Anda di halaman 1dari 58

CodeIgniter VS CakePHP

Guys, kali ini Cheyuz bakal ngebahas tentang FW (Framework) PHP Mungkin ini bermanfaat buat temen-temen semua (khususnya ilkom [ilmu komputer] yang sejurusan, bahkan sekelas denganku di kampus Waktu itu kita udah sedikit ngebahas ttg CodeIgniter, walopun blm secara detail dijelasin CodeIgniter (selanjutnya CI) itu apa CodeIgniter (CI) adalah salah satu framework PHP yang cukup populer, bahkan bisa sangat populer karena sering dipakai di kalangan perusahaan IT dalam bidang pengembangan Web (Web Development). Tetapi sebelumnya, apa itu PHP Framework? Gampangnya framework adalah kumpulan fungsi-fungsi dan class untuk tujuan tertentu yang sudah siap pakai sehingga bisa lebih mempermudah pekerjaan pemrograman, tanpa harus reinvent wheel. Untuk lebih lengkapnya anda bisa membacanya di wikipedia atau situs lain yang sejenis (googling aja ). Nah, kenapa kita harus memakai FW??

Mempercepat dan mempermudah pembangunan sebuah aplikasi PHP Relatif memudahkan dalam proses maintenance karena sudah ada pola tertentu dalam sebuah framework (dengan syarat programmer mengikuti pola standar yang ada) Umumnya framework menyediakan fasilitas-fasilitas yang umum dipakai sehingga kita tidak perlu membangun dari awal (misalnya validasi, ORM, pagination, multiple database, scaffolding, pengaturan session, error handling, dll Lebih bebas dalam pengembangan jika dibandingkan CMS

Nah, framework yang populer dan sering dipakai di lapangan salah dua-nya adalah CodeIgniter dan CakePHP. Tetapi kalian tau ga keunggulan dan kelebihan kedua framework ini? ok, kita bahas di sini Kalo kalian baca dokumentasi dan bahkan memakai CI, maka terlihat keunggulan CI ini adalah sebagai berikut\

Kelebihan CI

Performa sangat cepat : salah satu alasan tidak menggunakan framework adalah karena eksekusinya yang lebih lambat daripada PHP from the scracth, tapi Codeigniter sangat cepat bahkan mungkin bisa dibilang codeigniter merupakan framework yang paling cepat dibanding framework yang lain. Mendukung PHP4 dan PHP5 Konfigurasi yang sangat minim (nearly zero configuration) : tentu saja untuk menyesuaikan dengan database dan keleluasaan routing tetap diizinkan melakukan konfigurasi dengan mengubah beberapa file konfigurasi seperti database.php atau autoload.php, namun untuk menggunakan codeigniter dengan setting standard, anda hanya perlu merubah sedikit saja file pada folder config.

Dokumentasi yang sangat lengkap : Setiap paket instalasi codeigniter sudah disertai user guide yang sangat bagus dan lengkap untuk dijadikan permulaan, bahasanya pun mudah dipahami bahkan untuk Cheyuz yang bahasa inggrisnya kurang baik, semoga saja kedepan ada yang mau menerjemahkannya ke bahasa Indonesia. Ditambah lagi oficial video tutorial membuat blog dalam 20 menit yang disediakan di situsnya, untuk mengaksesnya anda bisa menggunakan quick time atau bisa juga mendownload video yang sudah diupload pada youtube.com seperti yang pernah Cheyuz jelaskan di tips belajar pemrograman melalui youtube.com. Mudah dipelajari : Mungkin pengaruh dokumentasi yang bagus sehingga codeigniter mudah untuk dipelajari, atau memang framework ini benar-benar mudah dipelajari. Sebelumnya Cheyuz pernah mencoba-coba mempelajari Zend, Symfony, dan Prado, tiga framework yang memang lebih powerfull daripada codeigniter, tapi juga lebih sulit untuk dipelajari. Inilah alasan terkuat Cheyuz jatuh cinta pada codeigniter. Compatible dengan banyak hosting : tidak seperti kebanyakan framework lain yang hanya bisa berjalan di PHP 5, codeigniter bisa berjalan dengan lancar pada PHP 4, meskipun ini saat ini sudah banyak hosting yang menggunakan PHP 5 tapi Cheyuz pernah mendapati ada beberapa yang masih menggunakan PHP 4. Juga codeigniter tidak menggunakan PEAR atau tool CLI lainnya, sehingga memberi keleluasaan bagi anda yang tidak mempunyai akses ke shell pada hosting anda.

Kekurangan:

Terlalu Fleksibel, aturan yang sedikit, ini sangat mengganggu jika kita ingin mengembangkan aplikasi yang besar oleh banyak programmer dengan waktu yang cepat. Karena terlalu fleksibel, kita bisa memodifikasi core CI dengan mudah, sehingga programmer yang baru perlu waktu untuk belajar terlebih dahulu program yang sebelumnya. Tidak OOP sepenuhnya, karena helper-helper pada CI berupa fungsi-fungsi yang prosedural, tidak berorientasi objek. Dan ini melawan aturan OOP yang sesungguhnya.

Nah, ini kelebihan dan kekurangan CakePHP:

Kelebihan:

Dukungan terhadap AJAX, ORM, library AJAX di dalam CakePHP sudah disediakan, kita tinggal memakainya aja Automagic function, seperti adanya validasi input, dll, yang mempercepat coding. Seperti helper untuk form, membuat form dengan menggunakan helper dari CakePHP (yang menurut Cheyuz lebih bagus dari helper CI) sangat berguna buat kita yang sering bekerja dengan banyak form. Banyak contoh lainnya Mendukung PHP4 dan PHP5 Lebih mencerminkan MVC yang sesungguhnya dibandingkan CI Komunitas pengguna yang besar dan forum cukup baik

Kekurangan:

Manual yang ada tidak selengkap CI. Ini merupakan salah satu kekurangan CakePHP, oleh karena itu CakePHP mungkin bisa dipelajari lebih lama daripada CI.

Terlalu banyak aturan, dan tidak sefleksibel CI, seperti nama table harus plural, nama controller harus sama dengan nama folder untuk view nama view harus sama dengan nama action, dan lain2 Butuh waktu belajar yang lebih lama untuk menguasai framework ini dibanding CI. Tapi jika sudah benar-benar mengerti, banyak kelebihan dibanding CI. Beberapa situs menyarankan anda untuk belajar dan terbiasa dulu dengan CodeIgniter baru kemudian mempelajari CakePHP (http://www.zenperfect.com/2007/07/15/faceoff-codeigniter-vs-cakephp/)

Kelebihan yang berasal dari kekurangan:

Terlalu banyak aturan, dan tidak sefleksibel CI, dibalik kekurangan ini, CakePHP mengajak kita untuk bersama-sama membuat aplikasi yang rapid (cepat) dan dapat dikembangkan secara bersama-sama. Jika dibandingkan dengan CI yang terlalu fleksibel, Cakephp lebih gampang dikembangkan karena programmer sudah tahu aturan-aturan di CakePHP yang baik. Karena CI terlalu fleksibel, maka mengembangkan aplikasi dengan menggunakan CI malah menjadi susah jika dikerjakan oleh banyak orang, karena aturan-aturan setiap pengembang asal CI itu berbeda dengan pengembang selanjutnya. Oleh karena itu, untuk membuat aplikasi dengan developer yang sering berganti-ganti, lebih baik menggunakan CakePHP. Butuh waktu belajar yang lebih lama untuk menguasai framework ini, tetapi jika kita sudah menguasai semua dokumentasi dan menguasai secara penuh penggunaan cakePHP, maka pembangunan aplikasi dengan menggunakan CakePHP bisa lebih cepat dibandingkan CI.

Selebihnya sih terserah temen2 semua mau belajar yang mana aja menurut info yang didapat seperti itu.. go go go! - Dari berbagai sumber -

Menghilangkan index.php di Code Igniter untuk di Berbagai


Kali ini, Cheyuz bakal ngasi tips buat temen2 semua pengguna Code Igniter (CI), berhubung aku sekarang lagi ngulik Framework ini, hehe yaa sekedar berbagi pengalaman lah.. Perlu dicatat bahwa kalo qta make Framework CI ini, kita bakal ngeliat kalo-kalo ternyata CI itu memakai tulisan index.php di URLnya, baru diikuti dengan /controller/action nah ini merepotkan bagi kita yang suka dengan Pretty URL (URL yang cantik, indah, enak untuk dibaca ).. kalo misalnya ada controller Berita, kemudian nama actionnya add, misal nama situsnya http://www.cheyuz.com maka di URL harus seperti ini:
http://www.cheyuz.com/index.php/berita/add

Nah, biar URL itu lebih enak buat dibaca, mending kita hilangkan index.php nya jadi seperti ini:

http://www.cheyuz.com/berita/add

Caranya sangat sederhana,, bagi pecinta maupun pengembang framework mungkin udah ga asing lagi memakai cara ini, cara yang dipake untuk ngerewrite URL, kita memakai 1 file yang bernama .htaccess. Kita buat file .htaccess di notepad:
RewriteEngine on RewriteRule ^$ index.php [L] RewriteCond $1 !^(index.php) RewriteRule ^(.*)$ index.php/$1 [L]

kemudian save file tersebut di webroot/base_url kamu sekarang kamu bisa memanggil halaman dengan URL seperti ini:
http://www.cheyuz.com/berita/add

yang pada hakikatnya sama dengan:


http://www.cheyuz.com/index.php/berita/add

TAPII,,,,, ada suatu masalah sama seperti waktu kemaren aku nge-rombak http://www.cheyuz.com.. Kan aku nge-rombak situs Cheyuz.com dari asalnya yang ga pake framework yang kini udah pake CI.. Nah pas kemaren itu aku ngupload hasil rombakanku ke hosting.. nah tau-tau pas diupload, ternyata aneh, kenapa ketika aku ketik:
http://www.cheyuz.com/diary

ato yang lainnya ternyata ga bisa kebuka, yang keluar tampilan home terus Tetapi kalo URL nya seperti ini bisa
http://www.cheyuz.com/index.php/diary

Nah, kalo temen2 juga ngalamin hal yang sama, ternyata masalahnya ada config CI sendiri, yaitu dengan memodifikasi config.php:
$config['uri_protocol'] = "AUTO";

Diganti dengan
$config['uri_protocol'] = "REQUEST_URI";

Cuman itu aja masalahnya, gila kemaren aku bingung kok kenapa bisa gini,, eh taunya cuman setting itu aja, hahaha

Mudah2an bermanfaat..

Tutorial CodeIgniter Dasar Part V User Accounts Chapter 2

Sudah lamaaaaaa sekali saya ga update blog.. Entah kenapa, rasanya susah banget waktu diluangkan untuk mengisi blog ini. Banyak pembaca yang meminta saya update blog ini, jadi sebisa mungkin saya update lagi blog ini. Mudah-mudahan untuk ke depannya blog ini gak mati, so saya akan sering mengupdate-nya.. hehe. By the way, sebenarnya saya pengen mengisi Harian Cheyuz ini dengan tutorial PHP lain, seperti CakePHP misalnya. Kenapa? soalnya kita tidak harus terpaku kepada satu framework, tetapi kita harus tahu isi dari framework lain. Mungkin next post saya akan mengisi tutorial CakePHP. Coming soon ya Pada tulisan kali ini saya akan meneruskan tutorial ini: Tutorial CodeIgniter Dasar Part V User Accounts Chapter 1, tentang account pada CI. Sesuai dengan janji saya, saya akan meneruskan tutorial untuk tahap pembuatan form registrasi dan controller untuk login dan logout. Sebelumnya, asumsikan bahwa root dari tutorial ini adalah http://localhost/aplikasi_keanggotaan/ Buka /application/config/autoload.php, kemudian lihat line 55. Di situ ada setting untuk load library, default seperti ini:
$autoload['libraries'] = array();

Ubah jadi seperti ini:


$autoload['libraries'] = array('database','session');

supaya kita tidak usah meload library database dan session di controller. Kemudian buka /application/config/config.php, cari $config['encryption_key']. Ubah nilainya sesuai dengan keinginan Anda:
$config['encryption_key'] = '1d6ada56';

Seperti yang kita buat pada tutorial sebelumnya, kita buat terlebih dahulu file account_model.php pada folder model di aplikasi kita.
<?php /** * @author cheyuz */ class Account_model extends CI_Model { private $table = 'user'; //isi nama table user di sini

function __construct() { parent::__construct(); } function register($data) { $this->db->insert($this->table, $data); } function login($username, $password) { $data = $this->db ->where(array('username' => $username, 'password' => md5($password))) ->get($this->table); //dicek if ($data->num_rows() > 0) { $user = $data->row(); //data hasil seleksi dimasukkan ke dalam $session $session = array( 'logged_in' => 1, 'id_user' => $user->id_user, 'group' => $user->group, 'username' => $user->username, 'nama_lengkap' => $user->nama_lengkap, ); //data dari $session akhirnya dimasukkan ke dalam session (menggunakan library CI) $this->session->set_userdata($session); return true; } else { $this->session->set_flashdata('notification', 'Username dan Password tidak cocok'); return false; } } function logout() { $this->session->sess_destroy(); } }

Controller yang akan kita buat adalah controller Member, dengan nama file member.php. Kita buat class Member di /application/controller/member.php seperti berikut:
<?php /** * Description of member * * @author cheyuz

*/ class Member extends CI_Controller { function __construct() { parent::__construct(); $this->load->helper(array('form', 'url')); $this->load->model('account_model'); } } ... $this->load->helper(array('form', 'url')); ...

