Anda di halaman 1dari 6

Quota Alief Sias / 18008009 Jenis Lampu Secara Umum : 1.

Incandescent Lamp (Lampu Pijar) Tipe lampu ini merupakan tipe lampu yang paling akrab di telinga. Umurnya pun paling tua. Hingga sekarang, lampu ini masih banyak digunakan karena harganya relatif murah. Cahaya dari lampu pijar biasanya berwarna kuning. Cahaya tersebut berasal dari pembakaran filamen di dalam bola lampu kaca. Lampu pijar mampu bertahan hingga 1.250 jam, usianya paling pendek di antara tipe-tipe lampu lainnya. Selain itu, lampu pijar juga menggunakan energi listrik yang cukup besar. Itulah sebabnya, ia dikategorikan juga sebagai lampu yang boros energi. Di Indonesia dalam hal ini lampu incandescent lebih dikenal sebagai lampu tungsram. Cara kerjanya adalah listrik dialirkan pada filamen, terjadi pemanasan sehingga menghasilkan cahaya. Lampu ini tidak efisien, karena 90% dari energi menjadi panas. 2. Lampu Halogen Lampu halogen adalah lampu incandescent dengan filamen terbungkus gas halogen. Pada umumnya, lampu halogen memiliki warna cahaya kekuningan. Namun, ada pula yang berwana putih. Meski mirip dengan lampu pijar, yang sama-sama memiliki cahaya berwarna kuning, namun lampu halogen lebih tahan lama. Warna yang dihasilkan pun lebih bagus. Lampu halogen menghasilkan panas tinggi, oleh karena itu Anda harus berhati-hati jika menyentuh permukaannya. Usia pakai lampu halogen biasanya mencapai 2.000 jam. 3. Fluorescent Lamp (Lampu Neon) Lampu fluorescent atau lampu neon, sering juga disebut dengan lampu TL. Cahayanya berwarna putih, menjadikannya lebih terang dibandingkan lampu pijar biasa. Sifat cahayanya yang terang membuatnya banyak diaplikasikan sebagai general light pada sebuah ruangan. Memasangnya untuk menerangi area kerja di dapur juga cukup baik. Dengan penerangan yang sama, lampu CFL menggunakan energi yang lebih sedikit. Lampu ini tergolong lampu yang hemat energi dan tahan lama, karena kemampuannya bertahan hingga 10.000 jam. Namun, lampu TL ini tidak cocok dijadikan lampu aksen atau spotlight. Sebab cahaya putihnya tidak dapat memantulkan warna asli objek yang diteranginya. Cara kerjanya adalah \ listrik digunakan untuk 'excite mercury vapor'. Mercury menyebabkan cahaya ultraviolet gelombang pendek memproduksi cahaya dari fluoresce phospor. 4. LED Lamp (Lampu LED) Lampu LED, menggunakan Light Emitting Diode sebagai sumber cahaya. Beberapa keunggulan lampu LED: y Efisiensi yang tinggi: 100 lumen/ Watt. y Ketahanan tinggi, tidak mudah pecah. y Kecil, daya tahan + 50.000 jam y Bebas Mercury ataupun Halogen, tidak seperti lampu fluorescent ataupun lampu halogen - HID. [1][2] Sebelas Fakta Mengapa Lampu LED Lebih Baik Daripada Lampu Fluorescent Pernahkan anda mempertimbangkan "Mengapa saya dapat mulai memakai LED untuk pencahayaan di rumah dan tempat kerja?" Berikut ini adalah sebelas fakta yang dapat membantu anda menghapus keraguan-keraguan tentang LED.

