Anda di halaman 1dari 6

Organisasi File Multi Ring

Enjella Melissa Nababan (13510109); Okaswara Perkasa (13510051); Yulianti Oenang (13510059) Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung 40132, Indonesia 13510109@std.stei.itb.ac.id; 13510051@std.stei.itb.ac.id; 13510059@std.stei.itb.ac.id

Abstrak

1. Pendahuluan

Multiring merupakan cara pengorganisasian file berdasarkan atribut yang sama. Keunggulan pengarsipan data dengan metode multirig adalah dapat mempunyai sejumlah kategori record yang berbeda dan metode pengorganisasian file lebih efisien jika dibandingkan dengan metode yang lain. Kata kunci : multi ring, positionto, read, read net, write, update, delete, reorganization, sequential file.

Dewasa ini, basis data semakin banyak digunakan pada berbagai bidang. Kebutuhan akan pemanfaatan pengorganisasian data pun semakin berkembang. Oleh karena itu, teori mengenai pengorganisasian file data harus terus dikembangkan agar semakin optimal dan sesuai dengan kebutuhan. Makalah ini membahas mengenai salah satu cara pengorganisasian data pada basis data, yaitu multiring. Pembahasan yang dimuat meliputi pengertian, struktur, operasi-operasi dasar, contoh kasus, dan pembandingan terhadap metode sequential dengan menggunakan contoh kasus.

2. Pengertian Multi Ring

Multiring adalah cara pengorganisasian file yang setiap recordnya memiliki sejumlah pointer yang menyatakan record selanjutnya untuk suatu pengkategorian tertentu. Kategori yang diberikan adalah atribut dari record-record yang memiliki kesamaan. Atribut tersebut akan menjadi suatu record khusus yang disebut dengan header. Header akan memiliki pointer yang menunjuk pada record pertama untuk kategori tersebut.

Halaman 1

Selanjutnya, record pertama akan menunjuk pada record selanjutnya. Begitu seterusnya hingga record terakhir menunjuk header kembali. Jika digambarkan, maka hubungan antar record ini akan membentuk suatu ring.

ess data

ter by NIM apa5 1 xyz1 8 abc0 9

ter by Nam a abc0 9 apa5 1 xyz1 8

456 123 789

Karpid ol Kelpet Sule

xyz18 abc0 9 apa5 1

gbr. ring record

Ring yang dibuat dapat memiliki beberapa tingkatan, tidak harus selalu satu tingkat saja. Dengan menggunakan banyak tingkatan, record yang dibuat tidak hanya dapat diakses berdasarkan suatu kategori saja, namun juga sejumlah sub-kategori. Karena itulah pengorganisasian file ini dinamakan multiring, karena jika digambarkan, hubungan antar recordnya seperti sejumlah gelang yang saling terhubung satu sama lain.

gbr. Tabel 1

3. Operasi pada Muti Ring 3.1 Position-to

Address data adalah tempat record berada. Pointer by NIM adalah next record dari data sebelumnya berdasarkan NIM secara ascending. Pointer by Nama adalah next record dari data sebelumnya berdasarkan Nama secara ascending. Jika pengguna ingin mencari data berdasarkan NIM, record yang dimiliki oleh Kelpet akan menjadi header dari ring NIM. Begitu pula dengan nama. Jika pengguna ingin mencari data berdasarkan Nama, record yang dimiliki oleh Karpidol akan menjadi header dari ring Nama.

Position-to adalah proses pencarian data yang dilakukan dengan cara memasukkan keyword dari sebuah atribut yang ingin dicari dan menghasilkan address tempat data berada. Pada organisasi file multi ring, postion-to dilakukan dengan cara mencari ring yang tepat dengan terlebih dahulu memastikan posisi array berpointer sesuai dengan data yang ingin dicari. Misalkan : Kita ingin mencari posisi data denga NIM 789 dari table berikut.

Yang pertama dilakukan adalah masuk ke dalam pointer by NIM. Dari penjelasan di atas, diketahui header yang berisi alamat tempatnya berada. Kemudian melihat data yang ditunjuk oleh address header. Jika sesuai, alamat data akan diketahui. Jika tidak, system akan masuk ke alamat berikutnya berdasarkan pointer yang ditunjukkan oleh field saat itu. Dari table di atas, diketahui address yang akan dihasilkan adalah apa51. 3.1 Read

Halaman 2

NI

Nama

addr

poin

poin

Read adalah proses pencarian data yang dilakukan dengan cara memasukkan keyword dari sebuah atribut yang ingin dicari dan menghasilkan record dari data yang dicari. Prosesnya sama dengan operasi position-to akan tetapi pada operasi read dihasilkan record. Berdasarkan table 1, jika yang ingin di-read adalah NIM 789, hasil yang akan ditampilkan adalah :

gbr. Tabel 3

3.1 Write Write adalah memasukan sebuah record ke dalam database. Dengan melakukan operator write, secara otomatis pointer by sesuatu akan berubah urutannya. Misalnya saja kita ingin menambahkan data seorang mahasiswa Informatika dengan keterangan sebagai berikut : Nama: Lolicup NIM : 888

78 9

Sule

apa5 1

abc0 9

xyz1 8

gbr. Tabel 2

3.1 Read-Next Read-Next adalah proses pencarian data selanjutnya yang dilakukan dengan cara memasukkan keyword dari sebuah atribut yang ingin dicari dan menghasilkan record dari next data yang dicari. Misalkan data awal yang dicari adalah NIM 789 sesuai dengan table 1, hasil yang akan ditampilkan dengan menggunakan opersi read-next adalah :

Saat record ini dimasukkan ke dalam database, record akan memiliki address data. Dalam permasalahan ini, kita asumsikan saja address data dari record baru itu adalah yoi69. Dengan memasukkan record, tabel 1 berubah menjadi sebagai berikut :

