Anda di halaman 1dari 32

LAPORAN PRAKTIKUM TINGKAH LAKU IKAN

Disusun oleh :

NAMA

: Miftachul Huda

NIM

: 0910820026

oleh : NAMA : Miftachul Huda NIM : 0910820026 FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA

FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG

2011

Kata Pengantar

Puji syukur senantiasa kami sampaikan atas rahmat dan hidayah dari Allah SWT, yang telah memberikan kami kemampuan dan kekuatan untuk menyelesaikan laporan ini. Adapun laporan ini kami tulis dengan tujuan untuk memenuhi laporan hasil praktikum mata kuliah Tingkah Laku Ikan. Tidak lupa pula kami sampaikan terimakasih kepada Dosen mata kuliah yang telah membimbing kami dalam menyelesaikan laporan ini. Dan terima kasih pula kepada teman-teman kami yang telah membantu kami dalam berbagai hal teknis maupun non teknis. Dalam pengerjaan laporan ini kami menyadari bahwa banyak sekali kekurangan dan kesalahan dalam pengerjaannya, oleh karena itu kami minta maaf dan kami berharap kritik dan saran yang mampu memotifasi kami sehingga dalam membuat laporan lebih baik lagi dikemudian hari.

Penyusun

Ttd

1.1. Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN

Menurut Depton, 1990, ikan kerapu (Epinephelus sp) umumnya dikenal dengan istilah “groupers’ dan merupakan salah satu komoditas perikanan yang mempunyai peluang baik di pasarkan domestic maupun pasar internasional dan selain itu nilai jualnya cukup tinggi. Eksport ikan kerapu melaju pesat sebesar 350%, yaitu dari 19 ton pada tahun 1987 menjadi 57 ton pada tahun 1988. ( Iptek.net.id, 2010). Kerapu kertang (Epinepkelus lanceolatus) adalah salah satu jenis ikan kerapu yang mempunyai prospek pasar yang sangat cerah. Pertumbuhan yang cepat dengan nilai ual yang tinggi merupakan keunggulan komparatif dari komoditas ini dibandingkan dengan jenis kerapu lainnya. Namun hingga saat ini kendala utama dalam pembudidayaan adalah ketidak tersediaannya benih dari alam maupun dari hasil pembenihan masih terbatas (Dhoe, 2007). Berkembangnya pasaran ikan kerapu hidup karena adanya perubahan selera konsumen dari ikan mati atau beku kepada ikan dalam keadaan hidup, telah mendorong masyarakat untuk memenuhi permintaan pasar ikan kerapu melalui usaha budidaya. ikan kerapu (Epinephelus fuscoguttatus) telah dilakukan dibeberapa tempat di Indonesia, namun dalam proses pengembangannya masih menemui kendala, karena keterbatasan benih. Selama ini para petani nelayan masih mengandalkan benih alam yang sifatnya musiman. Namun sejak tahun 1993 ikan kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus) sudah dapat dibenihkan. (scribd.com, 2010). Kerapu tikus (Chromileptes altivelis) hanyalah satu dari 46 spesies kerapu yang hidup di berbagai tipe habitat perairan laut. Ikan ini bertubuh agak pipih dan berwarna dasar abu-abu dengan bintik-bintik hitam di seluruh permukaan tubuh. Kepalanya kecil dengan moncong agak meruncing. Ukuran konsumsinya berkisar 0,5 kg-2kg. Di pasar internasional dia dikenal dengan nama polka-dot grouper. Ada juga yang menyebutnya hump-backed rocked. Selain dijual untuk konsumsi, sewaktu muda ia juga laku sebagai ikan hias dan popular dengan nama grace kelly. Di habitat aslinya kerapu tikus hidup di kawasan trunbu karang , lokasi kapal tenggelam juga menjadi rumpon yang nyaman. Mereka berdiam di

dalam lubang-lubang karang atau menempel pada dinding karang atau rumpon dengan aktivitas rlatif rendah. Kerapu tikus merupakan sejenis kerapu yang jarang-jarang sekali diperolehi oleh pemancing, dengan kata lain jarang menyambar umpan,seperti yang dilihat di atas berkepala kecil, membongkok tirus dan membesar di bahagian badan. Berat purata kerapu tikus yang direkodkan kurang dari 500 gram sehingga 1 kg dengan saiz purata 20cm atau 0.75 kaki sehingga 40cm atau 1.4 kaki. Kerapu ini juga disifat kan sebagai kerapu ‘pemalu’ dan saiz nya yang kecil yang mudah menjadi mangsa ikan lain. Kerapu tikus ini juga mempunyai isi ikan kerapu yang paling halus (high-fined grouper) dan yang paling sedap dalam keluarganya.sebab itu ikan ini jarang-jarang dijual di kebanyakan pasar ikan kerana jumlah penangkapannya kurang. Selain itu ikan ini biasanya ‘disapu’ oleh tauke itu sendiri. (nmaquaenterprise, 2009)

Seiring dengan pertumbuhan populasi dunia, konsumsi ikan pun meningkat dari tahun ke tahun. Konsumsi ikan per kapita secara nasional menunjukkan sebesar 4 % pada kurun waktu 2002-2003. Mengkonsumsi produk perikanan tangkap sangat bermanfaat untuk kesehatan karena kandungan proteinnya yang sangat tinggidibeberapa negara. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik ekspor ikan dan udang pada periode Januari hingga Juni 2006 mencapai 825,5 juta dolar AS. Nilai tersebut mengalami peningkatan dari periode yang sama pada tahun 2005 sebesar 758,2 juta dolar AS. Keadaan ekspor tersebut menggambarkan sangat tingginya permintaan dunia terhadap komoditas perikanan Indonesia. Namun, kurangnya bahan baku membuat Indonesia tidak dapat memnuhi semua permintaan. Sebagai contoh, total eksport perikanan Indonesia ke Amerika serikat pada tahun 2006 bernilai 785,97 juta dolar AS. Nilai tersebut merupakan peningkatan sebesar 7,39 % dibandingkan tahun sebelumnya. Permintaan hasil perikanan yang tinggi ternyata tidak hanya berasal dari perikanan laut, tetapi perikanan yang tinggi ternyaata tidak hanya berasal dari perikanan laut, tetapi perikanan air tawar juga mengalami hal yang sama. Salah satu jenis ikan air tawar yang memiliki prospek baik dan sangat diminati di pasar Amerika adalah ikan Nila. Namun, dalam pemenuhannya, Indonesia masih tertinggal dari negara-negara lain, seperti Vietnam, Cina, dan Thailand (Penebar Swadaya, 2010).

1.2.

Maksud dan Tujuan

Maksud di lakukannya praktikum tingkah laku ikan adalah untuk melakukan pengamatan tentang tingkah laku ikan dan proses pembudidayaan mulai dari pembenihan sampai indukan. Tujuan di lakukan praktikum tingkah laku ikan yaitu agar praktikan mengetahui dan memahami tingkah laku ikan yang ada di Balai Budidaya Air Payau Situbondo mulai dari tingkah laku khusus, kebiasaan makan, dan tingkah laku pemijahan.