1. Efisiensi Energi Dalam istilah kendaraan, sejak lama orang menggunakan KM/Liter atau Mile/Gallon untuk menunjukkan seefisien apa kendaraan mereka. Hal ini mirip dalam sistem pencahayaan, anda mempunyai "Lumens/Watt". Untuk setiap Watt listrik yang kita pakai, Lumens(1) dari lampu LED sekitar 50 sampai 80 persen lebih tinggi daripada lampu fluorescent. Alasan di balik fakta ini adalah karena LED tidak menggunakan listrik terlalu besar (untuk memanaskan kawat pijar). Logikanya ketika lampu fluorescent dialiri listrik, ke mana energi tersebut pergi? Jawabannya adalah menjadi cahaya atau/dan panas. Hal sebaliknya, LED dapat mengubah sebagian besar tenaga listrik yang digunakan untuk menjadi cahaya. Apakah LED hanya salah satu strategi marketing dari produk hemat energi? Jwabannya adalah tidak. Karena LED pada dasarnya benar-benar efisien dalam pemakaian energi, orang-orang tidak perlu diyakinkan lagi. Mereka hanya perlu mengetahui, mencobanya, dan merasakan efeknya. 2. Konsumsi Pemakaian Listrik yang Rendah Saat ini produk paling hemat energi adalah sang pemenang. Kami tidak akan mengganti sistem penerangan jika pengeluaran yang dipakai tetap sama besar dengan sebelumnya. Jika hal ini juga adalah pertimbangan anda seperti kami, maka LED adalah jawabannya. Ketika kita melakukan perbandingan dengan kondisi yang sama, lampu LED mempunyai tingkat terang sebanyak dua kali lampu fluorescent. Perbandingan ini dengan kondisi lingkungan yang sama dan menggunakan jumlah tenaga listrik yang sama pula. Pada akhirnya ketika kita menggunakan setengah dari tenaga yang ada pada lampu LED, Lumens-nya baru dapat turun menjadi setara rivalnya. Mari melakukan eksperimen. Dalam sebuah ruangan terdapat 16 buah lampu fluorescent 40W. Karena efisiensi LED lebih besar, maka kita dapat menggantinya dengan 16 buah lampu LED 15W dengan tingkat terang tetap sama seperti sebelumnya. Perbedaannya adalah 25W per-buah-nya dan kami merasakan waktu membayar tagihan listrik. Silahkan menggunakan ROI Calculator yang telah disediakan untuk menghitung investasi anda ketika berpindah ke LED. 3. Masa Hidup yang Panjang Bagaimana membuktikan bahwa memang dapat berumur panjang? Jawabannya cukup sederhana, "Lihat perangkat elektronik yang anda pakai". Karena hampir semua peralatan elektronik sudah memakai LED, maka cukup mudah untuk melihat sebrapa lama masa hidup LED yang sebenarnya. Meskipun peralatan elektronik yang kita gunakan sudah habis umurnya, LED yang menempel padanya adalah komponen terakhir yang akan rusak dan itulah mengapa teknologi pencahayaan dan display beralih ke LED. Mari lihat produk lampu jalan LED. Perkiraan masa hidupnya adalah 50.000 jam rata-rata. Setelah akhir dari masa hidupnya, lampu tersebut masih mempunyai Lumens sebesar 50%-70% yang berarti lampu tersebut tidak mati sepenuhnya, tapi tetap menyala dengan tingkat terang yang berkurang! 4. Low Maintenance A LED lamp consists of some components such as the housing, power supply, and the LED itself. The concerning aspects are electricity and surrounding temperature. As long as the electricity is stable and in good voltage, it's practically no maintenance work to be done. How about the heat from surrounding area (for outdoor lighting)? When you notice it, the development of the housing is quite impressive. The heat won't break down the LED because the air circulation is well thought (see SL-120 Series). Maintenance to be done is only cleaning its housing from dust when it's outdoor. Therefore our favourite quote of LED installation is, "Fit and Forget".