Pada function __construct(), kita akan meload helper yang akan kita gunakan, yaitu form, karena kita akan membuat halaman form registrasi menggunakan form bawaan CI, jadi kita harus meload helper form CI. Selain helper form, kita juga akan menggunakan helper url, buat apa? helper URL digunakan ketika kita mengalihkan halaman ke halaman lain, atau kita sebut dengan istilah redirect(). Jadi jika kita ingin menggunakan function redirect() pada CI, maka kita harus memanggil helper url terlebih dahulu.
... $this->load->model('account_model'); ...

Di atas ditulis bahwa pada awal controller dipanggil yaitu function __construct(), selain meload helper form dan url, kita juga meload model account yang akan kita gunakan nanti untuk autentikasi (auth), yaitu model yang sudah dijelaskan pada tutorial Tutorial CodeIgniter Dasar Part V User Accounts Chapter 1 (silakan baca tutorialnya). Model ini akan digunakan ketika kita melakukan function register, login, dan logout.

Membuat Halaman Form Registrasi


OK, kita akan coba membuat halaman registrasi terlebih dahulu, kita akan membuat sebuah form sederhana mencakup nama lengkap, username, dan password. Sebagai catatan, tutorial ini hanyalah contoh sederhana, jadi untuk form dan field Anda bisa membuat sesuai kreatifitas. Sebagai contoh, Anda dapat menambahkan field email, no_telp, alamat, dan sebagainya. Untuk form, saya di sini menggunakan teknik div, bukan table, silakan cek pada tutorial ini: Tips membuat Form HTML yang Rapi dan Efektif Inilah gambaran form yang harus kita buat: Form Pendaftaran Nama Lengkap Username Password Hak Akses

Untuk source code-nya, silakan copy kode di bawah ini, dan simpan di /application/views/ dengan nama member.php:
<h2>Form Pendaftaran</h2> <?php echo form_open('member/register') ?> <div class="input"> <?php echo form_label('Nama Lengkap'); echo form_input('data[nama_lengkap]'); ?> </div> <div class="input"> <?php echo form_label('Username'); echo form_input('data[username]'); ?> </div> <div class="input"> <?php echo form_label('Password'); echo form_password('data[password]'); ?> </div> <div class="input select"> <?php echo form_label('Hak Akses'); echo form_dropdown('data[group]', array('admin' => 'Administrator', 'operator' => 'Operator')); ?> </div> <div class="submit"> <?php echo form_submit('register', 'Daftar'); echo form_reset('reset', 'Reset'); ?> </div> <?php echo form_close() ?>

Bagi yang belum tahu, ini function2 helper form pada CI, sebenarnya masih kurang bagus soalnya masih prosedural, helpernya masih belum menggunakan OOP..
echo form_open('member/register');

Adalah kode dari helper form untuk pembuka form, HTML yang dihasilkan:
<form action="http://namahost/namaaplikasi/member/register"> echo form_label('Nama Lengkap');

Adalah kode dari helper form untuk label pada form, HTML yang dihasilkan:
<label>Nama Lengkap</label> echo form_input('data[nama_lengkap]');

Adalah kode dari helper form untuk input pada form, HTML yang dihasilkan:
<input name="data[nama_lengkap]" type="text" />

echo form_password('data[password]');

Adalah kode dari helper form untuk password pada form, HTML yang dihasilkan:
<input name="data[nama_lengkap]" type="password" /> echo form_dropdown('data[group]', array('admin' => 'Administrator', 'operator' => 'Operator'));

Adalah kode dari helper form untuk password pada form, HTML yang dihasilkan:
<select name="data[group]"> <option value="admin">Administrator</option> <option value="operator">Operator</option> </select>

si form akan memanggil kembali action tersebut, dan akan dicek apakah data sudah terkirim atau belum, maka tambahkan kode berikut di bawah function __construct() di controller:
... function register() { $form_data = $this->input->post('data'); if (!empty($form_data)) { $form_data['password'] = md5($form_data['password']); $this->account_model->register($form_data); $this->session->set_flashdata('berhasil', 'Pendaftaran berhasil, Anda dapat masuk ke dalam sistem'); redirect('member/login'); } $this->load->view('register'); } ...

pada function register() (kita dapat memanggilnya dengan cara buka http://localhost/aplikasi_keanggotaan/index.php/register), di situ kita membuat variable $form_data, yaitu isi dari variable-variable pada form, yaitu element dari $data. Kita cek apakah data sudah terkirim atau belum? !empty($form_data) artinya tidak kosong variable $form_data, yang artinya sudah terkirim, maka lanjutkan dengan encrypt password dengan function md5, dan panggil function register() pada model account_model. Jika sudah terdaftar, maka alihkan (redirect) ke halaman member/login untuk login. Sekarang, coba cek halaman register dengan cara ketik address bar http://localhost/aplikasi_keanggotaan/index.php/register.

Membuat Halaman Login


Sekarang kita akan membuat halaman login. Tampilannya adalah sebagai berikut: Form Login Username

Password

Copy code berikut ini, kemudian simpan di /application/views/login.php


<h2>Login Form</h2> <?php echo form_open('member/login') ?> <div class="input"> <?php echo form_label('Username'); echo form_input('data[username]'); ?> </div> <div class="input"> <?php echo form_label('Password'); echo form_password('data[password]'); ?> </div> <div class="submit"> <?php echo form_submit('login', 'Login'); ?> </div> <?php echo form_close() ?>

Untuk form, saya rasa tidak usah dijelaskan lagi, karena saya sudah menjelaskannya di awal. Kita lihat action dari form tersebut adalah member/login, berarti memanggil halaman itu sendiri. Tugas kita adalah mengecek apakah data form login tersebut sudah dikirim atau belum? Nah, berikut ini adalah function login yang diletakkan di controller member.php, tambahkan setelah function register(), sebenarnya di manapun ga ngaruh
... function login() { $form_data = $this->input->post('data'); if (!empty($form_data)) { if ($this->account_model->login($form_data['username'], $form_data['password'])) { redirect('member/index'); } else { redirect('member/login'); } } $this->load->view('login'); } ...

Di situ ada pengecekan, yaitu apakah $form_data sudah ada (terkirim/submit)? jika sudah ada maka cek lagi, program akan mencoba login dengan menggunakan function login() dari account_model. Jika berhasil login, maka redirect ke member/index, jika tidak berhasil (username/password salah) maka kembali ke halaman login kembali (member/login).

Untuk mencobanya, silakan ketikkan pada address bar browser Anda:


http://localhost/aplikasi_keanggotaan/index.php/member/login

Membuat Halaman Member


Sekarang kita akan membuat halaman member, yang hanya bisa diakses jika member sudah login. Buat sebuah file dengan isi sebagai berikut, dan simpan di folder /application/views/member.php
<p>Selamat datang di halaman member, <?php echo $this->session>userdata('username') ?>, Anda login sebagai <?php echo $this->session>userdata('group') ?></p>

Untuk controllernya, buatlah function baru di /application/controllers/member.php


... function index() { if ($this->session->userdata('logged_in')) { $this->load->view('member'); } else { redirect('member/login'); } } ...

Pada function index() ini, ada pengecekan, apakah user sudah login atau belum? jika sudah, maka load view html barusan, sedangkan jika belum, redirect ke halaman login(). Untuk membuktikannya, silakan buka
http://localhost/aplikasi_keanggotaan/index.php/member/

Jika Anda belum login, Anda tidak bisa mengakses halaman tersebut, untuk mengaksesnya, Anda akan dialihkan ke halaman login, dan masukkan username dan password yang benar.

Membuat Function Logout


Buat function logout, terakhir..
... function logout() { $this->account_model->logout(); redirect('member/login'); } ...

Cara aksesnya adalah


http://localhost/aplikasi_keanggotaan/index.php/member/logout

Atau bisa ditambahkan di view member.php menjadi seperti ini:

<p>Selamat datang di halaman member, <?php echo $this->session>userdata('username') ?>, Anda login sebagai <?php echo $this->session>userdata('group') ?>, <?php echo anchor('member/logout','Logout') ?></p>

OK, untuk kode lengkapnya adalah sebagai berikut, saya sebutkan per file:

/application/models/account_model.php
<?php /** * @author cheyuz */ class Account_model extends CI_Model { private $table = 'user'; //isi nama table user di sini function __construct() { parent::__construct(); } function register($data) { $this->db->insert($this->table, $data); } function login($username, $password) { $data = $this->db ->where(array('username' => $username, 'password' => md5($password))) ->get($this->table); //dicek if ($data->num_rows() > 0) { $user = $data->row(); //data hasil seleksi dimasukkan ke dalam $session $session = array( 'logged_in' => 1, 'id_user' => $user->id_user, 'group' => $user->group, 'username' => $user->username, 'nama_lengkap' => $user->nama_lengkap, ); //data dari $session akhirnya dimasukkan ke dalam session (menggunakan library CI) $this->session->set_userdata($session); return true; } else { $this->session->set_flashdata('notification', 'Username dan Password tidak cocok'); return false; } }

function logout() { $this->session->sess_destroy(); } }

application/controller/member.php
<?php /** * Description of member * * @author cheyuz */ class Member extends CI_Controller { function __construct() { parent::__construct(); $this->load->helper(array('form', 'url')); $this->load->model('account_model'); } function register() { $form_data = $this->input->post('data'); if (!empty($form_data)) { $form_data['password'] = md5($form_data['password']); $this->account_model->register($form_data); $this->session->set_flashdata('berhasil', 'Pendaftaran berhasil, Anda dapat masuk ke dalam sistem'); redirect('member/login'); } $this->load->view('register'); } function login() { $form_data = $this->input->post('data'); if (!empty($form_data)) { if ($this->account_model->login($form_data['username'], $form_data['password'])) { redirect('member/index'); } else { redirect('member/login'); } } $this->load->view('login'); } function logout() {

$this->account_model->logout(); redirect('member/login'); } function index() { if ($this->session->userdata('logged_in')) { $this->load->view('member'); } else { redirect('member/login'); } } }

application/views/login.php
<h2>Login Form</h2> <?php echo form_open('member/login') ?> <div class="input"> <?php echo form_label('Username'); echo form_input('data[username]'); ?> </div> <div class="input"> <?php echo form_label('Password'); echo form_password('data[password]'); ?> </div> <div class="submit"> <?php echo form_submit('login', 'Login'); ?> </div> <?php echo form_close() ?>

application/views/member.php
<p>Selamat datang di halaman member, <?php echo $this->session>userdata('username') ?>, Anda login sebagai <?php echo $this->session>userdata('group') ?>, <?php echo anchor('member/logout','Logout') ?></p>

application/views/register.php
<h2>Form Pendaftaran</h2> <?php echo form_open('member/register') ?> <div class="input"> <?php echo form_label('Nama Lengkap'); echo form_input('data[nama_lengkap]'); ?> </div>

