Anda di halaman 1dari 7

I.

Kista Ovarium Kista adalah kantong berisi cairan atau setengah cair, udara, cairan kental atau

nanah, dapat tumbuh di mana saja dan jenisnya bermacam-macam. Ovarium adalah salah satu organ reproduksi pada wanita yang berfungsi menghasilkan ovum (sel telur). Tempat pematangan sel telur juga terjadi di bagian ovarium. Ovarium juga mensekresikan hormonhormon penting, seperti estrogen dan progesteron yang berperan dalam pengaturan siklus menstruasi. Wanita mempunyai sepasang ovarium berupa kelenjar berbentuk biji buah kenari yang terletak di kanan dan kiri uterus (rahim). Sepasang ovarium dapat menghasilkan 300.000 sel telur. Dari hasil penelitian, diketahui ada dua hormon yang penting untuk fungsi penuh ovarium yaitu FSH (Follicle-Stimulating Hormone) dan LH (Luteinizing Hormone). Sehingga dapat dikatakan, kista ovarium adalah kantong yang berisi pengumpulan cairan yang terjadi pada indung telur atau ovarium. Kista ovarium sering terjadi pada wanita di masa reproduksinya. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan bahwa kista ovarium dapat terbentuk kapan saja, antara masa pubertas sampai menopause, bahkan selama kehamilan. Akan tetapi, kista biasanya dapat mengecil atau hilang dengan sendirinya setelah wanita memasuki masa menopause karena menurunnya aktivitas ovarium. Kista ovarium terbentuk dari berbagai macam sebab. Penyebab inilah yang nantinya akan menentukan tipe dari kista. Sebagian besar kista terbentuk karena perubahan kadar hormon yang terjadi selama siklus haid / menstruasi, produksi dan pelepasan sel telur dari ovarium. Kista ovarium biasanya tidak bersifat kanker. Bila itu bukan kanker. kista tersebut masih kecil, biasanya tidak menimbulkan gejala apa-apa. Namun diperlukan penelitian lebih lanjut untuk meyakinkan bahwa Beberapa tipe umum kista ovarium adalah: 1. Kista fungsional Kista yang terbentuk dari jaringan yang berubah pada saat fungsi normal haid. Kista normal ini akan mengecil dan menghilang dengan sendirinya dalam kurun 2-3 siklus haid.

Terdapat 2 macam kista fungsional : a. Kista folikel Kista folikel timbul akibat dari folikel yang tidak berfungsi selama siklus menstruasi. Folikel adalah suatu rongga cairan yang normal terdapat dalam ovarium. Pada keadaan normal, folikel yang berisi sel telur ini akan terbuka saat siklus menstruasi untuk melepaskan sel telur. Namun pada beberapa kasus, folikel ini tidak terbuka, sehingga folikel tidak pecah atau melepaskan sel telur dan akhirnya menimbulkan bendungan carian yang nantinya akan menjadi kista: Kista folikuler biasanya tidak berbahaya, jarang menimbulkan nyeri dan sering hilang dengan sendirinya antara 2-3 siklus haid. Kista folikel berbentuk kecil sehingga biasanya tidak menimbulkan gejala apa-apa, kecuali jika pecah atau terpelintir, dapat menimbulkan gejala terasa kaku dan sakit hebat di daerah perut bagian bawah seperti serangan appendicitis (radang usus buntu). Kista ini biasanya ditemukan secara tidak sengaja saat dokter melakukan pemeriksaan USG. Tipe folikuler merupakan tipe kista yang paling banyak b.Kista lutein Akibat perubahan hormon, folikel dapat berubah menjadi korpus luteum dan mengeluarkan sel telur untuk kemudian dibuahi, lalu korpus luteum berdegenerasi (hancur sendiri dan diserap tubuh). Hal ini normal. Tetapi, kadang kala setelah sel telur dilepaskan, lubang keluarnya tertutup dan jaringan-jaringan mengumpul di dalamnya, menyebabkan korpus luteum membesar dan menjadi kista. Kista ini biasanya hilang dengan sendiri dalam beberapa minggu, tetapi kista ini dapat tumbuh hingga berdiameter 4 inchi (10 cm) dan berpotensi untuk berdarah dengan sendirinya atau mendesak ovarium yang menyebabkan nyeri panggul atau perut. Jika kista ini berisi darah, kista dapat pecah dan menyebabkan perdarahan internal dan nyeri tajam yang tiba-tiba. 2. Kista dermoid Kista ovarium yang berisi ragam jenis jaringan misal rambut, kuku, kulit, gigi dan lainnya. Kista ini dapat terjadi sejak masih kecil, bahkan mungkin sudah dibawa dalam kandungan ibunya. ditemukan.

