Anda di halaman 1dari 1

Safety Kilang Minyak RU IV Cilacap PERTAMINA

PT Pertamina memiliki safety statement yang dijunjungnya dari jajaran top management. Safety statement ini berbunyi: Pertamina menjamin semua pekerja dan mitra untuk bekerja dengan aman dan dapat Selamat kembali kepada keluarga di rumah. Safety Statement ini berarti bahwa keselamatan adalah prioritas utama yang tidak dapat diabaikan selain pencapaian-pencapaian lain dalam hal produksi dan pemasaran.

Kilang minyak Pertamina Cilacap adalah salah satu kilang minyak yang memiliki green belt yang membatasinya dengan kawasan kota Cilacap untuk menjaga keamanan. Green belt ini berfungsi untuk membatasi daerah kilang dan kawasan perkotaan Cilacap serta menyangga jika ada peristiwa berbahaya. Sementara itu di dalam area kilang, Pertamina sudah menerapkan kebijakan security dan kawasan bebas asap rokok untuk menjaga safety. Setiap kendaraan dari luar atau pun dari dalam pabrik yang berkepentingan untuk masuk akan diselidiki dahulu oleh petugas keamanan di gate kilang demi memastikan dipatuhinya aturan kemanan dan dikenakannya alat pelindung diri di dalam area kilang. Selain itu, di dalam kilang aturan kawasan bebas asap rokok juga sudah diberlakukan karena api rokok dapat menyebabkan resiko kebakaran dan ledakan yang sangat berbahaya dalam kawasan kilang. Sementara itu, jika ditinjau rekam jejaknya, Pertamina Cicalap memiliki catatan buruk dalam keselamatan kerja. Tercatat ada 4 kebakaran terjadi dalam 4 tahun terakhir. 9 Maret 2008, pipa kilang minyak Pertamina Cilacap terbakar karena alat pendingin meledak saat dibersihkan. Kebakaran tersebut menewaskan dua pekerja. Pada 3 Juni 2009, kilang penyulingan minyak Pertamina Cilacap terbakar akibat kebocoran di Kilang Fuel Oil Complex (FOC) II unit B. Lalu pada 24 Januari 2010, Kilang minyak Cilacap mengalami gangguan letupan sesaat. Selanjutnya 2 April 2011, Tangki bahan bakar premium kilang minyak di Kompleks I Pertamina Unit Pengolahan IV Cilacap terbakar. Selain itu, 13 September 2011, 7 pekerja jatuh ke bak penampungan lumpur minyak dan mengakibatkan 3 pekerja tersebut meninggal dunia. Faktor keselematan bukan hanya terletak pada aspek hardware, tapi juga membutuhkan sistem penanggulangan preventif yang harus mampu menyentuh motivasi dan mengubah budaya kerja para pekerja agar menjadi lebih waspada, disiplin, dan lebih berhatihati dalam bekerja.