<div class="input"> <?php echo form_label('Username'); echo form_input('data[username]'); ?> </div> <div class="input"> <?php echo form_label('Password'); echo form_password('data[password]'); ?> </div> <div class="input select"> <?php echo form_label('Hak Akses'); echo form_dropdown('data[group]', array('admin' => 'Administrator', 'operator' => 'Operator')); ?> </div> <div class="submit"> <?php echo form_submit('register', 'Daftar'); echo form_reset('reset', 'Reset'); ?> </div> <?php echo form_close() ?>

Untuk menjalankannya, buka http://localhost/aplikasi_keanggotaan/index.php/member. Keterangan: Jika Anda ingin menghilangkan index.php pada aplikasi Anda, silakan pelajari tutorial berikut ini: Menghilangkan index.php di Code Igniter untuk di Berbagai Server Selamat mencoba ~ Cheyuz

Tutorial CodeIgniter Dasar Part V User Accounts Chapter 1


Sebenarnya ini adalah salah satu permintaan dari pembaca, yaitu membuat tutorial bagaimana membuat penanganan akun di dalam CI.. Kali ini kita menggunakan Codeigniter versi 2.x ke atas (bukan untuk CI 1.7.x), lihat perbedaan CI 2.x dengan CI v1.7.x di sini Sebelum kita mengenal lebih jauh, sebaiknya kita mengenal pemahaman dari segi konsep bagaimana akun dibuat.. Mulai dari konsep session, register, login, dan logout.. Baik, kita jelaskan satu persatu ya.. Dengan bahasa saya sendiri, mudah2an temen2 mengerti ya hehe.. Session Session adalah sebuah varibel yang diletakkan di server. Dengan begitu, PHP bisa mengambil nilai yang tersimpan di dalam variable tersebut meskipun kita membuka halaman baru di

browser. Biasanya session akan hilang jika anda menutup browser atau dengan time out yang ditentukan. Session sangat diperlukan untuk penanganan login user/pengguna, yang mana nantinya beberapa data penting pengguna disimpan di dalam variable session, seperti status login, id user, nama user, dan nama group (group = kategori user). Oleh karena itu, ketika tab baru dibuka pun kita masih bisa mengakses data kita dengan asumsi kita sudah login ke dalam aplikasi tersebut. Register Register adalah bagaimana kita mendaftarkan user ke dalam database. Database mempunyai data user yang sewaktu2 dapat dipakai untuk login user. Proses dari register hanyalah penambahan data user ke dalam database dari form registrasi yang nanti kita buat. Login Login adalah proses di mana proses pengecekan user dilakukan. Pengecekan dilakukan untuk memeriksa apakah username dan password cocok atau tidak, jika ada dalam database dan cocok maka data akan dimasukkan ke dalam session, status login diset menjadi TRUE, dan data session lainnya akan diisikan dengan data user yang ada di dalam database. Logout Logout adalah sebaliknya dari Login. Logout adalah proses penghancuran data di variable session, yang berarti data2 di variable session dihapus. Jika data session dihapus, maka statusnya sekarang adalah tidak login, jadi bisa disebut keluar dari sistem.

OK, langsung saja kita berangkat ke CI

Buat Table
Sebelum ke pembuatan model, controller, dan view tentu saja yang harus dilakukan pertama kali adalah pembuatan database, dalam hal ini kita akan membuat sebuah table user yang berisi id_user, nama_lengkap, username, password, dan group Saya kasih contoh sederhana seperti ini, yang mana sebetulnya masih bisa dikembangkan, misalnya penambahan status, verifikasi email, reset password, dan sebagainya Tapi berhubung tidak memungkinkan dan terlalu rumit, maka saya buat contoh sederhana aja.. Buat table user dengan mengcopy syntax SQL berikut ke PhpMyAdmin kamu beserta data sample:
CREATE TABLE `user` ( `id_user` INT NOT NULL AUTO_INCREMENT PRIMARY KEY , `nama_lengkap` VARCHAR( 100 ) NOT NULL , `username` VARCHAR( 50 ) NOT NULL , `password` VARCHAR( 50 ) NOT NULL , `group` VARCHAR( 20 ) NOT NULL ) ENGINE = INNODB; INSERT INTO `user` (

`id_user` , `nama_lengkap` , `username` , `password` , `group` ) VALUES (NULL , 'Cecep Yusuf', 'cheyuz', MD5('cheyuz') , 'admin'), (NULL , 'Ayu Dwi S', 'ayue', MD5('ayue') , 'operator');

Catatan: group adalah kategori dari user tersebut, misalnya: administrator, operator, member, dan sebagainya.

Buat Model Account


Sebelum kita membuat controller dan view untuk registrasi, login, dan logout, pertama2 kita harus membuat modelnya terlebih dahulu.. model apakah itu? Yup, model untuk account nya kita buat account_model.php di direktori /application/models/
account_model.php <?php /** * @author cheyuz */ class Account_model extends CI_Model { private $table = 'user'; //isi nama table user di sini function __construct() { parent::__construct(); } }

Di dalam class Account_model terdapat variable private $table, yang nantinya function2 di bawah akan mengakses variable itu, dari table mana data didapatkan. Setelah class dibuat, maka harus dibuat fungsi2 dalam class tersebut. Fungsi2 yg perlu kita buat adalah function register, login, dan logout, juga ada fungsi2 tambahan lainnya. Tambahkan function register di dalam class tersebut:
... function register($data) { } ...

di dalam function register terdapat parameter $data. Parameter ini adalah berupa array yang mana nantinya data dari form registrasi dimasukkan ke dalam database, maka di dalam function register() ditambahkan kode berikut ini:
... function register($data) {

$this->db->insert($this->table, $data); } ...

Setelah function register dibuat, maka selanjutnya tambahkan function login di dalam class tersebut:
... function login($username, $password) { } ...

Di atas terlihat bahwa ada dua parameter, yaitu $username dan $password. Ini berguna buat nanti kita cek apakah usernamenya ada atau tidak, cocok atau tidak dengan passwordnya. Dan setelah itu isi function tersebut dengan kode di bawah ini:
... function login($username, $password) { $data = $this->db ->where(array('username' => $username, 'password' => md5($password))) ->get($this->table); } ...

$data adalah seleksi dari syntax SQL:


SELECT * FROM `user` WHERE `username`= $username AND `password` = md5($password)

Kemudian hasil tersebut dicek apakah ada dan cocok username dengan passwordnya atau tidak, ada berarti jika banyak baris lebih dari 0 (nol menyatakan bahwa tidak ada yang terseleksi). Nah di bawah ini cara ngeceknya memakai if
.... if ($data->num_rows() > 0) { $user = $data->row(); //data hasil seleksi dimasukkan ke dalam $session $session = array( 'logged_in' => 1, 'id_user' => $user->id_user, 'group' => $user->group, 'username' => $user->username ); //data dari $session akhirnya dimasukkan ke dalam session (menggunakan library CI) $this->session->set_userdata($session); return true; } else

{ $this->session->set_flashdata('notification', 'Username dan Password tidak cocok'); return false; } ....

berikut ini adalah function login() secara lengkap:


... function login($username, $password) { $data = $this->db ->where(array('username' => $username, 'password' => md5($password))) ->get($this->table); //dicek if ($data->num_rows() > 0) { $user = $data->row(); //data hasil seleksi dimasukkan ke dalam $session $session = array( 'logged_in' => 1, 'id_user' => $user->id_user, 'group' => $user->group, 'username' => $user->username ); //data dari $session akhirnya dimasukkan ke dalam session (menggunakan library CI) $this->session->set_userdata($session); return true; } else { $this->session->set_flashdata('notification', 'Username dan Password tidak cocok'); return false; } } ...

Nah, kemudian setelah itu dibuat function logoutnya Ingat bahwa logout adalah menghapus session, maka scriptnya sederhana, cukup dengan function $this->session->sess_destroy();
... function logout() { $this->session->sess_destroy(); } ...

Sehingga kode PHP lengkapnya untuk class Account_model adalah sebagai berikut:
<?php

/** * @author cheyuz */ class Account_model extends CI_Model { private $table = 'user'; //isi nama table user di sini function __construct() { parent::__construct(); } function register($data) { $this->db->insert($this->table, $data); } function login($username, $password) { $data = $this->db ->where(array('username' => $username, 'password' => md5($password))) ->get($this->table); //dicek if ($data->num_rows() > 0) { $user = $data->row(); //data hasil seleksi dimasukkan ke dalam $session $session = array( 'logged_in' => 1, 'id_user' => $user->id_user, 'group' => $user->group, 'username' => $user->username, 'nama_lengkap' => $user->nama_lengkap, ); //data dari $session akhirnya dimasukkan ke dalam session (menggunakan library CI) $this->session->set_userdata($session); return true; } else { $this->session->set_flashdata('notification', 'Username dan Password tidak cocok'); return false; } } function logout() { $this->session->sess_destroy(); } }

Untuk menggunakannya, caranya cukup dengan meload model tersebut, kemudian masukkan variable post dari form login ke dalam parameter dari function login() di model account_model Salah satu contoh penggunaan di controller:
... function masuk() { $post = $this->input->post('login'); if($post==NULL) { $this->load->view('login'); } else { if($this->account_model->login($post['username'], $post['password'])) { redirect('member'); } else { redirect('member/login'); } } } ... }

Kode di atas hanya contoh saja, contoh lengkapnya akan dilanjutkan pada tutorial ini juga (part II) cape hehe mau lanjut kerja dulu.. Pada tutorial selanjutnya saya lanjut lengkap dengan form registrasi, form login, controller: daftar, masuk, dan keluar sistem. coming soon ya.. ~ Cheyuz

Tutorial CodeIgniter Dasar Part IV Form Validation


Udah lama sekali saya tidak mengupdate Tutorial Codeigniter untuk dasar/basic ini Untuk tutorial dasar ini, kita akan melanjutkan tutorial yang dulu. Waktu dulu kita udah sampai di tutorial dasar part III. Di Tutorial Dasar Part IV ini, kita akan belajar bagaimana membuat sebuah validasi input pada sebuah form yang kita buat supaya pengguna harus mengisikan setiap input form dengan aturan dan ketentuan yang berlaku supaya inputan yang sudah dikirim (submit) adalah inputan yang benar2 sudah valid (tidak ada kesalahan inputan). Validasi Input Form memang diperlukan untuk kebenaran nilai dari suatu data. Misalnya, untuk input E-Mail, kita harus mengisikan format yang sesuai/valid dengan format email, contohnya: cheyuz@yahoo.co.id, cheyuz@gmail.com, cheyuz@cheyuz.uk, dan sebagainya. Untuk input Nama misalnya tidak boleh dikosongkan, jika isian kosong maka data tidak akan

disubmit ke server, melainkan akan munculnya laporan bahwa data terdapat kesalahan, yaitu belum diisi. Hampir semua input form menggunakan validasi. Untuk contoh pada tutorial ini, kita akan membuat validasi untuk form Registrasi (Pendaftaran pada suatu situs), yang input dan aturannya adalah sebagai berikut: - Nama depan (wajib diisi) - Nama belakang (optional) - Alamat (wajib diisi) - E-Mail (wajib diisi, harus format E-Mail) - No Telepon (optional, harus nomor) - Pekerjaan (optional) - Username (wajib diisi, minimal 6 karakter) - Password (wajib diisi, minimal 6 karakter) - Konfirmasi Password (wajib diisi, harus sama dengan password) Dengan menggunakan Codeigniter, Anda bisa membuat validasi form dengan mudah, karena Codeigniter sudah menyediakan library untuk Form Validation. Untuk mengikuti tutorial ini, diharapkan Anda sudah menghilangkan index.php yang ada di tutorial ini: http://harian.cheyuz.com/_other/menghilangkan-index-php-di-code-igniter-untukdi-berbagai-server dan mengeset base_url() dengan http://localhost/webku dan sedikitnya sudah paham semua materi yang ada di Tutorial Dasar CI Part I, Tutorial Dasar CI Part II, dan Tutorial Dasar CI Part III. Untuk tutorial ini, kita tidak akan fokus kepada database, tetapi kepada validasi form, jadi saya tidak akan membuat model registrasi_model, melainkan Anda explore sendiri bagaimana cara memasukkan data ke dalam database yang sudah dipelajari di Tutorial Dasar Sebelumnya. OK, kita mulai aja, langkah pertama, buatlah sebuah controller kosong registrasi.php dengan isi file sebagai berikut:
<?php /** * @author cheyuz */ class Registrasi extends Controller { function __construct() { parent::Controller(); } //code }

Kemudian, langkah pertama yang harus dilakukan adalah meload helper Form dan library form_validation yang sudah disediakan oleh Codeigniter ke dalam controller kita, caranya tambahkan kode $this->load->helper('form') $this->load-

>library('form_validation') di dalam function __construct() , jadi sekarang code di

dalam __construct menjadi seperti ini:


... function __construct() { parent::Controller(); $this->load->helper('form'); $this->load->library('form_validation'); } ...