Kista ini biasanya kering dan tidak menimbulkan gejala, tetapi dapat menjadi besar dan menimbulkan nyeri 3. Kista endometriosis Endometrioma, endometrioid cyst, endometrial cyst, atau kista coklat ovarium adalah kondisiyang berhubungan dengan endometriosis

Kista yang terbentuk dari jaringan endometriosis (jaringan mirip dengan selaput dinding rahim yang tumbuh di luar rahim) menempel di ovarium dan berkembang menjadi kista. Kista ini sering disebut juga sebagai kista coklat endometriosis karena berisi darah yang mengental dan membeku, sehingga bewarna coklat-kemerahan. Kista ini berhubungan dengan penyakit endometriosis yang menimbulkan nyeri haid dan nyeri sanggama. Pengobatan yang seharusnya menyertai operasi adalah suntikan hormon Gn-RH analog yang diberikan selama enam bulan, bukan tiga bulan seperti yang kerap dilakukan. Saat ini sudah ada obat oral baru yang dapat diberikan selama enam bulan yaitu anti estrogen anastrozol. Cara kerja Gn-RH adalah menekan hormon di otak yang memberi perintah kepada indung telur untuk berproduksi. Akibatnya, pasien (yang masih produktif) seperti dalam keadaan menopouse. Namun, bagi yang menginginkan anak tidak perlu khawatir karena pengobatan itu hanya sementara (6 bulan). Sebelumnya, angka kekambuhan kista endometriosis cukup tinggi yaitu sedikitnya 50 % bahkan sebelum sampai setahun setelah kista diambil. Dengan pengobatan intensif seperti suntikan dan oral, angka kekambuhan bisa ditekan hingga 10-15 %. Jika endometriosis menyerang indung telur cukup parah, indung telur terpaksa diambil. Namun, bila masih kecil, kurang dari 5 sentimeter, tindakan medis bisa dengan mengambil kistanya saja atau dibakar (kauterisasi). Jika hanya satu indung telur yang diserang, potensi bias hamil masih ada. 4. Kistadenoma Kista yang berkembang dari sel-sel pada lapisan luar permukaan ovarium, biasanya bersifat jinak. Kistadenoma dapat tumbuh menjadi besar sehingga berpotensi untuk ganas dan menggangguorgan perut lainnyadan 5. Kista polikistik Di sini, ovarium berisi banyak kista yang terbentuk dari bangunan kista folikel menimbulkan nyeri.

yang menyebabkan ovarium menebal yang disebabkan oleh gangguan hormonal, terutama hormon androgen (hormon yang dipunyai oleh laki-laki dalam jumlah banyak. Pada wanita, normalnya hormon ini dalam jumlah sedikit) yang berlebihan. Kista ini membuat ovarium membesar dan menciptakan lapisan luar tebal yang dapat menghalangi terjadinya ovulasi (pematangan sel telur), sehingga sering menimbulkan masalah infertilitas (ketidakmampuan memiliki anak setelah hubungan seksual dengan teratur walaupun tidak menggunakan alat kontrasepsi dalam jangka waktu paling tidak selama satu tahun). Kista ini menyebabkan menurunnya siklus menstruasi dan ketidaksuburan 6. Jenis kista-kista ovarium yang lainnya terjadi

Misalnya : kista inklusi germinal, kista Stein-Leventhal, kistoma ovarii simpleks, dan lain-lain.

II. Kista Endometriosis a. Definisi endometrioma, endometrioid cyst, endometrial cyst, atau kista coklat ovarium adalah kondisi yang berhubungan dengan endometriosis.