5. Brightness / Lumens For lighting and display screen, brightness is one of the main priorities to consider. LED, as it proofs itself, is the product in market that we could expect the brightness twice with the same power. For technical testing you could just come by to our office and we'll gladly welcome you. 6. Color The early LED was red-color only. After long history of development, other colors are purely claimed. The applications of this colored LED vary from display sceen to lighting. 7. Heat LED don't produce heat in the form of radiation, which makes fluorescent lamps hot to touch. The absence of heat radiation let the environment temperature to be cooler and in the end no damage to the goods it light up (eg: for food or textile illumination) However, LED still produce heat at the semiconductor within the device even in small amount. So without very efficient thermal management and heat sinking system, this would cause the temperature inside LED to rise, which causes the LED characteristics to change and damage may occur. 8. Environment/Health Friendly As you know, fluorescent lamp use gas such as sodium, neon, argon, or mercury. These kind of gas support the burning of the filament to produce light. The gas is hazardous, flameable, and obviously not environmentally friendly. Moreover when the bulb is break down, the gas spread over. In the contrary, LED don't contain such things and could be safely recycled. 9. Small Form Factor LED are very small. Their small and high brightness factor have enabled significant market advancement. The obvious example is in mobile phone handsets, where blue, green and white LEDs are now used in most models to backlight keypads and liquid-crystal display (LCD) screens. Then, can you imagine how big your handphone if they don't use LED? 10. Instantaneous Switch On LED don't come with start-up time. When you switch it on, it's on directly. How about the brightness? it reach full brightness also in immediate way. This is useful when installed for brake lamp, traffic light, etc. 11. Worry Less Reliability Wanna try to shake your conventional fluorescent lamp at home to proof it reliability? I just say don't! Remember that it contains gas inside and flameable. the you could compare it to LED. This time you can safely shake your handphone and see what happen to the LED. Nothing! it still works like usual. Another experiment is to switch on your lamp, switch off, turn down the power, turn up again, do it many times. you'll see the difference in no time. LED is working in wide range of power. You could get dimmer light or very bright light as you wish with one lamp using LED. [3] LED Lamp vs CFL Keunggulan dan kelemahan lampu LED sama dengan yang terdapat pada LED itu sendiri. Namun, manfaatnya terasa dalam menekan pemanasan global dan mengurangi emisi karbon dunia. Lampu ini berasal dari bahan semikonduktor, jadi tidak diproduksi dari bahan karbon. Bila lampu LED digunakan di seluruh dunia, total energi listrik untuk penerangan dapat berkurang hingga 50%. Selisih emisi karbon yang dihasilkan dunia bisa mencapai 300 juta ton per tahunnya.

Faktor penting yang menjadi pertimbangan bagi masyarakat adalah harga. Seberapa mahalkah total biaya untuk jenis lampu LED? Mari kita bandingkan antara lampu Osram Compact Fluorescent 13W Mini Twist dengan CC Vivid Plus 36 LED 2,5W. Lampu Osram berusia hingga 8 ribu jam, sedangkan lampu Vivid dapat bertahan hingga 60 ribu jam. Compact Fluor. 13W CC Vivid Plus 36 Mini Twist LED 2,5W Usia maksimal 8 ribu jam 60 ribu jam 1 450 ribu 150 kWh 105 ribu 555 ribu Jumlah bohlam dalam 60 7,5 ribu jam Biaya bohlam (perkiraan 7,550 ribu = 375 ribu dalam rupiah) Energi (selama 60 ribu jam) 780 kWh Biaya listrik (Rp700/kWh) 546 ribu Total biaya (Rp) 921 ribu

Melihat perhitungan pada tabel di atas, kita bisa berhemat sampai Rp366 ribu dengan 1 lampu LED. Memang bukan perbedaan yang terlalu besar. Namun untuk menekan pemanasan global, hal sekecil apapun dapat membawa perubahan besar. Lampu LED memiliki lifespan lebih dari 35.000 jam, bandingkan dengan lampu CFL (Compact Fluorescent Lamp) yang hanya sekitar 6.000 jam. Perhatikan kotak lampu CFL, umumnya ditulis dengan pemakaian 4 jam sehari (jam 6 malam - jam 10 malam) lampu CFL tahan lebih dari 4 tahun (4 tahun x 365 hari x 4 jam = 5840 jam. Berarti dengan perhitungan yang sama Lampu CFL akan tahan 24 tahun. Sekarang dari segi harga, harga Lampu CFL kualitas bagus 8 Watt adalah sekitar Rp. 28,000. Harga lampu LED 3 Watt adalah sekitar Rp. 120.000. Jadi harga lampu LED kurang lebih 4 kali lipat lebih mahal dibandingkan dengan lampu CFL sedangkan daya tahan lebih lama 6 kali. Lampu LED menggunakan daya listrik yang lebih kecil. Lampu CFL 8 Watt setara dengan lampu LED 3 Watt. Standar lampu CFL yang efisien memiliki 14 - 17 Lumens / Watt (Lumens adalah ukuran cahaya oleh mata manusia). Lampu LED memiliki 60 - 100 Lumens / Watt. Dengan lampu LED 3 Watt x 60 Lumens = 180 Lumens, 8 Watt CFL x 17 Lumes = 136 Lumens. [4] [5]

Lampu LED dapat menghemat energi ? Bisa Iya bisa Tidak Dilihat dari konsumsi energi-nya, maka pemakaian lampu LED mampu menekan biaya listrik karena LED merupakan jenis lampu paling hemat energi yang saat ini ada di pasaran, tapi hal ini tidak serta merta pemakaian lampu LED cukup feasible untuk semua keperluan system penerangan kita. Study kasus 1: Sebuah pabrik garment yang yang membutuhkan penerangan 20 jam perhari akan melakukan penggantian 1000 unit lampu TL Biasa ukuran 40 watt 120 cm dengan Lampu TL LED. Harga Lampu LED saat ini adalah Rp. 550.000/ Unit. Ini berarti untuk melakukan penggantian terhadap 1000 unit lampu tersebut dibutuhkan investasi paling sedikit: Rp. 550.000.000!!!!!! Apakah langkah ini cukup feasible?