Sejauh ini Anda sudah menggunakan library Form Validation, sekarang tinggal buat function index() di dalam controller supaya kita bisa mengakses di dalam URL dengan bentuk seperti ini: http://localhost/webku/registrasi. Tambahkan function index() setelah function __construct() dibuat.. jadi kode lengkapnya seperti ini:
<?php /** * @author cheyuz */ class Registrasi extends Controller { function __construct() { parent::Controller(); $this->load->helper('form'); $this->load->library('form_validation'); } function index() { } }

kemudian, buatlah view di dalam folder /system/application/views/ dengan nama: registrasi_view.php yang isinya berupa html form sebagai berikut:
<h2>Registrasi</h2> <?php echo form_open('registrasi') ?> <table> <tr> <td>Nama depan</td> <td><?php echo form_input('nama_depan') ?></td> </tr> <tr> <td>Nama belakang</td> <td><?php echo form_input('nama_belakang') ?></td> </tr> <tr> <td>Alamat</td>

<td><?php echo form_textarea('alamat') ?></td> </tr> <tr> <td>E-Mail</td> <td><?php echo form_input('email') ?></td> </tr> <tr> <td>No Telepon</td> <td><?php echo form_input('no_telepon') ?></td> </tr> <tr> <td>Pekerjaan</td> <td><?php echo form_input('pekerjaan') ?></td> </tr> <tr> <td>Username</td> <td><?php echo form_input('username') ?></td> </tr> <tr> <td>Password</td> <td><?php echo form_password('password') ?></td> </tr> <tr> <td>Konfirmasi Password</td> <td><?php echo form_password('konfirmasi_password') ?></td> </tr> <tr> <td></td> <td><?php echo form_submit('daftar','Daftar') ?></td> </tr> </table> <?php echo form_close() ?>

Setelah view dibuat, baru kita tambahkan kode untuk meload view tersebut, yaitu: $this>load->view('registrasi'); ini kita simpan di function index(). Setelah itu, kita buat aturan untuk validation tadi, caranya yaitu dengan menambahkan array berupa rules2 tadi dengan bentuk seperti berikut:
$rules = array( array( 'field' 'label' 'rules' ),

=> [nama input field] => [label] => [aturan]

//dan seterusnya ... );

Jadi, secara lengkap buatlah $rules tersebut sebelum view diload, lengkapnya seperti berikut:
... $rules= array( array( 'field' => 'nama_depan', 'label' => 'Nama Depan', 'rules' => 'required'

), array( 'field' => 'alamat', 'label' => 'Alamat', 'rules' => 'required' ), array( 'field' => 'email', 'label' => 'E-Mail', 'rules' => 'required|valid_email' ), array( 'field' => 'no_telepon', 'label' => 'No Telepon', 'rules' => 'numeric' ), array( 'field' => 'username', 'label' => 'Username', 'rules' => 'required|min_length[6]' ), array( 'field' => 'password', 'label' => 'Password', 'rules' => 'required|min_length[6]|matches[konfirmasi_password]' ), array( 'field' => 'konfirmasi_password', 'label' => 'Konfirmasi Password', 'rules' => 'required' ), ); $this->form_validation->set_rules($rules); ...

Setelah itu, ada pengecekan apakah data sudah dikirim atau belum dengan cara memakai if, kodenya seperti berikut:
if ($this->form_validation->run() == FALSE) { //jika belum dikirim/belum valid, masukkan kode di sini } else { //jika sudah valid, masukkan kode INSERT di sini }

Di atas ada pengecekan jika belum dikirim/belum valid, di dalam bagian itu pindahkan kode $this->load->view('registrasi'); ke dalam statemen ini. Jadi, jika kita lihat, code lengkapnya seperti ini:
function index() { $rules = array( array( 'field' => 'nama_depan', 'label' => 'Nama Depan', 'rules' => 'required'

), array( 'field' => 'alamat', 'label' => 'Alamat', 'rules' => 'required' ), array( 'field' => 'email', 'label' => 'E-Mail', 'rules' => 'required|valid_email' ), array( 'field' => 'no_telepon', 'label' => 'No Telepon', 'rules' => 'numeric' ), array( 'field' => 'username', 'label' => 'Username', 'rules' => 'required|min_length[6]' ), array( 'field' => 'password', 'label' => 'Password', 'rules' => 'required|min_length[6]|matches[konfirmasi_password]' ), array( 'field' => 'konfirmasi_password', 'label' => 'Konfirmasi Password', 'rules' => 'required' ), ); $this->form_validation->set_rules($rules); if ($this->form_validation->run() == FALSE) { $this->load->view('registrasi'); } else { echo 'Data berhasil dimasukkan'; //kode insert ke database di model--> contoh: $this>registrasi_model->insert(); } }

Kode di Controller sudah selesai, kini Anda tinggal buat daftar error dari validation di view, caranya yaitu dengan menambahkan kode di bawah sebelum tag form..
<h2>Registrasi</h2> <?php echo validation_errors(); ?> <?php echo form_open('registrasi') ?> <table> ... ...

Tutorial selesai. Kini Validasi Form Anda siap digunakan, untuk mencobanya silakan kosongkan atau salahkan isi inputan Anda, kemudian submit! Jika data sudah benar, maka

muncul tulisan Data sudah dimasukkan. Jika data masih salah, maka browser akan menampilkan form kembali dan menampilkan error yang ada dalam kesalahan inputan. Selain itu, Anda bisa membuat rules di dalam config Anda, caranya buatlah sebuah file bernama form_validation.php di dalam /system/application/config/ dengan isi sebuah variable $config (HARUS $config) yg isinya adalah array rules yang sudah kita buat tadi. form_validation.php
<?php $config = array( array( 'field' => 'label' => 'rules' => ), array( 'field' => 'label' => 'rules' => ),

'nama_depan', 'Nama Depan', 'required' 'alamat', 'Alamat', 'required'

... /* dan seterusnya sama seperti tadi */ );

Dan hapus kode $this->form_validation->set_rules($rules); di controller (jika memakai config itu). Dengan demikian, code di Controller akan lebih sedikit dari sebelumnya. Tutorial selesai, Selamat mencoba! - Cheyuz

Menggunakan Pola HMVC di dalam Codeigniter


HMVC singkatan dari Hierarchical-Model-View-Controller, yang artinya pola MVC tetapi berupa Hirarki. Hampir sama dengan MVC, hanya saja di sini MVC tersebut disimpan di dalam banyak modul, jadi setiap modul terdapat Model, View, dan Controller. Nah, selain framework lain seperti Kohana, Zend, dan lain-lain, kita juga dapat menerapkan pola seperti ini di dalam Framework Codeigniter, caranya yaitu dengan menggunakan Modular Extensions, yang dapat Anda load di sini

Instalasi
1. Download modular extensions CI di sini. 2. Di dalamnya, terdapat 3 buah file, yaitu:

o o o

MY_Router.php Modules.php Controller.php

3. Simpan ketiga file itu di dalam folder library di CI Anda, yaitu


/system/application/libraries/

4. Buatlah folder modules di dalam /system/application, sehingga terdapat folder baru dengan path: /system/application/modules Setelah diinstall, berikut adalah cara penggunaan modular extensions.

Cara Menggunakan
Controller disimpan di dalam folder modules/nama_controller. Jadi, buatlah folder baru sebagai nama modul di dalam modules, misalnya bukutamu. Kemudian, buatlah folder baru bernama controllers dan simpan di dalam folder /system/application/modules/bukutamu/. Buatlah nama controller yang akan Anda buat, misalnya bukutamu.php dan simpan di dalam folder controllers yang ada di dalam folder bukutamu. Kita tidak akan menggunakan folder controllers bawaan dari CI yang ada di folder /system/application/controllers, tetapi kita menggunakan controllers yg ada di dalam masing-masing modul yang ada di dalam folder modules, untuk kasus ini, controller bernama bukutamu.php disimpan di dalam path:
/system/application/modules/bukutamu/controllers/

Begitu juga untuk model dan view, bahkan untuk modul yg berbeda, Anda simpan semua file di dalam masing2 folder dengan nama modul Anda, dan disimpan di dalam folder modules. sehingga setiap modul mempunyai MVC (Model, View, dan Controller)

Contoh
Untuk contoh, kita bisa ambil studi kasus untuk controller User. Controller: user.php
<?php class User extends Controller { function __construct() { parent::Controller(); } function index() { $this->load->view('user/user_view'); } // ... //............. Kode program Anda // ...

} ?>

Controller user.php disimpan di:


/system/application/modules/user/controllers/user.php

Model: user_model.php
<?php class User_model extends Model { function __construct() { parent::Model(); } // ... //............. Kode program Anda // ... } ?>

Model user_model.php disimpan di:


/system/application/modules/user/models/user_model.php

View: user_view.php
Ini adalah view untuk user

View user_view.php harus disimpan di:


/system/application/modules/user/views/user_view.php

Catatan: Untuk penamaan file model dan view, tidak harus user_model.php atau user_view.php, itu sesuai dengan style programming Anda, Anda dapat juga menggunakan nama ini misalnya model: m_user.php dengan view: index.php. Itu tergantung style coding Anda Berikut ini contoh struktur path dengan menggunakan modules: /system/application/modules/user/controllers/user.php /system/application/modules/user/models/user_model.php /system/application/modules/user/views/user_view.php /system/application/modules/content/controllers/content.php /system/application/modules/content/models/content_model.php /system/application/modules/content/views/content_view.php /system/application/modules/bukutamu/controllers/bukutamu.php /system/application/modules/bukutamu/models/bukutamu_model.php /system/application/modules/bukutamu/views/bukutamu_view.php dst..

Catatan: Untuk Model, Anda direkomendasikan menyimpannya di luar modular, kenapa? karena pengalaman saya, 1 model itu bisa dipake beberapa modul, jadi untuk memudahkan pencarian, model mending disimpan di struktur default CI, yaitu
/system/application/models

Jika model berada di luar module, maka strukturnya adalah sperti berikut:

Apa Kelebihan Menggunakan Pola HMVC?


