing dengan rumus:

FK =

Y.2... (TotalJende ral ) 2 528 .60 = = = 11642 .415 rab banyak . pengama tan 24

JK (Total ) = ijk FK = (8.35 +19 .24 +... +39 .01 ) FK = 2141 .24 Y2 =
i , j ,k

JK ( Perlakuan ...) = 4

Y
i, j

2 ij

( 51 .26 + 73 .88 + ... +139 .14 ) FK =

FK = (

Total .. perlakuan ...) 2 FK r = 1787 .15

JKG = JKT JKP == 2141.24 - 1787.15 = 354.09


FK FK rb rb (99 .12 +165 .46 + 264 .02 ) = FK = 13363 .54 FK = 1721 .13 rv
i

JK ( Pupuk .) =

(a

)2

(Total ..taraf =

A) 2

JK (Varietas .) =

(b )
i i

ra

FK

(Total ..taraf =
rp

B) 2

FK

( 250 .02 + 278 .58 FK =11676 .40 FK = 33 .986 rp

JK ( PV ) = JKP JK ( P ) JK (V ) =1787 .15 1721 .12 33 .99 = 32 .04

3. Tabel Analisis Ragam


Sumber Keragaman Derajat Bebas Jumlah Kuadrat (KT) Kuadrat Tengah (KT) F Hitung F-Tabel 0,05 0,01

Perlakuan Faktor P Faktor V Interaksi PV Galat

5 2 1 2 18

1787.15 1722.13 33.99 32.04 354.09

357.43 860.56 33.99 16.52 19.67

18.17** 43.75** 1.73tn 0.84tn

2.77 3.55 4.41 3.55

4.25 6.01 8.29 6.01

Total

23

2141.24

4. Pengujian Hipotesis: Berdasarkan hipotesis yang dikemukakan, maka dapat diputuskan sebagai berikut: a. Pengaruh interaksi. F-Hit<F-Tabel, maka H0 diterima (Tidak ada pengaruh interaksi) b. Pengaruh faktor Pupuk (P). F-Hit>F-Tabel, maka H1 diterima (ada perbedaan respon diantara taraf faktor P) c. Pengaruh faktor Varietas (V). F-Hit<F-Tabel, maka H0 diterima (tidak ada perbedaan respon diantara taraf faktor V) 5. Uji Lanjut: Uji dilakukan untuk menelusuri taraf mana faktor pupuk yang berbeda (menguji pengaruh faktor utama). Misalkan uji lanjut menggunakan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT), dengan berbagai alasan yang memungkinkan, maka prosedurnya adalah:
-

BNT0.05 = t 2 (2s 2 / r ) BNT0.01 = t 2 (2s 2 / r )

2 2

= 2.101(2(16.52 / 4)1 2 = 6.038 . = 2.878(2(16.52 / 4) 1 2 = 8.271

Uji Lanjut Faktor Pupuk:

Nilai rataan faktor Pupuk(P) masing-masing: Perlakuan p1 p2 p3 Rataan 12.39 20.68 33.00 Hasil (semua berbeda nyata) 6. Kesimpulan: a. Tidak ada interaksi antara faktor pupuk kandang dengan jenis varietas jagung terhadap produksi b. Masing-masing taraf pada faktor pupuk kandang berbeda sangat nyata satu sama lain terhadap produksi kedua jenis jagung 7. Rekomendasi: Penggunaan pupuk kandang pada kedua varietas jagung dianjurkan sampai 200 kg/ha.

Contoh Perhitungan dengan Rancangan Dasar RAK

Suatu penelitian dilaksanakan untuk mengetahui pengaruh penggunaan pupuk urea terhadap tiga varietas padi masing-masing v1, v2 dan v3. Taraf penggunaan pupuk urea adalah 50 kg/ha (p1), 100 kg/ha (p2) dan 150 kg/ha (p3). Percobaan didisain dengan Racangan Acak Kelompok (RAK), yang dikelompokkan menurut perbedaan kondisi lahan. Masing-masing taraf faktor dicobakan pada 4 kondisi lahan yang dianggap berbeda. Data produksi gabah terangkum dalam tabel berikut: Data Pengamatan Pengaruh Penggunaan Pupuk Urea Terhadap Produksi Gabah Dua Varietas Padi (dikonversi dalam kg/ha) Pupuk Kelompok Total Unit Varietas Perlakuan 1 2 3 4 P1 3.35 4.24 4.82 3.45 15.86 V1 P2 3.94 4.84 5.14 4.46 18.38 P3 4.95 5.97 6.02 5.60 22.54 V2 P1 4.42 5.56 4.83 4.65 19.46 P2 4.65 5.41 6.35 4.62 21.03 P3 5.14 5.68 5.68 5.29 21.79 V3 P1 4.52 4.96 5.71 4.77 19.96 P2 4.68 5.60 6.38 4.69 21.35 P3 5.07 5.73 6.31 5.02 22.13 Total Kelompok 40.72 47.99 51.24 42.55 Data Total Faktor Varietas P1 V1 15.86 V2 19.46 V3 19.96 Total (P) 55.28 Pemupukan P2 18.38 21.03 21.35 60.76 Total (V) P3 22.54 21.79 22.13 66.46 56.78 62.28 63.44 182.50 Total Umum

Model Linier Percobaan Faktorial dengan rancangan dasar RAK: Yijk = + K k +i + j + () ij + ijk , di mana: Yijk = Nilai pengamatan pada satuan percobaan ke-k dari kombinasi perlakuan ij (taraf ke-i perlakuan A dan taraf ke-j faktor B) = Nilai rataan umum Kk = Pengaruh aditif kelolompok ke-k. i = Pengaruh Faktor A pada taraf ke-i j = Pengaruh Faktor B pada taraf ke-j ( )ij= Pengaruh interaksi taraf ke-i Faktor A dan taraf ke-j Faktor B ijk = Pengaruh galat dari satuan percobaan ke-k yang mendapat perlakuan kombinasi perlakuan ij

Buatkan rekomendari berdasarkan hasil pengolahan data di atas ! ! !


