Anda di halaman 1dari 2

Apa sih obat jiwa= obat-obatan yang bekerja pada syaraf otak dan digunakan untuk seseorang dengan

gangguan mental

Bagaimana dengan putus obat? Putus obat adalah pengentian penggunaan obatobatan jiwa tanpa persetujuan dokter yang member terapi dan dapat mengakibatkan pasien menjadi kambuh kembali. Apa saja penyebab putus obat? Pasien merasa bosan, keluarga kurang perhatian, pasien merasa sudah sembuh, takut efek samping obat,kurang motivasi, jarak rumah yang jauh dari rumah sakit.

TIDAK ADA YANG NAMANYA SEMBUH TOTAL PADA PASIEN JIWA, YANG ADA HANYA KONDISI TENANG.

Tanda dan gejala putus obat: mengamuk, gelisah, susah diatur, susah tidur, tidak mau makan, sering melamun, kembali mengoceh sendiri, kembali mendengar bisikan-bisikan, gemetar. Akibatnya apa saja? Pasien yang tadinya sudah tenang, mampu melakukan aktivitas sendiri tanpa dibantu menjadi kembali gaduh, gelisah, susah diatur, tidak tenang. Akhirnya menyulitkan keluarga sendiri.

Apa yang bisa dilakukan keluarga? Dalam membantu pasien minum obat keluarga harus mengingat prinsip 5 benar: Benar orang, benar obat, benar waktu, benar cara, benar dosis.

Contoh pemberian 3xsehari berarti setiap 8 jam sekali! (1 hari: 24 jam, berarti 24 jam dibagi 3 = 8 jam sekali!!)

Dan selalu ingat bahwa kita harus terus-menerus mengingatkan pasien untuk minum obat. Pastikan bahwa obatnya benar-benar tertelan, bila perlu obat diminum di hadapan kita dan periksa mulut dan bawah lidah.

Beri pujian apabila pasien mau minum obat.

Lingkungan yang bagaimana bisa mendukung? Ciptakan lingkungan rumah yang tenang dan harmonis, dukungan kuat dari seluruh anggota keluarga, komunikasi yang baik antar anggota keluarga, pemecahan masalah anggota keluarga secara musyawarah.

jangan lupa control ulang ke RS Jiwa terdekat, bila anda berada di luar kota/kabupaten maka diwajibkan control ulang minimal tiap 1 bulan sekali. Bila anda di dalam kota, maka wajib control ulang minimal tiap 2 minggu sekali.