1.3. 1.3 Waktu dan Tempat

Praktikum tingkah laku ikan di laksanakan pada senin, 27 desember 2010, pukul 09.30 – 13.00 wib, di Balai Budidaya Air Payau Situbondo.

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Klasifikasi Ikan

Kerapu Macan Menurut LAGLER et al. dalam fitripsp.blog (2010) Ikan kerapu macan (Ephinephelus lauvina) adalah ikan yang termasuk kedalam Famili serranidae. Ikan ini mempunyai sifat hermaprodite protogini yaitu pada perkembangan mencapai dewasa (matang gonat) berjenis kelamin betina dan akan berubah kelamin jantan setelah dewasa.ikan kerapu macan termasuk kedalam Ordo Percomorphi, Famili serranidae, Genus ephinephelus, Spesies (Ephinephelus lauvina). Ikan kerapu macan (Epinehelus fuscoguttatus) digolongkan pada :

Class : Chondrichthyes Sub class : Ellasmobranchii Ordo : Percomorphi Divisi : Perciformes Famili : Serranidae Genus : Epinephelus Species : Epinepheus sp.

: Serranidae Genus : Epinephelus Species : Epinepheus sp . ( Iptek.net.id, 2010) Ikan kerapu macan

( Iptek.net.id, 2010) Ikan kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus) atau sering juga disebut Grouper dipasarkan dalam keadaan hidup. Golongan ikan kerapu yang paling banyak adalah golongan Epinepelus sp, namun yang paling banyak di kenal di budidayakan adalah jenis kerapu Lumpur(Epinephelus suillus) dan kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus).Golongan

Epinephelus memiliki tubuh yang lebih tinggi dari kerapu Lumpur (Epinephelus suillus), dengan bintik-bintik yang rapat dan berwarna gelap, sirip ikan kerapu macan berwarna kemerahan, sedangkan bagian sirip

yang lain berwarna coklat kemerahan

(scribd.com, 2010).

Kerapu Kertang

Kingdom

: Animalia

Phylum

: Chordata

Class

: Actiropterygii

Ordo

: Perciformes

Family

: Serranidae

Genus

: Ephinephelus

Spesies

: Ephinepelus lonceolatus

: Ephinephelus Spesies : Ephinepelus lonceolatus Kerapu Tikus Menurut Weber and Beofort, (1940) dalam

Kerapu Tikus Menurut Weber and Beofort, (1940) dalam Evalawati et al., (2001).,

taksonomi

ikan

kerapu

tikus

adalah

sebagai berikut:

Phylum

:

Chordata

Subphylum

:

Vertebrata

Class

:

Osteichthyes

Sub Class

:

Actinopterigi

Ordo

:

Percomorphi

Sub Ordo

:

Percoidea

Famili

:

Serranidae

Genus

:

Cromileptes

Spesies

:

Cromileptes

altivelis

Famili : Serranidae Genus : Cromileptes Spesies : Cromileptes altivelis (octopus39,2008).

(octopus39,2008).

Di Indonesia kerapu tikus dikenal sebagai kerapu bebek sedangkan di dunia perdagangan internasional mendapat julukan sebagai “Panther Fish”. Sebutan “Panther Fish” untuk ikan kerapu tikus, karena seluruh tubuhnya dihiasi bintik-bintik kecil bulat berwarna hitam (Horhoruw et al., 2004).

Bawal Bintang

Kerajaan

: animalia

:

Filum

: chordata

Kelas

: actinopterygii

Ordo

: perciformes

Famili

: carangidae

Genus

: trachinotus

Species

Nama binomial

- : Florida pompano, Trachinotus carolinus

Nama binomial - : Florida pompano, Trachinotus carolinus 2.2 Morfologi dan Fisiologi Kerapu Macan Kerapu macan

2.2 Morfologi dan Fisiologi

Kerapu Macan Kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus) mempunyai bentuk badan yang pipih memanjang dan agak membulat (Direktorat Jendral Sudirman Perikanan Deperteman Pertanian, 1979). Mulut lebar dan di dalamnya terdapat gigi kecil yang runcing. Direktorat Jendral Perikanan Depertemen Pertanian (1979), menjelaskan bahwa rahan bawah dan atas dilengkapi dengan gigi yang berderet 2 baris lancip dan kuat. Kerapu macan

(Epinephelus fuscoguttatus) mempunyai jari-jari sirip yang keras pada sirip punggung 11 buah, sirip dubur 3 buah, sirip dada 1 buah dan sirip perut 1 buah. Jari-jari sirip yang lemah pada sirip puggung terdapat 15-16 buah, sirip dubur 8 buah, sirip dada 17 buah dan sirip perut 5 buah. Kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus) memiliki warna seperti sawo matang dengan tubuh bagian verikal agak putih. Pada permukaan tubuh terdapat 4-6 pita vertical berwarna gelap serta terdapat noda berwarna merah seperti warna sawo. ( scribd.com, 2010).

Kerapu Kertang Ciri-ciri morologi ikan kerapu kertang adalah sebagai berikut (Warda,

1994 ) :

Bentuk tubuh pipih, yaitu lebar tubuh lebih kecil dari pada panjang dan tinggi tubuh.

Rahang atas dan bawah dilengkapi dengan gigi yang lancip dan kuat.

Mulut lebar, serong ke atas dengan bibir bawah yang sedikit menonjol melebihi bibir atas.

Sirip ekor berbentuk bundar, sirip punggung tunggal dan memanjang di mana bagian yang berjari-jari lunak.

Posisi sirip perut berada di bawah sirip dada.

Badan di tutupi sirip kecil yang bersisik stenoid.

Ikan kerapu genus Ephinephelus tubuh di tutupi oleh bintik-bintik berwarna coklat atau kuning, merah atau putih, tinggi badan pada sirip punggung pertama biasanya lebih tinggi dari pada sirip dubur. Sirip ekor berbentuk bundar ( Darwisito, 2002 ).

Kerapu Tikus Ikan kerapu tikus mempunyai ciri-ciri morfologi sirip punggung dengan 10 duri keras dan 18-19 duri lunak, sirip perut dengan 2 duri keras dan 10 duri lunak, sirip ekor dengan 1 duri keras dan 70 duri lunak. Panjang total 3,3 - 3,8 kali tingginya, panjang kepala satu perempat dari panjang total, leher bagian atas cekung dan semakin tua semakin cekung, mata satu per enam kepala, sirip punggung semakin melebar ke belakang, warna putih kadang kecokelatan dengan totol hitam pada

badan,

kepala

dan

sirip

(Evalawati

et

al.,

2001).

Bentuk badan ikan kerapu tikus memanjang gepeng atau agak membulat, luasan antar pusat (kepala) cenderung cekung. Kepala ikan dewasa terdapat lekukan mata yang cekung sampai sirip punggung. Ketebalan tubuh sekitar 6,6-7,6 cm dari panjang spesifik. Panjang maksimal tubuhnya mencapai 70 cm. Ikan ini tidak mempunyai gigi canine (gigi pada geraham ikan). Lubang hidung besar berbentuk bulan sabit vertikal. Seluruh permukaan tubuh kerapu bebek berwarna putih (terang) hijau keabuan, berbintik bulat hitam dilengkapi sirip renang berbentuk melebar serta moncong kepala lancip menyerupai bebek atau tikus. Kerapu tikus muda, bintik hitamnya lebih besar dengan jumlah sedikit (Akbar & Sudaryanto, 2002).