Jawab:
1. Hipotesis (misalkan kedua faktor bersifat tetap), maka: Faktor bersifat Tetap
7

a. - H0: pemupukan) - H1: b. - H0: - H1: c. - H0: - H1:

( )ij

= 0 (tidak ada interaksi antar varietas dengan

( )ij 0 (ada interaksi antar jenis varietas padi dengan taraf pemupukan urea) i = 0 (tidak ada perbedaan respon diantara taraf faktor A) i 0 (ada perbedaan respon dintara taraf pada faktor A) j = 0 (tidak ada perbedaan respon diantara taraf faktor B) j 0 (ada perbedaan respon diantara taraf pada faktor B)

2. Hitung Faktor koreksi dan Jumlah Kuadrat (JK) masing-masing dengan rumus:

Y.2 . (T otalJend era2l 182 .5 . ) = 925 .174 FK= = = ra b ba n ya.kpenga m tan 36 a


2 JK (Total ) = Yijk FK = ( 3.35 + 3.94 + ... + 5.02 ) FK i , j ,k

= 944 .133 FK =18 .959

r (15 .85 + 18 .38 + ... + 22 .13 ) FK = 934 .283 FK = 9.109 = 4

JK ( Perlakuan .) =

Y
i, j

2 ij

FK = (

Total . perlakuan .) 2 FK r

ab ( 40.72 + 47.99 + 51.24 + 42.55 ) FK = 933 .022 FK = 7.848 = 4


JKG = JKT JKP JKK = 18.959-9.109 7.848 =2.002
FK rb rv (55 .28 + 60 .76 + 66 .46 ) = FK = 930 .382 FK = 5.208 4 x3
i

JK ( Kelompok .) =

Y
k

2 k.

. FK = (

Total ..kelompok .) 2 FK ab

JK ( Pupuk ) =

(a )
i

FK =

(total .taraf

P) 2

ra rp (56 .78 + 62 .28 + 63 .44 = FK = 927 .283 FK = 2.110 4 x3

JK (Varietas .) =

(b
j

)2 FK =

(total ..taraf

B) 2

FK

Sumber Keragaman

JK ( PV ) = JKP JK ( P ) JK (V ) = 9.109 5.208 2.110 =1.791

3. Tabel Analisis Ragam


Derajat Bebas Jumlah Kuadrat (KT) Kuadrat Tengah (KT) F Hitung F-Tabel 0,05 0,01

Kelompok Perlakuan Faktor P Faktor V Interaksi PV Galat

3 8 2 2 4 27

7.848 9.109 5.208 2.110 1.791 2.002

2.619 1.139 2.604 1.055 0.448 0.074

35.39** 15.39** 35.19** 14.26** 6.05**

2.96 2.31 3.35 3.35 2.73

4.60 3.26 5.49 5.49 4.11

Total

36

18.959

4. Pengujian Hipotesis: Berdasarkan hipotesis yang dikemukakan, maka dapat diputuskan sebagai berikut: a. Pengaruh interaksi. F-Hit>F-Tabel, maka H1 diterima (ada pengaruh interaksi antara pupuk urea dengan jenis varietas padi terhadap produksi gabah) b. Pengaruh faktor Pupuk (P). F-Hit>F-Tabel, maka H1 diterima (ada perbedaan respon diantara taraf faktor P) c. Pengaruh faktor Varietas (V). F-Hit>F-Tabel, maka H1 diterima (ada perbedaan respon diantara taraf faktor V) 5. Uji Lanjut: Mengingat interaksi faktor pemupukan urea dengan jenis varietas berpengaruh sangat nyata terhadap produksi gabah, maka perlu dilakukan uji lanjut terhadap pengaruh sederhana untuk menelusuri taraf mana dari masing-masing faktor berbeda dengan yang lainnya. Misalkan uji lanjut menggunakan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT), dengan berbagai alasan yang memungkinkan, maka prosedur uji lanjut adalah sebagai berikut:
-

BNT0.05 = t 2 (2 s 2 / r )
1 2

= 2.052{2(0.074 / 4)}1 2 = 0.395

BNT0.01 = t 2 (2s 2 / r )

= 2.473{2(0.074) / 4}1 2 = 0.476

Pengaruh sederhana faktor pupuk pada varietas v1 adalah: Perlakuan P1V1 P2V1 P3V1 Nilai tengah: 3.97 4.60 5.64 Hasil semua berbeda nyata Pengaruh sederhana faktor pupuk pada varietas v2 adalah: Perlakuan P1V2 P2V2 P3V2 Nilai tengah: 4.86 5.25 5.45 Hasil Pengaruh sederhana faktor pupuk pada varietas v3 adalah: Perlakuan P1V3 P2V3 P3V3 Nilai tengah: 4.99 5.34 5.53 Pengaruh sederhana faktor varietas pada pupuk p1: Perlakuan P1V1 P1V2 P1V3 Nilai tengah: 3.97 4.87 4.99
9