Kelebihan dari HMVC yaitu program menjadi modular, yang artinya programmer dapat mengerjakan masing2 module tanpa mengganggu direktori yang sedang orang lain kerjakan. Kedua, jika misalnya kita ingin menggabungkan hasil kerjaan kita dengan orang lain maka sangat mudah, karena kita tinggal mengkopi modul kita ke direktori modules di komputer master, sehingga dengan cara seperti ini kita tidak kesulitan dalam menangani konflik file yang sedang sama-sama diedit (misalnya mengedit folder controller secara bersamaan). Banyak kasus yang dapat dipermudah dengan menggunakan HMVC Salam sukses.. go Developer Indonesia! - Cheyuz

Menggunakan Pagination di Codeigniter


Kali ini, saya akan membuat tutorial tentang Pagination di dalam framework Codeigniter. Pagination adalah library yang sepele namun sangat2 penting tentunya buat Anda yang suka

membuat aplikasi web/website dengan data yang sangat banyak, karena pagination memungkinkan Anda untuk menyeleksi dan menampilkan data hanya sebagian data tertentu per halamannya. Library Pagination secara default sudah ada di dalam framework Codeigniter, dan 100% Customize, bisa diubah tampilannya sesuai yang kita inginkan. OK, silakan ikuti tutorialnya Kita buat contoh kasus terlebih dahulu, kasus yang tentunya memerlukan pagination. Yup, BUKU TAMU! Buku tamu adalah fitur untuk pengunjung yang akan meninggalkan pesan di website. Kalo pengunjungnya ada 1000 orang dan kita menampilkannya 1000 baris juga kan ga mungkin, maka dari itu kita harus memakai pagination Untuk mengikuti tutorial ini, Anda harus sudah meload library database terlebih dahulu di
/system/application/config/autoload.php

Silakan copy SQL berikut untuk membuat table bukutamu dan memasukkan datanya:
CREATE TABLE IF NOT EXISTS `bukutamu` ( `id` INT(11) NOT NULL AUTO_INCREMENT, `nama` VARCHAR(100) NOT NULL, `email` VARCHAR(100) NOT NULL, `pesan` text NOT NULL, `created` TIMESTAMP NOT NULL DEFAULT CURRENT_TIMESTAMP, PRIMARY KEY (`id`) ) ENGINE=MyISAM DEFAULT CHARSET=latin1 AUTO_INCREMENT=10 ; --- Dumping data for table `bukutamu` -INSERT INTO `bukutamu` (`id`, `nama`, `email`, `pesan`, `created`) VALUES (1, 'Albert Einstein', 'albert2007@yahoo.com', 'Konten yang sangat menarik dan membantu saya dalam pemrograman web.. ;)', '2010-10-23 09:06:12'), (2, 'Sabrina', 'sabrina@yahoo.com', 'Like this, web yang sangat membantu saya.. :)', '2010-10-23 20:58:01'), (3, 'zakky', 'zakky@yahoo.com', 'keren bos.. webnya sangat membantu.. ', '2010-10-23 21:22:37'), (4, 'Bernand Simamora', 'bernand_cute@yahoo.com', 'Web Tutorial yang sangat bagus, nilai 100 dari saya.. Silakan kembangkan lebih jauh bakat Anda dalam pemrograman Web ;)', '2010-10-24 08:16:47'), (5, 'Robert Dawn', 'robert@gmail.com', 'That''s good man!', '2010-10-24 08:16:47'), (6, 'Rizal Juned', 'juned@yahoo.com', 'bisaan euy, ajarkeun lah.... keren2 wae blogna mah... :D', '2010-10-24 08:18:05'), (7, 'Andi Maulana', 'andimaulana@gmail.com', 'Good luck!', '2010-10-24 08:18:05'), (8, 'Pak Lurah', 'naonwae@yahoo.com', 'Tutorialnya tambahin lagi dunk gan... :)', '2010-10-24 08:20:59'), (9, 'Luna Apridola', 'luna_cute@gmail.com', 'bagus bgt tutorialnya!!! thankzz', '2010-10-24 08:20:59');

Setelah table dan data terbentuk, maka sekarang tinggal dibuat modelnya di CI
/system/application/models/bukutamu_model.php

<?php /** * Description of bukutamu_model * * @author cheyuz */ class Bukutamu_Model extends Model { function __construct() { parent::Model(); } function get($limit = array()) { if ($limit == NULL) return $this->db->get('bukutamu')->result(); else return $this->db->limit($limit['perpage'], $limit['offset'])>get('bukutamu')->result(); } } ?>

Function get() yang ada dalam model tersebut adalah untuk mengambil semua data yang ada di table bukutamu, dengan parameter $limit yang nantinya akan kita pergunakan untuk pagination. Jika $limit tidak diisi, maka data akan ditampilkan semuanya. OK, setelah model sudah dibuat, maka langkah selanjutnya adalah membuat Controller.
/system/application/controllers/bukutamu.php <?php /** * Description of bukutamu * * @author cheyuz */ class BukuTamu extends Controller { function __construct() { parent::Controller(); $this->load->helper('url'); //load helper URL untuk memanggil function base_url() $this->load->model('bukutamu_model'); } function index($offset = 1) { //tentukan jumlah data per halaman $perpage = 3;

//load library pagination $this->load->library('pagination'); //untuk konfigurasi pagination $config = array( 'base_url' => base_url() . 'bukutamu/index/', 'total_rows' => count($this->bukutamu_model->get()), 'per_page' => $perpage, ); //inisialisasi pagination dn config di atas $this->pagination->initialize($config); $data['bukutamu'] = $this->bukutamu_model->get(array('perpage' => $perpage, 'offset' => $offset)); //tampilkan data $this->load->view('bukutamu_view', $data); } } ?>

Untuk memanggil function base_url(), Anda harus meload terlebih dahulu URL Helper (di atas sudah diload di constructor). Base_url() adalah function untuk mengambil string web root kita, misalnya http://localhost/webku. OK, untuk konfigurasi Pagination akan saya jelaskan satu2: 1. base_url: adalah url di mana action untuk memanggil bukutamu ini, karena di sini code terdapat di function index, maka base_url untuk pagination adalah:
base_url().'bukutamu/index/'

2. total_rows: adalah total data, yaitu semua data buku tamu yang diambil dari function get() di bukutamu_model 3. per_page: adalah jumlah data perhalaman, kita set menjadi 3

Banyak sekali konfigurasi yang dapat kita atur di library pagination, dan konfigurasi itu sendiri bisa disimpan di folder /system/config/pagination.php, jadi Anda tidak usah mengeset konfigurasi lagi di setiap Controller. Parameter $offset sangat diperlukan karena untuk menentukan limit dan offset untuk menampilkan isi data di setiap halaman

Sekarang kita buat view dengan nama bukutamu_view.php.


/system/application/views/bukutamu_views.php <?php foreach ($bukutamu as $bt): ?> <div> <div><b><?php echo $bt->nama ?></b></div> <span><?php echo $bt->email ?></span> <p><?php echo $bt->pesan ?></p> </div> <hr /> <?php endforeach; ?>

Silakan jalankan aplikasi Anda di browser udah? lho, lho, data kok cuman tampil 3? Iya, emang seperti itu, hanya saja kita belum menampilkan link paginationnya. Untuk menampilkannya, tambahkan kode php berikut ini:
<?php echo $this->pagination->create_links(); ?>

jadi kode di view lengkapnya seperti ini:


<?php foreach ($bukutamu as $bt): ?> <div> <div><b><?php echo $bt->nama ?></b></div> <span><?php echo $bt->email ?></span> <p><?php echo $bt->pesan ?></p> </div> <hr /> <?php endforeach; ?> <?php echo $this->pagination->create_links(); ?>

Silakan jalankan browser Anda Jika Anda mengikuti tutorial dengan benar, Anda akan melihat link Pagination di bawah daftar bukutamu.. Untuk memanipulasi tampilan pagination, silakan ikuti cara saya berikut: Buatlah file pagination.php di dalam direktori /system/application/config, kemudian tambahkan baris konfigurasi berikut:
<?php $config['full_tag_open'] = '<div class="pagination">'; $config['full_tag_close'] = '</div>'; $config['next_link'] = 'Lanjut &raquo;'; $config['prev_link'] = '&laquo; Kembali'; $config['num_tag_open'] = '<div class="digit">'; $config['num_tag_close'] = '</div>'; $config['cur_tag_open'] = '<div class="digit current">'; $config['cur_tag_close'] = '</div>'; $config['num_links'] = 1; $config['last_link'] = '<b>Terakhir &rsaquo;</b>'; $config['first_link'] = '<b>&lsaquo; Pertama</b>'; ?>

Kemudian tambahkan CSS berikut:


/** @author Cheyuz **/ .pagination{background: #eee; margin: 5px; padding: 10px;} .pagination .digit{padding: 0 10px 0 10px; display: inline;} .pagination .digit:hover, .pagination .current{padding: 2px 10px 2px 10px; background: #fff; font-weight: 900; -moz-border-radius:5px}

maka tampilannya akan berubah menjadi seperti berikut:

1 2 3 4 Lanjut Terakhir Selamat mencoba! Go Web Developer Indonesia!!!

Multiple Input Form dengan Menggunakan Codeigniter


Akhirnya aku bisa update blog ini lagi, hehe mungkin temen2 udah ga sabar untuk menanti tutorial2 komputer yang baru di blog ini, khususnya tutorial Codeigniter. Untuk kali ini, Cheyuz akan membuat tutorial Codeigniter untuk membuat Multiple Input Form. Apa itu Multiple Input Form? Multiple Input Form adalah suatu bentuk form di mana kita akan menginputkan banyak data ke dalam database melalui form secara sekaligus. Jadi kita tidak menginputkan data satu persatu.

Form Input Mahasiswa


NIM: Nama: Alamat:
0700335 Cecep Yusuf Cianjur

Jika kita memakai cara yang di atas, maka kita harus menginputkan mahasiswa satu persatu. Bayangkan gimana kalo kita ingin menginputkan 50 data? Tentu kita harus mengisi form sebanyak 50 kali bukan? Coba lihat form berikut ini:

Form Input Mahasiswa


NIM
0700335 0900634

Nama
Cecep Yusuf Sabrina

Alamat
Cianjur Cianjur

Coba Anda lihat, apa bedanya cara pertama dengan cara kedua? keliatan kan? Nah, jadi bedanya apabila kita memakai cara kedua, kita dapat menginput beberapa siswa sekaligus. Di sini kita akan membuat 3 bagian modul, yaitu:

1. Form untuk mengisi berapa data yang akan dimasukkan 2. Form untuk pengisian form multiple 3. Daftar data yang telah dimasukkan Catatan: Diasumsikan base_url() untuk tutorial ini adalah http://localhost/webku dan index.php telah dihilangkan.. tutorial untuk menghilangkan index.php ada di sini Pertama2 buat dulu database sebagai berikut:
CREATE TABLE IF NOT EXISTS mahasiswa ( id int(5) NOT NULL AUTO_INCREMENT, `nim` varchar(20) NOT NULL, `nama` varchar(100) NOT NULL, `alamat` text NOT NULL, PRIMARY KEY (id) ) ENGINE=MyISAM DEFAULT CHARSET=latin1 AUTO_INCREMENT=3 ;

Jangan lupa cek koneksi ke database apakah sudah benar atau belum.. konfigurasi untuk koneksi database ada di /system/application/config/database.php. Buatlah sebuah controller data_mahasiswa.php (atau Anda bisa melanjutkan tutorial dari Tutorial Dasar Part I untuk membuat controller data_mahasiswa.php dan melanjutkannya). Di controller tersebut, tambahkan function untuk membuat tampilan multiple input form:
<?php class Data_mahasiswa extends Controller { ... function add_multiple() { $this->load->view('add_multiple'); } } ?>

Setelah kamu bikin controller di atas, kamu tinggal bikin view untuk tampilan formnya, dengan cara membuat file add_multiple.php di folder /system/application/view Isikan code HTML berikut di file tersebut:
<h2>Multiple Form Input Mahasiswa</h2> <form action="" method="post"> Banyak mahasiswa yang ingin dimasukkan: <input name="banyak_data" size="3" /> orang<br /> <input type="submit" value="Lanjut" /> </form>

Maka hasilnya seperti berikut:

Multiple Form Input Mahasiswa

Banyak mahasiswa yang ingin dimasukkan: orang Kemudian tambahkan code berikut untuk function add_multiple() file controller data_mahasiswa.php tadi, menjadi seperti berikut:
<?php class Data_mahasiswa extends Controller { ... //ADD MULTIPLE function add_multiple() { if($_POST==NULL) { $this->load->view('add_multiple'); }else{ redirect('data_mahasiswa/add_multiple_post/'.$_POST['banyak_data']); } } } ?>

Maksud dari function di atas adalah meload view add_multiple.php yang berisi halaman input banyak data mahasiswa yang dimasukkan.. kemudian ketika disubmit (POST) maka akan di-redirect/alihkan ke function add_multiple_post() dengan parameter banyaknya data yg dimasukkan ($_POST['banyak_data']) yang akan kita buat nanti yaitu halaman munculnya multiple form. Tambahkan function berikut di bawah function add_multiple():
class Data_mahasiswa extends Controller { ... function add_multiple_post($banyak_data=0) { $data['banyak_data'] = $banyak_data; $this->load->view('add_multiple_form',$data); } }

Kemudian, buatlah tampilan multiple form input seperti gambar table di atas. Berikut ini adalah kode HTML dari add_multiple_form.php, simpan di /system/application/views:
<h2>Multiple Form Input Mahasiswa</h2> <form action="" method="post"> <table> <tr> <td>NIM</td> <td>Nama</td> <td>Alamat</td> </tr> <?php for($i=1;$i<=$banyak_data;$i++): ?> <tr> <td><input name="data[<?php echo $i ?>][nim]" /></td>