Bawal Bintang Bawal Bintang (Trachinotus blochii) mempunyai bentuk badan agak oval, tinggi dan piph. Kepala dan badan seluruhnya putih keperakan dengan sedikit kekuningan. Sirip dada kehitaman, sirip perut putih. Sirip punggung, sirip dubur dan sirip ekor kuning kehitaman. Mata relatif kecil, garis tengah mata lebih kecil dari pada panjang moncong. Ujung maxilla bagian belakang sampai di depan mata. Moncong tumpul. Jari-jari sirip punggung yang pertama pendek. Jari-jari lemah bagian depan sirip punggung dan sirip dubur memanjang. Sirip dada pendek, sirip ekor cagak dengan lekukan yang dalam. Ujung-ujung sirip ekor memanjang. Ikan ini tergolong ikan carnivora (pemakan daging), pemangsa ikan, uadang dan biota air lainnya. Bawal Bintang merupakan ikan laut yang berhasil dibenihkan secara terkontol di hatchri (balai benih). Taiwan dan Malaysia adalah dua negara yang memproduksi memalui budidaya dari benih yang menghasilkan di hatchri, Indonesia juga telah berhasil membenihkan ikan Bawal Bintang melalui budidaya laut (BBL) Batam. Kini BBL Batam telah memproduksi benih. Bawal Bintang berukuran 3 cm sebanyak 150 ribu benih persiklus (1,5 bulan) ( Azhari R., 2010).

2.3 Tingkah Laku Ikan

2.3.1 Tingkah Laku Khusus

Kerapu Macan Ikan kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus) merupakan hewan karnivora dan cenderung menangkap/memangsa yang aktif bergerak di dalam kolam air , ikan kerapu macan juga bersifat kanibal. Biasanya mulai terjadi saat larva kerapu berumur 30 hari, dimana pada saat itu larva cenderung berkumpul di suatu tempat dengan kepadatan tinggi. Ikan kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus) mencari makan hingga menyergap mangsa dari tempat persembunyiannya dengan cara makannya dengan memakan satu per satu makanan yang diberikan sebelum makan tersebut sampai ke dasar . (scribd.com, 2010). Telur dan larva kerapu bersifat pelagis (berada di kolom air). Sementara kerapu muda hingga dewasa bersifat demersal atau berdiam di dasar kolam . Habitat favorit larva kerapu macan adalah perairan pantai di dekat muara sungai. Pada siang hari, larva kerapu biasanya tidak muncul kepermukaan air. Sebaliknya pada malam hari, larva kerapu banyak muncul ke permukaan air. Hal ini sesuai dengan sifat kerapu sebagai organisme nocturnal, yakni pada siang hari lebih banyak bersembunyi di liang-liang karang dan pada malam hari aktif bergerak di kolom air untuk mencari makanan. (fkpa.50webs.com, 2010).

Kerapu Kertang Kerapu

kertang

termasuk

genus

Ephinephelus

yang

mempunyai pertumbuhan sangat tinggi karena dapat mencapai 2 kg dalam satu tahun. Puja dkk.( 2006 ) melaporkan bahwa kerapu kertang ukuran perdederan dan peggolongannya mempunyai pertumbuhan 3,09 – 3,11 % ( Minjoyo, 2007 ). Kerapu kertang adalah teleoits ( berulang sejati ), biasanya memiliki tubuh kokoh dan mulut besar. Maka menelan mangsa dari pada menggigit potongan dari itu. Mereka tidak memiliki banyak gigi di tepi rahang mereka, tetapi mereka memiliki pelat

gigi buat menghancurkan di dalam pharing nya. Mereka menunggu, dari pada mengejar di perairan terbuka. Mulut mereka dan insang membentuk siste menghisap kuat yang sucks mangsanya dalam dari kejaugan. Mereka juga menggunakan mulut mereka untuk menggali pasir, untuk membentuk tempat pelabuhan mereka di bawah batu besar, terbang keluar melalui insang mereka. Otot insang mereka begir kuar sehingga haupiu tidak mengkhak untuk menarik mereka keluar dari gua mereka jika merasa diserang dan memperpanjang otot-otot untuk mengunci dari masulc ( wales, 2010 ).

Kerapu Tikus Kerapu tikus adalah hewan karnivora, pemakan ikan-ikan kecil, kepiting, dan udang-udangan. Ikan ini juga tanggap terhadap pakan buatan asalkan dilatih terlebih dahulu. Kerapu tikus juga mempunyai kecenderungan bersifat kanibal, namun sifat kanibal ikan kerapu tikus tidak seperti jenis kerapu lainnya dikarenakan lebar bukaan mulut kerapu tikus lebih kecil (Evalawati et al.,

2001).

Bawal Bintang Ikan mudah dibudidayakan karena sifatnya yang dapat memakan segala jenis pakan. Ikan dewasa berukuran lebih dari 1 kg dan panjangnya bisa mencapai lebih dari 25 cm. Secara spesifik ikan ini merupakan perenang yang cepat dengan bentuk tubuh gepeng yang membulat. Kelompok pembudidayaan di dusun Bahari Torslaje menggunakan jaring tancap untuk memelihara ikan ini. “Satu kelompok beranggotakan 5 orang, masing-masing membudidayakan 200 ekor Bawal Bintang mudah dipelihara daan memiliki pangsa pasar yang menjajikan di dalam dan luar negeri (Gorontalo post ikan mania wordpress, 2010). Baik pemijahan induk berkapasitas 10 ton dan diisi induk yang sudah siap sebanyak 10 ekor dengan perbandingan 1 : 1. Induk jantan lebih kecil dari pada induk betina. Keunggulan

pemijahan Bawal Bintang adalah dapat dipijahkan kapan saja, tidak tergantung siklus bulanan ( Rahmat Dde, 2009).

2.3.2 Tingkah Laku Pemijahan

Kerapu Macan Ikan kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus) bersifat Hermaprodit Protogini, yaitu perubahan kelamin dari betina dan menjelang dewasa akan berubah menjadi jantan. Ikan kerapu mulai suklus reproduksinya sebagai ikan betina, kemudian akan berubah menjadi ikan jantan yang berfungsi masa interseks dan masa terakhir masa jantan. Ketika ikan kerapu masih muda(juvenil), gonadnya mempunyai daerah ovarium dan daerah testis. Jaringan ovari kemudian mengisih sebagian gonad dan setelah jaringan ovari berfungsi mampu menhasilkan telur, Kemudian akan terjadi transisi di mana testisnya akan membesar dan ovarinya mengurut. Ikan kerapu macan(Epinephelus fuscoguttatus) yang sudah tua umumnya ovarium sudah teroduksi sekali sehingga sebagian besar dari gonad terisi oleh jaringan lain. Fase produksi pada induk betina di capai pada panjang tubuh antara 45-50 cm dengan berat 3-10 kg dan umur kurang lebih 5 tahun, selanjutnya menjadi jantan yang matang gonad pada ukuran minimal 74 cm dengan berat kurang lebih 11 kg. (Warintek.ristek.go.id, 2011). Di dalam tangki percobaan ikan betina yang telah dewasa bila akan memijah mendekati jantan. Bila waktu memijah tiba, ikan jantan dan betina akan berenang bersama-sama dipermukaan air. Pemijahan terjadi pada malam hari, antara pukul 18.00 sampai pukul 22.00. jumlah telur yang dihasilkan tergantung dari berat tubuh betina, contoh betina berat 8 kg dapat menghasilkan telur 1.500.000 butir. Telur yang telah dibuahi bersifat "non adhesive" yaitu telur yang satu tidak melekat pada telur yang lainnya. Bentuk telur adalah bulat dan transparan dengan garis tengah sekitar 0,80 -0,85 mm. Telur yang telah dibuahi akan menetas menjadi benih yang aktif berenang. Benih inilah yang umum tertangkap oleh nelayan. Kelimpahan benih ikan kerapu ini sepanjang tahun tidak