Hasil Pengaruh sederhana faktor varietas pada pupuk p2: Perlakuan P2V1 P2V2 P2V3 Nilai tengah: 4.60 5.25 5.34 Hasil Pengaruh sederhana faktor varietas pada pupuk p3: Perlakuan P3V3 P3V2 P3V1 Nilai tengah: 5.53 5.45 5.64 6. Kesimpulan: a. Terdapat interaksi antara faktor pemupukan pupuk urea dengan jenis varietas jagung terhadap produksi. b. Perlakuan pemupukan p3 (150 kg/ha) akan memberikan produksi gabah yang tinggi bagi ketiga jenis varietas padi yang diuji c. Pada perlakuan p1 dan p2 akan meberikan hasil yang lebih tinggi jika menggunakan varietas v2 dan v3. 7. Rekomendasi: a. Penggunaan pupuk urea sebanyak 100 kg/ha atau lebih rendah sebaiknya menggunakan varietas padi v2 dan v3. b. Jika pemupukan sebanyak 150 kg/ha, maka jenis warietas dapat dipilih salah satu dari ke tiga varietas padi yang diteliti karena memberikan hasil yang relatif sama.

RANCANGAN PETAK TERBAGI (SPLIT PLOT DESIGN) Beberapa ketentuan pada Rancangan Petak Terbagi (RPT) - Menyerupai percobaan faktorial, tetapi tidak semua kombinasi perlakuan dapat diacak secara penuh - Merupakan rancangan untuk percobaan yang terdiri atas dua faktor, tetapi salah satu fektor lebih diutamakan pengamatannya dibanding faktor lainnya - RPT sering digunakan untuk percobaan yang berhadapan dengan ukuran petak (plot) salah satu faktor lebih besar dibandingkan dengan petak untuk faktor lainnya. - Rancangan dasar yang paling sesuai adalah RAK, meskipun RAL dan RBL dapat pula digunakan. - Proses pengacakan dilakukan secara bertahap, yaitu tahap pertama, daerah percobaan dibagi sesuai dengan jumlah kelompok perlakuan kemudian diacak untuk

10

menentukan urutan kelompok, tahap kedua, setiap kelompok dibagi sesuai dengan jumlah taraf faktor A (faktor utama) sehingga terbentuk petak-petak utama. Pada petak utama ditempatkan secara acak taraf faktor A, tahap ketiga, setiap petak utama pada masing-masing kelompok dibagi lagi sesuai dengan jumlah taraf pada faktor B sehingga terbentuk anak petak. Anak petak ditempati secara acak taraf-taraf pada faktor B. Model Linier Percobaan RPT di mana Yijk = Nilai pengamatan pada kelompok ke-k yang memperoleh taraf ke-i perlakuan A dan taraf ke-j faktor B = Nilai rataan umum Kk = Pengaruh aditif kelolompok ke-k. i = Pengaruh Faktor A pada taraf ke-I ik = Galat petak utama = galat a (galat yang muncul pada taraf ke-i faktor A dalam kelompok ke-k) j = Pengaruh Faktor B pada taraf ke-j ( )ij= Pengaruh interaksi taraf ke-i Faktor A dan taraf ke-j Faktor B ijk = Ga;at anak petak = galab b (Pengaruh galat pada kelompok ke-k yang mendapat perlakuan taraf ke-i faktor A dan taraf ke-j faktor A). Contoh: Suatu percobaan agronomi bertujuan mengamati pengaruh taraf pemupukan nitrogen dan varietas tanaman terhadap faktor produksi. Faktor pupuk terdiri atas 4 taraf (n1, n2, n3, dan n4) ditempakan sebagai petak utama, dan faktor varietas terdiri atas empat taraf (v1, v2, v3, dan v4) ditempatkan sebagai anak petak. Karena kondisi lapangan percobaan cukup beragam, maka percobaan dibagi empat kelompok. Data hasil produksi adalah sebagaiu berikut: Data Pengamatan Varietas Kelompok (V) 1 2 n1 3 4 Subtotal Subrataan 1 2 N2 3 4
Yijk = + K k + Ai + ik + B j + ( AB ) ij + ijk ,

v1 42.9 41.6 28.9 30.8 144.2 36.05 53.3 69.6 45.4 35.1

Nitrogen (N) v2 v3 52.8 49.5 58.5 53.8 43.9 40.7 46.3 39.4 202.5 183.4 50.63 45.86 57.6 59.8 69.6 65.8 42.4 41.4 51.9 45.4

v4 44.4 41.8 28.3 34.7 149.2 37.30 64.1 57.4 44.1 51.6

Total 190.6 195.7 141.8 151.2 679.3 42.46 234.8 262.4 173.3 184.0
11

Subtotal Subrataan N3 Subtotal Subrataan n4 Subtotal Subrataan Total Nitrogen Rataan Nitrogen Kelompok Total 1 2 3 4 1 2 3 4

203.4 50.85 62.3 58.5 44.6 50.3 215.7 53.93 75.4 65.6 54.0 52.7 247.7 61.93 811.0 50.69 1 965.3