NI M

Nama

addr ess data

poin ter by NIM xyz1 8 apa5 1 yoi69 abc0 9

poin ter by Nam a abc0 9 yoi69 apa5 1 xyz1 8

456 123

Karpidol Kelpet Sule Lolicup

xyz1 8 abc0 9 apa5 1 yoi69

12 3

Kelpet

abc0 9

xyz1 8

apa5 1

789 888

gbr. Tabel 4

Halaman 3

Penggunaan operator mempengaruhi urutan pointer by NIM dan pointer by Nama seperti yang terlihat di dalam tabel 4 di atas. 3.1 Update Update adalah operator yang digunakan untuk mengubah field data dan menghasilkan data yang

sudah diperbaharui. Peng-update-an database dapat mempengaruhi urutan point by sesuatu. Misalnya diketahui terjadi kesalahan pengetikan nama pada NIM 888. Nama yang benar adalah Mutan. Dengan pelakukan update, table 2 akan menjadi sebagai berikut :
NI M Nama addr ess data poin ter by NIM xyz1 8 apa5 1 yoi69 abc0 9 poin ter by Nam a abc0 9 yoi69 apa5 1 xyz1 8

gbr. Tabel 5

Dapat dilihat bahwa dengan melakukan update, urutan pointer by Nama menjadi berubah. Update dapat dilakukan pada beberapa field sesuai dengan yang ingin diperbaharui. 3.1 Delete Delete adalah proses menghapus satu atau beberapa record dengan cara menandai record yang ingin dihapus. Dengan pengertian tersebut, record hanya diberi tanda dan masih ada di dalam database. Record akan dihapus dari database setelah melakukan reorganisasi file. Misalnya record dengan NIM 123 pada Tabel 5 ingin dihapus, maka setelah melakukan delete, tabel menjadi sebagai berikut:

456 123 789 888

Karpidol Kelpet Sule Mutan

xyz1 8 abc0 9 apa5 1 yoi69

NI M

Nama

addr ess data

poin ter by NIM xyz1 8 apa5 1 yoi69 abc0 9

poin ter by Nam a abc0 9 yoi69 apa5 1 xyz1 8

456 123 789 888

Karpidol Kelpet Sule Mutan

xyz1 8 abc0 9 apa5 1 yoi69

Halaman 4

gbr. Tabel 6

Reorganization file Reorganisasi file adalah perombakan atau penyusunan kembali database. Pada operasi reorganisasi file, data yang telah ditandai pada operasi delete dihilangkan atau dihapus dari
3.1

database yang di reorganisasi. Misalkan reorganisasi file dilakukan terhadap contoh table 6. Setelah melakukan reorganisisi file, table yang telah disusun kembali menjadi sebagai berikut ini:
NI M Nama addr ess data poin ter by NIM apa5 1 yoi69 xyz1 8 poin ter by Nam a yoi69 apa5 1 xyz1 8

menempati urutan berikutnya. Sequential file diakses secara bebrurutan dari record pertama sampai record terakhir. Pembacaan data juga dilakukan dengan cara berurutan sampai data yang dimaksud ditemukan. Kelebihan dari sequential file adalah pengarsipan dilakukan dengan cara yang sederhana, kesederhanaan pengaksesan menjadikan proses ini efisien ketika laju keaktifan tinggi, dan media file yang dipergunakan untuk menyimpan data murah. Kelemahan dari sequential file adalah memerlukan waktu yang lama dalam memperbaharui data karena semua transaksi rekaman terurut hanya berdasarkan kunci rekaman saja. Dibandingkan dengan Multiring, keunggulan yang didapatkan adalah dapat mempunyai sejumlah kategori record yang berbeda, metode pengorganisasian file lebih efisien. Sedangkan kelemahannya adalah dalam desain dasar ring, ketika sebuah record diambil berdasarkan kombinasi kata kunci yang tidak sesuai dengan desain, pencarian hasilnya menjadi lebih sulit dilakukan. Contoh sistem yang cocok untuk metode multi ring adalah pendataan statistik penduduk di daerah rawan bencana, seperti bencana gunung meletus. Jika menggunakan metode multi ring, data keberadaan tempat tinggal penduduk di daerah x yang rawan bencana akan lebih mudah dan lebih cepat dilakukan. Sedangkan dengan menggunakan metode sequential , pencarian data Halaman 5

456 789 888

Karpidol Sule Mutan

xyz1 8 apa5 1 yoi69

gbr. Tabel 7

4.

Aplikasi Multi Ring

Pengorganisasian file dengan Multi Ring merupakan metode tata susun file yang cukup efisien dibandingkan dengan metode lainnya karena sebuah subset dalam Multiring file digambarkan sebagai sebuah grup record yang terdiri dari nilai atribut. Metode ini digunakan dalam banyak system database. Contoh pemanfaatan metode Mulri Ring adalah pendataan statistik penduduk di daerah rawan bencana. Saat terjadi bencana gunung meletus, pengevakuasian perlu dilakukan dengan efektif dan efisien sehingga tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
5.

Sequential vs Muti Ring

Sequential file adalah file dengan pengorganisasian urut. Data diurutkan berdasarkan urutan pemasukan data sehingga data yang ditambahkan selalu

keberadaan tempat tinggal penduduk di daerah x yang rawan bencana membutuhkan waktu yang lebih lama karena pencariannya dilakukan satu per satu dari data awal sampai data akhir.

6.

Daftar Pustaka

[1] http://tatikulfa.blogspot.com/ [2] http://infolab.stanford.edu/pub/ gio/dbd/acm/chap03.pdf

Halaman 6