sama. Kelimpahan yang paling tinggi disekitar Teluk Banten terjadi pada bulan Februari sampai April. (iptek.net.id, 2010). Di habitat aslinya, kerapu melakukan pemijahan pada malam hari, yakni antara pukul 8 malam hingga pukul 3 pagi. Biasanya, kerapu jantan akan berenang berputar-putar mengikuti kerapu betina. Setelah kerapu betina mengeluarkan telurnya, kerapu jantan akan mengeluarkan spermanya, kemudian telur akan dibuahi oleh sperma tersebut. (fkpa.50webs, 2010).

Kerapu Kertang Sebagaimana diketahui bahwa kegiatan reproduksi dapat dibagi menjadi tiga fase yaitu pra pemijahan, fase pemijahan, fase pasca pemijahan. Berdasarkan hal ini maka tingkah laku ikan iu dapat pula di bagi menjadi tiga yaitu tingkah laku pada fase pra pemijahan, tingkah laku fase pemijahan, dan tingkah laku pasca pemijahan. Tingkah laku reproduksi ini berhubungan erat dengan sifat ikan itu sendiri. Apakah ikan itu melakukan perlindungan terhadap keturunannya atau tidak. Tingkah laku ikan yang menjaga keturunannya dapat dikataka relatif lebih banyak variasinya dari pada ikan ovipar. Terutama tingkah laku pasca pemijahan ( Habikan, 2010 ). Pemijahan ikan kerapu dapat dibagi atas tiga yaitu pemijahan alami (natural spawning), pemijahan buatan ( sttriiping tau ortifical firtilizalin ), dan penyuntikan atau pijah rangsang ( induced spawing ), pada induk ikan kerapu yang telh dewasa kelamin dapat dipijahkan secara alam tanpa rangsangan hormon ( Darwisto, 2002 ).

Kerapu Tikus Pemijahan dilakukan dengan dua cara, yakni memanipulasi lingkungan dan dengan system rangsangan hormonal. BBL Lampung dan LBAP Situbondo biasanya hanya menggunakan system manipulasi lingkungan saja. Sebab menurut Ir. Muchh. Abdul Rachman dari LBAP Situbondo, system ini benar-benar meniru kebiasaan pemijahan kerapu tikus secara alami di alam. Dengan demikian induk hanyaakan mengeluarkan

seperma dan telur yang masak dan berkkualaitas. Selain itu teknik pwlaksanaanya mudah dan relative murah. Kerugiannya, ikan hanya dapat bertelur di saat gelap ketika tidak ada bulan. Biasanya berlangsung antara tanggal 25 hingga tanggal 5 bulan berikutnya. Untuk merangsang ikan kerapu memijah secara alami, maka kondisi lingkungan dalam bak pemijahan dimanipulasi pasut dan suhunya. Setiap hari setelah diberi pakan pagi hari, air dalam bak pemijahan diturunkan s/d + 50 cm diatas sirip punggung. Kondisi ini dibiarkan sampai sore sekitar jam 16.00. Setyelah 3 – 6 bulan, biasanya ikan kerapu akan memijah secara alami. Ketika musim pemijahan, biasanya ikan kerapu akan berkurang nafsu makannya dan khusus untuk ikan kerapu macan jantan akan berubah warna tubuhnya menjadi lebih terang diperutnya dan lebih aktif bergerak. Pemijahan biasanya terjadi pada malam hari antara jam 19.00 s/d jam 02.00 dini hari.

Bawal Bintang Syamsul Akbar, kepala BBL Batam menyatakan, untuk memijahkan Bawal Bintang sangat susah. Sebab, induk dari alam yang akan dijadikan induk sangat sensitif. “Kalau tidak harti-hati akan gampang terkena penyakit”, jelas Syamsul. Selain itu, lanjut Syamsul, pemijahan bawal Bintang juga harus memperhatikan kualitas air. Kalau tidak, parasit akan cepat menyerang. Pria asli Medan ini mengaku, demi mengembangkan Bawal Bintang pihaknya telah melakukan pengkajian selama 3 tahun sebelumnya. Selanjutnya, Bawal Bintang mulai di kembangkan di BBL Batam sejak April 2007. Sebagai benih awal, BBL Batam mendatangkan dari Malaysia sekitar 200 ekor. Kini, BBL Batamtelah mampu memproduksi benih Bawal Bintang berukuran 3 cm mencapai 100-150 ribu benih persiklus (1,5 bulan). Soal kualitas, Syamsul meyakinkan bahwa benih-benih Bawal Bintang hasil pemijahan BBL Batam tidak kalah dengan kualitas benih Bawal Bintang dari Malaysia. Tingkat kelulusan hidup bisa mencapai 75 % - 80 %. Tapi hal itu harus didukung dengan lokasi

pemeiharaan yang baik. Kriterianya antara lain berada pada keramba jaring apung (KJA) yang jauh dari polutan, dasar perairan karang hidup, vegetasi bagus, jauh dari pemukiman dan lainnya. Sementara untuk harganya, harga benih hasil pemijahan BBL Batam juga jauh lebih murah dibandingkan harga benih dari Malaysia yang selama ini memenuhi pasar. Perbandingan harga benih dari Malaysia mencapai Rp 4.000,00 per 3 sentimeternya sedangkan benih dari BBL Batam hanya Rp 400,00 sampai Rp 500,00 per sentimeternya. Sukses pembenihan Bawal Bintang tersebut, langsung mendapat tanggapan positif dari masyarakat, buktinya permintaan benih dari BBL Batam terus meningkat. Untuk saat ini, peranan benih dari masyarakat kepulauan Riau, Aceh dan Jakarta. Kedepan, BBL Batam menargetkan produksi benih Bawal Bintang mencapai 10 juta pertahun (Rahmat Dede,

2009).

Untuk menghindari variasi ukuran yang menyebabkan ikan yang akan kalah bersaing makanan dengan ikan yang besar sehingga pertumbuhan terganggu, maka dilakukan pemilahan atau menyeragamkan ukuran. Dengan demikian pada satu waring atau jaring hanya dipelihara ikan yang satu ukuran. Penyeragaman ukran pada awal pemeliharaan dilakukan minimal dua minggu sekali dan selanjutnya dapat dilakukan setiap bulan sekali atau kalau terlihat adanya variasi ukuran dalam satu wadah pemeliharaan (Zona ikan wordpress, 2009).