221.5 55.38 63.4 50.4 45.0 46.7 205.5 51.38 70.3 67.3 57.6 58.5 253.7 63.43 883.2 55.20 2 936.8

212.4 53.10 64.5 46.1 62.6 50.3 223.5 55.88 68.8 65.3 45.6 51.0 230.7 57.68 850.0 53.13 3 733.8

217.2 54.30 63.6 56.1 52.7 51.8 224.2 56.04 71.6 69.4 56.6 47.4 245.0 61.25 835.6 52.23 4 743.9

854.5 53.41 253.8 211.1 204.9 199.1 868.9 54.31 286.1 267.6 213.8 209.6 977.1 61.07 3379.8 52.81

Berikan Rekomendasi Berdasarkan Pengolahan Data Di atas !!!.

Jawab: 1. Hipotesis (lihat percobaan faktorial) 2. Perhitungan Sumber Keragaman: a. Perhitungan Faktor Koreksi (FK) dan Jumlah Kuadrat (JK) Total:
FK =
2 Y.... ... (tatal .. jenderal .) 2 (3379 .8) 2 = = = 178485 .13 rab rab ( 4)( 4)( 4)

2 JK (Total ) = Yijk FK = ( 42 .2) 2 + ... + ( 47 .4) 2 178485 .13 = 7797 .39 i , j ,k

b. Perhitungan pengaruh petak utama:

12

Y. 2. .k. k (T o .tKa e l o m2 p o k l ) J K(K e l o m = p o k F K= ) FK ab ab { 9( 6.35) 2 + . . +. (7 4.93) 2 = 1 7 8 .41 83= 5 8 .48 27 2 (4) 4) ( Yi.2. i (T o .tNa li t r o) 2 g e n J K( N i t r o) =g e n F K= FK rb rb { 6( 7.39) 2 + . . +. (9 7.172 ) = 1 7 8 .41 83= 52 8 .40 82 (4) (4)
JK (Galat a) = JK (petak Utama) JK(Kelompok) JK(Nitrogen) = 6309.19 2842.87 2848.02 = 618.30. c. Perhitungan Pengaruh Anak Petak:
(Total .Varietas ) 2 FK = FK ra ra {( 811 .0) 2 + ... + (835 .6) 2 } = 178485 .13 = 170 .53 (4)( 4) JK (Varietas ) =
j

b {(190 .6) + ... + ( 209 .6) 2 } = 178484 .13 = 6309 .19 4


2

JK ( Petak ..Utama ) =

Y
i,k

2 i .. k

FK =

(total .. petak ..utama .) 2 FK b

2 . j.

13

FK JK ( Nitrogen ) JK (Varietas ) r ( Subtotal ) = FK JK ( Nitrogen ) JK (Varietas ) r {(144 .4) 2 + ... + ( 245 .0) 2 } = 178485 .13 2848 .02 170 .53 = 586 .47 4

JK ( NV ) =

Y
i, j

2 ij

JK(Galat b) = JKT JK (Petak Utama) JK(Varietas) JK (NV) = 7797.39 6309.19 170.53 586.47 = 731.20. 3. Tabel Analisis Ragam Sumber Keragaman Petak Utama: Kelompok Nitrogen (N) Galat a Anak Petak: Varietas (V) Interaksi (NV) Galat b DB 3 3 9 3 9 36 63 JK 2842.87 2848.02 618.30 170.53 586.47 731.20 7797.39 KT 947.62 949.34 68.70 56.84 65.16 20.31 H-Hitung F-Tabel 0.05 0.01 3.86 2.86 2.15 6.99 4.38 2.94

13.82** 2.80tn 3.21**

4. Pengujian Hipotesis: Berdasarkan hipotesis yang dikemukakan, maka dapat diputuskan sebagai berikut: d. Pengaruh interaksi. F-Hit>F-Tabel, maka H1 diterima (ada pengaruh interaksi antara pupuk nitrogen dengan jenis varietas terhadap produksi) e. Pengaruh faktor pupuk nitrogen (N). F-Hit>F-Tabel, maka H1 diterima (ada perbedaan respon diantara taraf faktor pupuk nitrogen) f. Pengaruh faktor Varietas (V). F-Hit<F-Tabel, maka H0 diterima (tidak ada perbedaan respon diantara taraf faktor varietas) 5. Uji Lanjut: Karena interaksi faktor pemupukan urea dengan jenis varietas berpengaruh sangat nyata terhadap produksi (varietas sebagai anak petak), maka perlu dilakukan uji lanjut terhadap pengaruh sederhana untuk menelusuri taraf mana dari masing-masing faktor berbeda dengan yang lainnya. Misalkan uji lanjut yang digunakan adalah BNT, maka prosedur uji lanjut adalah sebagai berikut: a. Pengujian sederhana faktor varietas (v) pada taraf pemupukan (n) yang sama
NilaiBNT
( / 2 )

= t( 0.05 , 36 ) ( S Yi Y j )

Nilai BNT (0.05, 30) = 2.042 dan BNT(0.05, 40) = 2.021, maka: Nilai BNT (0.05, 36) = 2.042 (6/10 (2.021) = 2.029.

14

BNT0.05 = t 2 (2s 2 / r )

= 2.029(2 x 20.31/ 4)1 2 = 6.47.