Mari kita coba analisis feasibility-nya: 1. Harga 1000 unit Lampu LED = Rp. 550.000.000,2. Perbandingan Konsumsi LIstrik antara Lampu TL biasa dengan LED adalah sbb: - Untuk Lampu TL Biasa: 1000 x 40 watt x 20 jam = 800Kwh/ hari Jika tarif per Kwh untu8k industri = Rp. 900, maka dalam setahun tarif listrik yang harus dibayar adalah: 800 x 900 x 365 = Rp. 233.600.000 - Untuk Lampu TL LED: 1000 x 15 watt x 20 jam = 300Kwh/ hari Jika tarif per Kwh untu8k industri = Rp. 900, maka dalam setahun tarif listrik yang harus dibayar adalah: 300 x 900 x 365 = Rp. 87.600.000 Selisih tarif dalam 1 tahun = Rp. 233.600.000 Rp. 87.600.000 = Rp. 146.000.000,Sekarang kita hitung ROI-nya sbb: Dengan pemakaian selama 20 Jam perhari dan 365 hari pertahun, maka ROI dari Investasi penggantian Lampu Tl biasa menjadiu Tl LED akan mencapai BEP dalam waktu 3, 8 Tahun ( Rp. 550.000.000/ 126.000.000) Jika Umur LED diasumsikan mencapai 8 tahun maka Total efisiensi setelah tercapainya BEP sampai LED rusak adalah sebesar Rp. 618.000.000, Hitungan diatas NAMPAK menarik, tapi anda harus hati hati karena hitungan tersebut menggunakan parameter yang diambil dari system penerangan dalam industri yang membutuhkan system penerangan 20 jam perhari. Artinya: jika Aplikasi LED untuk kebutuhan Rumah tangga dimaksudkan untuk tujuan efisiensi biaya, maka hal tersebut tidak akan anda dapatkan, karena rata rata pemakaian lampu dalam rumah tangga tidak lebih dari 10 jam perhari. Kesimpulan: - Untuk saat ini aplikasi LED dengan tujuan efisiensi biaya listrik hanya feasible jika durasi pemakaian listrik perhari lebih dari 15 Jam perhari. Pengelola industri yang beroperasi dengan sistem penerangan diatas 15 jam, sangat direkomendasikan untuk bermigrasi ke system LED, karena selain hemat listrik untuk penerangan, LED yang tidak menimbulkan panas juga memberikan pengaruh besar pada pemakaian listrik system Air Conditioner (kerja AC lebih ringan). - Untuk kebutuhan rumah tangga, kami belum merekomendasikan penggunaan LED jika tujuannya adalah untuk efisiensi biaya listrik. Anda nampaknya harus bersabar dalam 3 atau 5 tahun mendatang, dengan harapan harga LED semakin terjangkau. Studi kasus 2. LED STREET LIGHT / LAMPU PENERANGAN JALAN UMUM ( P J U ) Migrasi system penerangan jalan umum dari system lampu konvensional berbasis lampu Pijar / Halogen dan lampu TL Fluorescent menjadi system Lampu berbasis LED merupakan pilihan bijak dalam rangka penghematan energy listrik. Berikut ini analisis biaya / Investasi yang diperlukan untuk proses penggantian lampu PJU dari system konvensional menjadi LED dan analisis R O I nya. A. Perbandingan daya listrik antar jenis lampu penerangan untuk level penerangan sebear 1900 Luments adalah sbb: 1. Lampu Pijar / Incandescent Lamp = 200 Watt 2. Lampu TL / Fluorescent Lamp = 60 Watt 3. Lampu LED = 19 Watt Jika PJU ini menyala selama 10 Jam perhari maka konsumsi daya masing masing lampu dalam setahun dapat dihitung sbb: 1. Lampu Pijar = 200 Watt x 10 jam x 365 = 730Kwh = Rp. 584.000/Tahun 2. Lampu Tl = 60 Wat x 10 jam x 365 = 219 Kwh = Rp. 175.200/Tahun 3. Lampu LED = 19 watt x 10 jam x 365 = 69,35Kwh = Rp. 55.480/Tahun