2.3.3 Migrasi Ikan

Kerapu Macan Ikan kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus) tersebar merata dari laut pasifik hingga ke laut merah tetapi lebih dikenal berasal dari teluk persi, Hawai, atau Pholynesia. Ikan kerapu macan terdapat hampir semua perairan pulau tropis Hindia dan samudra pasifik barat dari pantai timur Afrika sampai dengan Mozambika, selain itu juga ditemukan di Madagakar Dll. (scribd.com, 2010)

Kerapu muda biasanya hidup di perairan karang pantai dengan kedalaman 0,5 – 3 meter. Setelah menginjak dewasa (buraya) berpindah ke perairan yang lebih dalam, yakni di kedalaman 7 – 40 meter. Biasanya perpindahan ini berlangsung pada siang dan sore hari. Telur dan larva kerapu bersifat pelagis (berada di kolom air). Sementara kerapu muda hingga dewasa bersifat demersal atau berdiam di dasar kolam . Habitat favorit larva kerapu macan adalah perairan pantai di dekat muara sungai. Pada siang hari, larva kerapu biasanya tidak muncul kepermukaan air. Sebaliknya pada malam hari, larva kerapu banyak muncul ke permukaan air. (fkpa.50webs, 2010). Menurut Heamstra dan ramdall (1993) dalam my- opera. Com (2010), ikan kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus) merupakan kelompok yang hidup di dasar perairan berbatu dengan kedalaman 60 meter dan daerah dangkal yang mengandung koral. Selama siklus hidupnya memiliki habitat yang berbeda- beda pada setiap fasenya, ikan kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus) mampu hidup di daerah dengan kedalaman 0.5-3 meter pada area padang lamun, selanjutnya menginjak dewasa akan berpinda ke tempat yang lebih dalam lagi, dan perpindahan ikan berlansung pada pagi hari atau menjelang senja.

Kerapu Kertang Kertang Epinephelus Lanceolatus memiliki beberapa kelebihan, ia tahn perubahan lingkungan dan penyakkit. Giant grouper sebutan kertang di Inggris. Mampu hidup pada salinitas rendah, berkisar 5 – 33 ppt ; kerapu lainnya umumnya 31 – 34 ppt. Laju pertumbuhan kertang cepat. Untuk mencapai 5 -7 cm di butuhkan 25 - 35 hari. Kertang dewasa dapat mencapai panjang tubuh 3 M. Di indonesia kertang tersebar di perairan Padang, Bengkulu, Kepulauan Seribu, Karimun Jawa, Flores, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan ( Kurniawan, 2009 ).

Kerapu Tikus Migrasi ikan adalah prgerakan perpindahan dari suatu tempat ke tempat yang lain yang mempunyai arti penyesuaian terhadap kondisi alam yang mengutungkan untuk eksistensi hidup dan keturunanya (scribd, 2010).

Bawal Bintang Lingkungannya berasosiasi dengan karang, payau, laut, kisaran kedalaman kurang dari 7 m. Penyebarannya di Indo – Pasific, Red-sea, East – Africa to the Marshall Island and Samoa, North to Southern Japan, South to Australia (Fishbase, 2010).

BAB 3

METODOLOGI

3.1 Materi Praktikum Lapang

Pengamatan Lapang Ikan kerapu macan yang indukan di tempatkan pada kolam bulat yang berukuran sangat besar dan dalam,di kolam di beri pipa besar. Inlet sebagai media masuknya air yang bervolume besar sehingga menimbulkan arus dan tambahan oksigen terlarut pada kolam, sehingga semua ikan kerapu berada di bawah aliran masuknya air dari pipa. Ikan kerapu macan di BBAP Situbondo di beri makan 1 kali dalam waktu sehari, dengan presentase 3% dari berat tubuhnya, jika ikan kerapu macan di beri makan, air di dalam kolam di turunkan 60cm dari dorsalnya dengan sirkulasi 200% jadi perbandingannya 1:2. Kerapu macan termasuk hermaprodit protogin, pada berat 4kg ke atas, ikan kerapu macan menjadi betina, kemudian pada berat 8kg ke atas berubah menjadi jantan pada fase inilah ikan kerapu macan terjadi masa transisi. Di Balai Budidaya Air Payau Situbondo, tempat pembudidayaan berupa bak atau kolam yang bulat besar dan tinggi. Ketinggian bak atau kolam dipengaruhi oleh suhu. Didaerah Situbondo termasuk daerah bersuhu tinggi jadi kolam yang dibuat harus semakin tinggi atau dalam,untuk menyesuaikan dengan suhu habitat ikan kerapu macan. Saat dilakukan pemijahan, ikan kerapu macan indukan dijadikan satu. Kolam yang ditempati kerapu macan harus sesuai dengan habitat ikan kerapu macan, agar ikan kerapu macan bias memijah dengan baik dan kualitas telur yang dihasilkan juga baik, karena kolam harus dibersihkan 1 minggu sebelum dan sesudah melakukan pemijahan. Ikan kerapu macan maksimal berumur 4 sampai 6 tahun. Ikan kerapu macan yang baru berumur setahun beratnya sekitar 400-800gr. Pada berat sekitar 400gr biasanya ikan kerapu mcan untuk dikonsumsi. Pemijahan ikan kerapu mcan ada 2 macam yaitu secara alami dan dengan bantuan hormone. Ikan kerapu macan indukan atau dewasa diberi makan ikan sedangkan ikan kerapu yang masih benih diberi makanan rotifer. Ikan

kerapu macan yang dibudidayakan kadang cacat pada tutup insang dan mulut. Cirinya yaitu bibir ikan berwarna merah karena bakteri, insang cacat apabila insang terbuka dan berwarna merah. Ikan kerapu macan termasuk ikan ekonomis tinggi, 1kg ikan kerapu diberi harga Rp100.000,- sampai Rp120.000,-. Ikan kerapu macan termasuk ikan yang berprotein tinggi. Pada kolam pemeliharaan induk ikan kerapu diberi inlet dan outlet yang bertujuan untuk mempermudah mengganti air agar air masih terjaga kebersihannya. Pengambilan data dibagi menjadi 2 yaitu data lapang dan data kelas:

 

Lapang

: 3 x 20 menit

Kelas

: 1 jam

Materi kelas

Manajemen pemeliharaan iduk Pendahuluan :

1. indonesia terdiri dari negara kepulauan yang sebagian besar adalah suatu perairan, oleh karena itu indonesia memiliki sumberdaya alam yang sangat melimpah terutama ikan dan organisme lainya

2. ikan kerapu termasuk ikan karang sedangkan indonesia adalah wilayah tropis yang banyak di tumbuhi karang. Jadi perairan indonesia merupakkan habitat yang cocok untuk ika kerapu.