Pengaruh sederhana faktor varietas pada pupuk nitrogen n1 adalah (diurut dari rendah ke tinggi): Perlakuan n1v1 n1v4 n1v3 n1v2 Nilai tengah: 36.05 37.30 45.86 50.63 Pengaruh sederhana faktor varietas pada pupuk nitrogen n2 adalah (diurut dari rendah ke tinggi): Perlakuan n2v1 n2v3 n2v4 n2v2 Nilai tengah: 50.85 53.10 54.30 55.38 Pengaruh sederhana faktor varietas pada pupuk nitrogen n3 adalah (diurut dari rendah ke tinggi): Perlakuan n3v2 n3v1 n3v3 n3v4 Nilai tengah: 51.38 53.93 55.88 56.04 Pengaruh sederhana faktor varietas pada pupuk nitrogen n4 adalah (diurut dari rendah ke tinggi): Perlakuan n4v3 n4v4 n4v1 n4v2 Nilai tengah: 57.68 61.25 61.93 63.43 Kesimpulan: Secara umum keempat varietas yang dicobakan memberikan produksi yang relatif sama jika dosis pemupukan sama, kecuali pada pemupukan n1 terlihat bahwa v4 dan v1 keduanya nyata lebih tinggi produksinya dibandingkan dengan v3 dan v2. a. Pengujian sederhana faktor pemupukan nitrogen (n) pada taraf varietas (v) yang sama
NilaiBNT
t* =
( / 2 )

= t *( 0.05 ,36 ) ( S Yi Y j )

(b 1)( KTG .b)( tb ) + ( KTG .a (ta ) (b 1)( KTG .b) + ( KTG .a )


(b 1)( KTG .b)( t0.05 ;36 ) + ( KTG .a (t0.05 ;9 ) (b 1)( KTG .b) + ( KTG .a )
( 4 1)( 20 .31 )( 2.029 ) + (68 .70 )( 2.262 ) = 2.152 ( 4 1)( 20 .31 ) + (68 .70 )
2{( b 1)( KTG .b) + ( KTG .a)} = rb 2{( 4 1)( 20 .31) + (68 .70 )} = 4.03 . ( 4)( 4)

t *0.05 =

S Y i Y j =

15

Sehingga Nilai BNT0.05 = (2.152)(4.03) = 8.67. Pengaruh sederhana faktor nitrogen pada pupuk varietas v1 adalah (diurut dari rendah ke tinggi): Perlakuan n1v1 n2v1 n3v1 n4v1 Nilai tengah: 36.05 50.85 53.93 61.93 Pengaruh sederhana faktor varietas pada pupuk nitrogen v2 adalah (diurut dari rendah ke tinggi): Perlakuan n1v2 n3v2 n2v2 n4v2 Nilai tengah: 50.85 51.38 55.38 63.43 Pengaruh sederhana faktor varietas pada pupuk nitrogen v3 adalah (diurut dari rendah ke tinggi): Perlakuan n1v3 n2v3 n3v3 n4v3 Nilai tengah: 45.86 53.10 55.88 56.04 Pengaruh sederhana faktor varietas pada pupuk nitrogen v4 adalah (diurut dari rendah ke tinggi): Perlakuan n1v4 n2v4 n3v4 n4v4 Nilai tengah: 37.70 54.30 56.04 61.25 Kesimpulan: Secara umum terlihat bahwa masing-masing jenis varietas memerlukan jenis pemupukan tertentu. Untuk varietas v1 dan v2 sebaiknya diberikan pupuk nitrogen n4 atau n3, sedangkan pada varietas v2 sebaiknya diberikan pupuk n4, n3 atau n2. Untuk semua jenis varietas akan memberikan produksi maksimal jika diberikan pupuk n4. Selaiknya pemupukan n1 tidak dianjurkan untuk semua jenis varietas yang dicobakan. 6. Rekomendasi: - Jika ingin menanam varietas v1 dan v2 sebaiknya dosis pemupukan nitrogen adalah n4 atau n3. - Untuk semua jenis varietas akan memberikan produksi maksimal jika diberikan pupuk n4.

RANCANGAN PETAK PETAK TERBAGI (SPLIT-SPLIT PLOT DESIGN) Beberapa ketentuan pada Rancangan Petak-Petak Terbagi (RPPT)

16

Menyerupai Rancangan Petak Terbagi (RPT), tetapi RPPT terdiri atas tiga faktor. Merupakan rancangan untuk percobaan yang terdiri atas tiga faktor, tetapi salah satu faktor lebih diutamakan pengamatannya, faktor kedua tidak terlalu diutamakan dan faktor ketiga kurang diutamakan. Rancangan dasar yang paling sesuai adalah RAK, meskipun RAL dan RBL dapat pula digunakan. Proses pengacakan dilakukan secara bertahap yaitu: Tahap I. Pembagian lokasi sesuai kelompok (misalkan 3 kelompok) K3 K1 K2

Tahap II. Pembagian kelompok sesuai taraf faktor A (3 taraf: a1, a2 & a3) membentuk petak utama, kemudian ditempatkan secara acak dalam kelompok. K3 a2 a1 a3 K1 a3 a2 a1 K2 a1 a3 a2

Tahap III. Pembagian masing-masing petak utama setiap kelompok sesuai taraf faktor B (3 taraf: b1, b2 & b3) membentuk anak petak, kemudian ditempatkan secara acak dalam petak utama. K3 K1 K2 (idem) a2b3 a1b2 a2b2 a1b3 a2b1 a1b1

a3b1 a3b2 a3b3 Tahap IV. Pembagian masing-masing anak petak untuk setiap petak utama tiap kelompok sesuai taraf faktor C (misalkan 3 taraf: c1, c2 & c3) membentuk anakanak petak, kemudian ditempatkan secara acak dalam anak petak.