Kita asumsikan jumlah Lampu PJU di Kota Madiun ada 2000 Lampu PJU dari Jenis Lampu Pijar Halogen 200 Watt, maka efisiensi biaya yang dapat dicapai adalah sbb: Efisiensi biaya listrik per-unit PJU = Rp. 584.000 55.480 = Rp. 528.520/Tahun Efisiensi biaya listrik untuk 2000 unit Lampu PJU = Rp. 528.520 x 2000 = Rp. 1.057.040.000/Tahun Catatan: Tarif Listrik diasumsikan Rp. 800/Kwh. Investasi penggantian 2000 Unit Lampu PJU dari model Halogen 200 Watt menjadi LED 19 Watt adalah sebesar Rp. 3.750.000 x 2000 = Rp. 7.500.000.000 ANALISIS RETURN ON INVESTMENTS dan TOTAL EFISIENSI: Dengan selisih tarif antara Lampu halogen 200 Watt dengan LED sebesar Rp. 1.057.040.000/Tahun, maka BEP akan tercapai dalam waktu 6,6 Tahun. Dari Estimasi umur lampu 10 Tahun, maka total efisiensi selama penggunaan Lampu LED ini adalah sebesar Rp. 3.57 Milyard atau sekitar Rp. 357 Juta per tahun. Detail informasi harga dan analisis ROI silahkan menghubungi saya di 0818 0410 0661 atau kunjungi : http://indonetwork.co.id/indrajaya_instrument Salam Kurniadi Studi kasus 3. Ternyata ada perbedaan kemampuan memancarkan sinar atau jarak Intensitas cahaya lampu LED dengan TL: *** Lampu LED mempunyai jarak pancar / intensitas lebih rendah dibandingkan dengan lampu TL. *** Contoh kasus: Pada 24 pcs lampu LED yg telah dirangkai dalam satu lingkaran (seperti yg sering kita jumpai di pasar / toko2 electronic, sekilas memang nampak terang benderang, tetapi coba jika kita gantungkan pada jarak 2.5m 3m (setinggi plafon/eternit rumah kita), maka radius dan kemampuan intensitas yg dihasilkan lampu LED tsb tidak akan maksimal untuk dapat digunakan membaca / belajar dengan baik. Sedangkan pada Lampu TL 18 W yang diletakkan pada jarak yang sama 2.5m 3m saya rasa akan terasa jauh lebih baik dalam memancarkan intensitas nya daripada lampu LED. Dipandang dari segi HEMAT ENERGI dan DURASI itu sangat benar, lampu LED memang lebih unggul, tetapi dari kemampuan daya pancar / intensitas saya rasa terdapat banyak perbedaan. Seiring dengan waktu mungkin nanti ada diantara anak bangsa kita / pembaca yg dapat mendevelop kinerja lampu LED agar lebih Optimum / Maksimal, dengan melakukan percobaan2 / experiment, mencoba meng-compare lampu LED dengan Reflector atau bermain dengan motif / pattern / laminasi dan ketebalan cover kaca LED itu sendiri, atau dengan cara yg lain dan tentunya ini akan sangat berpengaruh terhadap hasil intensitas pencahayaan nya. Kita hanya dapat berharap semoga penemuan & rekayasa yang ada dinegeri kita dapat berguna bagi orang banyak (rakyat). Bukan hanya bagi segelintir / sekelompok orang saja. Wassallam Bambang Sudyanto [6]

Referensi [1] http://www.panelsurya.com/index.php/id/-lampu/komparasi-lampu-led-fluorescent-incandescent [2] http://jatwiyono02.blogspot.com/2009/08/lampu-pijar-vs-lampu-neon-jenis-jenis.html [3] http://eseled.com/in/artikel/62-led-vs-fluorescent-lighting.html [4] http://www.panelsurya.com/index.php/id/online-shop/solar-panel/lampu-led-3-watt-ac-bn120 [5] http://indoled.host56.com/1_8_Keuntungan-lampu-LED.html [6] http://www.otakku.com/2008/04/12/we-love-led-lights/