3. Ikan kerapu termasuk ikan ekonomis tinggi, termasuk ikan kerapu macan. Walaupun nilai ekonomisnya tidak lebih tinggi dari nilai ekonomis ikan kerapu tikus dan ikan kerapu kertang.ikan kerapu macan 1 kg di hargai 100 – 120 ribu.

4. Prospekk pengembangan ikkan kerapu sangat besar karena banyakk di minta oleh konsumen karena ikan kerapu termasukk jenis ikan yang memiliki protein tinggi.

5. Namun dalam pembudidayaan ikan kerapu macan juga banyak menemui kendala kendala salah satunya yaitu adalah binih. Karena indukk ikan kerapu macan yang baik di peroleh langsung dari alam,

sedangkan binih ikan kerapu hanya bisa didapat pada musim musim tertentu saja.

Elemen dasar dari produksi binih yaitu telur yang berkualitas, sebab

tlur yang berkualitas dapat mempengaruhi binih. Jika telur yang dihasilkan

tidak berkualitas, maka binih yang dihasilkan juga akan cacat, sehingga bisa

mempengaruhi proses pemasaran ke konsumen

Ikan kerapu macan termasuk hewan hemaprodit protogini,yakni

pemeliharaan dari betina menjadi jantan. Saat masih juvenil ikan kerapu

berkelamin betina, sedangkan saat menjelang dewasa, ikan kerapu berubah

menjadi jantan. Kondisi sepeti ini bertujuan untuk mempertahankan kondisi

fungsi kelamin selain itu untuk pengendalian genetik.

PENGLOLAAN INDUK

1. Seleksi induk

Induk yang dipilih harus memenuhi kriteria, diantaranya yaitu bagus dari

alam, sehat tidak cacat secara morfologi, standard ukuran fiks minimal

1,5 kg. Untuk ukuran kerapu macan minimal 6kg. Selain kriteria di atas

juga harus dilakukan pengamatan gonad, agar telur yang dihasilkan

berkualitas sehingga berpengaruh juga terhadap binih yang dihasilkan.

2. persiapan bak

Diantara pesiapan bak yaitu:

pencucian bak

setting aerasi

filtrasi air laut

pengisian air laut

3. seleksi penetasan telur

pemanenan telur

penampung dalam aquarium

di diamkan untuk perkembangan telur

penyimpanan telur yang jelek

perhitungan telur

4. transportasi telur

Jenis pakan untuk ikan kerapu macan adalah :

> egg yolk (kuning telur)

Makanan ini pada saat ikan kerapu masih kecil atau setelah menetas dari

telur.

> pakan buatan.

Contohnya: pelet dll

> rotifera

Untuk ikan kerapu yang masih binih

> artemia

> rebon

Benih kerapu bersifat kanibal. Fase kritis terjadi pada saat terjadi

perubahan bentuk kelamin. Kandungan protein pakan ikan harus berbeda

dengan kadungan pprotein pakan udang. Kandungan protein pkn ikan harus

lebih tinggi.

pemeliharaan induk

pada kolam pemeliharaan induk di lengkapi inlet dan outlet yang

bertujuan untuk mempermudah mengganti air. Agar air masih terjaga

kebersihannya.

ikan kerapu macan di beri makan 1 kali sehari yaitu di pagi hari,

pemberian makan sebesar 3 % dari berat tubuh total.

iduk ikan kerapu di pelihara di bak bulat besar

pembersihan bak setiap 10 hari sekali, untuk menjaga kebersihan agar

ikan tidak mudah di serang penyakit dan parasit.

teknik pemijahan ikan terdirii dari : hormonal, manipulasi lingkungan,

gabungan hormonal dengan manipulasi lingkungan.

Ikan kerapu macan menggunakan teknik pemijahan alami manipulasi

lingkungan.

∑ Manajemen induk g lingk s p t Larva g
∑ Manajemen induk
g
lingk
s
p
t
Larva
g

Metode kegiatan produksi

1 persiapan bak

2 seleksi penetasan telur

3 transportasi telur

3.2 Teknik Pengambilan Data

3.2.1 Pengamatan lapang

Pada waktu melakukan praktikum lapang di Balai Budidaya Air Payau

Situbondo, menggunakan metode wawancara dengan staff pekerja yang ada

dibagian itu. Pada hari senin, 27 Desember 2010 pukul 09.30-11.00 WIB.

3.2.2 Materi kelas

Pada waktu melakukan praktikum lapang di Balai Budidaya Air Payau

Situbondo, menggunakan metode diskusi dengan staff yang bertugas di

BBAP dan memberikan materi tentang ikan yang telah kita amati di lapang.

Pada hari senin, 27 Desember 2010 pukul 11.00-12.30 WIB.

BAB 4

PEMBAHASAN

4.1 Data dan Pembahasan Dari hasil pengamatan di Balai Budidaya Air Payau Situbondo tentang ikan kerapu macan, di peroleh data hasil pengamatan sebagai berikut :

Ikan kerapu macan termasuk Hermaprodit protogini, pada berat 4kg ke atas, ikan kerapu macan menjadi betina, kemudian pada berat 8 kg ke atas berubah menjadi jantan, pada fase inilah ikan kerapu macan terjadi masa transisi. Ikan kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus) bersifat Hermaprodit Protogini, yaitu perubahan kelamin dari betina dan menjelang dewasa akan berubah menjadi jantan. Ikan kerapu mulai suklus reproduksinya sebagai ikan betina, kemudian akan berubah menjadi ikan jantan yang berfungsi masa interseks dan masa terakhir masa jantan. (scribd.com, 2010) Pemijahan ikan kerapu macan ada 2 macam, yaitu secara alami dan dengan bantuan hormone. Balai Budidaya Laut di Lampung sebagai unit pelaksanaan teknik pembenihan ikan kerapu (Epinephelus fuscoguttatus), telah melakukan upaya untuk menghasilkan benih melalui pembenihan buatan manipulasi lingkungan dan penggunaan hormone. ( Iptek.net.id, 2010) Ikan kerapu macan yang di budidayakan kadang- kadang cacat pada tutup insang dan mulut. Cirri-cirinya yaitu bibir ikan berwarna merah, ini di sebabkan oleh bakteri, sedangkan cacat bila insang terbuka dan berwarna merah.

Kerapu macan yang di budidayakan kerap kali cacat pada tutup insang, mulut, dan tengkuk belum di ketahui jelas penyebabnya. Adapun cirri- cirri umum adanya serangan penyakit adalah ikan kehilangan nafsu makan. Pengamatan kondisi pakan sangat penting untuk mendeteksi adanya penyakit pada ikan. (My- opera.com, 2010). Berdasarkan literatur menurut warda 1994 kerapu kertang mempunyai ciri – ciri sebagai berikut :

Bentuk tubuh pipih, yaitu lebar tubuh lebih kecil dari pada panjang dan tinggi tubuh.

Rahang atas dan bawah di lengkapi dengan gigi yang lancip dan kuat.

Mulut lebar, serong ke atas dengan bibir bawah yang sedikit menonjol melebihi bibir atas.

Posisi sirip perut berada di bawah sirip dada.