17

K3 a2b3c2 a2b3c1 a2b3c3 a2b2c2 a2b2c3 a2b2c1 a2b1c1 a2b1c2 a2b1c3 a3b1c1 a3b1c2 a3b1c3 a3b2c2 a3b2c3 a3b2c1 a3b3c1 a3b3c3 a3b3c2

K1 a1b2c3 a1b2c1 a1b2c2 a1b3c3 a1b3c2 a1b3c1 a1b1c1 a1b1c3 a1b1c2

K2

(idem)

Model Linier Percobaan RPT


Yijk = + K l + Ai + il + B j + ( AB ) ij + ijl + C k + ( AC ) ik + ( BC ) jk + ( ABC ) ijk + Eijkl .

= Nilai pengamatan pada kelompok ke-k yang memperoleh taraf ke-i perlakuan A, taraf ke-j faktor B dan taraf ke-k faktor j = Nilai rataan umum Kl = Pengaruh aditif kelolompok ke-l. Ai = Pengaruh Faktor A pada taraf ke-i il = Galat petak utama = galat a (galat yang muncul pada taraf ke-i faktor A dalam kelompok ke-l) Bj = Pengaruh Faktor B pada taraf ke-j (AB)ij = Pengaruh interaksi taraf ke-i Faktor A dan taraf ke-j Faktor B ijl = Galat anak petak = galab b (Pengaruh galat pada kelompok ke-l yang mendapat perlakuan taraf ke-i faktor A dan taraf ke-j faktor B). Ck = Pengaruh Faktor C pada taraf ke-k (AC)ij = Pengaruh interaksi taraf ke-i Faktor A dan taraf ke-k Faktor C (BC)ij = Pengaruh interaksi taraf ke-j Faktor B dan taraf ke-k Faktor C (ABC)ijk = Pengaruh interaksi taraf ke-i Faktor A, taraf ke-j faktor B dan taraf ke-k Faktor C Eijkl = Galat anak-anak petak = galab c (Pengaruh galat pada kelompok ke-l yang mendapat perlakuan taraf ke-i faktor A, taraf ke-j faktor B dan taraf ke-k faktor C). Contoh:

Yijkl

18

Suatu penelitian bidang pertanian ingin mempelajari 3 faktor secara bersama-sama yaitu faktor pupuk nitrogen, manajemen pemeliharaan dan jenis vareitas tanaman padi, untuk melihat pengaruhnya terhadap produksi (ton/ha). Dalam hal ini faktor N (n1=0 kg/ha, n2=50 kg/ha & n3=100 kg/ha) ditempatkan sebagai petak utama, faktor M (m1=minimum, m2=optimum & m3=intensif) sebagai anak petak dan faktor V (v1=varietas1, v2=vareietas 2 , & v3=varietas 3) sebagai anak-anak petak Suatu percobaan agronomi bertujuan mengamati pengaruh taraf pemupukan nitrogen dan varietas tanaman terhadap faktor produksi. Faktor pupuk terdiri atas 4 taraf (n1, n2, n3, dan n4) ditempakan sebagai petak utama, dan faktor varietas terdiri atas empat taraf (v1, v2, v3, dan v4) ditempatkan sebagai anak petak. Karena kondisi lapangan percobaan cukup beragam, maka percobaan dibagi empat kelompok. Data hasil produksi adalah sebagaiu berikut: Data hasil pengamatan disajikan pada tabel berikut: Nitrogen (N) Manajemen (M)
m1 m2 m3

Varietas (V)
v1 v2 v3 v1 v2 v3 v1 v2 v3 v1 v2 v3 v1 v2 v3 v1 v2 v3 v1 v2 v3 v1 v2 v3 v1 v2 v3

Kelompok
1 3.320 6.101 5.355 3.766 5.096 7.442 4.660 6.573 7.018 3.188 5.595 6.706 3.625 6.357 8.592 5.232 7.016 8.480 5.468 5.442 8.452 5.759 6.398 8.662 6.215 6.953 9.112 2 3.864 5.122 5.536 4.311 4.873 6.462 5.915 5.495 8.020 4.752 6.780 6.546 4.809 5.925 7.646 5.170 7.442 9.942 5.788 5.988 6.698 6.130 6.533 8.526 7.106 6.914 9.140 3 4.507 4.815 5.244 4.875 4.166 5.584 5.400 4.225 7.642 4.756 5.390 7.092 5.295 5.163 7.212 6.046 4.478 8.714 4.422 6.509 8.650 5.308 6.569 8.514 6.318 7.991 9.320

Total
11.691 16.038 16.135 12.952 14.135 19.488 15.975 16.293 22.680 12.696 17.765 20.344 13.729 17.445 23.450 16.448 18.936 27.136 15.678 17.939 23.800 17.197 19.500 23.800 19.639 21.858 27.572