<td><input name="data[<?php echo $i ?>][nama]" /></td> <td><input name="data[<?php echo $i ?>][alamat]" /></td> </tr> <?php endfor ?> </table> <input type="submit" value="simpan" /> </form> http://localhost/webku/data_mahasiswa/add_multiple_post/3

Multiple Form Input Mahasiswa


No NIM 1 2 3
http://localhost/webku/data_mahasiswa/add_multiple_post/5

Nama

Alamat

Multiple Form Input Mahasiswa


No NIM 1 2 3 4 5 Kemudian, tambahkan if dan foreach di function add_multiple_post tadi, fungsinya adalah untuk mengetahui apakah form udah disubmit atau belum jadi kode PHP lengkapnya sbb:
<?php class Data_mahasiswa extends Controller { ... function add_multiple_post($banyak_data=0) { if($_POST==NULL) { $data['banyak_data'] = $banyak_data; $this->load->view('add_multiple_form',$data); }else { foreach($_POST['data'] as $d){ $this->db->insert('mahasiswa',$d); } redirect('data_mahasiswa/lihat_data'); } } } ?>

Nama

Alamat

OK, aku jelasin ya untuk function add_multiple_post(): 1. Data dicek dulu apakah sudah disubmit ato belum ($_POST==NULL), kalo belum, load view add_multiple_form.php dengan variable $banyak_data yang diambil dari parameter berdasarkan data yg dimasukkan sebelumnya (di function add_multiple(), yaitu $_POST['banyak_data']) 2. Kalo datanya udah disubmit, maka lakukan insert data yang berulang sebanyak elemen dari $_POST['data'] (berdasarkan $banyak_data) ke dalam table mahasiswa dengan data dari $_POST['data'] (input-an dari multiple form) 3. Kemudian redirect/alihkan ke function lihat_data untuk menampilkan seluruh data mahasiswa yang akan kita buat setelah ini. Nah, sekarang kita tinggal bikin daftar data mahasiswa yang sudah dimasukkan.. Caranya, buat file list_mahasiswa.php di /system/application/views/ dengan isi sebagai berikut: list_mahasiswa.php:
<h2>Daftar Mahasiswa</h2> <table> <tr> <th>No</th> <th>NIM</th> <th>Nama</th> <th>Alamat</th> </tr> <?php $i = 0 ?> <?php foreach($mahasiswa as $m): ?> <tr> <td><?php echo $i++ ?></td> <td><?php echo $m->nim ?></td> <td><?php echo $m->nama ?></td> <td><?php echo $m->alamat ?></td> </tr> <?php endforeach ?> </table> <?php echo anchor('data_mahasiswa/add_multiple','Tambah Data') ?>

Lalu buat function-nya di Controller data_mahasiswa.php:


<?php class Data_mahasiswa extends Controller { ... function lihat_data(){ $data['mahasiswa'] = $this->db->get('mahasiswa')->result(); $this->load->view('list_mahasiswa',$data); } } ?>

Selesai.

Berikut ini adalah source code lengkapnya:


/system/application/controllers/data_mahasiswa.php class Data_mahasiswa extends Controller { //... //... function2 yg ada di tutorial sebelumnya //... //ADD MULTIPLE function add_multiple() { if($_POST==NULL) { $this->load->view('add_multiple'); }else { redirect('data_mahasiswa/add_multiple_post/'.$_POST['banyak_data']); } } function add_multiple_post($banyak_data=0) { if($_POST==NULL) { $data['banyak_data'] = $banyak_data; $this->load->view('add_multiple_form',$data); }else { foreach($_POST['data'] as $d){ $this->db->insert('mahasiswa',$d); } redirect('data_mahasiswa/lihat_data'); } } function lihat_data(){ $data['mahasiswa'] = $this->db->get('mahasiswa')->result(); $this->load->view('list_mahasiswa',$data); } } /system/application/views/add_multiple.php <h2>Multiple Form Input Mahasiswa</h2> <form action="" method="post"> Banyak mahasiswa yang ingin dimasukkan: <input name="banyak_data" size="3" /> orang<br /> <input type="submit" value="Lanjut" /> </form> /system/application/views/add_multiple_form.php <h2>Multiple Form Input Mahasiswa</h2> <form action="" method="post"> <table> <tr> <td>No</td> <td>NIM</td> <td>Nama</td> <td>Alamat</td> </tr> <?php for($i=1;$i<=$banyak_data;$i++): ?> <tr> <td><?php echo $i ?></td> <td><input name="data[<?php echo $i ?>][nim]" /></td>

<td><input name="data[<?php echo $i ?>][nama]" /></td> <td><input name="data[<?php echo $i ?>][alamat]" /></td> </tr> <?php endfor ?> </table> <input type="submit" value="simpan" /> </form> /system/application/views/list_mahasiswa.php <h2>Daftar Mahasiswa</h2> <table> <tr> <th>No</th> <th>NIM</th> <th>Nama</th> <th>Alamat</th> </tr> <?php $i = 0 ?> <?php foreach($mahasiswa as $m): ?> <tr> <td><?php echo $i++ ?></td> <td><?php echo $m->nim ?></td> <td><?php echo $m->nama ?></td> <td><?php echo $m->alamat ?></td> </tr> <?php endforeach ?> </table> <?php echo anchor('data_mahasiswa/add_multiple','Tambah Data') ?>

Untuk contoh file nya klik link Download yang ada di bawah ini.. DOWNLOAD

Tutorial CodeIgniter Dasar Part I


Udah lama aku ga ngupdate blog ini yaa sekitar 3 minggu lah ya.. Mulai sekarang aku mau mulai update lagi ini blog, dan pengennya sih blog ini up to date sehari sekali ato ya minimalnya seminggu sekali lah ya OK, tutorial kali ini adalah tutorial CodeIgniter dasar, sangat dasar.. jadi di sini akan dijelaskan tentang bagaimana cara konfigurasi nama situs, kemudian konfigurasi database, konfigurasi library, autoload, dan sebagainya mudah2an temen2 mengikuti tutorial ini dengan sebaik-baiknya, soalnya kalo kita ga mulai dari dasar/basic nantinya susah kita bisa aja bikin aplikasi oleh CodeIgniter dengan meniru contoh, tetapi kita tidak faham, hanya mengikuti bahayanya adalah gimana klo client minta ini itu dan itu misalnya tidak ada dalam contoh? klo kita ga faham kita pasti ga bisa meneruskan aplikasi kita alias BUNTU..

Instalasi

OK, kita mulai aja kita di sini memakai XAMPP pertama-tama, extract file codeigniter.rar ke C:\xampp\htdocs, file bisa didownload di sini. Misalnya kita namakan nama folder root (nama situs) kita adalah webku.

Konfigurasi
Kemudian, hal yang pertama harus dilakukan adalah konfigurasi awal, yaitu base_url, base_url adalah nama root situs kita caranya edit file /webku/system/application/config/config.php, ubah $config['base_url'] = http://example.com/ menjadi:
$config['base_url'] = "http://localhost/webku/";

kemudian hilangkan index.php di $config['index_page'] sehingga menjadi:


$config['index_page'] = "";

Langkah kedua adalah konfigurasi routes, yaitu controller default apakah yang ingin diload? jadi di sini adalah konfigurasi untuk controller home, sehingga ketika kita mengetikkan url http://localhost/webku maka yang dipanggil adalah controller yang sudah dikonfigurasi di routes ini.. Cara konfigurasinya yaitu dengan mengedit file /webku/system/application/config/routes.php, dan di bagian $route['default_controller'] isi dengan home sehingga seperti ini:
$route['default_controller'] = "home";

kita akan membuat supaya ketika kita menuju url http://localhost/webku maka controller yang akan dijalankan adalah controller home . Kemudian setelah itu adalah konfigurasi Databasenya ada di file /webku/system/application/config/database.php, Di situ terlihat konfigurasi-konfigurasi seperti host, username, password, nama db, dsb.. silakan diisi seperti berikut:
$db['default']['hostname'] $db['default']['username'] $db['default']['password'] $db['default']['database'] $db['default']['dbdriver'] $db['default']['dbprefix'] $db['default']['pconnect'] $db['default']['db_debug'] $db['default']['cache_on'] $db['default']['cachedir'] $db['default']['char_set'] $db['default']['dbcollat'] = = = = = = = = = = = = "localhost"; "root"; ""; "blog"; //nama database "mysql"; ""; TRUE; TRUE; FALSE; ""; "utf8"; "utf8_general_ci";

Kemudian konfigurasi selanjutnya adalah konfigurasi untuk autoload, jadi ketika situs dibuka, library/helper/model/dsb apakah yang akan selalu diload.. file ada di /webku/system/application/config/autoload.php, tambahkan database di bagian $autoload['libraries'] menjadi seperti ini:
$autoload['libraries'] = array('database');

Kemudian yang terakhir adalah penambahan .htaccess supaya kita tidak perlu mengetikkan index.php di URL kita, cara untuk menghilangkan index.php (menggunakan .htaccess) ada di sini.

Contoh Aplikasi Database Sederhana


Buatlah sebuah database bernama blog, kemudian copy SQL berikut:
CREATE TABLE IF NOT EXISTS `buku_tamu` ( `id` INT(11) NOT NULL AUTO_INCREMENT, `nama` VARCHAR(100) NOT NULL, `email` VARCHAR(20) NOT NULL, `situs` VARCHAR(100) NOT NULL, `komentar` text NOT NULL, PRIMARY KEY (`id`) ) ENGINE=MyISAM DEFAULT CHARSET=latin1 AUTO_INCREMENT=3 ; INSERT INTO `buku_tamu` (`id`, `nama`, `email`, `situs`, `komentar`) VALUES (1, 'Cecep Yusuf', 'cheyuz@yahoo.co.id', 'http://www.cheyuz.com', 'Ini adalah komentar pertama'), (2, 'Deddy Mizwar', 'deddy@mizwar.com', 'http://www.facebook.com', 'Ini adalah komentar kedua');

Kita buat sebuah contoh di mana kita akan menampilkan isi dari database di atas.. Pertama-tama, buatlah model terlebih dahulu di /webku/system/application/model/ dengan nama file buku_tamu.php yang berisi code sebagai berikut:
<?php class Buku_tamu extends Model{ function selectAll() { return $this->db->get('buku_tamu')->result(); } } ?>

Di dalam folder /webku/system/application/controller/ bikin sebuah file bernama home.php untuk membuat class controller yang bernama Home isi dari home.php adalah:
<?php class Home extends Controller{ function __construct() { parent::Controller(); $this->load->model('buku_tamu'); } function index() { $data['title'] = 'Ini adalah aplikasi sederhana'; //memanggil function selectAll di model buku_tamu, dimasukkan ke $data['buku_tamu'] $data['buku_tamu'] = $this->buku_tamu->selectAll(); //meload view bernama home_view.php dengan data variable adalah $data $this->load->view('home_view', $data);

} } ?>;

Nah, kemudian kita buat file home_view.php di folder /webku/system/application/view/ dengan isi sebagai berikut:
<h2><?php echo $title ?></h2> <table border="1" cellpadding="5" cellspacing="0"> <tr> <td>No</td> <td>Nama</td> <td>Email</td> <td>Situs</td> <td>Komentar</td> </tr> <?php $i = 0 ?> <?php foreach ($buku_tamu as $bt): ?> <tr> <td><?php echo $i++ ?></td> <td><?php echo $bt->nama ?></td> <td><?php echo $bt->email ?></td> <td><?php echo $bt->situs ?></td> <td><?php echo $bt->komentar ?></td> </tr> <?php endforeach ?> </table>

Silakan dibuka di browser url berikut: http://localhost/webku Hasilnya adalah sebagai berikut:

Ini adalah aplikasi sederhana


No Nama 1 2 Cecep Yusuf Email Situs Komentar

cheyuz@yahoo.co.id http://www.cheyuz.com Ini adalah komentar pertama

Deddy Mizwar deddy@mizwar.com http://www.cheyuz.com Ini adalah komentar kedua

Tutorial CodeIgniter Dasar Part II CRUD chapter 1


Di tutorial yang kedua ini, kita akan bahas bagaimana cara membuat CRUD dengan menggunakan CI. kenapa kita harus belajar membuat aplikasi CRUD? soalnya ini

merupakan dasar kita untuk ke depannya.. untuk membuat aplikasi yang kompleks, sebenarnya kita hanya mengelola dan mengolah database, meliputi membuat database (Create), membaca (Read), mengubah (Update), menghapus (Delete), ato disingkat menjadi CRUD. Adapun di sini kita akan belajar membuat model untuk data yang akan diolah, view untuk membuat interface, dan controller untuk mengolah model dan ngeload view.. OK, pertama-tama, kita buat sebuah database bernama tutorial_ci, dan buatlah sebuah table bernama mahasiswa (kenapa selalu mahasiswa? ga punya contoh lain ), isinya ada id, nim, nama, alamat.. OK segitu saja.. kamu tinggal copy SQL berikut:
CREATE TABLE IF NOT EXISTS `mahasiswa` ( `id` INT(5) NOT NULL AUTO_INCREMENT, `nim` VARCHAR(20) NOT NULL, `nama` VARCHAR(100) NOT NULL, `alamat` text NOT NULL, PRIMARY KEY (`id`) ) ENGINE=MyISAM DEFAULT CHARSET=latin1 AUTO_INCREMENT=1 ;

Jadi kita membuat tabel kosong bernama mahasiswa dengan field seperti di atas
Diharapkan kamu yang mengikuti tutorial ini udah pernah mengikuti tutorial sebelumnya.. kenapa? karena konfigurasinya kita menggunakan konfigurasi di tutorial dasar part I, bisa klik di sini Seperti pada tutorial dasar part I, webroot kita ini diasumsikan bernama webku, dan konfigurasinya diasumsikan sama, oleh karena itu silahkan baca tutorial dasar part I terlebih dahulu.