Badan di tutupi sirip kecil yang bersisik stenoid

Sedangkan

dari

meteri kelas

dapat

menjelaskan macam

– macam

metode kegiatan produksi masal ikan kerapu antara lain :

Persiapan bak

Seleksi dan penetasan telur

Perkembangan larva

Pengelolaan pakan

Pengelolaan kwalitas air

Pengaturan cahaya

Fase – fase kritis

Panen dan grading

Pemeliharan juvenil

Pengendalian penyakit

Tingkah laku ikan kerapu kertang pada saat pemijahan di bagi menjadi tiga fase yaitu fase alami, pemijahan buatan dan penyuntikan atau pijah rangsang. Pada induk kerapu yang telah dewasa kelamin dapat di pijahkan secara alami tanpa rangsangan hormon. Tingkah laku khusus kerapu kertang termasuk genus Epinephelus yang mempunyai pertumbuhan sangat tinggi karena dapat mencapai 2 Kg dalam 1 tahun. Puja dkk ( 2006 ) melaporkan bahwa kerap kertang ukuran pendederan dan penggolongan mempunyai laju pertumbuhan 3,09 – 3,11 %. Kuwalitas air yang berpengaruh adalah :

Salinitas

: 32 %

Suhu

: 28 o C

Setelah diberi makan, sirkulasi air di turunkan untuk menstabilkan suhu, dan kalau malam hari sirkulasi dinaikan. Parameter ekologis yang cocok untuk pertumbuhan ikan kerapu yaitu pada kisaran suhu 24 – 31 o C, salinitas antara 30 - 33 ppt, kandungan oksigen terlarut lebih besar dari 3,5 ppm dan pH antara 7,8 – 8,0. ( Dapartemen Pertanian, Direktorat Jendral Perikanan 1999 ) ( Ushare, 2010 ).

Melihat kualitas air yang ada di BBAP Situbondo dengan sanilitas 32 ppt dan suhu 28 o C merupakan ekologi yang cocok untuk kerapu kertang karena ikan kerapu kertang dapat tumbuh secara optimal pada salinitas antara 30-33 ppt, dan suhu 24-31 o C, serta DO 3,5 ppm, pH 7,8-8,0. Ikan kerapu tikus mempunyai cirri-ciri morfologi sirip punggung dengan 10 duri keras 18-19 duri lunak, sirip perut dengan 2 duri keras dan 10 duri lunak, sirip ekor dengan duri keras dan 70 duri lunak. Panjang total 3,3-3,8 kali tingginya, panjang kepala satu perempat panjang total, leher bagian atas cekung dan semakin tua semakin cekung, mata satu perempat kepala sirip punggung semakin melebar ke belakang, warna putih kadang kecoklatan dengan totol hitam pada badan dan sirip.

Tingkah laku kebiasaan makan

Kerapu tikus merupakan hewan karnivora, pemakan ikan-ikan kecil. Kepiting dan udang-udang. Ikan ini juga tanggap pakan buatan asalkan dilatih terlebih dahulu. Kearapu tikus juga memiliki kecendrungan bersifat kanibal, namun tidak seperti jenis kerapu lainnya dikarenakan lebar bukaan mulut kerapu tikus lebih kecil. Tingkah laku pemijahan

Pemijahan dilakukan dengan dua cara, yaitu manipulasi lingkungan dengan system rangsangan hormonal. BBL Lampung dan LBAP Situbondo biasanya hanya menggunakan system manipulasi lingkungan saja. Induk hanya mengeluarkan seperma dan telur yang masak dan berkualitas. Kerugiannya ikan hanya bertelur jika keadaangelap ketika tidak ada bulan. Tingkah laku pemijahan scara alami. Untuk merangsang ikan kerapu memijah secara alami, maka kondisi lingkungan dalam bak pemijahan dimanipulasi pasut dan suhunya. Setiap hari setelah diberi pakan pagi hari, air dalam bak pemijahan diturunkan s/d + 50 cm diatas sirip punggung. Kondisi ini dibiarkan sampai sore sekitar jam 16.00. Setyelah 3 – 6 bulan, biasanya ikan kerapu akan memijah secara alami. Ketika musim pemijahan, biasanya ikan kerapu akan berkurang nafsu makannya dan khusus untuk ikan kerapu macan jantan akan berubah warna tubuhnya menjadi lebih terang diperutnya dan lebih aktif bergerak. Pemijahan biasanya terjadi pada malam hari antara jam 19.00 s/d jam 02.00 dini hari.

5.1 Kesimpulan

BAB 5

PENUTUP

Ikan Kerapu (Epinephelus sp) umumnya dikenal dengan istilah "groupers" dan merupakan salah satu komoditas perikanan yang mempunyai peluang baik dipasarkan domestik maupun padar internasional dan selain itu nilai jualnya cukup tinggi.

Kerapu macan termasuk kelompok ikan kerapu yang berharga tinggi. Jenis kerapu ini merupakan ikan asli Indonesia yang hidup tersebar di berbagai perairan berkarang di Nusantara. Selain di Indonesia, daerah penyebaran kerapu macan meliputi perairan di wilayah Indo-Pasifik.

Kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus) mempunyai bentuk badan yang pipih memanjang dan agak membulat, Mulut lebar dan di dalamnya terdapat gigi kecil yang runcing .

Ikan kerapu bentuk tubuhnya agak rendah, moncong panjang memipih dan menajam, maxillarry lebar diluar mata, gigi pada bagian sisi dentary 3 atau 4 baris, terdapat bintik putih coklat pada kepala, badan dan sirip, bintik hitam pada bagian dorsal dan posterior.

Habitat benih ikan kerapu macan adalah pantai yang banyak ditumbuhi algae jenis reticulata dan Gracilaria sp, setelah dewasa hidup di perairan yang lebih dalam dengan dasar terdiri dari pasar berlumpur.

Ikan kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus) bersifat Hermaprodit Protogini, yaitu perubahan kelamin dari betina dan menjelang dewasa akan berubah menjadi jantan, ikan kerapu mulai suklus reproduksinya sebagai ikan betina, kemudian akan berubah menjadi ikan jantan yang berfungsi masa interseks dan masa terakhir masa jantan.

Ikan kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus) merupakan hewan karnifora yang memansa ikan-ikan kecil, kepiting, dan udang-udangan, sedangkan larva merupakan memansa larva moluska. ikan kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus) bersifat karnifora dan cenderung menangkap/memangsa yang aktif bergerak di dalam kolam air.

Kerapu kertang merupakan salah satu jenis ikan kerapu yang mempunyai prospek pasar yang sangat cerah

Ikan kerapu kertang merupakan ikan karnivora

Kerapu kertang merupakan ikan yang hidup di samudra pasifik sampai hindia dan Indonesia timur

kerapu kertang dapat tumbuh secara optimal pada salinitas antara 30-33 ppt, dan suhu 24-31 o C, serta DO 3,5 ppm, pH 7,8-8,0.

Mengonsumsi produksi perikanan tangkap sangat bermanfaat untuk kesehatan karena kandungan protein yang tinggi,salah satu penyebabnya adalah meningkatnya devisa negara.yaitu meningkatkan nilai ekspor hasil perikanan.

Kerapu tikus ( Chromileptes altivelis ) hanya satu dari 46 spesies kerapu yang hidup di berbagai type habitat perairan laut.