N1

m1 m2 m3

N2

m1 m2

n3

m3

Total Kelompok

166.863

171.433

164.205

502.221 Total N

Data Total Petak Utama (Kelompok dan Nitrogen) Nitrogen (N) Kelompok

19

n1 n2 n3 Total Kelompok

1 49.331 54.791 62.461 166.583

2 49.598 59.012 62.823 171.433

3 46.458 54.146 63.601 164.205


Kelompok 2 14.522 15.646 19.430 18.078 18.380 22.554 18.474 21.189 23.160

145.387 187.949 188.885 502.221

Data Total Anak Petak (Kelompok, Nitrogen dan Manajemen) Nitrogen Manajemen m1 m2 m3 n1 m1 m2 m3 m1 m2 m3 1 14.776 16.304 18.251 15.489 18.574 20.728 19.362 20.819 22.280 3 14.566 14.625 17.267 17.238 17.670 19.238 19.581 20.391 23.629

Data Total Faktor Nitrogen (N) dan Manajemen (M) Nitrogen Manajemen (M) n1 n2 M1 43.864 50.805 M2 46.575 64.624 M3 54.948 62.520 Total N 145.387 167.949

n3 57.417 62.399 69.069 188.885

Total M 152.086 163.598 186.537 502.221

Data Total Faktor Nitrogen (N) dan Varietas (V) Nitrogen Varietas (V) n1 n2 V1 40.168 42.873 V2 46.466 54.146 V3 58.303 70.930 Total N 145.387 167.949 Rataan N 5.385 6.220
Data Total Faktor Nitrogen (M) dan Varietas (V) Nitrogen Varietas (V) m1 m2 V1 40.065 43.878 V2 51.742 51.080 V3 60.279 68.640 Total M 152.086 163.598 Rataan M 5.633 6.059

n3 52.514 59.297 77.074 188.885 6.996

Total V 136.005 159.909 206.307 502.221

m3 52.062 57.087 77.388 186.537 6.909

Total V 136.005 159.909 206.307 502.221

Rataan V 5.037 5.923 7.641

Berikan Rekomendari berdasarkan perhitungan data di atas: Jawab:

20

1. Hipotesis (lihat Rancangan percobaan sebelumnya) 2. Perhitungan Sumber Keragaman: a. Perhitungan Faktor Koreksi (FK) dan Jumlah Kuadrat (JK) Total:
FK =
2 Y.... .... (tatal .. jenderal .) 2 (502 .221 ) 2 = = = 3113 .90 rabc rabc (3)( 3)( 3)( 3)

JK (Total ) =

i , j , k ,l

2 ijkl

FK = {( 3.320 ) 2 + ... + (9.320 ) 2 } 178485 .13 = 189 .71

b. Perhitungan pengaruh petak utama:

bc {( 49 .331 ) 2 + ... + (63 .601 ) 2 } = 3113 .90 = 37 .36 (3)( 3)

JK ( Petak .Utama ) =

Y
i ,l

2 i .. l

FK =

(total . petak .utama .) 2 FK bc

abc {(166 .583 ) + ... + (164 .205 ) 2 } = 3113 .90 = 1.01 (3)( 3)( 3)
2

JK ( Kelompok ) =

Y
l

2 ..... l

FK =

(Total .Kelompok ) 2 FK abc

( Ni )2 i (T o .tNa il t r o)2 g e n J K( N i t r o) =g e n F K= FK rbc rbc { 1( 4.35 8)27+ . . +. (1 8.88 8)25 = 3 1 .19 30= 3 .50 5 (3) 3) 3) ((
JK (Galat a) = JK (petak Utama) JK(Kelompok) JK(Nitrogen) = 37.36 1.01 35.05 = 1.30. c. Perhitungan Pengaruh Anak Petak:

21

(Total . Anak .Petak ) 2 FK = FK c c {(14 .776 ) 2 + ... + (23 .629 ) 2 } = 3113 .90 = 63 .07 (3) JK ( Anak .Petak ) =
i , j ,l

2 .i , j .. l .

(m j ) 2 j (T o .tM la n a )j 2e m e n a J K(M a n a )j e m e n F K= = FK rac rac { 1( 5.02 8)26+ . . +. (1 8.56 3)27 = 3 1 .19 30= 2 .27 9 (3) 3) 3) ((
FK JK ( Nitrogen ) ( JK (Varietas ) rc ( Subtotal ) = FK JK ( Nitrogen ) JK ( Manajemen ) rc {( 43 .864 ) 2 + ... + (69 .069 ) 2 } = 3113 .90 35 .05 22 .79 = 0.13 (3)( 3) JK ( NM ) =

(nm )
i, j

2 ij

JK(Galat b) = JK(Anak Petak) JK (Kelo,pok) JK(Nitrogen) JKG (a) JK (M) JK (NM) = 63.07 - 1.01 - 35.05 - 1.30 - 22.79 - 0.16 = 2.76 c. Perhitungan Pengaruh Anak-anak Petak:
JK (Varietas ) =
2

Y
k

2 k

rab {(136 .005 ) + ... + ( 206 .307 ) 2 } = 3113 .90 = 94 .65 (3)( 3)( 3)
JK ( NV ) =

FK =

(Total .Varietas ) 2 FK rab

FK JK ( Nitrogen ) ( JK (Varietas ) rb ( Subtotal ) = FK JK ( Nitrogen ) JK (Varietas ) rb {( 40 .618 ) 2 + ... + (77 .074 ) 2 } = 3113 .90 35 .05 94 .65 = 4.23 (3)( 3)