1. Menampilkan semua data


OK, langkah pertama adalah membuat sebuah model. Buatlah sebuah file mahasiswa_model.php di /system/application/models dengan isi adalah barisan kode seperti berikut:
<?php /** * @author Cecep Yusuf */ class Mahasiswa_model extends Model { } ?>

Sejauh ini, kita sudah membuat sebuah model untuk mahasiswa, yang nantinya mempunyai banyak fungsi untuk mengolah table mahasiswa Di bawah ini, kita akan menambahkan function selectAll(), yang mana berfungsi untuk menyeleksi semua field di table mahasiswa (select * from mahasiswa), jadi code tadi setelah ditambahkan menjadi seperti berikut:
<?php

/** * @author Cecep Yusuf */ class Mahasiswa_model extends Model { function selectAll(){ return $this->db->get('mahasiswa')->result(); } } ?>

Nah, sejauh ini kita sudah bikin function selectAll() yang berfungsi untuk memilih semua field dari table mahasiswa. Setelah itu, model akan diolah oleh controller, jadi sekarang kita buat sebuah controller yang berfungsi untuk memanipulasi objek mahasiswa_model OK, buatlah sebuah controller bernama data_mahasiswa.php di /system/application/controllers dengan isi file sebagai berikut:
<?php /** * @author Cecep Yusuf */ class Data_mahasiswa extends Controller { function __construct() { parent::Controller(); } } ?>

function __construct() adalah sebagai konstruktor berbagai perintah yang ada di dalam fungsi ini akan selalu dipanggil di saat objek Data_mahasiswa dibuat jadi berbagai fungsi untuk meload library, model, helper, dan sebagainya, kita tinggal masukkan di function ini supaya tidak diketik ulang di setiap fungsi. Karena kita akan meload model mahasiswa_model setiap kali dibuat controller, maka kita load modelnya di bagian __construct() di dalam controller Data_mahasiswa. Jadi kode lengkapnya seperti berikut:
<?php /** * @author Cecep Yusuf */ class Data_mahasiswa extends Controller { function __construct() { parent::Controller(); $this->load->model('mahasiswa_model'); } } ?>

Kemudian, kita buat function index() sebagai penampil semua data yang ada di table mahasiswa, jadi URLnya akan berbentuk http://localhost/webku/data_mahasiswa/index ATAU http://localhost/webku/data_mahasiswa (Index tidak perlu dituliskan)
<?php /** * @author Cecep Yusuf */ class Data_mahasiswa extends Controller { function __construct() { parent::Controller(); $this->load->model('mahasiswa_model'); } function index(){ $data['mahasiswa'] = $this->mahasiswa_model->selectAll(); $this->load->view('data_mahasiswa_view', $data); } } ?>

Di dalam function index() di atas, kita lihat ada script seperti ini:
$data['mahasiswa'] = $this->mahasiswa_model->selectAll(); kode tersebut berarti data hasil keluaran dari function selectAll() di model mahasiswa_model berupa array dan disimpan di dalam array $data['mahasiswa'], yang

nantinya data tersebut bisa diakses di view.. Kemudian kita lihat lagi, ada script berikut:
$this->load->view('data_mahasiswa_view'); function view() dalam objek load adalah untuk meload view yang sudah kita buat di /system/application/views, dengan mengeset variable hasil ekstrak dari variable $data,

sehingga nanti bisa diakses dari view.. OK, kita buat view-nya dengan nama file data_mahasiswa_view.php di /system/application/views dengan isi sebagai berikut ini:
<h1>Data Mahasiswa</h1> <table> <thead> <tr> <th>No</th> <th>NIM</th> <th>Nama</th> <th>Alamat</th> <th>Aksi</th> </tr> </thead> <tbody> <?php $i = 1 ?> <?php foreach($mahasiswa as $m): ?> <tr> <td><?php echo $i++ ?></td> <td><?php echo $m->nim ?></td> <td><?php echo $m->nama ?></td> <td><?php echo $m->alamat ?></td> <td></td> </tr>

<?php endforeach ?> </tbody> </table>

Sekarang, coba buka alamat di browser: http://localhost/webku/data_mahasiswa, keluar apa? table kan? dengan data KOSONG. OK, sekarang kita lanjut ke sesi yg kedua.. yaitu MENAMBAHKAN DATA

2. Menambahkan data
Kita akan membuat tampilan seperti berikut:

Data Mahasiswa
No NIM Nama Alamat Aksi

1 0700335 Cecep Yusuf Cipanas, Cianjur edit | delete | detail 2 0800113 Fitri Yuniar Jakarta edit | delete | detail

Tambah data Silakan buat sebuah anchor() (a) di bawah table di dalam file data_mahasiswa_view.php.. Jangan lupa sebelumnya load dulu url_helper di controller dengan cara menambahkan code berikut:
<?php ... $this->load->helper('url'); ... ?>

anchor() adalah function helper yang udah tersedia di CI, untuk menggantikan tag a

Buatlah sebuah anchor sebagai link ke function add() di Controller (fungsi ini belum dibuat), caranya dengan menambahkan script berikut:
<?php echo anchor('data_mahasiswa/add', 'Tambah Data') ?>

jadi kode lengkapnya di data_mahasiswa_view.php adalah sebagai berikut:


<h1>Data Mahasiswa</h1> <table> <thead> <tr> <th>No</th> <th>NIM</th> <th>Nama</th> <th>Alamat</th> <th>Aksi</th> </tr> </thead>

<tbody> <?php $i = 1 ?> <?php foreach($mahasiswa as $m): ?> <tr> <td><?php echo $i++ ?></td> <td><?php echo $m->nim ?></td> <td><?php echo $m->nama ?></td> <td><?php echo $m->alamat ?></td> <td></td> </tr> <?php endforeach ?> </tbody> </table> <?php echo anchor('data_mahasiswa/add', 'Tambah Data') ?>

Langkah selanjutnya adalah membuat function add() di controller data_mahasiswa.php, tambahkan function ini:
... function add(){ $this->load->view('add_view'); } ...

Di sana terdapat code untuk meload file view yang bernama add_view.php Silakan buat view add_view.php di folder /system/application/views dengan isi sebagai berikut:
<h1>Tambah data</h1> <form action="" method="post"> <table> <tr> <th>NIM</th> <td><input name="nim" /></td> </tr> <tr> <th>Nama</th> <td><input name="nama" /></td> </tr> <tr> <th>Alamat</th> <td><textarea name="alamat"></textarea></td> </tr> <tr> <th></th> <td><input type="submit" value="tambah" /></td> </tr> </table> </form>

Perlu diketahui bahwa cara di atas belum menggunakan library form bawaan dari CI.. kita memakai cara manual dulu, sebelum nanti kita bahas penggunaan helper di CI di tutorial selanjutnya

Method yang digunakan yaitu POST, yang akan menghasilkan sebuah variable array $_POST Sebelumnya, kita tambahkan function insert() di model mahasiswa_model.php seperti berikut:

... function insert($set){ $this->db->insert('mahasiswa', $set); } ...

function insert tersebut sudah ada di library database CI, jadi kita tidak usah membuat query insert into. lagi sekarang, di Controller data_mahasiswa.php kita ubah function add() menjadi seperti berikut:
... function add() { if($_POST==NULL) { $this->load->view('add_view'); }else { $this->mahasiswa_model->insert($_POST); redirect('data_mahasiswa/index'); } } ...

Kita jelasin, di sana ada fungsi If untuk mengecek apakah data dari $_POST sudah terSET atau belum kalo kita udah mengklik submit, berarti kita sudah mengeset variable $_POST jika belum (=NULL), maka program hanya meload view saja. di sana ada function redirect(), yaitu function bawaan CI, yang berfungsi untuk meredirect halaman (mengalihkan), sehingga ketika kita menambahkan data, maka akan dialihkan lagi ke index Sejauh ini, kamu berhasil membuat aplikasi CI untuk menambahkan data ke database dan menampilkannya. silakan ketik url berikut untuk melihat hasilnya: http://localhost/webku/data_mahasiswa Sementara segini aja dulu ya Cheyuz-nya cape 2 jam ngetik trus nih,,, hahaha.. tapi gpp, demi kalian Nanti di part III kita akan membuat untuk update dan delete nya. selamat mencoba

SALAM WEB DEVELOPER!


Tutorial CodeIgniter Dasar Part II CRUD chapter 2
OK, malam ini kita lanjutkan tutorial kemarin maaf kalo agak telat, soalnya koneksi Cheyuz lagi bermasalah dan bentrok ngerjain tugas kuliah juga.. hehe

Pada tutorial kemarin, kita udah bisa menambahkan data ke dalam database (Create) dan menampilkannya (semua data). Sekarang, kita akan membuat aksi lainnya, yaitu update/ubah dan delete/hapus pada setiap data di dalam sebuah table Kita lanjutkan tutorial kemarin (Tutorial CodeIgniter Dasar Part II CRUD Chapter 1) yang waktu itu kita udah membuat table mahasiswa dan membuat fungsi untuk menambahkan datanya.. sekarang mari kita buat fungsi/aksi lainnya, yaitu update dan delete Kita review hasil kerjaan dari tutorial kemarin
<h1>Data Mahasiswa</h1> <table> <thead> <tr> <th>No</th> <th>NIM</th> <th>Nama</th> <th>Alamat</th> <th>Aksi</th> </tr> </thead> <tbody> <?php $i = 1 ?> <?php foreach($mahasiswa as $m): ?> <tr> <td><?php echo $i++ ?></td> <td><?php echo $m->nim ?></td> <td><?php echo $m->nama ?></td> <td><?php echo $m->alamat ?></td> <td></td> </tr> <?php endforeach ?> </tbody> </table>

Sebelumnya kita tambahkan 2 buah anchor (link) untuk membuat hyperlink menuju ke masing2 fungsi tersebut,.. yaitu anchor untuk edit dan delete.. (catatan: edit = update). Buatlah dua buah anchor dengan bentuk kode seperti ini di kolom paling kanan tabel:
<?php echo anchor('data_mahasiswa/edit/'.$m->id, 'Ubah') . ' | ' . anchor('data_mahasiswa/delete/'.$m->id, 'Hapus'); ?>

jadi bentuknya seperti ini:


<h1>Data Mahasiswa</h1> <table> <thead> <tr> <th>No</th> <th>NIM</th> <th>Nama</th> <th>Alamat</th> <th>Aksi</th> </tr> </thead> <tbody> <?php $i = 1 ?>

<?php foreach($mahasiswa as $m): ?> <tr> <td><?php echo $i++ ?></td> <td><?php echo $m->nim ?></td> <td><?php echo $m->nama ?></td> <td><?php echo $m->alamat ?></td> <td><?php echo anchor('data_mahasiswa/edit/'.$m->id, 'Ubah') . ' | ' . anchor('data_mahasiswa/delete/'.$m->id, 'Hapus'); ?></td> </tr> <?php endforeach ?> </tbody> </table>

previewnya:

Data Mahasiswa
No NIM Nama Alamat Aksi

1 0700335 Cecep Yusuf Cipanas, Cianjur edit | delete 2 0800113 Fitri Yuniar Jakarta edit | delete

Tambah data

1. Menghapus Data
Kemudian setelah itu, kita buat sebuah function di dalam model mahasiswa_model.php di folder /system/application/models:
<?php ... function delete($id){ $this->db->delete('mahasiswa', array('id'=>$id)); } ... ?>

Kemudian, di controller data_mahasiswa.php di /system/application/controllers tambahkan function berikut:


... function delete($id){ $this->mahasiswa_model->delete($id); redirect('data_mahasiswa'); } ...

fungsi di atas memanggil fungsi dari objek Mahasiswa_model yaitu delete, yang akan menghapus data dari table mahasiswa yang id nya adalah parameter dari function tersebut ($id) Kemudian setelah itu baru diredirect/dialihkan ke tampilan index dari controller data_mahasiswa.