Habitat aslinya kerepu tikus dikawasan terumbu karang diperaran dangkal hingga100 meter di bawah permukaan laut

Ciri morfologi panjang total 3,3 – 3,8 kali tingginya,panjang kepala satu perempat dari total panjangnya

Bentuk badan ikan kerapu tikus memanjang gepeng atau agak membulat,luasan antar pusat (kepala) cendrung cekung

Kerapu tikus merupakan hewan karnivora,pemakan ikan ikan kecil,kepiting,dan udang – udang.,ikan ini juga tanggap terhadap pakan buatan asalkan di latih terlebih dahulu,

Untuk merangsang pemijahan maka bak pemijahan dikondisikan / dimanipulasi dengan pasut dan suhunya.

Migrasai ikan adalah pergerakan perpindahan suatu tempat ke tempay ke tempat lain yang mempunyai arti penyesuaian pada kondisi alam yang menguntungkan.

Ikan bawal bintang (Trachinotus blochii) atau silver pompano harga jual kurang lebih uss 4 dolar.

Klasifikasinya meliputi = kerajaan : animal , filum : chordate, kelas :

actinopteygi, Ordo : perciformes , family : carangidae , genus :

trachinotus.

Bentuk badan bawal bintang agak oval , tinggi ,pipih,kepala dan badan seluruhnya putih keperakan dengan sedikit kekuningan. Sirip dada kehitaman,sirip perut putih,sirip punggung,sirip dubur&sirip ekor kuning kehitaman,mata relatife kecil,garis tengah mata lebih kecil dari pada panjang moncong tumpul.

Habitatnya diperairan pantai ,teluk dan daerah sekitar terumbu karang.

Makanan ikan bawal bintang antara lain udang,pemangsa ikan dan biota lainnya.

Tingkah laku ikan bawal bintang secara khusus merupakan ikan perenang cepat dengan bentuk tubuh gepeng yang membulat.

Tingkah laku migrasinya kedaerah indo-pasific,red sea and east Africa to the marshall island and Samoa,nourth to southern japan,south to Australia.

5.2 Saran Untuk praktikum tingkah laku ikan selanjutnya, kami berharap agar lebih tertib dan teratur lagi. Dan untuk selanjutnya agar lebih efektif lagi, terlalu banyak praktikan dan sedikitnya tenaga staff yang di wawancarai, membuat sebagian praktikan tidak memahami materi yang di jelaskan.

DAFTAR PUSTAKA

Ahmad. 2010. http//prospek usaha budidaya bawal bintang.com diakses pada tanggal 01 januari 2011 pukul 07.00 wib.

Akbar dan Sudaryanto, 2002. http://octopus39.blogspot.com/2002/ll/budidaya- ikan-kerapu-tikus. Html diakses pada tanggal 31 desember 2010 pada pukul 09.00 WIB.

Azhari. 2010. http//morfologi & fisiologi bawal bintang.com diakses pada tanggal 01 januari 2011 pukul 07.00 wib.

Budidaya laut

batam. 2010.http// budidaya bawal bintang.com diakses pada

tanggal 01 januari 2011 pukul 07.15 wib.

Dkp. 2010. http//bawal bintang.com diakses pada tanggal 01 januari 2011 pukul

07.20wib

Darwisito,

Suria.

2002.

STRATEGI

(Epinephelus sp). IPB

REPTODUKSI

PADA

IKAN

KERAPU

Dhoe, Silfeter Basi, dkk. 2007. KEBERHASILAN AWAL PEMBENIHAN KERAPU KERTANG: “Prospek Cerah di Masa Depan”

Evalawati et al, 2001. http://octopus39.bligspot.com/2001/ll/budidaya-ikan- kerapu-tikus. Html diakses pada tanggal 31 desember 2010 pada pkul 09.15 WIB.

Fishbase. 2010. http//gambar ikan bawal bintang.com diakses pada tanggal 01 januari 2011 pukul 07.25 wib.

Fishblog. 2011. TINGKAH LAKU PEMIJAHAN. http//: hobiikan.blogspot.com. diakses pada tanggal 1 Januari 2011 pada pukul 10.00 WIB

Horhoruwet, 2004. http://octopus39.blogspot.com/2004/ll/budidaya-ikan-kerapu- tikus. Html diakses pada tanggal 31 desember 2010 pda pukul 09.30 WIB.

Ikan kerapu, 2010. Presentasi tentang ikan kerapu bebek. Jakarta. 2010.

Iptek. 2010. http//balai budidaya lampung.com diakses pada tanggal 01 januari

2011 pukul 07.45 wib

Kerapu bebek, 2009. Pembesaran kerapu bebek. Jakarta 2009.

Kurniawan, Dedy. 2009. Yang Potensial Dibudidayakan Sea Farming Defishery. Wordpress.com. diakses pada tanggal 1 Januari 2011 pada pukul 10.12 WIB

Minjoyo, Herno, dkk. 2007. PENGELONDONGAN KERAPU KERTANG (Epinephelus lancelatus) DENGAN PADAT TEBAR BERBEDA DIBAK TERKENDALI

Nmaqhaenterprise, 2009. http://nmaqhaenterprise.blogspot.com /2009/02/ kerapu-tikus. Html diakses pada tanggal 31 desember 2010 pada pukul 10.00 WIB

Octopus 39, 2008. http://octopus39.blogspot.com/2008/ll/budidaya-ikan-kerapu- tikus. Html diakses pada tanggal 31 desember 2010 pada pukul 10.00 WIB Penebar swadaya. 2010.bawal bintang. gramedia : Surabaya

Rahmat.

2010.

http//tingkah laku khusus bawal bintang.com

tanggal 01 januari 2011 pukul 08.00 wib.

diakses pada

Scribs. 2010. http//ikan kerapu macan.com. diakses pada tanggal 01 januari

Scribd,

2011 Pukul 08.30 wib

2010.

http://www.scribd.com/kebijakan-internasional-migrasi-ikan.

Diakses pada tanggal 2 Januari 2011 pada pukul 10.00 WIB.

Ushare. 2011. Kualitas Air. ushare-ushare.blogdspot.com. diakses pada tanggal 3 Januari 2011 pada pukul 23.55 WIB

http ://fitripsp.blog.frindster.com. Di akses pada tanggal 27 Desember 2010, pukul 10.00 WIB

http ://myopera.com. Di akses pada tanggal 27 Desember 2010 pukul 10.15 WIB

http ://o-nlinenews.blogspot.com. Di akses pada tanggal 27 Desember 2010 pukul 10.20 WIB

http ://www.fkpa.50web.com. Di akses pada tanggal 27 Desember 2010 pukul

10.30 WIB

http ://www.googleimage.com. Di akses pada tanggal 27 Desember 2010 pukul

10.40 WIB

http ://www.iptek.net.id. Di akses pada tanggal 27 Desember 2010 pukul 10.50 WIB

http ://www.scribd.com. Di akses pada tanggal 27 Desember 2010 pukul 11.00 WIB

http ://www.warintek.ristek.go.id. Di akses pada tanggal 27 Desember 2010 pukul

11.15 WIB