(nv )
i,k

2 ik

22

FK JK ( N ) JK ( M ) JK (V ) JK ( NM ) JK ( NV ) JK ( MV ) r {(11 .691 ) 2 + ... + ( 27 .572 ) 2 } = 3113 .90 35 .05 22 .79 94 .65 0.16 3.44 = 2.37 (3)

JK ( NMV ) = i , j , k

(nmv )

2 ijk

JK(Galat c) = JK(Total) JK (K) JK(N) JKG (a) JK (M) - JK (NM) JKG(b) JK (V) JK(NV) JK(MV) JK(NMV) = 189.71- 1.01 35.05 1.30 22.79 0.16 2.76 94.65 3.44 4.23 - 2.37 = 21.95 Tabel Analisis Ragam Sumber Keragaman
Petak Utama: Kelompok Nitrogen (N) Galat a Anak Petak: Manajemen Interaksi (NM) Galat (b) Anak-anak Petak: Varietas (V) Interaksi (NV) Interaksi (MV) Interaksi (NMV) Galat c

DB
3 2 4 2 4 12 2 4 4 8 36 80

JK
1.01 35.05 1.30 22.79 0.16 2.76 94.65 3.44 4.23 2.37 21.95 189.71

KT
0.51 17.53 0.33 11.40 0.04 0.23 47.33 0.86 1.06 0.30 0.61 -

H-Hitung

F-Tabel 0.05 0.01


6.94 3.88 3.26 3.26 2.63 2.63 2.21 2.25 6.93 5.41 5.25 3.89 3.89 3.04

53.12** 49.57** 0.17tn 77.59** 1.41tn 1.74tn 0.49tn

3. Pengujian Hipotesis: Berdasarkan hipotesis yang dikemukakan, maka dapat diputuskan sebagai berikut: a. Pengaruh interaksi. Semua pengaruh interaksi tidak ada yang nyata (F-Hit>FTabel), maka H0 diterima b. Pengaruh faktor pupuk nitrogen (N). F-Hit>F-Tabel, maka H1 diterima (ada perbedaan respon diantara taraf faktor pupuk nitrogen) c. Pengaruh faktor manajemen (M). F-Hit>F-Tabel, maka H1 diterima (ada perbedaan respon diantara taraf faktor manajemen) d. Pengaruh faktor Varietas (V). F-Hit>F-Tabel, maka H1 diterima (ada perbedaan respon diantara taraf faktor varietas) 4. Uji Lanjut: Karena interaksi tidak ada yang nyata, maka perhatian ditujukan pada pengaruh utama (mandiri) masing-masing faktor. Semua faktror secara mandiri menunjukkan perbedaan sangat nyata, sehingga perlu dilakukan uji lanjut untuk menentukan taraf mana masing-masing fakgro yang berbeda nyata. Misalkan uji lanjut yang digunakan adalah BNT, maka prosedur uji lanjut adalah sebagai berikut:

23

a. Pengujian pengaruh faktor N: (Gunakan KTG (a).


NIlai .BNT ( 0.05 ) = t0.05 ; KTG ( a ) ( S Y Y j ) ;
t 0.05, 4 = 2.776 dan S Y i Y j = (2 KTG(a ) 1 1 ) 2 = 2 x0.33 ) 2 = 0.271 rbc 9

Sehingga Nilai BNT0.05 = 2.776 x 0.271 = 0.752 ton/ha. Perlakuan:


Rataan Hasil

n1

n2

n3
6.996

5.385 6.220 Semua berbeda nyata


b. Pengujian pengaruh faktor M: (Gunakan KTG (b).


Nilai .BNT ( 0.05 ) = t 0.05 ; KTG ( b ) ( S Y Y j ) ;
t 0.05, 12 = 2.219 dan S Y i Y j = (2 KTG(b) 1 1 ) 2 = 2 x0.23 ) 2 = 0.226 rac 9

Sehingga Nilai BNT0.05 = 2.179 x 0.226 = 0.492 ton/ha. Perlakuan: n1 n2 n3


Rataan Hasil 5.633 6.059 6.909

c. Pengujian pengaruh faktor V: (Gunakan KTG (c).


NIlai .BNT ( 0.05 ) = t0.05 ; KTG ( c ) ( S Y Y j ) ;
t 0.05, 36= 2.029 dan S Y i Y j = (2 KTG(c) 1 1 ) 2 = 2 x0.61 ) 2 = 0.368 rab 9

Sehingga Nilai BNT0.05 = 2.029 x 0.368 = 0.747 ton/ha. Perlakuan: v1 v2 v3


Rataan Hasil 5.037 5.923 Semua berbeda nyata 7.641

5. Kesimpulan: Secara umum taraf perlakuan masing-masing faktor berbeda nyata, kecuali pada perlakuan manajemen antara manajemen minimum dan manajemen optimum tidak berbeda nyata. Pupuk N yang terbaik adalah n3 (100 kg/ha). Manajemen yang terbaik adalah m3 (manajemen intensif). Dan jenis varietas yang terbaik adalah v3 (varietas 3). 6. Rekomendasi: Dosis pemupukan N sebaiknya digunakan 100 kg/ha Manajemen yang digunakan adalah manajemen intensif Varietas yang digunakan adalah varietas v3.

24