2. Mengubah Data
Nah, untuk mengubah data.. kita harus tahu fungsi untuk mengubah database dari Active Record yang disediakan oleh CI.. yaitu $this->db->update($nama_table, $data) Sekarang, kita tambahkan function update() dan select($id) untuk menyeleksi SATU data yang akan dipilih berdasarkan id-nya dibuat di model mahasiswa.php di /system/application/models,,,
... function update($id){ $this->db->where('id',$id)->update('mahasiswa', $_POST); } function select($id){ return $this->db->get_where('mahasiswa', array('id'=>$id))->row(); } ...

Di situ ada fungsi update(), yang equivalen dengan query update from mahasiswa where id=$id set $_POST. Dan fungsi select yang nantinya akan kita gunakan ketika nilai dari data akan dimasukkan ke dalam sebuah form (untuk diedit) sehingga kita menggunakan row() yang berfungsi meretrieve data menjadi objek, tetapi hanya SATU BARIS DATA... (segitunya sampe dipertebel hehe ) Setelah kita membuat modelnya kemudian kita tambahkan function edit() di Controller data_mahasiswa.php di /system/application/controller/:
... function edit($id){ $data['m'] = $this->mahasiswa_model->select($id); $this->load->view('edit_view',$data); } ...

Di situ kita buat sebuah fungsi edit di controller data_mahasiswa.php dengan parameter $id.. karena kita akan mengubah data pada setiap data yang ada dengan mengambil id-nya dan dipanggillah fungsi update() dari model mahasiswa Tetapi sebelumnya kita harus ngambil sebuah data mahasiswa tertentu berdasarkan $id yang ada untuk dimasukkan ke dalam form,, sehingga nantinya bisa diubah makanya kita membuat fungsi select() Ini adalah view yang harus ada di /system/application/views dengan nama file edit_view.php (yang udah kita masukkan ke dalam fungsi $this->load->view() di controller. Ini adalah isi dari view-nya:
<h1>Ubah data</h1> <form action="" method="post"> <table> <tr> <th>NIM</th> <td><input name="nim" value="<?php echo $m->nim ?>" /></td> </tr>

<tr> <th>Nama</th> <td><input name="nama" value="<?php echo $m->nama ?>" /></td> </tr> <tr> <th>Alamat</th> <td><textarea name="alamat"><?php echo $m->alamat ?></textarea></td> </tr> <tr> <th></th> <td><input type="submit" value="ubah" /></td> </tr> </table> </form>

Jadi, ketika view tersebut diload, maka form akan langsung terisi dengan data yang kita panggil dengan $id yang ada di URL (yang merupakan parameter) Kemudian, di controller kita tambahkan code berikut:
... function edit($id) { if($_POST==NULL) { $data['m'] = $this->mahasiswa_model->select($id); $this->load->view('edit_view',$data); }else { $this->mahasiswa_model->update($id); redirect('data_mahasiswa'); } } ...

Kita lihat, ada fungsi if else buat apa tuh?? itu buat ngecek apakah data udah dikirim atau belum (NULL)? Nah, klo udah dikirim berarti bakal diupdate kalo belum maka program akan mengambil data (select) dan dimasukkan ke dalam form Kemudian terdapat fungsi redirect (sama seperti add), ketika data sudah diubah, maka halaman langsung dialihkan ke dalam action yang ada di prameter redirect tersebut. Nah, sejauh ini kita sudah membuat aplikasi CRUD lengkap Create, Read, Update, dan Delete. Silakan cek program yang kita bikin sejauh ini dengan mengetikkan alamat url : http://localhost/webku/data_mahasiswa Mudah-mudahan ini bisa ngebantu kita dalam suatu kasus tertentu di mana misalnya tugas maupun kerjaan meminta kita dibuatkan programnya dengan menggunakan CI,,, Nanti kita lanjut tutorialnya di Part 3, tentang LAYOUTING dan TEMPLATING di Code Igniter. Coming Soon ya Kalo ada pertanyaan, silakan komentar di bawah ini, insya Allah dibalas

Tutorial CodeIgniter Dasar Part III Page Template


Kali ini, Cheyuz akan ngebahas tentang Page Template, apa itu? Page Template adalah sebuah pola layout pada sebuah halaman web di mana kita akan selalu memakai pola tersebut sesuai kebutuhan kita untuk meload halaman lengkap beserta header, content, dan footernya.. dengan menggunakan page template, kita tidak harus meload header dan footer di setiap fungsi pada controller di CodeIgniter. Contoh misalnya ada kasus seperti ini: Pada sebuah halaman web, ketika diload harus selalu load header, sidebar, content, footer, dsb.. maka secara normal di program akan berbentuk seperti ini:
<?php class Home extends Controller { function index() { $data['title'] = 'Webku'; $this->load->view('header'); $this->load->view('topmenu'); $this->load->view('home_view', $data); $this->load->view('footer'); } } ?>

Di dalam function index, kode tersebut akan meload view header.php, sidebar.php, home_view.php, dan footer.php. Cara ini sebenarnya kurang efektif, walaupun yang dihasilkan adalah sama, yaitu nge-load lengkap sebuah halaman web (dari tag [html] sampai [/html]). Kenapa kurang efektif? karena di setiap function kita harus meload lagi semua elemen di atas Ini baru satu function, bagaimana jika di dalam satu controller terdapat 50 function? tentu hal ini dapat merepotkan, dan sangat tidak efektif karena membuat redudansi kode.

Menggunakan Page Template Helper


Untuk mempermudah penggunaan code, kita akan membuat sebuah helper baru yang akan kita namakan Page Template Helper (page_template_helper.php) yang akan kita gunakan untuk merender layout yang sudah kita buat. Jadi layaknya seperti gabungan dari function $this->layout() dan $this->render() di Framework CakePHP. OK, pertama-tama buatlah layout untuk template kita, dan simpan di folder /system/application/view/layout/ (seperti biasa, base_url() website kita adalah webku) dengan nama default.php, kodenya adalah sebagai berikut:
<!DOCTYPE HTML PUBLIC "-//W3C//DTD XHTML 4.01 Transitional//EN"> <html> <head> <meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=UTF-8">

<title>Webku<?php echo isset ($title)?" | ".$title:'' ?></title> </head> <body> <div id="header"> <?php $this->load->view('layout/element/header') ?> </div> <div id="topmenu"> <?php $this->load->view('layout/element/topmenu') ?> </div> <div id="content"> <?php $this->load->view($view) ?> </div> <div id="footer"> <?php $this->load->view('layout/element/footer') ?> </div> </body> </html>

Kode di atas adalah sebuah template default website kita, yang berarti setiap action/function yang akan kita panggil akan selalu meload tag html di atas, mulai dari title, kemudian load CSS atau JS misalnya, terus header-nya, topmenu, footer, dan sebagainya. Kita cukup menambahkan elemen di file tersebut.
Contoh ini belum menggunakan CSS, pembahasan tentang CSS akan dijelaskan pada tutorial selanjutnya

Setelah membuat file default.php, buatlah semua file layout element (header, topmenu, dan footer) dan simpan di direktori /system/application/view/layout/element/. Berikut adalah isi dari masing-masing elemen:
Isi dari file-file di bawah ini hanya pemisalan/contoh

../view/layout/element/header.php
<img src="images/banner.jpg" /> Ini adalah HEADER

../view/layout/element/topmenu.php
<a href="#">MENU 1</a> | <a href="#">MENU 2</a> | <a href="#">MENU 3</a>

../view/layout/element/footer.php
Copyright &copy 2010 by Cheyuz

Jadi ketika file default.php dirender, maka element/header.php, element/topmenu.php, dan element/footer.php akan selalu diload. Nah, untuk pemanggil template tersebut dan yang akan digunakan di controller adalah Page Template Helper jadi rencananya kode kita yang sebelumnya:
<?php class Home extends Controller { function index() {

$data['title'] = 'Webku'; $this->load->view('header'); $this->load->view('topmenu'); $this->load->view('home_view', $data); $this->load->view('footer'); } } ?>

menjadi seperti ini:


<?php class Home extends Controller { function index() { $data['title'] = 'Webku'; show('home_view',$data); } } ?>

Singkatnya, kita tidak menggunakan function $this->load->view() lagi di Controller, tetapi kita menggunakan function show() yang berfungsi sama dan meload seluruh elemen yang kita tentukan. Sekarang, kita buat sebuah helper page_template_helper.php di /system/application/helper/ dengan kode seperti berikut:
<?php if ( ! function_exists('element')) { function show($view, $data=array(), $template='default') { $ci = &get_instance(); $data['view'] = $view; $data = $ci->load->view('layout/'.$template, $data); } } /* End of file page_template_helper.php */ /* Location: ./system/helpers/page_template_helper.php */

OK, akan Cheyuz jelaskan.. Di kode itu terlihat bahwa $view yang ada di parameter 1 di function show() ini akan dimasukkan ke dalam variable array $data, yang kemudian akan diload view yang bernama $template (diubah sesuai nama layout, defaultnya adalah default.php) dengan $data tetap dari parameter ke-2.. dan parameter ke-3 ($default) adalah nama file template yang kita buat secara default file template yang akan diload adalah ../layout/default.php. Nah, di controller Home tadi, kita dapat mengubahnya menjadi seperti ini:
<?php class Home extends Controller { function index() { $data['title'] = 'Webku'; show('home_view',$data); } function about(){ $data['title'] = 'About';

show('home_view',$data); } function other(){ $data['title'] = 'Other (layout tanpa topmenu)'; show('home_view',$data, 'other'); } } ?>

Ada function other(), yang akan memanggil halaman dengan template yang berbeda, yaitu menghilangkan topmenu.. karena kita sudah membuat helpernya, maka untuk membuat template baru untuk function other() tersebut, kita tinggal membuat file template bernama other.php di /system/application/view/layout/ dengan isi file seperti berikut:
<!DOCTYPE HTML PUBLIC "-//W3C//DTD XHTML 4.01 Transitional//EN"> <html> <head> <meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=UTF-8"> <title>Webku<?php echo isset ($title)?" | ".$title:'' ?></title> </head> <body> <div id="header"> <?php $this->load->view('layout/header') ?> </div> <?php // menghilangkan topmenu untuk action tertentu ?> <div id="content"> <?php $this->load->view($view) ?> </div> <div id="footer"> <?php $this->load->view('layout/footer') ?> </div> </body> </html>

Setelah semua langkah selesai, selanjutnya adalah meload helper tersebut. Karena kita akan selalu meload helper ini, maka kita atur konfigurasi autoloadnya di file
/system/application/config/autoload.php

Tambahkan page_template pada bagian kode berikut:


.. $autoload['helper'] = array('page_template'); ..

Tutorial selesai, selamat mencoba bila ada pertanyaan, kritik saran, silakan comment/email