Kista yang terbentuk dari jaringan endometriosis (jaringan mirip dengan selaput dinding rahim yang tumbuh di luar rahim) menempel di ovarium dan berkembang menjadi kista. Kista ini sering disebut juga sebagai kista coklat endometriosis karena berisi darah yang mengental dan membeku, sehingga bewarna coklat-

kemerahan. Kista ini berhubungan dengan penyakit endometriosis yang menimbulkan nyeri haid dan nyeri sanggama.

b. Etiologi dan Faktor resiko Etiologi dari kista ini belum dapat dipastikan. Namun tdiduga terdapat faktor resiko yang bisa menimbulkan kista endometriosis. Faktor lingkungan dan gaya hidup dapat menjadi pemicu utama timbulnya kista endometriosis adalah mutasi genetik. Penyebab yang paling dicurigai adalah polutan, salah satunya asbes. Selain itu, kasus ini juga kerap muncul pada perempuan karier di Negara industri. Perempuan yang berisiko cukup tinggi terhadap kista endometriosis adalah yang dalam keluarganya beriwayat kanker indung telur dan kanker payudara. Upaya preventif yang dapat dilakukan adalah memeriksakan diri secara teratur ke dokter. Deteksi dini sangat membantu mengurangi keberlanjutan kista endometriosis menjadi lebih parah. c. Patofisiologi endometrioma adalah kista endometriosis dan biasanya ditemukan dalam ovarium, yang disebabkan oleh endometriosis ovarium dan ketika terjadi perdarahan akan membentuk kapsul dalam sebuah kista dan terjadi peningkatan dalam ukuran. Setiap bulan endometriosis berdarah, membesar dan ketika dibuka berisi cairan yang berwarna coklat (gambar 1).

Gambar 1. Kista coklat

ovarium

Kista endometriosis sebenarnya salah satu jenis kista yang tidak ganas dan bukan merupakan tumor sejati. Akan tetapi, kista ini menyebalkan karena kerap kambuh dan dapat mengganggu kesuburan. Dalam kasus infertilitas, 10-15 % disebabkan

oleh kista kambuhan. Kista endometriosis dapat timbul di indung telur, saluran telur, atau badan rahim. Meskipun belum diketahui persis faktor penyebab kekambuhan, dicurigai pengobatan yang tidak tuntas setelah operasi pengambilan kista jadi pemicunya d. Manifestasi Klinis Dismenorea Dispareunia Nyeri pada waktu defekasi Poli dan hipermenorea Infertilitas

a. Diagnosa Diagnosa biasanya dibuat atas dasar anamnesis dan pemeriksaan fisik, dipastikan dengan laparoskopi. b. Diagnosa Banding a. Terapi Prinsip pengobatan : III. Menciptakan lingkungan hormon rendah esterogen asiklik sehingga terjadi atrofi jaringan endometriosis ( mencegah terjadinya haid ) Menciptakan lingkungan hormon tinggi androgen atau tinggi progestogen. Adenomiosis uteri Radang pelvik dengan tumor adnesksa.

Kista Endometriosis pecah Kista endometriosis dapat pecah akibat perlekatan yang bersifat infiltratif dan

makin menipisnya dinding kista karena bertambahnya darah yang bertumpuk dalam rongga kista. Faktor resiko yang dapat mempermudah pecahnya kista endometriosis adalah hal yang dapat menyebabkan terjadinya torsi pada tangkai kista ovarium seperti pada trauma ( jatuh, diurut, pukulan pada perut, dan koitus ) Kista endometriosis yang pecah dapat menybabkan terjadinya akut abdomen karena robekan dinding kista disertai perdarahan timbul mendadak dan terus menerus ke rongga abdomen. Gejala yang timbul pada pecahnya kista endometriosis diakibatkan oleh akut abdomen yaitu :

Nyeri pada keseluruhan perut Nyeri timbul mendadak Mual dan muntah Disertai dengan bengkak pada perut bagian bawah Riwayat nyeri haid

Dari pemeriksaan fisik didapatkan : Inspeksi Palpasi Auskultasi : perut bisa sedikit membuncit : distensi (+),defans muskular(+),Nyeri tekan (+),nyeri lepas(+) : Bising usus menurun

Terapi yang dapat dilakukan adalah tindakan bedah : 1. Kistektomi Pada kista coklat ovarium pada umumnya hendaknya jangan seluruh ovarium diangkat, tetapi ditinggalkan bagian dari ovarium yang masih sehat . 2. Laparoskopi operatif 3. Laparotomi